Anda di halaman 1dari 22

LAPORAN PRAKTIKUM

PERANCANGAN PERCOBAAN
SEMESTER GASAL TAHUN 2020/2021

Oleh:
Hafis Reonanda (2018110004)

Dosen Praktikum:
Dr. Retnani Rahmiati, M.Si

FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN
UNIVERSITAS DR SOETOMO
SURABAYA
2021
KATA PENGANTAR

Alhamdulillahirobilallamin, puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat


dan hidayah-Nya, ditengah situasi Pandemi Covid-19 yang menyebabkan semua
kegiatan praktikum tatap muka menjadi terhambat. Penulis mencoba menyusun Laporan
Praktikum Perancangan Percobaan untuk Program Studi Teknologi Pangan Fakultas
Pertanian Universitas Dr. Soetomo Surabaya yang sangat sederhana, sehingga dapat
dilakukan secara mandiri dengan tutorial secara online melalui “Zoom metting”.
Laporan praktikum ini dibuat untuk memenuhi tugas yang diberikan dosen,
bertujuan untuk mengetahui cara menghitung dan menggunakan aplikasi SPSS untuk
menghitung dan menganalisis sidik ragam dari data parametrik dan nonparametrik yang
meliputi Rancangan Acak Lengkap (RAL), Rancangan Acak Kelompok (RAK),
Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF), Rancangan Acak Kelompok (Faktorial),
Wilcoxon, Freidman dan Kruskal Wallis.
Penulis semoga praktikum ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dan dapat
memenuhi tugas laporan praktikum perancangan percobaan.

Sidoarjo, 10 Februari 2021

Hafis Reonanda
BAB 1
HASIL PRAKTIKUM RANCANGAN PERCOBAAN
ANALISIS SIDIK RAGAM PARAMETRIK

1.1 Rancangan Acak Lengkap


Contoh 1.1
Suatu percobaan ingin diketahui kandungan lemak 3 dari ekstraksi lemak secara
enzimatik, ditujukan untuk menguji hipotesis bahwa prosentase ekstrak nanas
berpengaruh terhadap peningkatan kandungan lemak 3 yang diperoleh. Data
yang diperoleh tersaji dalam tabel berikut di bawah ini:
Ulangan
Konsentrasi Enzim
1 2 3 4
5(E1) 10,0 10,1 9,5 9,7
10(E2) 10,3 10,2 10,3 9,9
15(E3) 10,9 10,1 10,3 10,0
20(E4) 11,3 11,0 10,2 10,7
25(E5) 11,7 11,0 10,8 11,0
30(E6) 11,5 10,9 10,5 10,9

Jawaban RAL (Rancangan Acak Lengkap)

H0 = Prosentase ekstrak nanas tidak ada beda diantara perlakuan tehadap


peningkatan kandungan lemak
H1 = Prosentase ekstrak nanas ada beda diantara perlakuan tehadap peningkatan
kandungan lemak
Tabel 1.1.1 Uji Anova
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable: KadarLemak
Type III Sum
Source of Squares df Mean Square F Sig.
Corrected 5.073a 5 1.015 7.424 .001
Model
Intercept 2662.827 1 2662.827 19484.098 .000
KonsEnzim 5.073 5 1.015 7.424 .001
Error 2.460 18 .137
Total 2670.360 24
Corrected Total 7.533 23

Berdasarkan hasil Uji Anova table 1.1.1 di atas disimpulkan bahwa nilai
signifikansi perlakuan lebih kecil dari 0,05 (0,001 < 0,05), artinya ada pengaruh
perlakuan signifikan (berbeda nyata). Adanya pengaruh tersebut maka perlu
dilakukan uji lanjutan menggunakan Uji Duncan untuk mengetahui rata-rata
perlakuan.

