Anda di halaman 1dari 32

PERUSAHAAN JASA

Perusahaan jasa merupakan jenis perusahaan yang menjual atau memberi jasa kepada pel
anggan atau masyarakat seperti bank, asuransi, transportasi, kantor akuntan, dan lain seba
gainya.
Menurut Kotler, perusahaan jasa adalah perusahaan yang menawarkan suatu tindakan yang
tidak berwujud dan tidak menyebabkan perpindahan kepemilikan.
Sama dengan Kotler, Adrian Payne mendefinisikan perusahaan jasa sebagai perusahaan ya
ng melakukan aktivitas ekonomi yang memiliki manfaat intangible dan terdapat hubungan int
eraksi dengan konsumen atau dengan barang miliknya sendiri tetapi tidak menghasilkan tra
nsfer kepemilikan.
Ciri-ciri perusahaan jasa adalah:
1. Kegiatan utamanya menjual jasa.
2. Tidak menyediakan produk dalam bentuk fisik.
3. Pendapatannya didapat dari hasil jasa yang diberikan.
4. Tidak memiliki perhitungan harga pokok penjualan.
5. Tidak ada standar harga yang umum.
6. Laba atau rugi didapat berdasarkan hasil perbandingan dari jumlah pendapatan deng
an beban atau beratnya jasa yang diberikan.
Berikut ini adalah beberapa contoh perusahaan jasa:
1. Jasa profesi seperti dokter, akuntan, konsultan keuangan serta konsultan pajak.
2. Jasa travel seperti penjualan tiket perjalanan dan angkutan umum.
3. Layanan instalasi dan reparasi seperti reparasi ponsel maupun bengkel.
4. Jasa pendidikan/ kursus seperti bimbingan belajar, kursus bahasa, serta sekolah.
5. Penginapan seperti hotel, asrama dan mess.
6. Penyedia layanan komunikasi seperti televisi, radio dan telepon.
7. Jasa perawatan tubuh seperti salon dan spa.
Siklus Akuntansi pada Perusahaan Jasa
Sama dengan jenis perusahaan lainnya, perusahaan jasa juga harus membuat laporan keua
ngan. Berikut adalah siklus akuntansi perusahaan jasa:
1. Identifikasi dan analisis transaksi (Penggolongan)
Tidak semua transaksi dapat dicatat, transaksi yang dapat dicatat adalah transaksi y
ang mengakibatkan perubahan posisi keuangan perusahaan, memiliki bukti dan dap
at dinilai ke dalam unit moneter secara objektif.
Contohnya seperti nota pembelian, kwitansi penjualan, dan sebagainya. Setelah men
gidentifikasi transaksi, Anda harus menentukan pengaruhnya terhadap posisi keuang
an.
2. Pencatatan transaksi ke dalam jurnal
jurnal adalah suatu catatan kronologis tentang transaksi-transaksi yang terjadi dalam
suatu periode akuntansi.
3. Posting ke buku besar
Buku besar adalah kumpulan rekening-rekening pembukuan yang masing-masing di
gunakan untuk mencatat informasi tentang aktiva tertentu.
Golongkan data transaksi keuangan berdasarkan jenis transaksi, tanggal, nomor dan
nama akun dan lain sebagainya. Dengan begitu, seluruh transaksi perusahaan pada
jurnal yang berhubungan dengan kas akan masuk pada satu buku besar kas.
Lalu, hitung saldo masing-masing akun pada buku besar untuk mengetahui total nilai
akun.
4. Penyusunan Neraca Saldo
Neraca saldo adalah daftar saldo rekening-rekening buku besar pada periode tertent
u.
Saldo pada neraca saldo harus sama jumlahnya antara jumlah debit dan kredit.
5. Penyusunan Jurnal & Neraca Saldo Penyesuaian
Jika pada akhir periode akuntansi, terdapat transaksi yang belum dicatat, ada transa
ksi yang salah atau perlu disesuaikan maka dicatat dalam jurnal penyesuaian.
Penyesuaian umumnya dilakukan secara periodik, biasanya saat laporan akan disus
un.
Neraca saldo penyesuaian dibuat dengan cara memindahkan saldo yang telah dises
uaikan pada buku besar ke dalam neraca saldo yang baru.
Saldo dari akun-akun pada buku besar dikelompokkan kedalam kelompok aktiva ata
u pasiva. Saldo antara kelompok aktiva dan pasiva pada neraca saldo ini juga harus
seimbang.
Contohnya penyusutan peralatan, uang sewa yang belum dilunasi dan lain sebagain
ya.
6. Neraca Lajur
Penyusunan neraca lajur akan mengacu pada neraca saldo dan jurnal penyesuaian.
Neraca lajur akan memberikan informasi dalam bentuk laporan laba-rugi dan neraca.
Keduanya itu akan menjadi dasar dalam pembuatan laporan keuangan.
7. Penyusunan Laporan Keuangan
Berdasarkan informasi pada neraca saldo setelah penyesuaian, tahap selanjutnya ya
itu menyusun laporan keuangan. Laporan keuangan yang disusun seperti; Laporan l
aba rugi, Laporan perubahan modal, Neraca, dan Laporan arus kas.
8. Penyusunan Jurnal Penutup
Jurnal penutup hanya dibuat pada akhir periode akuntansi saja.
Rekening yang ditutup hanya rekening nominal atau rekening laba-rugi. Caranya den
gan me-nol kan atau membuat nihil rekening terkait.
Rekening-rekening nominal harus ditutup karena rekening tersebut digunakan untuk
mengukur aktivitas atau aliran sumber-sumber yang terjadi pada periode berjalan.
9. Jurnal Pembalik
Tahapan jurnal pembalik adalah tahap pembalikan beberapa akun yang telah ditutup
untuk mengembalikan saldonya. Akun perkiraan yang dibalik biasanya merupakan p
embayaran yang dibayar di muka dan belum jatuh tempo.
10. Neraca Akhir atau Awal (Setelah Penutupan)
Tahap ini disebut dengan neraca akhir atau awal karena sebagai neraca akhir yang d
ihasilkan pada akhir periode, disebut neraca awal karena akan digunakan sebagai ne
raca awal pada siklus akuntansi periode berikutnya.
Jenis Transaksi pada Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa
1. Pembelian
2. Pendapatan
3. Pembayaran Beban – beban
4. Penerimaan Piutang
5. Penanaman Modal atau Investasi
Prinsip pengakuan pendapatan mensyaratkan bahwa perusahaan mengakui pendapatan pa
da periode akuntansi di mana kewajiban kinerja dipenuhi. dalam perusahaan jasa, pendapat
an diakui pada waktu pelayanan dilakukan. Dalam perusahaan dagang, kewajiban pelaksan
aan umumnya dipenuhi ketika barang berpindah dari penjual ke pembeli, yaitu saat transaks
i penjualan selesai dan harga jual ditetapkan.
PERUSAHAAN EKSTRAKTIF
Perusahaan ekstraktif merupakan perusahaan yang kegiatannya langsung mengambil serta
memanfaatkan hasil-hasil kekayaan alam seperti perusahaan pertambangan, penangkapan i
kan di laut bebas, penebangan kayu legal, pengambilan rumput laut, dan lain sebagainya.
Pada dasarnya, perusahaan ekstraktif adalah suatu badan usaha yang mempunyai kegiatan
pengelolaan sumberdaya alam. Kegiatan tersebut mulai dari melakukan eksplorasi, pengam
bilan, dan juga proses jadi agar mampu memenuhi keperluan manusia.
Ciri-ciri perusahaan ekstraktif adalah:
1. Mengambil secara langsung benda atau barang yang sejak awal tersedia di alam.
2. Menjadikan hasil pengumpulan benda atau barang tersebut untuk dijual dan dimanfa
atkan lebih lanjut.
IFRS mendefinisikan industri ekstraktif sebagai bisnis yang berkaitan dengan menemukan d
an mengambil sumber daya alam yang terletak di atau dekat kerak bumi. Biaya perolehan s
umber daya alam diekstrak adalah harga yang dibutuhkan untuk memperoleh sumber daya
dan mempersiapkannya sampai siap digunakan. Untuk sumber daya yang sudah ditemukan,
seperti tambang batu bara, biaya adalah harga yang dibayarkan untuk properti tersebut.
Pada laporan posisi keuangan, sumber daya alam dapat digambarkan lebih spesifik sebagai
hutan, deposit mineral, cadangan minyak, dan sebagainya.
Alokasi biaya sumber daya alam secara rasional dan sistematis selama masa manfaat sumb
er daya disebut penipisan (depletion). (Artinya, penipisan terhadap sumber daya alam sama
dengan penyusutan terhadap aset tetap.) Perusahaan umumnya menggunakan metode u
nit aktivitas untuk menghitung penipisan. Alasannya adalah bahwa penipisan umumnya
merupakan fungsi dari unit yang diekstraksi sepanjang tahun.
Di bawah metode unit aktivitas, perusahaan membagi total biaya sumber daya alam dikuran
gi nilai sisa dengan jumlah unit yang diperkirakan ada dalam sumber daya. Hasilnya adalah
biaya penipisan per unit.
Untuk menghitung penipisan, biaya per unit kemudian dikalikan dengan jumlah unit yang die
kstraksi.
Sebagai ilustrasi, asumsikan bahwa Lane Coal Company menginvestasikan HK$50 juta di s
ebuah tambang yang diperkirakan memiliki 10 juta ton batu bara dan tidak ada nilai sisa. Ilus
trasi berikut menunjukkan perhitungan biaya penipisan per unit.
Total biaya − Nilai sisa
Biaya Penipisan per unit=
Total estimasi unit yang tersedia

