Anda di halaman 1dari 155

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KESIAPAN

KERJA SISWA KELAS XII SMK N 12 BANDUNG

SKRIPSI

diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Sarjana


Pendidikan Departemen Pendidikan Teknik Mesin

oleh

Moh Agung Nugraha


NIM 1403128

DEPARTEMEN PENDIDIKAN TEKNIK MESIN


FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
2018
MOH AGUNG NUGRAHA

IDENTIFIKASI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KESIAPAN


KERJA SISWA KELAS XII SMK N 12 BANDUNG

disetujui dan disahkan oleh pembimbing:

Pembimbing I

Dr. Bambang Darmawan, M.M.


NIP. 196201181989031003

Pembimbing II

Drs. Ariyano, M.T.


NIP. 196408041994021001

Mengetahui
Ketua Departemen Pendidikan Teknik Mesin

Dr. Bambang Darmawan, M.M.


NIP. 196201181989031003

i
Pernyataan Tentang Keaslian Skripsi

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi dengan judul “identifikasi faktor-
faktor yang memengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung” ini
beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya saya sendiri. Saya tidak
melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara-cara yang tidak sesuai
dengan etika ilmu yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini,
saya siap menanggung resiko/sanksi apabila di kemudian hari ditemukan adanya
pelanggaran etika keilmuan atau ada klaim dari pihak lain terhadap keaslian karya
saya ini.

Bandung, Desember 2018


Yang membuat pernyataan,

(Moh Agung Nugraha)

ii
UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat ALLAH SWT, dengan rahmat


dan karunia-Nya sehingga skripsi ini dapat penulis selesaikan dengan baik.
Skripsi ini diajukan untuk memenuhi persyaratan untuk memperoleh gelar sarjana
pada Departemen Pendidikan Teknik Mesin Universitas Pendidikan Indonesia,
dengan judul skripsi yaitu “Identifikasi Faktor-faktor yang Memengaruhi
Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII SMK N 12 Bandung”.
Skripsi ini tidak akan terselesaikan tanpa bantuan, kritik, saran dan juga
dorongan dari berbagai pihak. Dalam kesempatan ini, dengan segala kerendahan
hati dan penuh rasa hormat teriring doa dan rasa syukur penulis ucapkan terima
kasih kepada:
1. Bapak Dr. Bambang Darmawan, M.M., selaku ketua Departemen Pendidikan
Tekik Mesin UPI dan dosen pembimbing I yang telah meluangkan banyak
waktunya dan penuh kesabaran membimbing dan mengarahkan penulis dalam
penyelesaian skripsi ini.
2. Bapak Drs. Ariyano, M.T., selaku dosen pembimbing II yang telah
meluangkan banyak waktunya dan penuh kesabaran membimbing dan
mengarahkan penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
3. Bapak Dr. Dedi Rohendi, M.T., selaku Ketua Program Studi S1-Pendidikan
Teknik Mesin FPTK UPI.
4. Bapak, Ibu, Abang dan Kakak tercinta yang selama ini selalu memberikan
dukungan baik moril maupun materi serta memotivasi dan memberikan doa
yang tulus yang senantiasa tercurah selama penyusunan skripsi ini.
5. Sahabat-sahabat terbaik yang selama penyusunan skripsi ini selalu
memberikan dukungan, semoga skripsi kalian juga segera selesai kawan.
6. Teman-teman Pendidikan Teknik Mesin FPTK UPI Angkatan 2014,
terkhusus teman-teman konsentrasi Produksi dan Perancangan, terima kasih
atas dukungannya yang tanpa kalian sadari telah membantu penulis
menyelesaikan skripsi ini.

iii
Penulis menyadari bahwa terdapat banyak kekurangan selama pembuatan
laporan ini. Masukan dan kritik akan selalu disambut dengan baik. Penulis
berharap agar skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca
umumnya, terutama untuk kontribusi keilmuan.

