Anda di halaman 1dari 33

LOMBA KARYA TEKNOLOGI NASIONAL 2017

(LOYALOGIN 2017)

SUB TEMA:

BUDAYA

JUDUL KARYA:

PENERAPAN I-CARE SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN BUDAYA


INDONESIA

Disusun oleh:

Sigit Agung Mardani 1506352 2015


Muhamad Rafi Anggara 1605527 2016

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

BANDUNG

2017

i
HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul Karya : Penerapan I-care sebagai Upaya Melestarikan Budaya Indonesia

2. Nama Tim : Sigit Agung Mardani

3. Ketua Tim

a. Nama Lengkap : Sigit Agung Mardani

b. NIM : 1506352

c. Jurusan/Fakultas : Pendidikan Teknik Mesin/FPTK

d. Perguruan : Universitas Pendidikan Indonesia


Tinggi
e. No. Telp/Hp : 0896-7829-5432

f. Alamat Email : sigitagungm@gmail.com

4. Nama Anggota

a. Nama Lengkap : Muhamad Rafi Anggara

b. NIM : 1605527

c. Jurusan/Fakultas : Pendidikan Teknik Elektro/FPTK

d. Perguruan : Universitas Pendidikan Indonesia


Tinggi
e. No. Telepon/HP : 0895-3449-3577-1

f. Alamat Email : muhamadrafianggara@student.upi.edu

ii
iii
KATA PENGANTAR

Puji syukur ke kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-
Nya sehingga Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Penerapan I-Care Sebagai Upaya
Melestarikan Budaya Indonesia” telah diselesaikan. Karya tulis ini merupakan
salah satu bentuk solusi dalam melestarikan kebudayaan di Indonesia terutama
budaya lokal dengan menggunakan sebuah aplikasi berbasis android.

Karya Tulis ini berisi tentang pemanfataan teknologi di era digitalisasi terhadap
kebudayaan lokal . Kurangnya wawasan dan kepedulian terhadap budaya lokal pada
generasi sekarang ini membuat kebudayaan lokal semakin termakan usia. Tidak
hanya itu, efek dari globalisasi juga berdampak terhadap para pelaku seni yang
berpengaruh terhadap pendapatan kehidupannya. Tentunya untuk melestarikan
budaya dan memproduktifkan para pelaku seni membutuhkan berbagai dukungan dari
berbagai pihak untuk merealisasikan aplikasi ini. Karya Tulis ini diharapkan dapat
mempermudah pembaca dalam membaca dan menganalisis Karya Tulis ini.

Karya Tulis ini merupakan wahana pengembangan wawasan penyusun dan


diharapkan dapat menjadi salah satu sarana informasi dan awal pengembangan bagi
pembaca. Semoga Karya Tulis ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun pembaca.
Penulis mengucapkan terimakasih kepada Bapak Dr. H. Purnawan, S. Pd., M.T yang
telah membimbing selama penyusunan Karya Ilmiah ini dan semua pihak yang telah
membantu kelancaran dalam penyusunan Karya Ilmiah ini.

Bandung, 20 September 2017

Penyusun

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ....................................................................................... i


HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................ ii
KATA PENGANTAR............................................................................................ iv
DAFTAR ISI .......................................................................................................... v
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ vii
ABSTRAK ........................................................................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................... 2
1.3 Tujuan ......................................................................................... 3
1.4 Manfaat ........................................................................................ 3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ........................................................................ 4
2.1 Tingkat Kesadaran dan Kepedulian Masyarakat Terhadap Kesenian
Indonesia ................................................................................. 4
2.2 Penggunaan Aplikasi Mobile di Indonesia .................................. 5
2.3 Konsep yang Dipakai dalam Sistem Kerja Aplikasi ...................... 6
2.4 Solusi yang Pernah Dilakukan .................................................... 6
2.5 Peluang Pemasaran Produk ........................................................ 7
BAB III METODE PENELITIAN .................................................................. 9
3.1 Jenis Penelitian ........................................................................ 9
3.2 Teknik dan Prosedut Penelitian .................................................. 9
3.3 Jenis Data dan Analisis Data ..................................................... 9
3.4 Tahapan Penulisan ...................................................................... 10
BAB IV POTENSI BISNIS ................................................................................ 11
4.1 Deskripsi Alat ............................................................................ 11
4.2 Cara Kerja Alat ............................................................................ 12
4.3 Keunggulan dan Kebermanfaatan dan Teknologi yang Sudah Ada ..13
4.4 Peluang Keberlanjutan Alat ........................................................... 14

v
4.5 Cara Mempromosilan Alat ke Masyarakat .................................... 14
4.6 Pengaruh Adanya Aplikasi I-Care ................................................ 16
BAB V PENUTUP ........................................................................................... 18
5.1 Simpulan .................................................................................. 18
5.2 Saran ............................................................................................ 19
LAMPIRAN

vi
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Hasil riset Google tentang penggunaan smartphone di Asia ............ 6
Gambar 2.2 Riset Google dan TNS Australia mendapati tren situs yang paling banyak
dibuka di kawasa Asia, bedasarkan negara ............................................................. 7
Gambar 3.1 Skema Tahapan Penulisan ................................................................ 10
Gambar 4.1 Tampilan I-Care .............................................................................. 11
Gambar 4.2 Tampilan Menut Utama ...................................................................... 12
Gambar 4.3 Proses Invitation Culture .............................................................. 13
Gambar 4.4 Skema Teknik Implementasi ............................................................ 15

