Anda di halaman 1dari 35

RANCANGAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR PROFESI PEGAWAI NEGERI SIPIL


CALON APARATUR SIPIL NEGARA

PENINGKATAN PERAWATAN INVENTARIS POS MENARA


PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIB NGAWI

OLEH

RAIHAN AZZAHRA
NIP. 20000621 202012 1 001

Peserta Latihan dasar CPNS Golongan II


Angkatan XL

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA


BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
JAWA TENGAH BEKERJASAMA DENGAN
BALAI PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
KEAGAMAAN DENPASAR
TAHUN 2021
LEMBAR PERSETUJUAN
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS
CALON APARATUR SIPIL NEGARA

PENINGKATAN PERAWATAN INVENTARIS POS MENARA


PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIB NGAWI

Nama : RAIHAN AZZAHRA


NIP : 20000621 202012 1 001

Telah Disetujui
Pada Jumat, 18 Juni 2021

Mentor Coach/Pembimbing

ERVANS B. MULYANTO A.Md.I.P., S.H., M.H. RIRIN DWI AGUSTIN S.Pd., MA.
Kepala KPLP Lapas Klas II Ngawi Widyaiswara
NIP. 19900324 200901 1 002 NIP.19830819 200901 2 007

Mengetahui
Kepala Balai Pendidkan dan Pelatihan Hukum dan Hak Asasi Manusia
Jawa Tengah KEMENKUMHAM dan Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan
Keagamaan Denpasar

Kaswo, S.Sos. M.A.P. Dr. H. Muchammad Toha, S.Ag.,M.Si


NIP. 19740426 1999903 1 001 NIP. 19691028 200212 1 002
LEMBAR PENGESAHAN
RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS
CALON PENJAGA TAHANAN

PENINGKATAN PERAWATAN INVENTARIS POS MENARA


PADA LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLAS IIB NGAWI

Nama : RAIHAN AZZARA


NIP : 20000621 202012 1 001

Telah diuji di depan Penguji


Pada hari Jum’at tanggal 18 Juni 2021

Penguji

.......................................
NIP............................

Mengetahui
Kepala Balai Pendidkan dan Pelatihan Hukum dan Hak Asasi Manusia
Jawa Tengah KEMENKUMHAM dan Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan
Keagamaan Denpasar

Kaswo, S. Sos. M.A.P Dr. H. Muchammad Toha, S.Ag.,M.Si


NIP. 19740426 1999903 1 001 NIP. 196910282002121002
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis haturkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah
memberikan rahmat dan hidayat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Rancangan
Aktualisasi nilai-nilai ANEKA Profesi Penjaga Tahanan di UPT Lembaga Pemasyarakatan
Klas IIB Ngawi, di Lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia bidang
Pemasyarakatan. Rancangan aktualisasi ini disusun sebagai salah satu syarat kelulusan
Diklat Prajabatan CPNS Gelombang I tahun 2021.

Penulisan Laporan Rancangan Aktualisasi ini ini disusun dengan tujuan untuk
memberikan kesempatan mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesi pegawai ASN.
Dengan menganut nilai-nilai dasar yang harus dipahami dan diterapkan meliputi:
Akuntabel, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA) serta
Pelayanan Publik dan Whole of Government. Penulis juga mendapatkan dukungan,
bimbingan dan bantuan dari banyak pihak. Oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan
terima kasih kepada:

1. Bapak Kaswo, S. Sos. M.A.P., selaku Kepala Balai Pendidikan dan


Pelatihan Hukum dan HAM Jawa Tengah.
2. Dr. H. Muchammad Toha, S.Ag.,M.Si , selaku Kepala Balai Pendidikan dan
Pelatihan Keagamaan Denpasar.
3. Bapak Hendro Susilo Nugroho A.Md. I.P., S.Sos., M.Si. selaku Kepala
Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Ngawi.
4. Bapak Ervans Bahruddin Mulyanto A.Md I.P., S.H., M.H. selaku Kepala
Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Ngawi
sekaligus mentor penulis.
5. Ibu Ririn Dwi Agustin S.Pd., MA. , selaku coach/pembimbing penulis.
6. Para Widyaiswara yang telah memberikan ilmu yang bermanfaat kepada
penulis selama pendidikan.
7. Keluarga yang selalu mendoakan dan memberikan semangat demi
kelancaran dan keberkahan profesi penulis.
8. Bapak/Ibu senior pada Lapas Klas IIB Ngawi, teman-teman Diklat Latsar
CPNS Kemenkumham Golongan II Angkatan XL, serta seluruh pihak yang
turut berkontribusi dalam proses pembuatan Laporan Aktualisasi ini.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penulisan dan penyusunan Laporan
Rancangan Aktualisasi ini masih terdapat banyak kekurangan, keterbatasan
pengetahuan, dan pengalaman yang penulis miliki. Oleh karena itu, penulis kritik dan
saran yang bersifat membangun dari pembaca sehingga dalam penulisan selanjutnya
dapat lebih baik.
Semoga karya ini senantiasa bermanfaat bagi penulis secara pribadi, bagi
Lembaga dan bagi teman-teman seprofesi. Mohon maaf atas segala kekurangan.

Ngawi, 16 Juni 2021

Penulis,

RAIHAN AZZAHRA
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………….......i
LEMBAR PERSETUJUAN………………………………………………………….....ii
LEMBAR PENGESAHAN…………………………………………………………......iii
KATA PENGANTAR…………………………………………………………………...iv
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………...v
DAFTAR TABEL………………………………………………………………………..vi
DAFTAR GAMBAR……………………………………………………………………vii
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang…………………………………………………………………. 1
B. Tujuan dan Manfaat…………………………………………………………… 3
C. Ruang Lingkup……………………………………………………………….... 4
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI

A. Deskripsi Organisasi
1. Profil Organisasi……….…………………………………………….……… 5
2. Visi, Misi, Nilai-Nilai Organisasi……………………………….….……….. 6
B. Deskripsi Isu……………………………………………………………...…….. 8
C. Analisis Isu……………………………………………………………………… 10
D. Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih………………………...…........ 14
E. Nilai-Nilai Dasar ASN………………………………………………………….. 16
F. Matrik Rancangan Kegiatan………………………………………………….. 17
G. Matrik Jadwal Kegiatan……………………………………………………….. 24
H. Kendala dan Antisipasi……………………………………………….……….. 26
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan……………………………………………………………………... 27
B. Saran……………………………………………………………………………. 28
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………. 28
DAFTAR TABEL & GAMBAR

