Anda di halaman 1dari 11

Soal ujian UAS

Mata Kuliah : Fisiologi Hewan

a. Berikut tugas yang dikerjakan untuk UTS


b. Jawablah secara komprehensif dan boleh menambahkan gambar untuk
memudahkan penjelasan.
c. Diekerjakan secara mandiri dan tidak boleh kerja sama, karena akan dinilai
pekerjaan yang dilakukan
d. Pengumpulan hasil pekerjaan menggunakan google classroom
e. Batas pengumpulan tgl 12 Mei 2020 Pukul 15.00 WITA

1. Sistem saraf pusat terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang,


sementara sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf somatik dan otonom.
Kedua sistem ini bekerja sama untuk mengendalikan seluruh aktivitas di
dalam tubuh, baik yang disadari maupun tidak disadari. Coba saudara
jelaskan secara komprehensif bagian-bagian dan fungsi system syarat yang
terlibat dalam kerja syaraf yang disadari maupun tidak disadari serta jelaskan
bagaiamana menanismenya?
2. Sistem ekskresi pada manusia adalah sistem yang bertugas untuk mengolah
dan membuang zat sisa metabolisme dan racun dari dalam tubuh. Jika tidak
dikeluarkan dari tubuh, zat-zat tersebut dapat menimbulkan sejumlah masalah
kesehatan. Coba saudara jelaskan secara komprehensif kerja system ekresi
pada hati dan ginjal, jelaskan mekanismenya dan uraikan dampak Kesehatan
secara komprehensif yang terjadi dua organ tersebut jika mengalami
gangguan.
3. Sistem hormon adalah sistem yang terdiri dari beragam organ dan kelenjar
yang berperan dalam memproduksi hormon. Hormon-hormon tersebut
bertugas untuk mengatur berbagai fungsi organ tubuh. Bagaaimana perbedaan
kerja antara system hormone dan system syaraf. Bagaimana kerja system
hormon pada pada hati dan ginjal. Jelaskan pula cara kerja system hormone
dan ginjal dan hati serta gangguan Kesehatan yang terjadi akibat gangguan
hormonal.
4. Osmoregulasi mengacu pada proses mempertahankan tekanan osmotik
konstan dalam cairan tubuh dengan menjaga keseimbangan air. Coba saudara
jelaskan mekanisme osmoregulasi pada ikan air laut, ikan air payau dan ikan
air tawar?
5. Sistem indra adalah bagian dari sistem saraf yang berfungsi untuk proses
informasi indra. Di dalam sistem indra, terdapat reseptor indra, jalur saraf,
dan bagian dari otak ikut serta dalam tanggapan indra. Sejak kapan indra
berkerja dengan baik pada manusia. Serta jelaskan bagimana bagaimana
peran indra dalam menerima stimulus.
JAWABAN

1. A. Sistem Saaraf sadar 

Melansir Sumber Belajar Kemendikbud, sistem saraf sadar


merupakan sistem saraf yang mengatur koordinasi gerak secara
sadar melalui saraf pusat atau otak. Gerakan saraf sadar dihasilkan
oleh stimulasi seperti sentuhan, suhu, getaran, hingga rasa sakit.
Ada dua jenis sistem saraf sadar berdasarkan asalnya yaitu sistem
saraf kepala atau kranial dan sistem saraf tulang belakang
atau spinal

B. Sistem Saraf tidak sadar

Sistem saraf tidak sadar, bersumber dari Kenhub, bekerja secara


otomatis tanpa ada perintah secara sadar dari otak. Sistem ini
berfungsi mengatur gerak jantung, tekanan darah, pernapasan,
hingga gerak otot pada organ dalam manusia.

Sistem saraf tidak sadar dibedakan menjadi dua: Sistem saraf


simpatik dan parasimpatik. Kedua jenis tersebut memiliki tugas
dan fungsi yang bertolak belakang. Meskipun berbeda, saraf
simpatik dan parasimpatik tetap memiliki peran yang sangat
penting.

a. Saraf simpatik berfungsi untuk:

 Mempercepat denyut jantung


 Memperlambat proses pencernaan
 Memperkecil diameter pembuluh arteri
 Memperbesar pupil
 Memperkecil bronkus
 Mengembangkan kantung kemih
b. Saraf parasimpatik berfungsi untuk:
 Memperlambat denyut jantung
 Mempercepat proses pencernaan
 Memperbesar diameter pembuluh arteri
 Memperkecil pupil
 Memperbesar bronkus
 Mengerutkan kantung kemih.

