Anda di halaman 1dari 6

Kandungan Prebiotik dalam Umbi Bunga Dahlia

Kalau kita mendengar kata dahlia, yang terlintas dalam pikiran kita ialah bunga indah dengan
warna-warni yang sangat beragam, dari warna putih, merah, ungu, kuning, jingga, sampai
kombinasinya. Namun, umbi dahlia tidak pernah dimanfaatkan, kecuali sebagai bibit.

Padahal, umbi dahlia mengandung inulin yang bermanfaat bagi kesehatan. Inulin adalah salah
satu komponen bahan pangan yang kandungan serat pangannya sangat tinggi (lebih dari 90
persen, bk), dimanfaatkan dalam pangan fungsional.

Inulin merupakan polimer dari unit-unit fruktosa. Inulin bersifat larut di dalam air, tidak dapat
dicerna oleh enzim-enzim pencernaan, tetapi difermentasi mikroflora kolon (usus besar). Oleh
karena itu, inulin berfungsi sebagai prebiotik.

Prebiotik adalah komponen pangan yang berfungsi sebagai substrat mikroflora yang
menguntungkan di dalam usus. Komponen pangan yang mempunyai sifat prebiotik antara lain
inulin dan fruktooligosakarida, galaktooligosakarida, dan laktulosa.

Inulin terdapat pada umbi dahlia (Dahlia sp. L), umbi Jerusalem artichoke (Helianthus tuberosus),
chicory (Chicoryum intybus L), dandelion (Taraxacum officinale Weber), umbi yacon
(Smallanthus sanchifolius), dan dalam jumlah kecil terdapat di dalam bawang merah, bawang
putih, asparagus, pisang, dan gandum.

Manfaat Inulin

Manfaat inulin di bidang pangan, antara lain, sebagai pengganti lemak dan gula pada produk
makanan rendah kalori serta sebagai bahan baku pembuatan sirup fruktosa. Sementara dalam
bidang farmasi, inulin digunakan untuk uji fungsi ginjal.

Inulin bersifat larut dalam air, tetapi tidak dapat dicerna oleh enzim-enzim dalam sistem
pencernaan mamalia sehingga mencapai usus besar tanpa mengalami perubahan struktur.
Meskipun demikian, inulin dapat mengalami fermentasi akibat aktivitas mikroflora yang terdapat
di dalam usus besar sehingga berimplikasi positif terhadap kesehatan tubuh.

Di dalam usus besar, hampir seluruh inulin difermentasi menjadi asam-asam lemak rantai pendek
dan beberapa mikroflora spesifik menghasilkan asam laktat. Hal ini menyebabkan penurunan pH
kolon sehingga pertumbuhan bakteri patogen terhambat. Mekanisme seperti ini berimplikasi pada
peningkatan kekebalan tubuh.

Asam laktat yang dihasilkan juga merangsang gerak peristaltik usus sehingga mencegah
konstipasi dan meningkatkan penyerapan kalsium untuk mencegah osteoporosis. Untuk
mendapatkan manfaat di atas, inulin telah digunakan dalam beberapa produk susu. Manfaat
peningkatan kekebalan tubuh lebih diarahkan untuk anak-anak, sedangkan mencegah
osteoporosis ditujukan bagi wanita usia menopause.

Generatif
Tanaman dahlia dapat dikembangkan dengan tiga cara, yaitu perbanyakan generatif dengan
benih, perbanyakan vegetatif dengan setek, dan perbanyakan vegetatif dengan umbi.

Saat ini telah dikembangkan metode perbanyakan dengan kultur jaringan. Umbi dahlia, selain
digunakan sebagai bibit, juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat fungsional, yaitu
inulin.

Berdasarkan jenis bunganya, terdapat lebih dari 12 jenis dan telah dikembangkan ratusan macam
untuk tujuan bunga potong dan tanaman pot. Umbi dahlia dapat dipanen pada saat tanaman
berumur minimal tujuh bulan setelah tanam. Dahlia jenis kaktus, berumbi besar, dapat
menghasilkan lebih dari 25 ton umbi segar per hektar.

Pada prinsipnya, semua jenis umbi dahlia mengandung inulin, tetapi kadar dan sifatnya
bervariasi. Lima jenis umbi dahlia dari daerah Cianjur, Jawa Barat, telah dikaji potensi dan
karakteristik inulinnya (Widowati, dkk, 2005). Kadar air umbi segar berkisar antara 79,7-88,45
persen, berarti bobot bahan kering (dry matter) 11,55-20,3 persen. Umbi segar mengandung
inulin 5,94-16,26 persen, sedangkan inulin yang terekstrak sekitar 4,37 persen (bb).