HK $ 50.000.000
HK $ 5.00 per ton=
10.000 .000
Jika Lane mengekstraksi 250.000 ton pada tahun pertama, maka penipisan untuk tahun ters
ebut adalah HK$1.250.000 (250.000 ton × HK$5). Sehingga penipisan dicatat sebagai berik
ut:
Inventori 1.250.000
Akumulasi penipisan 1.250.000
Lane mendebet Inventori untuk total penipisan untuk tahun ini dan mengkredit Akumulasi Pe
nipisan untuk mengurangi nilai buku sumber daya alam. Akumulasi Penipisan adalah aset k
ontra yang mirip dengan Akumulasi Penyusutan. Lane mengkredit Persediaan saat menjual
persediaan dan mendebit Harga Pokok Penjualan. Jumlah yang tidak terjual tetap berada da
lam persediaan dan dilaporkan di bagian aset lancar pada laporan posisi keuangan.
Beberapa perusahaan tidak menggunakan akun Akumulasi Penipisan tetapi langsung meng
kredit jumlah penipisan langsung ke akun sumber daya alam.
METODE UNIT AKTIVITAS
Di bawah metode unit aktivitas, masa manfaat dinyatakan dalam unit total produksi atau pen
ggunaan yang diharapkan dari aset, bukan sebagai periode waktu. Metode unit aktivitas san
gat cocok untuk mesin pabrik. Perusahaan manufaktur dapat mengukur produksi dalam satu
an output atau dalam jam mesin. Metode ini juga dapat digunakan untuk aset seperti peralat
an pengiriman (berkendara bermil-mil) dan pesawat terbang (jam digunakan). Metode unit a
ktivitas umumnya tidak cocok untuk bangunan atau furnitur karena penyusutan aset ini lebih
merupakan fungsi waktu daripada penggunaan.
Untuk menggunakan metode ini, perusahaan memperkirakan total unit aktivitas untuk seluru
h masa manfaat dan kemudian membagi unit-unit ini menjadi biaya yang dapat disusutkan.
Angka yang dihasilkan mewakili biaya yang dapat disusutkan per unit. Biaya yang dapat dis
usutkan per unit kemudian diterapkan ke unit aktivitas selama tahun tersebut untuk menentu
kan biaya penyusutan tahunan.
Contoh: Toko Bunga Harum mengendarai truk pengirimannya sejauh 15.000 mil di tahun per
tama. Tabel berikut menunjukkan rumus unit kegiatan dan perhitungan beban penyusutan ta
hun pertama.

Biaya yang dapat disusu Total Unit Aktivitas = Biaya penyusutan per unit
tkan
$ 12.000 100.000 mil = $ 0,12

Biaya penyusutan per un x Unit Aktivitas selama setah = Biaya penyusutan tahuna
it un n
$ 0,12 x 15.000 mil = $ 1.800

Tabel penyusutan unit aktivitas, dengan menggunakan asumsi jarak tempuh, adalah sebaga
i berikut.

Perhitungan Akhir Tahun


Biaya pen
Biaya pen Akumulasi
Year Unit Akti = yusutan ta Nilai bu
X yusutan / penyusuta
vitas hunan ku
unit n
$ 11.20
2017 15.000 $ 0,12 $ 1.800 $ 1.800
0
2018 30.000 $ 0,12 $ 3.600 $5.400 $7.600
2019 20.000 $ 0,12 $2.400 $ 7.800 $5.200
2020 25.000 $ 0,12 $ 3.000 $10.800 $2.200
2021 10.000 $ 0,12 $1.200 $12.000 $1.000
Cara ini mudah diterapkan untuk aset yang dibeli pertengahan tahun. Dalam kasus seperti it
u, perusahaan menghitung penyusutan menggunakan produktivitas aset untuk tahun parsial.
Metode unit aktivitas hampir tidak sepopuler metode garis lurus terutama karena seringkali s
ulit bagi perusahaan untuk memperkirakan aktivitas total secara wajar. Namun, beberapa pe
rusahaan yang sangat besar, seperti Chevron (AS), menggunakan metode ini. Ketika produk
tivitas suatu aset bervariasi secara signifikan dari satu periode ke periode lainnya, metode u
nit aktivitas menghasilkan pencocokan terbaik antara biaya dengan pendapatan.
PERUSAHAAN AGRARIS
Perusahaaan agraris merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sumber
daya alam seperti perusahaan agro industri, perusahaan perkebunan, perusahaan perikana
n darat, dan perusahaan peternakan.
Ciri-ciri perusahaan agraris adalah:
1. Mengelola sumber daya alam.
2. Mengambil hasil dari pengelolaan tersebut untuk dijual kepada konsumen.
3. Membudi dayakan sumber daya alam yang ada.
NILAI REALISASI BERSIH PRODUK AGRIKULTUR
Berdasarkan IFRS, pengukuran nilai realisasi bersih digunakan untuk inventaris ketika inven
taris tersebut terkait dengan aktivitas pertanian. Secara umum, kegiatan pertanian menghasi
lkan dua jenis aset pertanian: (1) aset biologis atau (2) hasil pertanian pada titik panen.
Aset biologis (diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar) adalah hewan atau tumbuhan hidup,
seperti domba, sapi, pohon buah-buahan, atau tanaman kapas. Produk pertanian adalah pr
oduk yang dipanen dari aset biologis, seperti wol dari domba, susu dari sapi perah, buah ya
ng dipetik dari pohon buah, atau kapas dari tanaman kapas. Akuntansi untuk aset ini adalah
sebagai berikut:

● Aset biologis diukur pada saat pengakuan awal dan pada akhir setiap periode pelapo
ran pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual (nilai realisasi bersih). Perusahaa
n mencatat keuntungan atau kerugian karena perubahan nilai realisasi bersih aset bi
ologis dalam pendapatan pada saat terjadinya.
● Hasil pertanian (yang dipanen dari aset biologis) diukur pada nilai wajar dikurangi bia
ya untuk menjual (nilai realisasi bersih) pada saat panen. Setelah dipanen, nilai realis
asi bersih dari produk pertanian menjadi biayanya, dan aset ini dicatat serupa denga
n persediaan lain yang dimiliki untuk dijual dalam kegiatan usaha normal.
Ilustrasi Akuntansi Pertanian dengan Nilai Realisasi Bersih
Untuk mengilustrasikan akuntansi pada nilai realisasi bersih untuk aset pertanian, asumsika
n bahwa Bancroft Dairy memproduksi susu untuk dijual kepada pembuat keju lokal. Bancroft
mulai beroperasi pada 1 Januari 2019, dengan membeli 420 sapi perah seharga €460.000.
Tabel di bawah menyajikan informasi Bancroft terkait dengan pemerahan sapi.
Aset pertanian – Bancroft Dairy

Sapi perah
Nilai buku 1 Januari 2019* €460.000
Perubahan nilai wajar karen €35.000
a pertumbuhan dan perubah
an harga
Penurunan nilai wajar karen (1.200)
a panen
Perubahan nilai buku 33.800
Nilai buku 31 januari 2019 493.800
Susu dipanen selama Janua 36.000
ri 2019**
*Nilai buku diukur pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual (nilai realisasi bersih). Nilai
wajar sapi perah ditentukan berdasarkan harga pasar ternak dengan umur, jenis, dan keung
gulan genetik yang sama
**Susu awalnya diukur pada nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual (nilai realisasi bers
ih) pada saat pemerahan. Nilai wajar susu ditentukan berdasarkan harga pasar di daerah se
tempat.
Seperti yang ditunjukkan, nilai buku sapi perah meningkat selama sebulan. Sebagian dari pe
rubahan ini disebabkan oleh perubahan harga pasar (dikurangi biaya untuk menjual) untuk
memerah susu sapi (lihat Konsep Dasar). Perubahan harga pasar juga dapat dipengaruhi ol
eh pertumbuhan—peningkatan nilai saat sapi dewasa dan mengembangkan kapasitas peme
rahan yang meningkat. Pada saat yang sama, saat sapi dewasa diperah, kapasitas pemerah
annya menurun (nilai wajar menurun karena panen).
Bancroft membuat jurnal berikut untuk mencatat perubahan nilai buku sapi perah.
Aset biologis (sapi perah) (493.800 – 460.000) 33.800
Keuntungan atau Kerugian yang Belum Direalisasi—Pendapatan 33.800

Sebagai akibat dari jurnal ini, laporan posisi keuangan Bancroft melaporkan Aset Biologis (s
api perah) sebagai aset tidak lancar pada nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual (nilai real
isasi bersih). Selain itu, keuntungan dan kerugian yang belum direalisasi dilaporkan sebagai
“Penghasilan dan beban lain-lain” pada laporan laba rugi. Pada periode berikutnya pada seti
ap tanggal pelaporan, Bancroft terus melaporkan Aset Biologis pada nilai realisasi bersih da
n mencatat keuntungan atau kerugian pendapatan terkait yang belum direalisasi. Karena ad
a pasar yang siap untuk aset biologis (sapi perah), penilaian pada nilai realisasi bersih mem
berikan informasi yang lebih relevan tentang aset ini.
Selain mencatat perubahan aset biologis, Bancroft membuat jurnal ringkasan berikut untuk
mencatat susu yang dipanen untuk bulan Januari.
Inventori (susu) 36.000
Keuntungan atau Kerugian yang Belum Direalisasi—Pen 36.000
dapatan

Persediaan susu dicatat sebesar nilai realisasi bersih pada saat dipanen dan Laba atau Rugi
yang Belum Direalisasi—Penghasilan diakui dalam pendapatan. Seperti halnya aset biologis
nilai realisasi bersih dianggap paling relevan untuk tujuan penilaian saat panen. Apa yang te
rjadi pada persediaan susu yang dicatat Bancroft saat memanen susu dari sapi? Dengan as
umsi susu yang dipanen pada bulan Januari dijual ke pembuat keju lokal seharga €38.500,
Bancroft mencatat penjualan sebagai berikut.
Kas 38.500
Harga Pokok Penjualan 36.000
Inventori (susu) 36.000
Keuntungan Penjualan 38.500

Jadi, setelah dipanen, nilai realisasi bersih dari susu yang dipanen menjadi biaya perolehan
nya, dan susu tersebut dicatat serupa dengan persediaan lain yang dimiliki untuk dijual dala
m kegiatan usaha normal.
Notes: Beberapa hewan atau tumbuhan mungkin tidak dianggap sebagai aset biologis tetapi
akan diklasifikasikan dan dicatat sebagai jenis aset lainnya (tidak pada nilai realisasi bersih).
Misalnya, toko hewan peliharaan dapat menyimpan inventaris anjing yang dibeli dari peterna
k untuk dijual. Karena toko hewan peliharaan tidak membiakkan anjing, anjing ini tidak diang
gap sebagai aset biologis. Akibatnya, anjing dicatat sebagai persediaan yang dimiliki untuk d
ijual (di LCNRV).
PERUSAHAAN DAGANG

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan utamanya membeli barang


dari pemasok, menyimpan, dan menjual kembali barang tanpa memberikan nilai tambah ata
u mengubah bentuk barang tersebut. Nilai tambah di sini maksudnya mengolah kembali ata
u mengubah bentuk sifat barang, sehingga mempunyai nilai jual yang tinggi. Sederhananya,
perusahaan dagang adalah perusahaan yang membeli barang kemudian menjualnya kemba
li tanpa mengubah produknya.

Karakteristik Perusahaan Dagang:

Pada pengertian perusahaan dagang sudah pasti memiliki karakteristik maupun ciri-c
iri tertentu mengenai usaha perdagangan sama dengan halnya reseller. Karakteristik inilah y
ang membedakan perusahaan ini dengan perusahaan manufaktur. Ini dia karakteristik yang
dimaksud:

1. Reseller Produk Tanpa Proses Pengolahan

Karakteristik yang pertama adalah membeli dan menjual produk tanpa mengolah ata
u mengubahnya. Sedangkan perusahaan manufaktur sebaliknya yaitu membuat produk dari
bahan baku, bahan setengah jadi, produk jadi lalu menjualnya kepada konsumen.

2. Pendapatan Total Bersih Dari Penjualan

Karakteristik yang kedua adalah pendapatan utama perusahaan murni dari penjualan
produk. Karena perusahaan tidak perlu mempersiapkan mesin operasional dan bahan baku
yang jika bagi perusahaan manufaktur bisa menjadi tambahan pendapatan.
Jika penjualan menurun maka otomatis pendapatan dari perusahaan juga berkurang. Sebali
knya jika penjualan meningkat, maka profit atau laba yang didapatkan juga jauh lebih besar.
Jika Dilihat dari karakteristik ini tentu penjualan merupakan hal penting yang harus di
upayakan untuk terus meningkat. Artinya segala manajemen penjualan harus diarahkan sebi
sa mungkin agar bisa menaikkan omset Penjualan.

3. Modal Awal Dari Harga Pokok Produk Penjualan

Modal usaha untuk jenis perusahaan ini didapatkan dari 3 tahapan menghitung  Harg
a Pokok Penjualan (HPP) produk yang sudah terjual. Misal harga pokok produk Rp2.000.00
0, perusahaan berhasil menjualnya Rp3.000.000, berarti modal usahanya adalah Rp2.000.0
00. Sedangkan sisa Rp1.000.000 adalah profit atau laba.
Karena alasan inilah, jika produk tidak segera terjual berarti modal yang dikeluarkan
belum tertutup. Sehingga harus dicarikan alternatif untuk menutupi kredit maupun kas perus
ahaan yang menipis. Konsekuensi usaha dagang yang tidak lagi mampu menjual produk se
suai targetnya, tentu perusahaan bisa mengalami kolaps bahkan bangkrut. Karena yang jela
s tidak lagi ada pemasukan dari segi profit, dan tidak ada uang pokok yang kembali sebagai
modal.