2. A. Sistem Ekskresi Pada Hati

Sebagai organ yang berperan dalam sistem ekskresi, hati berfungsi


untuk merombak sel-sel darah merah yang sudah tua/rusak. Di
dalam hati, hemoglobin pada sel darah merah yang sudah rusak
akan diuraikan menjadi globin, zat besi, dan senyawa hemin. Nah,
hemoglobin itu sendiri merupakan protein yang mengandung zat
besi pada sel darah merah.
Zat besi akan disimpan di dalam hati atau dialirkan menuju
sumsum tulang belakang, sedangkan globin digunakan untuk
membentuk sel darah merah baru dan metabolisme protein.
Sementara itu, senyawa hemin akan diubah menjadi zat warna pada
empedu, yaitu bilirubin dan biliverdin.
Selain itu, hati juga berfungsi untuk menghasilkan empedu secara
terus-menerus. Empedu? Kayak gimana tuh? Empedu merupakan
cairan berwarna kehijauan dan rasanya pahit. Empedu ini berperan
untuk mengeluarkan racun dalam tubuh serta melindungi tubuh
dari bakteri. Zat-zat yang tidak baik bagi tubuh akan diserap oleh
hati dan dikeluarkan dari tubuh melalui empedu. Zat ini,
dikeluarkan bersama dengan urin atau feses.

Fungsi hati lainnya dalam sistem ekskresi adalah untuk


menguraikan gas amonia yang berbahaya dalam tubuh menjadi zat
yang lebih aman, yaitu urea. Amonia tersebut dihasilkan dari
proses metabolisme asam amino. Urea dari dalam hati akan
dikeluarkan dan diangkut ke ginjal untuk dikeluarkan bersama
urine.

