Anda di halaman 1dari 11

Bab 3

Lingkup Pekerjaan Proyek


Lingkup Proyek

Tujuan Umum :
Secara umum tentang lingkup pekerjaan proyek bertujuan mempelajari lingkup dalam
manajemen proyek yang difokuskan dalam membuat Work Breakdown Structure (WBS)
dan membuat kerangka acuan kerja.

Tujuan Khusus:
1. Mempelajari lingkup pekerjaan dalam proyek
2. Menterjemahkan dari tujuan proyek menjadi work breakdown structure
3. Membuat mindmapping sebagai alat pembuatan WBS
4. Membuat WBS untuk pekerjaan dibidang proyek kelistrikan.
5. Membuat kerangka acuan kerja

3.1. Lingkup Pekerjaan Proyek


Proyek dilaksanakan akan melaksankan tujuan yang ditetapkan. Berdasarkan tujuan
tersebut selanjutnya dijabarkan menjadi lingkup proyek yang menjelaskan batas-batas
dalam proyek, yaitu hasil akhir yang seperti apa yang harus diserahkan dan bagian mana
yang bukan merupakan pekerjaan proyek. Lingkup proyek dilihat dari sisi kepentingan
pemilik (yang berkepentingan) dengan keberadaan proyek, bukan kepentingan pelaksana
(kontraktor) proyek. Lingkup proyek mencakup cara mengidentifikasi keseluruhan
pekerjaan proyek, dan pekerjaan tersebut harus dikerjakan secara lengkap sebagai hasil
proyek.

Lingkup proyek yang utama yaitu mendefinisikan dan mengendalikan apa yang
seharusnya dan apa yang bukan termasuk dalam pekerjaan proyek. Satu hal yang
menjadi penyebab kegagalan proyek yaitu manajer proyek kurang mengalokasikan
waktunya untuk mendifinisikan pekerjaan, kurang memahami lingkup proyek yang
diinginkan pemilik proyek, atau kesalahan dalam pekerjaan yang semestinya bukan
termasuk dalam anggaran proyek tapi kemudian dikerjakan.

Orang-orang yang tidak berkepentingan (penjilat) yang ikut campur dalam mengubah
lingkup proyek, hal ini akan menjadikan banyak hal merugikan dan semakin tidak dapat
dikendalikan. Hal yang harus diperhatikan setiap perubahan lingkup proyek akan
berpengaruh langsung pada waktu, dan biaya proyek. Maka perubahan lingkup
seharusnya mendapatkan persetujuan dari pemilik proyek dan pihak yang memberikan
dana proyek.

Lingkup proyek terdiri beberapa kegiatan untuk membantu manajer proyek dalam
mengelola proyek yang akan dikerjakan, terdiri atas empat tahapan yaitu :
mendifiniskan lingkup proyek, menetapkan lingkup pekerjaan, melakukan verifikasi
lingkup dan mengadaptasikan lingkup proyek.

Manajemen Proyek Kelistrikan 28


Bab 3
Lingkup Pekerjaan Proyek
Lingkup Proyek

Tabel 3-1 Tabel input-proses-output lingkup proyek

Masukan (input) Proses Keluaran (output)


 Kontrak proyek  Perencanaan :  Pernyataan lingkup
 Kerangka kerja logis mendefinisikan lingkup  Work Breakdown
 Informasi hostoris proyek, batas-batas, Structure
 Informasi ahli waris asumsi, ketidakleluasaan  Rencana perubahan
dan kriteria sukses. lingkup
 Pelaksanaan :
menempatkan pekerjaan
pada tiap orang.
 Pemeriksaan : memeriksa
kelengkapan pekerjaan
 Adaptasi : meng-update
lingkup dari pihak ang
membolehkan dilakukan
perubahan