4. Sebagai Perantara antara Produsen dengan Konsumen


Perusahaan dagang berfungsi sebagai perantara antara produsen dengan konsume
n. Yang mana produsen akan mengeluarkan barang sedangkan usaha dagang membelinya
lalu menjual kembali kepada masyarakat.
Dengan adanya karakteristik ini tentu konsumen tidak perlu membeli langsung dari produsen.
Karena sudah ada perusahaan yang siap melayani segala macam pembelian produk.

5. Reseller Kemasan Produk Tidak Berubah

Karena perusahaan ini memang tidak melakukan pengolahan untuk meningkatkan d


aya jual produk, tidak terjadi perubahan antara barang yang dibeli dan yang dijual. Itu artinya
produk yang dibeli dari produsen dan yang dijual kepada konsumen bentuk dan nilainya teta
p seperti saat baru dibeli. Maka dari itu, bentuk kemasan, manfaat produk, variasi rasa dan y
ang lainnya bukan wewenang dari perusahaan ini melainkan produsen.

6. Harga Penjualan Produk Kembali Lebih Tinggi Dari Harga Pembelian

Karakteristik yang terakhir dari pengertian perusahaan dagang merupakan pendapat


an laba dengan cara menjual produk dengan harga lebih tinggi dari harga beli. Contoh, jika h
arga pembelian barang Rp800.000, sehingga pada perusahaan ini akan menjual kembali ba
rangnya dengan harga Rp 1.000.000.
Dari perhitungan di atas, maka terdapat selisih angka Rp200.000. Selisih inilah yang menjad
i pendapatan atau laba perusahaan dagang.

Ciri-Ciri Pengertian Perusahaan Dagang


Pada pengertian perusahaan dagang dapat dibedakan menjadi empat dari jenis lain
dengan melihat karakteristik terutama yang melekat dalam sebuah perusahaan dagang. Pad
a ciri-ciri perusahaan dagang yang dimaksud yaitu sebagai berikut :
1. Tampilan Produk yang Diperjuabelikan
Bagi perusahaan dagang, suatu produk yang dapat dijual belikan merupakan sebuah
barang yang berwujud (tangible) atau berbentuk fisik sehingga dapat dilihat. Misalnya sepert
i produk dagang, kebutuhan rumah tangga, alat komunikasi, dan lain sebagianya. dan pada
perusahaan jasa produk yang dijual belikan merupakan layanan jasa dengan ciri-ciri dari jas
a merupakan tidak berwujud (intangilble) atau tidak ada bentuk fisknya.

2. Tidak Ada Perubahan Bentuk Dan Fungsi Barang


Kegiatan utama dalam perusahaan dagang yaitu membeli barang dari distributor dan
menjual barang kembali dagangnya tanpa suatu adanya kegiatan proses perubahan atau m
enambah bentuk serta sifatnya dan kegunaannya.

3. Pos Pencatatan Akun-Akun Khusus


Dalam pencatatan pembukuan perusahaan dagang beberapa akun-akun khusus yan
g dipakai yaitu, misalnya seperti pada persediaan barang dagang, akun harga pokok penjual
an, potongan dan retur penjualan dan lain sebagainya.

4. Hasil Perhitungan Laba Maupun Rugi


Dalam perhitungan laba atau rugi perusahaan dagang dalam mengetahui keuntunga
n atau kerugian perusahaan dagang, akan berbeda dengan sebuah laporan laba rugi perusa
haan jasa. Penyebabnya terdapat akun-akun khusus dalam sebuah perusahaan jasa sama
dengan halnya dengan perusahaan dagang, laba didapat dengan cara mengurangi pendapa
tan dengan beban.

Jenis Dan Bentuk Perusahaan Dagang


Pada dasarnya, bentuk maupun jenis perusahaan yang bergerak di bidang perdagan
gan dapat dibedakan dalam tiga jenis. Berikut ini bentuk atau jenis-jenis dari perusahaan da
gang yaitu :

1. Berdasarkan Proses Barang


Barang produksi yaitu perusahaan yang menjual kembali produk berupa bahan baku
menjadi bahan dasar dalam menciptakan sebuah produk atau membuat alat-alat produksi d
alam menghasilkan produk jadi. Misalnya, benang, mesin bubut, kayu, dan lain sebagainya.
Barang jadi yaitu perusahaan dagang yang dapat membeli dan menjual produk jadi atau pro
duk yang siap digunakan oleh konsumen. Misalnya, elektronik, pakaian, furniture, dan sebag
ainya.

2. Berdasarkan Pada Pembelian


 Pada perusahaan besar (wholesaler) merupakan perusahaan dagang yang membeli
produk secara langsung dari pabrik distribusinya untuk pembelian barang yang berju
mlah besar, dengan cara menjualnya juga dalam jumlah yang besar juga. Misalnya,
pedagang grosir baju, tas, sendal dan sebagainya.
 Pada perusahaan perantara (middleman) merupakan perusahaan penengah yang m
embeli barang dagang dari pabrik dalam jumlah yang besar dan menjual kembali ke
perusahaan retail dalam jumlah yang sedang. Misalnya, pedagang sub grosir, toko d
an ruko sebagainya.
 Perusahaan retail atau pengecer (retailer) merupakan perusahaan yang berhubunga
n langsung dengan konsumen akhir atau dengan pembeli dimana konsumen dapat
membeli barang secara eceran. Contohnya pasar swalayan, pertamini, warung dan l
ainnya.

3. Jenis Aktivitas Utama Perusahaan Dagang


Pada bentuk perusahaan dagang sudah memiliki beberapa aktivitas utama yang sali
ng berhubungan satu dengan lainnya dalam mencapai keuntungan bisnis bahkan sama den
gan halnya saat Anda juga melakukan kegiatan dalam membeli barang seperti perbedaan
PO dan PR yang biasanya disebut purchase order dan purchase requisition. Yang bertujuan
pada pengertian perusahaan dagang sudah dijelaskan di atas, beberapa aktivitas utama per
usahaan dagang yaitu sebagai berikut:
 Aktivitas pertama pembelian, yaitu merupakan suatu kegiatan perusahaan yang term
asuk pada pembelian asset perusahaan seperti halnya pembelian barang dagang, d
an pembelian barang lainnya pada bentuk aktivitas usaha.
 Aktivitas kedua pengeluaran uang, yaitu merupakan kegiatan perusahaan yang haru
s mengeluarkan uang dalam pembelian barang atau jasa, sehingga perusahaan juga
harus membayar pajak, atau membayar utang atas pembelian, dan keperluan lainny
a yang berhubungan dengan kegiatan usaha dagang.
 Aktivitas ketiga penjualan, yaitu merupakan kegiatan perusahaan dalam menjual bar
ang dagangan supaya memiliki pendapatan atau keuntungan.
 Aktivitas keempat penerimaan uang, yaitu merupakan kegiatan perusahaan yang ber
hubungan dengan penjualan barang. Penjualan barang akan sertai dengan penerima
an uang yang diperoleh dari pembayaran, pelunasan, piutang, penjualan barang, dan
lain-lain.