B. Sistem Ekskresi Pada Ginjal


Ginjal manusia bisa dibilang sebagai organ utama sistem ekskresi.
Fungsi organ ginjal adalah mengeluarkan cairan dan zat sisa
metabolisme melalui urin. Ginjal kita setiap hari memfiltrasi
hampir 200 liter darah dan memproduksi sekitar 2 liter urin setiap
hari. Pada bagian ginjal, terdapat hampir 1 juta nefron, masing-
masing berfungsi membentuk urin, yang lalu dikeluarkan melalui
uretra. Mengeluarkan urin membantu menstabilkan kadar garam
dan cairan dalam tubuh agar tidak berlebihan. Selain sebagai
sistem ekskresi, ginjal juga berperan penting dalam sistem
endokrin, mengeluarkan hormon ke aliran darah untuk kebutuhan
organ lain.
3. Sistem hormon adalah sistem yang terdiri dari beragam organ dan
kelenjar yang berperan dalam memproduksi hormon. Hormon-
hormon tersebut bertugas untuk mengatur berbagai fungsi organ
tubuh. Ketika sistem ini terganggu, kinerja sistem organ tertentu
akan bermasalah dan menimbulkan sejumlah penyakit.
Sistem Hormon Berdasarkan Organnya
Sistem hormon di dalam tubuh melibatkan banyak organ dan
kelenjar. Masing-masing organ dan kelenjar tersebut menghasilkan
hormon yang berbeda-beda dengan fungsinya tersendiri.
Berikut ini adalah beberapa jenis organ dan kelenjar yang
berfungsi untuk menghasilkan hormon:
a. Kelenjar pituitari
Terletak di bagian dasar otak ini dijuluki sebagai the master gland.
Kelenjar ini berperan dalam memproduksi hormon yang bertugas
untuk mengatur fungsi berbagai organ dan kelenjar lain, seperti
kelenjar tiroid, organ reproduksi, dan kelenjar adrenal. Kelenjar
pituitari memiliki tugas untuk menghasilkan beberapa hormon
berikut ini:
 Hormon TSH, yaitu hormon yang bertugas untuk menghasilkan
hormon tiroid
 Hormon pertumbuhan, yaitu hormon yang bertugas untuk
mengatur laju pertumbuhan tubuh
 Hormon FSH, yaitu hormon yang berperan dalam mengatur
ovulasi atau masa subur wanita
 Hormon ACTH, yaitu hormon yang berfungsi untuk
menghasilkan hormon stres dan merangsang kinerja kelenjar
adrenal
 Hormon prolatin, yaitu hormon yang mengatur produksi ASI
pada ibu menyusui
 Hormon perangsang beta-melanosit, yaitu hormon yang
meningkatkan pigmentasi kulit ketika terpapar radiasi sinar
ultraviolet
 Hormon enkephalin dan endorfin, yaitu hormon yang berperan
dalam mengendalikan rasa sakit dan menimbulkan perasaan
gembira
b. Kelenjar hipotalamus
terletak di dasar otak, berdekatan dengan kelenjar hipofisis. Salah
satu tugas kelenjar hipotalamus adalah memberikan instruksi
kepada kelenjar hipofisis kapan harus melepas hormon yang
diproduksinya.
Selain itu, kelenjar hipotalamus juga memproduksi sejumlah
hormon yang bertugas mengatur suhu dan kadar air dalam tubuh.
Kelenjar ini pun berperan dalam menghasilkan hormon oksitosin
yang bertugas untuk merangsang kontraksi rahim menjelang
persalinan, mengendalikan emosi dan libido, serta memelihara
kesehatan sistem reproduksi.
Gangguan pada kelenjar hipotalamus dapat menyebabkan sejumlah
penyakit, di antaranya  hipotiroidisme dan diabetes insipidus.
Penyakit-penyakit tersebut dapat menimbulkan sejumlah gejala,
seperti:
 Penurunan berat badan
 Penurunan nafsu makan
 Peningkatan atau penurunan tekanan darah
 Sering buang air kecil
 Sulit tidur
 Gangguan tumbuh kembang
 Pubertas terlambat
 Infertilitas
c. Kelenjar adrenal
terletak di atas ginjal ini bertugas untuk menghasilkan beberapa
jenis hormon, antara lain hormon androgen, ndrogen ldosterone,
adrenalin, dan noradrenalin.
Fungsi dari hormon-hormon tersebut adalah mengendalikan
tekanan darah serta kadar elektrolit dan gula darah dalam tubuh.
Tak hanya itu, kelenjar ini juga memproduksi hormon kortisol juga
berperan dalam siklus bangun dan tidur Anda.
Kelenjar adrenal dapat terkena beberapa penyakit, misalnya
penyakit Addison, penyakit Cushing, feokromositoma, dan tumor
kelenjar adrenal.
Gangguan pada kelenjar adrenal dapat menimbulkan sejumlah
gejala, yaitu pusing, tubuh terasa lemas, mual dan muntah, mudah
berkeringat, tekanan darah menurun, menstruasi tidak teratur,
penurunan berat badan, muncul bercak hitam di kulit, serta nyeri
otot dan sendi.
d. Tiroid
Kelenjar tiroid seperti kupu-kupu dan berada di dalam leher.
Kelenjar ini berfungsi untuk memproduksi hormon tiroid. Hormon
ini berperan penting dalam mengatur metabolisme serta
pertumbuhan dan kinerja berbagai organ tubuh.
Sistem hormon bisa terganggu jika kelenjar tiroid terlalu banyak
atau justru sedikit. Ketika hormon tiroid di dalam tubuh terlalu
banyak atau aktif (hipertiroidisme), tubuh dapat mengalami
beberapa gejala berikut ini:
 Detak jantung cepat atau berdebar-debar
 Gemetaran atau tremor
 Mudah berkeringat
 Tidak tahan dengan suhu panas.
 Susah tidur
 Mudah lelah
 Rambut dan kuku rapuh
 Berat badan menurun
 Gangguan psikologis, seperti rasa cemas, gugup, dan
mudah marah
e. Kelenjar paratiroid
