Anda di halaman 1dari 8

SOP DAN TATA TERTIB SANTRI SELAMA BERADA DI PONDOK PADA

MASA PANDEMI

A. Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh Santri Sebelum Masuk Pondok


a. Semua santri yang telah direkomendasikan pondok untuk masuk pondok
mengikuti KBM wajib masuk dengan mematuhi protokol kesehatan, kecuali bagi
yang memiliki udzur syar’i dan telah konfirmasi kepada nagian kesantrian.
b. Santri dilarang membawah Hp atau alat komunikasi dalam bentuk apapun.
c. Membawa surat persetujuan yang telah ditanda tangani oleh orang tua (formulir
disediakan oleh pihak pondok) dan diberikan materai.
d. Membawa surat pernyataan siap mengikuti aturan pondok dan aturan protokoler
pandemi dan tata tertib pondok, yang telah ditanda tangani oleh santri (formulir
disediakan oleh pihak pondok) dan diberikan materai.
e. Pengantaran santri ke pondok cukup didampingi oleh kedua orang tua/wali santri.
f. Santri sudah terbiasa menerapkan protokoler kesehatan di rumah (cuci tangan,
jaga jarak, dan pakai masker).

B. Syarat dan Ketentuan Santri Saat datang Ke Pondok


a. Jadwal kedatangan yaitu Pukul 08.00 – 12.30 WITA
b. Diantar dengan kendaraan pribadi
c. Batas pengantaran hanya sampai di pos 1 depan asrama dan madrasa dan
menunggu hasil swab di depan madrasah (gedung Biru)
d. Penyemprotan barang santri oleh satpam
e. Santri wajib tes suhu badan dan wajib memakai masker/faceshield
f. Santri wajib cuci tangan dan memakai masker
g. Santri wajib registrasi terlebih dahulu dan membayar biaya tes rapid antigen
sebesar Rp. 70.000,-
h. Santri wajib melakukan tes rapid yg difasilitasi dari pihak pondok.
i. Santri yang telah mendapatkan surat keterangan sehat dari tim nakes yg berhak
masuk asrama.
j. Jika hasil rapid tes reaktif, maka santri harus bersedia untuk dipulangkan dan
akan diberi waktu 14 hari untuk karantina mandiri dan melakukan rapid tes
antigen ulang. Jika hasil rapid tes berikutnya non reaktif maka diizinkan untuk
masuk asrama dengan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan dari pihak
pondok syarat dan ketentuan berlaku.
C. Syarat dan Ketentuan Santri Saat Selama Berada di Pondok
a. Siap mengikuti semua tata tertib yang telah ditetapkan dari pondok pesantren.
b. Siap mengikuti semua aturan tim gugus covid-19.
c. Tidak di perbolehkan meninggalkan area pondok kecuali udzur syar’i (sakit yang
harus di tangani langsung oleh dokter) dan telah mendapat izin dari PJ
Kesantrian (Ummu Zakiyah).
d. Tidak menerima kunjungan dari orang tua atau tamu lainnya selama santri di
pondok kecuali dalam keadaan darurat dan terlebih dahulu konfirmasi ke pihak
pondok.
e. Tetap menjaga jarak/social distancing.
f. Apabila melakukan pelanggaran maka akan diberikan sanksi dan siap
dipulangkan.

D. Aturan Umum
1. Membawa barang perlengkapan santri dan wajib lebel. Lebel berupa spidol
permanen atau di jahit pada baju masing-masing. (*Pemeriksaan barang
dilakukan oleh pembina).
2. Jika barang tersebut tidak berlebel, maka barang akan dipulangkan.
3. Jika memiliki barang selain barang yang tertera di SOP maka dipulangkan dan
apabila barang tersebut ditemukan di asrama, maka barang akan disita dan akan
mendapatkan sanksi.
4. Barang tersebut akan ditata sesuai dengan SOP penataan barang-barang santri.
5. Dilarang membawa alat make up berlebihan dan makanan yang mengandung
MSG (mie instan, snack dan lain-lain).