Jenis-Jenis Akun Terdapat Pada Perusahaan Dagang


Selain jenis-jenis dari perusahaan dagang, Anda juga dapat mengetahui informasi je
nis-jenis dari akun yang terdapat pada perusahaan dagang. Berikut ini penjelasannya :
 Akun pembelian, yaitu yang mencatat pembelian barang-barang yang masuk ke peru
sahaan sebelum dijual ke konsumen. Pembelian perusahaan selain pembelian baran
g tidak dimasukkan ke dalam akun ini. Akun yang mencatat pembelian barang-baran
g yang masuk ke perusahaan sebelum dijual ke konsumen. Pembelian perusahaan s
elain pembelian barang tidak dimasukkan ke dalam akun ini.
 Akun yang menyimpan segala kegiatan penjualan barang dagangan perusahaan kep
ada konsumen maupun perantara. Sama seperti akun pembelian, pada akun penjual
an juga tidak dimasukkan penjualan perusahaan di luar penjualan barang dagangan.
 Harga Pokok Penjualan atau HPP yaitu akun yang dipakai untuk menentukan harga
beli barang yang akan dijual pada suatu periode tertentu dan dipengaruhi oleh harga
pasar.
 Akun persediaan barang dagangan yaitu merupakan barang dagangan yang dijual k
embali terkadang tidak terjual seluruhnya, sehingga terdapat sisa barang. Pada sisa
barang tersebut sesudah dilakukan penghitungan nilainya akan dicatat pada akun pe
rsediaan barang dagangan.
 Akun retur pembelian dan pengurangan harga untuk mengembalikan sebagian baran
g yang sudah dibeli kepada penjual karena rusak atau tidak sesuai pesanan.
 Akun retur penjualan dan pengurangan harga untuk menerima kembali sebagian bar
ang yang sudah dijual dari pembeli karena rusak atau tidak sesuai pesanan.
 Akun utang dagang biasanya akan digunakan dalam mencatat adanya utang dagang
dan pelunasan kewajiban atas pembelian secara kredit bagi perusahaan.
 Akun piutang untuk mencatat adanya piutang dagang dan penerimaan pelunasan piu
tang atas penjualan secara kredit.
 Akun potongan pembelian untuk mencatat potongan yang diterima pembeli karena m
elunasi utang dalam masa potongan.
 Akun potongan penjualan untuk akun yang digunakan untuk mencatat potongan yan
g diberikan penjual karena menerima pelunasan piutang dalam masa potongan.
 Akun beban angkut pembelian untuk mencatat timbulnya beban angkut yang ditangg
ung pembeli.
 Akun beban angkut penjualan yaitu untuk kebutuhan akun yang digunakan dalam me
ncatat beban angkut saat mengirim barang yang dibayar oleh penjual.
Dari beberapa aktivitas dan akun yang membedakan perusahaan dagang dengan perus
ahaan jasa dapat ditarik kesimpulan bahwa pada akuntansi pada dagang lebih ditekankan p
encatatan barang-barang dagangan baik yang masuk maupun yang keluar dari perusahaan
atau yang terjual kepada konsumen.

Macam-Macam Transaksi pada Perusahaan Dagang


Sebagai pebisnis yang menguntungkan Anda harus mengetahui transaksi pada peru
sahaan dagang. Berikut ini macam-macam transaksi dari perusahaan dagang, yaitu :
 Pembelian barang berupa secara kredit atau tunai
 Retur pembelian atau penjualan barang dagangan
 Menerima potongan pembelian atau potongan penjualan
 Membayar barang atau menerima penghitungan biaya angkut pembelian
 Menjual barang berupa secara kredit atau tunai
 Menerima kembali retur barang dagangan yang sudah dijual
 Memberi potongan penjualan kepada konsumen
 Syarat Pembayaran dalam Perdagangan barang usaha

Setiap waktu perusahaan dagang akan melakukan banyak sekali transaksi jual beli d
alam jumlah besar, bisa saja berupa jutaan atau miliaran rupiah pada setiap transaksinya. P
enyebabnya karena kurang simple dan prakttis bila perusahaan harus melakukan transaksi j
ual beli kepada konsumen secara tunai, dan akan ada cara yang lebih baik bila perusahaan i
tu dapat menerima transaksi secara kredit. Sehingga, pada usaha perdagangan Anda harus
mengenal syarat-syarat pembayaran secara kredit, yaitu sebagai berikut:
1. 3/10, n/60, merupakan pembayaran dilakukan dalam waktu 10 hari sejak tanggal jual
beli transaksi, oleh sebab itu perusahaan akan memberikan potongan sebesar 3% jik
a pelunasan pada jatuh tempo. Jika pembeli tidak memanfaatkan potongan tersebut,
bisa saja pembayaran yang dilakukan konsumen selambat-lambatnya 60 hari sejak t
anggal transaksi jual beli tanpa menerima potongan atau diskon.
2. n/30, merupakan syarat pembayaran dilakukan selambat-lambatnya 30 hari sejak tan
ggal transaksi jual beli kepada konsumen.
3. EOM (End of Month), merupakan syarat pembayaran harga neto faktur harus di baya
r pada akhir bulan.

Hal Penting Yang Harus Diperhatikan Oleh Perusahaan Dagang


Berikut ini adalah hal-hal penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan dagang:
1. Inventory Control
Pencatatan persediaan barang atau inventory control di bidang akuntansi dibedakan me
njadi 2 yaitu metode persediaan periodik dan perpetual.
Dalam metode periodik, adanya transaksi pembelian tidak didebet pada rekening persediaa
n tapi  pada rekening pembelian.
Begitu pula dengan transaksi penjualan, tidak dikredit pada rekening persediaan tapi
pada rekening penjualan. Sedangkan pada metode perpetual, baik jumlah penjualan maupu
n harga pokok penjualan akan dicatat di setiap barang yang dijual.
Dengan cara ini catatan akuntansi akan secara terus-menerus memperlihatkan jumlah perse
diaan yang ada.
2. Cash Flow (Arus Kas)
Inti dari pengelolaan perusahaan dagang adalah arus kas. Dengan dana kas yang terkel
ola dengan baik, semua aktivitas perusahaan bisa selalu terjaga.
Baik itu untuk dana operasional perusahaan, utang-piutang yang jatuh tempo, ataupun bila p
erusahaan ingin berinvestasi.
Oleh sebab itu laporan keuangan khususnya kas masuk dan kas keluar sangat penting dala
m menentukan baik tidaknya kondisi keuangan sebuah perusahaan.

3. Profit Perusahaan
Profit perusahaan adalah kata kunci untuk menjaga bisnis tetap berkembang. Tanpa
profit, perusahaan,akan sulit memperoleh keuntungan sehingga membuat perusahaan tidak
berkembang.
Ketika perusahaan dagang mengalami hal ini, maka perusahaan akan kalah bersain
g dengan perusahaan lain dan bisa membuat perusahaan gulung tikar.
Mengembangkan bisnis dan meningkatkan profit adalah suatu tantangan yang berkelanjutan.
Untuk itu, Anda dituntut untuk terus berinovasi untuk mengembangkan bisnis di era pertumb
uhan ekonomi seperti sekarang ini.

4. Kelancaran Utang-Piutang
Utang usaha yang lancar menjadi kekuatan untuk selalu tersedianya stok persediaan
pada perusahaan dagang. Pada dasarnya, supplier akan senang memberikan barangnya ka
rena utang yang kita miliki selalu dibayar dengan lancar dan tepat waktu.
Dalam membantu arus kas, umur piutang menjadi penentunya karena penghasil kas adalah
dari konsumen. Semakin lama umur piutang, maka perusahaan akan sulit mendapatkan kas.

5. Rekening Akuntansi yang Digunakan


Akun-akun yang dapat digunakan untuk perusahaan dagang lebih variatif dibandingkan jenis
usaha jasa atau jenis usaha manufaktur.

