Anda di halaman 1dari 7

MATERI UJIAN RBGI

Pertemuam 1 Bahan bangunan :untuk fondasi jalan, rumah, bendungan. Digunakan


BATUGAMPING batugamping keras, pejal, daya tekan 800-2.500 kg/cm2
Mulajadi : secara organik, mekanik atau secara kimia. Industri kertas, PVC, pakan ternak, flux, cat.
Secara organik : terjadi karena pengendapan binatang Industri semen :syarat : CaO min 50 %
karang/cangkang, foraminifera, koral/kerang. MgO maks 2,0 %
Secara mekanik : bahan sama dengan organik, yg membedakan Dua buah senyawa semen yang dihasilkan pada proses pembuatan
adalah terjadinya perombakan batugamping semen :
tersebut kemudian terbawa arus dan Ca(OH)2 + SiO2 + (n-1) H2O ----àCaO.SiO2n H2O
diendapkan tidak jauh dari tempat semula. Ca(OH)2 +Al2O3 + 5 H2O ----à CaO.Al2O3 6H2O
Secara kimia : terjadi pd kondisi iklim dan suasana lingkungan Untuk industri kaca :manfaat batugamping sebagai fluks, syaratnya :
tertentu dalam air laut ataupun air tawar. CaO : 55,8% MgO : 0,15 % SiO2 : 0,96 %
Mata air mineral dapat juga mengendapkan batugamping (sinter Fe2O3 : 0,04 % Al2O3 : 0,14 %
kapur). Batugamping ini terjadi karena peredaran air panas alam yg Untuk peleburan baja, batugamping sebagai fluks
melarutkan lapisan batugamping di bawah permukaan yg kemudian Silika dan alumina akan bereaksi dg fluks menghasilkan terak/slag
diendapkan di permukaan. yang mengapung dibagian tengah lelehan besi baja, sehingga mudah
Pengotor batugamping : magnesium, lempung, pasir. dipisahkan. Disamping itu batugamping dapat mengikat SO2 dan H2S
Penamaan batugamping : Syarat batugamping :
Nama batuan kadar dolomit (%) kadar MgO(%) CaO:min 52 % SiO2 maks 4 % Al2O3 +Fe2O3 maks 3 %
Batugamping 0-5 0,1 – 1,1 MgO maks 3,5 %
Batugamping bermag 5-10 1,1 – 2,2 Bahan Pemutih kertas , pulp, karet :
Nesium Syarat : CaCO3 98 %, PH > 7,8 ukuran butir 325 mesh, tingkat
Batugamping dolomitan 10-50 2,2-10,9 kecerahan tinggi.
Dolomit berkalsium 50-90 10,9-19,7 . Batugamping yang dikalsinasi :
Dolomit 90-100 19,7-21,8 1- Untuk pembuatan karbit : bahan : kapur tohor 60 %
Penambangan : dan kokas 40 %.
- Tambang terbuka : dengan alat bulldozer, power Syarat kapur tohor : CaO : 92 %, MgO maks 1,75 %
scraper,pemboran dan peledakan. Atau dengan alat Fe2O3 + Al2O3 : 1 %
sederhana : linggis, ganco Syarat kokas : Sulfur maks 0,2 % , kadar abu maks 12 %
- Tambang dalam : dengan, ganco,linggis contoh Pembuatan karbid : Kokas dan kapur tohor diaduk,
penambangan batugamping di gunungkidul. kemudian dibakar dalam tanur listrik, temperatur 2.000o C
Pengolahan : bertujuan untuk memenuhi syarat Reaksi : CaO + C ----à CaC2 + CO
keinginan konsumen, dalam hal ini konsumen batugamping dapat 2. Industri gula : batugamping berfungsi
dikelompokkan menjadi dua : Menjernihkan nira tebu
Batu gamping mentah Menaikkan PH
Batu gamping hasil kalsinasi Untuk 1000 Kw tebu diperlukan batugamping 150 kg
Batugamping mentah : 3. LCC :
Tanpa pengolahan, langsung dapat digunakan: untuk semen, jalan, Sebagai bahan baku pelicin tablet
bangunan Bahan baku kosmetika
Dengan peremukan dan penggilingan, contoh HCC (high calcium Syarat bahan pelicin tablet :
carbonat), yakni batugamping dengan kadar tinggi CaCO3 > 95% CaCO3 = 98,6 %
Batugamping hasil pemanasan (kalsinasi) tak berbau dan tidak berasa
Untuk mendapatkan kapur tohor (CaO), kapur padam Ca(OH)2 dan tidak mengandung arsen dan logam berat lainnya.
