Anda di halaman 1dari 1

P2A0 38 tahun Perdarahan Postpartum et causa Atoni Uteri dengan Komplikasi

Syok Hemoragik dan Anemia Berat : Sebuah Laporan Kasus dari Sumba Barat
Daya, Nusa Tenggara Timur
Selvy Anriani1, Harold I.M. Rumopa2
1
Dokter Internsip, Rumah Sakit Karitas dan Puskesmas Watukawula, Sumba Barat
Daya, Nusa Tenggara Timur
2
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Rumah Sakit Karitas, Sumba Barat Daya,
Nusa Tenggara Timur

Abstrak

Pendahuluan : Perdarahan postpartum merupakan salah satu kegawatdaruratan obstetri


dan penyumbang angka kematian ibu terbesar di dunia dengan atoni uteri sebagai
penyebab terbanyak.

Kasus : Ny.YY, 38 tahun, nomor rekam medik 69209 datang di RS Karitas dengan
keluhan perdarahan pervaginam setelah melahirkan 3 jam yang lalu di puskesmas. Pada
pemeriksaan didapatkan kesadaran pasien somnolen disertai tanda syok. Konjungtiva
mata anemis, bibir pucat, pemeriksaan abdomen teraba uterus setinggi umbilikus
dengan kontraksi lemah, perdarahan pervaginam aktif. Hasil pemeriksaan penunjang
adalah anemia berat dan leukositosis. Diagnosis pasien ini P2A0 38 tahun postpartum
spontan dengan Hemoragik Postpartum et causa Atoni Uteri + Syok Hemoragik +
Anemia Berat. Penatalaksanaan yaitu sesuai algortima penanganan perdarahan
postpartum.

Pembahasan : Atoni uteri disebabkan banyak faktor, salah satunya adalah partus
presipitatus seperti yang dialami pasien. Setelah dilakukan manajemen aktif kala 3,
perdarahan tetap berlanjut, sehingga diberikan tatalaksana antara lain pemberian cairan
kristaloid, uterotonika, masase uterus, kompresi bimanual, pemasangan kondom kateter.
Langkah-langkah yang sudah dilakukan belum menghentikan perdarahan sehingga
akhirnya dilakukan intervensi pembedahan. Pasien diberikan transfusi PRC intra dan
post operasi.

Simpulan : Penanganan yang cepat dan tepat dapat mencegah komplikasi perdarahan
postpartum, yaitu syok hingga kematian.

Kata kunci : perdarahan postpartum, atoni uteri, syok hemoragik, anemia