Anda di halaman 1dari 18

PRAKTIKUM V

PEMANFAATAN MIKROORGANISME DALAM FERMENTASI


PEUYEUM

Nama : Usman Daniyawing Wabe


NIM/Semester :18010108039/VI (Enam)
Kelompok : V (Lima)
Asisten Pembimbing : David
Dosen Pengampuh : Tri Endrawati, S.p, M.p

LABORATORIUM BIOLOGI
PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
KENDARI
2021
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari organisme yang

berukuran sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat dengan mata telanjang

melainkan harus menggunkan mikroskop, organisme yang sangat kecil ini

disebut sebagai mikroorganisme. Memepelajari sifat-sifat dan menumbuhkan

mikroorganisme membutuhkan suatu media sebagai tempat pertumbuhan

mikroorganisme.1

Singkong adalah komuditas pertanian yang banyak ditanam di

Indonesia sebgai sumber karbohidrat. Jenis-jenis polisakarida penyusun

singkong diantranya pati, selulosa dan hemisolulosa dalam bentuk xilan salah

satu makan olahan dari singkong yang berasal dari jawa barat adalah

peuyeum. Peuyeum adalah makanan yang difermentasi dari konsursium

mikroba.2

Adapun ayat yang membahas tentang praktikum ini adalah surah Al-

Baqarah ayat 26 yaitu:

ُّ ‫ضةً فَ َما فَوْ قَهَا فَأ َ َّما الَّ ِذينَ آَ َمنُوا فَيَ ْعلَ ُمونَ أَنَّهُ ْال َح‬
‫ق ِم ْن‬ َ ‫إِ َّن هَّللا َ اَل يَ ْستَحْ يِي أَ ْن يَضْ ِر‬
َ ‫ب َمثَاًل َما بَعُو‬

‫ضلُّ بِ ِه إِاَّل‬ ِ ُ‫َربِّ ِه ْم َوأَ َّما الَّ ِذينَ َكفَرُوا فَيَقُولُونَ َما َذا أَ َرا َد هَّللا ُ بِهَ َذا َمثَاًل ي‬
ِ ُ‫ضلُّ بِ ِه َكثِيرًا َويَ ْه ِدي بِ ِه َكثِيرًا َو َما ي‬

‫ْالفَا ِسقِين‬

1
. Laily Purnama Sari, “Pembuatan Media Pertumbuhan Bakteri Dengan Menggunakan
Umbi Ubi Jalar Cilembu (Ipoema batatas (L) Lam) Untuk Bakteri Lactobacillus aciodophilus,
Salmonela typhii DAN Escgeichia coli)” Universitas Sumatera Utara Medan. 2019.h.1.
2
. Fenti Fatmawati dkk, “Penapisan dan Identifikasi Bakteri Penghasil Enzim Xilanase
pada Peuyeum Singkong dengan Metode Penada Gen 16S rRNA”, Jurnal Kartika Kimia. 2019,
Vol 2. No 1.
Artinya: “Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa
nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman,
maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka. Dan
adapun mereka yang kafir mengatakan : "Apakah maksud Allah menjadikan
ini untuk perumpamaan?." dengan perumpamaan itu banyak orang yang
disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang
diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-
orang yang fasik.” (QS.Al-Baqarah : 26)

Ibnu Katsir menasirkan bahwa kata (yang lebih rendah dari itu),

menunjukkanbahwa Allah SWT kuasa untuk menciptakan apa saja, yaitu

penciptaan apapun dengan obyek apa saja, baik yang besar maupun yang

lebih kecil. Allah SWT tidak pernah menganggap remeh sesuatu pun yang

Dia ciptakan meskipun hal itu kecil. Orang-orang yang beriman meyakini

bahwa dalam perumpamaan penciptaan yang dilakukan oleh Allah SWT

memiliki manfaat bagi kehidupan manusia (Al-Mubarok, 2006). Sebagaimana

Allah SWT menciptakan bakteri meskipun memiliki ukuran yang sangat kecil

tetapi keberadaannya memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan manusia,

hewan, dan tumbuhan.

B. Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum isolalsi bekteri ini adalah sebagai

berikut:

1. Untuk mengetahui peran mikroorganisme dalam pembutan fermetasi

peuyeum

2. Untuk mengetahui cara pembuatan fermentasi peuyeum

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Singkong dapat dimanfaatkan menjadi berbagai macam produk olahan dan

menjadi salah satu peluang bisnis yang menguntungkan. Singkong dapat diolah

menjadi keripik, tape, getuk, menggeleng, enye-enye, semier, alen-alen dan

slandok. Dengan melihat hal tersebut, singkong dapat dijadikan suatu peluang

untuk melakukan usaha bisnis. Salah satu agroindustry yang menggunakan produk

pertanian sebagai bahan baku utamanya. Sentral penghasil peuyeum terbesar

dibandung terletak di kecamatan Cimayen Kabupaten Bandung.3

Peuyeum yang terbuat dari singkong mengandung pati dan juga xilan,

sampe sekarang ada banyak penelitian tentang enzim amylase karena peuyeum

mengandung pati. Peueyeum meimliki aroma rasa dan tekstur lembut yang khas

salah satu mempengaruhi kualitas peuyeum adalah mikroorganisme pada stater

digunakan dalam proses fermentasi selama proses fermentasi peuyeum

mikrooganisme yang ada akan metabolisme senyawa nutrisi dalam singkong.