CO2 dilakukan proses kalsinasi pada temperatur 900 – 1.000o C.
Reaksi : CaCO3 ----à CaO + CO2
CaO + H2O ----à Ca (OH)2
LCC (light calcium carbonat) Pertemuan 2
Diagram alir pengolahan LCC: BENTONIT
ROM batugamping Bentonit : mempunyai komposisi utama mineral lempung, 86 %
kalsinasi terdiri atas montmorilonit
Terdapatnya : Mg2 Al10Si24O60(OH)12 (Na,Ca).
Jawa Barat : Padalarang, Cibadak, Tasikmalaya, Bayah Mula2 ditemukan pd formasi Benton di daerah Fird Benton,
Palimanan, Cirebon. Wyoming, Amerika Serikat.
Jawa Tengah : Nusakambangan, Gunungkidul, Klaten, Ada dua jenis bentonit :
Wonosobo, Rembang, Tegal. 1. Natrium Bentonit
Jawa Timur : Tuban, Pacitan, Madura, Malang. 2. Calsium, Magnesium bentonit.
Kegunaan : Natrium bentonit :
Batugamping mentah : - Mengandung ion Na relatif banyak dibanding Ca++ dan Mg++.
- Na2O > 2 %
- Pengembangan besar bila ditambah air membentuk Luas permukaan. Semakin halus ukuran butir, semakin luas
suspensi yang baik permukaannya, maka bentonit dapat digunakan sebagai pembawa
- PH = 8,5 – 9,8 insektisida, pengisi kertas, plastik.
Na bentonit sering dipakai sebagai bahan tambahan cat, tinta cetak, Rheologi (tiksotropi). Bila bentonit dicampur air dan dikosok akan
pencegah kebocoran pada dam, lumpur pemboran. membentuk masa agar-agar, namun bila didiamkan dan airnya
Ca, Mg bentonit : menguap akan mengeras seperti semen.
- pengembangan kecil a. Bila kekentalan dan daya suspensinya sangat baik, maka bentonit
- mempunyai daya serap air dan bentonit akan mengendap , tidak ini baik untuk lumpur pemboran
membentuk suspensi. B. Bila tiksotropinya sangat baik, maka bentonit ini cocok untuk
- daya tukar ion cukup besar pelindung fondasi, maupun pelapis.
- PH = 4 – 7. Sifat mengikat dan melapisi : digunakan untuk pengikat pelet
konsentrat/bijih, perekat cetakan logam
Sering dipakai sbg : bahan penyerap, industri farmasi, zat pemutih,
katalisator, perekat pasir cetak, perekat briket batubara, campuran Komposisi kimia Na bentonit dari Amerika Serikat :
pakan ternak. SiO2 = 55,40 % Al2O3 = 20,10 % Fe2O3 = 3,7 %
Ciri-ciri bentonit di lapangan : CaO = 0,49 % MgO = 2,49 % Na2O = 2,76 %
- warna : abu-abu, coklat muda agak putih, putih kekuningan K2O = 0,60 %dan Habis dibakar = 13,5 %
- kilap : lilin Penyebaran :
- bila diraba agak licin seperti sabun, Jabar: Karangnunggal, Manonjaya,Kowalu(Tasikmalaya
- bila kering membentuk rekah-rekah, bila basah membentuk masa Jateng: Sangiran, Sragen, Wonosegoro, Semarang Selatan
bubur. DIY: Nanggulan
Mulajadi : Jatim: Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Malang
1. Proses Pelapukan SumSel : Muara Tiga (Tanjung Enim), Bangka
Hasil dekomposisi kimia batuan silika akibat pengaruh air Sulut : Manado
tanah.Bila batuan asal adalah batuan beku asam mengandung Kalteng : Barito Utara
Alumina tinggi (plagioklas, kalium feldspar, biotit, muscovit) yg KEGUNAAN BENTONIT :
sangat berperan dalam pembentukan montmorilonit. Pada proses ini 1. Lumpur Pemboran :fungsi utama bentonit adalah :
terjadi reaksi ion hidrogen dalam air tanah dengan mineral silikat. Ion a.Menaikkan daya suspensi air pembilas
H+ berasal dari pembusukan zat organik oleh bakteri. b. Pembawa kotoran ke atas
2.Proses alterasi Hidrothermal c. Pendingin dan pelumas mata bor
Larutan hidrothermal yg menerobos rekahan akan d. Menahan kotoran bor agar tetap berada dalam cairan pembilas
bereaksi dengan batuan dinding.Pada awalnya larutan bersifat asam sehingga tidak mengendap walaupun kegiatan pemboran berhenti.
yg mengandung Cl, S, CO2, Si, setelah bereaksi dengan batuan
e. Menahan tekanan air gas maupun minyak yang keluar dari
dinding berubah dari asam – basa.
formasi batuan yg ditembus.