Tabel 1.1.2 Uji Duncan

KadarLemak
Duncana,b
Subset
KonsEnzim N A b c
Konsentrasi Enzim 5 % 4 9.825
Konsentrasi Enzim 10 % 4 10.175
Konsentrasi Enzim 15 % 4 10.325 10.325
Konsentrasi Enzim 20 % 4 10.800 10.800
Konsentrasi Enzim 30 % 4 10.950
Konsentrasi Enzim 25 % 4 11.125
Sig. .086 .086 .254
Tabel 1.1.3 Hasil Uji Duncan

Perlakuan Notasi
Konsentrasi Enzim 5 % 9.825a
Konsentrasi Enzim 10 % 10.175a
Konsentrasi Enzim 15 % 10.325ab
Konsentrasi Enzim 20 % 10.800bc
Konsentrasi Enzim 25 % 11. 125c
Konsentrasi Enzim 30 % 10.950c

Berdasarkan hasil Uji Duncan pada table 1.1.3 di atas dapat disimpulkan sebagai
berikut:
 Nilai rata rata perlakuan konsentrasi enzim 5% berbeda tidak nyata dengan
nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 10% karena memiliki notasi yang
sama yaitu “a”.
 Nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 5% dan 10% yang bernotasi “a”
berbeda nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 15% yang
bernotasi “ab”.
 Nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 5% dan 10% yang bernotasi “a”
berbeda sangat nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim
20% yang memiliki notasi “bc”.
 Nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 5% dan 10% yang bernotasi “a”
berbeda sangat nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim
25% dan 30% yang memiliki notasi “c”.
 Nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 15% yang bernotasi “ab”
berbeda nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 20% yang
memiliki notasi “bc”.
 Nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 15% yang bernotasi “ab”
berbeda sangat nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim
25% dan 30% yang memiliki notasi “c”.
 Nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 20% yang bernotasi “ab”
berbeda nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 25% dan
30% yang bernotasi “c”.
 Nilai rata rata perlakuan konsentrasi enzim 25% berbeda tidak nyata
dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 30% karena memiliki
notasi yang sama yaitu “c”.
 Perlakuan konsentrasi enzim 25% direkomndasikan karena memiliki nilai
subset tertinggi.

Kesimpulan: Tolak H0, Terima H1. Artinya adanya pengaruh signifikan


prosentase ekstrak nanas terhadap peningkatan kandungan lemak 3 yang
dihasilkan.

1.2 Rancangan Acak Kelompok


Contoh 1.2
Sama dengan kasus pada Contoh 1.1 tetapi ulangan dipandang sebagai kelompok
maka datanya menjadi sebagai berikut:
Konsentrasi Enzim Kelompok
(%) 1 2 3 4
5 (E1) 10,0 10,1 9,5 9,7
10 (E2) 10,3 10,2 10,3 9,9
15 (E3) 10,9 10,1 10,3 10,2
20 (E4) 11,3 11,0 10,2 10,7
25 (E5) 11,7 11,0 10,8 11,0
30 (E6) 11,5 10,9 10,5 10,9

Jawaban RAK (Rancangan Acak Kelompok)

H0 = Prosentase ekstrak nanas tidak ada beda diantara perlakuan dan tidak ada
beda diantara kelompok tehadap peningkatan kandungan lemak
H1 = Prosentase ekstrak nanas ada beda diantara perlakuan dan ada beda
diantara kelompok tehadap peningkatan kandungan lemak
Tabel 1.2.1 Uji Anova
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable: KadarLemak
Type III Sum
Source of Squares df Mean Square F Sig.
Corrected 6.710a 8 .839 15.281 .000
Model
Intercept 2662.827 1 2662.827 48513.036 .000
KonsEnzim 5.073 5 1.015 18.486 .000
Kelompok 1.637 3 .546 9.939 .001
Error .823 15 .055
Total 2670.360 24
Corrected Total 7.533 23

Berdasarkan table 1.2.1 di atas dapat disimpulkan bahwa:


 Nilai signifikansi perlakuan lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) artinya ada
beda di antara perlakuan.
 Nilai signifikansi kelompok lebih kecil dari 0,05 (0,001 < 0,05) artinya ada
beda di antara kelompok.

Sehingga perlu dilakukan uji lanjutan menggunakan Uji Duncan untuk


mengetahui rata-rata perlakuan dan kelompok.