 Dalam penjelasan proyek memberikan hasil proyek secara nyata seperti jumlah dana
yang diberikan kepada penerima proyek. Contoh proyek bantuan Kelistrikan
Mikrohidro berupa dana hibah dari Dirjen ESDM untuk desa-desa yang tidak
terjangkau oleh distribusi listrik PLN. Desa-desa tersebut harus memenuhi syarat-
syarat untuk mendapatkan hibah, besarnya bantuan dana terbatas dan ada syarat2
yang harus dapat dipenuhi oleh pengurus desa tersebut.
 Ketidakleluasaan dalam proyek adalah segala sesuatu yang membatasi yang berasal
dari pendonor, ahliwaris atau kondisi lokal. Sebagai contoh pendonor memberikan
syarat agar barang yang dipakai dari negara pemdberi donor. Hibah Mikrohidro dari
Dirjen ESDM sebagai sponsor proyek, memberikan syarat dalam kontraknya agar
material yang dipakai proyek yang berasal dari merek-merek dalam negri dengan
tujuan untuk menggerakkan industri dalam negeri.
 Asumsi proyek merupakan kondisi yang diharapkan agar proyek berjalan sukses,
kondisi tersebut bisa diterima benar dan bukan merupakan sekedar pameran saja,
sebagai contoh kontribusi pekerja proyek dalam menyelesaikan pekerjaan proyek.
 Dalam proyek tergantung faktor internal dan eksternal, faktor internal berasal dari
internal organisasi dari rekan satu tim atau masih dalam satu lingkup organisasi.
Faktor ekternal dapat berasal dari alam, seperti musim hujan akan mempengaruhi
pekerjaan konstruksi, faktor eksternal juga berasal dari organisasi lain misalkan dari
dukungan pendanaan proyek dari perbankan bisa berubah ketika terjadi resesi
ekonomi atau ada gejolak suku bunga atau nilai tukar dollar-rupiah.
 Kesuksesan proyek ditentukan oleh stakeholder (pemangku kepentingan), pihak
pemberi donor untuk anggaran proyek dan dari ahli waris. Sukses proyek bukan
sekedar terpenuhinya dan kelengkapan proyek saat diserahkan, ketepatan waktu saat

Manajemen Proyek Kelistrikan 29


Bab 3
Lingkup Pekerjaan Proyek
Lingkup Proyek

penyerahan, sesuai dengan anggaran proyek. Tetapi sukses juga dilihat dari hasil
proyek akan memberi manfaat dampak jangka panjang kepada pemilik proyek.

3.2. Work Breakdown Structure


Work breakdown structure merupakan penjelasan secara hirarki dari pekerjaan yang
harus diselesaikan secara menyeluruh dalam proyek. Untuk membuat diagram WBS
harus diketahui struktur WBS seperti gambar 3-1. Work breakdown structure terdiri
beberapa level, level 0 merupakan proyek keseluruhan, level pertama disebut kelompok
utama, level kedua merupakan turunan dari masing-masing level pertama dan disebut
sebagai tugas. Level ketiga merupakan turunan dari level kedua dan disebut tugas, level
keempat turunan dari level ketiga dan disebut kegiatan.
Sebuah WBS dalam teknik manajemen proyek digunakan untuk mendefinisikan dan
mengorganisasikan lingkup proyek secara menyeluruh dengan menggunakan hirarki
sebuah pohon. Pada level kesatu dan level kedua dari WBS harus dapat mendifinisikan
hasil akhir yang direncanakan secara kolektif yang mencakup 100% dari lingkup proyek.
Setiap dahan dan cabang dari WBS dari setiap level mencakup 100% lingkup dahan
berikut rantingnya. Memang tidak mudah untuk membuat WBS secara detail dan
lengkap, dengan latihan secara cermat hasilnya akan semakin baik.

Satu hal yang harus dipahami dalam membuat WBS, bahwa rancangan WBS
menggambarkan 100% dari aktivitas secara lengkap.

Proyek Proyek
keseluruhan Level 0

Kelompok Aktivitas Aktivitas Aktivitas Level 1


utama

Tugas Aktivitas Aktivitas Aktivitas Level 2

Kegiatan
Aktivitas Level #N
Tugas #1 Tugas #2 Tugas #3

Work package

Gambar 3-1 Diagram Work Breakdown Structure

Manajemen Proyek Kelistrikan 30


Bab 3
Lingkup Pekerjaan Proyek
Lingkup Proyek

Penggunaan WBS

Ada empat penggunaan work breakdown structure (WBS) dalam proyek :


