Anda di halaman 1dari 15

PRAKTIKUM III

ISOLASI BAKTERI

Nama : Usman Daniyawing Wabe


NIM/ Semester : 18010108039/ VI (Enam)
Kelompok : V (Lima)
Asisten Pembimbing : David
Dosen Pengampuh : Tri Endrawati, S.P., M.P.

LABORATORIUM BIOLOGI
PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
KENDARI
2021
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Isolasi mikroba adalah langkah pertama menuju identifikasi mikroba.

Fungsi kegiatan isolasi ini memisahkan sebuah kultur yang memiliki banyak

jenis mikroba (mixed culture) menjadi hanya satu jenis mikroba (pure culture).

Metode yang umum digunakan adalah metode gores kuadran. Metode gores

kuadran menggunakan prinsip memperkecil jumlah mikroba yang terbawa

selama proses gores. Cawan petri dibagi atas empat area yang digores secara

melingkar dan berakhir ditengah.1

Berdasarkan bentuknya media dibedakan menjadi : pertama, media cair

digunakan untuk pembenihan diperkaya sebelum disebar ke media padat, tidak

cocok untuk isolasi mikroba dan tidak dapat dipakai untuk mempelajari koloni

kuman. Kedua, Media semi padat adalah media yang mengandung agar sebesar

0,5%. Ketiga, Media padat mengandung komposisi agar sebesar 15%. Media

padat digunakan untuk mempelajari koloni kuman, untuk isolasi dan untuk

memperoleh biakan murni. Media padat ini berdasarkan tujuan penggunaannya

media dibedakan menjadi: media isolasi dan media diperkaya. Ke empat

sekaligus terakhir media selektif merupakan media cair yang ditambahkan zat

tertentu untuk menumbuhkan mikroorganisme tertentu dan diberikan

penghambat untuk mikroba yang tidak diinginkan.2

1
Murtius Wenny Surya, Praktek Dasar Mikrobiologi, (Padang : Universitas Andalas,
2018), h.32.
2
Yusmaniar, Mikrobiologi dan Parasitologi, (Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia, 2017), h. 12-14.
Untuk metode streak plate misalnya mikroba diletakkan pada ujung

plate menggunakan ose, lalu digoreskan pada permukaan medium agar tersebut

dengan pola tertentu yang khas. Ada pula metode pour plate atau penuanga.

Metode ini dapat digunakan untuk perhitungan bakteri secara langsung. Karena

sebelum dituang bakteri tersebut diencerkan terlebih dahulu. Sehingga syarat

perhitungan langsung yaitu dalam 1 media terdapat 30-300 koloni dapat

terpenuhi.3

B. Tujuan

Berdasarkan latar belakang maka tujuan dari praktikum ini tentang

Isolasi bakteri sebagai berikut:

1. Untuk memperbanyak bakteri

2. Untuk meremajakan bakteri

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

3
Waluyo, L, Mikrobiologi Umum, (Malang : UMM Pres, 2016), h. 116.
Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat

yang disebut medium. Untuk mengembangbiakan mikroorganisme seperti jamur,

bakteri, ataupun yang lainnya diperlukan media. Media adalah suatu substansi

yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan untuk

pertumbuhan dan pengembangbiakan jasad renik (mikroorganisme). Media dapat

berbentuk padat, cair, dan semi padat (semi solid). Pertumbuhan mikroorganisme

didalam suatu media buatan dipengaruhi oleh beberapa faktor fisik dan faktor

kimia.4

Mikroorganisme yang digunakan adalah Penicillium chrysogenum,

staphylococcus aureus, dan Escherichia coli. Bahan yang digunakan air lindi,

molase, potato Dextrose Agar (NA), Nutrient Broth (NB), Medium nitrat cair,

medium bromo Cresol purple Milk (BPCM), medium kasein cair, aquades, asam

sulfanilat, Napthyl Ethylendiamin (NED), laktofenol, reagen nelson, reagen

arsenomolibnat, reagen Ehrlich, larutan iodine, indikator pp, indikator methyl red

