Anda di halaman 1dari 15

STUDIO PERANCANGAN PERMUKIMAN 2

“ PERMUKIMAN TEMATIK PARIWISATA


PULAU SOMBORI

KELOMPOK 2

PRODI S1-ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS TADULAKO
2020
KAJIAN TEORI PERMUKIMAN TEMATIK “PARIWIWATA”

Permukiman adalah suatau lingkungan hidup yang meliputi masalah lapangan kerja, struktur perekonomian dan masalah
kependudukan yang bukan saja mencakup mengenai pemerataan dan penyebaran penduduk melainkan juga menyangkut
kualitas manusia yang diharapkan pada generasi mendatang (Hardriyanto. D, 1986: 17).

Konsep permukiman menurut daxiadis dalam soedarsono (1986) adalah sebagai berikut: permukiman adalah penataan
kawasan yang dibuat oleh manusia dan tujuannya adalah untuk berusaha hidup secara lebih mudah dan lebih baik terutama
pada masa kanak-kanak) memberi rasa bahagia dan rasa aman (seperti diisyaratkan oleh aristoteles). Dan mengandung kesim-
pulan untuk membangun manusia seutuhnya.

Permukiman menurut Vernor C. Vinch dan Glenn T. Trewartha dalam R. Bintarto (1977), menyatakan permukiman tempat kedia -
man penduduk adalah suatu tempat atau daerah dimana penduduk berkumpul dan hidup bersama, dimana mereka memban -
gun rumah-rumah, jalan dan sebagainya guna kepentingan mereka.

Batubara Dalam Blaang (1986) merumuskan bahwa permukiman adalah suatu kawasan perumahan yang ditata secara fung -
sional, ekonomi dan sik tata ruang yang dilengkapi dengan prasarana lingkungan, sarana secara umum dan fasilitas sosial
sebagai suatu kesatuan yang utuh dengan membudidayakan sumber daya dan dana, mengelolah lingkungan yang ada untuk
mendukung kelangsungan peningkatan mutu kehidupan manusia, memberi rasa aman, tentram dan nikmat, nyaman dan
sejahtera dalam keserasian dan keseimbangan agar berfungsi sebagai wadah yang dapat melayani kehidupan pribadi, keluar-
ga, masyarakat, bangsa dan negara.

Permukiman merupakan suatu lingkungan hidup yang berada diluar kawasan lindung baik yang berupa kawasan perkotaan
maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal serta tempat kegiatan usaha dan kerja yang -men
dukung kehidupan dan penghidupan. Hal inilah yang menjadikan pada tingkat primer permukiman tempat tinggal. Pada ting -
kat lebih lanjut, permukiman dapat diberi fungsi atau misi sebagai penyangga kawasan fungsional serta kawasan produktif
lainnya.
KAJIAN TEORI PERMUKIMAN TEMATIK “PARIWIWATA”
-
DESA WISATA PENDEKATAN PENGEMBANGAN DESA WISATA
Pengembangan dari desa wisata harus direncanakan secara hati-hati agar dampak yang timbul
dapat dikontrol. Berdasar dari penelitian dan studi-studi dari UNDP/WTO dan beberapa konsul
tan Indonesia, dicapai dua pendekatan dalam menyusun rangka kerja/konsep kerja dari
pengembangan sebuah desa menjadi desa wisata.