TABEL

C.1 Analisis Isu (AKPL)………………………………………………….. 10

C.2 Kriteria Validasi Isu (AKPL)………………………………………… 10

C.3 Deskripsi Analisis Isu (USG)……………………………………….. 12

C.4 Analisis Isu (USG)…………………………………………………… 13

C.5 Kriteria Analisis Isu (USG)………………………………………….. 14

E.1 Nilai-Nilai Dasar Profesi ASN………………………………………. 16

F.1 Matrik Rancangan Kegiatan…………………………………………18

G.1 Matrik Jadwal Kegiatan……………………………………………... 27

GAMBAR

A.1 Struktur Organisasi Lapas Klas IIB Ngawi…………………………. 7

D.1 Fishbone Diagram……………………………………………………. 15


BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Berdasarkan Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara
yang selanjutnya disingkat ASN merupakan profesi bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan
Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang bekerja pada instansi
pemerintah. Merujuk pada Undang-undang Nomor 5 Tahun 22014 pasal 63 ayat 3 dan 4,
calon PNS wajib menjalani masa percobaan yang dilaksanakan melalui proses
Pendidikan dan pelatihan (Diklat) terintegrasi untuk membangun integritas moral,
kejujuran, semangat, dan motivasi nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian
yang unggul dan bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta
komppetensi bidang. Dalam hal ini calon PNS melaksanakan DIklat Prajabatan atau
Pelatihan Dasar (Latsar).
ASN mempunyai peran yang sangat penting dalam rangka menciptakan
masyarakat madani yang taat hukum, berperadaban modern, demokratis, Makmur, adil
dan bermoral tinggi dalam menyelenggarakn pelayanan kepada masyarakat secara adil
dan merata, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan memegang teguh
kesetiaan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia
Tahun 1945. Kesemuanya itu dalam rangka mencapai tujuan yang dicita-citakan oleh
bangsa Indonesia. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa peran ASN adalah sebagai
pelaksana kebijakan public, pelayan public dan perekat pemersatu bangsa.
Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1995 Tentang
Pemasyarakatan menyebutkan bahwa lembaga pemasyarakatan adalah tempat untuk
melaksanakan pembinaan narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan. ASN sebagai
seorang pelayan publik, bertugas memberikan pelayanan publik yang profesional dan
berkualitas. Pelayanan publik merupakan kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan
pelayanan atas barang dan jasa bagi setiap warga negara dan penduduk dengan tujuan
kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, ASN dituntut untuk professional dalam
memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu menurut Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia Nomor 33 Tahun 2015 Tentang Pengamanan Lapas dan Rutan menyebutkan
bahwa pengamanan di Lapas atau Rutan adalah segala bentuk kegiatan pencegahan,
penindakan, dan pemulihan terhadap setiap gangguan keamanan dan ketertiban Lapas
dan Rutan. Perlengkapan keamanan yang dimaksud adalah segala peralatan yang
menunjang pelaksanaan tugas-tugas pengamanan. Pencegahan gangguan keamanan
dan ketertiban di Lapas/Rutan salah satunya adalah penjagaan, yaitu suatu bentuk
kegiatan pengamanan orang dan fasilitas guna mencegah gangguan keamanan dan
ketertiban.
Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Ngawi telah melaksanakan pembinaan
terhadap Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), pelayanan publik dengan baik, dan juga
melaksanakan penjagaan kepada orang dan fasilitas. Namun ada beberapa hal yang
perlu ditingkatkan guna meningkatkan keamanan dan ketertiban WBP.
Pertama, kurangnya kesadaran dan perawatan inventaris Pos Menara. Salah satu
penyebabnya adalah belum adanya catatan administrator tentang inventaris Pos Menara.
Serta kurangnya perawatan pada inventaris yang ada. Yang kedua adalah, antrian yang
mengular. Pemeriksaan yang masih menggunakan cara manual membuat pemeriksaan
lebih memakan waktu. Selanjutnya adalah kurnangnya pengawasan pada WBP yang
kerja di Bengker. Keterbatasan petugas membuat pengawasan berjalan kurang
masksimal. Akibatnya resiko kerja pada petugas menjadi lebih besar. Untuk yang
keempat adalah kurangnya kesadaran kebersihan Pos Menara. Kebersihan pada
lingkungan kerja bisa menjadi sumber kenyamanan petugas untuk bekerja. Sehingga isu
ini cukup bisa diangkat karena masih adanya petugas yang tidak menjaga kebersihan
pada Pos Menara. Dan yang terakhir adalah, kurangnya sarana videocall. Videocall
adalah salah satu layanan public pengganti kunjungan tatap muka yang ditiadakan karena
pandemi. Terbatasnya sarana videocall membuat WBP tidak semua mendapatkan
kesempatan untuk melakukan videocall.
Isu atau masalah yang berkembang seperti diatas tidak lantas bisa langsung
digunakan sebagai topik yang akan diangkat dalam rancangan aktualisasai ini. Diperlukan
instrument yang bisa mengukur sejauh mana tingkat kepentingan isu atau masalah ynag
telah teridentiikasi untuk menentukan pilihan satu isu dari lima isu yang diidentifikasi.
Maka penulis menggunakan metode AKPL (Aktual, Kekhalayakan, Problematika, dan
Kelayakan) dan juga metode analisis USG (Urgency, Seriousness, Growth).
Melihat hasil pertimbangan baik dari segi metode AKPL, metode USG, penyebab dan
dampak yang ditimbulkan, maka isu yang diangkat yaitu dilihat dari kriteria penilaian isu
berupa urgency (kegawatan), seriousness (mendesak), dan growth (pertumbuhan),
“Peningkatan Perawatan Inventaris Pos Menara Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB
Ngawi”. Dengan diterapkannya catatan secara administrator tentang inventaris Pos
Menara tersebut dapat diharapkan dapat diketahui kondisi dan kelengkapan inventaris
yang pada Pos Menara. Sehingga dapay meminimalisir kerusakan dan hilangnya
inventaris Pos Menara.
Setelah mempelajari kelima nilai dasar, peserta diklat dituntut untuk memiliki nilai-nilai
dasar tersebut sebagai prinsip yang menjadi landasan dalam menjalankan profesi
sebagai ASN. Agar aktualisasi nilai-nilai dasar ASN dapat dilaksanakan dengan baik,
maka peserta diklat perlu membuat rancangan aktualisasi yang kemudain akan
dituangkan ditempat tugas masing-masing.