Sebagai bahan prebiotik, inulin memberikan manfaat yang penting karena sifat mengikat air dari
beberapa polisakarida penting dalam mempertahankan air di dalam lambung.

Prospek dan kendala

Inulin banyak dimanfaatkan oleh industri pangan yang memproduksi makanan ringan yang biasa
dikonsumsi dan disukai oleh anak-anak dan remaja. Hal ini sangat bermanfaat mengingat
kecenderungan pola makan segmen tersebut umumnya tinggi kalori dan rendah serat pangan.

Pola makan seperti ini sangat berisiko menimbulkan obesitas dan gangguan kesehatan pada usia
dini. Untuk mengurangi kalori, inulin dapat digunakan sebagai pengganti lemak karena inulin
hanya mengandung kalori sebesar 1,5 kcal/g.

Populasi bifidobakteria (bakteri probiotik) pada bayi yang diberi ASI eksklusif mencapai 95
persen dari keseluruhan mikroflora intestinal, sedangkan pada orang dewasa hanya sekitar 25
persen.

Perubahan komposisi ini terjadi akibat perubahan pola makan dan penggunaan antibiotik
sehingga mematikan sebagian besar bakteri yang menguntungkan. Untuk mengembalikan kondisi
mikroflora pada komposisi ideal, dapat digunakan produk-produk sinbiotik (gabungan prebiotik
dan probiotik). Inulin juga dapat digunakan untuk pengayaan (enrichment) produk makanan,
seperti es krim, jeli, cake dan cookies, bubur bayi, dan masih banyak contoh lainnya.

Di Indonesia, dahlia baru mulai dibudidayakan dalam jumlah besar untuk dimanfaatkan bunganya
dengan sentra penanaman di Lembang dan Cianjur, Jawa Barat.

S. Widowati, BB Litbang Pascapanen Pertanian, Bogor


#Kompas

PREBIOTIK
Posted on 1 Juli 2009 by adha panca wardhanu| Tinggalkan komentar

Prebiotik didefinisikan sebagai ingredien yang tidak dapat dicerna yang meng-hasilkan pengaruh
menguntungkan terhadap inang dengan cara menstimulir secara selektif pertumbuhan satu atau
lebih sejumlah mikroba terbatas pada saluran pencernaan sehingga dapat meningkatkan
kesehatan inang. Prebiotik sebenarnya merupakan karbohidrat yang tidak dicerna tubuh,
sedangkan probiotik merupakan mikroorganisme hidup. Prebiotik pertama kali dikembangkan
oleh Hidaka seorang peneliti dari Jepang pada tahun 1983. Salah satu contoh prebiotik adalah
laktulosa yang merupakan karbohidrat yang tidak dapat diserap dan sering ditambahkan pada
susu instant. Produk prebiotik lain yang dibuat dalam tepung adalah inulin dan oligosakarida.
Inulin dan oligosakarida dapat diisolasi dari sumber alami, seperti umbi-umbian. Umumnya
umbi-umbian mengandung oligosakarida dalam bentuk rafinosa dalam jumlah tinggi.

Suatu ingredien pangan dapat diklasifikasikan sebagai prebiotik bila memenuhi persyaratan
berikut; Pertama, tidak terhidrolisis atau terserap pada saluran pencernaan bagian atas; Kedua,
secara selektif dapat menstimulir pertumbuhan bakteri yang menguntungkan pada kolon; dan
ketiga, dapat menekan pertumbuhan bakteri patogen, sehingga secara sistemik dapat
meningkatkan kesehatan. Oligosakarida yang tidak tercerna seperti rafinosa, fruktooligosaka-
rida, galaktosillaktosa, isomaltooligosakarida atau transgalakto-siloligosakarida (TOS) telah
diketahui dapat meningkatkan jumlah bifidobakteria indigenus dan bakteri asam laktat lainnya.

Sebenarnya prebiotik secara alami terdapat pada tanaman, misalnya pada umbi dahlia, bawang
merah, bawang putih, asparagus, kedelai, ubi jalar, dan juga pada susu. Namun, bukan berarti
jika kita mengkonsumsi tanaman-tanaman tersebut secara alami akan didapat bahan prebiotik
seperti yang diharapkan. Sumber prebiotik alami adalah air susu ibu (ASI) dalam bentuk
oligosakarida yang terkandung dalam kolostrum, yaitu oligosakarida N-asetil glukosamin, yang
hanya sedikit sekali dapat tercerna dalam usus (<5%), dan mendukung pertumbuhan bakteri
Bifidobacterium. Prebiotik secara komersil diproduksi dari oligosakarida seperti inulin dan
turunannya (frukto oligosakarida). Selain itu, secara alami fruktooligosakarida terdapat dalam
berbagai sayur dan buah misalnya bawang merah, asparagus, dan chicory (mengandung inulin),
pisang, oligosakarida pada kedelai, dan artichoke . Bahan prebiotik yang paling sering digunakan
adalah FOS (FructoOligoSacarida) yang dari berbagai penelitian ternyata disukai dan
difermentasi oleh Bifidobacetria.

Efek utama prebiotik adalah menstimulasi secara selektif pertumbuhan Bifidobacteria dan
Lactobacili dalam usus sehingga meningkatkan daya tahan tubuh terhadap patogen. Karbohidrat
prebiotik kemungkinan mempunyai efek
nonspesifik karena terfermentasi dalam usus besar. Karbohidrat prebiotik yang telah dievaluasi
pada manusia adalah fruktan atau galaktan. Penelitian in-vitro dan in-vivo menunjukkan bahwa
prebiotik tidak dicerna oleh enzim, tetapi
difermentasi oleh bakteri anaerob di dalam usus besar. Belum pernah dilaporkan penemuan
prebiotik karbohidrat dalam fees. Melalui fermentasi dalam usus besar, karbohidrat prebiotik
menghasilkan asam lemak rantai pendek (small chain fatty acid / SCFA), menstimulasi
pertumbuhan berbagai bakteri termasuk Bifidobacteria dan Lactobacilli, dan dapat menghasilkan
gas. Seperti karbohidrat terfermentasi lain, prebiotik mempunyai efek laksatif, tetapi sulit
dibuktikan karena efeknya jarang sekali dilaporkan secara klinis. Secara potensial efek utama
karbohidrat prebiotik adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh terutama usus terhadap
mikroorganisme patogen, sehingga mengurangi frekuensi diare yang dialami seseorang.

selain itu prebiotik dapat berfungsi sebagai antikarsinogenik, antimikrobial, aktivitas


hipolipidemik dan glukosa-mudulator, memperbaiki aktivitas dalam penyerapan mineral dan
mengatur keseimbangannya sehingga mencegah osteoporosis.

Kalau kita mendengar kata dahlia, yang terlintas dalam pikiran kita ialah bunga
indah dengan warna-warni yang sangat beragam, dari warna putih, merah, ungu, kuning,
jingga, sampai kombinasinya. Namun, umbi dahlia tidak pernah dimanfaatkan, kecuali
sebagai bibit.

Padahal, umbi dahlia mengandung inulin yang bermanfaat bagi kesehatan. Inulin
adalah salah satu komponen bahan pangan yang kandungan serat pangannya sangat tinggi
(lebih dari 90 persen, bk), dimanfaatkan dalam pangan fungsional.
Inulin merupakan polimer dari unit-unit fruktosa (lihat gambar Inulin). Inulin
bersifat larut di dalam air, tidak dapat dicerna oleh enzim-enzim pencernaan, tetapi
difermentasi mikroflora kolon (usus besar). Oleh karena itu, inulin berfungsi sebagai
prebiotik.
Prebiotik adalah komponen pangan yang berfungsi sebagai substrat mikroflora
yang menguntungkan di dalam usus. Komponen pangan yang mempunyai sifat prebiotik
antara lain inulin dan fruktooligosakarida, galaktooligosakarida, dan laktulosa.
Inulin terdapat pada umbi dahlia (Dahlia sp. L), umbi Jerusalem artichoke
(Helianthus tuberosus), chicory (Chicoryum intybus L), dandelion (Taraxacum officinale
Weber), umbi yacon (Smallanthus sanchifolius), dan dalam jumlah kecil terdapat di
dalam bawang merah, bawang putih, asparagus, pisang, dan gandum.

Lemak

Manfaat inulin di bidang pangan, antara lain, sebagai pengganti lemak dan gula
pada produk makanan rendah kalori serta sebagai bahan baku pembuatan sirup fruktosa.
Sementara dalam bidang farmasi, inulin digunakan untuk uji fungsi ginjal.
Inulin bersifat larut dalam air, tetapi tidak dapat dicerna oleh enzim-enzim dalam
sistem pencernaan mamalia sehingga mencapai usus besar tanpa mengalami perubahan
struktur. Meskipun demikian, inulin dapat mengalami fermentasi akibat aktivitas
mikroflora yang terdapat di dalam usus besar sehingga berimplikasi positif terhadap
kesehatan tubuh.

