Anda di halaman 1dari 5

Tugas Kelompok ke-4

Week 9, Sesi 13

1. Jelaskan kategori limbah yang dikenal dalam operasi ramping! (bobot 30%)

Terdapat 7 kategori limbah yang dikenal dalam operasi ramping, yaitu:

 Transportasi : memindahkan bahan antar pabrik dan memegang kendali lebih


darisatu adalah limbah.

 Antrean : waktu penyimpanan, waktu menganggur, dan menunggu adalah limbah.

 Persediaan. material mentah yang tidak dibutuhkan, bekerja dalam proses,


barangjadi, dan pasokan operasi berlebihan adalah limbah yang tidak
menambahkan nilaiapa-apa.

 Proses berlebih : pengerjaan yang dilakukan pada produk yang tidak menambah
nilaiproduk tersebut adalah limbah.

 Produk cacat : pengembalian, garansi, pengerjaan ulang, dan sisa produksi


adalah limbah.

 Kelebihan Produksi : memproduksi lebih daripada yang dibutuhkan konsumen atau


produksi awal sebelum permintaan.

 Pergerakan : Gerakan dari peralatan atau orang yang menambahkan nilai adalah limbah.

Source : https://dokumen.tips/documents/jit-dan-operasi-ramping-56b8b51ae20de.html

2. Berikut informasi pada perusahaan Groovy Bottle:


Permintaan tahunan = 39.000 unit
Permintaan harian = 150 unit
Produksi harian = 1.000 unit
Ukuran lot yang diinginkan = 150 unit
Biaya holding per unit per tahun = $ 10
Biaya pengaturan tenaga kerja per jam = $ 40

MGMT6159 - Operational Management-R2


Tentukan berapa waktu pemasangan yang tepat (Setup time)! (bobot 40%)
Jawab:
Mencari setup cost:

2 DS
Q*p =
√2 DS
d
H [1−( )]
p

Q 2
= d
H [1−
p()
]

d
(Q2 )(H)(1− )
S = p
2D
150
( 150 )2 (10)(1− )
S = 1.000
2(39.000)
S = $2,45

Mencari setup time:


$ 2,45
Setup time = = 0,06125 hr = 3,675 menit
$ 40

3. Jelaskan 3 komponen utama sistem produksi Toyota! (bobot 30%)


Jawab:
Sistem Produksi Toyota pada dasarnya terdiri dari dua pilar utama yaitu “Just In Time
(JIT)” dan “Jidoka” yang didukung oleh Kaizen, Standarisasi kerja, Heijunka, PDCA, 5S,
Total Productive Maintenance (TPM) dan metode-metode ilmiah lainnya sebagai pondasi
yang biasanya digambarkan dengan bentuk “Rumah”.
Tiga komponen utama TPS adalah perbaikan berkesinambungan, menghargai orang lain,
dan praktik kerja standar.

Perbaikan Berkesinambungan

Perbaikan berkesinambungan dalam TPS berarti membangun budaya organisasional dan


menanamkan sistem nilai kepada para pekerja yang menekankan bahwa proses dapat

MGMT6159 - Operational Management-R2


diperbaiki. Pada kenyataannya, perbaikan (peningkatan) tersebut adalah bagian integral
dari pekerjaan setiap pekerja. Penanaman nilai-nilai ini dimulai saat perekrutan dan
berlanjut dengan pelatihan yang instensif dan berkesinambungan. Salah satu alasan
perbaikan berkesinambungan yang dapat berfungsi dengan baik di Toyota, perlu kita
perhatikan karena nilai inti lain dari Toyota adalah menghargai orang lain. Sistem
Produksi Toyota merupakan cara untuk mengurangi Takt Time, mengurangi cacat dan
biaya, meningkatkan kepuasan pelanggan, kepatuhan terhadap jadwal pengiriman dan
meningkatkan nilai dari produk yang dihasilkannya. Menurut Sistem Produksi Toyota,
ada tiga ketidakefisiensian yang harus dihindari atau setidaknya dikurangi agar dapat
mencapai tujuan-tujuan yang disebutkan diatas. Tiga ketidakefisiensian yang dimaksud
tersebut diantaranya adalah Muda, Mura dan Muri atau kadang-kadang disingkat dengan
3M (Muda, Mura, Muri).

Menghargai Orang Lain

Di Toyota, orang-orang dipekerjakan, dilatih, dan diperlakukan seperti tenaga kerja


berpengetahuan. Dengan pelatihan silang yang agresif dan klasifikasi kerja yang sedikit,
TPS mengolah kapasitas mental sekaligus fisik pekerjanya dalam upaya yang menantang,
yaitu memperbaiki operasi-operasi di Toyota. Para pekerja diberdayakan. Mereka
diberdayakan untuk menghasilkan peningkatan. Mereka diberdayakan untuk mematikan
mesin-mesin dan menghentikan proses-proses ketika terdapat masalah kualitas. Para
pekerja ini adalah bagian penting dalam TPS hal ini berarti pekerjaan-pekerjaan yang
tadinya dikerjakan oleh staf tersebut beralih ke pekerja. Toyota menyadari pekerja tahu
lebih banyak tentang pekerjaan mereka daripada orang lain. TPS menghargai para
pekerjanya dengan memberikan mereka kesempatan untuk memperkaya pekerjaan dan
kehidupan mereka.

Praktik Kerja Standar

Praktik kerja standar di Toyota mencakup beberapa prinsip berikut.

Pekerjaan dispesifikasi dengan lengkap berkenaan dengan apa yang menjadi isi, urutan,
waktu, dan hasil keluarannya.

MGMT6159 - Operational Management-R2


Hubungan internal dan eksternal antara pelanggan dan pemasok dilakukan secara
langsung dengan menspesifikasikan pekerja, metode, waktu, dan jumlah.

Produk dan pelayanan harus mudah dan langsung. Barang-barang dan jasa ditujukan
kepada orang atau mesin tertentu. .Peningkatan dalam sistem harus dibuat sesuai dengan
"metode ilmiah" pada tingkat terendah dalam organisasi. TPS mengharuskan segala
aktivitas, hubungan, dan aliran mencakup pengujian otomatis agar dapat memberikan
tanda/isyarat saat timbul masalah secara langsung. Adanya perbedaan antara apa yang
diharapkan dan apa yang terjadi dapat terlihat dengan cepat. Pendidikan dan pelatihan
yang diikuti oleh para pekerja Toyota dan respons sistem terhadap masalah membuat
sistem yang kelihatannya kaku menjadi lebih fleksibel dan mampu beradaptasi dengan
lingkungan yang berubah-ubah. Hasilnya adalah peningkatan yang terus-menerus dalam
hal keandalan, fleksibilitas, keamanan, dan efisiensi.

Source:
LN-9 JIT (Just in Time), Lean Operation, and the Toyota Production System

Team 1:

2301955636 - Nisa Khaerunnisa


2301951114 – Gerardo Ian Prambudi
2301945862 - Feren B
2301955554 – Firsyah Nur Firosyah
2301939916 - Novita Setyani

MGMT6159 - Operational Management-R2


MGMT6159 - Operational Management-R2