E. Barang milik santri sebagai berikut:


1. Mushaf/Al-qur'an
2. Buku tatib pesantren
3. Buku kontrol hafalan
4. Kartu pelajar
5. Alat mandi : 1 handuk + ember (ukuran sedang + penutup), sabun mandi, sampo,
odol, sikat gigi, sabun cuci, deodoran (bila perlu), 12 hanger, 1 pack pembalut,
keranjang sabun kecil, dan box kecil
6. Alat tidur : 2 pasang sprey, 1 bantal, 1 guling, 1 sarung, 1 selimut.
7. Alat makan : 1 rantang persegi panjang, 1 sendok, 1 gelas dan 1 botol thumbler
8. Alat sholat : mukena 2 pasang
9. Pakaian harian:
a. Gamis 3 pasang (cokelat/Crem, hitam dan warna bebas) dan 1 rok hitam
b. Jilbab 3 pasang yang disesuaikan dengan warna gamis yaitu cokelt/crem,
hitam dan warna bebas
c. Khimar 3 lembar (jilbab penutup dada bukan segitiga)
d. Baju tidur pasang (celana panjang + blus) 5 pasang
e. kaos kaki 5 pasang
f. Celana Dalam 7 pasang
g. Bra/mini set 7 pasang
h. Sweater/jaket 1 buah
i. Sajadah 1
j. Pakaian Seragam sekolah Sepasang Jubah dan Jilbab(sepasang Abu-Abu
SMA, Sepasang Biru SMP, Sepasang Lembaga SMP&SMA, Sepasang Pramuka
SMP&SMA dan Jilbab Putih) Kecuali kelas 3 yang tidak melanjutkan Sekolah
ditahun Ajaran Berikutnya tidak perlu membawa seragam sekolah.
10. Sepatu jalan 1 pasang dan sendal 1 pasang.
11. Asupan Herbal dan alat kesehatan : Habbatussaudah, madu, minyak zaitun,
minyak kayu putih, hand sanitizer, masker, faceshild dan vitamin C.
12. Snack secukupnya yang tidak mengandung MSG.
F. Daftar santri masuk pondok gelombang 1 tgl 30 mei 2021 Total 60 orang
❤ kelompok 3 SMA❤
1. Afifah (3 SMA - CAMBA)
2. Andi Rifqah Al Qolbi (3 SMA - MAKASSAR)
3. Ainun Ania (3 SMA - CAMBA)
4. Aisyah Nahda Ramadhani (3 SMA - TANJUNG BIRA)
5. Andi Khadijah (3 SMA - CAMBA)
6. Besse Zahra Nurani Adam (3 SMA - MOROWALI)
7. Dian Nuril Sifa Yulandari (3 SMA - GOWA)
8. Halimah Tus Sadiyah (3 SMA - MERAUKE)
9. Muthi'ah Syahidah (3 SMA - GOWA)
10. Nadiyah (3 SMA - MAKASSAR)
11. Nur Amalia Rahmawati (3 SMA - MERAUKE)
12. Nur Iffah Syafirah (3 SMA - GOWA)
13. Nur Fadhilah (3 SMA - SOROWAKO)
14. Nurul Jihanun Ummu Aiman (3 SMA - PINRANG)
15. Putri Reski (3 SMA - PINRANG)
16. Rafilah Djamil (3 SMA - KENDARI)
17. Riri Renitah Syahrul (3 SMA - MERAUKE)
18. Zaizafun Salsabila (3 SMA - BONE)
19. Nur Fadhilah
Kelompok 3 SMP
1. A.St.Aqilah Nur (3 SMP - TAMANGAPA)
2. Afifah A Amatullah (3 SMP - BIMA)
3. Ahista Nur Fidya (3 SMP - MAKASSAR)
4. Aida Salsabila (3 SMP - BONTOBADO)
5. Hanum Salsabila (3 SMP - MAKASSAR)
6. Magfira (3 SMP - PAPUA)
7. Muthmainnah L (3 SMP - RAHA)
8. Nada Syifa Salsabila (3 SMP - MAKASSAR)
9. Nadhratun M (3 SMP - GORONTALO)
10. Nahdah Ramadhani (3 SMP - )
11. Nailah Nur Adilah (3 SMP - MAKASSAR)
12. Nailah Rohadatul (3 SMP - MAKASSAR)
13. Nasywa (3 SMP - MAKASSAR)
14. Nur Azizah Raihaanun (3 SMP - MAKASSAR)
15. Nurul Ghaisani Aidan (3 SMP - MAKASSAR)
16. Rhaihana Makmur (3 SMP - ,MAKASSAR)
17. Shafira Fiantika Amalia (3 SMP - (MAKASSAR)
18. Zhasqia Vika Salsabil (3 SMP - MAKASSAR)
19. Mardiyyah Nur Amatullah (3 SMP - GOWA)

