Anda di halaman 1dari 4

PENGURUS DAERAH

HIMPUNAN PERAWAT KAMAR BEDAH INDONESIA


KALIMANTAN SELATAN
Sekretariat : Kamar Bedah Rumah Sakit Suaka Insan
JL. Haji Jafri Zam-Zam No. 60, Telp.0813 5141 0811, 08115034400
Banjarmasin,

TUGAS MANDIRI

NAMA PESERTA : MUHAMMAD MUTTAQIN


MATERI : PENERAPAN CARING DI AREA PERIOPERATIVE KAMAR
BEDAH DITINJAU DARI 5C"S
TANGGAL : 18 JUNI 2021

SOAL:

Jelaskan secara ringkas bagaimana anda mengaktualisasikan penerapan caring di area


perioperative kamar bedah ditinjau dari 5C"S.Tulis secara ringkas maksimal 500 kata

JAWABAN:
A. Pengertian dari Caring
“Caring”berasal dari kata dalam bahasa inggris “to care”, yang memiliki beberapa aspek
pengertian, antara lain : 1) Per-HATI-an yang sungguh – sungguh, pemikran yang sungguh-
sungguh; 2) Perlindungan, tanggung jawab, dan 3) Perasaan ingin mengerti, memelihara,
menginginkan.”Caring”adalah sentuhan dan empati (Ray,1981). Dalam hal ini kehadiran
yang partisipatif dan proaktif adalah pentinh dalam struktur pelayanan. “Caring” merupakan
relasi memberi dan menerima timbal balik dalam menanggapi kebutuhan.

Menurut Dubay (1973) dalam Roach 7th Asian Regional Conference Newslette, Caring
sinonim dengan cinta. Seseorang mencintai orang lain bila ia mempedulikam orang tersebut.
Memperdulikam sama artinya dengan menjadi saudara laki-laki atau saudara perempuan.
Cinta dalam arti tindakan untuk membantu agar orang yang dilayan dapat hidup sehat
merupakan inti dari caring dan fokusnya adalah menyatukan. Relasi yang penuh cinta
merupakan perwujudan sikap bela rasa dalam berelasi.

Caring adalah hidup itu sendiri Mertin (1985) dalam Boykin, Living A Caring. Caring adalah
cara seseorang untuk hidup dan cara hidup seseorang. Caring sangat penting bagi
pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Seseorang merasa ada melalui caring,dan
menjadi ada saat kemampuan seseorang untuk peduli diusik, ditumbuhkan, dikembangkan
dan diekpresikan. Kepedulian untuk sesuatu berarti membiarkan orang lain untuk tumbuh.

Pelayanan keperawatan perioperative yang bermutu adalah pelayanan keperawatan yang


dijalankan dengan kompeten penuh dengan caring. Caring dalam keperawatan berkembang
dari suatu kepedulian yang sesuai dengan etika dan moral keperawatan. Agar dapat
melakukan caring sesuai dengan etika dan moral perawat harus memiliki persiapan untuk
merawat dan berfokus pada kesejahteraan, perlindungan dan seni merawat sendiri. Ada lima
dimensi caring yang terkandung dalam sikap caring perawat, yaitu compassion, competence,
confidence,dan comitmen.
PENGURUS DAERAH
HIMPUNAN PERAWAT KAMAR BEDAH INDONESIA
KALIMANTAN SELATAN
Sekretariat : Kamar Bedah Rumah Sakit Suaka Insan
JL. Haji Jafri Zam-Zam No. 60, Telp.0813 5141 0811, 08115034400
Banjarmasin,

B. Componen Caring
Aktualisasi caring dalam keperawatan merupakan hal yang penting. Caring diaktualisasi oleh
perawat melalui komponen caring yang dikenal dengan Five C’S yaitu:
1. Compassion (Belarasa)
Merupakan cara manusia membuktikan kesadarannya akan hubungan antara manusia.
Tercipta menurut gambaran Tuhan, hidup dalam komunitas yang berhubungan dengan
seluruh ciptaan Tuahan dan dalam keterlibatan dengan seluruh alam.

Komunitas ini menimbulkan partisipasi dalam pengalaman dengan orang lain, kepekaan
terhadap kesehatan, kualitas kehadiran yang memberi kesempatan untuk berbagi dengan dan
memberi ruang bagi orang lain. Menurut Nouwen(1983) dalam Roach 7th Asian Regional
Conference Newsletter, dengan hasrat yang kuat, Compassion membantu seseorang untuk
tetap bertahan disaat terluka, sedih, berbagi kecemasan, kebingungan. Compassion berarti
sungguh-sungguh menyelami kondisi makhluk hidup, merupakan pemberian dari Tuhan.

2. Competence (Kompetensi, Kemampuan)


Keadaan dimana seseorang mempunyai pengetahuan, ketrampilan upaya, pengalaman dan
motivasi untuk memenuhi tanggung jawab professional. Diekspresikan tidak hanya oleh
perwat muda tetapi juga mereka yang belajar terus-menerus, untuk memenuhi tingkat
keahlian yang dibutuhkan perawat dalam berperan sebagai pendidik, manager, peneliti, atau
praktisi. Competence menyediakan semangakat caring. Competence merupakan kekuatan,
bukan dimotivasioleh keinginan untuk menjadi orang yang paling hebat juga bukan karena
kompetisi. Compassion dan Competence dalam caring tidak dapat di pisahkan. Compassion
tanpa competence akan dipenuhi dengan kelalaian klinis, sedang competence tanpa
compassion dapat terjadi tindakan yang brutal.

