Anda di halaman 1dari 39

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA ANAK USIA SEKOLAH

Dosen pembimbing : Fitri Firranda Nurmalisya, S.Kep, Ns., M.Kep

Nama Anggota :
1. Alfin Ika Sholawati ( 192102002 )
2. Amelia Novi Ramadhani ( 192102003)
3. Bela Capita Syafitri Yuliniar ( 192102007 )
4. Dara Ayu Sri Sintawati ( 192102008 )
5. Dian Ayu Safitri ( 192102009 )
6. Fanni Nindiya Endika Pratama ( 192102010 )
7. Firda Surya Ajjanah ( 192102012 )
8. Ika Safira Handayani ( 192102013 )
9. Kurnia Septika Tri Handayani ( 192102016 )
10. Meizelyne Gerisita Megawati ( 192102017 )
11. M. Adib Misbahuddin ( 192102018 )
12. M. Prabu Aswinar Yoga Baskara ( 192102019 )

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB JOMBANG


PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada
kami, sehingga kami berhasil menyelesaikan Makalah ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang
berjudul ” ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA ANAK USIA SEKOLAH ”.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari
semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta dalam
penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita.

Jombang, 01 April 2021

penyusun

2
DAFTAR ISI

COVER………………………………………………………………………………….1

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………..2

DAFTAR ISI…….………………………………………………………………………3

PENDAHULUAN………………………………………………………………………4

1.1 Latar belakang……………………………………………………………….4

1.2 Tujuan………………………………………………………………………..4

BAB II PEMBAHASAN……………………………………………………………….5

2.1 Konsep dasar keluarga………………………………………………………5

2.2 Fungsi keluarga menurut friedman………………………………………….5

2.3 Tipe keluarga………………………………………………………………...6

2.4 Tingkat perilaku keluarga…………………………………………………....6

2.5 Lima tugas keluarga dalam bidang kesehatan……………………………….8

Anak usia sekolah………………………………………………………………………..8

A. Definisi……………………………………………………………………….8

B. Perkembangan akhir masa kanak-kanak……………………………………..9

C. Perkembangan usia sekolah ( tugas mandiri ) masalah anak usia sekolah…...9

D. Tugas-tugas perkembangan keluarga dengan anak sekolah…………………12

Askep teori keluarga dengan anak usia sekolah……………………..………………….13

BAB III PENUTUP………………………….………………………………………….15

3.1 Kesimpulan………………………………………………………………….15

3.2 Saran………………………………………………………………………...15

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………..16

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA……………………………………..17

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Anak merupakan individu tersendiri yang bertumbuh dan berkembang secara unik dan tidak dapat
diulang setelah usianya bertambah. Anak adalah seseorang yang belum mencapai usia 21 tahun dan
belum pernah kawin (menikah) (UU No. 4 tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak).
Menurut Hurlock (1980) saat ini yang disebut anak bukan lagi yang berumur 21 tahun tetapi berumur
18 tahun, dan masa dewasa dini dimulai umur 18 tahun.

Kelompok-kelompok usia anak terdiri dari 3 kelompok yaitu :


1. Usia prasekolah : 2 – 5 tahun
2. Usia sekolah : 6 – 12 tahun
3. Usia remaja : 13 - 18 tahun

1.2 Tujuan
● Tujuan Umum
Agar mahasiswa mampu memahami dan melaksanakan asuhan keperawatan pada anak usia sekolah.

● Tujuan Khusus
1. Agar mahasiswa mampu melaksanakan pengkajian pada keluarga dengan anak usia sekolah.
2. Agar mahasiswa mampu mengangkat diagnosa keperawan pada keluarga dengan anak usia
sekolah.
3. Agar mahasiswa mampu melakukan intervensi pada keluarga dan anak usia sekolah.
4. Agar mahasiswa mampu melaksanakan implementasi pada keluarga dan anak usia sekolah.
5. Agar mahasiswa mampu melakukan evaluasi pada keluarga dan anak usia sekolah

4
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Konsep Dasar Keluarga dan keluarga dengan anak usia sekolah
Keluarga adalah sekumpulan orang yang dihubungkan oleh ikatan perkawinan, adopsi, kelahiran
yang bertujuan menciptakan dan mempertahankan budaya yang umum, meningkatkan perkembangan
fisik, mental, emosional serta social individu-indidu yang didalamnya dilihat dari interaksi yang regular
dan ditandai dengan adanya ketergantungan dan hubungan untuk mencapai tujuan umum. ( Duval, 1972
).

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa
orang yang berkumpul dan tinggal di suatu tempat dibawah satu atap dalam keadaaan saling
ketergantungan ( Depkes RI, 1998 ).

Keluarga adalah dua atau lebih individu yang tergantung karena hubungan darah, hubungan
perkawinan atau pengangkatan mereka hidup dalam satu rumah tangga, berinteraksi satu sama lain dan
didalam perannya masing-masing menciptakan serta empertahankan kebudayaan. ( Salvicion G. Bailon
dan Aracelis Maglaya, 1989 ).

2.2 Fungsi Keluarga Menurut Friedman, (1987).

a. Fungsi Afektif
Fungsi afektif yaitu fungsi yang berhubungan dengan fungsi internal keluarga yang
merupakan dasar keluarga. Fungsi afektif berguna untuk pemenuhan kebutuhan psikososial.
Anggota keluarga mengembangkan ganbaran dirinya yang positif, peranan yang dimiliki dengan
baik dan penuh rasa kasih sayang.
b. Fungsi Social
Fungsi sosial yaitu proses perkembangan dan perubahan yang dilalui individu yang
menghasilkan interaksi social dan melaksanakan perannya dalam lingkungan sosial. Keluarga
merupakan tempat individu melakukan sosialisasi dimana anggota keluarga belajar disiplin norma
keluarga, prilaku melalui interaksi dalam keluarga. Selanjutnya individu maupun keluarga berperan
didalam masyarakat.
c. Fungsi Reproduksi
Fungsi Reproduksi yaitu fungsi untuk meneruskan kelangsungan keturunan dan menambah
sumber daya manusia.
d. Fungsi Ekonomi.
Fungsi Ekonomi, Yaitu memenuhi kebutuhan keluarga seperti makanan, pakaian, perumahan
dan lain-lain.

