PT.

PLN (Persero)
Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara

OPTIMALISASI KINERJA PEMUTUSAN SEMENTARA DAN PEMBONGKARAN RAMPUNG DALAM RANGKA MENEKAN ANGKA TUNGGAKAN PADA PT.PLN (PERSERO) WILAYAH SULAWESI SELATAN DAN TENGGARA (STUDI KASUS PADA RAYON BARAT CABANG MAKASSAR) 1. LATAR BELAKANG Untuk mewujudkan visi menjadikan PLN sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh – kembang, unggul, dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani maka harus terjalin kerjasama yang baik oleh seluruh komponen perusahaan. Hal ini dapat terwujud bila koordinasi setiap fungsi terkait berjalan sesuai Sistem dan Prosedur yang berlaku. Sehingga pengendalian semua kegiatan operasional perusahaan dapat dilakukan dengan baik. Sejalan dengan pertumbuhan penduduk khususnya di Daerah Makassar yang diiringi dengan perkembangan ekonomi yang pesat, sehingga terjadi peningkatan kebutuhan tenaga listrik. Peningkatan kebutuhan tenaga listrik tersebut diiringi oleh meningkatnya pula penjualan tenaga listrik pada pelanggan. Hal ini harus disikapi dengan peningkatan pengendalian sehingga pendapatan atas penjualan tenaga listrik yang berupa rekening listrik dapat dipantau dengan baik. Rekening listrik yang lahir tiap bulan dan yang harus dilunasi oleh pelanggan dalam siklis pembayaran yang berlaku, ternyata masih banyak pelanggan yang belum melunasi rekeningnya tepat pada batas waktu yang ditentukan. Keterlambatan pembayaran tersebut menimbulkan tingginya tunggakan. Tingginya angka tunggakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain : 1. Penerapan sanksi TUL VI-01 dan TUL VI-03 yang kurang tegas dan konsisten. 2. Sarana dan prasarana serta SDM yang dimiliki sangat terbatas sehingga mempengaruhi pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan.

Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 - Akuntansi

-1-

PT. PLN (Persero)
Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara

3. Kurangnya koordinasi antara fungsi-fungsi terkait yang mengakibatkan keterlambatan pengambilan suatu kebijakan dalam menyelesaikan suatu masalah. 4. Kurang tersedianya tempat-tempat pembayaran rekening listrik terutama didaerah-daerah. 5. Dalam pelaksanaan pemutusan dan penyambungan instalasi listrik terlalu dipercayakan pada pihak ketiga. Berdasarkan uraian diatas, penulis berusaha mencoba untuk meneliti serta memberikan saran atas permasalahan diatas melalui telaah staf yang dituangkan dalam bentuk makalah singkat dengan judul : OPTIMALISASI KINERJA PEMUTUSAN DAN PENYAMBUNGAN

DALAM RANGKA MENEKAN ANGKA TUNGGAKAN PADA PT PLN (PERSERO) WILAYAH SULAWESI SELATAN DAN TENGGARA ( STUDI KASUS PADA RAYON BARAT CABANG MAKASSAR ) Adapun latar belakang ditetapkannya Cabang Makassar khususnya Rayon Barat sebagai tempat yang dijadikan tempat studi kasus adalah mengingat Rayon Barat Cabang Makassar merupakan cabang yang terdekat dari tempat penulis melaksanakan Program OJT, sehingga diharapkan dapat mempermudah proses pengumpulan data. Selain itu Cabang Makassar merupakan cabang terbesar di Wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara yang mempunyai tingkat penjualan tenaga listrik yang tinggi dan angka tunggakan yang tinggi pula, sehingga penulis merasa perlu adanya upaya-upaya yang harus dibenahi untuk menekan angka tunggakan rekening listrik.

Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 - Akuntansi

-2-

PT. Jika antara fungsi-fungsi terkait melakukan koordinasi informasi yang lebih terinterkoneksi maka lebih memudahkan penyajian informasi mengenai data pelanggan. Penambahan tenaga pemutusan dapat memaksimalkan pelaksanaan pemutusan pelanggan menunggak.Akuntansi -3- . Kurangnya koordinasi antara fungsi-fungsi terkait terutama mengenai data pelanggan. Pemberian reward dan punishment kepada petugas pemutusan yang bertugas melaksanakan pemutusan dan penyambungan instalasi listrik sehingga dapat dijadikan sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja mereka. 3. 2. 3. PRA ANGGAPAN Adapun pra anggapan yang dapat diungkapkan sebelum topik ini dibahas adalah sebagai berikut : 1. Keterbatasan tenaga pemutusan yang ada. 3. 4. PERMASALAHAN Berdasarkan hasil observasi dan Tanya jawab yang di lakukan pada saat On The Job Training (OJT) di PT PLN (Persero) Rayon Barat Cabang Makassar maka penulis melihat adanya beberapa titik kelemahan yang memerlukan perbaikan dalam sistem pelaksanaan pemutusan dan penyambungan yang telah berjalan saat ini yaitu: 1. Diadakannya semacam training ataupun seminar mengenai Sistem dan Prosedur pemutusan dan penyambungan kembali pelanggan yang menunggak sehingga akan terbentuk SDM yang kompenten dibidangnya. Kurang konsistensinya petugas pemutusan dalam melaksanakan pemutusan. Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 . 2. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara 2.

3.Akuntansi -4- . Tata Usaha Pelanggan ditinjau dari sudut Akuntansi : a. Turut serta menjaga keamanan dan ketertiban penyimpanan dan penggunaan keuangan perusahaan. Tata Usaha Pelanggan terdiri dari beberapa fungsi pelayanan yang satu sama lain saling berkaitan diantaranya : 1. 2. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara 4. Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab secara jelas. Tata Usaha Pelanggan sebagai Sub Sistem di PLN yang mempunyai fungsi memberikan Jasa Layanan dalam menyediakan tenaga listrik kepada Pelanggan dan Calon Pelanggan pada dasarnya mempunyai misi antara lain: a. c. Fungsi Pembukuan Pelanggan. d. 2. b.PT. Memaksimalkan Pelayanan Prima kepada seluruh Pelanggan khususnya dan masyarakat pada umumnya. b. Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 . Merupakan salah satu asal dokumen sumber Akuntansi. 4. Fungsi Pelayanan Pelanggan. Fungsi Pengawasan Kredit. Merupakan pintu gerbang Cash In Flow. LANDASAN TEORI 4. 021 k/0599/DIR/1995 tanggal 23 Mei 1995 yang dimaksud dengan Tata Usaha Pelanggan yang disingkat dengan TUL adalah Sistem Pelayanan Pelanggan yang meliputi kegiatan Pelayanan kepada Pelanggan / Calon Pelanggan dan masyarakat lainnya yang membutuhkan tenaga listrik serta hal-hal yang berhubungan dengan penjualan tenaga listrik. Fungsi Penagihan Rekening Listrik. TATA USAHA PELANGGAN Dalam keputusan Direksi No.1. 5. 6. Fungsi Pembacaan Meter. Arti pentingnya Tata Usaha Pelanggan bila dilihat dari Fungsi dan Tujuan Tata Usaha Pelanggan itu dapat dilihat dari 3 (tiga) sudut pandang yaitu dari : 1. Meningkatkan Pendapatan Perusahan dengan jalan tertib administrasi. Fungsi Pembuatan Rekening Listrik.

Prosedur persiapan pemutusan sementara adalah : 1. Penulis sengaja membatasi pembahasan pada fungsi IV. Fungsi Pengawasan Kredit karena fungsi tersebut merupakan kontrol utama dalam optimalisasi pelaksanaan pemutusan dan penyambungan instalasi listrik. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara c.PT. a. dimana fungsi yang satu menunjang kegiatan pekerjaaan fungsi berikutnya. 4. Merupakan salah satu media kontrol Akuntansi. Fungsi Pengawasan Kredit atas dasar segi pemberitahuan Rekening Listrik (TUL III – 03) 01) 2. c. Sebagai mata rantai kegiatan pelayanan. 3. b. Sebagai tolak ukur penilaian kinerja perusahaan secara financial. Tata Usaha Pelanggan ditinjau dari sudut peranan dalam perusahaan : Sebagai pintu gerbang pelayanan pelanggan.Akuntansi -5- . Setiap alur pekerjaan dari fungsi-fungsi Tata Usaha Pelanggan saling berkaitan dan berkesinambungan. seperti terlihat pada gambar dibawah ini : (I) FUNGSI PELAYANAN PELANGGAN (II) FUNGSI CATER (III) FUNGSI PEMBUATAN REKENING (IV) FUNGSI PENGAWASAN KREDIT (V) FUNGSI PENAGIHAN (VI) FUNGSI PEMBUKUAN PELANGGAN Dalam Tata Usaha Pelanggan setiap fungsi mempunyai peranan yang sangat penting didalam mewujudkan suatu kinerja yang efektif dan efisien. membuat Daftar Pengiriman Rekening Listrik ( TUL V - Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 .2. Daftar Pengiriman Rekening Listrik ( TUL V. SIKLUS FUNGSI – FUNGSI TATA USAHA PELANGGAN.01 ) dicek dan diparaf di Fungsi Penagihan.