Bandung, Desember 2018

Penulis

iv
ABSTRAK

Moh Agung Nugraha (1403128): Identifikasi Faktor-faktor yang Memenga-


ruhi Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII SMK N 12 Bandung

Dilihat dari data keterserapan lulusan SMK N 12 Bandung, bahwa lulusan yang bekerja
sesuai bidang keahlian (relevan) lebih sedikit dibandingkan dengan yang bekerja tidak
sesuai bidang keahlian (tidak relevan). Beberapa penyebab utama permasalahan tersebut
yaitu ketersediaan lapangan kerja yang terbatas serta siswa tidak lolos seleksi kerja.
Penyebab siswa tidak lolos seleksi kerja salah satunya yaitu kesiapan kerja siswa yang
kurang baik. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor dominan yang
memengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran
2018/2019, sehingga diharapkan pihak-pihak terkait dapat lebih memerhatikan fator-
faktor tersebut. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan
kuantitatif. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis faktor. Analisis
faktor adalah sebuah teknik yang digunakan untuk mencari faktor-faktor yang mampu
menjelaskan hubungan atau korelasi antara berbagai variabel independen yang
diobservasi. Sampel dalam penelitian berjumlah 120 siswa. Pengumpulan data dilakukan
dengan angket. Berdasarkan hasil penelitian, faktor yang paling dominan memengaruhi
kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran 2018/2019 yaitu
faktor 1 yang terbentuk dari variabel pengetahuan, keterampilan, minat, kurikulum,
materi pembelajaran, rekan sebaya, dan bimbingan vokasional. Implikasinya, maka
variabel-variabel tersebut perlu mendapatkan perhatian yang lebih dari pihak-
pihak terkait seperti sekolah, keluarga, maupun diri siswa sendiri guna mencapai
kesiapan kerja siswa yang baik. Sehingga siswa akan lebih mampu untuk
berkompetisi di dunia industri.

Kata Kunci: kesiapan kerja, faktor dominan, analisis faktor.

v
ABSTRACT

Moh Agung Nugraha (1403128): Identification of Factors Affecting Work


Readiness of Class XII Students of SMK N 12 Bandung

Viewed from absorption data, graduates of SMK N 12 Bandung, that graduates who work
in the relevant field of expertise (relevant) are less than those who work not in accordance
with the field of expertise (irrelevant). Some of the main causes of these problems are the
limited availability of jobs and students not qualifying for employment. The cause of the
students did not pass the work selection, one of them was poor work readiness of
students. The purpose of this study is to find out the dominant factors that influence the
work readiness of class XII students of SMK N 12 Bandung in the academic year
2018/2019, so that the relevant parties are expected to pay more attention to these factors.
The research method uses descriptive methods with quantitative approaches. Data
analysis used in the research is factor analysis. Factor analysis is a technique used to look
for factors that can explain the relationship or correlation between the various
independent variables observed. The sample in the study amounted to 120 students. Data
collection is done by questionnaire. Based on the results of the study, the most dominant
factor influences the work readiness of class XII students of SMK N 12 Bandung in the
2018/2019 academic year, which is factor 1 is formed from variables of knowledge,
skills, interests, curriculum, learning material, peers, and vocational guidance.

Keywords: work readiness, dominant factor, factor analysis.

vi
DAFTAR ISI

Halaman Pengesahan ............................................................................................ i