5
e. Fungsi Perawatan Kesehatan
Fungsi Perawatan Kesehatan yaitu keluarga menyediakan makanan, pakaian, perlindungan
dan asuhan Kesehatan / keperawatan atau pemeliharaan kesehatan yang mempengaruhi status
kesehatan keluarga dan individu. ( Zaidin Ali, 1999 ).
2.3 Tipe Keluarga
Delapan tipe keluarga menurut Frieman ( 1986 ) :
a. Nuclear Family
Keluarga terdiri dari orang tua dan anak yang masih menjadi tanggungan dan tinggal alam satu
rumah terpisah dari sanak keluarga lainnya.
b. Extended Family
Keluarga yang terdiri dari satu atau dua keluarga inti yang tinggal dalam satu rumah dan saling
menunjang satu sama lainnya.
c. Single Parent Family
Keluarga yang dikepalai oleh satu kepala keluarga dan hidup bersama dengan anak-anak yang
masih bergantung padanya.
d. Nuclear Dyatd.
Keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri tanpa anak, tinggal dalam satu rumah yang sama.
e.  Recontituened atau Blended Family
Kseluarga yang terbentuk dari perkawinan pasangan dan masing-masing membawa anak dari hasil
perkawinan terdahulu.
f. Tree Generation Family
Keluarga yang terdiri dari tiga generasi yaitu kakek, nenek, bapak,ibu, anak dalam satu rumah.
g. Single Adult Living Alone
Keluarga yang terdiri dari seorang dewasa yang hidup dalam rumahnya.
h. Midle Age Atau Ederly Coople
Keluarga yang terdiri dari sepasang suami istri usia pertengahan.
2.4 Tingkat Perkembangan Keluarga
Terdapat delapan tahap tingkat perkembangan keluarga menurut Friedman, ( 1998 ) :
a. Tahap I : Keluarga Pemula (juga menunjuk pasangan menikah atau tahap pernikahan). Tugasnya
adalah :
1) Membangun perkawinan yang saling memuaskan
2) Menghubungkan jaringan persaudaraan secara harmonis.
3) Keluarga berencana (keputusan tentang kedudukan sebagai orang tua)
b. Tahap II : Keluarga sedang mengasuh anak (anak tertua adalah bayi sampai umur 30 bulan). Tugasnya
adalah :
1) Membentuk keluarga muda sebagai sebuah unit yang mantap (mengintegrasikan).

6
2) Rekontruksi tugas-tugas perkembangan yang bertentangan dan kebutuhan anggota keluarga
3) Memperluas persahabatan dengan keluarga besar dengan menambahkan peran orang tua, kakek
dan nenek.
c. Tahap III : Keluarga dengan anak usia pra sekolah (anak tertua berumur 2 hingga 6 tahun). Tugasnya
adalah :
1) Memenuhi kebutuhan anggota keluarga seperti rumah
2) Mensosialisasikan anak.
3) Mengintegrasikan anak yang baru sementara tetap memenuhi kebutuhan anak-anak yang lain.
4) Mempertahankan hubungan yang sehat dalam keluarga (hubungan perkawinan dan hubungan
orang tua dan anak) dan diluar keluarga (keluarga besar dan komunitas).
d. Tahap IV : Keluarga dengan anak usia sekolah (anak tertua berumur 6 hingga 13 tahun). Tugasnya
adalah :
1) Mensosialisakan anak-anak termasuk meningkatkan prestasi sekolah dan mengembangkan
hubungan dengan teman sebaya yang sehat.
2) Mempertahankan hubungan perkawinan yang memuaskan.
3) Memenuhi kebutuhan Kesehatan fisik anggota keluarga.
e. Tahap V : Keluarga dengan anak remaja (anak tertua berumur 13 hingga 20 tahun). Tugasnya adalah :
1) Menyeimbangkan kebebasan dengan tanggung jawab ketika remaja menjadi dewasa dan semakin
mandiri.
2) Memfokuskan kembali hubungan perkawinan.
3) Berkomunikasi secara terbuka antara orang tua dan anak-anak.
f. Tahap VI : Keluarga melepas anak usia dewasa muda (mencakup anak pertama sampai anak terakhir
yang meninggalkan rumah). Tugasnya adalah :
1) Memperluas siklus keluarga dengan memasukkan anggota keluarga baru yang didapatkan melalui
perkawinan anak-anak.
2) Melanjutkan untuk memperbaharui dan menyesuaikan kembali hubungan perkawinan.
3) Membantu orang tua lanjut usia dan sakit-sakitan dari suami maupun istri.
g. Tahap VII : Orang tua usia pertengahan (tanpa jabatan, pension). Tugasnya adalah :
1) Menyediakan lingkungan yang meningkatkan Kesehatan.
2) Mempertahankan hubungan yang memuaskan dan penuh arti dengan para orang tua lansia dan anak-
anak.
3) Memperkokoh hubungan perkawinan.
h. Tahap VIII : Keluarga dalam masa pensiunan dan lansia (juga menunjuk kepada keluarga yang berusia
lanjut usia atau pension hingga pasangan yang sudah meninggal dunia). Tugasnya adalah :
1) Mempertahankan pengaturan hidup yang memuaskan
2) Menyesuaikan terhadap pendapatan yang menurun

7
3) Mempertahankan hubungan perkawinan
4) Menyesuaikan diri terhadap kehilangan pasangan
5) Mempertahankan ikatan keluarga antar generasi
6) Meneruskan untuk memahami eksistensi mereka (penelaahan dan integrasi hidup).
2.5 Lima Tugas Keluaga Dalam Bidang Kesehatan
Lima tugas keluarga dalam bidang Kesehatan menurut Friedman, (1981) adalah :
1) Mengenal gangguan perkembangan Kesehatan setiap anggotanya
2) Mengambil keputusan untuk melakukan tindakan yang tepat.
3) Memberikan keperawatan pada anggota keluarga yang sakit, dan yang tidak dapat membantu dirinya
sendiri karena cacat atau usianya terlalu muda.
4) Mempertahankan suasana di rumah yang menguntungkan kesehatan dan perkembangan kepribadian
anggota keluarga.
5) Mempertahankan hubungan timbal balik antara keluarga dan lembaga-lembaga Kesehatan yang
menunjukkan pemanfaatan dengan baik fasilitas-fasilitas Kesehatan yang ada.

