Anda di halaman 1dari 5

Home 

» isim » Nahwu » Pengertian Maful Fiih (‫ )مفعول فيه‬dalam Ilmu Nahwu

Pengertian Maful Fiih (‫ )مفعول فيه‬dalam Ilmu Nahwu


SYAMSUL ARIFIN 9/18/2019 12:00:00 PM ISIM, NAHWU

KONTEN PROMOSI

Wanita 65 Tahun dengan Wajah Bayi: Dia Lakukan Ini sebelum Tidur
Cellarin

Pengapuran pada Tulang Sangat Bahaya. Ternyata Ini Solusinya!


FleksCare

Cara Ajaib untuk Menyingkirkan Wasir selama 7 Hari!


Hemolab

Pengertian Maf’ul Fiih/ Zharaf


Maf’ul Fiih/ Zharaf ialah  isim Manshub yang menyatakan  tempat atau masa-masa  terjadinya sebuah 
perbuatan/pekerjaan.

Maf’ul Fiih ialah  isim Manshub yang menyatakan  tempat atau masa-masa  terjadinya sebuah 
perbuatan/pekerjaan. Atau sebagai jawaban dari pertanyaan “kapan” atau “dimana”. Disebut Zhorof Zaman
bilamana  berkaitan dengan masa-masa  terjadinya perbuatan, dan dinamakan  Zhorof Makan bilamana 
berkaitan dengan lokasi  terjadinya perbuatan.

Contoh :
َ ‫ي َْلعَ بُ َز ْي ٌد ُكرَّ َة ال َقدَ م أَمَا َم ْالم َْدرَ سَ ة‬
ِ ‫(ظرْ فُ ْال َم َك‬.ِ
)‫ان‬ ِ
( Zaid bermain sepak bola di depan sekolah) “keterangan tempat”.

ِ ‫ف ْال َم َك‬
)‫ان‬ َ ‫َو َقفَ َز ْي ٌد أَمَا َم ْالم َْدرَ سَ ة‬
?ُ ْ‫(ظر‬.ِ
(Zaid berdiri di depan sekolah) “keterangan tempat”

ِ ‫ف ْال َّزم‬
)‫َان‬ َ ‫األربعَ ا ِء‬
?ُ ْ‫(ظر‬. ِ ‫ي َْلعَ بُ َز ْي ٌد ُكرَّ َة ال َقدَ ِم ي َْو َم‬
( Zaid bermain sepak bola pada hari Rabu) “keterangan waktu”.

‫أَ ْذهَبُ إِلَى اإلدَ ارَ ِة صَ َباحً ا بَاكِرً ا‬


( Saya pergi ke kantor dini hari  ). “keterangan waktu”

Keterangan:
‫ َم‬dalam misal  diatas merupakan penjelasan  waktu terjadinya suatu tindakan  “main bola”. Demikian pula
lafazh ‫ أَمَا َم‬ialah  keterangan lokasi  terjadinya suatu tindakan  “main bola”. Setiap zharaf makaan/tempat  atau
zaman/waktu harus dibaca nashob.
Adapun keterangan-keterangan masa-masa  yang biasa digunakan;

‫َان‬ َّ ُ‫ ( َظرْ ف‬Keterangan Waktu)


ِ ‫الزم‬
‫ ( مَسَ اءًا‬Sore hari) ‫( صَ َباحً ا‬Pagi hari)
ً‫( لَ ْيال‬Malam hari) ‫( َن َهارً ا‬Siang hari)

‫( ي َْومًا‬Hari) ‫( أُسْ ب ُْوعًا‬Minggu)


‫( َشهْرً ا‬Bulan) ‫( سَ َن ًة‬Tahun)
َ‫( أَمْ س‬Kemarin) ‫ ( غَ ًدا‬Besok)
‫( َقرْ ًنا‬Abad) ‫( أَ َب ًدا‬Selamanya)
ِ (Terkadang) ‫( أَحْ يَا ًنا‬Kadang-kadang)
‫ح ْي ًنا‬
‫( َتارَ ًة‬kadang-kadang) ‫( سَ ا َب ًقا‬yang sudah  lalu/dulu)
‫( َق ْب َل‬Sebelum) َ‫( َبعْ د‬Sesudah)
‫( سَ اعَ ًة‬Satu Jam) َ‫( اآلن‬Sekarang)

ِ ‫ ( َظرْ فُ ال َم َك‬Keterangan Tempat)