Kelompok yg direkomendasikan
1. Afifa Butsaina (2 SMP - PANGKEP)
2. Asma Nabila ZB kls (2 SMA - GORONTALO)
3. Afifah kls (2 SMA - PALU)
4. Haura adzra mubarak (2 SMA - GOWA)
5. Hanifa amatullah (2 SMA - GOWA)
6. Nurul Resty (2 SMA - GOWA)
7. St. Nurmuhlisya Kadir (2 SMA - GOWA)
8. Jaziatul khaerah (1 SMA - MAROS)
9. Ukhti Zakiyah 1 SMA (1 SMA - NTT)
10. Fathimah az zahrah 2 SMP (1 SMA - MERAUKE)
11. Caca (2 SMA - merauke)
12. Syima (2 SMA - samarinda)
13. Azizah Naailah (2 SMP - luwuk banggai)
14. Nurul Hikmah (2 SMA - gowa)
15. Mutiah shafa (2 SMP - kendari)
16. Rahmah nur Hasanah (2 SMP - MAKASSAR)
17. Tsurayya ( SMP - makassar)
18. Najwa yoku (2 SMA - gorontalo)
199. Alvia (2 SMA - papua)
20. Nabila Agus (2 SMA - Majene)
21. Zahra (2 SMA - jeneponto)
22. Shafira Magfira Aisyah(2 SMA - sorowako)
SURAT PERSETUJUAN ORANG TUA/ WALI

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : ……………

Alamat : ……………

Orang tua/wali murid dari:

Nama : ……………

Alamat : ……………

Kelas : ……………

Dengan ini saya selaku orang tua/wali menyetujui putri saya untuk kembali belajar di
Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Wahdah Islamiyah Makassar. Dengan mengikuti
aturan-aturan dan protokol yang berlaku selama masa pandemi dan aturan serta tata
tertib Pondok. Saya buat pernyataan ini dengan sesungguhnya agar dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya.

Makassar , ………………….. 20

Orang Tua,

Materai
6000

(…...............…………)
SURAT PERNYATAAN SANTRI

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : ………………………………

Alamat : ………………………………

Kelas : ………………………………

Nama Orang Tua/Wali : ………………………………

Dengan ini menyatakan bahwa:


1. Bersedia untuk mengikuti Proses Belajar Tatap Muka di Pesantren TP.
2020/2021.
2. Bersedia mematuhi dan mengikuti Peraturan serta Standar Protokol Kesehatan
yang telah ditetapkan pesantren serta Tatib Pondok.
3. Bersedia untuk mengikuti pendidikan sesuai Jadwal yang telah ditetapkan oleh
pesantren.
4. Tidak keberatan menerima sanksi jika tidak mengikuti Standar Protokol yang
telah ditetapkan oleh Pesantren.
Demikianlah surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya dan dengan rasa
tanggung jawab yang penuh.

Makassar, ………………..…….. 20

(…...............…………)