Anda di halaman 1dari 10

PENDALAMAN MATERI

( Lembar Kerja Resume Modul )

A. Judul Modul : TEORI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN


B. Kegiatan Belajar : TEORI BELAJAR HUMANISTIK, KONSTRUKTIVISTIK
DAN TEORI BELAJAR SOSIAL SERTA PENERAPANNYA
DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN (KB-4 )
A. Refleksi

BUTIR
NO RESPON/JAWABAN
REFLEKSI
Beberapa Peta Konsep istilah-istilah dan defenisi yang dianggap Penting untuk saya
Resume antara lain sebagai berikut :

PETA KONSEP

Teori Belajar Humanistik

Pengertian
Teori Belajar Prinsip Teori Aplikasi Teori
Belajar Menurut
Menurut Para Ahli Belajar Humanistik Belajar Humanistik
Teori Humanistik

Peta Konsep Carl R. Rogers: kurang


7. Merumuskan Tujuan
menaruh perhatian kepada Belajar yang jelas
(Beberapa mekanisme proses belajar, 1. memiliki keinginan
berusaha alamiah untuk belajar
istilah dan tetapi lebih menaruh perhatian 8. Mengusahakan partisipasi
1. memahami terhadap isi yang dipelajarinya, 2. Belajar akan cepat dan aktif siswa melalui kontrak
definisi) di perilaku belajar belajar yang bersifat jelas,
sehingga belajar dipandang lebih bermakna bila bahan
modul bidang dari sudut sebagai fungsi keseluruhan yang dipelajari relevan jujur, dan positif
studi pandang pribadi dengan kebutuhan peserta
didik 9. Mendorong siswa untuk
pelakunya, Arthur Combs: konsep dasar mengembangkan
bukan dari yang sering digunakan dan kesanggupan siswa untuk
3. Belajar dapat di
sudut pandang belajar terjadi bila mempunyai tingkatkan dengan belajar atas inisiatif sendiri
pengamatnya arti bagi individu. Guru tidak mengurangi ancaman dari
(Uno, 2006: 13) luar 10. Mendorong
bisa memaksakan materi yang siswa untuk peka berpikir
tidak disukai atau tidak relevan kritis, memaknai proses
4. Belajar secara partisipasif
dengan kehidupan mereka jauh lebih efektif dari pada pembelajaran secara
Abraham Maslow: individu belajar secara pasif dan mandiri
berperilaku dalam upaya untuk orang belajar lebih banyak
memenuhi kebutuhan yang bila belajar atas 11. Siswa diberi
pengarahan diri sendiri keleluasaan mengemukakan
bersifat hirarkis. Hierarchy of
pendapat, memilih
Needs (Hirarki Kebutuhan) pilihannya sendiri,
5. Belajar atas prakarsa
Jurgen Habermas: belajar sendiri yang melibatkan melakukan apa yang
baru akan terjadi jika ada keseluruhan pribadi, diinginkan dan
interaksi antara individu pikiran maupun perasaan menanggung resiko dari
dengan lingkungannya. akan lebih baik dan tahan perilaku yang
Lingkungan belajar yang lama ditunjukkan
dimaksud di sini adalah
6. Kebebasan, kreatifitas, dan 12. Guru
lingkungan alam maupun kepercayaan diri dalam
lingkungan sosial, sebab antara belajar dapat ditingkatkan
menerima keadaan
keduanya tidak dapat dengan evaluasi diri orang masing-masing siswa
dipisahkan. lain tidak begitu penting. apa adanya
(Dakir, 1993: 64)
13. Menawarkan
kesempatan kepada siswa
untuk maju (tampil).
Teori Belajar
Konstruktivisme

Pengertian Teori Konsep Teori Aplikasi Teori


Belajar Belajar Belajar
Konstruktivisme Konstruktivisme Konstruktivistik
dalam Kegiatan
Pembelajaran