FLOW PERSIAPAN PEMUTUSAN SEMENTARA FUNGSI LAHTA FUNGSI PENGAWASAN KREDIT FUNGSI PENAGIHAN KETERANGAN TUL III-03 • TUL III-03 TUL III-03 Rekening Listrik • TUL V-01 Datftar Pengiriman TUL V-01 Rekening Listrik TUL V-01 • TUL VI-01 Pemberitahuan Pelaksanaan Pemutusan Sementara • TUL VI-02 Buku Pemantauan Pemutusan TUL VI-01 - DI CEK DI PARAF TUL VI-02 Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 . PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara 3.PT. Fungsi Pengawasan Kredit membuat Pemberitahuan Pelaksanaan Pemutusan Sementara (TULVI-01) dan dicatat pada Buku Pemantauan Pemutusan(TUL VI -02) bagi pelanggan yang menunggak.Akuntansi -6- . Setelah diadakan kontrol ke Fungsi Penagihan.

Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 . Setelah dilakukan pemutusan sementara lalu dicatat pada TUL VI-02 yaitu Buku Pemantauan Pemutusan. Fungsi Pengawasan Kredit menyerahkan semua TUL VI – 01 yang telah dibuat dan diketahui oleh Pejabat yang berwenang ( Kasie Penagihan) 2. Mengkoordinir dan membagi petugas pemutusan sesuai dengan Gardu yang telah dipisah-pisahkan. Petugas pemutusan melakukan pemutusan sementara serta mencatat tanggal dan angka kedudukan stand meter serta data pelengkap lainnya yang dibutuhkan. Kasie Penagihan menendatangani semua formulir TUL VI-01 yang telah dibuat. 3. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara Prosedur pelaksanaan pemutusan sementara adalah : 1.Akuntansi -7- . 4. 6.PT. 5. Kemudian diteruskan ke petugas Fungsi Penagihan dan petugas pemutusan untuk dicatat per Gardu dari TUL VI-01 yang telah dibuat.

Akuntansi -8- .DICEK DAN DIPARAF TUL V-01 TUL VI-01 PROSES PEMUTUSAN TUL VI-01 TUL VI-02 Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 . PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara FLOW CHART PROSES PEMUTUSAN SEMENTARA FUNGSI LAHTA FUNGSI FUNGSI PENGAWASAN PENAGIHAN KREDIT TUL III-03 PETUGAS PEMUTUSAN KETERANGAN TUL III-03 • TUL III-03 Rekening Listrik TUL VI-01 Pemberitahuan Pelaksanaan Pemutusan Sementara TUL V-01 • TUL V-01 .PT.

PT. Fungsi pengawasan kredit mencatat formulir TUL I-10 kedalam Buku Pementauan Pemutusan (TUL VI-02). Fungsi Pelayanan Pelanggan membuat Berita Acara Pemutusan Rampung (TUL I-10) dan Perintah Kerja Pemutusan Rampung (TUL I-09).Akuntansi -9- . PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara Prosedur pelaksanaan pemutusan rampung adalah sebagai berikut : 1. Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 . Fungsi tehnik atas dasar formulir TUL I-09 dan formulir TUL I-10 melaksanakan pemutusan rampung. Fungsi Pengawasan Kredit membuat formulir TUL VI-03 yang bersumber dari Formulir TUL VI-01 yang dalam waktu 60 hari belum juga melakukan pembayarab oleh pelanggan yang menumggak. 3. 4. 2.

