Anda di halaman 1dari 4

BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH

TUGAS 3

Nama Mahasiswa : Devianti Fatimah Sari

Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 041742996

Kode/Nama Mata Kuliah : EKMA 4316 / Hukum Bisnis

Kode/Nama UPBJJ : 47 / Pontianak

Masa Ujian : 2020/21.2 (2021.1)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
1. A. Karena banyak manfaat yang diperoleh dari go public, tidak sedikit perusahaan yang
menginginkannya, namun tidak semua industri bisa melakukan hal tersebut. Terdapat
syarat-syarat tertentu yang wajib dipenuhi oleh perusahaan yang ingin go public, artinya
apabila syarat yang telah ditetapkan tidak bisa dilengkapi, maka keinginan untuk go public
menjadi pupus. Jelaskan syarat apa saja yang harus dipenuhi oleh sebuah Perusahaan
yang ingin go public
1) Memiliki struktur yang jelas
Persyaratan yang pertama ialah perusahaan harus punyai struktur organisasi yang jelas
dengan orang-orang yang berkompeten di sektor proses go public. Karena saat akan
IPO, perusahaan perlu bantuan orang-orang itu.
Contoh, perusahaan mempunyai underwriter alias penjamin emisi efek, penasihat hukum,
akuntan publik, penilai independen, biro administrasi efek, dan notaris. Mereka pun harus
membuat perenyataan keinginan buat IPO dengan cara mendaftar ke BEI. Tentu perlu
dokumen-dokumen yang lengkap.
2) Perusahaan sudah harus menghasilkan laba
Mendapatkan laba merupakan syarat terpenting suatu perusahaan yang ingin go public.
Keuntungan yang di dapatkan ini harus minimum sejak 2 tahun terakhir. Jika belum
memiliki keuntungan yang bagus, masih ada peluang untuk melantai di bursa efek.
Tetapi, perusahaan akan dicatatkan pada papan pengembangan bukan papan utama.
3) Memiliki aset nyata
Perrusahaan yang ingin go public harus mempunyai tangible assets alias asset riil.
Tangible assets ialah keseluruhan asset perusahaan yang telah dikurangi dengan total
wajib pajak. Dari situlah, ketahuan net tangible assets perusahaan itu. Minimum angka
yang perlu dipenuhi perusahaan yang ingin masuk papan utama BEI ialah Rp100 miliar.
Sementara untuk perusahaan yang masuk papan pengembangan, cukup miliki tangible
assets sebesar Rp5 miliar saja. Sebenarnya ada banyak syarat administratif lainnya yang
perlu dipenuhi oleh perusahaan. Perihal ini telah tertuang di Keputusan Direksi BEI
Nomor Kep-00001/BEI/01-2014.

B. Jelaskan syarat apa saja yang harus dipenuhi oleh sebuah Perusahaan yang ingin go
public
1) Memiliki struktur yang jelas
Persyaratan yang pertama ialah perusahaan harus punyai struktur organisasi yang jelas
dengan orang-orang yang berkompeten di sektor proses go public. Karena saat akan
IPO, perusahaan perlu bantuan orang-orang itu.
Contoh, perusahaan mempunyai underwriter alias penjamin emisi efek, penasihat hukum,
akuntan publik, penilai independen, biro administrasi efek, dan notaris. Mereka pun harus
membuat perenyataan keinginan buat IPO dengan cara mendaftar ke BEI. Tentu perlu
dokumen-dokumen yang lengkap.
2) Perusahaan sudah harus menghasilkan laba
Mendapatkan laba merupakan syarat terpenting suatu perusahaan yang ingin go public.
Keuntungan yang di dapatkan ini harus minimum sejak 2 tahun terakhir. Jika belum
memiliki keuntungan yang bagus, masih ada peluang untuk melantai di bursa efek.
Tetapi, perusahaan akan dicatatkan pada papan pengembangan bukan papan utama.
3) Memiliki aset nyata
Perrusahaan yang ingin go public harus mempunyai tangible assets alias asset riil.
Tangible assets ialah keseluruhan asset perusahaan yang telah dikurangi dengan total
wajib pajak. Dari situlah, ketahuan net tangible assets perusahaan itu. Minimum angka
yang perlu dipenuhi perusahaan yang ingin masuk papan utama BEI ialah Rp100 miliar.
Sementara untuk perusahaan yang masuk papan pengembangan, cukup miliki tangible
assets sebesar Rp5 miliar saja. Sebenarnya ada banyak syarat administratif lainnya yang
perlu dipenuhi oleh perusahaan. Perihal ini telah tertuang di Keputusan Direksi BEI
Nomor Kep-00001/BEI/01-2014.