1. Perangkat proses, work breakdown structure digunakan sebagai alat dalam proses
perencanaan. Dengan WBS manajer proyek dan tim proyek dapat memvisual kan
secara jelas bagaimana pekerjaan proyek di kelola secara efektif.
2. Perangkan desain arsitektural, kapan setiap pekerjaan akan dikerjakan, dengan
membaca work breakdown struture seperti melihat peta wilayah atau gambar
photo yang memperlihatkan keseluruhan cakupan pekerjaan pekerjaan proyek.
WBS juga memperlihatkan hubungan satu pekerjaan dengan pekerjaan berikutnya,
atau urutan pekerjaan dilaksanakan.
3. Perangkat perencanaan, dalam phase pekerjaan perencanaan, WBS
memberitahukan pada tim proyek secara detail keseluruhan pekerjaan yang
seharusnya di laksanakan. Dengan WBS dapat dibuat estimasi kebutuhan
sumberdaya, diantaranya kebutuhan pekerja, estimasi anggaran, estimasi waktu
yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek.
4. Perangkat pelaporan status proyek, WBS dapat digunakan untuk melaporkan
status pencapaian pelaksanaan proyek Aktivitas dalam proyek perlu dilakukan
konsolidasi dari pekerjaan dengan level terendah ke level yang lebih tinggi.
Kelengkapan dalam level rendah harus diselesaikan untuk dapat berpindah pada
pekerjaan berikutnya. Contoh: dalam pekerjaan instalasi listrik diawali dari [1]
gambar oneline, [2] dilanjutkan penentuan letak saklar, fiting dan stop kontak, [3]
pembobokan tembok untuk meletakkan pipa. [4] penarikan kabel [5] pasang
saklar, fiting dan stop kontak [6] penyambungan kabel. Urutan pekerjaan ini tidak
mungkin di selang seling. Dengan demikian peristiwa penting (milestone) dalam
WBS dapat dilaporkan oleh manajer proyek ke pihak pemilik (user) proyek.

3.3. Pembuatan WBS


Pembuatan Work breakdown structure (WBS) dapat dilakukan dengan dua pendekatan,
pertama pendekatan atas kebawah (top down approach) dan cara kedua pendekatan
bawah ke atas (bottom up approach). Pendekatan dari atas ke bawah dimulai dari tujuan
akhir proyek yang harus dicapai selanjutnya diturunkan menjadi beberapa aktivitas
dilevel yang lebih rendah, level pertama, level kedua sampai level terendah menjadi
work package, lihat gambar 3-1. Dilanjutkan dengan membuat estimasi waktu pekerjaa,
estimasi biaya dan estimasi sumberdaya yang dibutuhkan.
Pendekatan kedua yaitu dari bawah ke atas dimulai dengan langkah sumbang saran
(brainstorming) dari anggota tim proyek. Dilanjutkan dengan langkah seperti metode
atas ke bawah yaitu menentukan aktivitas pada level pertama. Berdasarkan pembagian
tersebut dibuatlah beberapa tim kecil untuk membuat turunan pekerjaan dari level
pertama menjadi pekerjaan pada level kedua, dilanjutkan pada level ketiga dan
seterusnya sampai keseluruhan pekerjaan proyek tersusun secara hirarkis sebagai work
breakdown structure. Setiap anggota grup diberikan hak melakukan koreksi baik

Manajemen Proyek Kelistrikan 31


Bab 3
Lingkup Pekerjaan Proyek
Lingkup Proyek

penambahan, pengurangan sampai dirasakan hasil akhir memuaskan keseluruhan


anggota tim.

3.4. Mindmap pembuatan WBS


Metode mindmapping dikenal oleh Joyce Wycoff dan Tony Buzan, dengan metode
mindmapping anggota tim proyek dapat membuat gambar graphis keseluruhan aktivitas
yang berhubungan dengan proyek. Berikut ini model mapping sukses penerapan total
quality management (TQM). Gambar 3-2 menggambarkan pohon TQM dibagi menjadi
tujuh dahan besar aktivitas meliputi : [1] role of the team, [2] type team, [3] training,
[4] leadership, [5] development, [6] profile dan [7] selection. Dari masing-masing
dahan besar diturunkan lagi dalam bentuk ranting untuk untuk masing-masing dahan
besar jumlah rantinya bisa berbeda-beda ada yang dua bahkan ada yang enam ranting
tergantung pada pentingnya masalah.

