Anda di halaman 1dari 9

Memperbanyak amalan ibadah pada bulan suci 

Ramadhan akan menjadi momentum


untuk mendapatkan berkah dan ampunan.

Salah satu amalan yang banyak dikerjakan yaitu tadarus Al-quran. Rasulullah
mengatakan, mereka yang membaca Al-quran di bulan suci Ramadhan, maka
pahalanya akan berlipat ganda. 

Dalam sebuah hadis riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah SAW bersabda,"Barang siapa


yang membaca satu huruf dari Al-quran maka baginya mendapat satu kebaikan, dan
satu kebaikan tersebut dilipat-gandakan menjadi sepuluh kalinya."

Pahala membaca Al-quran pun semakin bertambah apabila mampu membaca


sebanyak 100 ayat. Sabda Rasulullah dalam hadis riwayat Ahmad
mengatakan,"Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam, dituliskan baginya
pahala sholat sepanjang malam."

Hadis tersebut menunjukkan betapa besarnya keutamaan membaca Alquran, apalagi


bila dikerjakan di bulan Ramadhan yang merupakan bulan diturunkannya Alpquran.

Berikut ini lima keutamaan membaca Alquran di bulan Ramadhan dikutip


dari Dream.co.id: 

1. Pahala Berlipat
Seseorang yang rutin membaca Alquran akan mendapatkan pahala yang berlipat
ganda.

Dari Aisyah ra, Rasulullah SAW bersabda, "Yang mahir membaca Al-quran bersama
malaikat yang terhormat dan yang membaca Al-quran sedangkan ia terbata-bata
serta mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala." (HR. Bukhari dan Muslim)

Selain itu, Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut: "Barangsiapa yang membaca
satu huruf dari Alquran maka ia akan mendapat satu kebaikan dan dari satu kebaikan
itu berlipat menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif lam mim sebagai
satu huruf. Akan tetapi alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf." (HR.
Bukhari).

 
2. Obat Penyakit Hati dan Fisik
Membaca Al-quran dapat menjadi obat bagi penyakit hati dan fisik. Cara yang sering
dilakukan untuk mengobati diri dengan melakukan ruqyah.

Allah SWT berfirman, "Dan Kami turunkan di dalam Alquran suatu yang menjadi obat
(penyakit manusia) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS al-Israa': 82)

Selain itu, Allah SWT berfirman, "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi
tenteram dengan (membaca) petunjuk Allah (Al-quran). Ingatlah, hanya dengan
(membaca) petunjuk Allah (Al-quran), hati menjadi tenteram."  (QS ar-Ra'du: 28)

3. Rumah Menjadi Bercahaya


Dengan rutin membaca Alquran di rumah, maka rumah tersebut lebih bercahaya. Tak
hanya itu, rumah yang senantiasa dibacakan Alquran akan terasa lebih tenang dan
damai. Rasulullah SAW bersabda:

"Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak
disebut nama Allah di dalamnya adalah seperti perumpaan orang yang hidup dan
orang yang mati."

Bahkan Imam an Nawawi berkata: "Dalam hadits ini terdapat anjuran untuk (banyak)
berzikir kepada Allah SWT (termasuk membaca Al Quran dan zikir-zikir lainnya) di
rumah dan hendaknya rumah jangan dikosongkan dari berzikir (kepada-Nya)."

Dalam riwayat at-Tirmidzi juga terdapat sebuah hadis yang berbunyi: "Sesungguhnya
setan tidak akan masuk ke rumah yang dibaca di dalamnya surat Al-Baqarah."

 
4. Dilindungi Dari Godaan Setan
Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu,
maka jadikanlah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya
mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-
nyala."  (QS. Faathir: 6).

Dalam sebuah hadis shahih, Rasulullah SAW bersabda: "Janganlah kamu


menjadikan rumahmu (seperti) kuburan (dengan tidak pernah mengerjakan sholat
dan membaca Alquran di dalamnya). Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang
dibaca di dalamnya surat Al-Baqarah."

5. Memberikan Syafaat di Akhirat Kelak


Dengan membaca Alquran akan mendatangkan kemuliaan bagi orang yang rutin
membaca dan mengamalkannya. Tak hanya didunia, bahkan diakhirat kelak, Al
Quran dapat menjadi syafaat atau penolong.