vii
ABSTRAK
Penerapan I-Care sebagai Upaya Melestarikan Budaya Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan kemajemukan budaya, kebudayaan tersebut


ialah warisan nenek moyang yang telah menjadi ciri khas suatu negara. Tanpa adanya
budaya identitas suatu negara akan hilang. Abad-21 dalam lingkup globalisasi saat ini
telah berkembang pesat tentang teknologi, tentu ini menjadi tantangan tersendiri
untuk melestarikan kebudayaan ibu pertiwi. Ada lima indikator globalisasi yang
dapat bersinggungan dengan kebudayaan dua diantaranya sangat mempengaruhi
eksistensi budaya lokal yaitu westernisasi dan deteritoriaisasi. Globalisasi juga
menjadikan dunia tanpa sekat sehingga lintas budaya dapat diketahui oleh berbagai
negara, sehingga tidak heran jika kebanyakan suka terhadap budaya luar terutama
remaja. Remaja sejatinya merupakan generasi penerus bangsa yang semestinya
mengambil peran dan ikut serta dalam menjaga kelestarian budaya, dari survei
penelitian menggunakan teknik wawancara dan angket bahwa minat terhadap
kesenian di daerah Bandung tercatat hanya 15% remaja yang minat terhadap
kesenian, 25% anak-anak, dan 60% dewasa. Salah satu faktor yang sangat
berpengaruh minat seni dari remaja yaitu pergaulan bebas akibat lingkungan
disekitarnya. Tidak hanya itu dunia media sosial telah membawa karakter anak
bangsa menjadi candu, sehingga dengan demikian jiwa sosial diantara makhluk sosial
berkurang “mendekatkan yang jauh dan menjaukan yang dekat”. Maka dengan
demikian penulis menggagas sebuah aplikasi yaitu I-Care sebagai upaya
mengeksistensikan budaya lokal. Teknik Implementasi dari pembuatan aplikasi ini
tentunya akan ada open recrutmen sebagai tim dalam pembuatan aplikasi, pembuatan
aplikasi, pengujian aplikasi, sosialisasi birokrasi dan perizinan, dan promosi.
Diharapkan dengan adanya aplikasi ini tidak hanya memberikan edukasi terhadap
pengguna, namun juga memberi dampak positif terhadap perkembangan budaya dan
teknologi juga para pelaku seni di Indonesia.

Kata Kunci: budaya, globalisasi, remaja, teknologi, I-Care.

viii
1

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Indonesia dikenal sebagai negara majemuk, yang terdiri dari berbagai


suku,ras,kepercayaan dan budaya. Hal ini didukung dengan data dari Badan Pusat
Statistik(BPS) Republik Indonesia pada tahun 2000 jumlah suku di Indonesia
sebanyak 1.128 suku bangsa dengan komposisi 1.072 etnik dan sub-etnik (Sumber:
www.bps.go.id). Kemajemukan ini merupakan kekayaan yang menjadi daya tarik
sekaligus menjadi ciri khas Negara Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan
keberadaannya karena merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyang bangsa
Indonesia.
Generasi muda merupakan pilar utama bangsa yang akan menjadi garda terdepan
bagi perubahan bagi bangsa. Namun,saat ini kesadaran akan nasionalisme di kalangan
generasi muda Indonesia menjadi permasalahan. Norma-norma serta nilai-nilai
budaya yang merupakan identitas bangsa semakin terkikis dan mulai tergantikan oleh
pengaruh budaya asing yang masuk lewat arus globalisasi. Globalisasi merupakan
suatu proses masyarakat dunia menuju suatu keadaan tekait dan saling
ketergantungan dalam berbagai aspek kehidupan, baik politik,sosial,ekonomi dan
budaya. Kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi
pendukung dari keberadaan arus Globalisasi.
Berdasarkan hasil jajak pendapat Litbang Kompas mengenai “Bangga menjadi
orang Indonesia” pada 14-15 Agustus 2012, Responden yang menyatakan bangga
jadi orang Indonesia mencapai 65,9% sedangkan pada tahun 2017 mengalami
penurunan sekitar 27,6% (Sumber: www.kompasiana.com) . Hal tersebut dapat
diartikan semakin kurangnya rasa nasionalisme di kalangan generasi muda di
Indonesia. Pengaruh globalisasi ini menimbulkan goncangan sosial atau culture shock
yaitu suatu keadaan dimana masyarakat tidak mampu menahan berbagai pengaruh
kebudayaan luar sehingga terjadi ketimpangan dalam kehidupan masyarakat. Oleh
2