(MR), eter, larutan H2SO4 Pekat, larutan HCL 0,1 N, kepingan keramik porselin ,

cat nigrosin, cat gram A, B, C, dan D, glukosa, sukrosa, laktosa, gula anhidrat,

larutan buffer pH 7 dan 9, spiritus, dan larutan alkohol 80%.5

Bakteri Pseudomonas sp., Bacillus sp., dan cendawan thicorderma sp dapat

menghambat pertumbuhan bakteri R. solanacearum dimedia agar. Alat-alat yang

terbuat dari kaca yang digunakan dicuci terlebih dahulu, dikeringkan, kemudian

dibungkus dengan kertas Koran dan mulut wadah ditutup dengan kapas. Sterilisasi
4
Dewi Putri Yuni Lestari, “Pertumbuhan Bakteri Bacillus subtilis pada Media Biji Nangka
dan Biji Kluwih sebagai Substitusi Media NA (Nutrient Agar)”, Jurnal of Natural Product and
Plant Resourse, Vol. 2 (6), 2016, h. 5.
5
Vania, Aprilina Tanuwijaya, “Produksi Penisilin oleh Penicillium chrysogenum dengan
penambahan fenilalanin” Jurnal of Biochemical and Microbiological Tecnology, Vol. 1 (4), 2015,
h. 5.
dilakukan dengan menggunakan autoclave pada suhu 121°C, tekanan 1 atm

selama 15 menit.6

Bakteri adalah mikroorganisme bersel satu atau berkembang biak dengan

cara membelah diri dan hidup pada bahan yang beraktifitas air yang tinggi.

Bakteri yang bersifat aerob (bakteri yang hidup memerlukan oksigen), ananerob

(bakteri yang hidup tidak memerlukan oksigen). Awal kontaminasi dari daging

berasal dari mikroorganisme yang memasuki peredaran darah pada saat

penyembelihan. Alat-alat yang digunakan didalam penelitian ini adalah

timbangan, tabung reaksi, cawan petri, mikro pipet, incubator, Stanggel stik,

lampu Bunsen,, forteks, gelas ukur, spatula, hot plate, autoclave, lampung dan alu,

pinset, enlemenyer, pipet tetes. Bahan yang digunakan nutrient agar dan aquades.7

Terdapat dua jenis media tumbuh untuk mikroorganisme yaitu berupa

kontrol agar air dan agar nutrient sederhana. Pembuatan agar air adalah dengan

cara menambahkan 3 g (1,5 sendok the serbuk agar) ke dalam 200 ml airdalam

beaker/kaleng susu bekas. Begitu pula dengan media nutrient sederhana yang

telah disiapkan sebanyak masing-masing 200 di tambahkan dengan 3 g serbuk

agar. Semua bejana yang telah diisi media yang ditambah agar diaduk sampai rata,

kemudian ditutup dengan 2-3 lapis aluminium foil plastic tebal yang diikat karet

dan dimasukkan kedalam panci yang telah diisi air. Media didihkan selam 60

menit sambil sesekali digoyang supaya agar tercampur rata.8


6
Armaleni, “Antagonis Pseudomonas fluorescens indigenous terhadap Ralstonia
solanacearum pada tanaman tomat (Lycopersium esculentum)”, Jurnal Metamorfase, Vol. 6 (1),
2019, h. 2.
7
Insun, Sangadji, “Lama penyimpanan Daging Sapi Terhadap Alat Bakteri”, Jurnal Biologi
Education, Vol. 2 (1), h. 2.
8
Fibriana, Fidia, “Potensi Kitchen Microbiologi untuk Meningkatkan keterampilan Teknik
Hands-On dalam Pembelajaran Mikrobiologi”, Unnes Science Education Journal, Vol. 5 (2), 2016,
h. 5.
Dalam mempelajari mikroba tidak bisa dilakukan secara kasat mata.

Sedangkan dalam satu lokasi yang menurut manusia cukup kecil, disana masih

terdapat bakteri dalam jumlah besar, dan juga bermacam-macam jenisnya. Selain

itu, dialam mikrobia pada umumnya tidak hidup tersendiri sebagai individu

tunggal dan terlepas dari spesies yang lain. Mikroba lebih sering ditemukan dalam

bentuk koloni dan bersama-sama dengan mikroba yang lain.9

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Waktu dan tempat praktikum Isolasi bakteri ini berlangsung pada hari

Jum’at, tanggal 28 Mei 2021, pada pukul 14:00 WITA. Bertempat di

Laboratorium Biologi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari.

B. Alat dan Bahan

9
Seiler, J, P, Good Laboratory, (Swiss : Spinger – Verlag Berlin Heideberg Media, 2017),
h. 61.
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum Isolasi bakteri ini

dapat lihat pada tabel berikut:

Tabel 1. Alat dan kegunaannya


Alat Kegunaan
Alat tulis Untuk menulis hasil pengamatan
Handphone Untuk dokumentasi
Hot plate Untuk meletakkan sampel
Cawan petri Untuk mengkultur bakteri
Botol scott Untuk menyimpan larutan
Gelas ukur Untuk mengukur volume cairan
Untuk memindahkan biakan
Jarum ose
mikroorganisme
Laminar air flow Untuk mengalir udara bersih
Untuk pemanasan, sterilisasi, dan
Bunsen
pembakaran
Tabel 2. Bahan dan kegunaannya
Bahan Kegunaan
Bakteri Sebagai hasil pengamatan
Media TSA atau NA Sebagai media percobaan
Alkohol Sebagai mensterilkan tangan dari bakteri
Sebagai membakar dan memanaskan
Spiritus
larutan
Plastik Wrab Sebagai pembungkusan agar tetap steril
Tissue Sebagai lup dalam keadaan basah