KRITERIA PENDEKATAN PASAR UNTUK PENGEMBANGAN DESA


1. Interaksi tidak langsung
Model pengembangan didekati dengan cara bahwa desa mendapat manfaat tanpa interaksi
langsung dengan wisatawan. Bentuk kegiatan yang terjadi semisal: penulisan buku-buku
tentang desa yang berkembang, kehidupan desa, seni dan budaya lokal, arsitektur tradisional,
latar belakang sejarah, pembuatan kartu pos dan sebagainya.
KRITERIA WISATAWAN PADA DESA WISATA
KOMPONEN UTAMA DESA WISATA 2. Interaksi setengah langsung
Karena bentuk wisata pedesaan yang khas maka diperlukan suatu
Bentuk-bentuk one day trip yang dilakukan oleh wisatawan, kegiatan-kegiatan meliputi makan
Terdapat dua konsep yang utama segmen pasar tersendiri. Terdapat beberapa tipe wisatawan yang
dan berkegiatan bersama penduduk dan kemudian wisatawan dapat kembali ke tempat
dalam komponen desa wisata: akan mengunjungi desa wisata ini yaitu:
akomodasinya. Prinsip model tipe ini adalah bahwa wisatawan hanya singgah dan tidak ting
1. Akomodasi: sebagian dari tempat
gal bersama dengan penduduk.
tinggal para penduduk setempat 1. Wisatawan Domestik
dan atau unit-unit yang berkembang Wisatawan domestik ; terdapat tiga jenis pengunjung domestik
3. Interaksi Langsung
atas konsep tempat tinggal -pen yaitu:
Wisatawan dimungkinkan untuk tinggal/bermalam dalam akomodasi yang dimiliki oleh desa
duduk. a. Wisatawan atau pengunjung rutin yang tinggal di daerah dekat
tersebut. Dampak yang terjadi dapat dikontrol dengan berbagai pertimbangan yaitu daya
2. Atraksi: seluruh kehidupan keseha - desa tersebut. Motivasi kunjungan: mengunjungi kerabat, membeli
dukung dan potensi masyarakat setempat. Alternatif lain dari model ini adalah penggabungan
rian penduduk setempat beserta hasil bumi atau barang-barang kerajinan. Pada perayaan tertentu,
dari model pertama dan kedua. (UNDP and WTO. 1981. Tourism Development Plan for Nusa
setting sik lokasi desa yang memu - pengunjung tipe pertama ini akan memadati desa wisata tersebut.
Tenggara, Indonesia. Madrid: World Tourism Organization. Hal. 69)
ngkinkan berintegrasinya wisatawan b. Wisatawan dari luar daerah (luar provinsi atau luar kota), yang trasit
-
sebagai partisipasi aktif seperti: atau lewat dengan motivasi, membeli hasil kerajinan setempat.
kursus tari, bahasa dan lain-lain yang KRITERIA DESA WISATA c. Wisatawan domestik yang secara khusus mengadakan perjalanan
spesik. wisata ke daerah tertentu, dengan motivasi mengunjungi daerah
Pada pendekatan ini diperhatikan beberapa hal yaitu:
Sedangkan Edward Inskeep, dalam pedesaaan penghasil kerajinan secara pribadi.
1.Atraksi wisata; yaitu semua yang mencakup alam, budaya dan hasil ciptaan manusia. Atraksi
Tourism Planning An Integrated and
yang dipilih adalah yang paling menarik dan atraktif di desa.
Sustainable Development Approach, 2. Wisatawan Manca Negara
2. Jarak Tempuh; adalah jarak tempuh dari kawasan wisata terutama tempat tinggal wisatawan
hal. 166 memberikan denisi: Village Wisatawan yang suka berpetualang dan berminat khusus pada
dan juga jarak tempuh dari ibu kota provinsi dan jarak dari ibu kota kabupaten.
Tourism, where small groups of tour- -
kehidupan dan kebudayaan di pedesaan. Umumnya wisatawan ini
3. Besaran Desa; menyangkut masalah-masalah jumlah rumah, jumlah penduduk, karakteristik
ist stay in or near traditional, often tidak ingin bertemu dengan wisatawan lainnya dan berusaha men-
dan luas wilayah desa. Kriteria ini berkaitan dengan daya dukung kepariwisataan pada suatu
remote villages and learn about gunjungi kampung dimana tidak begitu banyak wisatawan asing.
desa.
village life and the local environ
-
4. Sistem Kepercayaan dan kemasyarakatan; merupakan aspek penting mengingat adanya atur
ment. Inskeep: Wisata pedesaan 3. Wisatawan yang pergi dalam grup (di dalam suatu biro perjalanan
an-aturan yang khusus pada komunitas sebuah desa. Perlu dipertimbangkan adalah agama
dimana sekelompok kecil wisatawan - wisata). Pada umumnya mereka tidak tinggal lama di dalam kam -
yang menjadi mayoritas dan sistem kemasyarakatan yang ada.
tinggal dalam atau dekat dengan pung dan hanya tertarik pada hasil kerajinan setempat.
5. Ketersediaan infrastruktur; meliputi fasilitas dan pelayanan transportasi, fasilitas listrik, air
suasana tradisional, sering di
bersih, drainase, telepon dan sebagainya. 4.Wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi dan hidup di dalam
desa-desa yang terpencil dan belajar
Masing-masing kriteria digunakan untuk melihat karakteristik utama suatu desa untuk kemu kampung dengan motivasi merasakan kehidupan di luar komunitas
tentang kehidupan pedesaan dan
dian menetukan apakah suatu desa akan menjadi desa dengan tipe berhenti sejenak, tipe one yang biasa dihadapinya.
lingkungan setempat.
day trip atau tipe tinggal inap.
KAJIAN TEORI PERMUKIMAN TEMATIK “PARIWIWATA”
PENDEKATAN FISIK PENGEMBANGAN DESA WISATA
Pendekatan ini merupakan solusi yang umum dalam mengembangkan sebuah desa melalui sektor pariwisata dengan menggunakan standar-standar khusus
dalam mengontrol perkembangan dan menerapkan aktivitas konservasi.