karena itu perlu digalakan kembali kepekaan sosial terhadap warisan budaya
Indonesia agar kelestarian dan kecintaan terhadap budaya lokal dapat terjaga dari arus
globalisasi. Selanjutnya, penyusun melakukan survei minat terhadap seni di daerah
Bandung dengan persentase 60% dewasa, 25% anak-anak, dan 15% remaja. Peristiwa
tersebut menandakan bahwa masih jarang anak-anak terutama remaja sebagai
generasi penerus bangsa dalam ikut serta melakukan pelestarian budaya lokal. Begitu
pun dengan pendapatan para pelaku seni yang hanya sebatas mengandalkan
kesejahteraannya dari hasil penjualan produk atau jasa kepada masyarakat yang
datang ke tempat mereka berjualan.
Melihat permasalahan tersebut, dibutuhkan suatu inovasi yang dapat menangani
permasalahan tentang budaya. Dengan berkembangan penggunaan smartphone di
Indonesia maka era digital menjadi peluang dalam memajukan kebudayaan bangsa
dan dapat menyeimbangkan antara perkembangan zaman dengan kebudayaan.
Melihat keadaan tersebut maka penyusun menggagas sebuah ide untuk membuat
suatu aplikasi yang bernama I-Care. I-Care merupakan suatu aplikasi android yang
digunakan untuk memberikan edukasi dan interaksi dengan pelaku seni yang ada di
Indonesia. Misalnya dalam salah satu fitur yang ada dalam aplikasi ini yaitu
Invitation Culture yang berarti para pengguna aplikasi dapat mendatangkan pelaku
seni baik itu musik, tari, atau pun yang lainnya yang ada dalam fitur I-Care. Tujuan
dari fitur ini yaitu untuk meningkatkan produktivitas pelaku seni baik lokal maupun
nasional dan menambah pendapatan terhadap pelaku seni.
Selain itu, aplikasi ini juga dapat digunakan di dalam kegiatan sosial ,seperti
penggalangan dana untuk membangun sanggar kesenian dan bakti sosial kepada
masyarakat yang kurang mampu. Diharapkan dengan keberadaan aplikasi I-Care ini
dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal dan kelestarian
budaya lokal di Indonesia dapat dilestarikan.
1.2 Rumusan Masalah
Dari permasalahan yang telah di kemukakan di atas, maka penyusun membuat sebuah
perumusan masalah yaitu, Bagaimana pengaruh dari adanya aplikasi I-Care terhadap
kebudayaan di Indonesia?
3

1.3 Tujuan
1. Menghasilkan produk/prototype program I-Care
2. Mensosialisasikan program I-Care kepada pelaku seni
3. Menerapkan program I-Care kepada para pelaku seni
1.4 Manfaat
1. Bagi Akamemisi
Karya tulis ini diharapkan dapat memberikan sumber informasi terkait
peran I-Care terhadap kebudayaan lokal.
2. Bagi Pelaku Seni
Memberikan peluang untuk dapat mengembangkan kebudayaannya
dalam kancah nasional
3. Bagi Masyarakat
Memberikan wawasan dan interaksi dengan pelaku seni dalam
melestarikan kebudaaan lokal.
4

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tingkat Kesadaran dan Kepedulian Masyarakat Terhadap Kesenian


Indonesia
Indonesia merupakan negeri yang termasyhur akan kekayaan seni akan seni
dan budayanya. Keberadaan kesenian merupakan salah satu warisan leluhur yang
menjadi kekayaan hingga saat ini. kesenian di Indonesia terus mengalami
perkembangan seiring dengan berkembangnya peradaban manusia. Namun, tak
sedikit pula kesenian yang mengalami kepunahan karena kurangnya usaha
pelestarian. Apresiasi terhadap seni pertunjukan juga sangat memberi dampak
signifikan terhadap eksistensi kesenian di Indonesia. Di sisi lain, peranan berbagai
pihak juga diperlukan untuk melestarikan kesenian di Indonesia serta meningkatkan
apresiasi masyarakat terhadap budaya kesenian.
Dilihat dari fungsi, tujuan, dan manfaat apresiasi salah satunya adalah
mengembangkan inovasi, kreasi dan estetika. Maka, jika kita lihat dari perkembangan
salah satu cabang kesenian yakni seni pertunjukan di Indonesia sendiri telah
mengalami berbagai tahapan-tahapan seiring berlangsungnya era modern. Masuknya
era modern menimbulkan pergeseran tujuan dan gerakan pada seni pertunjukan.
Misalnya, jika sebelumnya seni pertunjukan diadakan untuk suatu upacara atau ritual
tertentu, kini seni pertunjukan digunakan sebagai sarana hiburan dan objek
wisatawan. Sedangkan pergeseran gerakan terjadi karena seni pertunjukan di era
modern telah mengalami penambahan, perubahan, akulturasi gerakan dan
mengesampingkan nilai sakral yakni lebih mengutamakan kebebasan individu yang
tidak lagi terikat pada pola dan aturan tertentu.
Kurangnya upaya pelestarian dan rendahnya tingkat apresiasi masyarakat tak
jarang menimbulkan kepunahan pada seni pertunjukan. Hal ini sering terjadi pada
seni pertunjukan tradisional di Indonesia. Para generasi muda Indonesia masih
memiliki tingkat kepedulian dan ketertarikan yang rendah pada budaya-budaya seni
pertunjukan lokal di daerah mereka.
5

Maka, langkah yang kemudian perlu dicanangkan adalah pemberdayaan.


Pemberdayaan adalah bentuk dari proses perubahan sosial menuju arah masyarakat
yang hidup lebih dan sejahtera. Salah satu ciri utama dari pemberdayaan adalah
meniktikberatkan pada peran dan partisipasi masyarakat sejak dari proses
perencanaan sampai dengan pelaksanaan dan pemeliharaan.