Seperti hadis yang menyatakan: " acalah bait Alquran, karena sesungguhnya pada
hari kiamat nanti akan datang memberikan syafaat yang baik kepada pembacanya," 
HR. Muslim)

Dalam hadis tersebut, nantinya Alquran akan datang dan bersaksi pada Allah SWT
untuk umat manusia yang rajin membacanya. Dengan kesaksian inilah Alquran akan
membantu seseorang dengan memberikan kemuliaan di akhirat kelak.
Diceritakan bahwa para ulama terdahulu sudah berdoa kepada Allah
enam bulan sebelumnya agar disampaikan kepada bulan Ramadhan.
Bahkan mereka berdoa selama enam bulan sesudahnya agar
diterima ibadahnya selama bulan Ramadhan tersebut. Dari Abu
‘Amr Al-Auza’i berkata, adalah Yahya bin Abi Katsir berdoa
memohon kehadiran bulan Ramadhan: “Ya Allah, sampaikan aku
dengan selamat ke Ramadhan, sampaikan Ramadhan kepadaku, dan
terimalah amalku di Ramadhan.” (Hilyatul Auliya’: I/420)

Maka, tiada kata yang patut kita haturkan, melainkan sanjungan


tertinggi pada Allah SWT, karena hanya atas kuasa dan izin-Nyalah
pada hari ini kita masih diberi kesempatan dan umur panjang hingga
kita dapat bertemu kembali dengan bulan yang dinanti-nantikan ini,
bulan suci, mulia dan penuh berkah, bulan Ramadhan.

Perlu kita sadari, bahwa tidak semua orang muslim di dunia


mendapatkan kesempatan bertemu kembali dengan bulan yang
Agung ini. Banyak kerabat kita, tetangga kita dan saudara-saudara
kita sesama muslim yang telah dipanggil terlebih dahulu untuk
pulang menghadap Allah SWT sebelum Ramadhan yang dinanti-
nantikan tiba. Semoga kita bisa menjadikan Ramadhan tahun ini
menjadi Ramadhan yang lebih baik dan lebih berkualitas
dibandingkan dengan Ramadhan-ramadhan yang telah lalu.

Tema kultum ini adalah ‘Keutamaan Membaca dan Mempelajari


Al-Qur’an’. Banyak hadis yang telah menceritakan betapa besar
keutamaan membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Terlebih di bulan
suci Ramadhan saat ini. Berikut ini adalah beberapa keutaman
membaca dan mepelajari Al-Qur’an:

*Menjadi manusia yang paling baik dan utama di mata Allah*

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur`an dan


mengajarkannya.” (H.R. Bukhari). Dari hadis tersebut tampak
bahwa, orang yang paling baik bukanlah orang yang sedekahnya
paling banyak, atau yang haji dan umrohnya berkali-kali. Namun
orang yang paling baik adalah mereka yang mau meluangkan
waktunya belajar membaca dan memahami Al-Qur`an. Bagi yang
sudah bisa membaca maka ajarkanlah. Begitu mulianya membaca
dan mempelajari Al-Qur’an sampai-sampai Nabi saw bersabda:
“Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca Al-Qur’an.” (HR.
al-Baihaqi).
*Membaca satu huruf bernilai sepuluh kebaikan*

Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari


Al-Quran, maka ia akan mendapatkan sepuluh kebaikan. Saya tidak
mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alim satu
huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf”. (HR. At-Tirmidzi)
*Al-Qur’an menjadi syafaat pada hari kiamat*

Rasulullah bersabda: “Bacalah Al-Quran karena sesungguhnya dia


akan datang pada hari kiamat sebagai penolong bagi para
pembacanya”. (HR. Muslim)

*Bagi yang masih terbata-bata membaca Al-Qur’an tetap dapat


pahala*

Rasulullah bersabda:“Orang yang membaca Al-Quran dan ia benar


dalam membacanya, maka ia akan bersama para malaikat yang
mulia. Dan orang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata
karena kesusahan maka ia mendapatkan dua pahala”. (HR.
Muttafaqun Alaih)

*Mendapatkan rahmat, ketenangan batin dan namanya viral di


langit*

“Tidak semata-mata berkumpul satu kaum di rumah Allah yang


dibacakan di dalamnya kitabullah dan difahami maknanya, kecuali
malaikat turun, akan diberikan rahmat, diberikan ketenangan batin
dan nama-nama orang itu disebut-sebut oleh penduduk langit. (HR.
Muslim)