Terjadinya montmorilonit karena adanya unsur
Syarat bentonit Na (API/Amerika Petroleum Institute)
magnesium dan kalsium.
a. Kekentalan untuk larutan 10 gram dlm 350 ml air paling
3. Proses transformasi (devitrivikasi)
sedikit 8 cp
merupakan proses ubahan dari abu vulkanis yg
b. Hilang dalam pengeringan kertas filter utk larutan 10 grm
mempunyai komposisi gelas akan menjadi mineral lempung , akan
dlm 350 ml air paling banyak 14 ml
lebih sempurna bila terjadi pada danau, cekungan sedimentasi.
c. Sisa yg tertampung 200 mesh maksimum 2,5 %
Material abu vulkanis yang terendapkan akan bercampur
dengan mineral sedimen laut (misal batupasir). d. Kelembaban maksimum 12 %
OCMA: Oil Companies Materials Association
a. Kekentalan dlm larutan 9,5 grm bentonit dlm 100 ml
Proses pengendapan/sedimen kimia cairan paling sedikit 15 cp.
Montmorilonit terbentuk sbg endapan dalam suasana basa dalam b. Hilang melalui kertas filter utk larutan 7,5 grm dlm 100 ml
suatu cekungan, dimana karbonat dan silika mempunyai PH tinggi, air maksimum 15 %
seperti antapulgit, montmorilonit (mengandung larutan silika)yg c. Kandungan uap air maksimum 15 %
dalam beberapa hal dapat terendapkan sebagai kristobalit atau
d. Sisa pada 200 mesh pd penyaringan basah maksimum 2,5
senyawa aluminium, magnesium
%
SIFAT BENTONIT :
e. Lolos 100 mesh pd penyaringan kering minimum 98 %
1. Komposisi dan jenis mineral, dapat diketahui dari analisa sinar X
Pengolahan bentonit :
2.Dari hasil analisis kimia tidak langsung dapat menentukan kualitas
a. Peremukan hingga mencapai ukuran 0,25 inch
bentonit.
b. Pengeringan pada 480oF, tidak boleh > 750oF sebab akan
3. Pertukaran ion, sifat ini menentukan jumlah air yg dapat diserap
merusak karakteristik koloidal bentonit.dengan alat rotary
bentonit.Hal ini dipengaruhi struktur kisi-kisi kristal mineral
dryer. Pengurangan kadar air dari 30 %à 8 %
montmorilonit, serta adanya ion + kation yg mudah tertukar maupun
c. Penggilingan dan pengemasan : digiling dengan mikro
menarik air.
grinder,untuk memisahkan butir – 200 mesh digunakan
Ion Na mempunyai daya serap air > Mg, Ca,K dan H. maka bila
Classifyer.
dimasukkan kedalam air akan mengembang membentuk koloid. Bila
Pengecoran logam : bentonit berfungsi untuk cetakan sebab bentonit
air menguap akan membentuk masa yg kuat, keras dan impermiabel.
mempunyai daya ikat yg baik dan tahan terhadap temperatur tinggi.