Gambar 3-2 Struktur Mindmapping

3.5. Enam Kriteria Kelengkapan WBS


Untuk menilai rancangan work breakdown structure lengkap atau tidak dapat diperiksa
dengan enam parameter, yaitu
1. Status yang terukur
2. Pekerjaan dimulai dan diselesaikan dgn jelas
3. Pekerjaan harus dapat diselesaikan
4. Waktu/biaya dapat diestimasikan
5. Durasi waktu dalam batas rentang yang diterima
6. Aktivitas tidak tergantung

Manajemen Proyek Kelistrikan 32


Bab 3
Lingkup Pekerjaan Proyek
Lingkup Proyek

1. Status yang terukur


Pekerjaan baik berbentuk konstruksi, instalasi, membuat perangkat lunak termasuk
pekerjaan jasa harus memiliki status terukur. Pemasangan trafo distribusi meemrlukan
waktu 5 hari termasuk penarikan kabel, pemasangan trafo, penyambungan kabel ke
panel daya. Jika pekerjaan sudah berjalan selama 3 hari, maka dapat diukur target
pekerjaan selesai yaitu 3/5 x 100% = 60%. Sisanya yang 40% akan diselesaikan dalam 2
hari sisanya. Dalam pembuatan WBS semua aktiitas pekerjaan harus dapat terukur.

2. Pekerjaan dimulai dan diselesaikan dengan jelas


Setiap pekerjaan dalam WBS dapat diestimasikan waktu selesainya, maka setiap
pekerjaan harus dimulai dan diselesaikan dgn target waktu yang jelas. Jam kerja
mingguan ditetapkan 40 jam per minggu atau delapan jam perhari, atau dalam satu
minggu ada lima hari kerja dimulai Senin sampai Jumat, hari sabtu dan hari minggu
sebagai hari libur kerja. Dalam pekerjaan proyek bisa saja berlaku ketentuan berbeda,
dimana satu hari kerja sama dengan 24 jam kerja juga, caranya dibuat tiga kali
pergantian shift kerja. Bahkan hari Sabtu dan Minggu dapat saja pekerjaan berlangsung
dengan cara pengaturan jam orang sehingga pekerjaan proyek tetap berlangsung.
Mengingat dalam proyek terdiri puluhan, ratusan bahkan ribuan pekerjaan maka setiap
pekerjaan harus dimulai dan diselesaikan dengan waktu yang jelas.

3. Pekerjaan harus dapat diselesaikan


Setiap jenis pekerjaan fisik maupun non-fisik seperti pekerjaan merancang memerlukan
waktu tertentu, diperlukan orang untuk mengerjakan dan juga peralatan tertentu.
Pekerjaan penyambungan kabel tegangan tinggi harus dikerjakan orang teknisi ahli, ada
peralatan khusus pengaman tegangan tinggi dan kabel tegangan tinggi harus tersedia
dengan spesifikasi khusus. Pekerjaan membuat rancangan gambar dikerjakan oleh juru/
ahli gambar yang dikerjakan secara manual atau dengan bantuan komputer. Namun
demikian setiap pekerjaan harus dapat diestimasikan berapa waktu yang diperlukan
untuk dapat diselesaikan, apakah dalam satuan menit, dalam bilangan jam, dalam
bilangan hari atau bahkan beberapa minggu. Sebagai contoh pekerjaan pengecoran beton
harus selesai dalam satu hari agar kualitas pengecoran bagus, tetapi harus menunggu
sampai 21 hari agar hasil pengecoran benar-benar berkualitas.

4. Waktu dan biaya dapat diestimasikan


Pekerjaan mestinya dapat diestimasikan baik waktu maupun biayanya, waktu
berhubungan dengan besarnya volume pekerjaan, biaya berhubungan dengan material
yang digunakan dan jumlah orang yang dilibatkan dalam pekerjaan. Pekerjaan instalasi
listrik dengan 20 titik lampu diperkirakan selesai dalam waktu 2 hari saja, bila
dikerjakan oleh dua teknisi listrik dan seorang pembantu teknisi, karena berdasarkan
pengalaman seorang teknisi dapat menyelesaikan rata-rata 10 titik lampu perharinya.
Biaya juga dapat dihitung ongkos teknisi Rp 100.000/ hari dan ongkos pembantu teknisi
Rp 50.000/hari. Maka biaya pemasangan instalasi listrik diestimasikan sebesar (Rp
100.000 x 2 hari) + ( Rp 50.000 x 2 hari) = Rp 300.000,-. Biaya tersebut baru upah kerja

Manajemen Proyek Kelistrikan 33


Bab 3
Lingkup Pekerjaan Proyek
Lingkup Proyek

teknisi dan pembantu teknisi. Harga materila instlasi berupa lampu, fiting lampu, kabel,
saklar harus dihitung dengan benar.