Anak usia sekolah

A. Definisi
Tahap ini dimulai ketika anak pertama telah berusia 6 tahun dan mulai masuk sekolah dasar dan
berakhir pada usia 13 tahun, awal dari masa remaja. Keluarga biasanya mencapai jumlah anggota
maksimum dan hubungan keluarga diakhir tahap ini ( Duval, 1977 ).
Pada masa ini merupakan tahun-tahun yang sibuk. Kini anak-anak mempunyai keinginan dan
kegiatan-kegiatan masing-masing, disamping kegiatan-kegiatan wajib dari sekolah dan dalam hidup,
serta kegiatan-kegiatan orangtua sendiri. Setiap orang menjalani tugas-tugas perkembangannya sendiri-
sendiri, sama seperti keluarga berupaya memenuhi tugas-tugas dan perkembangannya sendiri.
Pada masa ini anak-anak sering kali dilabeli oleh orang-orang sekitarnya seperti berikut:

1. Label yang digunakan oleh orang tua


a. Usia yang menyulitkan karena anak tidak mau lagi menuruti perintah dan lebih dipengaruhi oleh
teman sebaya dari pada orang tua ataupun anggota keluarga lainnya.
b. Usia tidak rapi karena anak cenderung tidak memperdulikan dan ceroboh dalam penampilan.
c. Usia bertengkar karena banyak terjadi pertengkaran antar keluarga dan membuat suasana rumah
yang tidak menyenangkan bagi semua anggota keluarga.
2. Label yang digunakan pendidik/guru
a. Usia sekolah dasar : anak diharapkan memperoleh dasar-dasar pengetahuan yang dianggap
penting untuk keberhasilan penyesuaian diri pada kehidupan dewasa dan mempelajari perbagai
ketrampilan penting tertentu baik kurikuler maupu ekstrakurikuler

8
b. Periode kritis dalam berprestasi : anak membentuk kebiasaan untuk mencapai sukses, tidak
sukses, atau sangat sukses yang cenderung menetap sampai dewasa.
3. Label yang digunakan oleh ahli psikologi
a. Usia berkelompok : perhatian utama anak tertuju pada keinginan diterima oleh teman-teman
sebaya sebagai anggota kelompok.
b. Usia penyesuaian diri : anak ingin menyesuaikan dengan standar yang disetujui oleh kelompok
dalam penampilan, berbicara dan berperilaku.
c. Usia kreatif :suatu masa yang akan menentukan apakah anak akan menjadi konformis (pencipta
karya baru) atau tidak.
d. Usia bermain : suatu masa yang mempunyai keinginan bermain yang sangat besar karena adanya
minat dan kegiatan untuk bermain.

B. Perkembangan Akhir Masa Kanak-Kanak


a. Tugas perkembangan akhir masa kanak-kanak menurut Havigrust :
b. Mempelajari ketrampilan fisik yang diperlukan untuk permainan-permaina umum.
c. Membangun sikap yang sehat mengenai diri sendiri sebagai mahluk yang sedang tumbuh.
d. Belajar menyesuaikan diri dengan teman-temannya
e. Mulai mengembangkan peran sosial pria atau wanita yang tepa
f. Mengembangkan ketrampilan dasar untuk membaca, menulis dan berhitung
g. Mengembangkan pengertian-pengertian yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari
h. Mengembangkan hati nurani, pengertian moral dan tingkatan nilai
i. Mengembangkan sikap terhadap kelompok-kelompok sosial dan lembaga-lembaga.
j. Mencapai kebebasan pribadi
C. Perkembangan Usia Sekolah ( Tugas Mandiri) Masalah Anak Usia Sekolah
1. Bahaya Fisik
a. Penyakit
 Penyakit palsu/khayal untuk menghindari tugas-tugas yang menjadi tanggung
jawabnya.
 Penyakit yang sering dialami adalah yang berhubungan dengan kebersihan diri.
b. Kegemukan
Bahaya kegemukan yang dapat terjadi :
 Anak kesulitan mengikuti kegiatan bermain sehingga kehilangan kesempatan
untuk keberhasilan social.
 Teman-temannya sering mengganggu dan mengejek sehingga anak menjadi
rendah diri
c. Kecelakaan
9
Meskipun tidak meninggalkan bekas fisik, kecelakaan sering dianggap sebagai
kegagalan dan anak lebih bersikap hati-hati akan bahayanya bagi psikologisnya sehingga
anak merasa takut dan hal ini dapat berkembang menjadi rasa malu yang akan
mempengaruhi hubungan social.
d. Kecanggungan
Anak mulai membandingkan kemampuannya dengan teman sebaya bila muncul
perasaan tidak mampu dapat menjadi dasar untuk rendah diri.
e. Kesederhanaan
Hal ini sering dilakukan oleh anak-anak dan orang dewasa memandangnya
sebagai perilaku kurang menarik sehingga anak menafsirkannya sebagai penolakan yang
dapat mempengaruhi konsep diri anak.
2. Bahaya Psikologis
a. Bahaya Dalam Berbicara
Ada 4 (empat) bahaya dalam berbicara yang umum terdapat pada anak- anak usia sekolah
yaitu :
 kosakata yang kurang dari rata-rata menghambat tugas-tugas di sekolah dan
menghambat komunikasi dengan orang lain.
 kesalahan dalam berbicara, cacat dalam berbicara (gagap) akan membuat anak
jadi sadar diri sehingga anak hanya berbicara bila perlu saja.
 anak yang kesulitan berbicara dalam bahasa yang digunakan dilingkungan
sekolah akan terhalang dalam usaha untuk berkomunikasi dan mudah merasa
bahwa ia berbeda.
 pembicaraan yang bersifat egosentris, mengkritik dan merendahkan orang lain,
membual akan ditentang oleh temannya.
b. Bahaya Emosi
Anak akan dianggap tidak matang bila menunjukan pola-pola emosi yang kurang
menyenangkan seperti marah yang berlebihan, cemburu masih sangat kuat sehingga
kurang disenangi orang lain
c. Bahaya Bermain
Anak yang kurang memiliki dukungan sosial akan merasa kekurangan
kesempatan untuk mempelajari permainandan olah raga untuk menjadi anggota
kelompok, anak dilarang berkhayal, dilarang melakukan kegiatan kreatif dan bermain
akan menjadi anak penurut yang kaku.
d. Bahaya Dalam Konsep Diri
Anak yang mempunyai konsep diri yang ideal biasanya merasa tidak puas
terhadap diri sendiri dan tidak puas terhadap perlakuan orang lainbila konsep sosialnya
10
didasarkan pada pelbagai stereotip, anak cenderung berprasangka dan bersikap
diskriminatif dalam memperlakukan orang lain. Karena konsepnya berbobot emosi dan
cenderung menetap serta terus menerus akan memberikan pengaruh buruk pada
penyesuaian sosial anak.
e. Bahaya Moral
Bahaya umum diakitkan dengan perkembangan sikap moral dan perilaku anak-
anak. :
1. perkembangan kode moral berdasarkan konsep teman-teman atau berdasarkan
konsep-konsep media massa tentang benar dan salah yang tidak sesuai dengan
kode orang dewasa.
2. tidak berhasil mengembangkan suara hati sebagai pengawas perilaku.
3. Disiplin yang tidak konsisten membuat anak tidak yakin akan apa yang sebaiknya
dilakukan.
4. Hukuman fisik merupakan contoh agresivitas anak.
5. menganggap dukungan teman terhadap perilaku yang salah begitu memuaskan
sehingga menjadi perilaku kebiasaan.
6. Tidak sabar terhadap perilaku orang lain yang salah.
f. Bahaya Yang Menyangkut Minat
Bahaya yang dihubungkan dengan minat masa kanak-kanak :
1) tidak berminat terhadap hal-hal yang dianggap penting oleh teman-teman sebaya.
2) mengembangkan sikap yang kurang baik terhadap minat yang dapat bernilai bagi
dirinya, misal kesehatan dan sekolah.
g. Bahaya Hubungan Keluarga
1) Kondisi-kondisi yang menyebabkan merosotnya hubungan keluarga :
2) Sikap terhadap peran orang tua, orang tua yang kurang menyukai peran orang tua
dan merasa bahwa waktu, usaha dan uang dihabiskan oleh anak cenderung
mempunyai hubungan yang buruk dengan anak-anaknya
3) Harapan orang tua, kritikan orang tua pada saat anak gagal dalam melaksanakan
tugas sekolah dan harapan-harapan orang tua maka orang tua sering mengkritik,
memarahi dan bahkan menghukum anak
4) Metode pelatihan anak, disiplin yang otoriter pada keluarga besar dan disiplin
lunak pada keluarga kecil yang keduanya menimbulkan pertentangan dirumah
dan meyebabkan kebencian pada anak. Disiplin yang demokratis biasanya
menghasilkan hubungan keluarga yang baik.