Daya serap. Adanya ruang pori antar ikatan mineral lempung, serta
Dalam Teknik Sipil
tidak seimbangnya muatan listrik dalam ion-ionnya, maka bentonit
dapat digunakan sebagai penyerap. sifat bentonit yg digunakan adalah Tiksotropi
Pakan Ternak
a. Untuk campuran pakan ayam sebanyak 5 % dengan  Pasir kwarsa dari tambang
ukuran butir – 150 mesh. Hasil yg didapatkan :  Penggunaan :
menghilangkan bau, daging lebih baik, tidak pernah  Sebagai bahan baku utama : dalam industri gelas, kaca,
mengganti alas kandang,biaya pakan lebih rendah. semen, refractory , pengecoran logam, glasswool, amplas,
b. Untuk pakan penguat sapi perah, campuran pakan keramik
suplemen: bentonit 5 %, ampas tahu, dedak, molase,  Sebagai bahan pelengkap :water glass, bahan bangunan
urea, kedelai digoreng sangrai, jagung.  Induatri gelas kaca :
Hasil : untuk sapi rusak diberi suplemen ini 1 kh/hari maka  Ukuran butir : sedang (-20 mesh), dengan –
dalam waktu 2 minggu akan menghasilkan susu sekitar 11 liter. 100 mesh maksimal 5 %
 Industri pengecoran :
 Fungsi sebagai pasir cetak. Pasir kwarsa
Pertemuan 3 disyaratkan :
 PASIR KWARSA  SiO2 minimal 90 %
 Sifat-sifat :  Na2O + K2O maksimal 2 %
Warna : putih, putih kekuningan, putih kecoklatan  Fe2O3 maksimal 1,5 %
Terdiri atas kristal silika (SiO2 )  Distribusi butir : - 30 + 70 mesh = 35 %
Ukuran butir kasar sampai halus ( 2mm – 0,06 mm)  - 70 + 200 mesh = 30 %
BJ = 2,65, kekerasan = 7  - 200 mesh = 35 %
Titik lebur ± 1715 C  Industri Refractory :
Pengotor :mineral oksida besi, oksida kalsium, oksida  Sebagai bahan baku utama disyaratkan :
alkali, oksida magnesium, lempung dan zat organik (sisa  SiO2 minimal 90 % Na2O
hewan dan tumbuhan) maksimal 0,3 %
Genesa :  Al2O3 maksimal 1 % H2O
Terjadi dari hasil pelapukan batuan yang mengandung maksimal 0,3 %
mineral kwarsa, contoh : granit (feldspatik) yang tercuci  TiO2 maksimal 0,3 %
oleh media air atau angin yang kemudian diendapkan di  Ukuran butir tergantung perbandingan fraksi
sungai atau pantai. dan jenis tahan api.
 Terjadi karena perombakan batuan asal seperti granit,  Ukuran kasar : 0,5 – 3,35 mm
granodiorit dan dasit atau batupasir kwarsa yang berumur  Ukuran medium : 0,18 – 0,5 mm
lebih tua. Jenis ini yang banyak terdapat di Indonesia dan  Ukuran halus - 0,18 mm
berasosiasi dengan endapan aluvial.
 Tempat terdapatnya :
 Jawa Barat : Cibadak Pertemuan 4
 Jawa Tengah : Klumpit, Gempol, Secang,  PERLIT
Rembang  Perlit merupakan bahan berasal dari batuan gelas vulkanis
 Jawa Timur : Jatirogo, Kragan, Banjar, yang mengembang bila dipanaskan secara perlahan-
Tambakboyo, Tuban lahan.
 Madura : Sepanjang pantai utara Madura  Sifat :
 Sumatera, Bangka, Belitung, Sungai Rengat, • - Pecahan mengulit bawang, air hablur 2-5 %
Teluk Betung, Sumatera utara ( Kisaran,  - dipanaskan 1200 – 1600 o c akan
Asahan dan sekitar danau Toba) mengembang 4 – 20
 Kalimantan : Samarinda, Singkawang, • kali volume semula
Martapura  warna : gelap, hitam ke abu-abuan
 Lombok : Lombok Timur. dapat berubah putih seperti salju
 Penambangan :  BJ = 2,3 – 2,8 kekerasan 7
 Biasanya dilakukan dengan cara tambang  titik didih 760 – 1300 o c
terbuka, dengan menggunakan alat dari alat  perlit ada yang memuai, tapi ada
sederhana maupun alat mekanis yang tidak memuai.
 Pengolahan :  Bila perlit dipanaskan, air akan
 Tujuannya : menguap membentuk gelembung.
 Menghilangkan mineral pengotor Sesampainya di permukaan
 Meninggikan kadar SiO2 gelembung akan pecah, sehingga
 Mendapatkan ukuran butir tertentu. menambah luas permukaan,
 Pengolahan pasir kwarsa dapat dikelompokkan : akibatnya
 Tanpa pengolahan : digunakan untuk pasir  Sifat daya serap hanya dipermukaan.
cetak, semen portland  Perlit bisa juga menyerap suara sehingga baik untuk
 Hasil penggilingan digunakan untuk : industri akustik.
cat, amplas.  Mineral assosiasi : kuarsa, feldspar, biotit, hornblende.
 Hasil proses pengolahan : digunakan dalam  Mula jadi :
industri gelas, kaca, refraktory, glasswool.  Perlit terbentuk dari aliran lava dan batuan intrusi didekat
 Contoh pengolahan pasir kwarsa yang sederhana adalah : permukaan. Umumnya berbentuk kubah, dike, sill, radier.