sebuah teori yang Menurut Lev Vygotsky h. Proses


a. Proses pembelajaran
memberikan (1896-1934) teori mengkonstruksi
harus menggunakan
belajar yang titik tekan pengetahuan
kebebasan terhadap pendekatan student
manusia yang ingin utamanya adalah pada i. Proses Belajar centered
bagaimana seseorang
belajar atau mencari Menurut Teori
belajar dengan bantuan b. Proses pembelajaran
kebutuhannya Konstruktivistik
orang lain dalam suatu tidak terlalu berorientasi
dengan kemampuan zona keterbatasan kepada hasil, tetapi lebih
menemukan dirinya yaitu Zona diorientasikan kepada
keinginan atau Proksimal Developmen proses bagaimana siswa
kebutuhannya (ZPD) atau Zona memperoleh pemahaman
tersebut dengan Perkembangan
Proksimal dan mediasi Teori Belajar c. Guru harus memberikan
bantuan orang lain kebebasan kepada siswa
Konstruktivisme
d. Guru harus
mengembangkan
pembelajaran yang
collabotarive
e. Guru harus menghindari
j. Hukum Genetik tentang pola pembelajaran yang
Perkembangan memberikan tekanan
kepada siswa
k. Zona Perkembangan
Proksimal f. Guru harus membantu
siswa menginternalisasi
l. Mediasi dan mentransformasi
informasi baru
g. Guru harus memfasilitasi
siswa agar dia bisa belajar
dengan sumber yang tidak
terbatas pada apa yang
diberikan oleh guru
Pengertian merupakan perluasan
TEORI BELAJAR dari teori belajar
SOSIAL perilaku yang
tradisional
(behavioristik) yang
dikembangkan oleh
TEORI Albert Bandura (1986)
BELAJAR
SOSIAL

Observasi adalah
kegiatan pembelajaran
Aplikasi yang paling utama
TEORI BELAJAR dilakukan oleh siswa
SOSIAL

Dalam menentukan model,


Mengamati perilaku karakteristik model perlu
orang lain lebih diperhatikan karena akan
penting, dibandingkan mempengaruhi efektif tidaknya
dengan mengalami modeling itu untuk siswa
sendiri

Guru harus menampilkan contoh


perilaku yang baik dan yang buruk
Reinforcement bukanlah dari tokohtokoh yang dikenal oleh
syarat yang utama untuk siswa, misalnya dengan
terjadinya proses menampilkan para sahabat nabi
atau orang-orang terkenal yang
pembelajaran, karena yang
memiliki pengalaman untuk ditiru
paling penting adalah dalam hidupnya
mengamati model-model yang
harus terus menerus diperkuat