C. Prosedur Kerja

Menyiapkan alat dan bahan yang


akan digunakan

Menyiapkan cawan steril dengan


media agar yang sudah steril

Cawan petri diberi label dibagian


bawahnya sebagai tanda kelompok,
jenis media isolasi dan di
gambarkan garis kuadran agar
mempermudah penggoresan pada
media dengan spidol dibagian
Jarum ose disterilkan dengan
memanaskan ose di api Bunsen

Jarum ose didinginkan sejenak,


kemudian diambil bakteri yang
sudah di siapkan dengan jarum ose

Penutup petri dibuka, kemudian


dilakukan penggoresan dengan
metode kuadran sesuai gambar garis
bagi kuadran

Jarum ose disterilkan lagi dengan


api Bunsen, kemudian dinginkan
sejenak lalu goreskan lagi ke
kuadran kedua tanpa memengaruhi
bakteri lagi

Melakukan cara diatas sampai


kuadran ke empat, setelah itu cawan
ditutup, penggoresan pada cawan
selalu dekat dengan Bunsen agar
tidak terkontaminasi
Cawan dipanaskan bagian tepi
melingkar pada Bunsen, kemudiaan
dibungkus dengan kertas

Cawan kemudian di inkubasi, setelah


48 jam cawan diambil kemudian
diamati

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan dari praktikum Isolasi bakteri yaitu sebagai berikut:

Tabel 3. Hasil pengamatan


No Gambar Keterangan
1. Memanaskan media agar
yang membeku dengan
menggunakan hotplate
hingga mencair
2. Berpindah keruang laminer
( lampu, udara, UV).
Membersihkan laminer dari
mikroorganisme
menggunakan alkohol

3. Memilih bakteri yang akan


digores yang telah
berkembang biak. Dan
Memasukkan media agar
dalam laminer.

4. Mengambil cawan petri dari


oven kemudian dimasukkan
dalam laminer.

5. Mendekatkan cawan petri


dengan bunsen dan media
TSA dituang dengan
ketebalan 1cm. Media yang
dituang di cawan petri harus
dibakar agar uapnya keluar.

6. Menuangkan media TSA


dengan menunggu selama
10 menit dan ditutup hingga
membeku. Dan membakar
jarum mose dengan
menggunakan bunsen dan di
dinginkan

7. Mengambil bakteri
menggunakan jarum mose.
Kemudian mengores
dengan menggunakan zig
zag di cawan petri yang
berisi medium agar TSA.

8. Membersihkan jarum mose


dengan dibakar
menggunakan bunsen dan
direndam alkohol.

9. Cawan petri berisi bakteri


dibungkus menggunakan
plastik lab agar tidak
terkontiminasi. Selanjutnya
cawan petri yang berisi
bakteri dilabeli dan
ditunggu hingga 15-17 jam
contohnya WH RO6

B. Pembahasan

Berdasarkan hasil pengamatan yang kami amati tentang Isolasi

bakteri. Tehnik isolasi yang digunakan adalah isolasi sebar (spread plate),

isolasi tuang (pour plate), isolasi gores (streak plate). Mikroorganisme yang

digunakan adalah beberapa macam bakteri yaitu Escherichia coli, Bacillus

subtilis, Pseudomonas aeruginosa, dan staphylococcus aureus. Pada thenik


isolasi sebar media yang digunakan adalah nutrient agar. Masing-masing

bakteri dipipet sebanyak kurang lebih 1 ml.

Isolasi bakteri dengan metode penggoresan dilakukan diLaboratorium

agar mengurangi terjadinya kontaminasi pada media yang akan digunakan

untuk mengisolasian bakteri, dimana penggoresan dilakukan dengan jarum

ose yang disterilkan dengan api Bunsen pada LAF, kemudian bakteri diambil

setelah jarum didinginkan sejenak, suhu yang terlalu tinggi dapat

menyebabkan bakteri mati dan agr mudah meleleh sehingga metode ini

dibutuhkan keahlian, jarum ose yang sudah diberi bakteri kemudian

digoreskan ke media agar dengan zigzag pada kuadran pertama dari empat

kuadran yang daerah kuadrannya sudah digambar pada bagian cawan

sebelumnya.

