Anda di halaman 1dari 4

EKSI4311

NASKAH UAS-THE
UJIAN AKHIR SEMESTER-TAKE HOME EXAM (THE)
UNIVERSITAS TERBUKA
SEMESTER: 2020/21.2 (2021.1)

Akuntansi Keuangan Lanjutan II


EKSI4311

No. Soal Skor


1. PT Cipta Karya merupakan perusahaan bergerak di beberapa industri. Berikut disajikan data 25
yang berkaitan dengan penjualan segmen, termasuk penjualan antarsegmen.

Penjualan Kepada Penjualan


Nonafiliasi Intersegmen
Produk Makanan Rp5.000.000
Produk Pertanian 3.500.000 3.500.000
Produk Kesehatan 4.000.000 500.000
Jasa Konstruksi 1.500.000 1.500.000
Jasa Iklan 1.250.000 750.000

Anda diminta untuk:


a) Buatlah skedul yang tepat untuk mengungkapkan pendapatan berdasarkan segmen industri
untuk tujuan pelaporan eksternal!
b) Berdasarkan data di atas, apakah seluruh segmen pada PT Cipta Karya harus dilaporkan?
Sebutkan alasan anda!
c) Berdasarkan jawaban di a, ujilah kembali segmen yang terlapor dengan mengunakan
pengujian 75% dari penjualan!
d) Sebutkan dan jelaskan pendekatan penyajian laporan keuangan interim!

2. PT Krida Bangsa merupakan entitas yang didirikan di Indonesia dan menggunakan tahun fiskal 40
yang berakhir tanggal 31 Desember. Mata uang fungsional PT Krida Bangsa adalah Rupiah
Indonesia (IDR). Tahun 2020, Apple.Co yang berada di Malaysa membeli kepemilikan PT Krida
Bangsa. Pada tanggal 5 Juni 2020, PT Krida Bangsa membeli barang dagangan secara kredit
dengan mata uang Ringgit Malaysia senilai RM9.000 dari Apple.Co. Pembayaran oleh PT Krida
Bangsa dilakukan pada tanggal 30 Desember 2020. Kurs pada tanggal 5 Juni 2020 dan 30
Desember 2020 masing-masing adalah RM1 = IDR3.200 dan RM1 = IDR3.500. Berikut ini adalah
Neraca Saldo dalam RM:
Nama Akun RM
Kas 7.800
Piutang Usaha 7.735

Persediaan 19.550

Aset Tetap 23.700

Utang Usaha 7.880

Modal Saham 25.200

Saldo Laba 18.660

Penjualan 19.900

HPP 9.906
1 dari 4
EKSI4311

Beban Gaji dan Upah 3.753

Beban Penyusutan 310

Beban Pajak 186


Untung/rugi perubahan
2.700
Kurs
Dividen 1.400
Tanggal Kurs IDR

2 Januari 2020 3.020


1 September 2020 3.050
30 Desember 2020 3.500
31 Desember 2020 2.950
Rata-rata 3.150

Pertanyaan:
a) Bagaimanakah PT Krida Bangsa mencatat pembelian barang dagangan itu pada tanggal 5
Juni 2020 dan pembayaran faktur pada tanggal 30 desember 2020?
b) Jika 5 Juni 2020 PT Krida Bangsa memutuskan untuk menandatangani kontrak standarisasi
dengan melakukan pembayaran simpanan marjin (margin deposit) atau uang muka kepada
spekulator di pasar uangmaka transaksi ini dapat digolongkan menjadi transaksi derivatif.
Menurut ada, apakah jenis transaksi derivative? Jelaskanlah!
c) Buatlah Neraca Saldo dalam mata uang Rupiah PT Krida Bangsa per 31 Desember 2020 dan
Laporan Perubahan modal PT Krida Bangsa jika diketahui deviden diberikan PT Krida
Bangsa pada tanggal 1 September 2020.

3. Bacalah kasus dibawah ini! 10

Tekan Rugi, Krakatau Steel Konsisten Lakukan "Hedging"

Jumat, 17 Oktober 2014 | 09:53 WIB


Oleh : Farid Nurfaizi / WBP

Jakarta – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) konsisten melakukan lindung nilai tukar (hedging)
rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) guna menekan kerugian akibat fluktuasi kurs.

Strategi ini dipilih karena produsen baja milik pemerintah itu masih memiliki ruang yang cukup
untuk hedging.

“Sebanyak 50 persen dari transaksi penjualan perseroan yang sekitar US$ 100-US$ 130 juta per
bulan di-hedging,” jelas Presiden Direktur Krakatau Steel Irvan K Hakim kepada Investor Daily di
Jakarta, Kamis (16/9).

Irvan mengatakan, perseoan optimistis standar operasional prosedur (SOP) transaksi hedging
bagi lembaga negara yang baru diluncurkan oleh Kementerian Keuangan, akan mampu
memberikan dasar hukum yang lebih baik.

Dia berpendapat, pada dasarnya transaksi hedging adalah bentuk pengelolaan risiko, dan ada
biaya yang harus ditanggung. Implementasi aturan ini sangat bergantung pada analisa dan
perkiraaan saat menentukan spot rate dolar AS ketika hedging dilakukan.

2 dari 4
EKSI4311

Sementara itu, Direktur Keuangan Krakatau Steel Sukandar mengatakan, saat ini perseroan
masih memiliki ruang yang cukup untuk hedging. Perseroan memiliki hak beli forward dolar AS
terhadap rupiah sekitar US$ 40 juta. “Hak beli ini untuk lindung nilai atas penjualan Krakatau
Steel dalam rupiah, “ jelas dia.