Tabel 1.2.2. Uji Duncan (Perlakuan)


KadarLemak
Duncana,b
Subset
KonsEnzim N a B c
Konsentrasi Enzim 5 % 4 9.825
Konsentrasi Enzim 10 % 4 10.175 10.175
Konsentrasi Enzim 15 % 4 10.325
Konsentrasi Enzim 20 % 4 10.800
Konsentrasi Enzim 30 % 4 10.950
Konsentrasi Enzim 25 % 4 11.125
Sig. .052 .380 .081

Tabel 1.2.3 Hasil Uji Duncan (Perlakuan)

Perlakuan Notasi
Konsentrasi Enzim 5 % 9.825a
Konsentrasi Enzim 10 % 10.175ab
Konsentrasi Enzim 15 % 10.325b
Konsentrasi Enzim 20 % 10.800c
Konsentrasi Enzim 25 % 11. 125c
Konsentrasi Enzim 30 % 10.950c

Berdasarkan hasil Uji Duncan (Perlakuan) pada table 1.2.3 di atas dapat
disimpulkan sebagai berikut:
 Nilai rata rata perlakuan konsentrasi enzim 5% yang bernotasi “a” berbeda
nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 10% karena
memiliki notasi yang sama yaitu “ab”.
 Nilai rata rata perlakuan konsentrasi enzim 5% bernotasi “a” berbeda
sangat nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 15% karena
memiliki notasi yang sama yaitu “b”.
 Nilai rata rata perlakuan konsentrasi enzim 5% bernotasi “a” berbeda
sangat nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 20%, 25%,
dan 30% karena memiliki notasi yang sama yaitu “c”.
 Nilai rata rata perlakuan konsentrasi enzim 10% yang bernotasi “ab”
berbeda nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 15%
karena memiliki notasi yang sama yaitu “b”.
 Nilai rata rata perlakuan konsentrasi enzim 10% bernotasi “ab” berbeda
sangat nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 20%, 25%,
dan 30% karena memiliki notasi yang sama yaitu “c”.
 Nilai rata rata perlakuan konsentrasi enzim 15% bernotasi “b” berbeda
sangat nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 20%, 25%,
dan 30% karena memiliki notasi yang sama yaitu “c”.
 Nilai rata-rata perlakuan konsentrasi enzim 20%, 25%, dan 30% berbeda
tidak nyata karena memiliki notasi yang sama yaitu “c”
 Perlakuan konsentrasi enzim 25% direkomndasikan karena memiliki nilai
subset tertinggi.

Tabel 1.2.4 Uji Duncan (Kelompok)


KadarLemak
Duncana,b
Subset
Kelompok N a b
3 6 10.267
4 6 10.367
2 6 10.550
1 6 10.950
Sig. .064 1.000

Tabel 1.2.5 Hasil Uji Duncan (Kelompok)

Kelompok Notasi
Kelompok 1 10.950b
Kelompok 2 10.550a
Kelompok 3 10.267a
Kelompok 4 10.367a
Berdasarkan hasil Uji Duncan (Kelompok) pada table 1.2.5di atas dapat
disimpulkan sebagai berikut:
 Nilai rata-rata kelompok 2, 3, dan 4 berbeda tidak nyata karena memiliki
notasi “a”.
 Nilai rata-rata kelompok 2, 3, dan 4 yang memiliki notasi “a” berbeda
sangat nyata dengan nilai rata-rata kelompok 1 karena memiliki notasi”b”.

Kesimpulan: Tolak H0, Terima H1. Artinya ada beda diantara perlakuan dan
ada beda diantara kelompok terhadap prosentase ekstrak nanas terhadap
peningkatan kandungan lemak 3 yang dihasilkan.

1.3 Rancangan Acak Lengkap Faktorial


Contoh 1.3
Seorang peneliti ingin meneliti pengaruh konsentrasi penambahan CaSO4 dan
cairan tape ketan terhadap kadar protein “Sweet-Curdled Soymilk”. Konsentrasi
CaSO4 terdiri dari 4 level dan konsentrasi cairan tape terdiri dari 3 level.
Penelitiannya dirancang menggunakan percobaan faktorial dengan Rancangan
Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan data seperti pada tabel
berikut ini:
Konsentrasi Cairan Tape Ulangan
CaSO4 Ketan 1 2
0 (A0) 50% (B1) 2,04 2,11
65% (B2) 2,19 2,15
80% (B3) 2,33 2,17
2% (A1) 50% (B1) 2,06 2,10
65% (B2) 2,15 2,21
80% (B3) 2,19 2,20
4% (A3) 50% (B1) 2,42 2,42
65% (B2) 2,36 2,40
80% (B3) 2,41 2,38
6% (A3) 50% (B1) 2,25 2,28
65% (B2) 2,30 2,30
80% (B3) 2,26 2,36