B. TUJUAN DAN MANFAAT AKTUALISASI

 Tujuan Aktualisasi

Pengadaan buku inventaris Pos Menara dan melakukan perawatan secara rutin
pada inventaris di Pos Menara Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Ngawi, yaitu :
a. Memiliki kemampuan untuk menerapkan nilai-nilai dasar Akuntabilitas sehingga
memiliki tanggung jawab dan integritas terhadap apa yang dikerjakan;
b. Memiliki kemampuan untuk menerapkan nilai-nilai dasar Nasionalisme sehingga
dapat bekerja atas dasar semangat nilai-nilai Pancasila;
c. Memiliki kemampuan untuk menerapkan nilai-nilai dasar Etika Publik sehingga
menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan pelayanan yang harmonis:
d. Memiliki kemampuan untuk menerapkan nilai-nilai dasar Komitmen Mutu sehingga
dapat mewujudkan pelayanan dan perawatan yang prima terhadap masyarakat
dan Warga Binaan Pemasyarakatan.;
e. Memiliki kemampuan untuk menerapkan nilai-nilai dasar Anti Korupsi sehingga
dapat mewujudkan sikap jujur, adil, dan disiplin;
f. Memiliki kemampuan untuk menerapkan Whole of Government (WoG) dalam
pemberian pemberian layanan public yang terintegrasi;
g. Menunjang pelaksanaan tugas-tugas pengamanan pada Pos Menara.
h. Meminimalisir kerusakan dan hilangnya inventaris yang ada pada Pos Menara.
i. Mencegah dan meminimalisir gangguan keamanan dan ketertiban di Lembaga
Pemasyarakatan Klas IIB Ngawi
1) Manfaat Aktualisasi

a) Manfaat bagi Penulis :


i) Penulis dapat menginternalisasikan nilai-nilai dasar ASN sehingga diharapkan
terbentuk kader ASN yang professional dan berkarakter.
b) Manfaat bagi Unit Kerja :
i) Menunjang pelaksanaan tugas-tugas pengamanan guna pencegahan
gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas Klas IIB Ngawi
c) Manfaat bagi Organisasi :
i) Terwujudnya pelayanan prima dan professional yang diberikan pada
masyarakat berdasarkan nilai-nilai organisasi.
d) Manfaat bagi Stakeholder (Petugas Jaga Pos dan WBP)
i) Tersedianya alat-alat penunjang keamanan dan ketertiban pada segala sector
khusunya Pos Menara pada Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Ngawi.

C. RUANG LINGKUP AKTUALISASI

 Subjek Aktualisasi

Subjek yang terlibat pada kegiatan aktualisasi ini adalah semua petugas regu
pengamanan Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Ngawi khususnya petugas jaga Pos
Menara. Dengan tetap menerapkan nilai-nilai dasar ASN (ANEKA) dan
mengimplementasikan Manajemen ASN, Whole of Government, dan Pelayanan Publik.

 Tempat dan Waktu Aktualisasi

Lingkungan Lembaga Pemasyarakatana Klas IIB Ngawi dan juga tiga Pos Menara
yang berada pada Lapas Klas IIB Ngawi. Waktu aktualisasi akan dilaksanakan setiap
pergantian shift jaga Pos Menara petugas diwajibkan melakukan pengecekan dan
pengisian buku inventaris Pos Menara. Dan juga dua minggu sekali melakukan perawatan
rutin terhadap inventaris Pos Menara seperti Lonceng dan Senjata Api.
BAB II

RANCANGAN AKTUALISASI

A. DESKRIPSI ORGANISASI

1. PROFIL ORGANISASI

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham RI)
adalah kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan hukum dan
hak asasi manusia. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Presiden.

Kantor wilayah (kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia merupakan
instansi vertikal Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang berkedudukan di
setiap provinsi, yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia. Kanwil terdiri atas beberapa divisi serta sejumlah Unit Pelaksana
Teknis (UPT), termasuk Kantor Imigrasi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Lapas
Narkotika, Rumah Tahanan Negara (Rutan), Cabang Rutan, Rumah Penyimpanan Benda
Sitaan Negara (Rupbasan), Balai Pemasyarakatan (Bapas), Balai Harta Peninggalan
(BHP), serta Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim).

Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Ngawi adalah Kantor Unit Pelaksanaan Tehnis


Pemasyarakatan berada dibawah Kantor Wilayah Kementerian Hukum Dan Hak Asasi
Manusia Jawa Timur, dibawah pimpinan Kepala Kantor dengan jabatan Eselon III .
Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Ngawi terletak di Jalan M.H Thamrin No.35
Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Ngawi terdiri dari : Blok Hunian, Aula/Ruang
Pertemuan, Bengkel Kerja, Masjid, Poliklinik, dan Bangunan Kantor.

TUGAS POKOK FUNGSI DAN STRUKTUR ORGANISASI UNIT KERJA


i) TUGAS :
(1) Lapas mempunyai tugas melaksanakan pemasyarakatan atau pembinaan
narapidana/anak didik sesuai peraturan dan perundang-undangan yang
berlaku.
i) FUNGSI :
(1) Untuk menyelenggarakan tugas tersebut , LAPAS mempunyai fungsi :
(a) Melakukan pembinaan narapidana/anak didik.
(b) Melakukan bimbingan, mempersiapkan sarana dan mengelola hasil kerja
(c) Melakukan bimbingan sosial/kerohanian narapidana/anak didik
(d) Melakukan pemeliharaan keamanan dan tata tertib LAPAS
(e) Melakukan urusan tata usaha dan rumah tangga

2. VISI, MISI, KEDUDUKAN, DAN NILAI-NILAI ORGANISASI

i) Visi Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Ngawi :


(1) Terwujudnya Lapas Klas IIB Ngawi yang unggul dalam pembinaan, prima
dalam pelayanan, dan tangguh dalam pengamanan.

i) Misi Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Ngawi :


(1) Melaksanakan pembinaan narapidana, perawatan inventaris dan tahanan
dalam rangka penegakan hukum, penegahan dan penanggulangan kejahatan
serta kemajuan dan perlindungan Hak Asasi Manusia.

Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Ngawi menerapkan nilai-nilai organisasi dari


Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yaitu :
Profesional : Aparatur Kementerian Hukum dan HAM adalah aparat yang bekerja keras
untuk mencapai tujuan organisasi melalui penguasaan bidang tugasnya,
menjunjung tinggi etika dan integirtas profesi;

Akuntabel : Setiap kegiatan dalam rangka penyelenggaraan pemerintah dapat


dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan atau
peraturan yang berlaku;

Sinergi : Komitmen untuk membangun dan memastikan hubungan kerjasama yang


produktif serta kemitraan yang harmonis dengan para pemangku
kepentingan untuk menemukan dan melaksanakan solusi terbaik,
bermanfaat, dan berkualitas;
Transparan : Kementerian Hukum dan HAM menjamin akses atau kebebasan bagi
setiap orang untuk memperoleh informasi tentang penyelenggaraan
pemerintahan, yakni informasi tentang kebijakan, proses pembuatan dan
pelaksanaannya, serta hasil-hasil yang dicapai;

Inovatif : Kementerian Hukum dan HAM mendukung kreatifitas dan


mengembangkan inisiatif untuk selalu melakukan pembaharuan dalam
penyelenggaraan tugas dan fungsinya.