‫ان‬
َ‫( ُقرْ ب‬Dekat) َ‫( جَ انِب‬Di samping)
ْ‫( لَدَ ي‬Pada) ‫( َوسْ َط‬Tengah)
َ‫( ِكيْلُ ْو ِم ْتر‬Kilometer) ‫( ِم ْي َل‬Mil)
‫ ( أَمَا َم‬Di depan) ‫( َورَ ا َء‬Di belakang)
َ‫( َف ْوق‬Di atas) َ‫( َتحْ ت‬Di bawah)
َ‫( َي ِم ْين‬Di kanan) ‫( شمَا َل‬Di kiri)
َ‫( َب ْين‬Di antara) ‫( حَ ْو َل‬Di sekitar)
َ‫( عِ ْند‬Di sisi) ‫( إِ َزا َء‬Di sisi)

Baca Juga:   Maf'ul Bih,  Maf'ul Liajlih,  Maf'ul Ma'ah, dan  Maf'ul Mutlaq.

B. Pembagian Maf’ul Fiih/ Zharaf


Adapun pembagian Zharaf terdapat  2 bagian, yakni  :

1. ْ‫ ( ُم َتصَ رِّ ف‬Lafazh yang terkandung bermanfaat  sebagai Zharaf dan pun  tidak).

Contoh sebagai Zharaf:

ِ ‫ت ي َْو َم اإلِ ْث َني‬


‫ْن‬ ُ ْ‫صُم‬
(Aku shaum/puasa pada hari senin)

Contoh bukan sebagai Zharaf:

ٌ َ‫ي َْو ُم ْالجُمْ عَ ِة ي َْو ٌم ُمبَار‬


‫ك‬
(Hari jum’at ialah  hari yang berkah)
Keterangan:
Lafazh ‫( ي َْو َم‬hari) dalam misal  kesatu  ialah  manshub dan bermanfaat  sebagai zharaf atau penjelasan  waktu
ُ ْ‫( صُم‬aku puasa).
dari kata kerja; ‫ت‬

Sedangkan lafazh ‫ ي َْو ُم‬dalam misal  kedua bukan sebagai zharaf. Yang kesatu  sebagai mubtad’ dan yang kedua
sebagai khabar dan keduanya  dibaca marfu’.

ْ ِّ‫ ( غَ ْي ُر ُم َتصَ ر‬Lafazh-lafazh yang hanya dipakai  untuk zharaf atau majrurdengan ْ‫ مِن‬, laksana  ; َ‫ َق ْب َل – َبعْ د‬- َ‫عِ ْند‬
2. ‫ف‬

Keterangan:

Lafazh-lafazh itu  selamanya pasti bermanfaat  sebagai zharaf atau majrur dengan ْ‫ مِن‬misal  :

َ‫ت عَ لِ ًّ_?ًيا َبعْ دَ ك‬


ُ ْ‫ُزر‬
(Aku menengok Ali sesudah  kamu)

َ‫َومَا أُ ْن ِز َل مِنْ َق ْبلِك‬


(Dan untuk  kitab yang diturunkan sebelum kamu)

C. Pembagian I’rab Maf’ul Fiih/ Zharaf

Adapun pembagian I’rab Zharaf terbagi menjadi 2 bagian, yaitu:

1. Zharaf yang Mu’rab, seperti


‫سَ َن ًة‬, ‫ َشهْرً ا‬, ً‫ َل ْيال‬, ‫ي َْومًا‬

2. Zharaf Mabniy yang senantiasa dibaca dalam format  yang sama, seperti;
ُ ‫ حَ ي‬, ‫ إِ َذا‬, َ‫ أَمْ س‬, َ‫اآلن‬
‫ْث‬

‫ م ِْث ُل‬:

‫سَ أ َ ُز ْورُكَ ي َْو َم ْالجُمْ عَ ِة‬


( Saya bakal  mengunjungimu pada hari Jum’at)
‫ت ِكيْلُ ْو ِم ْترً ا‬
ُ ْ‫سِ ر‬
( Saya berlangsung  1 kilometer )

Penjelasan :

Diantara contoh-contoh diatas ada sejumlah  kata yang dapat bermanfaat  untuk zhorof dan bukan zhorof yang
ketika tersebut  dia dii’rob cocok  letaknya dalam jumlah, yaitu:

‫ال ِك ْيلُ ْو ِم ُت ُر أَ ْلفَ ِم ْت ٍر‬,


ْ ‫جَ ا َء ْيو ُم ْالجُمْ عَ ِة‬

( Telah datang hari Jum’at, 1000 Km)

Lafazh ‫ ْيو ُم‬dan ‫ ْال ِكيْلُ ْو ِم ُت ُر‬bukan sebagai Zhorof namun  sebagai Mubtada’ dan khobar

Zhorf bisa  di jarrkan dengan huruf   jarr:


ِ ‫ُك ُّل مِنْ عِ ْن ِد‬
‫هللا‬
(Segalanya di sisi Allah Swt ).