Anda di halaman 1dari 4

BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH

TUGAS 2

Nama Mahasiswa : Devianti Fatimah Sari

Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 041742996

Kode/Nama Mata Kuliah : ESPA4110/Pengantar Ekonomi Makro

Kode/Nama UPBJJ : 47 / Pontianak

Masa Ujian : 2020/21.2 (2021.1)

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS TERBUKA
1. Gambarkan tentang kurva permintaan agregrat dan jelaskan !

T
I
N
G
G C I G X
I P’

H
A
R AD
G
A

Q’
GNP riil

Gambar 1. Kurva Permintaan Agregat sebagai Penjumlaham C,I,G dan NX

Kurva permintaan agregat ditunjukkan oleh gambar di atas, merupakan ilustrasi


grafis dari komponen permintaan, yaitu konsumsi, investasi, pengeluaran
pemerintah, dan ekspor bersih. Pada ekspor tingkat P, dapat diketahui tingkat
konsumsi, investasi, belanja pemerintahan dan ekspornetp; dan penjumlahan dari
4 komponen ini pada tingkat harga P* merupakan tingkat permintaan agregat.

A
P1

P2 B

AD

Q1 Q2
Gambar 2. Kurva Permintaan Agregat

Sedangkan bentuk umum dari kurva permintaan agregat ditunjukkan pleh


gambar.2 Kurva permintaan agregat memiliki kemiringan negatif yang menurun
dari kiri ke atas dan ke bawah. Bentuk kurva ini pada dasarnya disebabkan oleh
pemgaruh tingkat harga terhadap permintaan barang/jasa untuk tujuan konsumsi,
investasi, dan ekspor bersih. Pada harga P1 barang/jasa yang diminta sebesae
Q1. Yang ditunjukkan oleh titik A, kemudian ketika harga turun menjadi P2, maka
barang/jasa yang diminta naik menjadi Q2, yang ditunjukkan oleh titik B.
kemudian bila titik A dan Titik B dihubungkan menjadi suatu garis, garis ini disebut
sebagai kurva permintaan agregat, AD.

2. Misalkan dalam suatu perekonomian diketahui pendapatan , Y = 200. Penawaran


uang, M = 100. Laju peredaran uang, V, adalah 8. Berdasarkan teori kuantitas,
Hitunglah berapa besar tingkat harga !
Jawab :
M.V = P.Y
P = M.V
Y
P = 100. 8
200
P=4
Jadi besar tingkat harga adalah 4 (empat)

3. Menurut ahli ekonomi yang beraliran modern atau golongan Keynesian. Mereka
berpendapat bahwa teori kuantitas mengandung beberapa kelemahan dan tidak
dapat memberikan penjelasan yang baik mengenai sifat hubungan antara
penawaran uang dan tingkat harga serta kegiatan ekonomi negara. Jelaskan
kritikan-kritikan tersebut secara lengkap

Jawab :
Kritikan-kritikan tersebut adalah :
1) Pemisalan bahwa Y tetap kurang tepat
Hal ini dikarenakan kesempatan kerja penuh tidak selalu tercapai dalam
perekonomian, yang banyak berlaku adalah kegiatan ekonomi yang tidak
menggunakan faktor-faktor produksi secara penuh dan menyebabkan
pengangguran. Sehingga jumlah barang-barang (T) masih bisa ditambah.
2) Laju peredaran uang tidak selalu tetap dalam jangka pendek dan jangka
panjang. Terdapat faktor lain yang mempengaruhi laju peredaran uang,
diantaranya inflasi dan pengangguran yang tinggi. Tingkat pengangguran
yang tinggi mengurangi pengeluaran masyarakat sehingga mengurangi
laju peredaran uang. Demikian pula inflasi akan membuat orang lebih
senang membelanjakan uangnya saat ini disbanding masa mendatang,
yang akibatnya akan menambah laju peredaran uang. Dengan kata lain,
terdapat faktor-faktor lain dalam jangka pendek maupun jangka panjang
yang dapat mempengaruhi dan mengubah laju peredaran uang.
3) Hubungan antara penawaran uang dan harga lebih rumit dari yang
diterangkan oleh teori kuantitas
Persamaan MV = PT tidak dapat digunakan untuk menjelaskan bagaimana
perubahan penawaran uang akan mempengaruhi harga dan jumlah
prof=duksi barang dan jasa = saat menghadapi masalah pengangguran.
Apakah P dan T akan bertambah atau T yang tetap dan P yang
bertambah? Pertanyaan inilah yang tidak dapat dijelaskan oleh teori
kuantitas.
4) Teori kuantitas hanya memperhatikan fungsi uang sebagai alat untuk
mempermudah kegiatan tukar menukar dan transaksi dengan
menggunakan uang. Dalam persamaan kuantitas uang, masyarakat
dianggap meminta uang dengan tujuan untuk membiayai transaksi saja.
Sedangkan menurut Keynes uang juga digunakan untuk berjaga-jaga dan
spekulasi
5) Teori kuantitas mengabaikan efek perubahan penawaran uang terhadap
suku bunga. Hal ini disebabkan dalam teori klasik suku bunga ditentukan
oleh penawaran tabungan dan permintaan tabungan untuk investasi.
Sedangkan menurut Keynes, penawaran uang dapat mempengaruhi suku
bunga.
4. Kebijakan fiskal didefinisikan sebagai langkah-langkah pemerintah untuk
membuat perubahan-perubahan dalam sistem pajak atau dalam sistem
pembelanjaannya dengan dimaksud untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi
yang dituju. Dalam perkembangannya, kebijakan fiskal dapat dibedakan menjadi
empat macam. Jelaskan macam-macam kebijakan fiskal tersebut!