Struktur Organisasi Lapas Klas II B Ngawi


A.1 Gambar Struktur Organisasi Lapas Klas IIB Ngawi

KALAPAS

KASUBBAG TU

KAUR KAUR
KEPEGAWAIAN UMUM
DAN KEUANGAN

KASI BINADIK DAN KASI ADMINISTRASI


KA KPLP KAMTIB
GIATJA

KASUBSI REGISTRASI KASUBSI PORTATIB


& BIMKEMAS
RUPAM

KASUBSI KASUBSI
PERAWATAN KEAMANAN

KASUBSI KEGIATAN
KERJA
B. DESKRIPSI ISU

1. Kurangnya Kesadaran dan Perawatan Inventaris Pos Menara

Sebagian inventaris pada Pos Menara Lapas Klas IIB Ngawi mengalami kerusakan
bahkan ada yang sudah hilang (Aktual : 3). Hal itu tentunya bisa membuat kurangnya
kenyamanan dan pengawasan petugas pada Pos Menara jika tidak segera dilengkapi
atau diperbaiki (Kekhalayakan : 5).

Jika hal tersebut dibiarkan bisa mengakibatkan kerusakan dan hilangnya inventaris,
pengawasanan keamanan dari Pos Menara, dan mengganggu kesiap-siagaan
petugas dalam menghadapi situasi dan kondisi yang tidak bisa diprediksi
(Problematika : 4). Melihat hal tersebut isu ini layak diangkat guna meningkatkan
kegiatan pengawasan, pembinaan, dan kondisi petugas maupun lingkungan unit kerja
(Kelayakan : 4)

2. Antrian Kunjungan yang Mengular

Kurangnya lahan yang ada membuat antrian didepan Lapas Klas IIB Ngawi
menjadi panjang/mengular. Dan pegawai yang bertugas pada tempat penitipan
barang dan pemeriksaan barang pun juga kesulitan melakukan pemeriksaan pada
barang yang akan dititipkan oleh pengunjung (Aktual : 4). Hal tersebut berpengaruh
pada pelayanan kepada masyarakat khususnya pada bagian penitipan dan
pemeriksaan barang maupun badan pengunjung (Kekhalayakan : 3) .
Dengan kurangnya lahan dan pegawai yang bertugass pada tempat penitipan
dan pemeriksaan barang membuat proses kerja menjadi lama dan antrian yang
semakin panjang/mengular (Problematika : 5). Isu ini pun juga layak untuk diangkat
guna meningkatkan pelayanan publik pada masyarakat (Kelayakan : 4).
3. Kurangnya Pengawasan Pada Warga Binaan Pemasyarakatan yang Melakukan
Kerja Bengker.

Di Lapas Klas IIB Ngawi ada kurang lebih 10 WBP yang melakukan pekerjaan di
area Bengker dan hanya dikawal oleh 2 orang pegawai (Aktual : 3). Mengingat
banyaknya WBP yang bekerja di Bengker Kerja membuat pengawasan petuags pada
WBP dan pemberian pembianaan pada WBP kurang maksimal (Kekhalayakan : 4).

Dengan kurangnya petugas yang mengawasi dan memberikan pembinaan


membuat kurang efektifnya kegiatan pada Bengkel Kerja dan resiko pelarian WBP
juga semakin besar (Problematika : 4). Isu ini juga layak diangkat mengingat resiko
pada pegawai yang cukup tinggi (Kelayakan : 3)

4. Kurangnya Kesadaran Kebersihan Pos Menara

Banyaknya pegawai yang bertugas pada Pos Menara dan kurangnya kesadaran
tentang kebersihan sehingga terkadang petugas yang akan menempati pada regu
selanjutnya menjadi kurang nyaman karena Pos Menara tersebut kotor (Aktual : 3).
Mengingat banyaknya petugas yang berjaga pada Pos Menara membuat kebersihan
sulit terjaga (Kekhalayakan : 4).
Jika isu tersebut tidak diselesaikan dapat membuat ketidaknyamanan petugas saat
berjaga di Pos Menara (Problematika : 2). Isu ini layak diangkat mengingat pentingnya
kebersihan pada lingkungan kerja (Kelayakan : 4)

5. Kurangnya Sarana Videocall.


Hanya ada 2 layar computer untuk video call. Sedangkan WBP yang ada di
Lapas Klas IIB Ngawi ada kurang lebih 480 orang WBP (Aktual : 3). Dengan hanya
ada 2 layar komputer jelas tidak bisa digunakan secara maksimal oleh setiap WBP
untuk menghubungi keluarga (Kekhalayakan :4).
Jika tidak ada penambahan pada fasilitas video call bisa membuat pelayanan
publik kepada WBP tidak maksimal (Problematika : 3). Isu ini cukup layak diangkat
mengingat sarana video call sebagai pengganti kunjungan tatap muka selama
pandemi (Kelayakan : 2).
C. ANALISIS ISU
Berdasarkan pengalaman bertugas sebagai petugas di Lapas Klas IIB Ngawi,
saya mengamati adanya beberapa permasalahan yang bisa
disempurnakan/ditingkatkan, dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, sebagai
berikut :

1. Kurangnya Kesadaran dan Perawatan Inventaris Pos Menara


2. Antrian Kunjungan yang Mengular
3. Kurangnya Pengawasan Pada Warga Binaan Pemasyarakatan yang
Melakukan Kerja Bengker
4. Kurangnya Kesadaran Kebersihan Pos Menara.
5. Kurangnya Sarana Videocall

Tabel C.1 Analisis AKPL

No. Masalah A K P L Total


Kurangnya Kesadaran dan Perawatan
1. 3 5 4 4 16
Inventaris Pos Menara
2. Antrian Kunjungan yang Mengular 4 3 5 4 17
Kurangnya Pengawasan Pada WBP
3. 3 4 4 3 14
yang Melakukan Kerja Bengker
Kurangnya Kesadaran Kebersihan Pos
4. 3 4 2 4 13
Menara
5. Kurangnya Sarana Video Call 3 4 3 2 12
*Skor 1-5

Tabel C.2 Kriteria Validasi Isu

Aktual
1 Pernah benar-benar terjadi
2 Benar-benar sering terjadi
3 Benar-benar sering terjadi dan bukan menjadi pembicaraan
4 Benar-benar sering terjadi terkadang menjadi pembicaraan
5 Benar-benar sering terjadi dan sedang hangat dibicarakan
Khalayak
1 Tidak menyangkut hajat hidup orang banyak
2 Sedikit menyangkut hajat hidup orang banyak
3 Cukup menyangkut hajat hidup orang banyak
4 Menyangkut hajat hidup orang banyak
5 Sangat menyangkut hajat hidup orang banyak
Problematik
1 Masalah sederhana
2 Masalah kurang kompleks
3 Masalah cukup kompleks namun tidak perlu segera di carikan solusi
4 Masalah kompleks
5 Masalah sangat kompleks sehingga perlu di carikan segera solusinya
Kelayakan
1 Masuk akal
2 Realistis
3 Cukup masuk akal dan realistis
4 Masuk akal dab realistis
5 Masuk akal, realistis, dan relevan dimunculkan