Halaman Pernyataan Tentang Keaslian Skripsi .................................................... ii
Halaman Ucapan Terima Kasih ........................................................................... iii
Abstrak ................................................................................................................ v
Daftar Isi............................................................................................................ vii
Daftar Tabel........................................................................................................ ix
Daftar Gambar ..................................................................................................... x
Daftar Lampiran.................................................................................................. xi
BAB I Pendahuluan ............................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang Penelitian ........................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah Penelitian ...................................................................... 4
1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................................ 4
1.4 Manfaat Penelitian ...................................................................................... 4
1.5 Struktur Organisasi Skripsi ......................................................................... 5
BAB II Kajian Pustaka ......................................................................................... 7
2.1 Kesiapan Kerja ........................................................................................... 7
2.1.1 Pengertian Kesiapan Kerja ................................................................... 7
2.1.2 Ciri-ciri Siswa yang Memiliki Kesiapan Kerja ................................... 10
2.1.3 Faktor-faktor yang Memengaruhi Kesiapan Kerja .............................. 12
2.2 Tinjauan tentang Sekolah Menengah Kejuruan ......................................... 26
2.2.1 Pengertian Sekolah Menengah Kejuruan ............................................ 26
2.2.2 Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan ................................................. 26
2.2.3 Struktur Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan Program
Teknologi Pesawat Udara.................................................................. 28
2.3 Penelitian Relevan .................................................................................... 30
2.4 Posisi Teoritis ........................................................................................... 32
2.5 Kerangka Berpikir .................................................................................... 33
BAB III Metode Penelitian ................................................................................ 35
3.1 Desain Penelitian ...................................................................................... 35
3.2 Partisipan.................................................................................................. 35

vii
3.3 Populasi dan Sampel ................................................................................. 36
3.3.1 Populasi............................................................................................. 36
3.3.2 Sampel .............................................................................................. 36
3.4 Instrumen Penelitian ................................................................................. 36
3.4.1 Teknik Pengumpulan Data ................................................................. 37
3.4.2 Pengujian Instrumen Penelitian (Angket) ........................................... 38
3.5 Prosedur Penelitian ................................................................................... 38
3.6 Analisis Data ............................................................................................ 41
BAB IV Temuan dan Pembahasan ..................................................................... 45
4.1 Temuan .................................................................................................... 45
4.1.1 Populasi dan Sampel .......................................................................... 45
4.1.2 Kontrol Terhadap Jawaban Responden .............................................. 46
4.1.3 Deskripsi Data ................................................................................... 50
4.1.4 Analisis Data ..................................................................................... 53
4.2 Pembahasan .............................................................................................. 63
4.2.1 Identifikasi Faktor-faktor yang Memengaruhi Kesiapan Kerja Siswa
Kelas XII SMK N 12 Bandung .......................................................... 63
4.2.2 Faktor Dominan yang Memengaruhi Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII
SMK N 12 Bandung .......................................................................... 81
BAB V Simpulan, Implikasi dan Rekomendasi .................................................. 83
5.1 Simpulan .................................................................................................. 83
5.2 Implikasi .................................................................................................. 83
5.3 Rekomendasi ............................................................................................ 84
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 86

viii
DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Data Keterserapan Alumni SMK N 12 Bandung Tahun Pelajaran 2017
/2018.................................................................................................... 2
Tabel 2.1 Struktur kurikulum SMK/MAK bidang keahlian teknologi dan reka-
yasa program keahlian teknologi pesawat udara ................................. 29
Tabel 3.1 Jumlah Siswa Kelas XII SMK N 12 Bandung T.P 2018/2019 ............. 45
Tabel 4.2 Rincian Responden (Sampel) .............................................................. 46
Tabel 4.3 Kontrol Variabel Taraf Intelegensi ..................................................... 47
Tabel 4.4 Hasil Analisis (Kesimpulan) ............................................................... 48
Tabel 4.5 Hasil Analisis (Kesimpulan) ............................................................... 49
Tabel 4.6 Hasil Analisis (Kesimpulan) ............................................................... 50
Tabel 4.7 Pengonversian Data Prestasi Belajar ................................................... 51
Tabel 4.8 Deskripsi Data Statistik ...................................................................... 51
Tabel 4.9 Hasil Communalities .......................................................................... 55
Tabel 4.10 Total Variance Explained ................................................................. 57
Tabel 4.11 Rotated Component Matriks ............................................................. 59
Tabel 4.12 Component Transformation Matrix................................................... 60
Tabel 4.13 Component Matriks .......................................................................... 60
Tabel 4.14 Penamaan Faktor .............................................................................. 63

ix
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir .......................................................................... 34