 Pasir kwarsa dari Tambang  Terdapatnya :
 Sumut : Pasurna Pitu.
 Sumbar : Bukit sipirna, bukit rasam GYPSUM
 Lampung : Muara alam, gedongsurian Mempunyai rumus kimia CaSO4. 2 H2O.
 Jabar : Ciasmara, Gn Kiamis, Santrijaya. Bila tidak ada air kristalnya, disebut anhidrit.
 Sulut : Tataaran (Minahasa) Mulajadi :
 Pengolahan : Terbentuk dari pengendapan air laut, pada temperatur <
 Untuk mengetahui tingkat pengembangan dan kadar air 42oC
hablur dalam perlit ada 2 metoda : bila temperatur > 42o C terbentuk anhidrit.
 a. Metoda crucible : 2 gram conto ukuran – 14 + 52 mesh Syarat lainnya : salinitasnya mencapai 3,35 – 4,8 kali
dimasukkan dalam krusibel platina, kemudian dimasukkan normal.
ke tungku listrik dan dipanaskan 950o c selama 10 menit. Gypsum juga dapat terbentuk oleh sublimasi dari fumarol,
Ukur volumenya. sulfatara dan bereaksi dg batugamping.
 B. metode uji pembakaran : 0,2 gram conto ukuran – 14 + Sifat fisik :
52 mesh, dimasukkan dalam cawan platina dan terbuka,  Warna : putih, abu-abu sampai hitam
panaskan 12 menit. Perubahan warna, volume dan
 Kekerasan : 2
gelembung dicatat.
 BJ : 2,2 – 2,4
 Dalam skala produksi untuk pemanasan digunakan rotary
kiln ataupun tanur tegak, dan kedua tungku ini dilengkapi  Kilap : kaca,
dengan penangkap debu.  Titik leleh : 400o C
 Penggunaan : Sifat Optik :
 Beton ringan  Pada sayatan tipis, gypsum tidak berwarna,
 Isolasi bangunan  Indeks bias : nx = 1,520 , ny = 1,522 , nz = 1,52
 Industri : gerenda, bahan pembawa. Sifat kimia :
 Isolator temperatur tinggi : pada pengecoran Komposisi kimia :CaO =32,57 % ; SO3 = 46,5 % ;H2O= 20,93
besi/ logam, perlit untuk mencegah hilangnya %
panas Pengotor gypsum : magnesium, karbonat, khlorit, mineral
 Isolator temperatur rendah : pada sulfat dan silikat lainnya.
penyimpanan cairan gas yang mempunyai titik Varitas gypsum :
didih rendah. 1. Selenit : gipsum kristalin, tak berwarna, transparan,
cleavage dengan belahan sempurna pd satu bidang, dan
mempunyai kembaran. Kelampakannya seperti ekor
Pertemuan 5 burung walet atau ujung tombak.
 TRASS 2. Satin spar : agregat koheran dg struktur fibrous yg sejajar
 Trass merupakan bahan galian industri yang disebut dan memanjang,
Pozzoland Kilap : sutera, opaque. Terbentuk dari kristalisasi larutan,
 Genesa : terjadi sebagai urat seperti selenit.
 Batuan induk merupakan batuan vulkanik dan tuff. Trass 3.Alabaster :masif, berbutir halus, mirip lilin, kadang-kadang
merupakan hasil pelapukan endapan vulkanik, sebagian berlembar, pecahan uneven, jernih, sering berwarna suram dan
besar mengandung silika, besi dan alumina, dengan ikatan terkotori kalsit, lempung, oksida besi, anhidrit.
gugus oksida. 4. Rock gypsum : kompak, bersisik, granuler, opaque, tidak murni,
 Sifat : butir lebih kasar dari alabaster, terjadi inter bedded dengan batuan
 Warna : putih kemerahan, kecoklatan, kehitaman, kelabu, sedimen hasil evaporasi air laut.
kekuning-kuningan, coklat tua, coklat muda dan abu-abu. 5.Gipsit : disebut earthy gipsum, lunak, kotor seperti tanah dan
 Dalam keadaan sendiri tidak mempunyai sifat mengeras, pasiran, opaque, agak terkonsolidasi dan tidak koheren, terbentuk
tapi bila ditambah kapur tohor dan air, akan menghasilkan dari penguapan gipsi ferous water.