Di dalam usus besar, hampir seluruh inulin difermentasi menjadi asam-asam


lemak rantai pendek dan beberapa mikroflora spesifik menghasilkan asam laktat. Hal ini
menyebabkan penurunan pH kolon sehingga pertumbuhan bakteri patogen terhambat.
Mekanisme seperti ini berimplikasi pada peningkatan kekebalan tubuh.
Asam laktat yang dihasilkan juga merangsang gerak peristaltik usus sehingga
mencegah konstipasi dan meningkatkan penyerapan kalsium untuk mencegah
osteoporosis. Untuk mendapatkan manfaat di atas, inulin telah digunakan dalam beberapa
produk susu. Manfaat peningkatan kekebalan tubuh lebih diarahkan untuk anak-anak,
sedangkan mencegah osteoporosis ditujukan bagi wanita usia menopause.

Generatif

Tanaman dahlia dapat dikembangkan dengan tiga cara, yaitu perbanyakan


generatif dengan benih, perbanyakan vegetatif dengan setek, dan perbanyakan vegetatif
dengan umbi.

Saat ini telah dikembangkan metode perbanyakan dengan kultur jaringan. Umbi
dahlia, selain digunakan sebagai bibit, juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber
karbohidrat fungsional, yaitu inulin.

Berdasarkan jenis bunganya, terdapat lebih dari 12 jenis dan telah dikembangkan
ratusan macam untuk tujuan bunga potong dan tanaman pot. Umbi dahlia dapat dipanen
pada saat tanaman berumur minimal tujuh bulan setelah tanam. Dahlia jenis kaktus,
berumbi besar, dapat menghasilkan lebih dari 25 ton umbi segar per hektar.
Pada prinsipnya, semua jenis umbi dahlia mengandung inulin, tetapi kadar dan
sifatnya bervariasi. Lima jenis umbi dahlia dari daerah Cianjur, Jawa Barat, telah dikaji
potensi dan karakteristik inulinnya (Widowati, dkk, 2005). Kadar air umbi segar berkisar
antara 79,7-88,45 persen, berarti bobot bahan kering (dry matter) 11,55-20,3 persen.
Umbi segar mengandung inulin 5,94-16,26 persen, sedangkan inulin yang terekstrak
sekitar 4,37 persen (bb).

Sebagai bahan prebiotik, inulin memberikan manfaat yang penting karena sifat
mengikat air dari beberapa polisakarida penting dalam mempertahankan air di dalam
lambung.

Prospek dan kendala

Inulin banyak dimanfaatkan oleh industri pangan yang memproduksi makanan


ringan yang biasa dikonsumsi dan disukai oleh anak-anak dan remaja. Hal ini sangat
bermanfaat mengingat kecenderungan pola makan segmen tersebut umumnya tinggi
kalori dan rendah serat pangan.

Pola makan seperti ini sangat berisiko menimbulkan obesitas dan gangguan
kesehatan pada usia dini. Untuk mengurangi kalori, inulin dapat digunakan sebagai
pengganti lemak karena inulin hanya mengandung kalori sebesar 1,5 kcal/g. (Tungland,
2000)

Populasi bifidobakteria (bakteri probiotik) pada bayi yang diberi ASI eksklusif
mencapai 95 persen dari keseluruhan mikroflora intestinal, sedangkan pada orang dewasa
hanya sekitar 25 persen. (Tungland, 2000)

Perubahan komposisi ini terjadi akibat perubahan pola makan dan penggunaan
antibiotik sehingga mematikan sebagian besar bakteri yang menguntungkan. Untuk
mengembalikan kondisi mikroflora pada komposisi ideal, dapat digunakan produkproduk
sinbiotik (gabungan prebiotik dan probiotik). Inulin juga dapat digunakan untuk
pengayaan (enrichment) produk makanan, seperti es krim, jeli, cake dan cookies, bubur
bayi, dan masih banyak contoh lainnya.

Di Indonesia, dahlia baru mulai dibudidayakan dalam jumlah besar untuk


dimanfaatkan bunganya dengan sentra penanaman di Lembang dan Cianjur, Jawa Barat.