A. TEORI BELAJAR HUMANISTIK


1. Pengertian Teori Belajar Humanisme
Teori humanistik berangkat dari aliran humanisme sebagai reaksi atas aliran
behaviorisme. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut
pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya (Uno, 2006: 13).
Tujuan utama para pendidik adalah membantu peserta didik untuk
mengembangkan dirinya, yaitu membantu masing-masing individu untuk mengenal
diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik dan membantu dalam mewujudkan
potensipotensi yang ada dalam diri mereka.
2. Teori Belajar Humanisme Menurut Para Ahli
a. Carl R. Rogers bahwa motivasi belajar harus bersumber pada diri peserta didik
b. Roger membedakan dua ciri belajar, yaitu:
(1) belajar yang bermakna
(2) belajar yang tidak bermakna
c. Arthur Combs mencurahkan banyak perhatian terhadap dunia pendidikan.
Meaning (makna atau arti) adalah konsep dasar yang sering digunakan dan
belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu. Guru tidak bisa memaksakan
materi yang tidak disukai atau tidak relevan dengan kehidupan mereka.
d. Abraham Maslow mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya
untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarkis. Hierarchy of Needs (Hirarki
Kebutuhan). Abraham Maslow Maslow mengemukakan bahwa individu
berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarkis.
Tingkatan kebutuhan seseorang menurut Maslow adalah sebagai berikut:
1) kebutuhan fisiologis,
2) Kebutuhan akan rasa aman dan keselamatan. Setiap individu mempunyai
kebutuhan akan rasa aman dan keselamatan.
3) Kebutuhan untuk diterima dan dicintai.
4) Kebutuhan akan penghargaan.
5) Kebutuhan akan aktualisasi diri
e. Jurgen Habermas: belajar baru akan terjadi jika ada interaksi antara individu
dengan lingkungannya. Lingkungan belajar yang dimaksud di sini adalah
lingkungan alam maupun lingkungan sosial, sebab antara keduanya tidak dapat
dipisahkan yaitu;
1) belajar teknis ( technical learning), bagaimana seseorang dapat berinteraksi
dengan lingkungan alamnya secara benar
2) belajar praktis ( practical learning), belajar bagaimana seseorang dapat
berinteraksi dengan lingkungan sosialnya
3) belajar emansipatoris (emancipatory learning). menekankan upaya agar
seseorang mencapai suatu pemahaman dan kesadaran yang tinggi akan
terjadinya perubahan atau transformasi budaya dalam lingkungan sosialnya
3. Prinsip-prinsip Teori Belajar Humanistik
pembelajaran tidak hanya mengajarkan materi atau bahan ajar yang menjadi
sasaran, tetapi juga membantu peserta didik mengembangkan diri mereka sebagai
manusia.
Roger mengemukakan beberapa prinsip belajar yang penting yaitu:
1. Manusia itu memiliki keinginan alamiah untuk belajar, memiliki rasa ingin tahu
alamiah terhadap dunianya, dan keinginan yang mendalam untuk mengeksplorasi
dan asimilasi pengalaman baru;
2. Belajar akan cepat dan lebih bermakna bila bahan yang dipelajari relevan dengan
kebutuhan peserta didik;
3. Belajar dapat di tingkatkan dengan mengurangi ancaman dari luar;
4. Belajar secara partisipasif jauh lebih efektif dari pada belajar secara pasif dan
orang belajar lebih banyak bila belajar atas pengarahan diri sendiri;
5. Belajar atas prakarsa sendiri yang melibatkan keseluruhan pribadi, pikiran
maupun perasaan akan lebih baik dan tahan lama;
6. Kebebasan, kreatifitas, dan kepercayaan diri dalam belajar dapat ditingkatkan
dengan evaluasi diri orang lain tidak begitu penting. (Dakir, 1993: 64)
4. Aplikasi Teori Belajar Humanistik dalam Kegiatan Pembelajaran
Adapun strategi yang mesti dilakukan oleh guru dalam menerapkan pembelajaran
humanistik, sebagaimana dihimpun oleh R. Agung SP dan Latifatul Choir adalah:
1. Merumuskan tujuan belajar yang jelas;
2. Mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat jelas,
jujur, dan positif;
3. Mendorong siswa untuk mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas
inisiatif sendiri;
4. Mendorong siswa untuk peka berpikir kritis, memaknai proses pembelajaran
secara mandiri;
5. Siswa diberi keleluasaan mengemukakan pendapat, memilih pilihannya sendiri,
melakukan apa yang diinginkan dan menanggung resiko dari perilaku yang
ditunjukkan;
6. Guru menerima keadaan masing-masing siswa apa adanya; dengan tidak
memihak, memahami karakter pemikiran siswa, dan tidak menilai siswa secara
normatif belaka melainkan dengan cara memberikan 2 pandangan dua sisi dalam
hal moral dan etika berkomunikasi;
7. Menawarkan kesempatan kepada siswa untuk maju (tampil)
B. TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME
Teori belajar konstruktivisme adalah sebuah teori yang memberikan kebebasan
terhadap manusia yang ingin belajar atau mencari kebutuhannya dengan kemampuan
menemukan keinginan atau kebutuhannya tersebut dengan bantuan orang lain,
sehingga teori ini memberikan keaktifan terhadap manusia untuk belajar menemukan
sendiri kompetensi, pengetahuan, atau teknologi dan hal lain yang diperlukan guna
mengembangkan dirinya sendiri.