Gambar 3.1 Prosedur Penelitian ......................................................................... 40
Gambar 4.1 Scree Plot ....................................................................................... 58

x
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1.1 Berita Acara Seminar Proposal Skripsi ......................................... 92


Lampiran 1.2 Surat Tugas .................................................................................. 93
Lampiran 1.3 Kartu Bimbingan .......................................................................... 95
Lampiran 1.4 Surat Pengantar Penelitian ............................................................ 97
Lampiran 1.5 Surat Pengantar Validasi Angket Penelitian .................................. 98
Lampiran 1.6 Kisi-kisi Angket Penelitian ......................................................... 100
Lampiran 1.7 Hasil Validasi (Judgement) Angket Penelitian ............................ 105
Lampiran 2.1 Kontrol Variabel Taraf Intelegensi ............................................. 115
Lampiran 2.2 Kontrol Variabel Pengetahuan .................................................... 119
Lampiran 2.3 Kontrol Variabel Keterampilan................................................... 121
Lampiran 2.4 Rekap Data Hasil Penelitian ....................................................... 124
Lampiran 2.5 Data Untuk Analisis Faktor di SPSS ........................................... 130
Lampiran 2.6 Hasil Analisis Tahap 1 ............................................................... 133
Lampiran 2.7 Hasil Analisis Tahap 2 ............................................................... 135
Lampiran 3.1 Surat Bukti Penelitian ................................................................. 142
Lampiran 3.2 Dokumentasi (foto-foto) ............................................................. 143

xi
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian


Pendidikan adalah usaha sadar manusia untuk melakukan proses
pembelajaran yang menjadikan peserta didik aktif mengembangkan dirinya guna
memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan dan akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan untuk dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara. Inilah pengertian pendidikan seperti yang
disebutkan Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional pasal 1 ayat 1. Pendidikan dapat menjadi salah satu
upaya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (Muna dan Sutjiroso,
2012, hlm. 1). Hal ini sejalan dengan Undang-undang Republik Indonesia No. 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 yang menyatakan bahwa:
Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif,
mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung
jawab.
Salah satu pendidikan formal tingkat menengah di Indonesia yaitu Sekolah
Menengah Kejuruan (SMK). Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan
suatu lembaga pendidikan formal yang mempersiapkan lulusannya untuk
memasuki dunia kerja dan memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan
industri (Rustandi, 2017, hlm. 232). “Pendidikan kejuruan bertujuan untuk
meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta
keterampilan untuk hidup mandiri, dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai
dengan program kejuruannya” (Hidayat, 2016, hlm. 247).
SMK N 12 Bandung merupakan sekolah kejuruan bidang studi keahlian
teknologi dan rekayasa yang berkonsentrasi pada program keahlian teknologi
pesawat udara, dimana pada awal berdirinya bernama STM Penerbangan Negeri
Bandung. Jurusan yang ada di SMK N 12 Bandung yaitu Pemesinan Pesawat

1
2

Udara (PPU), Konstruksi Rangka Pesawat Udara (KRPU), Konstruksi Badan


Pesawat Udara (KBPU), Elektronika Pesawat Udara (EPU), Kelistrikan Pesawat
Udara (KPU), dan Airframe Power Plant (AP). SMK N 12 Bandung memiliki visi
“Menjadi sekolah unggul berwawasan lingkungan untuk menghasilkan tenaga
mekanik bertaraf internasional di bidang manufaktur dan maintenance pesawat
udara yang berjiwa entrepreuneur dengan menjunjung iman dan taqwa”. Adapun
data terbaru keterserapan lulusan SMK N 12 Bandung tahun pelajaran 2017/2018
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1.1 Data Keterserapan Alumni SMK N 12 Bandung
Tahun Pelajaran 2017/2018