1) Penetapan Isu
i) Dari beberapa isu yang telah diidentifikasi maka langkah selanjutnya adalah
menentukan isu yang akan diangkat untuk ditindaklanjuti. Dalam identifikasi ini
juga akan terlihat isu atau masalah mana yang sekiranya lebih penting untuk
dituntaskan dan dicarikan solusi. Dari empat isu di atas penulis menggunakan
instrumen penilaian kelayakan isu yang diangkat dengan metode analisis USG.
Metode ini merupakan instrumen untuk melihat kriteria kelayakan isu dari tiga
perspektif, yaitu Urgency (U), Seriousness (S) dan Growth (G)
ii) Dari analisis dengan menggunakan alat analisis AKPK tersebut diatas lalu diambil
3 persoalan dengan nilai tertinggi yaitu :
1. Kurangnya Kesadaran dan Perawatan Inventaris Pos Menara.
2. Antrian Kunjungan yang Mengular.
3. Kurangnya Pengawasan Pada WBP yang Melakukan Kerja Bengker
Dari ketiga kriteria isu yang mendapat ranking tiga besar tersebut kemudian dilakukan
analisis lanjutan yaitu analisis kualitas isu dengan alat analisis USG.

USG (kualitas isu)

1. Urgency : Seberapa mendesak isu itu harus dibahas, dianalisis dan ditindaklanjuti
2. Seriousness : Seberapas serius isu itu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang
ditimbulkan

3. Growth : Seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika tidak


ditangani sebagaimana mestinya.

Penilaian secara USG dilakukan dengan menggunakan nilai dengan rentang nilai 1 –
5 Semakin tinggi nilai menunjukkan bahwa isu tersebut sangat urgen dan sangat serius
untuk segera ditangani. Penjelasan dan rasionalisasi tiap masalah berdasarkan skala
USG selanjutnya akan dijelaskan dalam table berikut:

Tabel C.3 Deskripsi Analisis Isu (USG)

No. Masalah Deskripsi Penilaian USG


1. Kurangnya Kesadaran dan Urgency :
Perawatan Inventaris Pos Adanya daftar inventaris Pos Menara dan
Menara untuk membantu pengawasan dan
keselamatan petugas maka kelengkapan dan
kesediaan inventaris harus diperhatikan. (5)

Seriousness :
Dengan inventaris yang tidak lengkap atau
rusak akan membuat petugas tidak bisa
maksimal dalam melaksanakan pengawasan
atau pemantauan dari Pos Menara (5)

Growth :
Jika tidak segera diselesaikan maka
pengawasan dan pematauan petugas akan
berjalan tidak maksimal. Resiko bekerja
menjadi semakin tinggi, dan akan berdampak
juga pada unit kerja.

2. Antrian Kunjungan yang Urgency :


Mengular Terbatasnya petugas dan sempitnya lahan
membuat lambatnya pelayanan kunjungan.(4)

Seriousness :
Dengan lahan dan petugas yang terbatas
membuat lambatnya pelayanan yang
mengakibatkan antrian yang panjang dan
petugas juga kurang maksimal dalam
melakukan pemeriksaan barang. (4)

Growth :
Jika hal ini tidak diselesaikan akan membuat
petugas kesulitan dalam melakukan
penggeledahan dan para pengunjung juga
akan merasa tidak nyaman dengan pelayanan
yang diberikan oleh Lapas Klas IIB Ngawi. (3)

3. Kurangnya Pengawasan Pada Urgency :


WBP yang Melakukan Kerja di Terbatasnya jumlah pegawai dan banyaknya
Bengkel Kerja (Bengker). WBP mengakibatkan ketidakseimbangan
dalam tugas pegawai. Setiap harinya 1 (satu)
pegawai bisa mengawasi 5-10 orang lebih
saat melakukan kerja di Bengker. (4)

Seriousness :
Dengan perbandingan yang tidak rata, maka
resiko yang diterima oleh petugas akan
bertambah berkali-kali lipat. (3)

Growth :
Jika isu ini tidak diselesaikan maka beban
kerja dan resiko kerja petugas akan terus
bertambah, dan akan menambah peluang
terjadinya hal yang tidak diinginkan seperti
contohnya pelarian WBP. (3)

Analisis kualiatas isu dengan menggunakan alat analisis USG pada ketiga isu
tersebut dapat digambarkan dalam table beriku ini:

Tabel C.4 Analisis Isu (USG)

Nilai
No Masalah Total Peringkat
U S G
Kurangnya Kesadaran dan Perawatan
1. 5 5 4 14 I
Inventaris Pos Menara

2. Antrian yang Mengular 4 4 3 11 II

Kurangnya Pengawasan Pada WBP yang


3. 4 3 3 10 III
Melakukan Kerja di Bengker.
Tabel C.5 Kriteria Analisis Isu (USG)

Skorr Urgency Seriousness Growth


Akibat Yang Ditimbulkan
1. Tidak Penting Tidak Berkembang
Tidak Serius
Akibat Yang Ditimbulkan
2. Kurang Penting Kurang Berkembang
Kurang Serius
Akibat Yang Ditimbulkan
3. Cukup Penting Cukup Berkembang
Cukup Serius
Akibat Yang Ditimbulkan
4. Penting Berkembang
Serius
Akibat Yang Ditimbulkan
5. Sangat Penting Sangat Berkembang
Sangat Serius

Berdasarkan penentuan kualitas Isu dengan alat analisis USG maka tergambar

ranking tertinggi terdapat satu isu yang merupakan isu sentral yang perlu dicarikan

pemecahan masalahnya yaitu; “Kurangnya Kesadaran dan Perawatan Inventaris Pos


Menara” sedangkan dua isu sisanya dapat dijadikan sebagai alternative isu.

D. ARGUMENTASI TERHADAP CORE ISU


Melihat hasil analisis dengan metode USG ditas maka, isu yang diangkat yaitu
kurangnya kesadaran dan perawatan inventaris Pos Menara. Hal itu berkaitan dengan
tingginya skor tiga kriteria penilaian isu berupa urgency (kegawatan), seriousness
(mendesak), dan growth (pertumbuhan).