2.2 Penggunaan Aplikasi Mobile di Indonesia


Saat ini, tren aplikasi mobile mengarah pada tidak hanya sekedar kebutuhan
akan konten hiburan atau utilitas, namun juga menjadi bagian dalam pemenuhan
kebutuhan sehari – hari, informasi, dan lain sebagainya. Kun Arief Cahyantoro,
pengamat e-commerce asal Institut Teknologi Bandung (ITB), pada tahun kemarin
mengatakan bahwa tahun 2016 adalah tahun emas bagi pertumbuhan aplikasi mobile.
Ia mengatakan “Aplikasi mobile diperkirakan dapat (tumbuh) mencapai 45% yang
akan memberikan manfaat yang besar terhadap peningkatan industri e-commerce di
Indonesia. Melalui aplikasi mobile, bahkan perusahaan penyedia barang dan jasa akan
memiliki kemampuan untuk mendeteksi segmentasi pasar yang lebih fokus yang
diharapkan dapat meningkatkan jumlah transaksi jual-beli.” Magnus Ekbom, CEO
Lazada Indonesia mengungkapkan, “Sekitar 85% pengguna smartphone di Indonesia
memiliki 10-15 aplikasi mobile dan hingga sekitar 10% memiliki lebih dari 40
aplikasi mobile. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan kepada konsumen kami,
masyarakat Indonesia biasanya mengunduh aplikasi baru setiap sebulan sekali...”.
Maka dalam hal ini, maraknya penggunaan aplikasi mobile dapat diberdayakan untuk
tujuan positif lainnya. Berikut adalah hasil riset penggunaan smartphone di Asia.
6

Gambar 2.1 Hasil riset Google tentang penggunaansmartphone di Asia (digelar 2015)

2.3 Konsep yang Dipakai dalam Sistem Kerja Aplikasi


Secara garis besar, konsep yang dipakai merupakan memanfaatkan
penggunaan aplikasi yaitu dengan memberikan edukasi dan interaksi dengan pelaku
seni yang ada di Indonesia. Selain itu, aplikasi ini juga dapat digunakan dalam
kegiatan sosial seperti penggalangan dana untuk membangun sanggar kesenian dan
bakti sosial kepada masyarakat yang kurang mampu. Aplikasi ini bukan sebatas
aplikasi tentang bacaan mengenai kebudayaan yang ada di Indonesia tapi aplikasi ini
diharapkan mampu merubah pola pikir terutama remaja supaya tidak hanya ber media
sosial yang sering dibuka dan di lihat, namun kebudayaannya juga dapat dilestarikan
keadaannya dengan penggunaan aplikasi ini.

2.4 Solusi yang Pernah Dilakukan


Solusi yang pernah dilakukan dalam hal pelestaran kesenian Indonesia adalah
seperti yang tertuang dalam Jurnal Ilmiah tentang Rancang Bangun Aplikasi Mobile
Sebagai Media Pelestarian Lagu Tradisional dan Nasional Indonesia Berbasis
Android (Shoful, Dyina : 1 Maret 2015). Namun, aplikasi tersebut hanya sebatas
pengenal lagu nasional dan tradisional. Sedangkan dalam aplikasi yang kami sajikan
mencakup berbagi jenis kesenian, melihat tingkat kesadaran masyarakat terhadap
kesenian yang telah mengalami pergesaran.
7

2.5 Peluang Pemasaran Produk


Dari hasil riset Google bersama TNS Australia tersebut, sejumlah peluang
membentang. Peluang itu datang mulai dari bisnis aplikasi hingga segmen
penggunaannya. Patut digarisbawahi adalah fakta bahwa begitu banyak orang
Indonesia memakai telepon genggam sebagai peranti komunikasi utama.
Terlebih lagi, penggunaan telepon genggam juga mencakup aktivitas mengambil foto,
pencarian informasi, dan komunikasi. Penting bagi penyedia layanan aplikasi untuk
menyediakan tuntunan yang runut bila ingin aplikasi besutannya laris di kawasan ini.
Berpikir kreatif dengan menghasilkan aplikasi terintegrasi dari kebutuhan
penggunaan itu, akan menjadi pintu “penglaris”.

Gambar 2.2 Riset Google dan TNS Australia mendapati tren situs yang paling
banyak dibuka di kawasan Asia, berdasarkan negara
Riset ini dilakukan pada Juni 2015 (Blog Google) Hasil riset Google dan TNS
Australia ini setidaknya mendapatkan konfirmasi dari penuturan Odi, mahasiswa
jurusan Teknik Mesin Universitas Tarumanegara, Jakarta. Lewat video yang
diunggah dalam situs indonesiadigitalnation.com, dia mengatakan smartphone adalah
jendela bagi dia memasuki ranah media sosial. "Hampir setiap saat (mengakses
8

internet). Di gadget, apalagi. Buka sosmed, browsing sesuatu yang baru," ujar Odi.
Namun, dia mengaku kemajuan teknologi informasi berikut peranti telekomunikasi
mobile juga membukakan pintu bagi pencarian ilmu tanpa batas.
9

BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Berdasarkan jenisnya, penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan
menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu salah satu pendekatan yang secara primer
menggunakan paradigma pengetahuan berdasarkan pandangan konstruktivist (seperti
makna jamak dari pengalaman individual, makna yang secara sosial dan historis
dibangun dengan maksud mengembangkan suatu teori atau pola) atau pandangan
advokasi/parsipatori (seperti orientasi politik, isu, kolaboratif, atau orientasi
perubahan) atau keduanya. (Emzir, 2009). Karya tulis ini dibuat dengan melakukan
penelitian survei sederhana karena penelitian ini hanya menganalisis fenomena-
fenomena yang berhubungan dengan objek penelitian secara sederhana. Dengan jenis
penelitian tersebut, kami menggunakan pendekatan kualitatif untuk memperoleh data
deskriptif yang akan digunakan untuk menjawab permasalahankebudayaan akibat
dampak globalisasi di Indonesia.
3.2 Teknik dan Prosedur Penelitian
Teknik penulisan karya tulis ini adalah dengan cara studi literatur, yaitu
mengumpulkan data-data yang memberikan gambaran mengenai permasalahan yang
dianalisis, yaitu data-data kualitatif dengan menguraikan, menjabarkan, dan
merangkai objek-objek yang diteliti dalam rangkaian kalimat pada setiap bagian dari
pembahasan. Prosedur dan sistematika penulisan karya tulis ini didasarkan pada
Panduan Loya Login 2017.
3.3 Jenis Data dan Analisis Data
Jenis data yang digunakan dalam karya tulis ini adalah data kualitatif.Data
kualitatif merupakan serangkaian data yang didapat dari hasil penelitian masih
merupakan fakta-fakta verbal, atau berupa keterangan-keterangan (Muhammad
Teguh, 1999).Data yang kami peroleh juga merupakan data sekunder, yaitu data yang
diperoleh dari pihak kedua melalui situs-situs di internet, buku-buku, jurnal dan lain
sebagainya.
10

3.4 Tahapan Penulisan


Penulisan Karya Tulis ini terdiri dari enam tahap. Berikut merupakan skema
tahap penulisan :

Identifikasi dan
Studi Pendahuluan Studi Pustaka
Perumusan Masalah

Penarikan
Pengumpulan Data
Kesimpulan

Gambar 3.1 Skema Tahapan Penulisan


11

BAB IV
POTENSI BISNIS

4.1 Deskripsi Alat


Secara garis besar I-Care merupakan suatu aplikasi yang digunakan untuk
memberikan edukasi dan interaksi dengan pelaku seni yang ada di Indonesia. Selain
itu, aplikasi ini juga dapat digunakan dalam kegiatan sosial seperti penggalangan
dana untuk membangun sanggar kesenian dan bakti sosial kepada masyarakat yang
kurang mampu. I-Care bukan sebatas aplikasi tentang bacaan mengenai kebudayaan
yang ada di Indonesia tapi aplikasi ini diharapkan mampu merubah pola pikir
terutama remaja supaya tidak hanya ber media sosial yang sering dibuka dan di lihat,
namun kebudayaannya juga dapat dilestarikan keadaannya dengan penggunaan
aplikasi ini.

Gambar 4.1. Tampilan I-Care


Di dalam aplikasi ini terdapat beberapa menu utama, diantaranya Indonesian
Culture, Invitation Culture, Donation, dan Documentation. Dalam Indonesian
Culture berisi tentang jenis-jenis kebudayaan yang ada di Indonesia fiturnya yaitu
tentang daerah mana yang akan kita ketahui kebudayaannya. Invitation Culture berisi
promosi kebudayaan daerah masing-masing, misalnya ada suatu kebudayaan musik di
daerah jawa barat maka akan muncul beragam komunitas yang telah ter database di
aplikasi tersebut dan jika ingin mengundang kebudayaan tersebut ke daerah luar dapat
12

mengirim undangan kepada komunitas tersebut disesuaikan dengan kapan


kebudayaann tersebut akan didatangkan ke daerah yang akan diundang. Donation
yaitu mengenai penggalangan dana untuk membangun sanggar-sanggar seni yang
rusak atau membutuhkan dana untuk dibangun juga untuk membantu antar sesama
manusia dengan menyumbangkan dana yang terkumpul kepada yang membutuhkan
atau yang sedang terkena musibah. Dan terakhir, Documentation yaitu fitur yang
berisi foto-foto hasil pertunjukan seni dari berbagai daerah dan menampilkan hasil
pengumpulan dana sebagai transparansi kepada pengguna aplikasi pun juga
menampilkan hasil-hasil dari pembangunan sanggar seni dan kegiatan bakti sosial
lainnya.

Gambar 4. 2. Tampilan Menu Utama


4.2 Cara Kerja Alat
Untuk mengoperasikan aplikasi ini dapat dengan mudah dilakukan. Terlebih
dahulu harus mengunduh di playstore untuk versi android atau pun smartphone.
Setelah terunduh atur bahasa yang akan digunakan, kemudian aplikasi akan terbuka
dengan tampilan utama dan langsung masuk ke menu utama. Untuk mengoperasikan
misalnya salah satu menu utama yaitu Invitation Culture, klik terlebih dahulu menu
tersebut kemudian akan muncul sub menu seperti kesenian musik, tari, rupa, dan
lukis. Setelah mengklik salah satu kesenian maka akan muncul beberapa komunitas
seni yang ada di daerah tersebut dan setelah menentukan salah satu komunitas
13

tersebut akan muncul kolong undangan untuk menentukan waktu penyelenggaraan


kebudayaan tersebut.

Gambar 4. 3. Proses Invitation Culture


Untuk proses yang lainnya dalam menu-menu utama sama halnya dengan Invitation
Culture hanya dengan mengikuti bagian-bagian yang ada di menu atau pun sub menu
maka pengoperasion aplikasi ini dapat dengan mudah dilakukan.