11
5) Status sosial ekonomi, bila anak merasa benda dan rumah miliknya lebih buruk
dari temannya maka anak sering menyalahkan orang tua dan orang tua cenderung
membenci hal itu
6) Pekerjaan orang tua, pandangan mengenai pekerjaan ayah mempengaruhi persaan
anak dan bila ibu seorang karyawan sikap terhadap ibu diwarnai oleh pandangan
teman-temannya mengenai wanita karier dan oleh banyaknya beban yang harus
dilakukan di rumah.
7) Perubahan sikap kepada orang tua, bila orang tua tidak sesuai dengan harapan
idealnya anak, anak cenderung bersikap kritis dan membandingkan orang tuanya
dengan orang tua teman-temannya.
D. Tugas-tugas perkembangan keluargadengan anak sekolah
Salah satu tugas orangtua yang sangat penting dalam mensosialisasikan anak pada saat ini
meliputi meningkatkan prestasi anak di sekolah.Tugas keluarga yang signifikan lainnya adalah
mempertahankan hubungan perkawinan yang bahagia. Sekali lagi dilaporkan bahwa kebahagiaan
perkawinan selama tahap ini menurun. Dua buah penelitian yang besar menguatkan observasi ini ( Burr,
1970 : Rollins dan Feldman, 1970). Meningkatkan komunikasi yang terbuka dan mendukung hubungan
suami istri merupakan hal yang vital dalam bekerja dengan keluarga dalam anak usia sekolah.
Tugas lainnya yakni:

Tahap Siklus Kehidupan Tugas-Tugas Perkembangan Keluarga


Keluarga

Keluarga dengan anak usia 1. Mensosialisasikan anak-anak, termasuk


sekolah meningkatkan prestasi sekolah dan mengembangkan
hubungan dengan teman sebaya yang sehat.

2. Mempertahankan hubungan perkawinan yang


memuaskan.

3. Memenuhi kebutuhan kesehatan fisik anggota


keluarga.

12
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Anak sekolah dasar adalah anak yang berusia 6-12 tahun, memiliki fisik lebih kuat mempunyai sifat
individual serta aktif dan tidak bergantung dengan orang tua. Banyak ahli menganggap masa ini sebagai masa
tenang atau masa talent, dimana apa yang telah terjadi dan dipupuk pada masa-masa sebelumnya akan
berlangsung terus untuk masa-masa selanjutnya ( Gunarsa , 2006 )

3.2 Saran

Dalam mempelajari materi ini harusnya manusia dan pembaca dapat mencari berbagai referensi agar isi
tidak menyimpang dari materi dan sesuai dengan yang seharusnya.

13
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/12341741/ASUHAN_KEPERAWATAN_KELUARGA_DENGAN_ANAK_USIA
_SEKOLAH

https://www.academia.edu/40530783/ASKEP_KEPERAWATAN_KELUARGA_TAHAP_PERKEMBANGA
N_ANAK_USIA_SEKOLAH

14
FORMAT PENGKAJIAN

PENGKAJIAN KEPERAWATAN KELUARGA

Puskesma
NamaPuskesmas s pulorejo No. Register 14.08.249

Nama Perawat Ns. Mayra Tanggal Pengkajian 1 April 2021

A. DATA KELUARGA

Nama Kepala Keluarga Tn. D Bahasa sehari-hari Bahasa jawa

Jln.
Kutilang B
E5/
087759246
Alamat Rumah & Telp 516 Yankesterdekat, Jarak Puskesmas 2 km

Pekerjaan Alat transportasi

wiraswast
a Sepeda motor

Agama & Suku Status KelasSosial

Islam/
jawa Menengah

DATA ANGGOTA KELUARGA

No Nama Hub Umur JK Suku Pendidika Pekerjaan Status Gizi (TB, TTV Status

dgn n Terakhir Saat Ini BB, BMI) (TD, N, S, P) Imunisasi

KK Dasar

TB : 170 Td :
BB : 120/80mmHg
65kg
N: 80x/menit
Ay BMI : S: 36,5°C
1. Tn. D ah 35 L Jawa SMA wiraswasta 20,5 RR:20x/menit Lengkap