Mengonservasi sejumlah rumah yang memiliki nilai budaya dan arsitektur yang tinggi dan mengubah fungsi rumah tinggal menjadi sebuah museum desa untuk
menghasilkan biaya untuk perawatan dari rumah tersebut. Contoh pendekatan dari tipe pengembangan model ini adalah Desa Wisata di Koanara, Flores. Desa
wisata yang terletak di daerah wisata Gunung Kelimutu ini mempunyai aset wisata budaya berupa rumah-rumah tinggal yang memiliki arsitektur yang khas.
Dalam rangka mengkonservasi dan mempertahankan rumah-rumah tersebut, penduduk desa menempuh cara memuseumkan rumah tinggal penduduk yang
masih ditinggali. Untuk mewadahi kegiatan wisata di daerah tersebut dibangun juga sarana wisata untuk wisatawan yang akan mendaki Gunung Kelimutu
dengan fasilitas berstandar resor minimum dan kegiatan budaya lain.
Mengonservasi keseluruhan desa dan menyediakan lahan baru untuk menampung perkembangan penduduk desa tersebut dan sekaligus mengembangkan
lahan tersebut sebagai area pariwisata dengan fasilitas-fasilitas wisata.

Mengembangkan bentuk-bentuk akomodasi di dalam wilayah desa tersebut yang dioperasikan oleh penduduk desa tersebut sebagai industri skala kecil. Contoh
dari bentuk pengembangan ini adalah Desa wisata Wolotopo di Flores. Aset wisata di daerah ini sangat beragam antara lain: kerajinan tenun ikat, tarian adat,
rumah-rumah tradisional dan pemandangan ke arah laut. Wisata di daerah ini dikembangkan dengan membangun sebuah perkampungan skala kecil di dalam
lingkungan Desa Wolotopo yang menghadap ke laut dengan atraksi-atraksi budaya yang unik. Fasilitas-fasilitas wisata ini dikelola sendiri oleh penduduk desa
setempat. Fasilitas wisata berupa akomodasi bagi wisatawan, restaurant, kolam renang, peragaan tenun ikat, plaza, kebun dan dermaga perahu boat.

PRINSIP DASAR PENGEMBANGAN DESA WISATA


Pengembangan fasilitas-fasilitas wisata dalam skala kecil beserta pelayanan di dalam atau dekat dengan desa.
Fasilitas-fasilitas dan pelayanan tersebut dimiliki dan dikerjakan oleh penduduk desa, salah satu bisa bekerja sama atau individu yang memiliki.
Pengembangan desa wisata didasarkan pada salah satu “sifat” budaya tradisional yang lekat pada suatu desa atau “sifat” atraksi yang dekat dengan alam dengan
pengembangan desa sebagai pusat pelayanan bagi wisatawan yang mengunjungi kedua atraksi tersebut.

TIPE DESA WISATA


Menurut pola, proses dan tipe pengelolanya desa atau kampung wisata di Indonesia sendiri, terbagi dalam dua bentuk yaitu tipe terstruktur dan tipe terbuka.
1. Tipe terstruktur (enclave)
Tipe terstruktur ditandai dengan karakter-karakter sebagai berikut:
Lahan terbatas yang dilengkapi dengan infrastruktur yang spesik untuk kawasan tersebut. Tipe ini mempunyai kelebihan dalam citra yang ditumbuhkannya
sehingga mampu menembus pasar internasional.
Lokasi pada umumnya terpisah dari masyarakat atau penduduk lokal, sehingga dampak negatif yang ditimbulkannya diharapkan terkontrol. Selain itu pencema -
ran sosial budaya yang ditimbulkan akan terdeteksi sejak dini.
Lahan tidak terlalu besar dan masih dalam tingkat kemampuan perencanaan yang integratif dan terkoordinasi, sehingga diharapkan akan tampil menjadi sema-
cam agen untuk mendapatkan dana-dana internasional sebagai unsur utama untuk “menangkap” servis-servis dari hotel-hotel berbintang lima.
Contoh dari kawasan atau perkampungan wisata jenis ini adalah kawasan Nusa Dua, Bali dan beberapa kawasan wisata di Lombok. Pedesaan tersebut diakui
sebagai suatu pendekatan yang tidak saja berhasil secara nasional, melainkan juga pada tingkat internasional. Pemerintah Indonesia mengharapkan beberapa
tempat di Indonesia yang tepat dapat dirancang dengan konsep yang serupa.

