Anda di halaman 1dari 20

David

Dosen Pengampuh : Tri Endrawati, S.P., M.P.

LABORATORIUM BIOLOGI
PROGRAM STUDI TADRIS BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
KENDARI
2021
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Media merupakan suatu bahan yang terdiri atas campuran nutrisi yang

digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme baik dalam mengkultur


bakteri, jamur, dan mikroorganisme lain. Suatu media dapat menumbuhkan

mikroorganisme dengan baik bila memenuhi persyaratan antara lain

kelembapan yang cukup, pH yang sesuai, kadar oksigen baik, media steril dan

harus mengandung semua nutrisi yang mudah digunakan mikroorganisme.

Media yang umum digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme

dilaboratorium seperti bakteri adalah media (NA) Nutrient agar. 1

Berdasarkan bentuknya media dibedakan menjadi : pertama, media cair

digunakan untuk pembenihan diperkaya sebelum disebar ke media padat, tidak

cocok untuk isolasi mikroba dan tidak dapat dipakai untuk mempelajari koloni

kuman. Kedua, Media semi padat adalah media yang mengandung agar sebesar

0,5%. Ketiga, Media padat mengandung komposisi agar sebesar 15%. Media

padat digunakan untuk mempelajari koloni kuman, untuk isolasi dan untuk

memperoleh biakan murni. Media padat ini berdasarkan tujuan penggunaannya

media dibedakan menjadi: media isolasi dan media diperkaya. Ke empat

sekaligus terakhir media selektif merupakan media cair yang ditambahkan zat

tertentu untuk menumbuhkan mikroorganisme tertentu dan diberikan

penghambat untuk mikroba yang tidak diinginkan.2

Autoclave adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan

bahan yang digunakan dalam mikrobiologi melalui penggunaan uap air panas

bertekanan. Tekanan yang digunakan pada umumnya 15 psi. atau sekitar 1 atm.

dan dengan suhu 121°C (250°F). jadi tekanan yang bekerja keseluruh

1
Siti, Juariah, “Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu Sebagai Media Alternatif
Pertumbuhan Bacillus sp”, Jurnal Analisis Kesehatan Klinikal Sains, Vol. 6 (1) , 2018, h. 25.
2
Yusmaniar, Mikrobiologi dan Parasitologi, (Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia, 2017), h. 12-14.
permukaan benda adalah 15 pon tiap inchi-inchi (15 Psi = 15 pounds per

square inchi). Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15 menit untuk

121°C.3

B. Tujuan

Berdasarkan latar belakang maka tujuan dari praktikum ini tentang

Pembuatan Nutrient agar sebagai media biakan bakteri sebagai berikut:

1. Untuk mengetahui jenis-jenis media

2. Untuk mengetahui cara pembuatan media Nutrient agar

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Mikroorganisme dapat ditumbuhkan dan dikembangkan pada suatu substrat

yang disebut medium. Untuk mengembangbiakan mikroorganisme seperti jamur,

bakteri, ataupun yang lainnya diperlukan media. Media adalah suatu substansi

yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan untuk

pertumbuhan dan pengembangbiakan jasad renik (mikroorganisme). Media dapat

berbentuk padat, cair, dan semi padat (semi solid). Pertumbuhan mikroorganisme
3
Phiknat, Periadnadi, Penuntun Praktikum Mikrobiologi, (Padang, Universitas Andalas,
2015), h. 3.
didalam suatu media buatan dipengaruhi oleh beberapa faktor fisik dan faktor

kimia.4

Mikroorganisme yang digunakan adalah Penicillium chrysogenum,

staphylococcus aureus, dan Escherichia coli. Bahan yang digunakan air lindi,

molase, potato Dextrose Agar (NA), Nutrient Broth (NB), Medium nitrat cair,

medium bromo Cresol purple Milk (BPCM), medium kasein cair, aquades, asam

sulfanilat, Napthyl Ethylendiamin (NED), laktofenol, reagen nelson, reagen

arsenomolibnat, reagen Ehrlich, larutan iodine, indikator pp, indikator methyl red

