Anda di halaman 1dari 4

TANTANGAN-TANTANGAN GLOBALISASI

Process Globalisasi

Globalisasi adalah suatu proses yang saling berkesinambungan antara kejadian-kejadian


yang saling berhubungan. Perdagangan internasional, aliran dana dalam ekonomi dunia,
menuju ke berkembangnya teknologi, kebudayaan dan politik.

Globalisasi bukanlah suatu trend atau mode tetapi lebih sebagai sistem internasional.

Perusahaan-perusahaan dapat memasuki dan bersaing dalam pasar dunia dengan berbagai
cara. Banyak perusahaan pada awalnya membangung bisnis yang sukses di negara
asalnya kemudian mengeksport barang atau jasanya ke negara lain. Atau dengan kata
lain, perusahaan-perusahaan tersebut membangun saluran pemasaran secara global untuk
produk-produknya. Misalnya: Nokia, dimulai di Finlandia kemudian sekarang menjual
telephone genggam dan produk-produk lainnya ke seluruh dunia. Perusahaan-perusahaan
lain memulai di negara asalnya, kemudian menyadari bahwa mereka dapat menekan
biaya produksi dengan membangun pabrik atau perusahaan jasanya di negara lain.

Jadi tiga strategi dari globalisasi dapat disimpulkan dalam tiga kata yaitu : sell (jual),
make (membuat), dan buy (Menjual). Saat ini, banyak perusahaan mempunya tiga
elemen dari bisnis global, pemasaran, saluran pemasaran, pengoperasian pabrik dan
supply chain.

Faktor Mempercepat globalisasi

Faktor-faktor yang mempercepat globalisasi adalah sebagai berikut:


1. Inovasi teknologi: perangkat lunak canggih, internet, serat optik, nirkabel dan
teknologi berlandasarkan satelit, merupakan beberapa hal yang mempermudah
dan mempercepat perusahaan untuk berkomunikasi dengan para pegawai, rekan
kerja, dan pemasok diseluruh dunia dengan waktu yang terkini.
2. Sistem transportasi: perbaikan dalam bidang transportasi, dari air freight hingga
kereta cepat dan hingga generasi terbaru dari kapal laut yang dapat mempercepat
dan lebih murah perpindahan barang dan jasa dari satu tempat ke tempat lainnya.
3. Kebangkitan dari perusahaan besar transnasional: besar, perusahaan yang
mempunyai modal yang baik akan menjadi lebih baik jika dilengkapi dengan
pelaksanaan bisnis antara negara, dibandingkan dengan perusahaan yang hanya
berada di satu negara saja.
4. Reformasi sosial dan politik: perubahan kritis, termasuk di dalamnya adalah
pertumbuhan ekonomi yang dinamis di negara-negara Pasifik dan kejatuhannya
negara komunis dan Eropa timur, telah membuka area baru dalam perdagangan
dunia.

Pada akhirnya, proses globalisasi ini telah dipacu oleh meningkatnya keuangan
internasional dan institusi perdagangan yang menstabilkan mata uang dan
mempromisikan perdagangan bebas.

Institusi Perdagangan dan Keuangan Internasional

Perdagangan global dijalankan dalam konteks sebagai suatu perangkat yang penting
dalan International Financial and trade institutions (IFTIs atau Institusi-institusi
perdagangan dan keuangan internasional). Hal yang paling penting dari hal ini adalah
Bank Dunia (world bank), Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund)
dan Organisasi Perdagangan Dunia.

World Bank/Bank Dunia pertama kali didirikan pada tahun 1944 untuk menyediakan
pinjaman pengembangan ekonomi bagi para negara anggota. Motif utamanya pada saat
itu adalah untuk membantu membangun kembali ekonomi Eropa yang telah porak
poranda pasca Perang Dunia II. Sekarang Bank Dunia adalah salah satu sumber bantuan
dalam membangun ekonomi. Bank Dunia mendapatkan dananya dari iuran negara
anggota dan uang pinjaman dari pasar modal dunia.

Bank Dunia mempunyai saudari yaitu IMF (International Monetary Fund atau Dana
Moneter Internasional). Didirikan pada waktu yang sama dengan Bank Dunia, dimana
IMF mempunya tujuan yang lebih sempit yaitu untuk membuat mata uang Negara-negara
anggotanya menjadi lebih mudan untuk berpartisipasi dalam perdagangan dunia. Hal ini
dilakukan dengan meminjami pertukaran mata uang asing.

Anggota terakhir dari IFTIs adalah WTO (World Trade Organization atau organisasi
perdagangan dunia). Dibangun pada tahun 1955 sebagai pengganti dari General
Agreement on Tariffs and Trade (GATT), sebagai badan internasional yang membangun
kebijakan dasar untuk perdagangan bebas antar negara. Tujuan utamanya adalah untuk
mempromosikan Perdagangan Bebas yang menghilangkan penghalang perdagangan
antara negara, mis: kuota, cukai dan tarif. WTO tidak meminjamkan uang atau mata
uang asing, melainkan hanya menetapkan peraturan tentang pasar bebas.