Melakukan penggoresan ke kuadran kedua dengan menyeterilkan

kembali jarum ose pada Bunsen tanpa pengambilan bakteri kembali,

penggoresan pada dua kuadran haruslah meneruskan goresan terakhir pada

kuadran dua dengan intensitas goresan yang semakin melemah, ini berfungsi

untuk pengisolasian bakteri sehingga nanti didapatkan biakan murni bakteri

yang diinginkan. Yang perlu diperhatikan dalam proses penggoresan yaitu

cawan petri selalu dekat dengan Bunsen agar tidak terkontaminasi, jarum ose

didinginkan sejenak agar tidak merusak media atau membuhun bakteri.

Setelah melakukan penggoresan media cawan ditutup kembali dan

kemudian disterilkan kembali dibagian tepinya dinyala api Bunsen, kemudian

dibungkus dengan kertas yang sudah ada , media sudah siap lalu di inkubasi
dengan suhu 30°C selama 48 jam setelah 48 jam media dimbil dan dilakukan

pengamatan. Peletakan media dilakukan dengan terbalik. Penggoresan media

yang benar dan baik akan terlihat hasil biakan bakteri murni pada suatu titik

koloni pada kuadran empat, sedangkan pada praktikum ini media isolasi

bakteri telah mengalami kesalahan penggoresan sehingga tidak didapatkan

biakan murni bakteri pada satu titik kuadran empat, melainkan terdapat

banyak titik biakan murni bakteri pada alur penggoresan, kesalahan

penggoresan terletak pada langkah kerja yang dilakukan dimana praktikan

tidak mendinginkan sejenak jarum ose yang panas sehingga penggoresan

disetiap awal mulai penggoresan pada setiap kuadran penggoresan terlalu

dalam dan tidak melemah sesuai dengan metode yang ada.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Adapun kesimpulan dari praktikum ini yaitu sebagai berikut:

1. Untuk memperbanyak bakteri yaitu bakteri dengan isolasi bakteri dengan

metode penggoresan dilakukan di laminer agar, untuk mengurangi

terjadinya kontaminasi pada media yang akan dilakukan dengan jarum

mose yang disterilisasikan pada laminer. Kemudian bakteri diambil

setelah jarum didinginkan sejenak. Suhu yang terlalu tinggi dapat


menyebabkan bakteri mati agar yang mudah meleleh. Jarum mose yang

sudah diberikan bakteri digoreskan ke media agar dengan cara zig-zag

sampai selesai semua media yang dibuat.

2. Untuk meremajakan bakteri dilakukan dengan mengambil satu jarum

mose biakkan murni kemudian digoreskan dalam biakkan agar dengan

permukaan miring, kemudian diinkubasi pada suhu 37ºC selama 24 jam.

Setelah proses peremajaan bakteri selesai, bakteri siap digunakan dengan

proses inokulasi.

DAFTAR PUSTAKA

Armaleni, “Antagonis Pseudomonas fluorescens indigenous terhadap Ralstonia


solanacearum pada tanaman tomat (Lycopersium esculentum)”, Jurnal
Metamorfase, Vol. 6 (1), 2019, h. 2.
Dewi Putri Yuni Lestari, “Pertumbuhan Bakteri Bacillus subtilis pada Media Biji
Nangka dan Biji Kluwih sebagai Substitusi Media NA (Nutrient Agar)”,
Jurnal of Natural Product and Plant Resourse, Vol. 2 (6), 2016, h. 5.
Fibriana, Fidia, “Potensi Kitchen Microbiologi untuk Meningkatkan keterampilan
Teknik Hands-On dalam Pembelajaran Mikrobiologi”, Unnes Science
Education Journal, Vol. 5 (2), 2016, h. 5.
Insun, Sangadji, “Lama penyimpanan Daging Sapi Terhadap Alat Bakteri”, Jurnal
Biologi Education, Vol. 2 (1), h. 2.
Murtius Wenny Surya, Praktek Dasar Mikrobiologi, Padang : Universitas
Andalas, 2018, h.32.
Seiler, J, P, Good Laboratory, Swiss : Spinger – Verlag Berlin Heideberg Media,
2017, h. 61.
Vania, Aprilina Tanuwijaya, “Produksi Penisilin oleh Penicillium chrysogenum
dengan penambahan fenilalanin” Jurnal of Biochemical and
Microbiological Tecnology, Vol. 1 (4), 2015, h. 5.
Waluyo, L, Mikrobiologi Umum, Malang : UMM Pres, 2016, h. 116.
Yusmaniar, Mikrobiologi dan Parasitologi, Jakarta: Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia, 2017, h. 12-14.