4.3 Keunggulan dan Kebermanfaatan dari Teknologi yang Sudah Ada


Dari berbagai aplikasi budaya dan kesenian yang ada saat ini, kebanyakan
menampilkan tampilan budaya dan kesenian di berbagai daerah di Indonesia.
Dibandingkan dengan aplikasi I-Care ini penulis membuat perbedaan dengan adanya
hubungan dengan para pelaku seni dan berbagai komunitas seni yang ada di
Indonesia tujuannya untuk meningkatkan produktivitas dari para pelaku seni karena
saat ini orang-orang hanya mengenal kebudayaannya saja tanpa tahu bagaimana
kebudayaan itu dilakukan. Dengan aplikasi ini pun pengguna dapat ikut serta dalam
berbagai kegiatan seperti bakti sosial dan membangun sanggar serta dapat
mengundang kesenian ke dalam daerahnya dari luar daerah. Tentunya menjadi
keuntungan baik itu untuk pengguna atau pun pelaku seni selain sebagai upaya
melestarikan budaya lokal, semua kalangan pun dapat berkontribusi dalam ikut serta
14

peran aktif dalam meningkatkan eksistensi kebudayaan di Indonesia dengan


menampilkan langsung kebudayaan tersebut.

4.4 Peluang Keberlanjutan Alat


Melihat situasi pasar dalam dunia digitalisasi saat ini tidak ada seperti yang
penulis buat, maka peluang untuk dapat bersaing dengan produk lain sangatlah
terbuka. Dengan aplikasi ini semua kalangan dapat memiliki keuntungan misalnya
pengguna aplikasi dapat menambah wawasan mengenai kebudayaan dan kesenian
yang ada di Indonesia dapat menampilkan kebudayaan yang ada di luar daerahnya
dan bisa berkontribusi dalam pembangunan kesenian yang ada di Indonesia serta
dapat saling membantu sesama manusia dengan melakukan bakti sosial. Selain itu,
untuk para pelaku seni dengan adanya aplikasi ini dapat meningkatkan produktivitas
seni dan menambah penghasilan mereka yang saat ini mengandalkan penghasilan dari
orang-orang yang datang ke tempat mereka menjual produk/jasa mereka. Untuk
servernya sendiri dengan adanya aplikasi ini dapat memberikan pelayanan sebagai
bukti kecintaannya terhadap kebudayaan dan kesenian yang ada di Indonesia,
keuntungan dari adanya aplikasi ini dapat didapat dengan adanya hubungan antara
pelaku seni dengan pengguna aplikasi ketika akan mengundang kebudayaan di daerah
lain.

4.5 Cara Mempromosikan Alat ke Masyarakat


Untuk mempromosikan aplikasi ini tentunya harus di dukung oleh berbagai
pihak mulai dari membuat database dari berbagai daerah sampai kepada perizinan
pembuatan aplikasi ini. Berikut merupakan alur dari teknik implementasi aplikasi I-
Care :
15
Open Recrutment

Pembuatan Aplikasi

Pengujian Aplikasi

Sosialisasi Birokrasi dan


Perizinan

Promosi

Media Cetak Media Elektronik

Gambar 4.4 Skema Teknik Implementasi


Penjelasannya:
1. Open recruitment, bertujuan untuk merekrut berbagai kalangan terutama remaja
yang tergerak untuk melestarikan kebudayaanya dengan membuat suatu Start Up
dan kalangan seniman, komunitas atau pelaku seni sebagai database yang akan
dimasukan dalam aplikasi ini.
2. Pembuatan aplikasi, untuk membuat aplikasi ini tentunya membutuhkan waktu
yang tidak sedikit mulai dari perencanaan data sampai kepada analisis program
membutuhkan berkali-kali pengujian. Yang normalnya pembuatan aplikasi
membutuhkan waktu 3-5 bulan tergantung kepada kerumitan aplikasi yang dibuat.
3. Pengujian aplikasi, dalam pengujian penulis akan melakukan uji lapangan dengan
langsung menerapkannya di smartphone apakah dapat berjalan dengan baik atau
tidak, jika tidak harus ada perbaikan dalam pembuatan aplikasi ini.
16

4. Sosialisasi birokrasi dan perizinan, tentunya untuk memasarkan produk harus ada
izin terlebih dahulu dari pemerintah setempat. Maka penulis akan bekerjasama
dengan pemerintah dinas kebudayaan untuk dapat merealisasikan produk yang
akan penulis rilis kepada masyarakat. Tidak hanya itu untuk memasarkannya pun
penulis akan mendaftar dan melakukan registrasi kepada playstore supaya dapat di
unduh oleh berbagai pihak dari smartphone setiap orang.
5. Promosi, untuk mempromosikan produk ini penulis melakukan dua jalur yaitu
dengan media cetak dan media sosial. Dalam media cetak penulis mempromosikan
produknya melalui Koran, pamflet, dll. Sedangkan dalam media sosial yang
banyak digandrungi oleh para remaja saat ini seperti fb, instagram, line, dll.
Pemasangan promosi dalam berbagai media tentunya tidak sebatas pemasangan
iklan promosi, penulis juga melakukan promosi kepada masyarakat langsung
untuk lebih mengenalkan aplikasi ini kepada masyarakat langsung dengan bekerja
sama dengan pemerintah dan pelaku seni yang telah terdaftar di aplikasi ini.