TUL VI02 Buku Pemantauan Pemutusan 9. TUL I-10 Berita Acara Pembongkaran 7.PT. TUL VI03 Pemberitahuan Pelaksanaan Pemutusan Rampung TUL VI-03 TUL I-10 TUL VI-02 TUL VI-03 PROSES BONGKAR RAMPUNG Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 . TUL VI01 Pemberitahuan Pelaksanaan Pemutusan Sementara 8.Akuntansi .10 - . TUL I-09 Perintah Kerja TUL I-09 SETELAH 60 HARI PELANGGAN BELUM MEMBAYAR TUNGGAKAN TUL I-10 6. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara FLOW CHART PROSES PEMUTUSAN RAMPUNG FUNGSI PENGAWASAN KREDIT FUNGSI PELAYANAN PELANGGAN PETUGAS PEMUTUSAN KETERANGAN TUL VI-01 TUL I-09 5.

Akuntansi . Merencanakan pemutusan sementara. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara 4. Formulir TUL VI-03 (Pemberitahuan Pelaksanaan Pemutusan Rampung Sambungan Tenaga Listrik) 4. Lembar 4 : Penyelesaian Pemutusan Sementara. pemutusan rampung bagi pelanggan yang terlambat membayar tagihan rekening listrik. Formulir TUL VI-04 (Buku Pemantauan Penghapusan Piutang Ragu-Ragu) 4. d. c.PT. Lembar 2 : Perintah Kerja Pemutusan. penyambungan kembali dan pemutusan rampung. Merencanakan penghapusan piutang ragu-ragu.3 FUNGSI PENGAWASAN KREDIT Fungsi Pengawasan Kredit mempunyai tugas salah satunya adalah melakukan perencanaan.ragu dari fungsi penagihan. penyambungan kembali.11 - . Melakukan penyesuaian terhadap penghapusan piutang ragu-ragu. e. a. Lembar 3 : Perintah Penyambungan Kembali. 2. Formulir-formulir yang digunakan dalam alur pekerjaan Fungsi Pengawasan Kredit adalah : 1. persiapan dan pengendalian dalam kegiatan pemutusan sementara. f. Melaksanakan pemutusan sementara. Menerima daftar dan segi pemberitahuan rekening listrik yang belum lunas dari fungsi penagihan. Menerima data dan daftar piutang ragu. penyambungan kembali dan pemutusan Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 .3.1 TUGAS POKOK FUNGSI PENGAWASAN KREDIT rampung. Formulir TUL VI-02 (Buku Pemantauan Pemutusan) 3. b. Formulir TUL VI-01 (Pemberitahuan Pelaksanaan Pemutusan Sementara) yang dibuat rangkap 4 (empat) : Lembar 1 : Pemberitahuan Pelaksanaan Pemutusan Sementara.

Pelanggan yang mempunyai tunggakan tagihan rekening listrik lebih dari 3 lembar tapi belum dilaksanakan pemutusan sementara dan pemutusan rampung : ID Pelanggan Nama Pelanggan Alamat Tarif/Daya (VA) Kode Inkaso KD.Akuntansi .12 - . Bekerja sama dengan fungsi terkait dalam melaksanakan pemutusan sementara. Hal ini disebabkan oleh rumah ditinggal penghuninya sehingga petugas pemutusan mengalami kesuliltan untuk menemui pelanggan dan melaksanakan pemutusan sehingga data pelanggan di PDL tidak bisa dilakukan mutasi tutup (N) karena tidak adanya berkas TUL VI-01 dan Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 . Cendrawasih 221 : R1 / 1.300 : 01115883214044 : 140-KRRA-052-02 :A Kondisi dilapangan : Atas nama pelanggan tersebut diatas mempunyai tunggakan rekening listrik 7 lembar yaitu rekening mulai bulan Maret 2005 – September 2005 dengan total tagihan Rp. Contoh kasus Pelanggan bermasalah : 1. PEMBAHASAN 5. 5. j. i.Sedangkan proses pemutusan sementara maupun rampung belum juga dilaksanakan .PT. penyambungan kembali dan pemutusan rampung. 692. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara g. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pemutusan sementara.020.1. Bekerja sama dengan fungsi terkait dalam melaksanakan pemeriksaan saldo piutang pelanggan untuk membuat laporan yang akurat. penyambungan kembali dan pemutusan rampung h.. Kedudukan Kelompok : 32040014085-9 : THONG TJING TEK : Jl. Melakukan pengawasan penghapusan piutang ragu-ragu.