2. Tipe Terbuka (spontaneus)


Tipe ini ditandai dengan karakter-karakter yaitu tumbuh menyatunya kawasan dengan struktur kehidupan, baik ruang maupun pola dengan masyarakat lokal.
Distribusi pendapatan yang didapat dari wisatawan dapat langsung dinikmati oleh penduduk lokal, akan tetapi dampak negatifnya cepat menjalar menjadi satu
ke dalam penduduk lokal, sehingga sulit dikendalikan.
KAJIAN TEORI PERMUKIMAN TEMATIK “PARIWIWATA”
PARIWISATA

UNSUR PARIWISATA
KAJIAN TEORI PARIWISATA 3A

Unsur 3A dalam pariwisata ini menjadi penting dimiliki oleh setiap destinasi wisata, 2. AMENITAS
karena akan berpengaruh pada tingkat kunjungan wisatawan, lama tinggal wisatawan Amenitas atau fasilitas pendukung dari sebuah destinasi wisata harus mampu
(length of stay) dan minat wisatawan untuk berkunjung kembali. Sebagai sebuah kegiatan menjawab kebutuhan wisatawan selama berada di lokasi wisata. Mulai dari fasilitas dasar
perpindahan sementara individu atau kelompok ke daerah tujuan di luar tempat tinggal seperti keberadaan toilet, tempat ibadah, tempat parkir, tempat istirahat dan tempat makan.
normal, pariwisata harus mampu memberikan kesan pada setiap aktivitas yang dilakukan, Selain itu, keberadaan hotel atau penginapan, restoran atau tempat kuliner, tempat beli
kenyamanan dan kelengkapan dari fasilitas pendukung, serta kemudahan akses untuk oleh-oleh dan segala daya dukung yang bisa menjadi pelengkap dari kegiatan pariwisata.
berkunjung. Kelengkapan dan kenyamanan dari amenitas yang dimiliki sebuah destinasi wisata,
akan berpengaruh dalam pertimbangan dan keputusan wisatawan ketika hendak
berkunjung. Keberadaan amenitas ini juga akan memengaruhi lama tinggal wisatawan
(length of stay) di lokasi wisata.
1. ATRAKSI
Atraksi dalam pariwisata merupakan daya tarik utama dari sebuah
destinasi wisata. Atraksi wisata meliputi segala sesuatu yang dapat
dinikmati oleh wisatawan, seperti dapat dilihat, didengar, dirasakan atau
dilakukan, baik berupa daya tarik alam, budaya maupun hasil kreativitas
masyarakatnya. Daya tarik alam bisa berupa pemandangan alam, air 3. AKSESIBILITAS
terjun, sungai, keberadaan flora dan fauna atau yang lainnya. Daya tarik Aksesibilitas dapat diartikan sebagai beragam hal yang berkaitan dengan akses
budaya dan kreativitas masyarakat bisa berupa museum, peninggalan wisatawan ketika hendak berkunjung ke sebuah destinasi wisata. Akses ini meliputi akses
sejarah atau purbakala, kesenian, wisata agro, taman rekreasi dan tempat informasi dan akses transportasi.
hiburan. Akses informasi bisa berupa informasi tentang daya tarik sebuah destinasi wisata, fasilitas
Atraksi wisata yang baik tentunya bukan hanya sesuatu yang dapat dan akomodasi yang dimiliki, informasi perjalanan, serta ragam informasi lain yang
dilihat atau didengar oleh wisatawan. Atraksi wisata harus mampu dibutuhkan oleh wisatawan sebelum melakukan kegiatan pariwisata. Akses informasi juga
memberikan kesan pengalaman kepada setiap wisatawan, sehingga berkaitan dengan promosi yang dilakukan oleh sebuah destinasi wisata untuk menjangkau
tujuannya melakukan kegiatan pariwisata bisa tercapai. Pada tingkatan masyarakat luas sebagai calon wisatawan. Di lokasi wisata, akses informasi bisa berupa