(MR), eter, larutan H2SO4 Pekat, larutan HCL 0,1 N, kepingan keramik porselin ,

cat nigrosin, cat gram A, B, C, dan D, glukosa, sukrosa, laktosa, gula anhidrat,

larutan buffer pH 7 dan 9, spiritus, dan larutan alkohol 80%.5

Bakteri Pseudomonas sp., Bacillus sp., dan cendawan thicorderma sp dapat

menghambat pertumbuhan bakteri R. solanacearum dimedia agar. Alat-alat yang

terbuat dari kaca yang digunakan dicuci terlebih dahulu, dikeringkan, kemudian

dibungkus dengan kertas Koran dan mulut wadah ditutup dengan kapas. Sterilisasi

dilakukan dengan menggunakan autoclave pada suhu 121°C, tekanan 1 atm

selama 15 menit.6

Bakteri adalah mikroorganisme bersel satu atau berkembang biak dengan

cara membelah diri dan hidup pada bahan yang beraktifitas air yang tinggi.

4
Dewi Putri Yuni Lestari, “Pertumbuhan Bakteri Bacillus subtilis pada Media Biji Nangka
dan Biji Kluwih sebagai Substitusi Media NA (Nutrient Agar)”, Jurnal of Natural Product and
Plant Resourse, Vol. 2 (6), 2016, h. 5.
5
Vania, Aprilina Tanuwijaya, “Produksi Penisilin oleh Penicillium chrysogenum dengan
penambahan fenilalanin” Jurnal of Biochemical and Microbiological Tecnology, Vol. 1 (4), 2015,
h. 5.
6
Armaleni, “Antagonis Pseudomonas fluorescens indigenous terhadap Ralstonia
solanacearum pada tanaman tomat (Lycopersium esculentum)”, Jurnal Metamorfase, Vol. 6 (1),
2019, h. 2.
Bakteri yang bersifat aerob (bakteri yang hidup memerlukan oksigen), ananerob

(bakteri yang hidup tidak memerlukan oksigen). Awal kontaminasi dari daging

berasal dari mikroorganisme yang memasuki peredaran darah pada saat

penyembelihan. Alat-alat yang digunakan didalam penelitian ini adalah

timbangan, tabung reaksi, cawan petri, mikro pipet, incubator, Stanggel stik,

lampu Bunsen,, forteks, gelas ukur, spatula, hot plate, autoclave, lampung dan alu,

pinset, enlemenyer, pipet tetes. Bahan yang digunakan nutrient agar dan aquades.7

Terdapat dua jenis media tumbuh untuk mikroorganisme yaitu berupa

kontrol agar air dan agar nutrient sederhana. Pembuatan agar air adalah dengan

cara menambahkan 3 g (1,5 sendok the serbuk agar) ke dalam 200 ml airdalam

beaker/kaleng susu bekas. Begitu pula dengan media nutrient sederhana yang

telah disiapkan sebanyak masing-masing 200 di tambahkan dengan 3 g serbuk

agar. Semua bejana yang telah diisi media yang ditambah agar diaduk sampai rata,

kemudian ditutup dengan 2-3 lapis aluminium foil plastic tebal yang diikat karet

dan dimasukkan kedalam panci yang telah diisi air. Media didihkan selam 60

menit sambil sesekali digoyang supaya agar tercampur rata.8

Hot plate magnetik stirrer adalah peralatan laboratorium yang digunakan

untuk mengaduk dan memanaskan larutan satu dengan larutan lain yang bertujuan

untuk membuat suatu larutan homogen dengan bantuan pengaduk batang magnet

(stir bar). Prinsip kerja hot plate magnetik stirrer adalah berupa plate yang dapat

dipanaskan dan hubungan antara dua magnet yang dihubungkan pada motor dan

7
Insun, Sangadji, “Lama penyimpanan Daging Sapi Terhadap Alat Bakteri”, Jurnal Biologi
Education, Vol. 2 (1), h. 2.
8
Fibriana, Fidia, “Potensi Kitchen Microbiologi untuk Meningkatkan keterampilan Teknik
Hands-On dalam Pembelajaran Mikrobiologi”, Unnes Science Education Journal, Vol. 5 (2), 2016,
h. 5.
magnet (stir bar) yang dimasukkan dalam wadah gelas yang berisi larutan kimia