Kompetensi Jumlah Bekerja Bekerja di


No Bekerja Lain-lain
Keahlian Lulusan (Relevan) PT. DI

1 Pemesinan PU 72 47 25 15 2
2 Kontruksi BPU 69 40 29 15 2
3 Kontruksi RPU 64 47 17 15 1
4 Kelistrikan PU 67 44 23 12 1
5 EPU 66 37 29 6 0
6 AP 69 48 21 21 1
Jumlah 407 263 144 84 7
(%) (100%) (65%) (35%) (32%) (8%)
(sumber: Hubin SMK N 12 Bandung)
Berdasarkan visi SMK N 12 Bandung, dimana menyiapkan lulusannya
menjadi mekanik profesional di bidang manufaktur dan perawatan pesawat udara,
nampaknya masih belum tercapai sepenuhnya. Terlihat dari data di atas, bahwa
lulusan yang bekerja sesuai bidang keahlian (relevan) lebih sedikit dibandingkan
dengan yang bekerja tidak sesuai bidang keahlian (tidak relevan), yaitu sebesar
32% dari data siswa yang bekerja. Sebagai salah satu contoh, dapat dilihat dari
data lulusan SMK N 12 Bandung yang bekerja di PT. Dirgantara Indonesia
(Persero) yaitu sebesar 8% (7 orang) dari yang bekerja sesuai bidang keahlian
(relevan). Rizqi (2016, hlm. 208) mengemukakan “ketatnya persaingan di dunia
kerja disebabkan oleh tingginya angka tenaga kerja, sedangkan lapangan
pekerjaan yang ada sangatlah terbatas”. Berdasarkan hasil wawancara penulis
dengan wakil kepala sekolah SMK N 12 Bandung bidang hubungan industri,
3

beliau menyatakan bahwa hal utama yang menjadi permasalahan terhadap


sedikitnya jumlah lulusan yang bekerja sesuai bidang keahlian (relevan) yaitu
ketersediaan lapangan kerjanya yang terbatas serta siswa tidak lolos seleksi kerja.
Beliau menyebutkan seleksi kerja yang dilakukan oleh perusahaan umumnya ada
beberapa tahap, diantaranya yaitu seleksi administrasi, tes kemampuan
dasar/umum dan psikotes, wawancara, serta tes kesehatan, jarang perusahaan yang
mengetes kemampuan bidang keahlian siswa yang dipelajarinya di sekolah secara
langsung (seperti: mengelas, membubut, mengoperasikan komputer untuk
mengerjakan tugas dengan aplikasi tertentu, dan lainnya). Beliau pun
menambahkan hal lain yang menyebabkan siswa tidak lolos seleksi kerja salah
satunya yaitu kesiapan kerja siswa yang kurang baik.
Siswa yang memiliki kesiapan kerja yang baik, salah satu contohnya yaitu
siswa tersebut akan bisa lolos seleksi kerja atau dapat bekerja di perusahaan yang
ingin dimasukinya. Seperti pada saat seleksi kerja dimana terdapat tes kemampuan
dasar dan psikotes, yang mana siswa tidak mempelajari apa yang akan diteskan
tersebut di sekolah, maka untuk siswa yang memiliki kesiapan kerja yang baik
tentunya hal tersebut akan dipersiapkan dengan baik. Selanjutnya, siswa yang
memiliki kesiapan kerja yang baik apabila sudah diterima bekerja di perusahaan
akan mempunyai mental kerja yang baik, dimana siswa tersebut siap menjalani
pekerjaan yang akan ditempuh dengan baik sesuai dengan tugasnya. Sofyan
(1992, hlm. 4) mengemukakan bahwa “kesiapan kerja adalah suatu kemampuan
seseorang untuk menyelesaikan suatu pekerjaan sesuai dengan ketentuan, tanpa
mengalami kesulitan dan hambatan dengan hasil maksimal, dengan target yang
telah ditentukan”. Banyaknya faktor yang memengaruhi kesiapan kerja siswa,
khususnya siswa kelas XII SMK N 12 Bandung. Maka perlu adanya penelitian
tentang hal tersebut, sehingga akan diperoleh faktor-faktor dominan yang
memengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung, hal inilah yang
akan menjadi fokus daripada penelitian ini. Berdasarkan pemaparan di atas,
penulis tertarik melakukan penelitian yang akan penulis tuangkan dalam sebuah
penulisan skripsi dengan judul “identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi
kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung”.
4