2. MA Denda AQUA Rp 13,8 Miliar karena Terbukti Monopoli Usaha


Pada 19 Desember 2017, KPPU memutuskan AQUA melanggar Pasal 15 ayat (3) huruf b dan
Pasal 19 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999. KPPU memutuskan AQUA
menghukum Terlapor I denda sebesar Rp 13,8 miliar dan Terlapor II denda sebesar Rp 6,2
miliar. Dalam pertimbangannya, KPPU menyatakan tindakan anti persaingan itu terjadi pada
tahun 2016. Yaitu di wilayah jangkauan distribusi satu pemasaran Terlapor II dalam pemasaran
produk yang meliputi Cikampek, Cikarang, Bekasi, Babelan, Pulo Gadung, Sunter, Prumpung,
Kiwi, Lemah Abang, Rawagirang, Cibubur, dan Cimanggis. KPPU menilai pasar bersangkutan
dalam perkara a quo adalah Produk Air Minum dalam Kemasan (AMDK) Air Mineral di wilayah
distribusi atau pemasaran Terlapor II pada 2016. Adapun bentuk tindakan antipersaingan yang
terjadi adalah adanya degradasi kepada subdistributor karena menjual produk Le Mineral. Atas
putusan itu, AQUA tidak terima dan mengajukan banding ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
(PN Jaksel). Pada 7 Mei 2019, PN Jaksel memutuskan mengabulkan permohonan keberatan
dari Para Pemohon Keberatan untuk sebagian. PN Jaksel membatalkan Putusan Komisi
Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) No 22/KPPU-I/2016 tertanggal 19 Desember 2017 dan
tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat terhadap Para Pemohon Keberatan. Atas
vonis itu, giliran KPPU yang tidak terima dan mengajukan kasasi. Gayung bersambut
permohonan KPPU dikabulkan MA.
(Sumber : https://news.detik.com/berita/d-4801904/ma-denda-aqua-rp-138-miliar-karena-terbukti-
monopoli-usaha)
a. Berdasarkan kasus diatas, AQUA secara sah telah terbukti melakukan praktik monopolii
melalui pasal-pasal yang telah dilanggar. Analisis pasal apa saja yang dilanggar oleh
AQUA, kemudian Anda Simpulkan dan berilah Saran perbaikan yang sebaiknya
dilakukan.
AQUA melanggar Pasal 1 Angka 1 UU Persaingan, Pasal 1 Angka 2 UU Persaingan
Usaha, Pasal 15 ayat (3) huruf b dan Pasal 19 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 5
Tahun 1999, dan pasal 17 UU No.5 tahun 1999. Dari pasal-pasal yang telah dilanggar
oleh AQUA terlihat bahwa AQUA telah melakukan kegiatan-kegiatan yang dilarang UU
No.5 Tahun 1999. Namun tak hanya AQUA yang telah melakukan praktik monopoli,
Subdistributor yang juga menjual Le Mineral dan Le Mineral juga telah melakukan hal
yang melanggar Pasal 1 Angka 2 UU Persaingan Usaha dan melakukan persaingan yang
tidak jujur, yang bisa menjadi dasar AQUA untuk melakukan tuntutan kepada mereka.

b. Selain Aqua, perusahaan mana saja yang melakukan praktik monopoli berdasarkan
kasus diatas? Sebut dan Jelaskan.
Le Mineral, karena telah melanggar Pasal 1 UU Persaingan. Pasal 1 Angka 1 UU
Persaingan mengartikan monopoli sebagai penguasaan atas produksi dan atau
pemasaran barang dan jasa dan atau atas penggunaan jasa tertentu oleh satu pekaku
usaha atau satu kelompok pelaku usaha. Berdasarkan pasal 1 Angka 2 UU Persaingan
Usaha, bahwa yang dimaksud dengan praktik monopoli adalah pemusatan kekuatan
ekonomi oleh satu atau lebih pelaku usaha yang mengakibatkan dikuasainya produksi
dan/ atau pemasaran atas barang dan/atau jasa tertentu sehingga menimbulkan
persaingan usaha tidak sehat dan dapat merugikan kepentingan umum.
Persaingan tidak sehat ditandai dengan adanya 3 alternatif kriteria yaitu persaingan
usaha yang dilakukan dengan cara tidak jujur, melawan hukum, dan menghambat
persaingan usaha.
Adapun yang dimaksud dengan persaingan tidak jujur adalah :
a) Perbuatan menjual sesuatu kepada orang lain dengan menipu tidak hanya melalui
pemakaian merek barang dari perusahaan lain, tetapi juga dengan cara menipu melalui
menyubtitusi, mengubah,mengganti barang yang dipesan langganan dengan barang lain.
b) Perbuatan bersaing menyangkut penggelapan atau misappropriation dari nilai-nilai yang
tidak dapat diraba yang kemampuan memilikinya belum jelas
c) Termsauk perbuatan curang adalah perbuatan yang sifatnya jahat atau malicious,
perusahaan-perusahaan dalam melakukan merger, akuisisi, joint venture, dan mendirikan
perusahaan-perusahaan anak.

Anda mungkin juga menyukai