5 : R1 / 2. b. Pada kasus ini lambatnya proses pemutusan sementara disebabkan oleh kurang konsistennya petugas pemutusan dalam Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 .13 - . Solusi penyelesaian : a. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara TUL VI-03 yang telah ditandatangani oleh pelanggan yang bersangkutan. 3.Akuntansi . c. Petugas pemutusan meminta surat pengantar dari aparat setempat untuk melaksanakan pemutusan aliaran listrik atas pelanggan yang bersangkutan. Karena belum dilaksanakan mutasi N maka rekening bulan berjalan akan lahir terus tiap bulannya.Sedangkan proses pemutusan sementara baru dilaksanakan pada tanggal 06 September 2005.PT. Dilakukan pemutusan lewat jaringan yang ada ditiang penyambungan aliran listrik pelanggan. Petugas pemutusan berusaha mencari tentang informasi mengenai pelanggan tersebut kepada aparat setempat dimana pelanggan tersebut tinggal. Pelaksanaan pemutusan sementara terlambat artinya proses pemutusan baru dilaksanakan setelah pelanggan menunggak lebih dari 3 lembar rekening : ID Pelanggan Nama Alamat Tarif/Daya Kode Inkaso KD.200 : 011158832114049 : 140-KRNT-014-00 :C Kondisi dilapangan : Pelanggan tersebut diatas mempunyai tunggakan rekening listrik 4 lembar yaitu rekening mulai bulan Mei 2005 – Agustus 2005 dengan total tagihan Rp. Engggang II No. Kedudukan Kelompok : 32140023958-0 : MELLY SIONA : Jl.682..330. 3.

900 : 01115883214044 : 140-HDBG-040-00 :B Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 . 15 : B2 / 3. Solusi Penyelesaian : a. Rekening bulan berjalan tetap lahir meskipun telah dilakukan proses pemutusan sementara dan pembongkaran rampung : ID Pelanggan Nama Alamat Tarif/Daya Kode Inkaso KD. c. Adanya reward dan punishment bagi petugas pemutusan yang dijadikannya suatu motivasi kerja. b.Akuntansi . Pemberian target kerja pelaksanaan pemutusan sehingga petugas pemutusan merasa adanya tanggungjawab yang harus diselesaikan. Kedudukan Kelompok : 32140006797-6 : Inspektorat Pajak : Jl. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara melaksanakan akan tugasnya. Selain itu juga disebabkan karena sikap kurang kerjasama dan cenderung arogansi ketika petugas akan melakukan pemutusan aliran listrik.PT. Petugas pemutusan bekerjasama dengan aparat kepolisian untuk melaksanakan pemutusan khususnya bagi pelanggan yang bersikap tidak koorperatif dan cenderung arogansi kepada petugas yang akan malakukan pemutusan.14 - . Lasinrang No. / Hal tersebut dikarenakan mudahnya sehingga petugas memberikan dispensasi batas waktu pembayaran bagi pelanggan yang berjanji menyelesaikan membayar tunggakannya. pelanggan memandang sebelah mata masalah batas waktu siklis pembayaran rekening listrik miliknya. 4.