4.6 Pengaruh adanya Aplikasi I-Care


4.6.1 Pengaruh sosial
Dengan adanya aplikasi ini pengguna dapat mendapatkan feedback selain
pengetahuan tentang keberagaman budaya dan seni di Indonesia, pengguna juga dapat
berinteraksi dengan pelaku seni dan membantu melakukan pembangunan dan bakti
sosial terhadap sesama manusia. Selain itu, dilihat dari pelaku seni dengan adanya
aplikasi ini dapat meningkatkan jam terbang mereka untuk mengenalkan kebudayaan
kepada dunia luar baik itu di dalam negeri atau pun di luar negeri.
4.6.2 Pengaruh ekonomi
Dalam aplikasi ini dengan adanya bantuan terhadap pembangunan sanggar
seni maka kehidupan dan perkembagan kebudayaan dan kesenian akan terus berjalan.
Selain itu, seniman juga dapat menambah penghasilan mereka dengan menampilkan
kebudayaan kepada semua orang jika di undangan ke daerah lain dengan demikian
tidak hanya mengandalkan penghasilan dari itu-itu saja.
4.6.3 Pengaruh lingkungan
17

Dengan adanya aplikasi ini semua kalangan dapat berkontribusi dalam


melestarikan dan mengenalkan kebudayaan baik itu dalam negeri atau pun luar
negeri. Selain dapat meningkatkan produktivitas dan meningkatkan kehidupan
berkebudayaan di Indonesia aplikasi ini diharapkan dapat memberikan dampak yang
lebih terhadap berbagai kalangan dan dimana pun tempatnya. Menghidupkan kembali
kebudayaan berarti menghidupkan juga para pelaku seni, dengan adanya interaksi
maka kehidupan berbudaya akan terasa tanpa mengkhawatirkan kepunahan jati diri
bangsa ini.
18

BAB V
PENUTUP

5.1 Simpulan
Budaya merupakan aset bangsa, kelestarian dan nilai-nilai yang terkandung di
dalamnya harus selalu tetap dijaga. Dengan perkembangan teknologi dalam dunia
globalisasi budaya dan kesenian di Indonesia semakin mengkhawatirkan keadaannya
ditambah dengan para generasi muda yang tidak mau lagi berkontribusi dalam
melestarikan kebudayaan negerinya sendiri di bandingkan dengan kebudayaan luar
yang selalu dinanti-nantikan penampilannya. Pemahaman dan wawasan tentang
budayanya pun tidak banyak yang tau keadaannya sekarang. Para pelaku seni yang
kesejahteraannya serba terbatas akibat jasa/produk seninya kalah bersaing dengan
produk atau jasa dari kebudayaan luar akibat derasnya arus globalisasi.
Dari permasalahan di atas, I-Care merupakan solusi dari peristiwa yang sedang
terjadi saat ini. Aplikasi ini dapat memberikan wawasan ke setiap pengguna
smartphone dan menciptakan kerjasama antara pengguna dengan para pelaku seni.
Sehingga dengan demikian para pelaku seni dapat menerima bahkan menambah
penghasilan dan kesejahteraan dari adanya aplikasi ini. Fitur yang ada di dalam
Aplikasi ini diantarnya: Indonesian Culture, Invitation Culture, Donation, and
Publication. Indonesian Culture bertujuan untuk memberikan wawasan kepada
pengguna aplikasi dalam mengetahui keragaman budaya. Indonesia Culture bertujuan
untuk menciptakan hubungan antara pengguna aplikasi dan pelaku seni. Donation
bertujuan untuk memberikan bantuan kepada yang mendapatkan musibah dan
membangun sangar-sanggar seni yang rusak atau membangun untuk pengembangan
bakat seni. Dan terakhir Publication yang bertujuan untuk menampilkan hasil-hasil
pengumpulan dana sebagai transparansi dan menampilkan hasil-hasil penampilan dari
berbagai suku adat untuk menarik para pelaku aplikasi di Dunia Modern.
Dampak yang diharapkan dari adanya aplikasi ini yaitu dapat memberikan
pengaruh terhadap kebudayaan di Indonesia tidak hanya mengenalkan kebudayaan
namun juga seni dan budaya tersebut dapat membawa lokalitas jati diri bangsa ke
19

berbagai wilayah di Indonesia bahkan luar negeri untuk dikenalkan terkait


kebudayaannya. Selain itu, para pelaku seni pun dapat meningkatkan kesejahteraan
dan produktivitas dari aplikasi ini dengan penampilannya ke berbagai wilayah. Maka
I-Care tidak hanya mengenalkan budaya lokal namun juga memberikan dampak
positif terhadap para pelaku seni di Indonesia.

5.2 Saran
1. Bagi Masyarakat
Masyarakat dalam hal ini para pelaku seni. Dapat menjadi bagian dari Aplikasi I-
Care.
2. Bagi Pemerinah
Memberikan dukungan terhadap Implementasi Aplikasi I-Care, dalam
meningkatkan kebudaayan di Indonesia.
20

Rujukan:

Nagata, Erfina. (2016). Tingkat Apresiasi Seni Pertunjukan di Indonesia. [online]


file: http://www.kompasiana.com/erfinanagata/tingkat-apresiasi-seni-pertunjukan-di-
indonesia_574e8aa2377b61a406239b2d. (Diakses 26 September 2017)

Soehartini dkk (2009). Model-model Pemberdayaan Masyarakat. Yogyakarta:


Pustaka Pesantren

Akbar, Dayu. (2016). 2016 Jadi Tahun Emas Pertumbuhan Tingkat Penggunaan
Aplikasi Mobile. [online] file: https://infokomputer.grid.id/2016/02/berita/berita-
reguler/aplikasi-mobile-lazada-indonesia-turut-mendorong-tingginya-tingkat-
penggunaan-aplikasi-mobile-di-indonesia/(Diakses 26 September 2017)

Annisa, Palupi. (2015).Mau Tahu Hasil Riset Google Soal Penggunaan


“Smartphone” di Indonesia. [online] file:

Al Fatta, Hanif. (2007). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Keunggulan


Bersaing Perusahaan dan Organisasi Modern. Yogyakarta: C.V.Andi Offset.