1.2 Rumusan Masalah Penelitian


Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan, maka rumusan
masalah dalam penelitian ini yaitu faktor-faktor dominan apa yang memengaruhi
kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung?

1.3 Tujuan Penelitian


Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam
penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan faktor-faktor dominan yang
memengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung.

1.4 Manfaat Penelitian


Bertitik tolak dari tujuan yang dikemukakan di atas, maka setelah
penelitian ini dilakukan, diharapkan memiliki manfaat sebagai berikut:
1. Manfaat teoritis:
Temuan penelitian ini berguna sebagai referensi bagi sekolah dalam
merencanakan program-program dalam rangka menyiapkan lulusan SMK N 12
Bandung yang memiliki kesiapan kerja yang baik, dengan berdasarkan pada
faktor-faktor dominan yang memengaruhinya.
2. Manfaat praktis:
a. Bagi siswa:
Sebagai motivasi untuk menyiapkan diri agar kesiapan kerja bisa terasah
sedini mungkin, sehingga saat masuk ke dunia kerja mempunyai bekal yang
matang.
b. Bagi sekolah:
Diharapkan dapat memberikan informasi yang dapat dijadikan untuk
pembenahan, mulai dari segi pembelajaran, sarana dan prasarana, serta
hubungan dengan industri untuk menunjang dalam rangka menyiapkan
lulusan yang siap terjun di dunia kerja.
c. Bagi guru:
Sebagai tambahan informasi dalam menyusun materi yang akan diberikan
kepada siswa, sehingga guru dapat menyisipkan unsur tentang kesiapan
memasuki dunia usaha dan dunia industri kepada siswa.
5

d. Bagi peneliti:
- Menambah wawasan dan pengetahuan bagi peneliti sebagai calon guru
dan orang tua.
- Menambah pengalaman dalam hal penelitian.
- Dapat menjalin hubungan baik dengan sekolah.

1.5 Struktur Organisasi Skripsi


Bagian ini memuat sistematika penulisan skripsi disertai dengan
memberikan gambaran kandungan setiap bab. Struktur organisasi/sistematika
penulisan skripsi ini yaitu sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini memuat latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan
penelitian yang merupakan jawaban dari rumusan masalah, manfaat dari
penelitian ini, serta struktur organisasi/sistematika penulisan skripsi.
BAB II KAJIAN PUSTAKA
Bab ini berisi penjelasan tentang teori-teori dari berbagai sumber yang
mendukung dan berkaitan dengan topik penelitian. Teori-teori yang berkaitan
dengan topik penelitian seperti kajian tentang kesiapan kerja dan faktor-faktor
yang memengaruhinya. Pada bab ini pula dipaparkan beberapa penelitian
terdahulu yang relevan yang dijadikan peneliti sebagai rujukan, posisi teoritis
penelitian, serta kerangka berpikir disajikan untuk memperkuat penelitian yang
dilakukan.
BAB III METODE PENELITIAN
Bab ini membahas tentang prosedur penelitian dan cara melakukan
penelitian. Isi bab ini yaitu: desain penelitian, partisipan, populasi dan sampel,
instrumen penelitian, prosedur penelitian, dan analisis data.
BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisi temuan dan pembahasan dari data yang didapat dari
penelitian yang sudah dilakukan. Data yang telah di dapat selanjutnya dilakukan
analisis dan hasilnya disajikan secara sederhana dan tersusun agar memudahkan
dalam membacanya, serta dilakukan pembahasan untuk menjawab pertanyaan
yang sudah dirumuskan dalam penelitian.
6

BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI


Bab ini berisi simpulan dari analisis dan pembahasan dari data yang
didapat dalam penelitian. Implikasi dan rekomendasi ditujukan kepada pihak
terkait, seperti siswa, pihak sekolah, dan guru.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Kesiapan Kerja


2.1.1 Pengertian Kesiapan Kerja
Menurut Slameto (2010, hlm. 113) “kesiapan adalah keseluruhan kondisi
seseorang yang membuatnya siap untuk memberi respon/jawaban di dalam cara
tertentu terhadap suatu situasi”. Dapat dikatakan bahwa kesiapan merupakan
penyesuaian kondisi pada saat tertentu untuk memberi respons. Aspek-aspek
kesiapan setidaknya mencakup:
1. Kondisi fisik, mental dan emosional.
2. Kebutuhan-kebutuhan, motif dan tujuan.
3. Keterampilan, pengetahuan dan pengertian lain yang telah dipelajari.
Ketiga aspek tersebut akan berpengaruh terhadap seseorang dalam berbuat
sesuatu. Kondisi fisik yang dimaksud bukan kematangan, melainkan seperti
kondisi fisik temporer (lelah, keadaan, alat indera, dan lain-lain) dan yang
permanen (cacat tubuh). Kondisi mental menyangkut kecerdasan. Kondisi
emosional juga mempengaruhi kesiapan untuk berbuat sesuatu, hal ini karena ada
hubungannya dengan motif (hadiah, hukuman, dll) . Hubungan antara kebutuhan,
motif, tujuan, dan kesiapan, adalah sebagai berikut:
- Kebutuhan ada yang disadari dan ada yang tidak disadari,
- Kebutuhan yang tidak disadari akan mengakibatkan tidak adanya dorongan
untuk berusaha,
- Kebutuhan menimbulkan usaha, sehingga timbul motif,
- Motif tersebut diarahkan kepada tujuan yang ingin dicapai,
- Kebutuhan yang disadari mendorong seseorang untuk siap berbuat, sehingga
jelas ada hubungannya dengan kesiapan.
Prinsip-prinsip kesiapan, menurut Slameto (2010, hlm. 115):
- Semua aspek perkembangan saling memengaruhi.
- Kematangan jasmani dan rohani diperoleh dari pengalaman.
- Pengalaman-pengalaman berpengaruh positif terhadap kesiapan.
- Kesiapan dasar untuk kegiatan tertentu terbentuk dalam masa perkembangan.