yang lebih baik lagi, atraksi wisata harus bisa memberikan pembelajaran ketersediaan pusat informasi wisatawan atau dikenal dengan istilah TIC (Tourist
kepada setiap wisatawan atau dikenal dengan istilah experiental Information Center) yang memudahkan setiap wisatawan untuk bertanya dan memperoleh
learning (pembelajaran dari pengalaman). informasi berkaitan dengan kegiatan pariwisata yang dilakukan.
Akses transportasi bisa berupa ketersediaan transportasi umum seperti pesawat,
kapal, kereta api, bus atau transportasi lain yang dibutuhkan oleh wisatawan untuk
memudahkan dalam menjangkau sebuah destinasi wisata. Selain transportasi umum,
ketersediaan jalan yang baik, papan penunjuk arah dan jauh atau dekatnya jarak tempuh
akan berpengaruh terhadap minat wisatawan untuk berkunjung.
PULAU SOMBORI
Sombori dahulunya bagian dari Desa Dongkalang.
Nama desa tersebut adalah Lombokita. Nama tersebut
ternyata identik dengan nama sebuah perusahaan
pengelola mutiara bernama PT. Lombokita yang berasal
LATAR BELAKANG dari Lombok. Perusahaan itu beroperasi di desa tersebut.
Akhirnya, masyarakat setempat mengganti nama desa
Kabupaten Morowali adalah sebuah kabupaten di provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia. menjadi Desa Mbokita, artinya nenek kita. Sebelum
Ibu kota kabupaten sekaligus pusat adimistrasi terletak di kota bungku, kabupaten ini memili luas akhirnya berubah menjadi tempat wisata terkenal, Pulau
sebesar 3.037,04 km dan berpenduduk sebanyak 129.814 jiwa pada tahun 2017. Sombori dahulunya dianggap sebagai lokasi buangan. Tapi
Sombori merupakan kawasan konservasi laut seluas 41.342 ha. Di sekitarnya terdapat kini pulau ini menjadi salah satu destinasi yang dikunjungi
beberapa pulau kecil. Sebagian dijadikan tempat tinggal para nelayan, lebih banyak yang kosong tak kurang dari 6.000 wisman juga lokal.
tanpa manusia. Pantai dengan pasir putih bersih adalah kekhasan pulau-pulau kecil yang
berserak di Teluk Tolo. salah satu dari beberapa pulau tersebut adalah Pulau berpenghuni
bernama Desa Mbokita. Belum lama ini Desa Mbokita telah ditetapkan sebagai Desa Wisata.
Penduduk desa ini merupakan suku Bajo. Namun Desa wisata ini belum tertata dengan baik,
sehingga perlu penataan yang nantinya dapat bersaing denga Desa-desa wisata lainnya yang
ada di Indonesia. Seperti yang diketahui, bahwa permukiman terbagi dalam dua kategori, yaitu POTENSI WISATA DI PULAU SOMBORI
permukiman terencana dan permukiman tidak terencana. Permukiman Desa Mbokita merupakan
permukiman yang termasuk dalam jenis permukiman yang tidak terencana. Hal ini dapat dilihat PULAU PERMUKIMAN SUKU BAJO “DESA
Pulau ini berada disebelah barat dari
dari factor yang ada , seperti : arah orientasi bangunan, jenis bangunan,material bangunan hingga desa mbokita, dari puncak pulau, kamu akan
izin resmi kepemilikan rumah. disuguhkan pemandangan laut biru yang luar
biasa. seakan akan kamu enggan
meninggalkan tempat ini. akses ke puncakpun
sangat mudah, jalan dari pelabuhan kecil
sampai kepuncak sudah dibuat jalan setapak.
saat kamu berada dipuncak, kamu harus tetap
berhati hati, karena kondisi puncak tidak
dipagari.