*Mendapatkan balasan terbaik dari Allah*

“Siapa saja yang disibukkan oleh membaca Al-Qur’an, hingga tak


sempat dzikir yang lain kepada-Ku dan meminta kepada-Ku, maka
Aku akan memberinya balasan terbaik orang-orang yang meminta.
Ingatlah, keutamaan Al-Qur’an atas kalimat-kalimat yang lain
seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya,” (HR. Al-Baihaqi)

Demikianlah beberapa keutamaan membaca dan mempelajari Al-


Qur’an. Semoga uraian singkat tadi menjadikan kita semakin
bersemangat dan semakin termotivasi lagi untuk membaca dan
mempelajari Al-Qur’an. Semoga di bulan yang penuh berkah ini,
kita bisa menyibukkan diri kita dengan Al-Qur’an.
Berikut ini kami akan ulas mengenai tingkatan muslim dalam berinteraksi dengan Al-
Qur’an;

1. Muslim yang Hanya Membaca Al-Qur’an

Membaca Al-Qur’an adalah tahap awal dalam bermuamalah dengan Al-Qur’an.


Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam memerintahkan kita untuk rajin membaca Al-Qur’an;

‫آن فَإِنَّهُ يَأْتِي يَ ْو َم ْالقِيَا َم ِة َشفِ ْيعًا ألَصْ َحابِ ِه‬


َ ْ‫ا ْق َر ُؤ ْوا ْالقُر‬
“Bacalah Al-Qur`ân, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat
bagi orang yang membacanya.”

Dalam hal ini, Allah juga menjanjikan pahala bagi hambaNya yang mau membaca Al-
Qur’an. Yakni, pahala huruf per huruf yang diganjar 10 kebaikan. Masya Allah,
tidakkah kita tergiur dengan iming-iming pahala tersebut?

Ini barulah tingkatan pertama dalam interaksi dengan Al-Qur’an, meski ini tingkatan
terendah, tapi percayalah bahwa membaca Al-Qur’an saja telah menjadikan kita
banjir pahala, menjadikan kita lebih mudah untuk menyambut amal-amal kebaikan.
Jangan sampai kita berpikir, untuk apa membaca Al-Qur’an kalau tidak tahu
maknanya? Sungguh, mata, lisan, dan pendengaran yang digunakan untuk membaca
Al-Qur’an lebih terjaga dari kemaksiatan.

2. Muslim yang Membaca dan Mentadabburi Al-Qur’an

Tingkatan kedua, muslim yang tidak sekadar membaca tapi berusaha mengkaji,
memahami, dan mempelajari pesan apa yang sebenarnya Allah sampaikan melalui
Al-Qur’an. Allah telah menekankan hambaNya untuk mentadabburi Al-Qur’an
sebagaimana yang termaktub dalam ayat berikut;

‫ب أَ ْق َفالُ َها‬
ٍ ‫آن أَ ْم َع َل ٰى قُلُو‬ َ ‫أَ َفاَل َي َتدَ َّبر‬
َ ْ‫ُون ْالقُر‬
“Maka, apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur`ân, ataukah hati mereka
terkunci?” (QS. Muhammad: 24)
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

ِ ‫ك لِ َي َّد َّبرُوا آ َيا ِت ِه َولِ َي َت َذ َّك َر أُولُو اأْل َ ْل َبا‬


‫ب‬ ٌ ‫ار‬ َ ‫اب أَ ْن َز ْل َناهُ إِ َلي‬
َ ‫ْك ُم َب‬ ٌ ‫ِك َت‬
 “Ini adalah sebuah Kitab yang kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah
supaya mereka memperhatikan ayat-ayat-Nya dan supaya mendapat pelajaran
orang-orang yang mempunyai fikiran.” (QS. Shad: 29)

Al-Qur’an sejatinya adalah pedoman hidup, bukan sekadar bacaan belaka. Maka,
alangkah pentingnya bagi kita untuk mentadabburi Al-Qur’an. Agar kita tahu, apa
yang sebenarnya Allah inginkan terhadap kita? Apa yang Allah ridhoi, apa yang Allah
murkai? Apa yang Allah perintahkan dan apa yang Allah larang? Semuanya dapat
kita ketahui dengan mentadabburi Al-Qur’an. Mentadabburi Al-Qur’an menjadikan
bacaan kita lebih mengena. Ketika membaca ayat azab, kita menangis. Ketika
membaca ayat nikmat, kita memohon. Ketika membaca tentang kiamat, kita gemetar.
Sungguh, dengan mentadabburi Al-Qur’an, niscaya Al-Qur’an itu lebih membekas
dalam hati dan pikiran kita.