Berdasarkan isu yang telah ditetapkan terdapat beberapa penyebab munculnya


permasalahan terkait. Beberapa penyebab tersebut adalah karena belum adanya catatan
secara administrator tentang inventaris di Pos Menara. Dengan adanya catatan tersebut,
diharapkan dapat diketahui kondisi mengenai inventaris Pos Menara. Dan dengan
terpasangnya daftar inventaris Pos Menara diharapkan dapat mendukung berjalannya
buku inventaris Pos Menara, meminimalisir human error oleh petugas serta diharapkan
dapat meningkatkan transparansi yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban petugas
jaga Pos Menara.
Gambar D.1 Fishbone Diagram

PENYEBAB AKIBAT

Surroundings System
1. Dapat menyebabkan
ketidaknyamanan
petugas jaga Pos
Terbatasnya tempat Belum adanya Menara.
Inventaris pada Pos Menara catatan administrasi
Inventaris Pos.

2. Meningkatnya beban
kerja atau resiko kerja
pegawai karena
inventaris yang tidak
Sifat dalam diri Tidak merawat fasilitas memadai.
sendiri yang telah disediakan

Suppliers Skill

Gagasan Pemecahan Isu :


Melalui pendekatan isu tersebut, isu yang dipilih yaitu “Kurangnya kesadaran dan
perawatan inventaris Pos Menara”. Oleh karena itu perlu adanya solusi dengan
munculnya gagasan yang harapannya dapat menyelesaikan isu yang dipilih yaitu “Upaya
Peningkatan Perawatan Inventaris Pos Menara Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB
Ngawi”.

Berdasarkan adanya isu yang telah dipilih dan gagasan pemecahan isu yang telah siap
dilaksanakan tentunya harus dilandasi oleh Nilai-nilai dasar Profesi ASN yang nantinya
dapat terlaksana dengan baik dan tepat.

Gagasan pemecahan isu tersebut terdiri dari 8 kegiatan untuk diaktualisasikan, yaitu:

1. Melakukan konsultasi dan koordinasi dengan mentor mengenai rancangan rencana


aktualisasi.
2. Merancang dan melakukan konsultasi dengan Kasubsi Pelaporan dan Tata Tertib
mengenai susunan buku inventaris Pos Menara.
3. Melakukan koordinasi dengan Karupam terkait dengan penerapan buku inventaris
Pos Menara.
4. Melakukan koordinasi dengan rekan kerja mengenai penerapan buku inventaris Pos
Menara.
5. Melakukan ujicoba penerapan buku inventaris Pos Menara.
6. Melakukan pengecekan dan perawatan inventaris Pos Menara secara rutin.
7. Melaporkan dan melakukan evaluasi.

E. NILAI-NILAI DASAR PROFESI ASN

Langkah-langkah kegiatan pemecahan isu bertujuan untuk mempermudah penentuan


keterkaitan kegiatan dengan mata pelatihan perlu dilakukan identifikasi Nilai-nilai dasar
ASN (Aparatur Sipil Negara), sebagai berikut :

Tabel E.1 Nilai-nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara (ASN)

Mata Diklat Nilai-Nilai Dasar


Akuntabilitas Kepemimpinan, profesionalisme, transparansi, integritas,
tanggung jawab, keadilan, kepercayaan, keseimbangan,
kejelasan dan konsistensi.
Nasionalisme Ketuhanan: religius, toleran, etos kerja dan amanah
Kemanusiaan: humanis, tenggang rasa, persamaan derajat,
saling menghormati dan tidak diskriminatif.
Persatuan: cinta tanah air, rela berkorban, menjaga ketertiban,
mengutamakan kepentingan publik dan gotong royong.
Kerakyatan: musyawarah mufakat, kekeluargaan, menghargai
pendapat dan bijaksana.
Keadilan: bersikap adil, tidak serakah, tolong menolong, kerja
keras dan sederhana
Etika Publik Jujur, bertanggung jawab, integritas tinggi, cermat, disiplin,
hormat, sopan, taat pada peraturan, taat perintah, menjaga
rahasia, tanggap, cepat, sigap, mendorong kesetaraan dalam
pekerjaan dan komunikatif
Komitmen Mutu Efektivitas, efisiensi, inovatif dan berorientasi mutu.
Anti Korupsi Jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja keras,
sederhana, berani dan adil.
Whole of Sinkronisasi, koordinasi, integrasi, kerja sama, komunikasi,
Government kolaborasi
Pelayan Publik Nyata/berwujud, keandalan, cepat tanggap, kompetensi,
kemudahan, keramahan, komunikasi, kepercayaan, keamanan
dan pemahaman pelanggan
Berdasarkan nilai-nilai dasar yang telah diidentifikasikan dan harus diterapkan
ASN tersebut dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi jabatan diharapkan dapat
meningkatkan kualitas ASN yang tidak hanya ahli di bidangnya, namun juga menjadi ASN
yang dapat memberikan inovasi perubahan yang lebih baik bagi Lembaga yang menjadi
tempat pelaksanaan tugassnya yaitu di Lapas Klas IIB Ngawi.

F. MATRIK RANCANGAN KEGIATAN AKTUALISASI


Berikut adalah matriks pembuatan rancangan aktualisasi untuk mempermudah
menentukan Langkah-langkah kegiatan penyelesaian isu, yaitu sebagai berikut :

Unit Kerja : Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Ngawi

Identifikasi Isu :

1. Kurangnya Kesadaran dan Perawatan Inventaris Pos Menara


2. Antrian Kunjungan yang Mengular
3. Kurangnya Kesadaran Kebersihan Pos Menara
4. Kurangnya Pengawasan Pada Warga Binaan Pemasyarakatan yang Melakukan
Kerja Bengker
5. Kurangnya sarana videocall.

Isu yang diangkat : Kurangnya kesadaran dan perawatan inventaris Pos


Menara

Gagasan Pemecahan Isu : Upaya Peningkatan Perawatan Inventaris Pos Menara


Tabel F.1 Rancangan Kegiatan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar

KONTRIBUSI
KETERKAITAN PENGUATAN TIME
TAHAPAN TERHADAP VISI
NO KEGIATAN OUTPUT/HASIL SUBSTANSI MATA NILAI
KEGIATAN DAN MISI SCHEDULE
PELATIHAN ORGANISASI
ORGANISASI
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Melakukan  Menghubungi  Dokumentasi  Nasionalisme, 27 Mei 2021 –
konsultasi dan mentor untuk kegiatan (humanism,
koordinasi Dalam kegiatan ini Akuntabilitas 29 Mei 2021
menentukan waktu musyawarah
dengan dan tempat mufakat) bertujuan untuk (ikut
mentor konsultasi meningkatkan berpartisipatif
 Persetujuan  Etika Publik, perawatan terhadap menanggulangi
mengenai mengenai
rancangan  Melakukan inventaris khususnya penyakit kulit
konsultasi dengan rencana (hormat, sopan, yang berada di Pos warga binaan
rencana aktualisasi santun)
aktualisasi. mentor mengenai Menara pemasyarakatan
rancangan )
aktualisasi yang
akan dilakukan di
Lapas
2. Merancang  Membuat  Dokumentasi  Akuntabilitas Pelaksanaan Inovatif 31 Mei 2021 –
dan rancangan Kegiatan (tanggung jawab)konsultasi pembuatan
melakukan buku laporan (pembuatan 12 Juni 2021
susunan buku
konsultasi inventaris Pos inventaris Pos Menara buku inventaris
dengan Pos Menara
Menara  Rancangan  Whole of adalah bentuk
adalah solusi
Kasubsi buku Pos Government perwujudan dari
Pelaporan dan  Mencari referensi perawatan selain pemecahan
tentang buku Menara Atas masalah yang
Tata Tertib (koordinasi) kepada Warga Binaan
mengenai inventaris kantor Pemasyarakatan dan baru dan belum
susunan buku dan menentukan juga kepada ada sebelumnya
inventaris Pos ide yang akan inventaris yang ada. )
 Nasionalisme
Menara. dibuat sebagai
rencangan buku
tersebut (musyawarah,
mufakat)
 Menyusun
susunan buku
Sinergi
inventaris Pos
Menara.  Etika publik
(saling
(sopan, santun, berkoordinasi
komunikatif) dengan sesama
petugas)

3. Melakukan  Menghubungi  Dokumentasi  Komitmen mutu Dalam kegiatan ini Inovatif 14 Juni 2021 –
koordinasi Karupam untuk kegiatan (inovasi) bertujuan
dengan mewujudkan (pembuatan 26 Juni 2021
menentukan waktu
Karupam dan tempat perawatan selain buku inventaris
terkait dengan koordinasi kepada narapidana Pos Menara
 Akuntabilitas adalah sebuah
penerapan yaitu kepada
buku  Memaparkan (tanggung jawab) inventaris yang ada. inovasi baru
inventaris Pos konsep aktualisasi Kegiatan ini juga untuk
Menara. yang akan bertujuan untuk memecahkan
dilakukan masalah)
 Whole of pencegahan dan
 Meminta saran Government penanggulangan
kejahatan.
dan masukan
(koordinasi) Profesional
kepada Karupam
(memberikan
kenyamanan
 Etika publik dan
(hormat, sopan, kelengkapan
santun) inventaris
kepada petugas
jaga)
4. Melakukan  Mengumpulkan  Dokumentasi  Komitmen mutu Berkoordinasi dengan Akuntabel 14 Juni 2021 –
koordinasi rekan kerja untuk kegiatan rekan kerja bertujuan
dengan rekan menjelaskan (inovasi) untuk mewujudkan (Setiap kegiatan 26 Juni 2021
kerja penerapan buku pencegahan dan yang dilakukan
mengenai inventaris Pos penanggulan dapat
penerapan Menara  Etika publik kejahatan dengan dipertanggungja
buku cara meminimalisir wabkan sesuai
inventaris Pos  Menjelaskan tata (hormat, sopan, terjadi kehilangan ketentuan yang
Menara. cara pengisian santun) atau kerusakan berlaku)
buku inventaris inventaris pada Pos
Pos Menara Menara Atas.
 Anti korupsi Inovatif
 Meminta saran
dan masukan (jujur) (penambahan
mengenai kegiatan buku inventaris
aktualisasi Pos Menara
 Nasionalisme adalah bukti
inovasi
(musyawarah pegawai)
mufakat)

 Whole of
Government
(koordinasi)

5. Melakukan  Melakukan uji  Dokumentasi  Etika publik Dalam hal ini petugas Akuntabilitas 28 Juni 2021 –
ujicoba coba penerapan kegiatan telah melaksanakan
penerapan buku inventaris (sopan, santun, tugasnya yaitu (petugas telah 17 Juli 2021
buku Pos Menara dan komunikatif) melakukan melaksanakan
inventaris Pos pengecekan dan telah tanggung
 Timbulnya jawabnya untuk
Menara. kesadaran mengisi buku
mengisi buku
 Melakukan dan  Komitmen mutu inventaris Pos Menara inventaris Pos
monitoring kedisiplinan sesuai dengan kondisi Menara sesuai
penerapan buku terkait (inovasi) inventaris. kondisi
inventaris Pos perawatan inventaris)
Menara. inventaris Pos
Menara.  Akuntabilitas
(tanggung jawab) Inovatif
(adanya buku
laporan
inventaris
adalah bukti
inovasi petugas
dalam
menangani
masalah)
6. Melakukan  Melakukan  Dokumentasi  Etika publik Kegiatan ini bertujuan Transparan 28 Juni 2021 –
pengecekan pengecekan kegiatan. menciptakan kondisi (Memberikan
dan perawatan (sopan, santun, yang aman serta informasi 17 Juli 2021
terhadap kondisi
inventaris Pos inventaris di Pos dan komunikatif) kondusif di area mengenai
Menara Menara  Melakukan Lapas Klas IIB Ngawi, proses
secara rutin. perawatan dan juga mewujudkan pelaksanaan
inventaris Pos  Nasionalisme misi organisasi kegiatan yang
 Melakukan Menara pencegahan dan dilakukan).
(menghargai penanggulangan
perawatan rutin pendapat) Inovatif
terhadap kejahatan.
(adanya
inventaris Pos penjemuran
Menara. adalah bukti
 Whole of
Government inovasi petugas
dalam
(koordinasi) menangani
masalah)
7. Melaporkan  Meminta evaluasi  Hasil evaluasi  Etika publik Berperan aktif untuk Sinergi 19 Juli 2021 –
dan atas inovasi mewujudkan misi
(membangun 31 Juli 2021
melakukan kepada pegawai  Laporan hasil (sopan, santun, Lapas Klas II B Ngawi
evaluasi. yang terlibat evaluasi dan komunikatif) yaitu melakukan hubungan kerja
seperti Mentor, pencegahan dan sama untuk
Karupam, dan penanggulan menemukan
Rekan Kerja.  Nasionalisme kejahatan serta solusi terbaik,
pemajuan dan bermanfaat, dan
 Membuat laporan (menghargai perlindungan hak berkualitas).
hasil evaluasi pendapat) asasi manusia.