3. Confidence (Percaya Diri)


Suatu keadaan dimaksudkan untuk memelihara hubungan antara manusia dengan penuh
kepercayaan. Ekspresi caring yang meningkatkan kepercayaan tanpa meningkatkan
ketergantungan, menciptakan suatu lingkungan yang memampukan orang lain untuk
bertumbuh. Dalam percaya diri terdapat maksud untuk menyampaikan kebenaran tanpa
pelanggaaran(hokum, peraturan), peka bukan hanya

pada seseorang yang berhak tahu tetapi juga kepada seseorang yang siap menerima
kebenaran. Cara menyampaikan penghargaan tanpa menggurui. Mengenali orang lain dan
kebutuhannya akan kebebasan, memungkinkan suatu tanggapan tidak mendukung rasa takut
karena tidak berdaya.

4. Conscience (Suara Hati)


Mewarnai pernyataan seseorang akan kesadaran moral, kepekaan, menyatakan perasaan
tentang apa yang benar dan apa yang salah. Dianggap sebagainacuan seseorang untuk
berperilaku sesuai dengan standart moral dan moral yang menyertai sesuatu. Seseorang yang
caring mengakui adanya kebutuhan akan sesuatu kesesuaian dengan lingkungannya,
kesadaran akan pengetahuan dan keterampilan moral yang melandasi akan kebutuhan
tanggung jawab keputusan etikal. Moral merupakan bagian dari spiritual dimana seseorang
bertanggung jawab atas diri masing-masing, orang lain dan bumi ini begitu besar baginya.
Keinginan untuk bermoral merupakan suatu perubahan yang mendasar. Dampak dari
PENGURUS DAERAH
HIMPUNAN PERAWAT KAMAR BEDAH INDONESIA
KALIMANTAN SELATAN
Sekretariat : Kamar Bedah Rumah Sakit Suaka Insan
JL. Haji Jafri Zam-Zam No. 60, Telp.0813 5141 0811, 08115034400
Banjarmasin,

kesinambungan perkembangan ilmu dan teknologi pada pengambilan keputusan asuhan


kesehatan memerlukan professional kesehatan yang memiliki keingintahuan, kemampuan
membuat penilaian klinis yang jitu. Keterampilan dalam kesadaran moral dibutuhkan untuk
mengaplikasikan prinsip-prinsip moral etika.

5. Commitment
Suatu tanggapan yang mengekspresikan pertemuan antara hasrat dan tanggung jawab.
Pertemuan antara apa yang seseorang harus lakukan dengan apa yang seseorang ingin
lakukan. Mayeroff(1971) dalam 7th Asian Regional Conference Newsletter, mengungkapkan
komitmen sangat penting dalam caring, jika komitmen diingkari caring tidak akan terjadi.
Oleh karena itu komitmen merupakan kualitas modal bagi seseorang dalam tugas, pilihan
karir, suatu proyek. Suatu kulitas yang begitu diinternalisasikan sebagai suatu nilai
dimanaseseorang bertanggung jawab dalam melaksanakan tanpa terbebani.

Caring melibatkan :perasaan terhadap orang lain, menerima orang lain apa adanya, mengerti
orang lain, dan komitmen untuk berupaya melayani orang lain. Dengan demikian akan
membentuk relasi antar manusia yang diwarnai caring sehingga hidup ini akan memiliki arti
akhirnya dapat membantu orang lain untuk bertumbuh dan berkembang. Caring sebagai cara
manusia untuk hidup merupakan akar dari semua hubungan antar manusia yang sehat, baik
personal maupun professional. Semua praktisi kesehatan sebagai pemberi asuhan menyakini
betul keberadaan caring, melalui penerimaan akan orang lain.

Caring yang menyembuhkan dapat diaktualisasikan bila adanya prekondisi caring dimana
adanya kondisi kontak antara perawat dengan pasien dan kondisi yang memfasilitasi asuhan
keperawatan yang baik.

Contoh Aplikasi caring dalam asuhan keperawatan sebelum pembedahan sangat dibutuhkan
karena pasien sangat memerlukan pendampingan dengan penuh keramahan serta mampu
berkomunikasi dengan baik dalam menghadapi ketakutan akan pembedahan yang akan
dijalani sehingga dengan sendirinya akan dapat mengatasi kecemasan pasien sebelum
dilakukan tindakan. Pendampingan perawat dengan menghadirkan sikap caring dengan lima
komponen caring diharapkan mampu mengatasi masalah yang dihadapi pasien sebelum
pembedahan.
PENGURUS DAERAH
HIMPUNAN PERAWAT KAMAR BEDAH INDONESIA
KALIMANTAN SELATAN
Sekretariat : Kamar Bedah Rumah Sakit Suaka Insan
JL. Haji Jafri Zam-Zam No. 60, Telp.0813 5141 0811, 08115034400
Banjarmasin,

Anda mungkin juga menyukai