Menurut Sukandar, dalam trsansaksi hedging, perseroan memiliki perjanjian foreign exchange
line dengan sejumlah bank yaitu PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT
Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI), serta sejumlah bank asing.

Sepanjang semester I-2014, Krakatau Steel mencatat rugi bersih hingga US$ 88,67 juta.
Padahal, pada periode yang sama tahun lalu, emiten dengan kode saham KRAS ini masih
membukukan laba senilai Rp10,63 juta.

Adapun pendapatan Krakatu Steel sepanjang semester I-2014 tercatat US$ 909,19 juta atau
turun 22 persen dibandingkan perolehan sebelumnya US$ 1,10 miliar. Rugi bersih yang dialami
perseroan disebabkan oleh berbagai hal. Pemicu rugi yang signifikan adalah rugi akibat selisih
kurs naik menjadi US$11,46 juta dari rugi sebelumnya sekitar US$4,26 juta. Selain itu, pos rugi
dari entitas asosiasi juga melonjak drastis dari US$2,98 juta menjadi US$42,26 juta.

Selain melakukan hedging, Krakatau Steel juga berencana memangkas beban perusahaan
hingga sekitar US$ 173 juta pada tahun ini untuk menekan kerugian. pemangkasan beban itu
meliputi pemangkasan anggaran beban pokok penjualan, harga pokok penjualan, dan beban
lainnya.

Sementara itu, perseroan juga terus berusaha memaksimalkan aset yang dimiliki. Melalui anak
perusahaannya, PT Krakatau Daya Listrik dan PT Krakatau Posco Energy, emiten baja ini
menargetkan produksi 720 megawatt (MW) listrik sendiri. Aliran listrik itu bakal dimanfaatkan
untuk mendukung operasional Krakatau Steel Group.

Saat ini, Krakatau tengah menjajaki fasilitas pinjaman senilai US$ 250 juta kepada lembaga
pembiayaan ekspor (export credit agency/ECA) asal Jerman. Pinjaman ini rencananya bakal
digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik baja lembaran canai (hot strip mill) baru yang
ditargetkan beroperasi pada tahun 2017. Pabrik tersebut ditaksir bakal menelan investasi US$
482 juta.

Menurut Sukandar, perseroan menargetkan bisa mengantongi fasilitas kredit tersebut paling
cepat pada kuartal IV-2014. Perseroan telah menandatangani kontrak pembangunan pabrik hot
strip mill baru dengan konsorsium kontraktor pada 4 Juli 2014. Konsorsium ini terdiri dari SMS
Siemag AG dengan PT Krakatau Engineering.

Rencananya, sisa kebutuhan pendanaan pabrik akan berasal dari sisa perolehan aksi penawaran
umum perdana (initial public offering/IPO) saham perseroan pada tahun 2010 yang sebesar Rp
928,3 miliar. Dana tersebut telah dikonversi ke denominasi dolar menjadi US$ 105,6 juta.

Sumber:
https://www.beritasatu.com/archive/217987/tekan-rugi-krakatau-steel-konsisten-lakukan-hedging

Pertanyaan:
a) Menurut anda, sebutkanlah jenis lindung nilai (hedging) apa yang dilakukan oleh PT Krakatau
Steel? Uraikan penjelasan anda sesuai dengan jenis lindung nilai yang anda berikan!
b) Berdasarkan kasus diatas, aktivitas lindung nilai apa yag dilakukan? Uraikanlah!

3 dari 4
EKSI4311

4. Perhatikanlah transaksi sebagai berikut: 25


Pada tanggal 1 Januari 2020, PT Buana Ceria dan PT Permata Indah sepakat melakukan bekerja
sama. Dalam perjanjian kerjasama diketahui hal-hal sebagai berikut:
1. Isi kontrak merupakan perjanjian kerja sama pengendalian terhadap asset sesuai dengan
modal yang diberikan sedangkan kewajiban menjadi tanggung jawab perusahaan yang
memiliki modal paling besar.
2. Keputusan-keputusan mengenai aktivitas harus berdasarkan persetujuan kedua belah pihak.

Untuk memotivasi para eksekutif agar meningkatkan harga pasar sahamnya pada 1 Januari
2020, PT Buana Ceria menetapkan program yang biasa disebut dengan ESOP, yakni executive
stock options program dengan memberi kepada setiap orang dari 4 eksekutifnya 110 lembar opsi
saham. Opsi ini memberi hak untuk membeli 25 lembar saham biasa (yang diterbitkan oleh PT
Buana Ceria) dengan harga eksekusi Rp160.000 per lembar. Diketahui bahwa nilai wajar
selembar opsi pada tanggal hibah adalah Rp4.000. Hak itu diberikan hanya apabila eksekutif
masih bekerja sampai dengan 31 Desember 2024 dan dapat mulai dieksekusi pada 1 Januari
2025 dan berakhir pada 31 Desember 2025.

Pertanyaan:
a) Menurut anda, apakah perjanjian kerjasama tersebut adalah pengaturan bersama sesuai
dengan PSAK 66? Jelaskan berdasarkan grafik penilaian pengendalian bersama!
b) Apa klasifikasi bentuk pengaturan bersama tersebut sesuai dengan isi perjanjian kerjasama?
c) Sebutkanlah siapa yang menentukan klasifikasi dan dasar klasifikasi tersebut?
d) Jelaskan kategori opsi saham yang diberikan PT Buana Ceria! Kapan pengakuan bebannya?
Berapa beban kompensasi tersebut! Tentukan kapan dan bagaimana jurnal pengakuan
tersebut!

Skor Total 100

4 dari 4

Anda mungkin juga menyukai