Jawaban Rancangan Acak Lengkap Faktorial


Hipotesis
 Hipotesis pengaruh konsentrasi CaSO4 terhadap kadar protein
H0 = Konsentrasi CaSO4 tidak ada pengaruh terhadap kadar protein
H1 = Konsentrasi CaSO4 ada pengaruh terhadap kadar protein
 Hipotesis pengaruh konsentrasi cairan tape ketan terhadap kadar protein
H0= Konsentrasi cairan tape ketan tidak ada pengaruh terhadap kadar
protein
H1= Konsentrasi cairan tape ketan ada pengaruh terhadap kadar protein
 Hipotesis pengaruh adanya interaksi antara penambahan konsentrasi CaSO4
dan cairan tape ketan
H0 = Penambahan konsentrasi CaSO4 tidak ada interaksi dengan
penambahan cairan tape ketan
H1 = Penambahan konsentrasi CaSO4 ada interaksi dengan penambahan
cairan tape ketan

Tabel 1.3.1 Uji Anova


Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable: KadarProtein
Type III Sum
Source of Squares df Mean Square F Sig.
Corrected Model .294a 11 .027 12.624 .000
Intercept 121.680 1 121.680 57486.646 .000
Kons_CaSo4 .244 3 .081 38.383 .000
Konscairantape .024 2 .012 5.772 .018
Kons_CaSo4 * .026 6 .004 2.029 .140
Konscairantape
Error .025 12 .002
Total 121.999 24
Corrected Total .319 23

Berdasarkan tabel 1.3.1 diatas dapat disimpulkan bahwa:


- Nilai signifikansi konsentrasi CaSO4 lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05)
artinya ada pengaruh konsentrasi CaSO4 yang signifikan (berpengaruh nyata)
terhadap kadar protein. Sehingga perlu dilakukan uji lanjutan menggunakan
Uji Duncan untuk mengetahui rata-rata konsentrasi CaSO4.
- Nilai signifikansi konsentrasi cairan tape lebih kecil dari 0,05 (0,018<0,05)
artinya ada pengaruh konsentrasi cairan tape (berpengaruh nyata) terhadap
kadar protein. Sehingga perlu dilakukan uji lanjutan menggunakan Uji
Duncan untuk mengetahui rata-rata konsentrasi cairan tape.
- Nilai signifikansi interaksi penambahan konsentrasi CaSO4 dengan cairan
tape lebih besar dari 0,05 (0,140 > 0,05) artinya tidak ada interaksi antara
penambahan CaSO4 dan penambahan cairan tape ketan. Sehingga tidak perlu
dilakukan uji lanjutan.

Tabel 1.3.2 Uji Duncan (Konsentrasi CaSO4)


KadarProtein
Duncana,b
Subset
Kons_CaSo4 N A b c
Konsentrasi CaSO4 2% 6 2.1517
Konsentrasi CaSO4 0% 6 2.1650
Konsentrasi CaSO4 6% 6 2.2917
Konsentrasi CaSO4 4% 6 2.3983
Sig. .625 1.000 1.000

Tabel 1.3.3 Hasil Uji Duncan (Konsentrasi CaSO4)


Konsentrasi CaSO4 Notasi
Konsentrasi CaSO4 0% 2.1650a
Konsentrasi CaSO4 2% 2.1517a
Konsentrasi CaSO4 4% 2.3983c
Konsentrasi CaSO4 6% 2.2917b

Berdasarkan hasil Uji Duncan (Konsentrasi CaSO4) pada table 1.3.3 di atas
dapat disimpulkan sebagai berikut:
- Nilai rata rata perlakuan konsentrasi CaSO4 0% dan 2% berbeda tidak
nyata karena bernotasi sama yaitu “a”.
- Nilai rata rata perlakuan konsentrasi CaSO4 0% dan 2% yang memiliki
notasi “a” berbeda sangat nyata dengan nilai rata-rata perlakuan
konsentrasi CaSO4 6% karena memiliki notasi yang sama yaitu “b”.
- Nilai rata rata perlakuan konsentrasi CaSO4 0% dan 2% yang memiliki
notasi “a” berbeda sangat nyata dengan nilai rata-rata perlakuan
konsentrasi CaSO4 4% karena memiliki notasi yang sama yaitu “c”.
- Nilai rata rata perlakuan konsentrasi CaSO4 4% yang memiliki notasi “c”
berbeda sangat nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi CaSO4
6% karena memiliki notasi yang sama yaitu “b”.