Pendistribusian Daftar Rekening Koreksi secara teratur dari pengolahan data ke pendapatan/penagihan sehingga rekening yang dibatalkan dapat dimonitoring dengan baik..PT. b.830. Petugas PT. PLN (Persero) = 17 orang = 3 orang Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 . 3. Perlakuan rekening lahir setelah mutasi tutup dimasukkan dalam Daftar Rekening Bermasalah sehingga terpisah dari Daftar Piutang Ragu-Ragu.795. Solusi penyelesaian : a. di Rayon Barat cabang Makassar jumlah petugas pemutusan terdiri dari : 1. Petugas dari pihak ke 3 2. Sistem on-line diterapkan secara menyeluruh dan sistem konvensional tidak digunakan lagi.2.3. Dilaksanakannya penertiban Data pelanggan yang ada dalam PDL sehingga data pelanggan terpelihara dengan baik.dan pada tanggal 06 juni 2005 dilaksanakan pembongkaran rampung..561.15 - . e. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara Kondisi dilapangan : Pelanggan tersebut menunggak rekening listrik 12 lembar terhitung mulai bulan Juni 2004 – Mei 2005 dengan total tagihan sebesar Rp. Koordinasi antara fungsi pendapatan dan pengolahan data sehingga kemungkinan gagal mutasi dapat diminimalisir. 1. sehingga double rekening dapat dihindari.Akuntansi . Namun rekening listrik bulan Juni 2005 dan Juli 2005 tetap lahir sehingga didalam Daftar Piutang Ragu-Ragu atas nama pelanggan diatas tunggakan rekening listriknya menjadi sebanyak 14 lembar dengan total tagihan sebesar Rp. c. Keterbatasan jumlah tenaga petugas pemutusan Dari data yang diperoleh. d.Hal ini disebabkan oleh kegagalan mutasi tutup (N) di PDL sehingga data yang terkirim ke lahta belum ada mutasi tutup (N) yang mengakibatkan tetap lahirnya rekening bulan berjalan ( bulan Juni dan Juli 2005).830.

Bulan Agustus 2005: Rp. PT.16 - .725. Hal tersebut mengakibatkan banyaknya pelanggan yang menunggak tetapi belum dilakukan pemutusan sementara dan pembongkaran rampung.370. Pembentukan Tim Gabungan Pemutusan Aliran Listrik. Solusinya antara lain sebagai berikut: 1. 253.Tim Gabungan mempunyai tugas untuk menagihkan rekening pelanggan yang menunggak dengan diberi kewenangan untuk dapat menerima pembayaran pelunasan rekening tunggakan ditempat pelanggan tersebut membayar tunggakannya. Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 .. Dari data yang diperoleh menunjukan jumlah tunggakan pelanggan bulan Agustus dan September 2005 adalah sebagai berikut : 1.Bulan September 2005 : Rp. Dengan dibentuknya Tim Gabungan diharapkan jumlah tunggakan yang sangat besar dapat di cover penagihannya sehingga tunggakan tidak menumpuk setiap harinya. Tim Gabungan dibentuk atas dasar persetujuan Pejabat yang terkait sehingga mempunyai dasar yang kuat dalam melaksanakan tugas yang diberikan. 250.terdiri dari 983 lembar Kondisi seperti ini kerap sekali terjadi sehingga perlu adanya solusi penyelesaian untuk meminimalisir masalah tersebut diatas.250.265.terdiri dari 972 lembar 2. Untuk menghadapi keterbatasan jumlah petugas pemutusan.Akuntansi . maka dapat dibentuk suatu Tim Gabungan Pemutusan yang terdiri dari Tenaga yang diambil dari pegawai PT.. Kantor Cabang maupun Kantor Wilayah. PLN (Persero) yang berada di kantor Rayon. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara Sedangkan jumlah tunggakan yang ada sangat besar sehingga pelaksanaan pemutusan kurang optimal.PT.

dengan menebus rekening-rekening tersebut diharapkan jumlah tunggakan yang akan muncul dapat diminimalisir.PT. Petugas tersebut diberikan target khusus hanya untuk melakukan pemutusan sementara dan pembongkaran rampung.Akuntansi . PT. Petugas Fungsi Penagihan memberikan Target –target kerja sebagai motivasi kerja bagi petugas pemutusan. 1.17 - . Bekerjasama dengan pihak ketiga. Kurangnya koordinasi antara fungsi terkait. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara 2. • Data yasng terdapat di TUL I-11 ( PDL) dari Fungsi Pembukuan Pelanggan berbeda dengan Data Pelanggan yang ada pada Fungsi Lahta • Keterlambatan pengiriman Daftar Rekening yang belum lunas dari Fungsi Penagihan ke fungsi Pengawasan Kredit terlambat untuk dilakukan rekapitulasi.3. PLN dapat menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk mencari jalan keluar dalam menekan angka tunggakan . • Pihak ketiga berlaku sebagai penebus rekening yang batas waktu pembayarannya mendekati jatuh tempo artinya pihak ketiga melunasi rekening-rekening yang hampir habis batas waktu pembayarannya. Fungsi Pengawasan Kredit dan Fungsi Lahta massih terdapat kelemahan-kelemahan antara lain : • Formulir TUL VI-01 dan TUL VI-03 yang tetap lahir meskipun proses pemutusan telah dilaksanakan. anatara lain : • Pembentukan Petugas Pemutusan yang terdiri dari tenaga yang berasal dari pihak ketiga. sehingga daftar tunggakan Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 . Koordinasi antara Fungsi Penagihan. sedangkan bagi pihak ketiga diharapkan mendapat keuntungan dari tebus rekening tersebut dari pembayaran Buaya Keterlambatan yang diperoleh pada saat pelanggan yang menunggak melunasi tagihan beserta biaya keterlambatan.

Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 .Akuntansi . • Lahirnya rekening bulan berjalan atas nama pelanggan yang telah dilakukan pemutusan rampung (TUL VI-03). Sistem Informasi yang baru diharapkan lebih terinterkoneksi antar ketiga fungsi tersebut sehingga informasi mengenai semua data pelanggan dapat lebih mudah diakses setiap saat 6.18 - .1 KESIMPULAN Dari data yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya khususnya mengenai kinerja pemutusan sementara dan pembongkaran rampung masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu dilakukan perbaikan-perbaikan. hal ini terbukti dengan munculnya beberapa kasus dilapangan antara lain : • Adanya pelanggan yang menunggak lebih dari 3 lembar rekening tapi belum dilakukan pemutusan sementara (TUL VI-01) maupun pemutusan rampung (TUL VI-03). Terbatasnya Sumber Daya Manusia baik tenaga pemutusan maupun tenaga pengawas pemutusan sehingga pelaksanaan dan pengawasan pemutusan menjadi kurang maksimal. Koordinasi antara Fungsi Penagihan. bekerjasama dengan orang-orang IT.PT. Fungsi Pengolahan Data dan Petugas Pemutusan kurang maksimal.. • Terlambatnya pelaksanaan pemutusan sementara (TUL VI-01) maupun pemutusan rampung (TUL VI-03). KESIMPULAN DAN SARAN 6. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara Dari kelemahan-kelemahan yang dijelaskan diatas maka perlu adanya perbaikan yang berhubungan dengan Sistem Informasi mengenai semua data pelanggan. maka dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa masih terdapat beberapa kekurangan antara lain : 1. 2.

PT. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara 3. Pengupayaan pembayaran rekening listrik secara on line secara keseluruhan. adapun saran-saran tersebut adalah : 1. PT. 2.2 SARAN Dibagian akhir tulisan ini perkenankanlah penulis mengajukan saran-saran yang mudah-mudahan bisa menjadi penunjang dalam usaha untuk lebih mengoptimalkan kinerja pemutusan guna menekan angka tunggakan. 4. 5.Akuntansi . Memberikan semacam reward dan punishment kepada petugas pemutusan atas kinerja yang telah dilaksanakan. Melakukan pembinaan terhadap petugas pemutusan dengan mengadakan semacam seminar mengenai pelaksanaan pemutusan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 3. 6. Pelegalan sistem Tebus Rekening oleh investor/pihak ketiga untuk rekening yang akan habis batas waktu pembayarannya. Memperbanyak tempat-tempat pembayaran rekening listrik terutama didaerah-daerah. Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 . Kurang tertibnya pemeliharaan data pelanggan sehingga antara PDL. Fungsi Penngolahan Data dan Petugas Pemutusan dengan menggunakan sistem informasi data pelanggan yang lebih terinterkoneksi sehingga informasi tentang pelanggan lebih akurat dan cepat diterima. 6. data di Pengolahan Data dan data dilapangan sering terjadi perbedaan sehingga menyulitkan proses pelaksanaan pemutusan maupun mutasi tutup. PLN (Persero) maupun pihak ketiga.19 - . Penambahan tenaga pemutusan baik yang berasal dari Pegawai PT. 7. Peningkatan koordinasi antara Fungsi Penagihan.

Bambang Arief Baskoro S / AK / 00140 S1 . 9.20 - . PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan & Tenggara 8. Pemeliharaan data pelanggan secara teratur sehingga memudahkan pencarian file pelanggan yang akan dilakukan pemutusan.Akuntansi . Pemisahan rekening yang lahir setelah proses pemutusan rampung kedalam Daftar Rekening Bermasalah sehingga tidak menambah Saldo Piutang Ragu-Ragu.PT.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful