Anda di halaman 1dari 9

BUKU JAWABAN UJIAN (BJU)

UAS TAKE HOME EXAM (THE)


SEMESTER 2020/21.2 (2021.1)

Nama Mahasiswa : Sari'atul Hidayah

Nomor Induk Mahasiswa/NIM : 041397142

Tanggal Lahir : 09 September 1996

Kode/Nama Mata Kuliah : EKSI4413 / Audit Manajemen

Kode/Nama Program Studi : 83 / Akuntansi

Kode/Nama UPBJJ : 84 / Manado

Hari/Tanggal UAS THE : Selasa / 13 Juli 2021

Tanda Tangan Peserta Ujian

Petunjuk

1. Anda wajib mengisi secara lengkap dan benar identitas pada cover BJU pada halaman ini.
2. Anda wajib mengisi dan menandatangani surat pernyataan kejujuran akademik.
3. Jawaban bisa dikerjakan dengan diketik atau tulis tangan.
4. Jawaban diunggah disertai dengan cover BJU dan surat pernyataan kejujuran akademik.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN


TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TERBUKA
BUKU JAWABAN UJIAN
UNIVERSITAS TERBUKA

Surat Pernyataan Mahasiswa


Kejujuran Akademik

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : Sari'atul Hidayah


NIM : 041397142
Kode/Nama Mata Kuliah : EK EKSI4413 / Audit Manajemen
Fakultas : Ekonomi
Program Studi : 83 / Akuntansi
UPBJJ-UT : 84 / Manado

1. Saya tidak menerima naskah UAS THE dari siapapun selain mengunduh dari aplikasi
THE pada laman https://the.ut.ac.id.
2. Saya tidak memberikan naskah UAS THE kepada siapapun.
3. Saya tidak menerima dan atau memberikan bantuan dalam bentuk apapun dalam
pengerjaan soal ujian UAS THE.
4. Saya tidak melakukan plagiasi atas pekerjaan orang lain (menyalin dan mengakuinya
sebagai pekerjaan saya).
5. Saya memahami bahwa segala tindakan kecurangan akan mendapatkan hukuman sesuai
dengan aturan akademik yang berlaku di Universitas Terbuka.
6. Saya bersedia menjunjung tinggi ketertiban, kedisiplinan, dan integritas akademik dengan
tidak melakukan kecurangan, joki, menyebarluaskan soal dan jawaban UAS THE melalui
media apapun, serta tindakan tidak terpuji lainnya yang bertentangan dengan peraturan
akademik Universitas Terbuka.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya. Apabila di kemudian hari
terdapat pelanggaran atas pernyataan di atas, saya bersedia bertanggung jawab dan
menanggung sanksi akademik yang ditetapkan oleh Universitas Terbuka.
Manado, 13 Juli 2021

Yang Membuat Pernyataan

Sari’atul Hidayah
1. Fungsi Dan Pembagian Kewenangan RUPS, Direksi Dan Dewan Komisaris Dalam
Corporate Governance (Tata Kelola Korporasi) Menurut UU No.40 Tahun 2017.

Jawaban:

1) RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM (RUPS)

Fungsi RUPS sebagai badan otoritas dan manajemen yang paling tinggi dalam Perseroan
dimana para Pemegang Saham dapat menjalankan hak dan wewenangnya dalam
penyelenggaraan Perseroan. RUPS memiliki kekuasaan, antara lain:

• Mengangkat dan memberhentikan anggota dari Dewan Komisaris dan Direksi


Perseroan;
• Menetapkan besaran kompensasi bagi Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan;
• Menilai progress dan presentasi Perusahaan;
• Menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan;
• Menyetujui laporan tahunan dan melegitimasi laporan keuangan.
• Memutuskan pemanfaatan Net Profit Perusahaan;
• Menyetujui transaksi kemitraan dan bentrok kepentingan oleh Perusahaan;
• Menunjuk Akuntan Publik Perseroan.

RUPS Tahunan diadakan satu kali setiap tahun dan harus diadakan selambat-lambatnya
setengah tahun setelah buku ditutup, sedangkan RUPS Luar Biasa dapat diadakan setiap kali
tergantung pada kebutuhan Perseroan. Untuk mengamankan kepentingan Pemodal,
Perseroan menjamin bahwa RUPS diadakan sesuai jadwal dan disiapkan sesuai dengan
pengaturan Anggaran Dasar Perseroan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan
peraturan Bursa Efek Indonesia (BEI).
2) DEWAN KOMISARIS

Mengacu kepada Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT)
dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tertanggal 8 Desember 2014
tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik serta Anggaran Dasar
Perseroan berikut adalah ketentuan-ketentuan mengenai Dewan Komisaris Perseroan.

Dewan Komisaris terdiri dari tidak kurang dari tiga orang, dengan struktur seorang
Presiden Komisaris, seorang VP dan setidaknya satu orang dari anggota komisaris. Para
Anggota Dewan Komisaris diangkat oleh RUPS untuk waktu yang lama sejak tanggal RUPS
yang mengangkat mereka sampai dengan berakhirnya RUPS yang kelima setelah pemikiran
tersebut. Para Anggota Dewan Komisaris yang masa jabatannya telah berakhir dapat
diangkat kembali.

Perseroan wajib memiliki Komisaris Independen setidaknya 30% (tiga puluh persen) dari
jumlah seluruh anggota Dewan Komisaris. Komisaris Independen yang telah menjabat selama
2 (dua) periode masa jabatan dapat diangkat kembali pada periode selanjutnya sepanjang
Komisaris Independen tersebut menyatakan dirinya tetap Independen kepada RUPS.

Tugas, Tanggung Jawab Dan Wewenang Dewan Komisaris

Berikut adalah tugas, tanggung jawab dan wewenang Dewan Komisaris:

 Dewan Komisaris melakukan pengawasan atas kebijaksanaan Direksi dalam


menjalankan Perseroan serta memberikan nasihat kepada Direksi;
 Dewan Komisaris wajib melakukan tugas, tanggung jawab dan wewenangnya dengan
itikad baik, tanggung jawab dan kehati-hatian.
 untuk membantu efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya dalam
pengawasan tersebut, Dewan Komisaris wajib mendisain maupun menentukan
susunan Komite Audit maupun komite lainnya sebagaimana ditentukan oleh
peraturan perundang-undangan yang berlaku dan peraturan yang berlaku di Pasar
Modal, serta berkewajiban melakukan evaluasi terhadap kinerja komite-komite
tersebut setiap akhir tahun buku Perseroan.
 Dalam kondisi tertentu, Dewan Komisaris wajib menyelenggarakan RUPS Tahunan
dan RUPS lainnya sesuai dengan kewenangannya sebagaimana diatur dalam
peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perseroan;
 Dewan Komisaris wajib menyiapkan risalah rapat Dewan Komisaris dan menyimpan
salinannya;
 Dewan Komisaris wajib melaporkan kepada Perseroan kepemilikan saham mereka
dan/atau anggota keluarga mereka di Perseroan;
 Dewan Komisaris wajib menyampaikan laporan tugas pengawasan yang telah
dilakukan selama tahun buku sebelumnya kepada RUPS;
 Apabila seluruh anggota Direksi diberhentikan untuk sementara dan Perseroan tidak
mempunyai seorangpun anggota Direksi, maka untuk sementara Dewan Komisaris
diwajibkan untuk mengurus Perseroan, dalam hal demikian kekuasaan sementara
kepada seorang atau lebih diantara mereka atas tanggungan mereka bersama;
 Dewan Komisaris berwenang untuk memberhentikan sementara seorang atau lebih
anggota Direksi, apabila anggota Direksi tersebut bertindak bertentangan dengan
Anggaran Dasar, peraturan perundang-undangan yang berlaku atau melalaikan
kewajibannya;

3) DIREKSI

Mengacu kepada Undang-undang No. 40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT)
dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tertanggal 8 Desember 2014
tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik serta Anggaran Dasar
Perseroan berikut adalah ketentuan-ketentuan mengenai Direksi Perseroan.

Fungsi Direksi
Perseroan diawasi dan digerakkan oleh Direksi di bawah pengawasan Dewan Komisaris.
Direksi disetujui untuk mengelola manajemen sesuai pengaturan yang dianggap tepat. Direksi
terdiri dari sekitar 3 (tiga) orang anggota Direksi dengan susunan seorang Presiden Direktur,
seorang VP Direktur dan setidaknya satu Direktur. Salah satu Direksi, harus menjadi Direktur
Independen. Presiden Direktur, VP dan Chief seorang Direktur secara kolaborasi memenuhi
syarat dan disetujui untuk bertindak untuk kepentingan Direksi dan merepresentasi
perseroan.

Anggota Direksi diangkat dan diberhentikan oleh RUPS. Orang-orang dari Direksi tersebut
didelegasikan untuk waktu yang lama 5 (lima) kali terhitung sejak tanggal RUPS yang
mengangkatnya sampai dengan berakhirnya RUPS yang kelima setelah tanggal pengangkatan
tersebut. Anggota Direksi yang habis masa jabatannya dapat diangkat kembali.

Tugas Dan Tanggung Jawab Direksi Perseroan

Direksi sepenuhnya bertanggung jawab untuk melakukan aktivitas untuk mendukung


Perseroan dalam mencapai tujuan dan sasarannya. Setiap anggota Direksi harus sesuai
dengan niat baik dan bertanggung jawab atas tugas dengan komitmen mereka dan dengan
memperhatikan undang-undang dan pedoman yang berlaku.