Jamur akan menghidrolisis menjadi gula sederhana dan kemudian akan menjadi

fermentasi menjadi alkohol dan kompenen rasa lainnya oleh ragi.4

Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel pada keadaan anaerob

(tanpa oksigen). Secara umum fermentasi adalah salah satu bentuk respirasi aerob.

Fermentasi menyebabkan perubhan sifat bahan pangan seperti timbulnya rasa dan

bau alkohol atau rasa asam. Contoh produk makanan awetan, nabati, yang

3
. Dewi Rengganis, Dkk, “Modal Bisnis Olahan Singkong pada Usaha Peuyeum Abbas
Sawargi Kecamatan Cimeyan Kabupaten Bandung”, Jurnal Pemikiran Masyarakat Masyarakat
Ilmiah Agribisnis, 2018, Vol 4, No 2.
4
. Fenti Fatmawati dkk, “Penapisan dan Identifikasi Bakteri Penghasil Enzim Xilanase
pada Peuyeum Singkong dengan Metode Penada Gen 16S rRNA”, Jurnal Kartika Kimia. 2019,
Vol 2. No 1.
menggunakan tehnik ini adalah tapai singkong, ketan, nata de coco, nata de pina,

gula bit, gram Kristal, dan wedang.5

Menurut zubaidah (1998), pengendalian pada proses fermentasi dilakukan

dengan mengatur kondisi optimal untuk pertumbuhan khamir dan kapang. Khamir

dapat hidup pada bahan yangmempunyai kadar air yang cukup. Pada awal

fermentasi khamir bersifat aerobic pada akhir proses fermentasi bersifat anaerobic

dengan menghasilkan alkohol dan bersifat fermentativ.6

Ragi tersebut tersusun oleh tepung beras, air tebu, bawang merah dan putih

serta kayu manis, sebelum membuat tape perlu di perhatikan untuk mengahsilkan

kualitas yang bagus warnanya, rasanya yang manis dan strukturnya lembut. Bahan

yang biasa digunakan adalah bahan yang mengandung karbohidtrat. Bahan

makanan karbohidrat berasal dari makanan pokok seperti biji-bijian, umbi-

umbian, dan kacang panjang. 7

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Waktu dan tempat praktikum mikrobiologi ini berlangsung pada hari

Senin tanggal 14 Juni 2021, pada pukul 10.00 WITA Bertempat di Kos Asrama

Sakina Kendari .

B. Alat dan Bahan

5
. Arif Kurniawan. Prakarya dan Kewirausahaan. (Jakarta: Gramedia Widiasarana
Indonesia, 2019)
6
. Muhammad Asnawi, Dkk, “Krakteristik Tape Ubi Kayu (Manihot esculenta) Melalui
Proses Fermentasi Pematangan Dengan Penggunaan Pengontrol Suhu” Jurnal Biopres Komoditas
Tropis, 2013. Vol.1, No. 2.
7
. Dino Kanino,”Pengaruh Konsentrasi Ragi pada Pembuatan Tape Ketan”. Universitas
Hasanuddin.
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum pembuatan peuyeum

ini dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1. Alat dan kegunaannya


Alat Kegunaan
Alat tulis Untuk menulis hasil pengamatan
Panci Untuk tempat merebus ubi
Kompor Untuk untuk merebus ubi
Pisau Untuk mengupas dan mengiris ubi
Wadah Untuk menyimpan ubi
Handphone/hp Untuk dokumentasi
Sendok Untuk meghancurkan ragi
Piring Untuk wadah tempat menghancurkan ragi

Tabel 2. Bahan dan kegunaanya


Bahan Kegunaan
Ubi/singkong Untuk bahan praktikum
Ragi Untuk bahan praktikum
Daun pisang Utuk bahan praktikum
Air Untuk bahan praktikum

C. Prosedur kerja

Menyiapkan alat dan bahan

Mengupas kulit singkong sampe bersih

Kemudian mencuci singkong yang sudah


dikupas sebelumnya

Mengiris kulit singkong tipis-tipis agar


terhindar dari kulit yang masih menempel pada
singkong
Kemudia dicuci kembali setelah itu ditiriskan