Tabel 1.3.4 Uji Duncan (Konsentrasi Cairan Tape Ketan)


KadarProtein
Duncana,b
Subset
Konscairantape N a b
Konsentrasi 50% 8 2.2100
Konsentrasi 65% 8 2.2575 2.2575
Konsentrasi 80% 8 2.2875
Sig. .061 .217

Tabel 1.3.5 Hasil Uji Duncan (Konsentrasi Cairan Tape Ketan)


Kons. Cairan Tape Ketan Notasi
Konsentrasi 50% 2.2100a
Konsentrasi 65% 2.2575ab
Konsentrasi 80% 2.2875b

Berdasarkan hasil Uji Duncan (Konsentrasi Cairan Tape Ketan) pada table 1.3.5
dapat disimpulkan sebagai berikut:
- Nilai rata rata perlakuan konsentrasi cairan tape 50% yang bernotasi “a”
berbeda nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi cairan tape 65%
karena memiliki notasi yang sama yaitu “ab”.
- Nilai rata rata perlakuan konsentrasi cairan tape 50% yang memiliki notasi
“a” berbeda sangat nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi
cairan tape 80% karena memiliki notasi yang sama yaitu “b”.
- Nilai rata rata perlakuan konsentrasi cairan tape 65% yang bernotasi “ab”
berbeda nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi cairan tape 80%
karena memiliki notasi yang sama yaitu “b”.

Kesimpulan:
 Tolak H0, Terima H1. Artinya ada pengaruh penambahan konsentrasi
CaSO4 dan konsentrasi cairan tape ketan terhadap kadar protein.
 Gagal menolak H0, Terima H0. Artinya tidak ada interaksi antara
penambahan CaSO4 dan penambahan cairan tape ketan

1.4 Rancangan Acak Kelompok Faktorial


Contoh 1.4
Sama dengan kasus pada Contoh 1.3 tetapi ulangan dipandang sebagai kelompok
maka datanya menjadi sebagai berikut:
Konsentrasi Cairan Tape Kelompok
1 2
CaSO4 Ketan
0 (A0) 50% (B1) 2,04 2,11
65% (B2) 2,19 2,15
80% (B3) 2,33 2,17
2% (A1) 50% (B1) 2,06 2,10
65% (B2) 2,15 2,21
80% (B3) 2,19 2,20
4% (A3) 50% (B1) 2,42 2,42
65% (B2) 2,36 2,40
80% (B3) 2,41 2,38
6% (A3) 50% (B1) 2,25 2,28
65% (B2) 2,30 2,30
80% (B3) 2,26 2,36

Jawab Rancangan Acak Kelompok faktorial


Hipotesis
 Hipotesis pengaruh konsentrasi CaSO4 terhadap kadar protein
H0 = Konsentrasi CaSO4 tidak ada pengaruh terhadap kadar protein
H1 = Konsentrasi CaSO4 ada pengaruh terhadap kadar protein
 Hipotesis pengaruh konsentrasi cairan tape ketan terhadap kadar protein
H0 = Konsentrasi cairan tape ketan tidak ada pengaruh terhadap kadar protein
H1 = Konsentrasi cairan tape ketan ada pengaruh terhadap kadar protein
 Hipotesis pengaruh factor kelompok terhadap kadar protein
H0 = Faktor kelompok tidak ada pengaruh terhadap kadar protein
H1 = Faktor kelompok ada pengaruh terhadap kadar protein
 Hipotesis pengaruh adanya interaksi antara penambahan konsentrasi CaSO4
dan cairan tape ketan
H0 = Penambahan konsentrasi CaSO4 tidak ada interaksi dengan
penambahan cairan tape ketan
H1 = Penambahan konsentrasi CaSO4 ada interaksi dengan penambahan
cairan tape ketan
Tabel 1.4.1 Uji Anova
Tests of Between-Subjects Effects
Dependent Variable: KadarProtein
Type III Sum
Source of Squares df Mean Square F Sig.
Corrected Model .295a 12 .025 10.887 .000
Intercept 121.680 1 121.680 53970.997 .000
KonsCaSO4 .244 3 .081 36.036 .000
KonsCairanTape .024 2 .012 5.419 .023
Kelompok .001 1 .001 .266 .616
KonsCaSO4 * .026 6 .004 1.905 .168
KonsCairanTape
Error .025 11 .002
Total 121.999 24
Corrected Total .319 23