yang ditempatkan pada atas pelat (plate).9

BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

A. Waktu dan Tempat

Waktu dan tempat praktikum Pembuatan Nutrient agar sebagai media

biakan bakteri ini berlangsung pada hari Kamis, tanggal 29 April 2021, pada

pukul 14:00 WITA. Bertempat di Laboratorium Biologi Institut Agama Islam

Negeri (IAIN) Kendari.

B. Alat dan Bahan

9
Riza, Alfita, “Hotplace Magnetic Stirerr Automatic Heat Control and Water Velocity
Based on PID (Proportional Integral Derivative)”, Jurnal Procedia of Englineering and Life
Science, Vol. 1 (1), 2021, h. 2.
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum Pembuatan nutrient

Agar sebagai media biakan bakteri ini dapat lihat pada tabel berikut:

Tabel 1. Alat dan kegunaannya


Alat Kegunaan
Alat tulis Untuk menulis hasil pengamatan
Handphone Untuk dokumentasi
Hot plate Untuk alat percobaan
Autoclave Untuk alat percobaan
Botol scott Untuk tempat percobaan
Gelas Kimia Untuk tempat percobaan
Batang Pengaduk Untuk mengaduk larutan
Aluminium Foil Untuk menutup bahan
Tabel 2. Bahan dan kegunaannya
Bahan Kegunaan
Nutrient agar Sebagai hasil pengamatan
Aquades Sebagai hasil pengamatan

C. Prosedur Kerja

Menyiapkan alat dan bahan


yang akan digunakan

Mengeluarkan Nutrient Agar


(NA) pada timbangan yang
beratnya sekitar 28 gram

Menuang aquades sebanyak 1


liter ke dalam gelas kimia
Menuang nutrient agar tersebut
dalam aquades yang cukup
panas pada gelas kimia

Mengaduk menggunakan
batang pengaduk agar tidak
terjadi gumplan sampai
mendidih dan berubah warna
menjadi

Mengangkat dan memasukkan


ke dalam 3 botol scott untuk
memudahkan pada saat
pemanasan

Menyimpan ke autoclave untuk


mensterilisasinya

Setelah steril kemudian


mendinginkan terlebih dahulu
dan menyimpannya ke

Sebelum menuang ke cawan


petri, terlebih dahulu
menyimpan ke hot

Memasukkan nutrient agar


tersebut kedalam autoclave
selama 25-30 menit dengan
suhu 121°C
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan dari praktikum Pembuatan Nutrient agar sebagai

media biakan bakteri yaitu sebagai berikut:

Tabel 3. Hasil pengamatan


Gambar Gambar pembanding Keterangan
NAA Digunakan untuk
menyimpan media

http://www.google.com.
Id./search?q=gambar
Nutrient agar

Tabel 4. Hasil pengamatan


Gambar Gambar pembanding Keterangan
Autoclave 1. Tombol pengatur
waktu/timer
2. Katup uap
3. Pengukur
tekanan
4. Katub pengaman
5. Tombol on/off
6. Termometer
http://www.google.com. 7. Lempeng sumber
Id./search?q=gambar panas
Autoclave 8. Skrup pengaman
9. Angsa
Hot Plate 1. Layar display:
tampikan suhu
2 4 dan kecepatan
1 putar,
2. Top plate: (pelat
pemanas:
enamel,
keramik,
aluminium),
3. House:
(pelindung
http://www.google.com. sirkuit dan
Id./search?q=gambar komponen
Hot Plate Magnetik elektronik),
3 4
4. Tombol/knob :
pengaturan suhu,
5. Tombol/knob:
pengaturan
kecepatan
Botol Scott

http://www.google.com.
Id./search?q=gambar
Botol Scott

Gelas kimia Digunakan untuk


menyimpan
larutan

http://www.google.com.
Id./search?q=gambar
Gelas Kimia

Batang pengaduk Untuk


mencampur
bahan kimia dan
cairan untuk
keperluan
laboratorium.