Referensi:
www.uic.co.id/” Tata Kelola Perusahaan yang Baik” diakses pada 13 Juli 2021
(https://www.uic.co.id/?scr=02.14&selectLanguage=1)

2. langkah dan upaya dalam melaksanakan perencanaan investigasi fraud termasuk


penyiapan dokumentasi (yang harus dijaga kerahasiaannya) audit internal.

Jawaban:

Sebelum mengarahkan pemeriksaan, tinjauan ke dalam harus dirancang dengan membedakan


hal-hal berikut:

1. Apa karakteristik pelanggarannya?


2. Unit bagian apa yang disertakan?
3. Bukti apa yang diharapkan untuk menduga fraud?
4. Catatan atau bukti apa yang harus didapatkan?
5. Bantuan apa yang dibutuhkan?
6. Resource apa yang dibutuhkan?
7. Pemberitahuan apa yang diperlukan?
8. Teknik apa yang harus digunakan untuk mengumpulkan, mendapatkan dan. memeriksa
bukti? Prosedur ini menggabungkan koordinasi dengan berbagai pihak-pihak lain.

Dokumentasi.

1. Dalam pemeriksaan audit ada dua jenis dokumentasi: administrasi dan bukti. Kedua jenis
dokumentasi ini harus dijaga kerahasiaannya.

1. Dokumentasi Administratif.
Dokumentasi Administratif mengenai kasus dewan universitas yang tidak memiliki
hubungan langsung dengan bukti audit. Dokumentasi Administratif mencakup (namun
tidak terbatas ) pada berikut ini.

a. Urutan peristiwa penting.


b. Perencanaan yang tidak diidentikkan dengan pelanggaran.
c. Kapan dan bagaimana potensi tersebut menjadi pertimbangan SAI.
d. Arti pekerjaan dalam pemeriksaan, termasuk pekerjaan yang ditetapkan dalam
proses asumsi tersebut.
e. Penginformasian audit internal.
f. Pertimbangan personel.
g. Kontemplasi fungsional. Administrasi eksekusi.
2. Dokumentasi Bukti.
a. Pengumpulan bukti.
Pertimbangan harus diberikan untuk pengumpulan bukti sehingga tidak ada toleransi.
Dalam situasi di mana hasilnya adalah alasan atau asumsi, individu yang
mengumpulkan bukti harus dites sebagai instrumen dan otoritas untuk pengumpulan
bukti
b. Perhatian terhadap bukti.

Dalam semua situasi di mana suatu pelanggaran dapat menjadi potensi yang besar
atau termasuk tindak pidana, perhatian harus diberikan untuk menjaga kebenaran
pembuktian. Penyidik perlu menjamin cara yang diambil untuk mendapatkan dan
memastikan semua bukti primer. Ini termasuk hal berikut.

1) Tindakan untuk menjamin bahwa barang bukti tidak hilang baik oleh tersangka
maupun oleh orang lain.
2) Pemanfaatan rangkap kerja dari pada yang asli dalam penyelidikan.
3) Pemanfaatan duplikat gambar untuk menyimpan data di PC.

Jika kasus tersebut memiliki kemungkinan kuat mengandung tindakan perdata atau
pidana, dokumentasi yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

a. Kapan bukti tersebut dikumpulkan.


b. Bagaimana bukti tersebut dikumpulkan.
c. Bagaimana jalur tersangka diamankan.
d. Bagaimana bukti dijaga dengan baik.

Dokumentasi bukti dapat pula dilakukan dengan teknik-teknik berikut ini.

a. Introgasi, merupakan hal yang sering dilakukan evaluator dalam melakukan tugas review
dan merupakan salah satu tata cara dalam pendataan kegiatan sosial, memahami objek
penilaian, menguji data yang sudah didapat, menyelesaikan data lain, dan berbagai alasan
pertemuan.
b. Introgasi terencana, Introgasi terencana dilakukan dalam iklim yang terkendali atau
terkontrol. Strategi pendekatan yang digunakan membutuhkan iklim yang pribadi, tidak
terganggu oleh orang yang lewat dan bebas dari berbagai hambatan.
c. Kesaksian, bukti persuasif yang diperoleh dari introgasi dari pihal lain karena diminta oleh
evaluator/auditor. Pembujuk dimaksudkan untuk membantu pembuktian lain yang telah
diperoleh auditor.

Referensi :

BMP Audit Manajemen, Modul 9 Hal. 9.25, “ Perencanaan Investigasi”, Universitas Terbuka.

Anda mungkin juga menyukai