masa seperti semen dan tidak larut dalam air. Hal ini Pengotor gypsum :
karena senyawa silika aktif dan senyawa alumina reaktif a. Tidak dapat larut : batugamping, dolomit, anhidrit, lempung an
 2 Al2O3 2 SiO2 + 7 Ca(OH)2 --à 3 CaO 2SiO2 H2O + hidrous, mineral silika. Pengotor ini mengurangi Stucco (hemi hidrat
2(2CaOAl2O3 SiO2 2 H2O ) kalsium sulfat),meningkatkan berat plester atau wall board. Biasanya
 Waktu pengerasan semen pozzoland lebih lambat dari kadar pengotor ini 10-15 %.
semen pordland, meski kekuatannya bertambah terus b. Mineral hlorida yg dapat laurt : halit, dapat
(berbulan-bulan bertahun-tahun). mempengaruhi temparatur kalsinasi, kepadatan stucco
 Trass tahan terhadap agregat alkalin, nilai penyusutan dan dan waktu pengerasan. Kadar pengotor ini maksimum :
pemuaian kecil, kelulusan air kecil (kedap air), tahan 0,02 – 0,03 %
terhadap asam tanah maupun air laut, sifat lentur tidak c.Mineral hidrous : garam sulfat mirabilit, epsomit, group
mudah retak. lempung montmorilonit, mempengaruhikebasahan
 Komposisi kimia trass produk, karakteristik stucco, Kadar pengotor ini
 Tempat terdapatnya : maksumum:0,02-0,03%
 Jabar : Cilegon, Banten, Nagrek, Cicalengka, ciamis, PENAMBANGAN :
Lembang, T Perahu, Padalarang Tambang terbuka : Overburden dikupas, pembongkaran
 Jateng : dg alat dragline, scraper.
 G Slamet, Prupuk, Muria, Kudus, Borobudur, Klumpit Tambang Bawah tanah : produk dapat mencapai 500 –
1.500 ton/hari.
b. Pembuatan kertas : gypsum murni warna putih, ukuran 95 % - 325
mesh, berguna sebagai pengisi kertas.
PENGOLAHAN :
C. Keene’s cement: gypsum dikalsinasi pd 428o c dihasilkan
Dapat dikelompokkan menjadi dua sesuai dengan
dead burn. Spesifikasinya :
pemanfaatannya :
 Kuat, keras,mengandung kalsium sulfat
1. Gypsum mentah : gypsum dari tambang dilakukan proses
hidrous
peremukan, pengayakan, penggilingan dan pd 49o C.
 Setting time = 25 menit - 6 jam
2. Gypsum hasil kalsinasi.
 Kuat tekan < 250 psi, ukuran 1410 mikron,
prosesnya gypsum hasil penambangan dilakukan
 Kadar air < 2 %
peremukan, kemudian dikalsinasi pd temperatur 97oC menghasilkan
gypsum hemi hidrat (stucco/plaster paris) : CaSO4. 0,5 H2 O. D. Industri kimia : untuk pembuatan asam sulfat,
- pada temp 170oC  Bahan : anhidrit, pasir, kokas, abu aluminous
berubah menjadi ß hemihidrat. dipanaskan 1.400o c
CaSO4.2H2O ----> CaSO4 0,5 H2O + 1,5 H2 O
- pada temperatur 200oC akan terbentuk plaster
anhidrous kalsium sulfat, bersifat kurang plastis, keras dan kuat.
CaSO42H2O -------> CaSO4 + H2O`
ROM
Pada temp. 500oC dihasilkan insoluble anhidrit atau dead
burning gypsum. Bila ditambah accelerator akan
dihasilkan plaster (keene”s cement) Peremukan
CaSO5 2 H2O ---------> CaO + SO3 + 2 H2O
Pada temp 900o C dihasilkan masa sangat padat, keras,
ketahanan tinggi.
Gypsum Sintetis : Pengayakan
a. Dari air laut : air laut mengandung SO4= bila ditambah
Ca++(dari larutan hasil buangan pabrik soda abu, atau dari
Ca(OH)2
b. Air kawah mengandung SO4 waste
CaCO3 + air kawah ------> CaSO4. 2 H2O
Setiap liter air kawah Ijen, menghasilkan 80 gram gipsum.
C. Dari pembakaran batubara menghasilkan gas SO3, bila
disemprot dg Ca(OH)2
SO3 + Ca(OH)2 + H2O ------> CaSO4 2 H2O drying Produk PC
Dari hasil samping industri kimia sebagai retarder, industri Pertemuan 6
asam sulfat dengan cara sama akan menghasilkan  FELDSPAR
gypsum.  Feldspar adalah masa batuan yg tersusun atas mineral-
Petrokimia Gresik memproduksi 440.000 ton/tahun untuk 49 C o
rock
mineral feldspar : aluminium silicate, potasium, kalium
retarder semen. kadang-kadang barium.