1. Proses mengkonstruksi pengetahuan
Von Galserfeld (dalam Paul, S., 1996) mengemukakan bahwa ada beberapa
kemampuan yang diperlukan dalam proses mengkonstruksi pengetahuan, yaitu;
1) kemampuan mengingat dan mengungkapkan kembali pengalaman,
2) kemampuan membandingkan dan mengambil keputusan akan kesamaan dan
perbedaan,
3) kemampuan untuk lebih menyukai suatu pengalaman yang satu dari pada
lainnya
2. Proses Belajar Menurut Teori Konstruktivistik
Peranan Guru
a) Menumbuhkan kemandirian dengan menyediakan kesempatan untuk mengambil
keputusan dan bertindak;
b) Menumbuhkan kemampuan mengambil keputusan dan bertindak, dengan
meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa;
c) Menyediakan sistem dukungan yang memberikan kemudahan belajar agar siswa
mempunyai peluang optimal untuk berlatih
Sarana Belajar
Pendekatan konstruktivistik menekankan bahwa peranan utama dalam kegiatan
belajar adalah aktifitas siswa dalam mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.
Segala sesuatu seperti bahan, media, peralatan, lingkungan, dan fasilitas lainnya
disediakan untuk membantu pembentukan tersebut.
3. Konstruksi Pengetahuan Menurut Lev Vygotsky (1896-1934)
Teori belajar kokonstruktivistik merupakan teori belajar yang dipelopori oleh Lev
Vygotsky. Teori belajar ko-kontruktinvistik atau yang sering disebut sebagai teori
belajar sosiokultur merupakan teori belajar yang titik tekan utamanya adalah pada
bagaimana seseorang belajar dengan bantuan orang lain dalam suatu zona
keterbatasan dirinya yaitu Zona Proksimal Developmen (ZPD) atau Zona
Perkembangan Proksimal dan mediasi
4. Teori belajar kokonstruktivistik meliputi tiga konsep utama, yaitu:
A. Hukum Genetik tentang Perkembangan
Perkembangan menurut Vygotsky tidak bisa hanya dilihat dari fakta-fakta atau
keterampilan-keterampilan, namun lebih dari itu, perkembangan seseorang
melewati dua tataran. Tataran sosial (interpsikologis dan intermental) dan
tataran psikologis (intrapsikologis)
B. Zona Perkembangan Proksimal
Zona Perkembangan Proksimal/Zona Proximal Development (ZPD) merupakan
konsep utama yang paling mendasar dari teori belajar konstruktivistik
Vygotsky. Vygotsky mendefinisikan Zona Perkembangan Proksimal sebagai
jarak antara level perkembangan aktual seperti yang ditentukan untuk
memecahkan masalah secara individu dan level perkembangan potensial
seperti yang ditentukan lewat pemecahan masalah di bawah bimbingan orang
dewasa atau dalam kolaborasi dengan teman sebaya yang lebih mampu
C. Mediasi
Mediasi merupakan tanda-tanda atau lambang-lambang yang digunakan
seseorang untuk memahami sesuatu di luar pemahamannya. Ada dua jenis
mediasi yang dapat mempengaruhi pembelajaran yaitu,
(1) tema mediasi semiotik di mana tanda-tanda atau lambang-lambang yang
digunakan seseorang untuk memahami sesuatu diluar pemahamannya. Kunci
utama untuk memahami proses sosial psikologis adalah tanda-tanda atau
lambang-lambang yang berfungsi sebagai mediator.atau
5. Prinsip Teori Konstruktif
Prinsip-prinsip utama teori belajar kokonstruktivistik yang banyak digunakan
dalam pendidikan menurut Guruvalah : a) Pengetahuan dibangun oleh siswa secara
aktif b) Tekanan proses belajar mengajar terletak pada Siswa c) Mengajar adalah
membantu siswa belajar d) Tekanan dalam proses belajar lebih pada proses dan
bukan pada hasil belajar e) Kurikulum menekankan pada partisipasi siswa f) Guru
adalah fasilitator
6. Aplikasi Teori Belajar Konstruktivistik dalam Kegiatan Pembelajaran
Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh para tokoh konstruktivisme di atas,
maka implikasi dari dari penerapan teori belajar konstruktivistik ini dalam kegiatan
pembelajaran adalah:
1. Proses pembelajaran harus menggunakan pendekatan student centered, dimana
fungsi guru hanya sebagai fasilitator yang bisa mendorong siswa untuk menemukan
sendiri potensi yang dimilikinya;
2. Proses pembelajaran tidak terlalu berorientasi kepada hasil, tetapi lebih
diorientasikan kepada proses bagaimana siswa memperoleh pemahaman;
3. Guru harus memberikan kebebasan kepada siswa untuk menggunakan
pengalaman dan pemahamannya untuk berpikir, sehingga menumbuhkan
kemandirian pada siswa dalam mengambil keputusan dan tindakan;
4. Guru harus mengembangkan pembelajaran yang collabotarive, sehingga siswa
bisa mendapatkan pemahaman dan pengalaman melalui interaksi social denan
teman-temannya.
5. Guru harus menghindari pola pembelajaran yang memberikan tekanan kepada
siswa untuk bertindak sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh guru;
6. Guru harus membantu siswa menginternalisasi dan mentransformasi informasi
baru, sehingga menghasilkan pengetahuan baru yang selanjutnya akan membentuk
struktur kognitif baru bagi siswa;
7. Guru harus memfasilitasi siswa agar dia bisa belajar dengan sumber yang tidak
terbatas pada apa yang diberikan oleh guru, oleh karenanya guru harus membantu
siswa agar bisa memanfaatkan media internet untuk memperoleh pengetahuan dan
pemahaman.