TB : 160 Td :
BB : 120/70mmHg
55kg
N: 70x/menit
Ibu rumah BMI : S: 37,0°C
2. Ny. A Ibu 30 P Jawa SMP tangga 21,4 RR:22x/menit Lengkap

3. An. A An 15 L Jawa SMP Pelajar TB : Td : Lengkap


ak
15
110/60mmHg

145cm N: 70x/menit
S: 37,0°C
BB :40kg RR:30x/mnt

Td :
100/60mmHg
TB : N: 80x/mnt
137cm
S : 36,5°C
An BB :
4. An. B ak 10 P Jawa SD Pelajar 33kg RR : 30x/mnt Lengkap

Td
90/70mmHg
TB : N:80x/mnt
120cm
S: 38,5°C
BB :
5. An. C Anak 7 L Jawa - - 19Kg RR : 20x/mnt Lengkap

Td :
80/50mmHg
N : 100x/mnt
TB : S ; 36,5°C
68cm
Bay 10 RR : Belum
6. An. D i Bln P Jawa - - BB: 8kg 100x/mnt lengkap
LANJUTAN

Status
Kesehatan
No Nama Alat Bantu/ Protesa Riwayat Penyakit/ Alergi
Saat ini

Tidak menggunakan alat


1. Tn. D bantu Sehat Tidak ada

Tidak menggunakan alat


2. Ny. A bantu Sehat Tidak ada

Tidak menggunakan alat


3. An. A bantu Sehat Tidak ada

4. An. B Sehat Tidak ada


Tidak
menggunakan
alat bantu
5. An. C

16
Tidak
Sakit Tidak ada
menggunakan
alat bantu
Tidak
menggunakan
An. D alat bantu Sehat Tidak ada

AnalisisMasalahKesehatanINDIVIDU : ________________________________________

17
B. TAHAP DAN RIWAYAT PERKEMBANGAN KELUARGA

Mengasuh anak
Tahap Perkembangan Klg Saat Ini ________________________________________

Tugas Perkembangan Keluarga : √ Dapat dijalankan Tdk Dpt Dijalankan

Bila Tdk dijalankan, sebutkan : ... .... .... .... .... .... .... .... .... .... .... .... .... .... .... .... .... .... .... .... .... .... .... .... .... .... .... ..

C. STRUKTUR KELUARGA

Baik

Dalam keluarga sehari-hari


menggunakan bahasa jawa. Pola
komunikasi keluarga selama ini
bersifat terbuka dengan saling

mengungkapkan permasalahan
dan berusaha menyelesaikannya
Pola Komunikasi : bersama-sama Disfungsional

√ Tdk Ada Masalah

Tn. D pencari nafkah, kepala


keluarga dan mampu berperan
sebagai pendidik dan pelindung
Ny. A ibu rumah tangga,
pengasuh anak, mengurus
keperluan rumah tangga, dan
mampu memberikan kasih
Peran Dalam Keluarga : sayang pada anak dan suami Ada Masalah

√ Tdk ada konflik nilai

Keluarga menerapkan sopan


santun dan saling hormat antar
keluarga dan terhadap
masyarakat. Keluarga
menerapkan nilai dan budaya
Nilai/Norma KLg : jawa Ada Konflik

Pengambilan keputusan dalam keluarga : diambil dengan cara bermusyawarah antara ayah dan ibu
________________________________________

18
GENOGRAM

Keterangan :

1. : LAKI – LAKI 3. : MENINGGAL

2. : PEREMPUAN 4. : PASIEN

Tipe keluarga : keluarga inti ( Nuclear Family ) yang terdiri atas ayah, ibu dan 4 orang anak

18

19
D. FUNGSI KELUARGA

Berfungsi

Anggota keluarga mempunyai


rasa saling memiliki dan
dimiliki dalam keluarga serta
√ saling mendukung. Bila salah
satu anggota keluarga yang
sakit semua khawatir dan
mencemaskannya. Anak-anak
selalu mengganggu dan
menyambut kedatangan
ayahnya pulang kerja
Tdk Berfungsi

Fungsi Afektif :

√ Berfungsi

Anggota keluarga saling


berinteraksi satu dengan yang
lainnya setiap saat. Hubungan
dalam keluarga sangat erat dan
hangat . ketika waktu liburan
anggota keluarga selalu
menyempatkan untuk kumpul
bersama atau pergi ke mall

Tdk Berfungsi

Fungsi Sosial :

✓ Baik

Ny. B mengatakan
penghasilannya dan suaminya
sudah cukup untuk memenuhi
kebutuhan sandang, pangan dan
papan keluarga Tn. A dan
kebutuhan An C

Fungsi Ekonomi : Kurang Baik

E. POLA KOPING KELUARGA

Mekanisme koping : √ Efektif

Tn. A dan Ny. B


merupakan
pasangan baru
menikah dan
dikaruniai anak
pertama, sehingga
20
meraka sangat
menyayangi dan
menjaga anaknya
terutama dalam
kesehatan Tidak Efektif

Keluarga mengambil keputusan dengan penguatan dan menghadapi masalah tanpa


Stressor yg dihadapi keluarga merasa terbebani terhadap sesuatu, ikhlas dan tawakal dalam kesehariannya

DATA PENUNJANG KELUARGA

Rumah dan Sanitasi Lingkungan PHBS Di Rumah Tangga

Kondisi Rumah Jika ada Bunifas, Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan :

Type rumah : permanen/semi permanen* Ya/ Tidak*.

Lantai : tanah/plester/keramik,lainnya…. Jika ada bayi, Memberi ASI ekslusif : Ya/ Tidak*

Kepemilikan rumah : sendiri / sewa* jika ada balita, Menimbang balita tiap bln :

Ya/ Tidak* .. Menimbang balita dilakukan setiap bulan sekali


Ventilasi : artau sesuai jadwal posyandu setempat

Baik (10-15% dari luas lantai): ya/tidak* Menggunakan air bersih untuk makan & minum:

Jendela setiap hari dibuka: ya/tidak* Ya/ Tidak*

Setiap pagi hingga sore jendela rumah selalu Anggota keluarga selalu menggunakan air rebusan bersih untuk
dibuka agar udara bisa masuk dan tidak pengap minum

PencahayaanRumah : Menggunakan air bersih untuk kebersihan diri:

Baik/ Tidak* Ya/ Tidak*

Adanya penggunaan genteng kaca yang ada di


kamar mandi, dapur. Selain itu cahaya dapat
masuk dari jendela yang ada di kamar dan ruang Anggota keluarga saat mandi selalu menggunakan air keran
tamu. yang terhubung ke sumur.