Manfaat gypsum mentah (blm dikalsinasi)  Ada 3 macam batuan feldspar :
1. Natrium feldspar/sodium feldspar (NaAlSi3O8)
a. Industri semen portland : gypsum berfungsi sebagai
retarder (memperlambat pengerasan). Syaratnya : Kadar kalsinasi
warna abu-abu atau putih, kadar Na2O > 7 %
CaSO4 tinggi, kadar SO3 42 % dan ukuran butir 0,5 – 2
inchi
fine grinding
2. Kalium Feldspar/Potasium feldspar ( K AlSi3O8)
warna putih susu, abu-abu atau merah. Kadar K2O > 7 %
b.Pupuk buatan : digunakan rock gypsum, ukuran- 100 3. Kalsium feldspar ( Ca Al2Si3O8)
mesh untuk tanah alkalis. Fungsinya untuk : warna abu-abu, banyak mengandung CaO
 Meningkatkan pertumbuhan tanaman kacang-
kacangan
Ciri-ciri :
-
fine grinding
Kekerasan antara 6 – 6,5


Sulfur berfungsi untuk menangkap nitrogen.
Pemupukan 240 lbs/ Ha luas tanaman
kalsinasi
- Produk
Berat jenis 2,4 – 2,8
- Titik lebur 1.100 – 1.500 0 c
C. Industri tekstil : dalam finishing kain cotton,gypsum : filler
 Sifat : kurang plastis, digunakan sebagai bahan pelebur.
berfungsi untuk mengkilapkan permukaan kain agar  Untuk industri keramik : membuat keramik padat dalam
bercahaya. Gipsum yg digunakan dengan kadar : proses pemanasan. Temperatur pemanasan : dapat diatur
CaSO4 < 4 % CaCO3 = 1,45 % Fe2O3 +Al2O3= 0,12 %
H2O = 20,46 % NaCl = 0,26 % MgO =0
 agri gipsum
Mula jadi :
 Felsdpar terjadi selama proses kristalisasi batuan beku
GYPSUM YG SUDAH DIKALSINASI :
a.Plester of Paris : rock gypsum, alabaster dipanaskan 130o c sebagai :
Stucco
oleh pneumatolitic dan hydrothermal agencies dalam urat
pegmatik tetapi jarang terjadi karena proses kristalisasi
1. wall board : untuk atap, diding penyekat larutan pada suhu rendah.
2. genteng, keramik, patung  Feldspar merupakan mineral atau pembentuk batuan
Syarat : 80 % gypsum kalsinasi, ukuran – 30 mesh dan
-100 mesh (90 %), kuat tekan 1.800 psi.
wall board
beku dan kebanyakan terdapat pada batuan beku dalam

Plate mixer & rocker


machine kiln
Regrinding

Produk
Produk
(plutonic), tetapi juga terdapat pada batuan erupsi dan  Konsumen utama : industri keramik dan
metamorfosa. porselin
 Feldspar yang ditemukan dalam batuan granit misalnya  Diikuti industri alat-alat dapur (sebagai pelapis)
yang mengandung 60 % feldspar adalah batuan dan kaca lembaran.
matamorfosa dan batuan pegmatit.  Pada saat ini feldspar (produk dalam negeri) yang
 Pada umumnya granit feldspar berasosiasi dengan digunakan dalam industri keramik dan porselin hanya
kwarsa, mika, klorid. dapat digunakan untuk bahan baku badan keramik dan
 Pada pegmatit berasosiasi dengan mika, kwarsa dan proselin, sedangkan untuk bahan baku bagian permukaan
topas. masih digunakan peldspar produk china (kadar Fe < 0,2
 Tempat terdapatnya : %).
 Jawa Timur : daerah Lodoyo, Blitar, Trenggalek dan  Hasil pengolahan feldspar sampai saat ini baru mencapai
Ponorogo kadar Fe 0,4 % (hasil penelitian).
 Jawa Tengah : Gunung Ragas Jepara
 Sumatera Selatan : di Tanjung Pandan, Lampung
 Penambangan : Pertemuan 7
 Tambang terbuka : dapat dilakukan secara selektif KAOLIN
mining, dengan system jenjang. Baik dengan peralatan Kaolin tersusun atas bahan lempung kualitas tinggi,
yang sederhana maupun alat gali mekanis mempunyai komposisi kimia hidrous aluminium silicate
 Pengolahan : (Al2O3 2 SiO2.2H2O).