Keuntungan dan Kerugian dari Globalisasi

Keuntungan Globalisasi

1. Meningkatkan produktivitas ekonomi


2. Mengurangi harga-harga bagi konsumen
3. Memberikan akses negara-negara berkembang atas penanaman modal asing
dalam rangka untuk mengembangkan ekonominya
4. Transfer teknologi
5. Menyebarkan demokrasi dan kebebasan serta mengurangi konflik militer

Kerugian Globalisasi

1. Menyebabkan ketidaknyamanan kehilangan pekerjaan


2. Memperlemah standar pekerja dan lingkungan
3. Mencegah negara-negara untuk mengadopsi kebijakan dalam mempromosikan
tujuan sosial dan lingkungan
4. Menghilangkan kebudayaan regional dan nasional suatu negara dan mengurangi
atau merusak perbedaan agama, bahasa dan kebudayaan.
5. Sama dengan kelaliman

Perbandingan Sistem Ekonomi dan Politik

Banyak negara di dunia yang berbeda satu dengan lainnya dalam sistem ekonomi, sosial
dan politiknya. Satu hal yang harus diperhatikan dalam perbedaan ini adalah bagaimana
suatu kekuasaan dilaksanakan, yang mana digambarkan dengan seberapa bebas rakyat
suatu negara untuk melaksanakan hak demokratisnya. Demokrasi sekarang ini dikenal
sebagai kebebasan politik. Hal ini digambarkan dengan cara:

1. Pemilihan umum yang adil


2. Media yang independen
3. Pemisahaan antara pemegang kekuasaan dengan pelaksana kekuasaan, pembuat
peraturan dan penegak peraturan
4. Masyarakat yang terbuka dimana masyarakat mempunyai hak untuk membuat
organisasi independen dalam bidang sosial, agama dan kebudayaan.

Tetapi banyak negara masih tidak mempunyai dasar hak demokrasinya, misalnya: di
China, Vietnam, Cuba, dan Korea Utara. Diktaktor Militer merupakan rezim yang
menekan masyarakatnya dimana diktaktor melaksanakan kekuatannya melalui
pengendalian terhadap angkatan bersenjata, contoh: Myanmar, Sudan, Uzbekistan dan
Eritrea.

Ketidakadaan hak kemanusiaan di banyak negara masih menjadi isu bagi perusahaan
yang menjalankan perusahaan di negara-negara tersebut.

Perbedaan antar negara pada saat ini adalah bagaimana asset ekonomi dikuasai, hal ini
mengindikasikan derajat dari kebebasan ekonomi. Free enterprise system (sistem
perusahaan bebas) adalah berdasarkan prinsip dari pertukaran dan sehubungan dengan
kesukarelaan. Dalam sistem ini, orang yang mempunyai barang atau jasa yang dapat
dijual dapat secara sukarela mendatangi pasar dan mencari penukaran terhadap barang
dan jasa dengan uang atau dengan barang atau jasa lainnya.
Kebebasan ekonomi dan politik saling berhubungan, yaitu dimana orang yang
memperoleh kekuasaan terhadap keputusan pemerintah dapat menekan pemerintah
sehingga memperoleh kebebasan ekonomi, jadi dengan ekonomi pasar terbuka maka
dapat memberikan orang untuk lebih berpartisipasi secara efektif dalam politik.

Mengatasi Tantangan Dalam Perbedaan Global

Banyak orang percaya bahwa ketika perusahaan yang mempunyai perusahaan di berbagai
belahan dunia (transnational coporation) beroperasi sesuai dengan prinsip moral yang
kuat, maka perusahaan tersebut akan menjadi kekuatan positif dalam melakukan
perubahan di negara dimana mereka beroperasi. Hal ini disebut Perjanjian Konstruktif
(Constructive Engagement). Tetapi dalam beberapa situasi Constructive Engagement
tidak dapat terjadi.

Partner Kerja Sama untuk Pemecahan Masalah Global

Sektor Ke-tiga Dunia

Dalam dunia masyarakat terbagi tiga, yaitu: bisnis (sektor privat), pemerintah (sektor
publik) dan civil society (masyarakat umum). Masyarakat umum terdiri dari organisasi
sosial yang non-profit, berpendidikan, beragama, komunitas, keluarga, organisasi yang
mempunyai kepentingan tersendiri, semuanya itu merupakan sosial organisasi yang tidak
ada tujuan atau hubungan dengan segala hal yang bersifat pemerintahan maupun
komersil.

Proses globalisasi telah memacu pembangunan dari masyarakat umum. Pada beberapa
akhir abad ini, dunia telah menyaksikan munculnya Non Governmental Organization
(NGO), yang berperan dalam masalah resiko lingkungan, para buruh, hak-hak pekerja,
pengembangan masyarakat (community development) dan hak-hak kemanusiaan.

Para pelaku bisnis menyadari bahwa perbedaan antar ke-tiga sektor ini dapat menjadi
sumber yang dapat dimanfaatkan. Dalam hal ini, kerja sama antar organisasi yang
berasal dari tiga sektor ini ”partner kerja sama/collaborative partnership” dapat menjadi
suatu membangkitkan kemampuan yang unik dari tiap sektor organisasi ini sehingga
dapat menghilangkan kelemahan dari tiap sektor tersebut.

Partner kerja sama seperti ini dapat memberikan keuntungan yang sangat banyak bagi
perusahaan yang berada di berbagai negara (transnational companies). Mereka dapat
membuat list atas keahlian khusus dari pemerintah dan komunitas, mendidik perusahaan
tentang ekspektasi stakeholders dan memastikan bahwa sebuah projek tertentu dapat
konsisten dengan norma dan nilai-nilai setempat.