TELUK BUNGA ANGGREK

Spot ini masih jarang dikunjungi


pulau sombori merupakan pulau yang sangat indah namun pada pulau ini wisatawan, karena letaknya yang jauh dan
tidak terdapat permukiman dan pulau ini hanya menjadi objek wisata sedangkan tertutup. teluk kecil ini memiliki pulau kecil
peta pulau sulawesi permukiman penduduk terdapat pada pulau mbokita dan satu satunya aksesmenuju
ditengahnya yang dipenuhi tumbuhan
pulau ini hanya dapat diakses dengan menggunakan perahu atau speedboat
anggrek. lokasi teluk biasa juga dijadikan
tempat berteduh nelayan dari gelombang
dan angin yang besar. PANTAI MARAGE
Pulau Sombori adalah salah satu pulau yang terdapat
di Kabupaten Morowali Provinsi SulawesiTengah, Indonesia ,
Pulau Sombori dengan pemandangan yang sangat indah dan Pantai pasir putih yang
cantik yang dijuluki Raja Ampatnya Sulawesi Tengah. Sombori memanjakan mata, posisinya masih sangat
adalah kawasan konservasi seluas laut 41.342 ha, yang terdiri
dekat dengan teluk bunga anggrek. pantai
dari gugusan pulau-pulau karang nan indah. Masuk kawasan ini
kita akan disuguhi pemandangan menakjubkan. Tebing karang ini sangat cocok untuk beristirahat, makan
tinggi mengawal di sisi kiri dan kanan. laut yang di luar cukup siang atau sekedar bermain air dipantai.
berombak, tiba-tiba hilang. Yang tertinggal hanya dataran air pasir putih yang halus dan air yang bening
tenang, jernih bagai kaca. Gradasi warna biru tua, cyan hingga akan menambah keseruan dalam Berliburan
hijau muda menandakan kedalaman air, menyuguhkan
peta pulau sombori pemandangan elok.
AQUARIUM POINT
Memiliki pemandangan laut yang
mengagumkan membuat Pulau Sombori
tempat yang tepat untuk snorkeling.
POTENSI WISATA LAINNYA Pengunjung bisa menyaksikan beragam
binatang karang yang memiliki bermacam
bentuk dan warna di Aquarium Point, yaitu
titik selam terbaik, yang berada di Pulau
Dua Laut. Sajian lainnya adalah pasir putih
yang menghampar indah. Wisatawan juga
bisa menyaksikan rombongan hiu paus
atau lumba-lumba yang sedang mengejar
ikan jika beruntung.
BUKIT PUNCAK KAYANGAN

PULAU KOKO
Jika ingin menikmati pantai,
singgahlah di Pulau Koko. Pulau di
Provinsi Sulawesi Tengah ini terkenal akan
lambaian pohon kelapanya. Kejernihan
airnya membuat ikan-ikan yang berenang
menjadi nampak jelas. Selain pantai, hal
lain yang bisa dinikmati di Pulau Sombori
adalah Gua Berlian. Gua ini memiliki
ketinggian kira-kira 10 mdpl. Pengunjung
harus memanjat tebing dengan
Tebing karang yang berada di kanan dan kiri menjadi pemandangan kemiringan 70-80 derajat untuk sampai di
yang disuguhkan Pulau Sombori saat pengunjung memasuki wilayah tersebut. tempat ini.
Selain itu, pemandangan lautan yang cukup berombak juga merupakan
suguhan tempat wisata di Morowali, Sulawesi Tengah ini. Semakin ke dalam,
wisatawan bisa menikmati laut yang indah dan tenang. Seperti halnya Raja
Ampat, Sombori merupakan daerah yang terdiri dari kumpulan pulau karang
yang memikat. Pulau-pulau itu tak hanya berupa karang saja tapi ada beberapa
pulau tersebut yang ditumbuhi pepohonan yang cukup rimbun yang menjadi
SUKU BAJO
tempat bertenggernya burung-burung. Bukit Puncak Khayangan adalah
tempat yang tepat untuk menikmati pemandangan pulau ini. Jika berminat
untuk memanjat bukit ini, pengunjung akan menaiki tebing terjal dan tak ada
daratan datar untuk berpijak. Menyaksikan kehidupan suku Bajo
bisa menjadi daya tarik tersendiri ketika
berkunjung ke Pulau Sombori yang ada di
Morowali. Suku yang dikenal sebagai
pelaut yang tangguh tersebut hidup di pulau
ini. Pengunjung dapat melihat bagaimana
mereka hidup sehari-hari, bahkan belajar
berenang dari mereka yang mahir
menyelam tanpa memakai alat apapun.
pulau sombori pulau mbokita
dikarenakan pulau sombori merupakan pulau yang tidak berpenghuni maka data yang
akan dianalisa menggunakan data yang berasal dari pulau mbokita dimana pulau ini sudah
terdapat permukiman tradisional suku bajo dengan jumlah penduduk sekitar 206 jiwa, serta
pada pulau mbokita ini terdapat fasilitas umum seperti mushollah, sekolah dasar dan kantor
desa

Pulau Sombori adalah 'surga tropis' yang masih tergolong baru di Wisatawan mengenal wilayah Desa Mbokita dengan nama
Morowali, Sulawesi Tengah. Disebut baru karena memang masih belum Sombori yang dijuluki sebagai “Raja Ampatnya Sulawesi Tengah”.
banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang mengenalnya seperti Secara administrasi wilayah potensi cagar budaya gua-gua prasejarah
Raja Ampat. Pulau Sombori kerap dijuluki Raja Ampat mini atau Phi Phi berada di pesisir pantai Teluk Matarape dan gugusan pulau Sombori
Island-nya Indonesia. Pemandangan lautnya memang secantik Raja yang berbatasan langsung dengan Laut Banda di Desa Mbokita,
Ampat. Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi
Tengah.
AKSES DAN POLA SIRKULASI DESA MBOKITA DENGAN PULAU SEKITAR

