Anda di halaman 1dari 3

Soal Mendeskripsikan rumusan kasus dan/ atau masalah pokok,

aktor yang terlibat dan persan setiap aktornya berdasarkan


konteks deskripsi kasus.

Jawaban Anda Rumusan kasus dan/ atau masalah pokok dalam kasus
tersebut ialah polemik mengenai dana desa yang
diselenggarakan oleh pemerintah yang dilakukan sebagai
upaya untuk pemberdayaan masyarakat desa dan
pengembangan potensi ekonomi desa. Sehingga,
harapannya dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan
dan taraf hidup masyarakat desa, dan diharapkan dapat
mendorong inovasi dan entrepreneur baru sehingga
produk-produk lokal yang dimiliki oleh setiap desa dapat
dipasarkan secara nasional maupun global. Masalah pokok
dari kasus tersebut adalah adanya indikasi penyelewengan
dana desa yang selama ini dialokasikan pemerintah pusat
yang semestinya untuk peningkatan kesejahteraan
masyarakat desa digunakan untuk kepentingan pribadi
bagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di
daerah. Penyelewengan ini dibuktikan dengan maraknya
kabar keberadaan desa fiktif di seluruh wilayah Indonesia,
dimana hal ini sangat merugikan negara dan merusak
sendi-sendi perekonomian negara karena berhubungan
dengan tindak korupsi yaitu penyelewengan dana desa.
Aktor yang terlibat dan peran setiap aktornya dalam kasus
tersebut, yaitu : 1. Tim khusus dari Kementrian Dalam
Negeri dan Badan Pengelola Informasi dan Dokumentasi
sebagai pihak yang melakukan monitoring terhadap
penyelenggaraan dana desa. 2. Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) sebagai lembaga negara yang berwenang
melakukan penyidikan dan penanganan tindak pidana
korupsi dalam kasus ini yaitu kasus dana desa fiktif. 3.
Oknum penyeleweng dana desa yang dengan sengaja
menciptakan desa fiktif dengan memanfaatkan celah
pengelolaan yang tidak mudah dilakukan pemerintah.
Oknum ini sangat berperan aktif dalam merugikan negara.
4. Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah
sebagai pihak pemerintah yang menyelenggarakan
monitoring dan evaluasi dalam praktik penyelenggaraan
otonomi daerah.

Soal Melakukan analisis terhadap : A. Bentuk penerapan dan


pelanggaran terhadap nilai-nilai dasar PNS, dan
Pengetahuan tentang kedudukan dan peran PNS dan
NKRI oleh setiap aktor yang terlibat berdasarkan konteks
deskripsi kasus. B. Dampak tidak diterapkannya nilai-nilai
dasar PNS dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran
PNS dalam NKRI berdasarkan konteks deskripsi kasus

Jawaban Anda A. Bentuk penerapan dan pelanggaran terhadap nilai-nilai


dasar PNS dan pengetahuan tentang kedudukan dan peran
PNS dan NKRI oleh setiap aktor yang terlibat berdasarkan
konteks deskripsi kasus tersebut, Bentuk pelanggaran
yang terjadi ialah adanya pelanggaran nilai-nilai dasar
ASN yaitu akuntabilitas, nasionalisme, etika publik,
komitmen mutu, serta anti korupsi (korupsi terhadap
penyelewengan dana desa). Korupsi merupakan tindakan
atau perbuatan penyalahgunaan uang negara untuk
kepentingan pribadi atau orang lain. Korupsi berakibat
merugikan negara dan merusak sendi-sendi perekonomian
negara, rusaknya sendi-sendi kehidupan bermasyarakat
dan memperlambat tujuan nasional. Dalam kasus ini
menggambarkan bahwa masyarakat Indonesia belum
sadar akan dampak-dampak dari tindak korupsi sendiri.
PNS memiliki kedudukan sebagai unsur Aparatur Negara
yang menjalankan kebijakan yang sibuat oleh pemerintah
dan harus bebas dari pengaruh dan intervensi publik.
Dalam konteks ini, sebagai PNS harus berperan aktif
dalam pemberantasan korupsi dengan mengawal dan
memberikan solusi terbaik untuk pemecahan masalah ini.
Seorang PNS juga memiliki peran sebagai perencana,
pelaksana, dan pengawas penyelenggaraan kebijakan dan
pembangunan nasional melalui pelaksanaan pelayanan
publik yang profesional, bebas dari intervensi publik , dan
bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme. B. Dampak
tidak diterapkannya nilai-nilai dasar PNS dan pengetahuan
tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI
berdasarkan konteks deskripsi kasus tersebut. Kasus ini
dapat dikaitkan dengan UU No. 5 Tahun 2014 tentang
Aparatur Sipil Negara tentang sikap dan tindakan
Aparatur Sipil Negara terhadap tindak pidana korupsi.
Dalam mewujudkan sebuah strategi pemberantasan tindak
pidana anti korupsi yang efektif dan terstruktur oleh
Aparatur Sipil Negara dibutuhkan pemenuhan peran, yaitu
membentuk komitmen atas kesadaran diri untuk
pencegahan tindak korupsi , transparan dan bebas dari
konflik kepentingan, menumbuhkan kesadaran masyarakat
akan dampak korupsi dan mensosialisasikannya. Apabila
tidak diterapkannya nilai-nilai dasar PNS dan pengetahuan
tentang kedudukan dan peran PNS dalam NKRI dalam
kasus ini menjadi tidak tercapainya fungsi, tugas, dan
kedudukan PNS sebagai pengawas penyelenggaraan tugas
umum pemerintahan.

Soal Mendeskripsikan gagasan-gagasan alternatif pemecahan


masalah berdasarkan konteks deskripsi kasus

Jawaban Anda Gagasan alternatif pemecahan masalah berdasarkan


konteks kasus tersebut antara lain : 1. Memperkuat
koodinasi dan pelaksanaan pengawasan program dana
desa. Hal ini untuk mengantisipasi adanya desa fiktif yang
hanya berorientasi pada pendanaan dari pusat. Adanya
desa fiktif merupakan kesalahan kolektif karena
pembentukan desa melibatkan eksekutif dan legislatif. 2.
Memperbaiki unsur-unsur yang terdapat dalam
pemerintahan itu sendiri dengan meningkatkan
akuntabilitas dan kejelasan kepemimpinan. 3.
Meningkatkan kesadaran nasionalisme dan spiritual
diantara pegawai- pegawai . 4. Meningkatkan etika
diantara pegawai-pegawai 5. Menciptakan komitmen
untuk melahirkan mutu di antara lembaga-lembaga yang
terlibat. 6. Meningkatkan antikorupsi dengan menerapkan
kebiasaan kinerja yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, dan
tanggungjawab .

Soal Mendeskripsikan konsekuensi penerapan dari setiap


alternatif gagasan pemecahan masalah berdasarkan
konteks deskripsi kasus.

Jawaban Anda Konsekuensi penerapan dari setiap alternatif gagasan


pemecahan masalah berdasarkan konteks deskripsi kasus
tersebut adalah 1. Diperlukan ketelitian dan ketegasan
dalam menindak semua pelanggaran pembentukan desa
dan tidak serta merta menyetujui semua usulan
pembentukan desa. 2, 3, 4, dan 5 yaitu akan menjadi
kebiasaan dalam pegawai yang tidak bertanggungjawab,
tidak adanya kesadaran nasionalisme diantara pegawai,
tidak adanya etika diantara pegawai, tidak adanya
komitmen sehingga kebijakan yang telah di buat tidak
akan tercapai secara efektif dan efisien. 6. Akan mendarah
daging di dalam diri dan kebiasaan