Berdasarkan tabel 1.4.1 diatas dapat disimpulkan bahwa:


- Nilai signifikansi konsentrasi CaSO4 lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05)
artinya ada pengaruh konsentrasi CaSO4 yang signifikan (berpengaruh
nyata) terhadap kadar protein. Sehingga perlu dilakukan uji lanjutan
menggunakan Uji Duncan untuk mengetahui rata-rata konsentrasi CaSO4.
- Nilai signifikansi konsentrasi cairan tape ketan lebih kecil dari 0,05
(0,023<0,05) artinya ada pengaruh konsentrasi cairan tape ketan
(berpengaruh nyata) terhadap kadar protein. Sehingga perlu dilakukan uji
lanjutan menggunakan Uji Duncan untuk mengetahui rata-rata konsentrasi
cairan tape.
- Nilai signifikansi faktor kelompok lebih besar dari 0,05 (0,616 > 0,05)
artinya tidak ada pengaruh faktor kelompok terhadap kadar protein.
Sehingga tidak perlu dilakukan uji lanjutan.
- Nilai signifikansi interaksi penambahan konsentrasi CaSO4 dengan cairan
tape ketan lebih besar dari 0,05 (0,168 > 0,05) artinya tidak ada interaksi
antara penambahan CaSO4 dan penambahan cairan tape ketan. Sehingga
tidak perlu dilakukan uji lanjutan.

Tabel 1.4.2 Uji Duncan (Konsentrasi CaSO4)


KadarProtein
Duncana,b
Subset
KonsCaCO4 N A b c
Konsentrasi CaSO4 2% 6 2.1517
Konsentrasi CaSO4 0% 6 2.1650
Konsentrasi CaSO4 6% 6 2.2917
Konsentrasi CaSO4 4% 6 2.3983
Sig. .636 1.000 1.000

Tabel 1.4.3 Hasil Uji Duncan (Konsentrasi CaSO4)


Konsentrasi CaSO4 Notasi
Konsentrasi CaSO4 0% 2.1650a
Konsentrasi CaSO4 2% 2.1517a
Konsentrasi CaSO4 4% 2.3983c
Konsentrasi CaSO4 6% 2.2917b

Berdasarkan hasil Uji Duncan (Konsentrasi CaSO4) pada table 1.4.3 di atas dapat
disimpulkan sebagai berikut:
- Nilai rata rata perlakuan konsentrasi CaSO4 0% dan 2% berbeda tidak
nyata karena bernotasi sama yaitu “a”.
- Nilai rata rata perlakuan konsentrasi CaSO4 0% dan 2% yang memiliki
notasi “a” berbeda sangat nyata dengan nilai rata-rata perlakuan
konsentrasi CaSO4 6% karena memiliki notasi yang sama yaitu “b”.
- Nilai rata rata perlakuan konsentrasi CaSO4 0% dan 2% yang memiliki
notasi “a” berbeda sangat nyata dengan nilai rata-rata perlakuan
konsentrasi CaSO4 4% karena memiliki notasi yang sama yaitu “c”.
- Nilai rata rata perlakuan konsentrasi CaSO4 4% yang memiliki notasi “c”
berbeda sangat nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi CaSO4
6% karena memiliki notasi yang sama yaitu “b”.

Tabel 1.4.4 Uji Duncan (Konsentrasi Cairan Tape Ketan)


KadarProtein
Duncana,b
Subset
KonsCairanTape N 1 2
Konsentrasi CTK 50% 8 2.2100
Konsentrasi CTK 65% 8 2.2575 2.2575
Konsentrasi CTK 80% 8 2.2875
Sig. .071 .232
Tabel 1.4.5 Hasil Uji Duncan (Konsentrasi Cairan Tape Ketan)
Kons. Cairan Tape Ketan Notasi
Konsentrasi 50% 2.2100a
Konsentrasi 65% 2.2575ab
Konsentrasi 80% 2.2875b

Berdasarkan hasil Uji Duncan (Konsentrasi Cairan Tape Ketan) pada table 1.4.5
dapat disimpulkan sebagai berikut:
- Nilai rata rata perlakuan konsentrasi cairan tape 50% yang bernotasi “a”
berbeda nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi cairan tape 65%
karena memiliki notasi yang sama yaitu “ab”.
- Nilai rata rata perlakuan konsentrasi cairan tape 50% yang memiliki notasi
“a” berbeda sangat nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi cairan
tape 80% karena memiliki notasi yang sama yaitu “b”.
- Nilai rata rata perlakuan konsentrasi cairan tape 65% yang bernotasi “ab”
berbeda nyata dengan nilai rata-rata perlakuan konsentrasi cairan tape 80%
karena memiliki notasi yang sama yaitu “b”.