Saluran Buang Limbah : Mencuci tangan dengan air bersih & sabun :

Tertutup/terbuka* Ya/ Tidak*

Setiap anggota keluarga selalu cuci tangan menggunakan air


Saluran limbah berada di kebun belakang rumah bersih dan sabun ketika akan makan.

Air Bersih : Melakukan pembuangan sampah pada tempatnya :

Sumber air bersih: sumur/PAM/sungai/lain-lain*, Ya/ Tidak*

Keluarga hanya menyediakan 1 tong sampah di dapur

Sebutkan : mandi, minum,


masak dan mencuci ..... Menjaga lingkungan rumah tampak bersih

Kualitas air: jernih Ya/Tidak

21
Rumah tampak agak berantakan karena mainan anak, namun
tetap bersih tanpa sampah.

Jamban Memenuhi Syarat : ..............................


..............................
..............................
.

Kepemilikan jamban : ya/tidak*

Jenis jamban : leher angsa/cemplung* Mengkonsumsi lauk dan pauk tiap hari :

Jarak septic tank dengan sumber air : Jarak septic


tank dengansumber air : 12 meter Ya/ Tidak*

setiap pagi,siang,dan malam dengan nasi dan lauk pauk yang


bervariasi seperti tempe, tahu, telur, dan sayur bayam

Menggunakan jamban sehat :

Tempat Sampah:
Ya/ Tidak*

Kepemilikan tempat sampah ;Ya/Tidak* setiap BAB menggunakan jamban yang ada di rumah.

Jenis : Tertutup/Terbuka * Memberantas jentik di rumah sekali seminggu :

Sampah dikumpulkan ditempat sampah, yang


setiap hari diangkut oleh pembuang sampah
bayaran Ya/ Tidak* (menguras, mengubur, menutup)

Keluarga hanya menguras bak mandi satu minggu sekali

Rasio Luas Bangunan Rumah dengan Jumlah

Makan buah dan sayur setiap hari : Ya/ Tidak*

2
Anggota Keluarga (8m /orang) Ya/Tidak *
Setiap hari mengkonsumsi bermacam-macam buah dan aneka
sayur

Luas rumah kurang lebih 56 m2. Melakukan aktivitas fisik setiap hari : Ya/ Tidak*

Anggota jarang sekali setiap hari melakukan aktivitas fisik


kecuali saat hari libur selalu melakukan aktivitas fisik

Tidak merokok di dalam rumah : Ya/ Tidak*

Tn. A merokok didalam rumah .

Penggunaan alkohol dan zat adiktif : ya/tidak

Anggota keluarga tidak ada yang mengkonsumsi alcohol dan


zat adiktif lainnya

22
KEMAMPUAN KELUARGA MELAKUKAN TUGAS PEMELIHARAAN KESEHATAN ANGGOTA KELUARGA

1) Adakah perhatian keluarga kepada anggotanya yang menderita sakit:


Anggota keluarga merasa khawatir apabila salah satu diantara anggota keluarga mereka sakit. Mereka selalu berusaha untuk
memeriksakan anggota keluarga yang sedang sakit.

2) Apakah keluarga mengetahui masalah kesehatan yang dialami anggota dalam keluarganya :
Keluarga mengetahui masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya
3) Apakah keluarga mengetahui penyebab masalah kesehatan yang dialami anggota dalam keluarganya:
Ya, keluarga mengetahui penyebab masalah kesehatan yang dialami oleh anggota keluarganya. Yakni, anak C mengalami
kekurangan gizi karna sulit makan, tetapi keluarga tidak mengetahui penyebab demam yang dialami anak C

4) Apakah keluarga mengetahui tanda dan gejala masalah kesehatan yang dialami oleh anggota dalam keluarganya:
Keluarga mengetahui tanda dan gejala yang dialami oleh An.C, seperti tubuhnya yang lebih kecil dibandingkan anak-anak
seusianya. Dan Suhu tinggi saat demam.

5) Apakah keluarga mengetahui akibat masalah kesehatan yang dialami anggota dalam keluarganya bila tidak diobati dirawat:
Keluarga hanya meyakini bahwa tubuh anak C terlalu kurus dibanding anak-anak lainnya.

6) Pada siapa keluarga biasa menggali informasi tentang masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya:
Keluarga biasa menggali informasi dari tetangga atau keluarga yang lebih tua, dan terkadang bertanya pada tenaga kesehatan saat
di posyandu

7) Keyakinan keluarga tentang masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya:


Keluarga merasa anak C harus segera ditangani, karena keluarga khawatir apabila amsalah gizi An. C tidak segera ditangani maka
pertumbuhannya akan terhambat

8) Apakah keluarga melakukan upaya peningkatan kesehatan yang dialami anggota keluarganya secara aktif : (bagaimana bentuk
tindakan upaya peningkatan kesehatan) :
Ya, salah satu yang dilakukan adalah mencoba memasakkan makanan yang disukai oleh anak C agar mau makan dan
memeriksakan anggota keluarga ke fasilitas kesehatan terdekat apabila salah satud ari mereka sedang sakit.

9) Apakah keluarga mengetahui kebutuhan pengobatan masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya :
Ya, keluarga mengetahui bahwa keluarga mereka memerlukan pengobatan kesehatan ketika sakit.

10) Apakah keluarga dapat melakukan cara merawat anggota keluarga dengan masalah kesehatan yang dialaminya:
Ya, keluarga mengerti cara merawat anggota keluarga yang sakit sesuai dengan apa yang generasi sebelumnya ajarkan ataupun
edukasi dari tenaga kesehatan yang pernah mereka tanyai.

11) Apakah keluarga dapat melakukan pencegahan masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya:
Terkadang keluarga bingung untuk mencegah masalah kesehatan yang dialami anggota keluarganya, karna mereka mudah luluh
apabila An. C mulai menangis.

12) Apakah keluarga mampu memelihara atau memodifikasil ingkungan yang mendukung kesehatan anggota keluarga yang
mengalami masalah kesehatan :
Ya keluarga mampu memelihara dan memodifikasi lingkungan yang mendukung kesehatan anggota keluarganya. Contohnya
mereka sering menanta ulang barang-barang di rumah agar terasa lebih lega dan tidak menimbulkan setress akibat merasa rumah
terlalu penuh.