Shoful Imam, Dyina. (2015). Rancang Bangun Aplikasi Mobile sebagai Media
Pelestarian Lagu Tradisional dan Nasional Indonesia Berbasis Android. (Jurnal
Ilmiah)

Yetti. (2014). Pengaruh Budaya Asing Terhadap Remaja Indonesia. [online] file:
http://www.kompasiana.com/yetti05/pengaruh-budaya-asing-terhadap-remaja-
indonesia_54f9373fa33311b77f8b4877. (Diakses 26 September 2017)

Rustandi, Yuyus. (2011). Masyarakat dan Kesenian Indonesia. Bogor: Pusat Studi
Hukum dan Demokrasi Fakultas Hukum Universitas Pakuan
21

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

• IdentitasDiri
1. NamaLengkap SigitAgungMardani
2. JenisKelamin Laki-Laki
3. Program Studi PendidikanTeknikMesin
4. NIM 1506352
5. TempatdanTanggalLahir Cianjur, 17-Maret-1997
6. Alamat Dahlia rt/rw 04/06 No. 102 Kel. IsolaKec. Sukasari
Bandung
7. Email sigitagungm@student.upi.edu
8. HP 0896-7829-5432

• Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA/SMK
Institusi SDN GADIS II SMPN II CIPARAY SMAN I CIPARAY
CIPARAY
Jurusan - - IPA
TahunMasuk-Lulus 2003-2009 2009-2012 2012-2015

• Prestasi Yang Pernah Diraih

No. JenisPenghargaan Tahun Institusi


1 Juara II Essay 2017 UniversitasPendidikanIndonesia

2 Insan Putra Berbudaya I 2017 UniversitasUdayana

3 Delegate of Indonesia Initiative 2017 Inspirator Indonesia


Leader Forum

Demikian Bandung, 10–Agustus-2017


Daftar Riwayat Hidup Ini Pendaftar,
saya buat dengan
sebenarnya untuk
memenuhi salah satu
persyaratan Pendaftaran
LOYALOGIN 2017 ( SigitAgungMardani )
22

• IdentitasDiri

1. NamaLengkap Muhamad Rafi Anggara


2. JenisKelamin Laki-Laki
3. Program Studi Pendidikan Teknik Elektro
4. NIM 1605527
5. TempatdanTanggalLahir Tasikmalaya, 14-November 1997
6. Alamat Kp. Sukarame 06/11 Desa Soreang Kec. Soreang Kab.
Bandung
7. Email muhamadrafianggara@student.upi.edu
8. HP 0895-3449-3577-1

• Riwayat Pendidikan

SD SMP SMA/SMK
Institusi SD Negeri Cibiru SMP Negeri 2 Soreang SMK Negeri 1
Katapang
Jurusan - - Teknik Elektronika
Industri
TahunMasuk-Lulus 2004-2010 2010-2013 2013-2016

• Prestasi Yang Pernah Diraih

No. JenisPenghargaan Tahun InstitusiPemberiPenghargaan


1 PeraihJuara 1 LombaMenulisEsai Parade 2017 KementrianPertahanan Wilayah Jawa Barat
Cinta Tanah Air se-Jawa Barat
2 PeraihJuaraHarapan 1 LombaDiskusi 2017 KementrianPertahanan Wilayah Jawa Barat
Parade Cinta Tanah Air se-Jawa Barat
3 PeraihJuara 3 LKTI DPTE UPI 2017 DepartemenPendidikanTeknikElektro UPI
PeraihJuara 1 Pos Indonesia Creative
4 Writing Challenge (KategoriCerpen) 2016 PT. POS Indonesia dan Bandung Ekspres
wisataSingapura
PeraihJuara 1
5 SidangLaporanPrakerinBerbahasaInggris 2015 SMKN 1 Katapang
SMKN 1 Katapang
DinasPendidikandanKebudayaanKabupaten
PeraihJuara 1 DebatBahasaInggris LKS Bandung
6 2014
SMK se-Kabupaten Bandung bekerjasamadenganKelompokKerjaKepalaSekolah
SMK Kabupaten Bandung
23

Penerimabeasiswa program Culture


DinasPendidikandanKebudayaanKabupaten
Exchange TourdanTraining
7 2014 Bandung danAdelaide Institute of Business and
Organisation di Adelaide, Australia
Technology (AIBT)
Selatan
PeraihJuara 3 PentasCeritaRemajaIslami Kementrian Agama
8 (Ceris) Pentas PAI SMK Tingkat 2014 danDinasPendidikandanKebudayaanKabupaten
Kabupaten Bandung Bandung
PeraihJuara 2 LombaMembacaSajak se- DinasPendidikandanKebudayaanKabupaten
9 2012
Kabupaten Bandung (Kategori Putra) Bandung
DinasPendidikanBalaiPengembanganBahasa
10 PeraihJuaraHarapan 2 LombaMengarang 2009
Daerah Jawa Barat

Demikian Bandung, 10–Agustus-2017


Daftar Riwayat Hidup Ini Pendaftar,
saya buat dengan
sebenarnya untuk
memenuhi salah satu
persyaratan Pendaftaran
LOYALOGIN 2017 (Muhamad Rafi Anggara)
24
25