Transparan
 Whole of
Government (Memberikan
informasi
(koordinasi) mengenai
proses
pelaksanaan
kegiatan yang
dilakukan).
G. MATRIK JADWAL KEGIATAN

Tabel G.1 Matrik Jadwal Kegiatan

MEI JUNI
NO. KEGIATAN
27 28 29 30 31 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27
Melakukan konsultasi
dan koordinasi dengan
1. mentor mengenai
rancangan rencana
aktualisasi.
Merancang dan
melakukan konsultasi
dengan Kasubsi
2. Pelaporan dan Tata
Tertib mengenai susunan
buku inventaris Pos
Menara.
Melakukan koordinasi
dengan Karupam terkait
3.
dengan penerapan buku
inventaris Pos Menara.
Melakukan koordinasi
dengan rekan kerja
4. mengenai penerapan
buku inventaris Pos
Menara.
JUNI JULI
NO. KEGIATAN
28 29 30 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31
Melakuka
n ujicoba
penerapan
5. buku
inventaris
Pos
Menara
Melakuka
n
pengecek
an dan
perawatan
6.
inventaris
Pos
Menara
secara
rutin.
Melakukan
7.
evaluasi.
H. KENDALA DAN ANTISIPASI

Dalam melaksanakan kegiatan aktualisasi penerapan buku inventaris Pos Menara


di Lapas Klas IIB Ngawi ini, penulis menemukan beberapa kedndala yang menghambat
berjalannya kegiatan aktualisasi ini.

Kendala yang terjadi selama menjalankan kegiatan aktualisasi ini, antara lain :

1. Kesulitan menemukan waktu pertemuan dengan mentor, karena mentor sering kali
memiliki acara mendadak, sehingga diperlukan koordinasi lagi untuk mengganti
dan menentukan ulang pertemuan.
2. Kesulitan mengadakan pertemuan dengan rekan kerja, karena waktu kerja dengan
system shift dan system tugas yang berada di posnya masing-masing sehingga
sulit melakukan koordinasi secara bersamaan dengan seluruh rekan kerja.
Sehingga penulis melakukan koordinasi secara bertahap dan sedikit memakan
waktu yang lama.
3. Sulitnya mendapatkan bahan dan referensi tentang buku inventaris Pos Menara
termasuk dengan format buku inventaris Pos Menara tersebut.
4. Masih ada beberapa petugas yang lupa atau belum mengisi buku inventaris Pos
Menara.

Antisipasi jika terjadi kendala selama kegiatan aktualisasi ini, antara lain :

1. Membuat jadwal konsultasi dengan mentor beberapa hari sebelum hari konsultasi
dan menyesuaikan kegiatan mentor.
2. Melakukan koordinasi dengan rekan kerja saat pergantian shift jaga.
3. Mencari sumber dari internet dan berkonsultasi dengan Kasubsi Pelaporan
tentang buku laporan inventaris yang sudah ada sebagai bahan referensi.
4. Berkoordinasi dengan Karupam dan petugas untuk dapat saaling mengingatkan
untuk mengisi buku inventarais Pos Menara dan melakukan pengecekan secara
rutin pada inventaris yang ada.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai pelayan publik harus bekerja dengan terencana
dan tekun untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Hal tersebut tidak
lepas dari fungsi ASN (Aparatur Sipil Negara) sebagai pelaksana kebijakan publik,
pelayan publik, serta perekat pemersatu bangsa. Pelayanan publik tersebut harus
diterapkan dengan mengaitkannya pada nilai-nilai dasar PNS yaitu ANEKA (Akuntabilitas,
Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi).

Dengan adanya nilai-nilai dasar PNS diharapkan kualitas pelayanan akan menjadi
baik, karena modal dasar untuk setiap pekerjaan yang akan dilaksanakan berorientasi
pada perbaikan terhadap mutu pelayanan yang berkesinambungan bebas dari korupsi
dan membangun bangsa.

Nilai-nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti
Korupsi menjadi dasar bagi ASN (Aparatur Sipil Negara) dalam menjalankan tugas-tugas
dan kewajiban dalam instansi kerja masing-masing ASN. Dengan adanya Pendidikan dan
pelatihan dasar pola baru yang telah menekankan pentingnya internalisasi dan aktualisasi
nilai-nilai dasar profesi ASN di lingkup kerja, diharapkan akan muncul aparatur negara
yang professional serta menjadi pelayan masyarakat yang benar-benar mencerminkan
seorang aparatur dalam melaksanakan pelayanan publik yang baik.

Melalui kegiatan mengaktualisasikan niai-nilai dasar akuntabilitas, nasionalisme, etika


publik, komitmen mutu, dan anti korupsi (ANEKA) akan mampu meningkatkan kinerja
ASN dalam menjalankan tugas dan fungsi di instansi tempat bekerja sebagai seorang
penjaga tahanan yang professional dan memiliki integritas dalam mewujudkan pelayanan
publik dan pengamanan di Lembaga Pemasyarakatan Klas IIB Ngawi.
B. SARAN

Bagi seluruh ASN diharapkan dapat selalu memgang teguh dan mengaplikasikan
nilai-nilai-nilai dasar ASN dalam lingkungan kerja maupun dalam lingkup yang lebih luas
guna menciptakan kualitas pelayanan publik yang lebih baik.

Kegiatan yang disusun hendaknya kegiatan yang memang benar-benar mampu untuk
dilaksanakan. Perencanaan kegiatan sebaiknya harus melalui proses diskusi dan
koordinasi untuk mendapatkan masukan dan saran terhadap kegiatan yang akan
diberlangsungkan.

Semua pihak senantiasa memberikan dorongan dan bimbingan yang bersifat


membangun dari segi kualitas pengamanan di Lembaga Pemasyarakat Klas IIB Ngawi.
Semangat kerja dan pengabdian yang tulus nantinya akan membawa perubahan yang
positif yang mengarah pada tercapainya visi dan misi organisasi.

DAFTAR PUSTAKA

Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014, Tentang Aparatur Sipil Negara

Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995, Tentang Pemasyarakatan

Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 33 Tahun
2015, Tentang Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan.

Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor : 93/K.1/PDP.07/2021 Tentang


Pedoman Penyelenggaraan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil.

Peraturan Kepala LAN Nomor 24 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Pelatihan Dasar
Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan II.

Balai Pendidikan dan Pelatihan Kemenkumham. (2021). Panduan Aktualisasi Pelatihan


Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Provinsi Jawa Tengah Tahun 2021. Semarang : Balai Diklat Pendidikan dan Pelatihan
Kemenkuham Provinsi Jawa Tengah.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2021). Modul Diklat Prajabatan CPNS
Golongan II Pola Baru Tahun 2021 : Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar Profesi Pegawai Negeri
Sipil. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2021). Modul Diklat Prajabatan CPNS
Golongan II Pola Baru Tahun 2021 : Akuntabilitas. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2021). Modul Diklat Prajabatan CPNS
Golongan II Pola Baru Tahun 2021 : Nasionalisme. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2021). Modul Diklat Prajabatan CPNS
Golongan II Pola Baru Tahun 2021 : Etika Publik. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2021). Modul Diklat Prajabatan CPNS
Golongan II Pola Baru Tahun 2021 : Komitmen Mutu. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.

Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. (2021). Modul Diklat Prajabatan CPNS
Golongan II Pola Baru Tahun 2021 : Anti Korupsi. Jakarta : Lembaga Administrasi Negara
Republik Indonesia.