Merebus air sampe mendidih kemudian


memasukan singkong yang sudah dicuci bersih

Setelah 10-15 menit ubi diangkat dari panci


kemudian ditiriskan sampe benar-benar airnya
tidak ada lagi

Menghancurkan ragi menggunakan sendok


sampai benar-benar halus

Kemudian menyediakan wadah yang sudah


dilapisi daun pisang sebelumnya

Mengambil singkong yang sudah ditiriskan


kemudian ditaburkan dengan ragi sampai
singkong tersebut ditutupi oleh ragi

Setelah itu dimasukan kedalam wadah dan


dibungkus daun pisang kemudian disimpan
selama 2-3 hari
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan pada praktikum isolasi bakteri ini dapat dilihat dari

tabel berikut:

Tabel 3.Hasil pengamatan


No Gambar Keterangan
1. Mengupas kulit singkong Menupas kulit singkong
sampai bersih menggunaka
pisau

2. Membersihkan kulit singkong Mencuci singkong dan


mengiris-ngiris tipis singkong
agar besih dari kotoran dan
kulit singkong

3. Merebus singkong Merebus singkong selama 10


menit

4. pemberian ragi pada singkong Menaburkan ragi pada


singkong sampai sampai
merata

5. Sebelum didiamkan selama 2-3 hari Didiamkan dalam wadah


dengan cara dibungkus dengan
daun pisang selama 2-3 hari

6. Setelah didiamkan selama 3 hari Hasil setelah didiamkan


selama 2-3 hari hasilnya
menjadi lebih lembut dan
manis

B. Pembahasan

Dalam pembuatan peuyeum biasanya singkong dibiarkan utuh hanya

di potong bagian pangkal dan ujungnya, kemudian dikupas. Setelah dicuci

dan direndam sebentar, singkong utus tersebut direbus air mendidih hingga

setengah masak. Setengah masak artinya sudah enak dimakan, tetapi belum

lunak betul dan belum pecah-pecah. Dalam proses peragian, ragi dilumurkan

di seluruh permukan singkong dengan ukuran dua kali lebih banyak

dibandingkan ragi untuk pembuatan tape. Kemudian peuyeum di biarkan

selama 2-3 hari.

Pada akhirnya, cara pembuatan yang unik itulah yang menentukan

bedanya sifat antara peuyeum dan tape singkong. Bahkan peuyeum juga

bersifat lebih keras dan lebih awet dibandingkan tape singkong biasa
sehingga dapat diikat dan digantung. Itulah peuyeum juga biasa disebut tape

singkong.

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Peran mikroorganisme dalam pembuatan peuyeum adalah jenis

khamir. Dimana berperan untuk mengidrolisis pati pada bahan baku menjadi

gula-gula sederhana, pemberian ragimemiliki fungsi untuk fermentasi,

mengubah gula menjadi alkohol, menghasilkan kualitas warna rasa, tekstur,

serta aroma khas peuyeum.


Proses pembuatan peuyeum ubi dikupas. Setelah dicuci dan direndam

sebentar, singkong utuh tersebut direbus air mendidih hingga setengah masak.

Setengah masak artinya sudah enak dimakan, tetapi belum lunak betul dan

belum pecah-pecah. Dalam proses peragian, ragi dilumurkan diseluruh

permukan singkong dengan ukuran dua kali lebih banyak dibandingkan ragi

untuk pembuatan tape. Kemudian peuyeum di biarkan selama 2-3 hari.

DAFTAR PUSTAKA

Asnawi, M. Dkk, 2013. Krakteristik Tape Ubi Kayu (Manihot esculenta) Melalui

Proses Fermentasi Pematangan Dengan Penggunaan Pengontrol Suhu.

Jurnal Biopres Komoditas Tropis. Vol. 1( 2).

Fatmawati. F. dkk, 2019. Penapisan dan Identifikasi Bakteri Penghasil Enzim

Xilanase pada Peuyeum Singkong dengan Metode Penada Gen 16S rRNA,

Jurnal Kartika Kimia. Vol 2.(1).

Kanino, D. 2019. Pengaruh Konsentrasi Ragi pada Pembuatan Tape Ketan.

Universitas Hasanuddin.
Kurniawan. A. 2019. Prakarya dan Kewirausahaan. Jakarta: Gramedia

Widiasarana Indonesia,

Rengganis, D. Dkk, 2018. Modal Bisnis Olahan Singkong pada Usaha Peuyeum

Abbas Sawargi Kecamatan Cimeyan Kabupaten Bandung, Jurnal

Pemikiran Masyarakat Masyarakat Ilmiah Agribisnis, Vol 4.( 2).

Sari, L. P. 2019. Pembuatan Media Pertumbuhan Bakteri Dengan Menggunakan

Umbi Ubi Jalar Cilembu (Ipoema batatas (L) Lam) Untuk Bakteri

Lactobacillus aciodophilus, Salmonela typhii DAN Escgeichia coli).

Universitas Sumatera Utara Medan.

LAMPIRAN