Anda di halaman 1dari 3

KONSEP KEPERAWATAN PROFESIONAL

BAGI PERAWAT KAMAR BEDAH

A. DESKRIPSI SINGKAT
Profesional berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk
menjalankannya (Kamus Besar Bahasa Indonesia,1994). Sedangkan arti dari
profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang
professional (Longman, 1987).Menurut kamus Webster, profesionalisme adalah "perilaku
atau kualitas yang menjadi ciri atau menandai profesi atau orang profesional". Sehingga
dapat disimpulkan bahwa profesionalisme merupakan sebuah istilah pengakuan terhadap
pengetahuan, keterampilan individu pada suatu profesi. Perawat bedah dengan
karakteristik profesionalisme harus berkompeten di bidang keperawatan mengikuti
perkembangan keperawatan, berkontribusi pada upaya pemecahan masalah dan bekerja
secara efisien dengan anggota tim mereka khususnya dalam lingkup perioperatif.

B. KARAKTERISTIK PERAWAT BEDAH PROFESIONAL


1. Pengetahuan
Definisi pengetahuan adalah pemahaman atau informasi tentang subjek, yang
telah diperoleh berdasarkan pengalaman atau proses pembelajaran. Pengetahuan
memberikan dasar bagi praktik professional dan merupakan aspek sentral dari
profesionalisme.Pengetahuan memungkinkan sebuah profesi, seperti keperawatan,
untuk mendefinisikan sebuah masalah dan solusi, membuat keputusan kebijakan
dalam sebuah praktik.
2. Rasa Ingin Tahu Yang Tinggi (Spirit of Inquiry)
Rasa keingintahuan yang terus-menerus akan memberi dampak positif baik dalam
proses pembelajaran maupun praktik.Seorang perawat yang memiliki
keingintahuan yang tinggi dalam lingkup keperawatan akan menghasilkan
pemikiran inovatif dan sangat dimungkinkan dapat menemukan solusi
berdasarkan sumber-sumber yang berbasis evidence base practice.
3. Akuntabilitas
Akuntabilitas mengacu pada tanggung-jawab respon seseorang atas segala
tindakan yang telah dilakukannya.Ini merupakan cerminan konsekuensi seorang
individu terhadap segala sesuatu yang dilakukannya.Akuntabilitas perawat bedah
terhadap praktik perawatan termaksud dalam menentukan kebijakan
pengelompokan perawat,pembagian jadwal kerja,dan ikut menentukan standar
kualitas pelayanan.Perawat bedah bertanggungjawab pada lingkungan praktiknya,
dimana perawat harus mampu mengendalikan berbagai situasi yang
mempengaruhi kegiatan praktik perawatan.
4. Otonomi (Autonomy)
Definisi dari otonomi menurut sebuah kamus bahasa adalah sebuah kebebasan
pribadi.Praktik secara otonom berarti bekerja secara independen dan
melaksanakan pengambilan keputusan dalam lingkup praktik.
5. Advokasi
Seorang advokat adalah orang yang mendukung atau berbicara untuk suatu alasan,
atau suatu kebijakan. Dalam praktek perawat bedah sehari-hari, arti advokasi ini
berarti memberikan informasi yang dibutuhkan klien untuk membuat pilihan
berdasarkan informasi yang diberikan oleh perawat, mendukung hak klien untuk
membuat pilihan berdasarkan informasi yang didapat, dan mendukung klien
sepanjang proses dan pengambilan hasil keputusan (mediator).
6. inovasi and Visioner
Definisi dari inovatif adalah merubah ide lama ke ide baru (perubahan).
Sedangkan visioner yaitu kemampuan melihat, merencanakan atau membentuk
kebijakan dengan cara yang berpandangan jauh ke depan.
7. Kollegialitas dan Kolaborasi (Collegiality and Collaboration)
Kolega adalah sesama pekerja, khususnya dalam profesi atau bisnis yang sama.
Kekuatan dan wewenang bersama dipegang di antara rekan kerja.Berkolaborasi
berarti bekerja secara Bersama-sama.
8. Etika dan Nilai Etik
merupakan sebuh prinsip yang menyangkut benar dan salah, baik dan buruk dalam
hubungan dengan orang lain. Secara umum, terminologi etik dan moral adalah
sama. Moral mendeskripsikan perilaku aktual, kebiasaan dan kepercayaan
sekelompok orang atau kelompok tertentu.

C. KOMPETENSI PERAWAT KAMAR BEDAH


1.Kompetensi
Kompetensi adalah kemampuan seseorang yang dilandasi atas pengetahuan,
keterampilan dan sikap untuk melaksanakan pekerjaan. Pengetahuan yang wajib
dimiliki oleh seorang perawat bedah adalah sebagai berikut:
a. Pengetahuan tentang anatomi dan fisiologi tubuh
b. Pengetahuan tentang penyakit dan pengobatan
c. Tindakan medik yang akan/ harus dilakukan
d. Macam-macam peralatan bedah
e. Pengetahuan tentang standar praktik keperawatan bedah
f. Pengetahuan tentang asuhan keperawatan bedah
g. Kode etik dan legal aspek keperawatan bedah
2. Keterampilan
Keterampilan biasanya sering kali diartikan sebagai kemampuan yang dimiliki
seseorang dalam mengerjakan dan menyelesaikan sebuah pekerjaan. Keterampilan
yang harus dimiliki oleh seorang perawat bedah, yaitu:
a. Keterampilan teknis pembedahan
b. Resusitasi jantung
c. Komunikasi terapeutik
d. Keterampilan problem solving
e. Mengambil keputusan
f. Keterampilan melakukan proses keperawatan (pengkajian, diagnose keperawatan,
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi).
3. Sikap
Sikap adalah tingkah laku atau gerakan-gerakan yang tampak dan ditampilkan ketika
melakukan interaksi dengan lingkungan sosial. Sikap yang harus dimiliki oleh
seorang perawat sebagai berikut:
a. Caring.
b. Komitmen
c. Kreatif
d. Komunikatif
e. Otonomi

D. SERTIFIKASI PERAWAT KAMAR BEDAH


Sertifikasi adalah proses pengakuan terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan,
dan perilaku (kompetensi) seorang perawat dengan cara memberikan ijazah atau
sertifikat.Beberapa sertifikasi atau pelatihan yang harus dimiliki oleh seorang perawat
bedah antara lain yaitu:
1. Surat Tanda Registrasi
2. Sertifikasi pelatihan perawat bedah
3. Sertifikasi pelatihan perawat kamar bedah lanjutan (advance)
4. Pelatihan RJP
5. Sertifikasi yang berhubungan dengan sub spesialisasi keperawatan bedah