http://www.google.com.
Id./search?q=gambar
Batang Pengaduk
Aluminium Foil Digunakan untuk
menutup labu
enlemenyer

http://www.google.com.
Id./search?q=gambar
Aluminium foil

B. Pembahasan

Berdasarkan hasil pengamatan yang kami amati tentang Pembuatan

Nutrient agar sebagai media biakan bakteri. Pembuatan Nutrient agar untuk

pertumbuhan bakteri. Pada pembuatan Nutrient agar digunakan meggy,

dextrose dan agar yang dimasukkan secara bergantian hingga larut. Pada

awalnya aquades berwarna putih ini berubah warna setelah dicampur

sehingga menjadi warna kekuningan seperti kaldu. Fungsi dari pemberian

dextrose dan meggy berfungsi sebagai nutrisi bagi bakteri yang akan

dikulturkan sehingga bakteri akan melakukan pertumbuhannya dengan

memanfaatkan subsrat makanannya dari dextrose dan meggy sedangkan

penambahan agar berfungsi untuk mengentalkan media.

Perlakuan menggunakan media Nutrient agar menunjukkan hasil yang

optimal dalam ukuran koloni bakteri sehingga mudah untuk diamati. Jika

dibandingkan dengan media biji lain yaitu ukuran koloni yang lebih kecil

tetapi jumlahnya lebih banyak. Berdasarkan media pertumbuhan bakteri

dengan bahan umbi suweg, umbi talas dan umbi kimpul menghasilkan jumlah
koloni yang banyak akan tetapi ukuran koloninya kecil seperti titik-titik.

Media pertumbuhan yang besar yang hamper menyerupai koloni bakteri yang

tumbuh pada media Nutrient agar. Media subsitusi Nutrient agar dari sumber

karbohidrat yang berbeda yaitu biji nangka dan biji kluwih berpotensi

digunakan media pertumbuhan bakteri. Media subtitusi Nutrient Agar yang

paling baik dari kedua biji tersebut adalah media biji nangka, karena jumlah

koloni yang dihasilkan lebih banyak tetapi dalam hal ini media Nutrient agar

lebih untuk pertumbuhan bakteri.

Pada pembuatan medium Nutrient Agar digunakan ekstrak daging

karena daging sebagai sumber vitamin B, mengandung nitrogen organik, dan

senyawa karbon. NA adalah Nutrient agar. Pembuatan media Nutrient agar

(NA) berasal dari bahan ekstrak daging lalu dicampurkan dengan gula serta

ditambahkan agar sebagai pengental. Setelah itu dipanaskan di hot plate

hingga mendidih, wadah yang digunakan adalah enlemenyer. Campuran ini

selama dipanskan juga diaduk menggunakan magnetik stirrer, setelah itu

diukur pHnya, sesuai standarisasinya.

Medium Nutrient agar berdasarkan konsistennya merupakan medium

yang berbentuk padat (solid medium), karena dapat dipadatkan dengan

adanya agar, yang dibuat miring atau tegak. Berdasarkan susunan kimianya,

medium ini merupakan medium organik non-sintetik karena disusun dari

bahan-bahan organik dan susunan kimianya belum ditentukan secara pasti.

Medium Nutrient agar berfungsi menumbuhkan mikroba atau bakteri pada

permukaan sehingga mudah diisolasi dan didentifikasi. Medium ini dapat


dibuat dalam 2 jenis, yaitu NA miring dan NA tegak. NA miring digunakan

untuk membiakkan mikroba sedangkan NA tegak digunakan untuk

menstimulir pertumbuhan bakteri dalam kondisi kekurangan oksigen.

NA digolongkan pula medium umum sebab dapat digunakan untuk

menumbuhkan beberapa jenis bakteri. Dimana fungsi dari bahan-bahan yang

digunakan dalam pembuatannya adalah pepton sebagai sumber utama

nitrogen dan protein bagi mikroba. Beef ekstrak, sebagai sumber makanan,

sumber karbon organik, nitrogen, vitamin dan garam mineral sebagai tempat

pertumbuhan mikroba. Agar berfungsi sebagai pemadatan medium. Aquades,

sebagai bahan pelarut dan untuk menghomogenkan larutan.