Kesimpulan:
 Tolak H0, Terima H1. Artinya ada pengaruh penambahan konsentrasi CaSO4
dan konsentrasi cairan tape ketan terhadap kadar protein.
 Gagal menolak H0, Terima H0. Artinya tidak ada pengaruh faktor kelompok
terhadap kadar protein.
 Gagal menolak H0, Terima H0. Artinya tidak ada interaksi antara
penambahan CaSO4 dan penambahan cairan tape ketan

BAB 2
HASIL PRAKTIKUM RANCANGAN PERCOBAAN
ANALISIS SIDIK RAGAM NON PARAMETRIK

2.1 Uji Mann Whitney


Contoh 2.1
Misalnya ingin diketahui apakah ada perbedaaan antara denyut nadi pria dan
denyut nadi wanita. Kemudian dilakukan penarikan sampel untuk pria dan wanita
dengan melihat denyut nadi masing-masing. Berikut hasil perhitungan
masingmasing denyut nadi:

Denyut Nadi Pria Denyut Nadi Wanita


90 79
89 82
82 85
89 88
91 85
86 80
85 80
86
84
Hipotesis
H0 = Tidak ada perbedaan denyut nadi pria dan wanita
H1 = Ada perbedaan denyut nadi pria dan wanita

Test Statisticsa
Denyut Nadi
Mann-Whitney U 10.500
Wilcoxon W 38.500
Z -2.236
Asymp. Sig. (2-tailed) .025
Exact Sig. [2*(1-tailed Sig.)] .023b
Berdasarkan tabel 2.1 diatas nilai asymp. Sig. (2-tailed) yang lebih kecil dari
0,05 (0,025<0,05) maka didapat keputusan Tolak H0, Terima H1. Artinya ada
perbedaan denyut nadi pria dan wanita.

2.2 Uji Kruskal Wallis


Contoh 2.2
Suatu penelitian dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan antara
tingkat penjualan (unit) setiap bulan dari 3 merek barang yang berbeda. Berikut
adalah data penjualan 5 bulan terakhir:
Tingkat Penjualan
Bulan
Merek KUN Merek SUN Merek NUN
1 165 120 140
2 98 115 156
3 130 90 220
4 210 126 112
5 195 107 142

Hipotesis
H0 = Tidak ada perbedaan diantara merk
H1 = Ada perbedaan diantara merk

Test Statisticsa,b
Penjualan
Kruskal-Wallis H 4.860
Df 2
Asymp. Sig. .088

Berdasarkan tabel 2.1 diatas nilai asymp. Sig. (2-tailed) yang lebih besar
dari 0,05 (0,088 > 0,05) maka didapat keputusan Gagal Menolak H0, Terima H0.
Artinya tidak ada beda tingkat penjualan per unit setiap bulan diantara merk
tersebut.

2.3 Uji Friedman


Contoh 2.3
Sebuah penelitian ingin diketahui apakah ada perbedaan nilai organoleptik
dengan 9 skala penilaian dari 3 perlakuan yang berbeda. Data yang diperoleh
adalah sebagai berikut:
Panelis Perlakuan
A B C
1 7 7 8
2 6 7 7
3 6 7 8
4 5 7 9
5 8 7 7
6 4 5 8
7 7 8 9
8 5 6 6
9 3 5 7
10 6 7 8

Hipotesis
H0 = Tidak ada beda diantara perlakuan
H1 = Ada beda diantara perlakuan

Test Statisticsa
N 10
Chi-Square 12.500
Df 2
Asymp. Sig. .002

Berdasarkan tabel 2.3 diatas nilai asymp. Sig. (2-tailed) yang lebih kecil dari
0,05 (0,002<0,05) maka didapat keputusan Tolak H0, Terima H1. Artinya ada
perbedaan nilai organoleptik diantara 9 skala penilaian dari 3 perlakuan yang
berbeda, maka di lanjut ke Uji Mann Whitney.