3. Muslim yang Membaca, Mentadabburi, serta Menghafal Al-Qur’an

Tingkatan ketiga, muslim yang tidak hanya membaca dan mentadabburi, tapi juga
berusaha untuk menghafal Al-Qur’an. Tingkatan ini, tentu lebih mulia dari tingkatan
sebelumnya. Sungguh, hati yang di dalamnya tidak ada hafalan Al-Qur’an seperti
rumah yang kosong lagi rusak. Allah subhanahu wa ta’ala menggambarkan
kemuliaan seseorang yang menghafalkan Al-Qur’an melalui hadits RasulNya yang
mulia;

ِّ‫َي ِجى ُء ْالقُرْ آنُ َي ْو َم ْال ِق َيا َم ِة َف َيقُو ُل َيا َربِّ َحلِّ ِه َفي ُْل َبسُ َتا َج ْال َك َرا َم ِة ُث َّم َيقُو ُل َيا َرب‬
‫ضى َع ْن ُه َف ُي َقا ُل َل ُه ا ْق َر ْأ‬ َ ْ‫ِز ْدهُ َفي ُْل َبسُ ُحلَّ َة ْال َك َرا َم ِة ُث َّم َيقُو ُل َيا َربِّ ار‬
َ ْ‫ض َع ْن ُه َف َير‬
‫َوارْ َق َو ُت َزا ُد ِب ُك ِّل آ َي ٍة َح َس َن ًة‬
Al-Quran akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata, “Ya Allah, berikan dia
perhiasan.” Lalu Allah berikan seorang hafidz al-Quran mahkota kemuliaan. Al-Quran
meminta lagi, “Ya Allah, tambahkan untuknya.” Lalu dia diberi pakaian perhiasan
kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.” Allah-pun meridhainya.
Lalu dikatakan kepada hafidz quran, “Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan
untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca. (HR. Turmudzi 3164 dan beliau
menilai Hasan shahih).
4. Muslim yang Membaca, Mentadabburi, Menghafal, dan Mengamalkan Al-Qur’an

Tingkatan keempat, disamping membaca, tadabbur, dan menghafal, ia juga berusaha


untuk mengamalkan apa-apa yang diketahuinya dari Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah
sebaik-baik ilmu pengetahuan. Jika ilmu diibaratkan dengan pohon, maka amal
adalah buahnya. Jadi, jika ada seseorang yang memiliki banyak ilmu tapi tidak pernah
mengamalkannya, ia seperti pohon yang tidak menghasilkan buah apa-apa. Sebaik-
baik manusia adalah yang berilmu, sebaik-baik yang berilmu adalah yang beramal,
dan sebaik-baik yang beramal adalah yang ikhlas. Oleh karena itu, sebaik-baik orang
yang mempelajari Al-Qur’an adalah ia yang mengamalkannya.

5. Muslim yang Membaca, Mentadabburi, Menghafal, Mengamalkan serta


Mengajarkan Al-Qur’an

Inilah tingkatan terbaik dalam interaksi dengan Al-Qur’an. Ketika seseorang


mengetahui sesuatu dari Al-Qur’an walau hanya 1 ayat, maka sampaikanlah!
Lazimnya, seorang manusia itu tidak mampu menyembunyikan rasa takjubnya, ketika
ia menemukan kenikmatan terhadap sesuatu, dia pasti akan mensyiarkannya.
Contoh, apabila kita menyicipi bakso yang menurut kita sangat nikmat di suatu
restoran, maka kita pasti akan menceritakan hal tersebut kepada orang lain. Kita
dengan senang hati akan menceritakan keunggulan rasa bakso restoran tersebut
dibanding bakso-bakso yang lain. Dan ketahuilah bahwa Al-Qur’an adalah wahyu
sekaligus mukjizat yang Allah berikan ke umat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam. Yang keindahannya tiada banding, yang kemuliaannya tak terkira, yang
menakjubkan lagi sempurna, maka mengapakah kita hanya diam dan tak tergerak
untuk mensyiarkannya? Apa Al-Qur’an tidak lebih menarik untuk disyiarkan dibanding
bakso suatu restoran?

Demikianlah tingkatan muslim dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an yang Allah


mudahkan kami untuk menyampaikannya. Semoga Allah bombing kita untuk
senantiasa meningkatkan interaksi kita dengan Al-Qur’an. Aamiin Allahumma Aamiin.