Sedangkan untuk sterilisasi alat dan bahan dilakukan dengan

menggunakan Autoclave. Prinsip dari sterilisasi ini adalah menyimpan

tekanan sebasar 1 atm dengan suhu 121°C selama 25 menit. Selama waktu

tersebut dengan adanya sterilisasi diharapkan semua bakteri yang ada pada

media maupun alat yang telah dibersihkan akan menjadi lebih steril dan tidak

akan terkontaminasi dengan bakteri dan jamur, sehingga dapat digunakan

media dan alat ini dapat digunakan sebagai media inokulasi bakteri dan

jamur.

Cara mengoperasikan autoclave Hirayama HVE-50 ini adalah kabel

dari autoclave disambungkan ke sumber listrik, kemudian tekan sklar on.

Autoclave dinyalakan dengan menekan tombol ON/OFF. Air di dalam

autoklaf di cek apakah sesuai/pas pada garis besi nunjuk. Apabila air yang

akan digunakan sudah cukup, alat dan bahan yang akan di sterilisasi
dimasukkan ke dalam chamber (bagian dalam autoclave). LID cover ditutup

dan tuas pengunci di geser ke arah Lock sampai autoclave terkunci. Tombol

mode di tekan untuk mengatur apa yang akan di sterilisasi (alat dan bahan

atau kedua-duanya). Selain itu tombol star di tekan untuk memulai proses

sterilisasi selesai, jika sudah selesai alarm autoclave berbunyi. Setelah alarm

berbunyi, LID cover dibuka, tuas pengunci di geser ke arah unclok, kemudian

ditunggu beberapa saat hingga keranjang berisi alat dan bahan tidak terlalu

panas. Keranjang berisi alat dan bahan di angkat dan dikeluarkan. Tombol off

di tekan, saklar off di tekan, lalu kabel di cabut.

Penggunaan autoclave yang benar adalah salah satu cara yang

meyakinkan, pengoprasian yang salah satu dapat menimbulkan kepercayaan

yang melesat dalam sterilisasi peralatan. Hal-hal yang harus diperhatikan

dalam mengoprasikan autoclave antara lain:

1. Jangan lupa untuk mengeluarkan semua udara sebelum menutup katub

buangan. Semua udara harus didesak keluar autoclave apabila

menginginkan suhu yang tepat untuk dicapai.

2. Jangan membebani autoclave secara berlebihan

3. Pembungkus alat atau bahan harus benar-benar rapat.

Hot plate magnetik stirrer adalah peralatan laboratorium yang

digunakan untuk mengaduk dan memanaskan larutan satu dengan larutan lain

yang bertujuan untuk membuat suatu larutan homogen dengan bantuan

pengaduk batang magnet (stir bar). Prinsip kerja hot plate magnetik stirrer
adalah berupa plate yang dapat dipanaskan dan hubungan antara dua magnet

yang dihubungkan pada motor dan magnet (stir bar) yang dimasukkan dalam

wadah gelas yang berisi larutan kimia yang ditempatkan pada atas pelat

(plate). Hot plate Magnetik terdiri dari : Layar display: tampikan suhu dan

kecepatan putar, Top plate: (pelat pemanas: enamel, keramik, aluminium),

House: (pelindung sirkuit dan komponen elektronik), Tombol/knob :

pengaturan suhu, Tombol/knob: pengaturan kecepatan.

Aquades digunakan sebagai larutan untuk proses sterilisasi panas

basah karena aquades memiliki kandungan mineral yang lebih sedikit

daripada air ledeng sehingga apabila menggunakan aquades, bagian dalam

autoclave tidak cepat berkarat/mengalami korosi.

Prinsip kerja dari autoclave ini adalah sterilisasi menggunakan uap air

bertekanan sehingga melalui proses pemanasan pada suhu proteinnya

terdenaturasi. Maka dari itu, autoclave merupakan sterilisasi secara fisik.