Terletak di dekat kelenjar tiroid ini bertugas untuk memproduksi
hormon paratiroid, yaitu hormon pengatur keseimbangan kalsium
di dalam tubuh. Kelenjar ini berperan besar terhadap kesehatan dan
perkembangan organ-organ yang membutuhkan kalsium, seperti
tulang, gigi, pembuluh darah, jantung, dan otot. Gangguan pada
kelenjar paratiroid sering kali tidak bergejala. Namun, sebagian
orang yang memiliki gangguan kelenjar paratiroid dapat merasakan
keluhan nyeri atau kram otot, kesemutan, mual, nyeri ulu hati,
tubuh lemas, dan sering haus.
4. A. Osmoregulasi pada ikan air Tawar
Ikan air tawar cenderung untuk menyerap air dari lingkungannya
dengan cara osmosis, terjadi Karna akibat kadar garam dalam
tubuh ikan yang lebih tinggi dibandingkan dengan lingkungannya.
Insang ikan air tawar secara aktif memasukkan garam dari
lingkungan kedalam tubuh. Ginjal akan memompa keluar
kelebihan airse sebagai air seni. Ikan air harus selalu menjaga
dirinya agar garam tidak melarut dan lolos kedalam air, Ginjan
mempunyai glomeruli dalam jumblah banyak dengan diameter
besar.
B. Asmoregulasi ikan air Laut
Urin yang dihasilkan mengandung konsentrasi air yang tinggi. Ikan
air laut Memiliki konsentrasi garam yang tinggi didalam darahnya.
Ikan air laut cenderung untuk kehilangan air didalam sel-sel
tubuhnya karena, proses osmosis melalui kulit. Untuk itu, insang
ikan air laut aktif mengeluarkan garam dari Tubuhnya, untuk
mengatasi kehilangan air, ikan minum air laut sebanyak-
banyaknya. Dengan demikian berarti pula kandungan garam akan
meningkat dalam cairan tubuh. Organ dalam tubuh menyerap ion-
ion garam Seperti Na+, K+, dan Cl-, serta air masuk kedalam darah
dan selanjutnya disirkulasi.
5. Pada dasarnya sistem indra manusia sudah mulai berkembang
sepanjang kehamilan dan akan memengaruhi perkembangan otak
janin. Hal inilah yang memungkinkan kelima indra bayi (peraba,
pendengar, penciuman atau penghidu, penglihatan, serta pengecap)
sudah berfungsi saat lahir, meski belum maksimal. Proses
pematangan masing-masing indra nantinya akan berlangsung
seiring dengan usia dan proses perkembangan bayi. Nah, untuk
mengetahui pertumbuhan serta perkembangan kelima indra
manusia dalam kandungan, simak ulasannya dalam artikel ini.
Di dalam psikologi, dikenal dua istilah pemrosesan informasi yang
diterima dari pengamatan, yaitu sensasi dan persepsi. Dalam arti
sempit kedua istilah ini tidak dibedakan karena kedua fungsi ini
merupakan dua proses yang melibatkan pengamatan. Tetapi, secara
fungsional kedua fungsi psikis ini sangat berbeda. Beberapa bentuk
emosi bisa memengaruhi persepsi. Misalkan seorang anak yang
takut berada di kamar yang gelap akan mempersepsi kamar
tersebut banyak sesuatu yang menakutkan. Kecintaan kita pada
seseorang pun menjadikan diri kita lupa untuk mengetahui
kekurangan yang ada pada orang yang kita cintai. Begitu juga
dengan kebencian pada seseorang menyebabkan kita hanya
memerhatikan kejelekannya saja tanpa melihat kebaikannya.
Rasulullah saw mengisyaratkan bahwa semua dorongan dan emosi
yang terdapat dalam diri kita dapat menghalangi persepsi dan
pikiran secara benar. Sabda Rasulullah saw yang artinya: Cinta
kepada dunia merupakan pangkal setiap kesalahan dan cintamu
kepada sesuatu akan menjadikan dirimu buta dan tuli.
Diriwayatkan oleh Anas ra. Hadits ini mengisyaratkan bahwa
kecintaan kepada dunia dapat memperlambat cara berpikir yang
benar dan menghalangi persepsi kita secara tepat. Mencintai
sesuatu secara berlebihan dapat menyebabkan buta dan tuli karena
panca indera dan cara berpikir cenderung akan keliru. Dikehidupan
kita sehari-hari kita selalu menggunakan indra kita untuk
mengetahui apa yang kita rasakan, tanpa alat-alat indra kita tidak
bisa merasakan kehidupan di dunia ini. Dalam makalah ini akan
membahas sensasi dan persepsi, seperti yang kita ketahui didalam
sensasi indra kita ada dua stimuli (rangsang), yang pertama stimuli
eksternal dan stimuli internal. kemudian bagaimana sensasi dalam
dimensi pengindraan dan ambang pengindraan. dalam makalah ini
juga akan membahas bagaimana alat-alat indra kita merasakan
sesuatu atau rangsang. Seperti alat indra penglihatan, pendengaran,
pengecapan, penciuman dan perasa. Dan kemudian dalam persepsi,
kita ketahui apa itu persepsi setelah kita mengetahui sensasi.
Dikarnakan sensasi mempengaruhi persepsi. Persepsi dalam
pandangan Islam adalah suatu proses kognitif yang dialami
individu dalam memahami informasi baik melalui panca indera,
seperti mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, hidung untuk
penciuman, hati untuk merasakan, dan pemahaman dengan indera
mata maupun pemahaman dengan hati dan akal. Ada faktor-faktor
yang mempengaruhi persepsi, yaitu faktor perhatian yang meliputi
faktor eksternal dan internal, faktor fungsional dan faktor
struktural.