Tujuan Utama Anggaran Perusahaan Dagang


Tujuan penting bagi anggaran perusahaan dagang yaitu tercapainya pengeluaran da
n pemasukkan yang menjadi pemasok barang dagang untuk keperluan pembelian barang d
agangan sehingga persediaan dan arus kas masuk tetap sesuai dengan anggaran yang dim
iliki perusahaan dari penjualan kepada pelanggan. Ada dua tujuan mengapa perusahaan pe
rlu mengetahui anggaran perusahaan dagang yaitu sebagai berikut :

1. Kemampuan Mengimbangi Anggaran Perusahaan


Keseimbangan pada anggaran sangat penting dalam menjaga likuiditas perusahaan.
Untuk pencapaian keuntungan yang efektif, pengalaman dan pencatatan dari aktivitas perus
ahaan sebelumnya harus dipertimbangkan secara hati-hati dan jangan terlalu tergantung ke
pada data historis yang akan mengarah pada pengulangan kesalahan sebelumnya.

2. Diskusikan Pada Rapat Anggaran


Mengenai disuksi rapat anggaran dengan tim manajamen sangat penting berguna m
emprediksi penjualan dan biaya pengeluarang yaitu dengan mempertimbangkan berbagai fa
ktor yang dapat mempengaruhi aktivitas bisnis perusahaan.
Perbedaan Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang
Pada pengertian perusahaan dagang dan perusahaan jasa akan mempunyai kesam
aan diantara nya adalah mempunyai 12 siklus akuntansi yang sama. Namun, masih ada per
samaan yang lain yaitu :

Perusahaan Jasa Perusahaan Dagang


Tidak menjual barang atau produk tetapi Menjual barang yang diperoleh dari
menjual dalam bentuk jasa pemasok
Tujuannya memperoleh laba keuntungan Tujuannya untuk menjual kembali barang
yang ditetapkan tanpa mengubah bentuk
Tidak memiliki persediaan, hanya berupa Memiliki persediaan barang jadi
bahan habis pakai untuk menghasilkan
jasa
Tidak menentukan harga pokok barang Menentukan harga pokok barang relatif
mudah

Ada 2 tujuan dari spesifik kesamaan perusahaan jasa dengan perusahaan dagang yaitu seb
agai berikut:
1. Merupakan unit usaha yang melakukan aktivitas ekonomi untuk memenuhi kebutuha
n manusia.
2. Tujuan utamanya mendapatkan keuntungan atau laba yang sebesar-besarnya dari a
ktifitas ekonomi tersebut.

Contoh Perusahaan Dagang


Berikut ini ada beberapa contoh perusahaan dagang di Indonesia, serta kegiatan per
usahaan dagang tersebut yang akan menjadi sebuah referensi untuk Anda dalam membuka
bisnis perusahaan dagang diantaranya yaitu:
 PT. Bestoolindo, perusahaan ini berjenis Wholesaler dengan pembelian barang berju
mlah besar dan menjual barang kembali berupa peralatan teknik maupun alat-alat m
ekanik. Seperti oxford, kennedy, senator, sherwood, tuffsafe, yamaloy, edison, matlo
ck, indexa, osaki, q-torq, atlas, sherlock, dan sebagainya.
 PT Matahari Putra Prima Tbk (Hypermart), perusahaan dagang ini berjenis Retailer d
engan jenis barang yang dijual berupa kebutuhan rumah tangga untuk konsumen ak
hir. Bahan pangan, pakaian, dan sebagainya.
 PT. Sumber Alfaria Trijaya (Alfamart), perusahaan dagang ini berjenis Retailer denga
n jenis barang yang dijual berupa kebutuhan konsumen akhir, mulai dari kebutuhan p
okok, sekunder, dan tersier.
 PT Hero Supermarket Tbk (Hero Supermarket), pada perusahaan dagang ini berjeni
s Retailer dengan jenis barang yang dijual berupa barang keperluan konsumen akhir.
Bahan pangan, pakaian, dan rumah tangga lainnya.
PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang memiliki kegiatan seperti mem


beli bahan baku kemudian mengolah bahan baku dengan mengeluarkan biaya-biaya lainnya
menjadi barang jadi yang siap untuk di jual. Perusahaan manufaktur identik dengan pabrik
yang mengaplikasikan mesin-mesin untuk mengolah bahan baku (raw material) ditambah
juga dengan bahan-bahan pendukung, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik
(BOP) untuk memproduksi barang jadi yang siap dijual

Karakteristik Perusahaan Manufaktur


Secara Umum, perusahaan manufaktur memiliki karakteristik antara lain:
1. Proses Pengolahan Produk
Perusahaan manufaktur memiliki aktivitas utama yaitu mengelola bahan mentah menjadi pro
duk. Di dalam prosesnya tentu saja membutuhkan waktu yang relatif lama. Ada dua proses
yang akan terjadi di perusahaan manufaktur yaitu proses terus menerus dan proses terputu
s-putus.
Proses pembuatan produk secara terus-menerus tentu saja membutuhkan waktu yang sang
at lama. Misalnya ketika sebuah perusahaan membuat sebuah mobil yang tentu saja memb
utuhkan waktu yang tidak sebentar. Sebab didalamnya juga terdapat komponen-komponen l
ain yang harus dibuat. Sementara proses terputus-putus biasanya akan terjadi ketika akan
membuat produk yang sesuai dengan keinginan customers. Jadi pihak perusahaan manufak
tur tidak bisa semerta-merta langsung membuat produk karena harus sesuai dengan permin
taan customers.
2. Mesin Berskala Besar
Perusahaan manufaktur sudah memiliki mesin dan peralatan yang sudah berskala besar unt
uk menunjang proses produksi. Sebab untuk bisa menghasilkan produk yang berskala besar
tentu saja membutuhkan proses yang cepat dan efisien.
Meskipun begitu, industri manufaktur tetap masih membutuhkan manusia untuk proses prod
uksi. Sebab untuk mengendalikan mesin dan peralatan membutuhkan tenaga manusia yang
sudah profesional.
3. Biaya Produksi yang besar
Produk yang dihasilkan oleh industri manufaktur tidak hanya harus banyak, tapi juga harus b
erkualitas. Kuantitas dan kualitas harus seimbang supaya tidak mengecewakan para custom
ers. Tapi untuk mencapai keduanya tentu saja tidaklah mudah karena membutuhkan biaya p
roduksi yang sangat besar.
Biaya atau model tersebut digunakan untuk membeli bahan baku, membayar tenaga kerja, p
erawatan mesin, dan sebagainya. Meskipun begitu, keuntungan yang akan didapatkan oleh
pihak industri tentu saja juga sangat besar. Tapi hal itu bisa terjadi jika pihak perusahaan me
ngelolanya dengan baik.
4. Proses Produksi yang kompleks
Karakteristik perusahaan manufaktur yang lainnya yaitu memiliki proses produksi yang sang
at kompleks. Supaya bisa menghasilkan produk, banyak orang atau divisi yang bekerja sam
a di dalamnya. Setiap divisi memiliki jobdesk masing-masing dan harus bisa bekerja sama d
engan baik antar divisinya.
5. Pemasaran dan Penjualan
Setiap proses produksi tentu saja sangat berkaitan erat dengan proses pemasaran atau penj
ualan produk. Tentu saja akan menimbulkan masalah yang sangat besar jika tidak ada pros
es pemasaran dan penjualan. Karena tujuan dari produksi industri manufaktur tidak lain yait
u untuk penjualan.
Perusahaan manufaktur pada umumnya sudah memiliki pemasaran yang sudah maksimal s
upaya penjualan produknya bisa meningkat pesat. Bahkan mereka rela mengeluarkan biaya
yang tidak sedikit untuk melakukan promosi secara gencar-gencaran. Promosi bertujuan unt
uk memperkenalkan produk mereka supaya dikenal oleh masyarakat luas. Semakin luas jan
gkauan promosi, kemungkinan untuk mendapatkan customers juga akan lebih besar.