Jarak antara Desa Ambokita dan pulau


Sambori sekitar 2,19 Km
Luass pulau Ambokita 1 Km2
Luas wilayah Ambikita 7,01 Km2

Antara desa Ambokita dan Pulau sambori, Pulau Sambori difokuskan


menjadi pusat wisata dari pulau wisata desa Ambokita, maka pola sirku
lasi yang diterapakan tetap seperti semula yaitu pola sirkulasi organisasi -
radial dengan alasan mudah untuk diakses dari berbagai arah.

Organisasi Radial

Sebuah ruang pusat yang menjadi acuan organisasi ruang - ruang


linear yang berlembang menurut jari - jari. Organisasi Radial
memiliki kemiripan dengan sistem organisasi central, hanya saja
perletakannya adalah lingkaran
MASYARAKAT
Tingkat kepadatan penduduk Mbokita adalah 206 jiwa yang
mayoritasnya bermata pencaharian sebagai nelayan.salah satu Kondisi permukiman desa
pengembangan yang dapat dilakukan di desa Mbokita untuk memperluas Mbokita , rumah-rumah di bangun
dengan menggunakan bahan
sektor ekonomi adalah dengan membuka sektor pariwisata dan sektor kayu alam sekitar seperti kayu,
perikanan di desa tersebut. bambu dan lain-lain. Bebrapa
rumah di permukiman tersebut
Suku yang berdiam di desa Mbokita juga di bangun di atas air. Untuk
adalah suku Bajo. Yang telah lama akses antar rumah,masyarakat
membuat dermaga-dermaga kecil
berdiam di pulau sambori. yang akan menghubungkan satu
Permukiman masyarakat bajo rumah dengan rumah yang lain
merupakan prmukiman nelayan yang
menyebar di sepanjang garis bibir
pantai pulau sambori

Hamparan laut biru dan bentangan


gugusan karst Matarape tentunya dapat
memanjakan mata para penikmat wisata pantai.
Penduduk yang bermukim dipulau Mbokita
berasal dari suku Bajo yang akrab dengan budaya
maritim. Adapun suku lainnya berasal dari Bungku
dan Menui, Sulawesi Tengah. Keberadaan
DESA MBOKITA masyarakat di pulau ini tidak terlepas dari orang
dituakan dengan sebutan dalam bahasa Bajo –
Desa Mbokita merupakan gugusan pulau karang Bungku yaitu Ambo (Idn. Nenek) Kitta(Idn. Kita).
yang terletak di Teluk Matarape dari salah satu desa dari Ambo Kitta (Mbokita) kini di nakamkan di pulau
24 desa yang berada di Kecamatan Menui Kepulauaan. Kayangan yang terletak disebelah barat pulau
Aksesbilitasi mencapai desa Mbokita dapat dilalui yang sekarang menjadi nama desa yakni Mbokita.
dengan dua jalur menumpangi roda empat atau roda dua
dari Bungku Tengah ke dermaga Lafeu ( Morowali,
Sulawesi Tenagah) menumpangi kapal antar pulau atau
dengan melalui jalur Kota Kendari ke dermaga Molore
(Konawe Utara, Sulawesi Tenggara) dan menumpangi
kapal sewa dari masyarakat setempat
JUMLAH PENDUDUK DAN LUAS WILAYAH DESA MBOKITA. sumber data BPS TAHUN 2018

tabel 1 : jumlah penduduk tabel 2 : luas wilayah


Fasilitas jenis jumlah
1.pendidikan SD 1
2.kesehatan Poskesdes 1
3.tempat Masjid 1
ibadah
4. warung Warung 1
makan /minu
m
5. kios/toko Campuran 5
6. kantor Kantor desa 1
Mbokita

Perumahan Warga
Kantor
Sekolah Dasar
Warung / Kios
Masjid
PETA DESA MBOKITA
POTENSI WISATA GUA DI DESA MBOKITA

LAYOUT SEBARAN LUKISAN DI GUA MBOKITA


Gua Berlian merupakan salah satu objek yang sering dikunjungi wisatawan karena
ketertarikannya akan nama berlian yang disematkan pada gua ini.Lain halnya dengan
guaMbokita, awalnya gua ini diberikan nama sebagai gua telapak tangan oleh pak Haidar
yang menjadi penunjuk jalan. Baginya gua telapak tangan ini cukup misterius dan awalnya
hanya dia yang mengetahui keberadaannya. Pola sebaran gambar
cadas telapak tangan
berdasarkan pembagian panel
dan denah gua yang dibuat oleh
Tim Pendataan Potensi Cagar
Budaya Gua Prasejarah
Morowali BPCB Gorontalo. Foto
oleh Faiz, 2018.