13) Apakah keluarga mampu menggali dan memanfaatkan sumber di masyarakat untuk mengatasi masalah kesehatan anggota
keluarganya:
Keluarga mampu menggali dan memanfaatkan tenaga kesehatan untuk menggali informasi. Mereka terkadang bertanya pada
Perawat desa.

23
KEMANDIRIAN KELUARGA

Kriteria :

1. Menerima petugas puskesmas √ Kemandirian I : Jika memenuhi kriteria 1&2

2. Menerima yankes sesuai rencana√


Kemandirian II : jika memenuhi kriteria 1 s.d 5

3. Menyatakan masalah kesehatan secara benar√


Kemandirian III : jika memenuhi kriteria 1 s.d 6
4. Memanfaatkan faskes sesuai anjuran √

5. Melaksanakan perawatan sederhana sesuai anjuran √ Kemandirian IV : Jika memenuhi kriteria 1 s.d 7

6. Melaksanakan tindakan pencegahan secara aktif √

7. Melaksanakan tindakan promotif secara aktif √

Kategori :

Kemandirian I Kemandirian II

Kemandirian III Kemandirian IV √

PENGKAJIAN FISIK INDIVIDU SEBAGAI BERIKUT :

24
Tn. Ny. An. An. An.
AnggotaKeluarga D A A B C Kapiler refil time - - - - -

Nyeri spesifik: lebih 2 detik

Sistem Pernafasan 1 2 3 4 5
Lokasi - - - - -

Stridor
Tipe - - - - -

Wheezing - - - - -
Durasi - - - - -

Ronchi - - - - -
Intensitas - - - - -

Akumulasi sputum - - - - -
Status mental: 1 2 3 4 5

Sistem perkemihan: 1 2 3 4 5
Bingung - - - - -

Disuria - - - - -
√ √

Tn. D Ny. A
merasa merasa
Hematuria - - - - -
- - -
cemas cemas
dengan dengan
kondisi kondisi
Frekuensi - - - - -
Cemas anaknya anaknya

Retensi - - - - -
Disorientasi - - - - -

Inkontinensia - - - - -
Depresi - - - - -

Sistem 1 2 3 4 5
Menarik diri - - - - -
muskuloskeletal

Sistem integumen: 1 2 3 4 5 Tonus otot kurang - - - - √

Cianosis - - - - - Paralisis - - - - -

Akral Dingin - - - - - Hemiparesis - - - - -

Diaporesis - - - - - ROM kurang - - - - -

Jaundice - - - - -

Luka - - - - -

Mukosa mulut kering - - - - √

25
Paralisis : Lengan
Gangg.Keseimb - - - - -
kiri/ Lengan kanan/

Sistem pencernaan: 1 2 3 4 5 Kaki kiri/

Kaki kanan
Intake cairan kurang - - - - √

Anestesi daerah
Mual/muntah - - - - -
Perifer

Nyeri perut - - - - -
Riwayat 1 2 3 4 5

Muntah darah - - - - - Pengobatan

Alergi Obat - - - - -

Flatus - - - - -

- - - - p
a
Distensi abdomen - - - - - r
a
c
e
Colostomy - - - - - t
a
m
o
Diare -\ - - - - Jenis obat yang l

Dikonsumsi
Konstipasi - - - - -

Bising usus - - - - - PEMERIKSAAN PENUNJA

Terpasang Sonde - - - - -
Pemeriksaan
1 2 3 4 5
Sistem persyarafan: 1 2 3 4 5
Laboratorium

GDP/2JPP/acak
Nyeri kepala - - - - -

Asam Urat
Pusing - - - - -

Cholesterol
Tremor - - - - -

Hb
Reflek pupil anisokor - - - - -

26
27
ANALISA DATA

No Data Problem Etiologi

1. Ds : Defisit nutrisi Faktor psikologis


( keengganan untuk makan
 Ny. A
mengatakan
bahwa An. C
mengalami nafsu
makan menurun
 Ny.A
mengatakan An.
C hanya ingin
minum susu,
makan snack
yang kurang
bergizi

Do:

 An.C BB : 19kg
 TB : 120 cm
 Anak menolak
diberi makanan
 Dalam 3 bulan
terakhir bb anak
turun 4-5kg

Ds :

Hipertermia Terpapar lingkungan panas


 Ny. A meng
atakan An. C
sudah 3 hari
demam.
 Ny. A

28
mengatakan An.
C kurang minum
selama 3 hari
demam
Do :

 Nadi= 80x/mnt,
 Suhu=38,5°C,
 pernafasan= 20
x/mnt
 td 90/70mmHg
 Saat disentuh
tangan terasa
hangat.
 Tampak lemas
 Mukosa bibir
kering

29
SKORING

MASALAH KEPERAWATAN KELUARGA:

1. Defisit Nutrisi b.d faktor psikologis ( keengganan untuk makan )

No Kriteria Bobot Hitungan Skor Pembenaran

1. Sifat masalah 1 3/3 x 1 3 Masalah sudah


terjadi dengan BB
Aktual =3
= 19 kg ,yang ideal
Resiko =2 BB = 23 Kg dan
anak menolak
Potensial = 1
untuk makan ,
hanya minum susu
dan snack saja

2. Kemungkinan 2 1/2x 2 1 Masalah sebagian


masalah dapat dapat dirubah
dirubah karena keluarga
mampu
Mudah =2
memberikan
Sebagian =1 makanan yang
bergizi pada
Tidak dapat = 0
anaknya

3. Potensi masalah 1 2/3 x 1 2/3 Penurunan nafsu


untuk dicegah makan dapat
dicegah dengan
Tinggi =3
memberikan
Cukup =2 makanan kesukaan
yang mengandung
Rendah =1
nutrisi yang tinggi
dan diberikan

30
dalam porsi kecil
tapi sering.

4. Menonjolnya 0 2/0 x 1 0 Keluarga tidak


masalah menyadari masalah
asupan pada
makanan anaknya
Masalah berat ,
harus segera
ditangani =2

Ada masalah , tetapi


tidak perlu ditangani
=1

Masalah tidak
dirasakan = 0

Skor total 4 2/3

2. Hipertermi b.d terpapar lingkungan panas

No Kriteria Bobot Hitungan Skor Pembenaran

1. Sifat masalah 1 3/3 x 1 1 Masalah sudah


terjadi
Aktual =3
T=38,5°C,saat
Resiko =2 disentuh tangan
terasa hangat.
Potensial = 1

2. Kemungkinan 2 2/2 x 2 2 Sumber dan


masalah dapat tindakan untuk
dirubah memecahkan
masalah dapat di
Mudah =2
jangkau oleh
Sebagian =1 keluarga .