Jawab :
1) Pembiayaan fungsional (functional finance)
Dalam hal ini pengeluaran pemerintah ditentukan dengan melihat akibat-
akibat tidak langsung terhadap pendapatan nasional terutama guna
meningkatkan kesempatan kerja. Di lainpihak pajak dipakai untuk
mengatur pengeluaran swasta dan bukan untuk meningkatkan penerimaan
pemerintah, sehingga dalam masa ada pengangguran, pajak sama sekali
tidak diperlukan.
2) Pengelolaan anggaran (the managed budget approach)
Pendekatan ini lebih banyak disukai daripada pendekatan pembelanjaan
fungsional karena pengeluaran pemerintah, perpajakan dan pinjaman
dimaksudkan untuk mencapai kestabilan ekonomi yang lebih mantap.
Dalam pendekatan ini, hubungan langsung antara pengeluaran pemerintah
dan perpajakan selalu dipertahankan, tetapi penyesuaian dalam anggaran
selalu dibuat guna memperkecil ketidakstabilan ekonomi, sehingga pada
suatu saat dapat terjadi deficit maupun surplus.
3) Stabilisasi anggaran otomatis (the stabilizing budget)
Penyesuaian secara otomatis dalam penerimaan dan pengeluaran
pemerintah terjadi sedemikian rupa sehingga membawa perekonomian
menjadi stabil tanpa campur tangan pemerintah. Pengeluaran pemerintah
akan ditentukan berdasar atas perkiraan manfaat dan biaya relatif dari
berbagai macam program dan pajak akan ditentukan sehingga
menimbulkan surplus dalam periode kesempatan kerja penuh. Jika terjadi
kemunduran dalam kegiatan usaha, program pengeluaran pemerintah dan
perpajakan tidak akan diubah
4) Anggaran belanja seimbang (balanced budget approach)
Suatu modifikasi dari pembelanjaan atas dasar anggaran yang disesuaikan
dengan keadaan adalah pembelanjan secara seimbang dalam jangka
panjang. Kegagalan dalam mempertahankan keseimbangan anggaran
dalam jangka panjang dapat menimbulkan hilangnya kepercayaan
masyarakat terhadap pemerintah

5. Saldo anggaran belanja dapat dipengaruhi oleh pengeluaran pemerintah dan


penerimaan pemerintah yang menjadikan tiga kondisi anggaran belanja. Jelaskan
tiga kondisi anggaran belanja pemerintah tersebut !

Jawab :
a) Anggaran belanja berimbang
Anggaran belanja berimbang bisa terjadi apabila penerimaan pemerintah
sama jumlahnya dengan pengeluaran pemerintah, atau dengan kata lain
penerimaan seimbang dengan pengeluarannya
b) Surplus anggaran belanja
Jika penerimaan pemerintah lebih besar daripada pengeluarannya, maka
keadaan yang demikian yang disebut surplus anggaran belanja
c) Defisit anggaran belanja
Penerimaan pemerintah yang lebih kecil daripada pengeluarannya akan
mengakibatkan keadaan deficit anggaran belanja.

Anda mungkin juga menyukai