LAYOUT SEBARAN LUKISAN DI GUA BERLIAN DI PULAU SOMBORI


Aksesibilitas ke gua
Berlian berjarak ± 0,86 Mil Laut
atau sekitar 1,59 Km dari
sebelah Timur desa Mbokita
dengan menumpangi perahu
dengan melalui Teluk Matarape
dan bersandar di tepi tebing laut
Tidak banyak yang tahu keberadaan gambar cadas yang terdapat di gua Berlian dan untuk menapaki jalan tanjakan
gua Mbokita. Bagi wisatawan dan masyarakat keindahan alam pulau dan pantai yang menjadi hingga mencapai mulut gua
daya tarik wisata di kepulauan Sombori. Untuk pertama kalinya di tahun 2018, tim Balai Rata-rata pembuatan
Pelestarian Cagar Budaya Gorontalo menemukan gambar cadas berupa cap tangan di gua telapak tangan dilakukan
Berlian dan gua Mbokita melalui Pendataan Potensi Cagar Budaya Gua Prasejarah, dengan teknik penyemprotan
Kabupaten Morowali, Provinsi Sulawesi Tengah. Penamaan gua pun bagi masyarakat di atau bentuk telapak tangan
Mbokita diberikan secara objektif melalui unsur pembentuk dinding gua, stalaktit, stalagmit negative hand stencil. Teknik ini
dan pilarmenyerupai batu berlian yang berkilauan saat terpancar sinar, sehingga diberikan ditandai pada pola bercak-
nama gua Berlian. bercak merah pada bagian luar
untuk mendapatkan pola
telapak tangan yang diinginkan
ANALISA TEORI PERMUKIMAN 4 + 1 PADA DESA MBOKITA

wisma
marga
Untuk akses jalan didesa mbokita ini terdiri atas bebrapa jenis yaitu
jalan setapak dengan material kayu dan jalan setapak dengan material
beton, jalan yang berbahan kayu ini terletak di area permukiman warga yang
terletak langsung diatas permukaan air sedangkan jalan setapak dengan
material beton terletak diarea paling depan permukiman warga hal ini
dilakukan dengan alasan kekuatan material beton guna menahan hempasan
ombak laut pada saat cuaca buruk
Bentuk rumah sebagian besar di desa
mbokita ini yaitu rumah panggung hal ini
disesuaikan dengan kondisi lahan yang
Analisa 4 + 1 pada permukiman
· Wisma merupakan tipologi bangunan dengan fungsi sempit sehingga rumah langsung berdiri suka
tempat tinggal sementara atau permanen. diatas karang dan material rumah sebagian
· Marga merupakan infrastruktur seperti jalan akses besar berbahan kayu dengan mrnggunakan
yang digunakan untuk mencapai tempat yang dituju. papan ataupun daun rumbiah yang
· Karya adalah fasilitas dan bangunan yang dibutuhkan dugunakan sebagai dindng dan atap rumah
oleh masyarakat setelah mereka membangun rumah,
mereka membutuhkan lahan pekerjaan untuk
menghidupi diri dan keluarganya.
· Suka merupakan tipologi bangunan yang berfungsi Desa mbokita ini termasuk dalam
sebagai tempat hiburan dan bersenang senang. desa wisata yang sudah dikunjungi oleh
· Penyempurna merupakan tipologi fasilitas yang wisatawan lokal dan mancanegara namun
berfugsi melengkapi dan menunjang kebutuhan dan karya bagi masyarakat lokal laut dan rumah serta
gugusan pulau bisa menjadi area hiburan
aktivitas masyarakat.
mereka

+ 1 Penyempurna
Fasilitas pendukung
Sebagian besar masyarakat desa kegiatan masyarakat didesa
mbokita berpropesi sebagai nelayan mbokita ini yaitu hanya terdapat
sehingga desain rumahnya pun dibuat satu unit sekolah dasar dan satu
diatas tepi laut yang berdiri diatas karang masjid serta kantor desa
sehingga memudahkan mobilitas mereka
dari rumah ke laut ataupun sebaliknya