5. Durasi waktu dalam rentang batas yang diterima


Dalam kondisi normal pekerjaan pemasangan instalasi listrik, seorang teknisi mampu
memasang 10 titik lampu tiap hari dengan bantuan seorang pembantu tukang jika
dilakukan ditempat tertutup. Ketika instalasi listrik dilakukan ditempat terbuka target
waktu akan berubah. Hal ini harus diperhitungkan dengan baik, jika tidak maka target
waktu akan menjadi panjang, namun harus diperhitungkan selama durasi waktu masih
dalam rentang batas yang bisa diterima hal ini tidak menjadi masalah.

6. Aktivitas tidak tergantung


Pekerjaan yang saling tergantung harus dikerjakan secara serial, untuk pemasangan
instalasi lampu dimulai dari pemasangan saklar dan stop kontak, dilanjutkan dengan
penarikan kabel dan penyambungan kabel. Sebelum diberikan tegangan di tes dengan
alat ukur listrik. Aktivitas dalam WBS dibuat tidak tergantung, kegiatan yang tergantung
ditempatkan dalam satu ranting atau dalam satu dahan.

Gambar 3-3 memperlihatkan struktur WBS yang memiliki tiga sasaran, yaitu objective
#1, objective #2 dan objective #3. Dari masing-masing objective diturunkan menjadi
masing-masing dua aktivitas. Dari masing-masing aktivitas diturunkan menjadi task.
Perhatikan kode WBS harus disesuaikan dengan objective, activity masing-masing.

Gambar 3-3 WBS dengan tiga sasaran

Manajemen Proyek Kelistrikan 34


Bab 3
Lingkup Pekerjaan Proyek
Lingkup Proyek

3.6. Studi Kasus WBS Instalasi Genset

0.0. Instalasi Genset

1.0. Perencanaan 2.0.Pasang Genset 3.0. Pengawatan 4.0. Komisioning

1.1.Oneline diagram 2.1. Pondasi Genset 3.1.Kabel ke Genset 4.1.Test tanpa beban

1.2. Bill of quantity 2.2. Genset ke pondasi 3.2. Kabel ke panel 4.2. Uji Elektrik

1.3. Layout Genset 2.3.Aligment Genset 3.3. Metering 4.3.Test Berbeban

Gambar 3-4 Work breakdown structure Instalasi Genset

Kerangka WBS Instalasi Genset

0.0 Instalasi Genset


1.0 Perencanaan
1.1. oneline diagram genset
1.2. Bill of Quantity
1.3. Layout genset
2.0 Pasang genset
2.1. Pondasi genset
2.2. Genset ke pondasi
2.3. Aligment
3.0 Pengawatan
3.1. Kabel ke genset
3.2. Kabel ke panel
3.3. Metering panel
4.0 Komisioning
4.1. Test tanpa beban
4.2. Test berbeban
4.3. Penyerahan proyek

Manajemen Proyek Kelistrikan 35


Bab 3
Lingkup Pekerjaan Proyek
Lingkup Proyek

3.7. Kerangka Acuan Kerja

Proyek dirancang, dilaksanakan dan ditutup dengan jelas. Kerangka acuan kerja (project
overview statement) merupakan dokumen tertulis yang dibuat oleh pemilik proyek,
biasanya dibantu oleh tim konsultan sebagai pedoman pelaksanaan proyek. Kerangka
acuan kerja berisi informasi singkat tentang latar belakang proyek, tujuan proyek,
sasaran proyek, kriteria sukses, asumsi dan resiko.

a. Latar belakang, proyek dibangun karena adanya kesenjangan atau ketimpangan


yang harus dapat segera dipenuhi. Kebutuhan energi listrik yang meningkat dari
waktu ke waktu menyebabkan ketersediaan energi listrik PLN berkurang. Maka
dibangun beberapa proyek pembangkitan listrik.