Menurut teori, terdapat dua karakteristik yang ada pada perusahaan manufaktur,
yaitu:
1. Persediaan (Inventory)
Berbeda dengan perusahaan dagang, dalam perusahaan manufaktur biasanya terdiri dari ti
ga macam, yakni:
a. Persediaan bahan baku (raw materials inventory)
b. Persediaan barang dalam proses (work in process inventory)
c. Persediaan barang jadi (finished goods inventory)
2. Biaya Manufaktur (Manufacturing Cost)
Biaya-biaya yang terjadi dalam perusahaan manufaktur selama suatu periode disebut bia
ya manufaktur (manufacturing cost), atau lebih dikenal dengan biaya pabrik. Biaya ini diguna
kan untuk menyelesaikan barang yang masih sebagian selesai di awal periode, barang-bara
ng yang dimasukkan dalam proses produksi periode itu dan barang-barang yang baru dapat
diselesaikan sebagian di akhir periode. Pada dasarnya biaya pabrik dapat dikelompokkan m
enjadi:
a. Biaya bahan baku (raw materials cost) yaitu biaya untuk bahan-bahan yang dapat deng
an mudah dan langsung diidentifikasikan dengan barang jadi. Contoh bahan baku adala
h kayu bagi perusahaan mebel atau tembakau bagi perusahaan rokok.
b. Biaya tenaga kerja lansung (direct labor cost) adalah biaya untuk tenga kerja yang men
angani secara langsung proses produksi atau yang dapat diidentifikasikan langsung den
gan barang jadi. Contoh buruh langsung adalah tukang kayu dalam perusahaan mebel
atau pelinting rokok dalam perusahaan rokok (Sigaret Kretek Tangan = SKT).
c. Biaya overhead pabrik (overhead cost) adalah biaya-biaya pabrik selain bahan baku da
n tenga kerja langsung. Biaya ini tidak dapat diidentifikasikan secara langsung dengan b
arang yang dihasilkan.

Contoh Perusahaan Manufaktur

Ada sangat banyak perusahaan manufaktur di Indonesia, diantaranya dapat dikelompokkan


menjadi 5 sektor perusahaan industri, yaitu:

1. Sektor otomotif : Astra Internasional, Astra Autopart, Gajah Tunggal, Goodyear Indonesia,
dll
2. Sektor industri dasar dan kimia : Semen Indonesia, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia, dll
3. Sektor tekstil dan garmen : Sritex, eratex Djaya, Centex, dll
4. Sektor makanan dan minuman : Unilever, Ultra Jaya, Sido Muncul, dll
5. Sektor perawatan dan kecantikan : Martha tilaar, The Body Shop, Mustika Ratu, dll

Jenis Perusahaan Manufaktur


Pada dasarnya, jenis perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dapat dibedakan dal
am tiga jenis utama, yaitu sebagai berikut:

1. Make to Stock (MTS)


Make to Stock merupakan jenis perusahaan manufaktur tradisional yang mengandalkan dat
a penjualan masa lalu untuk meramalkan permintaan konsumen dan merencanakan kegiata
n produksi terlebih dahulu.

Kelemahan dari perusahaan ini adalah bahwa jenis perusahaan ini menggunakan data mas
a lalu untuk memprediksi permintaan di masa depan, yang meningkatkan kemungkinan ram
alannya salah, dan pada akhirnya produsen memiliki stok terlalu banyak atau terlalu sedikit
untuk memnuhi pesanan.

2. Make to Order (MTO)

Jenis perusahaan manufaktur ini memungkinkan pelanggan untuk memesan produk yang di
sesuaikan dan diproduksi sesuai spesifikasi mereka. Proses pembuatan dimulai hanya setel
ah pesanan diterima, sehingga waktu tunggu untuk pelanggan lebih lama, tetapi risiko perse
diaan berlebihan akan berkurang.

3. Make to Assemble (MTA)


Make to Assemble merupakan jenis perusahaan manufaktur yang memiliki strategi yang ber
gantung pada perkiraan permintaan untuk memasok komponen dasar suatu produk, tetapi
mulai merakitnya setelah pesanan diterima. Ini adalah gabungan dari pendekatan MTS dan
MTO. Pelanggan dapat menyesuaikan produk dan menerimanya lebih cepat karena pabrika
n memiliki komponen dasar yang siap, tetapi jika pesanan tidak masuk, pabrikan akan berhe
nti produksi dengan stok suku cadang yang tidak diinginkan.

Ketiga jenis bisnis manufaktur memiliki risiko tertentu. Memproduksi terlalu banyak barang m
enyebabkan kerugian finansial karena kas telah menjadi persediaan yang tidak diinginkan.
Macam-Macam Transaksi pada Perusahaan Manufaktur
Transaksi perusahaan Manufaktur lebih banyak daripada transaksi perusahaan jasa dan
dagang disebabkan pada perusahaan ini transaksinya dimulai dari pembelian bahan yang
belum jadi sampai terjadinya pemasaran dari barang yang di olah, jadi proses transaksinya
sangat panjang. Transaksi-transaksi pada perusahaan manufaktur secara terperinci sbb :
1. Transaksi Pembelian Bahan
2. Transaksi Pemakaian Bahan.
3. Transaksi Pencatatan dan Pembayaran Gaji dan Upah.
4. Transaksi Pencatatan Biaya Overhead Pabrik.
5. Transaksi Penjualan Barang Jadi.
6. Transaksi Pencatatan Biaya Administrasi dan Umum.
7. Transaksi Pencatatan Biaya Pemasaran.

Dari transaksi utama perusahaan manufaktur tersebut, dapat dihasilkan bukti-bukti transaksi
sebagai berikut :
1. Voucher atau Laporan Penerimaan Barang
Voucher merupakan bukti awal yang digunakan sebelum transaksi pengeluaran kas
dilakukan. Voucher dapat diartikan sebagai bukti perusahaan dalam melakukan
pembelian secara kredit.
2. Bukti Pemakaian Barang
Bukti pemakaian barang digunakan  untuk mencatat seluruh transaksi pemakaian
barang oleh departemen produksi bagian persiapan dan ring spinning, departemen
pembantu (listrik, bengkel, dan umum pabrik), departemen administrasi dan umum,
serta departemen pemasaran.
3. Faktur Penjualan
Faktur penjualan digunakan untuk merekam seluruh transaksi penjualan barang jadi
perusahaan secara kredit.
4. Bukti Kas Masuk (Bukti Penerimaan Kas)
Bukti kas masuk (BKM) merupakan bukti transaksi yang membuktikan telah terjadinya
transaksi penerimaan kas. Bukti kas masuk menjadi sumber utama pencatatan dalam
jurnal penerimaan kas.
5. Bukti Kas Keluar
Bukti kas keluar (BKK) digunakan untuk mencatat seluruh transaksi yang berkaitan
dengan pengeluaran kas yang didasarkan pada bukti voucher yang sudah jatuh tempo.
Bukti kas keluar merupakan sumber utama pencatatan dalam jurnal pengeluaran kas.
6. Bukti Memorial
Seluruh transaksi yang tidak direkam dalam bukti transaksi lain (BKM, BKK, faktur,
penjualan, laporan penerimaan barang, dan laporan pemakaian barang) dicatat
kedalam bukti memorial (BM). Bukti memorial merupakan sumber utama dalam
pencatatan jurnal umum.