 Pengolahan dimaksudkan untuk menghilangkan atau Mineral yang masuk dalam kelompok ini : kaolinit, nakrit,
menurunkan kadar mineral pengotor , seperti besi, mika, dikrit dan haloysit. Sebagai mineral utama adalah 80 %
kwarsa kaolinit.
 Pengolahan : dapat dilakukan dengan cara sederhana Mineral pengotor : kuarsa, feldspar.
sampai dengan cara yang kompleks. Mula jadi :
 Dengan cara sederhana : Pembentukan kaolin ada dua macam :
 Feldspar dari tambang dilakukan proses 1. Kaolin terjadi dari hasil pelapukan batuan kristalin asam
crusher dengan alat jaw crusher dan cone seperti granit, diorit. Mineral utamanya adalah haloysit,
crusher ciri endapan meluas ke arah samping, makin kebawah
 Penggilingan dengan pebble mill sampai makin banyak dijumpai mineral asal yang masih segar.
didapat ukuran yang diinginkan konsumen. 2. Kaolin terjadio dari alterasi hidrothermal pada batuan
 Pengolahan dengan cara lebih kompleks : beku feldspatik. Air panas dari dalam bumi naik ke
 Crushing dan grinding permukaan melalui celah dari batuan induk, mengubah
 Konsentrasi dengan cara flotasi secara feldspar menjadi kaolinit.
bertahap, yaitu mengapungkan mineral mika. Komposisi mineral : montmorilonit dan kaolinit, dengan
 Magnetik separator untuk menghilangkan ciri endapan membesar ke arah bawah, makin kebawah
mineral besi. makin miskin kandungan mineral asal yang segar.
 Proses ini dapat memisahkan feldspar dari Dari tingkat kejadiannya, kaolin dibagi :
mineral kwarsa, mika dan oksida besi. 1. Kaolin residual, jenis ini ditemukan ditempat
 terbentuknya bersama batuan induknya, belum
 ROM Feldspar mengalami perpindahan, kristalnya teratur, mineralnya
 Penggunaan : murni.
 1.Feldspar digunakan untuk : industri keramik, gelas 2. Kaolin sedimenter, jenis ini sudah mengalami
(termasuk gelas warna coklat), kaca lembaran. perpindahan oleh air, angin, gletser, diendapkan dalam
 Ukuran butir : + 16 mesh maks : nol cekungan, kristal tidak teratur, bercampur dengan bahan
 + 20 mesh maksimum : 1 % lain (oksida besi, titan) lebih halus dan lebih plastis.
 + 100 mesh Penambangan :
maksimum : 25 % 1. Tambang terbuka, menggunakan alat non mekanis dan
 3. Feldspar alat mekanis, seperti backhoe, bucket excavator.
untuk industri gelas amber (warna coklat) Tambang semprot, alat gali : monitor, alat angkut pompa
 Syarat : Kalium feldspar : 99,5 % ( - 20 mesh) dan pipa
 Fe2O3 maks : 0,05 % Tambang dalam, gophering, mengikuti arah endapan.
 K2O : > 10 % -silika bebas Komposisi kimia :
maks : 6 % Sifat fisik
 Al2O3 : > 18 % - CaO Kadar air, PH tertentu.
maks : 2 % Contoh pengolahan kaolin sederhana :
 Feldspar untuk industri kaca lembaran, syaratnya : Kaolin ROM
 Al2O3 : > 18 % Terdapatnya :
 Fe2O3 : < 0,8 %  Sumut : Tarutung, padang, Sibolga,
 K2O : > 10 % Sidempuan.
  Sumbar : Solok, Sawahlunto, Pasaman.
 Pemasaran :  Riau : Karimun
 Sumsel : Palembang, belinyu, Pangkalpinang.
 Jabar : Manonjaya, Tasikmalaya
 Jateng : Kab. Semarang
 DIY : Gunung Kidul. Jatim : Trenggalek, Poh
Gajih
Penggunaan :
Kaolin untuk bata tahan api :
Bahan baku kaolin tanah liat
 SiO2 69,97
61,75
 Al2O3 17,71
23,63
 Fe2O3 0,52
2,3
 CaO 1,69
6,09
 Na2O 2,36
Kaolin untuk industri keramik
Dapat untuk ubin, insulator (alat penyekat, refractory,
gerabah).