b. Tujuan proyek, untuk merealisasikan adanya kebutuhan akan proyek maka


tujuan proyek harus memenuhi kriteria SMART, yaitu Specific, Measureble,
Assignable, Realistic dan Time-related. Spesifik dalam target maupun tujuan
yang akan dicapai. Terukur dalam menetapkan indikator dari progres yang
seharusnya dicapai. Pekerjaan tersebut ada penanggungjawabnya. Realistik
untuk dikerjakan dan tersedia sumberdayanya. Lama waktu proyek harus
ditetapkan dan dapat dicapai.
c. Sasaran proyek, tujuan masih bersifat umum, sedangkan sasaran lebih detail.
Sasaran proyek mengandung empat hal, yaitu ada hasil, batasan waktu, terukur
dan rencana aksi. Sasaran harus memberikan hasil akhir dengan batasan waktu
yang jelas terukur kriterianya dan ada rencana aksinya.
d. Kriteria sukses, setiap proyek ada harapan dan manfaat yang ingin dicapai
dimasa yang akan datang. Tentunya harapan dan manfaat bagi pemilik proyek.
Kriteria sukses harus menghasilkan kondisi lebih baik dari sebelumnya. Contoh
kriteria sukses, bahwa pembangunan pembangkit listrik akan memberikan
ketersediaan energi listrik yang berkualitas bagi pelanggan.
e. Asumsi dan resiko, beberapa asumsi berkaitan dengan kondisi lingkungan,
perkmebnagn teknologi, sosial ekonomi masyarakat dan budaya. Mengingat
adanya proyek bisa berdampak positip dan juga negatif. Industrilisasi berdampak
bagi terciptanya lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan, peningkatan
pendapatan, tetapi dilain pihak ada dampak negatip seperti pencemaran
lingkungan, rusaknya ekologi, kebisingan dst.

Manajemen Proyek Kelistrikan 36


Bab 3
Lingkup Pekerjaan Proyek
Lingkup Proyek

3.8. Rangkuman

1. Lingkup Pekerjaan Proyek Proyek dilaksanakan akan melaksankan tujuan yang


ditetapkan. Berdasarkan tujuan tersebut selanjutnya dijabarkan menjadi lingkup
proyek yang menjelaskan batas-batas dalam proyek, yaitu hasil akhir yang
seperti apa yang harus diserahkan dan bagian mana yang bukan merupakan
pekerjaan proyek.
2. Work Breakdown Structure, merupakan penjelasan secara hirarki dari pekerjaan
yang harus diselesaikan secara menyeluruh dalam proyek yang disusun menjadi
beberapa level. dari level satu, level ke dua dst.
3. Pembuatan WBS dapat dilakukan dengan dua pendekatan, pertama pendekatan
atas kebawah (top down approach) dan cara kedua pendekatan bawah ke atas
(bottom up approach).
4. Mindmaping pembuatan WBS dikenalkan oleh Joyce Wycoff dan Tony Buzan,
dengan metode mindmapping anggota tim proyek dapat membuat gambar
graphis keseluruhan aktivitas yang berhubungan dengan proyek
5. Untuk menilai rancangan work breakdown structure lengkap atau tidak dapat
diperiksa dengan enam parameter, yaitu Status yang terukur, Pekerjaan dimulai
dan diselesaikan dgn jelas, Pekerjaan harus dapat diselesaikan, Waktu/biaya
dapat diestimasikan, Durasi waktu dalam batas rentang yang diterima
6. Kerangka Acuan Kerja, dokumen tertulis berisi informasi singkat tentang latar
belakang proyek, tujuan proyek, sasaran proyek, kriteria sukses, asumsi dan
resiko dampak.

3.9. Latihan dan tugas


1. Apa tujuan dibuat WBS dalam manajemen proyek
2. Buatlah WBS proyek instlasi listrik rumah tinggal seperti gambar 3.5
3. Buat pernyataan kerangka acuan kerja singkat jelas, dari soal no 2 diatas
4. Buatlah kerangka acuan kerja untuk pembuatan gardu distribusi 20KV/400V
dengan trafo daya 2 x 400 KVA.

Manajemen Proyek Kelistrikan 37


Bab 3
Lingkup Pekerjaan Proyek
Lingkup Proyek

(simbol diatas standar ANSI)

Gambar 3.5. Proyek Instalasi Rumah Tinggal

Manajemen Proyek Kelistrikan 38