Chart of Account (COA) pada Perusahaan Manufaktur


COA atau Chart Of Account adalah kumpulan akun atau rekening yang digunakan dalam
proses akuntansi untuk melakukan klasifikasi, penggolongan, dan pencatatan semua transa
ksi keuangan di sebuah perusahaan. Manfaat chart of account adalah memudahkan dalam
proses penyusunan laporan keuangan. Pada dasarnya, akun-akun yang digunakan dalam
perusahaan manufaktur hampir sama dengan perusahaan jasa maupun perusahaan
dagang. Namun, ada beberapa chart of account list khusus yang hanya ada pada
perusahaan manufaktur. Beberapa akun khusus tersebut adalah sebagai berikut:

#1. Akun Persediaan (dicantumkan dalam kelompok aset)

1. Persediaan Bahan Baku


2. Persediaan Bahan Pembantu
3. Persediaan Suku Cadang
4. Persediaan Barang Dalam Proses
5. Persediaan Barang Jadi

#2. Akun Biaya Produksi (dicantumkan dalam kelompok harga pokok)

1. Biaya Bahan Baku


2. Biaya Upah Langsung
3. Biaya Overhead Pabrik
4. Biaya Overhead Pabrik Dibebankan
5. Biaya Overhead Pabrik Sesungguhnya
6. Barang Dalam Proses (Awal dan Akhir)
7. Barang Jadi (Awal dan Akhir)
8. Barang Jadi Standar
9. Selisih Harga Pokok Produksi Aktual dan Standar

Berikut merupakan Chart of Account yang umumnya terdapat pada perusahaan


manufaktur:

A. Daftar Akun bagian Balance Sheet (Neraca/Laporan Posisi Keuangan)


1. Harta
1.1. Harta Lancar
1.1.1. Kas
1.1.2. Kas di Bank
1.1.3. Piutang Usaha
1.1.4. Persediaan
1.1.4.1. Persediaan Bahan Baku
1.1.4.2. Persediaan Bahan Pendukung/Pembantu
1.1.4.3. Persediaan Bahan Dalam Proses
1.1.4.4. Persediaan Barang Jadi
1.1.5. Sewa dibayar di muka
1.1.6. Asuransi dibayar di muka
1.1.7. Uang muka pembelian
1.1.8. Harta lancar lainnya
1.2. Harta Tidak Lancar
1.2.1. Tanah
1.2.2. Gedung Kantor
1.2.3. Gedung Pabrik
1.2.4. Akumulasi penyusutan Gedung Kantor
1.2.5. Akumulasi Penyusutan Gedung Pabrik
1.2.6. Mesin
1.2.7. Akumulasi penyusutan Mesin
1.2.8. Kendaraan
1.2.9. Akumulasi Penyusutan Kendaraan
1.3. Harta Tidak Berwujud
1.3.1. Merk dagang
1.3.2. Hak Cipta
1.3.3. Goodwill
2. Utang
2.1. Utang Lancar
2.1.1. Utang Usaha
2.1.2. Utang Bank
2.1.3. Utang PPN’
2.1.4. Income Tax Payable
2.1.5. Utang Gaji dan Upah
2.1.6. Utang Lancar Lainnya
2.2. Utang Jangka Panjang
3. Modal
3.1. Modal Saham
3.2. Laba Ditahan
B. Daftar Akun Bagian Laporan Laba Rugi
4. Penjualan
4.1. Penjualan Produk
4.2. Retur dan Potongan Penjualan
4.3. Pendapatan Usaha Lainnya

5. Harga Pokok Penjualan


5.1. Barang Jadi Awal
5.2. Biaya Produksi
5.2.1. Biaya Bahan Baku
5.2.2. Biaya Tenaga Kerja Langsung
5.2.3. Biaya Overhead Pabrik
5.2.4. Barang dalam Proses Awal
5.2.5. Barang dalam Proses Akhir
5.3. Barang Jadi Akhir
5.3.1. HPP Barang Jadi
5.3.2. Work In Process (WIP) Barang Jadi)
5.4. HPP Lainnya
5.4.1. HPP Bahan Baku
5.4.2. HPP Lainnya
6. Beban Usaha
6.1. Beban Penjualan dan Pemasaran
6.1.1. Beban Gaji Penjualan
6.1.2. Beban Transportasi Penjualan
6.1.3. Beban Promosi atau Iklan
6.1.4. Beban Marketing Lainnya
6.2. Beban Administrasi dan Umum
6.2.1. Beban Gaji Administrasi dan Umum
6.2.2. Beban Transportasi Administrasi dan Umum
6.2.3. Beban Utilitas
6.2.4. Beban Administrasi dan Umum Lainnya
7. Pendapatan diluar Usaha
7.1. Pendapatan Bunga
7.2. Pendapatan Sewa
7.3. Selisih Kurs
8. Biaya diluar Usaha
8.1. Beban Bunga
8.2. Beban Administrasi Bank
8.3. Pajak Penghasilan Badan

Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Dalam menyusun laporan keuangan perusahaan industri manufaktur, ada beberapa jenis la


poran utama yang harus Anda siapkan. Ada laporan pencatatan Harga Pokok Produksi (HP
P), laporan laba rugi, neraca, dan laporan perubahan modal atau ekuitas. Supaya lebih jelas,
mari dilihat penjelasan dan contoh laporan perusahan manufaktur berikut ini.

1.     LAPORAN HARGA POKOK PRODUKSI


Harga pokok produksi ini jadi pembeda dalam penyusunan laporan keuangan industri manuf
aktur dibandingkan perusahaan dagang dan juga jasa. Kegunaan dari laporan harga pokok
produksi adalah untuk mengetahui jumlah sisa dari persediaan yang dipakai dalam proses p
roduksi selama satu periode.

Pada dasarnya, HPP ini dibuat untuk menetapkan harga awal produksi pada barang jadi yan
g sudah dibuat yang akan berpengaruh terhadap nilai jualnya. Faktor yang jadi penentu dari
harga pokok produksi yaitu nilai jual suatu produk di mata konsumen atau pelanggan. Sema
kin orang yang mencari produk tersebut, maka harga dari produk itu pun semakin besar.

Berikut ini adalah contoh dari laporan harga pokok produksi pada industri manufaktur.

2.     LAPORAN LABA RUGI

Sama seperti halnya pada laporan keuangan perusahaan dagang dan industri jasa, laporan
laba rugi disusun untuk mengetahui kondisi finansial dari perusahaan berdasarkan produk y
ang dijual dan pengeluaran yang ada. Isi dari laporannya terdapat nilai pendapatan dan pen
geluaran (beban) yang selisihnya menunjukkan nilai laba atau rugi perusahaan tersebut sela
ma periode tertentu. Berikut ini adalah contoh dari laporan laba rugi pada industri manufaktu
r.

3.     LAPORAN NERACA

Kemudian laporan neraca dari perusahaan industri manufaktur di dalamnya terdapat kompo


nen aktiva dan pasiva. Aktiva adalah sumber pendapatan utama perusahaan yang terdapat
semua aset perusahaan, seperti kas, persediaan, piutang, dan sebagainya. Sementara pasi
va adalah hutang dan modal yang perusahaan miliki.

4.     LAPORAN PERUBAHAN MODAL

Laporan perubahan modal ini adalah laporan yang isinya menyajikan informasi modal awal, t
erjadinya perubahan modal, dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham, dan hal
lain yang berkaitan dengan aktivitas perusahaan. Sementara format dan isi laporan perubah
an modal pada perusahaan manufaktur sama dengan jenis perusahaan lainnya.

5.     LAPORAN ARUS KAS

Laporan arus kas ini berisi mengenai kumpulan informasi berupa pendapatan, kas, pembaya
ran kas, dan lain sebagainya dari tiga aktivitas utama perusahaan (operasi, investasi, penda
naan) pada satu periode tertentu.

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Manufaktur

Sumber: https://mustika-ratu.co.id/en/investor-relations/annual-report/

Anda mungkin juga menyukai