Tidak dapat = 0

3. Potensi masalah 1 3/3 x 1 1 Hipertermi dapat di

31
untuk dicegah cegah dengan
pemberian obat
Tinggi =3
penurun panas,
Cukup =2 minum yang cukup
dan kompres
Rendah =1

4. Menonjolnya 1 2/2 x 1 1 Keluarga


masalah menyadari dan
perlu segera meng
Segera =2
atasi masalah
Tidak segera =1 tersebut untuk
menghindari
Tidak dirasakan =0
komplikasi yang
lebih lanjut.

Skore total 5

32
PERENCANAAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

LUARAN KEPERAWATAN SLKI INTERVENSI KEPERAWATAN SIKI


DIAGNOSA
TANGGAL TUJUAN INTERVENSI
KEPERAWATAN KRITERIA HASIL
1 APRIL Defisit nutrisi b.d faktor Setelah dilakukan 1. Berat badan Manajemen nutrisi 1. 03119
2020
psikologis ( keengganan untuk tindakan membaik Observasi :
keperwatan
makan ) 2. Nafsu makan 1. identifikasi status nutrisi
dalam waktu
Ds : 1x24jam masalah membaik 2. identifikasi makanan yang disukai
 Ny. A mengatakan defisit nutrisi 3. identifikasi kebutuhan kalori dan jenis nutrient
bahwa An. C teratasi 4. monitor asupan makanan
mengalami nafsu 5. monitor berat badan
makan menurun Terapeutik :
 Ny.A mengatakan An. 6. lakukan oral hygiene sebelum makan, jika perlu
C hanya ingin minum 7. sajikan makanan secara menarik dan suhu yang
susu, makan snack sesuai
yang kurang bergizi 8. berikan tinggi kalori dan tinggi protein
Do: 9. berikan suplemen makanan, jika perlu
 An. C BB : 19kg Edukasi :

 TB : 120cm 10. anjurkan posisi duduk, jika mampu

 Anak menolak diberi Kolaborasi :

makanan 11. kolaborasi dengan ahli gizi untuk menentukan

33
 Dalam 3 bulan terakhir jumlah kalori dan jenis nutrient yang dibutuhkan,
bb anak turun 4-5kg jika perlu

LUARAN KEPERAWATAN SLKI INTERVENSI KEPERAWATAN SIKI


DIAGNOSA
TANGGAL TUJUAN INTERVENSI
KEPERAWATAN KRITERIA HASIL
Hipertermi b.d terpapar Setelah dilakukan 1. Suhu tubuh Manajemen hipertermia 1.15506
lingkungan panas tindakan membaik Observasi :
keperwatan
Ds : 2. Tekanan darah 1. identifikasi penyebab hipertermi
dalam waktu
 Ny. A meng atakan 1x24jam masalah membaik 2. monitor suhu tubuh
An.C sudah 3 hari hipetermi 3. moditor kadar elektrolit
demam. 4. Monitor komplikasi akibat hipertermi
 Ny. A mengatakan An. Terapeutik :
5. sediakan lingkungan yang dingin

34
C kurang minum 6. lakukan pendinginan eksternal
selama 3 hari demam Edukasi :
 7. anjurkan tirah baring
Do : Kolaborasi :
 Nadi= 80x/mnt, 8. kolaborasi pemberian cairan dan elektrolit
 Suhu=38,5°C, intravena, jika perlu

 pernafasan= 20 x/mnt
 Td 90/70mmHg
 Saat disentuh tangan
terasa hangat.
 Tampak lemas
 Mukosa bibir kering

35
IMPLEMENTASI / TINDAKAN KEPERAWATAN

TGL/ EVALUASI/
NO Dx.KEP IMPLEMENTASI TTD
JAM RESPON KLIEN

1. Defisit 1 april 1. identifikasi status nutrisi Nutrisi sudah ANNA


2020 sedikit terpenuhi
nutrisi b.d
faktor
psikologis 2. identifikasi makanan yang Makanan yg
disukai ayam
( keengga disukai
sehingga sudah
ELSA
nan untuk ada kemajuan
3. identifikasi kebutuhan untuk makan
makan
kalori dan jenis nutrient

4. monitor asupan makanan Sebelum nya 1


piring Cuma 1-3
sendok sekarang ANNA
ada kemajuan 1
piring habis

5. monitor berat badan ELSA


Berat badan
sudah mulai naik

6. lakukan oral hygiene


Sebelum makan
sebelum makan, jika perlu sudah
membiasakan ANNA
7. sajikan makanan secara mencuci tangan
menarik dan suhu yang
sesuai

8. berikan tinggi kalori dan


ELSA
tinggi protein Diberi suplemen
makanan agar
9. berikan suplemen lebih nafsu untuk
makan
makanan, jika perlu

10. anjurkan posisi duduk,


mengusahakan

36
jika mampu makan dengan ANNA
posisi duduk
11. kolaborasi dengan ahli
gizi untuk menentukan
jumlah kalori dan jenis
nutrient yang dibutuhkan,
jika perlu

ELSA

37
TGL/ EVALUASI/
NO Dx.KEP IMPLEMENTASI TTD
JAM RESPON KLIEN

2. Hiperterm 1. identifikasi penyebab Demam karena ANNA


terpapar
i b.d hipertermi
lingkungan
terpapar panas
lingkunga
n panas 2. monitor suhu tubuh
Suhu tubuh
ELSA
sudah mulai
3. moditor kadar elektrolit menurun

4. Monitor komplikasi akibat


hipertermi

Terapeutik : ANNA
Menyesuaikan
5. sediakan lingkungan yang tempat tidur
dengan suhu
dingin
tubuh anak
ELSA
6. lakukan pendinginan Mengompres
dahi, leher dan
eksternal
dada dengan air
dingin
Edukasi :

7. anjurkan tirah baring ANNA


dengan lebih
banyak berbaring
Kolaborasi : ditempat tidur
untuk pemulihan
8. kolaborasi pemberian
cairan dan elektrolit
ELSA
intravena, jika perlu

38
39

Anda mungkin juga menyukai