Anda di halaman 1dari 5

KELOMPOK OHM

1. ASEP HIDAYAT, M.Pd, M. Kom ( SMAN 1 CIRUAS)


2. ANDRI MARTADINATA, S.Pd (SMAN 3 CILEGON)
3. DENI PURWADI, S.Pd (SMAN 1 MALIMPING)
4. YUYUN YUNIAR, M.Pd (SMAN 1 CIMARGA)
5. TITA JUWITA, S.Pd (SMAN 3 RANGKASBITUNG)
6. FADHULIL JANNAH, S.Si, M.Pd (SMAN 19 KAB TANGERANG)
PERCOBAAN HUKUM OHM

A. Tujuan : Menghitung besarnya hambatan pada komponen ohmik dan non-ohmik

B. Alat dan Bahan :

1. Power Supply

2. Lampu LED 1 buah

3. Lampu kecil

4. Hambatan bangku 1 buah

5. Amperemeter 1 buah

6. Voltmeter 1 buah

7. Kabel

C. Dasar Teori :

Bunyi dari Hukum Ohm adalah “Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar
atau konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial/tegangan (V) dan berbanding
terbalik dengan hambatannya (R). “

V
I=
R
Jika suatu bahan penghantar menghasilkan grafik kuat arus I sebagai fungsi, beda potensial V
tidak membentuk garis lurus, penghantarnya disebut komponen non-ohmik. Contohnya lampu
LED. Untuk bahan penghantar yang menghasilkan grafik kuat arus I sebagai fungsi, beda potensial
V membentuk garis lurus, penghantarnya disebut komponen ohmik. Contohnya hambatan
bangku, lampu pijar (dalam batas suhu tertentu).

D. Prosedur

1. Rangkaialah alat seperti di bawah ini menggunakan hambatan dengan komponen non-ohmik
(LED).

2. Sambungkan saklar

3. Amati dan baca nilai yang terukur pada Amperemeter dan voltmeter.

4. Ulangi prosedur 1 – 3 dengan mengubah variabel tegangan

5. Sajikan data dalam tabel.

6. Lakukan kembali prosedur 1 -5 dengan mengganti hambatan (R) dengan komponen ohmik
berupa hambatan bangku dan lampu kecil secara bergantiasn.
E. TABEL PENGAMATAN DAN PENGOLAHAN DATA

1. Komponen Non Ohmik (Lampu LED)

Percobaan ke .... Tegangan (V) Kuat Arus(I) V


Hambatan (R = )
I
1 2V 0,01 A 200 
2 4V 0,12 A 33,3 
3 6V 0,1 A 60 
2. Komponen
Ohmik (Hambatan Bangku)

Percobaan ke .... Tegangan (V) Kuat Arus(I) V


Hambatan (R = )
I
1 5V 0,05 A 100 
2 10 V 0,1 A 100 
3 15 V 0,15 A 100 

3. Komponen Ohmic batas tertentu (Lampu kecil)

Percobaan ke .... Tegangan (V) Kuat Arus(I) V


Hambatan (R = )
I
1 3 V 0,25 A 12 
2 4V 0,31 A 13 
3 5V 0,35 A 14 

F. Analisis Data

Grafik hubungan Tegangan (V) terhadap Kuat Arus (I) pada komponen
non-ohmik (Lampu LED)
6

4
Tegangan (volt)

0
0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5
Kuat Arus (I)
Grafik hubungan Tegangan (V) terhadap Kuat Arus (I) pada komponen
ohmik (hambatan bangku)
16

14

12
Tegangan (volt)

10

0
0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5
Kuat Arus (I)

Grafik hubungan Tegangan (V) terhadap Kuat Arus (I) pada komponen
ohmik (lampu kecil)
6

4
Tegangan (volt)

0
0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5
Kuat Arus (I)

Kesimpulan :

1. Pada rangkaian hambatan dengan menggunakan komponen non ohmic menghasilkan nilai
hambatan yang bervariasi dan menghasilkan grafik tidak linear.
2. Pada rangkaian hambatan dengan menggunakan komponen ohmic (hambatan bangku)
menghasilkan nilai hambatan yang konstan dan menghasilkan grafik linear.
3. Pada rangkaian hambatan dengan menggunakan komponen ohmic batas tertentu (lampu
kecil) menghasilkan nilai hambatan yang mendekati konstan dan menghasilkan grafik
mendekati linear.