Waktu yang digunakan untuk melakukan sterilisasi pada percobaan ini adalah

20 menit karena waktu yang optimum untuk membunuh mikrobia pada alat

dan bahan adalah 20 menit, diambil dari suhu maksimal untuk melakukan

sterilisasi pada alat. Selain itu, agar bahan yang di sterilisasi tidak rusak

karena dipanaskan terlalu lama pada suhu tinggi. Apabila yang disterilisasi

hanya alat, waktu yang dibutuhkan sekitar 15-20 menit, sedangkan apabila

hanya bahan, waktu yang dibutuhkan sekitar 10-15 menit. Jadi, jika yang di

sterilisasi adalah alat dan bahan, waktu optimum yang dibutuhkan adalah 20

menit.
Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini secara berturut-

turut adalah autoclave hirayama HVE-50, cawan petri, karet gelang, kapas,

kertas payung, aquades. Cawan petri berfungsi sebagai alat yang akan

disterilisasi dan aquades digunakan sebagai bahan yang akan disterilisasi.

Sebelum disterilisasi, cawan petri di tutup dengan kertas payung yang

berfungsi agar uap air tidak masuk kedalam alat, kemudian diikat

menggunakan karet gelang.


BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan sebelumnya maka kesimpulan pada

praktikum Nutrient agar ini sebagai berikut:

1. Media pertumbuhan bakteri dibedakan menjadi 7 yaitu: media kompleks,

media sintetik, media anaerob, media biakan khusus, media selektif, dan

media diferensial, serta media pengayaan.

2. Pembuatan media Nutrient agar (NA) media NA (Oxoid) sebanyak 28

gram dilarutkan ke dalam 1 liter aquades, kemudian diaduk dan

dipanaskan menggunakan stirrer, setelah itu dimasukkan ke tabung reaksi

ditutup menggunakan kapas kemudian disterilkan dengan autoclave

dengan suhu 121°C selama 15 menit.


DAFTAR PUSTAKA.

Armaleni, “Antagonis Pseudomonas fluorescens indigenous terhadap Ralstonia


solanacearum pada tanaman tomat (Lycopersium esculentum)”, Jurnal
Metamorfase, Vol. 6 (1), 2019, h. 2.
Dewi Putri Yuni Lestari, “Pertumbuhan Bakteri Bacillus subtilis pada Media Biji
Nangka dan Biji Kluwih sebagai Substitusi Media NA (Nutrient Agar)”,
Jurnal of Natural Product and Plant Resourse, Vol. 2 (6), 2016, h. 5.
Fibriana, Fidia, “Potensi Kitchen Microbiologi untuk Meningkatkan keterampilan
Teknik Hands-On dalam Pembelajaran Mikrobiologi”, Unnes Science
Education Journal, Vol. 5 (2), 2016, h. 5.
Insun, Sangadji, “Lama penyimpanan Daging Sapi Terhadap Alat Bakteri”, Jurnal
Biologi Education, Vol. 2 (1), h. 2.
Juariah, Siti, Pemanfaatan Limbah Cair Industri Tahu Sebagai Media Alternatif
Pertumbuhan Bacillus sp”, Jurnal Analisis Kesehatan Klinikal Sains, Vol.
6 (1) , 2018, h. 25.
Phiknat, Periadnadi, Penuntun Praktikum Mikrobiologi, Padang, Universitas
Andalas, 2015, h. 3.
Riza, Alfita, “Hotplace Magnetic Stirerr Automatic Heat Control and Water
Velocity Based on PID (Proportional Integral Derivative)”, Jurnal
Procedia of Englineering and Life Science, Vol. 1 (1), 2021, h. 2.
Vania, Aprilina Tanuwijaya, “Produksi Penisilin oleh Penicillium chrysogenum
dengan penambahan fenilalanin” Jurnal of Biochemical and
Microbiological Tecnology, Vol. 1 (4), 2015, h. 5.
Yusmaniar, Mikrobiologi dan Parasitologi, Jakarta: Kementerian Kesehatan
Republik Indonesia, 2017, h. 12-14.