c. TEORI BELAJAR SOSIAL


1. . Konsep Belajar Menurut Teori Belajar Sosial
Teori belajar sosial merupakan perluasan dari teori belajar perilaku yang
tradisional (behavioristik) yang dikembangkan oleh Albert Bandura (1986). Teori
ini menerima sebagian besar dari prinsip-prinsip teori-teori belajar perilaku, tetapi
memberi lebih banyak penekanan pada efek-efek dari isyaratisyarat pada perilaku,
dan pada proses-proses mental internal
Asumsi awal yang memberi isi sudut pandang teoretis Bandura dalam teori
pembelajaran sosial adalah: (1) Pembelajaran pada hakikatnya berlangsung melalui
proses peniruan (imitation) atau pemodelan (modeling); (2) Dalam proses imitation
atau modeling tersebut, individu dipahami sebagai pihak yang memainkan peran
aktif dalam menentukan perilaku mana yang hendak ditiru dan bagaimana
frekuensi serta intensitas peniruan yang hendak dijalankannya; (3) Imitation atau
modeling adalah jenis pembelajaran perilaku tertentu yang dilakukan tanpa harus
melalui pengalaman langsung; (4) Dalam Imitation atau modeling terjadi penguatan
tidak langsung pada perilaku tertentu yang sama efektifnya dengan penguatan
langsung untuk memfasilitasi dan menghasilkan peniruan. Individu dalam
penguatan tidak langsung perlu menyumbangkan komponen kognitif tertentu
(seperti kemampuan mengingat dan mengulang) pada pelaksanaan proses
peniruan; dan (5) Mediasi internal sangat penting dalam pembelajaran, karena saat
terjadi adanya masukan inderawi yang menjadi dasar pembelajaran dan perilaku
dihasilkan, terdapat operasi internal yang mempengaruhi hasil akhirnya.
2. Aplikasi Teori Belajar terhadap Kegiatan Pembelajaran
Berdasarkan konsep belajar yang dikemukakan oleh Albert Bandura di atas,
maka ada beberapa implikasi yang harus diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran,
yaitu
1. Guru harus menampilkan contoh perilaku yang baik dan yang buruk dari
tokohtokoh yang dikenal oleh siswa, misalnya dengan menampilkan para
sahabat nabi atau orang-orang terkenal yang memiliki pengalaman untuk ditiru
dalam hidupnya;
2. Dalam menentukan model, karakteristik model perlu diperhatikan karena
akan mempengaruhi efektif tidaknya modeling itu untuk siswa. Pilih model yang
memiliki kelebihan atau kekuatan di atas yang lain, sehingga siswa dapat
menentukan apakah perbuatan atau pengalamannya perlu ditiru atau tidak;
3. Observasi adalah kegiatan pembelajaran yang paling utama dilakukan oleh
siswa, sehingga penggunaan media pembelajaran yang bisa merangsang
inderawi siswa untuk mengamati secara maksimal menjadi penting untuk
diperhatikan;
4. Mengamati perilaku orang lain lebih penting, dibandingkan dengan
mengalami sendiri, karena siswa akan lebih mudah mempelajari konsekuansi-
konsekuansi dari pengalaman orang dibandingkan dengan konsekuensi-
konsekuensi yang dialami sendiri;
5. Reinforcement bukanlah syarat yang utama untuk terjadinya proses
pembelajaran, karena yang paling penting adalah mengamati model-model yang
harus terus menerus diperkuat

Adapun hal yang cukup sulit untuk dipahami dalam Materi ini adalah :
Daftar materi
bidang studi
2. yang sulit
1.
dipahami pada
modul 2.
Adapun hal yang Mungkin sering terjadi miskonsepsi dalam memahami beberapa hal
Daftar materi
yang sering terutama hal berikut ini :
mengalami 1.
3.
miskonsepsi
dalam 2.
pembelajaran

Anda mungkin juga menyukai