7
8

Menurut Dalyono (2009, hlm. 166) mengartikan “readiness sebagai


kesiapan atau kesediaan seseorang untuk berbuat sesuatu”, juga menurut
Cronbach (dalam Dalyono, 2009, hlm. 166) memberi pengertian, “readiness
sebagai segenap sifat atau kekuatan yang membuat seseorang dapat bereaksi
dengan cara tertentu”. Kesiapan seseorang senantiasa mengalami perubahan setiap
hari sebagai akibat dari pertumbuhan dan perkembangan fisiologis, serta adanya
desakan-desakan dari lingkungan seseorang tersebut. Kesiapan seseorang itu
merupakan sifat-sifat dan kekuatan pribadi yang berkembang. Sehingga,
perkembangan ini memungkinkan orang itu untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungannya serta mampu memecahkan persoalan yang dihadapi demi
mencapai suatu hal yang menjadi tujuannya. Berdasarkan uraian yang telah
dipaparkan, penulis menyimpulkan bahwa kesiapan adalah keseluruhan kondisi
seseorang dalam merespon suatu keadaan dalam rangka menyesuaikan diri dengan
lingkungan guna mampu memecahkan persoalan demi mencapai suatu tujuan
yang diinginkan.
Pengertian kerja menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu kegiatan
untuk melakukan sesuatu yang dilakukan atau diperbuat dan sesuatu yang
dilakukan untuk mencari nafkah atau mata pencaharian. Kata kerja merupakan
kata dasar dari bekerja. Menurut Sa’ad (1980, hlm. 45) bekerja mengandung arti
“melaksanakan suatu tugas yang diakhiri dengan buah karya yang dapat dinikmati
oleh manusia yang bersangkutan”. Manusia bekerja karena adanya faktor
pendorong untuk memenuhi kebutuhannya. Aktivitas dalam bekerja mengandung
unsur sosial, menghasilkan sesuatu yang pada akhirnya bertujuan untuk
memenuhi kebutuhannya. Pada hakekatnya, orang bekerja tidak hanya untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya, tetapi juga bertujuan untuk mencapai
taraf hidup yang lebih baik.
Seperti diketahui, bahwa kesiapan kerja terdiri dari dua kata, yaitu
kesiapan dan kerja. Pengertian kesiapan adalah keseluruhan kondisi seseorang
dalam merespon suatu keadaan dalam rangka menyesuaikan diri dengan
lingkungan guna mampu memecahkan persoalan demi mencapai suatu tujuan
yang diinginkan, dan kerja yaitu kegiatan untuk melakukan sesuatu yang
dilakukan atau diperbuat dan sesuatu yang dilakukan untuk mencari nafkah atau
9

mata pencaharian. Menurut Sofyan (1992, hlm. 4) bahwa “kesiapan kerja adalah
suatu kemampuan seseorang untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan
ketentuan tanpa mengalami kesulitan dan hambatan dengan hasil yang maksimal
dan sesuai target yang ditentukan”. Sedangkan menurut Dewa Ketut (dalam
Taufik, 2016, hlm. 56)
Kesiapan kerja adalah kemampuan, keterampilan, dan sikap kerja yang
sesuai dengan tuntutan masyarakat serta sesuai dengan potensi-potensi
siswa dalam berbagai jenis pekerjaan tetentu yang secara langsung dapat
diterapkannya. Kesiapan kerja tergantung pada tingkat kemasakan
pengalaman serta kondisi mental dan emosi yang meliputi kemampuan
untuk bekerja sama dengan orang lain, bersikap kritis, kesediaan menerima
tanggung jawab, ambisi untuk maju serta kemampuan menyesuaikan diri
dengan lingkungan kerja.
Berdasarkan pendapat yang telah dipaparkan, penulis menyimpulkan
bahwa kesiapan kerja adalah keseluruhan kondisi seseorang dengan
kemampuannya untuk melakukan suatu pekerjaan sesuai dengan ketentuan tanpa
mengalami kesulitan dan hambatan dengan hasil yang maksimal dan sesuai target
yang ditentukan. Dapat juga disimpulkan bahwa kesiapan kerja siswa SMK yaitu
kemauan dan kemampuan siswa untuk langsung terjun ke dunia kerja setelah lulus
sekolah tanpa membutuhkan waktu penyesuaian yang lama di lingkungan kerja
dengan didukung oleh kematangan fisik, kematangan mental serta pengalaman
belajar yang sesuai kebutuhan dunia kerja.
Arikunto (dalam Baiti dan Munadi, 2014, hlm. 171) mengemukakan
bahwa “kesiapan kerja sama dengan kemampuan atau kompetensi”, lebih lanjut
dikatakan bahwa kesiapan kerja menyangkut tiga aspek yaitu pengetahuan
(kognitif), keterampilan (psikomotor), dan sikap (afektif). Berdasarkan Undang-
undang Republik Indonesia No. 13 Tahun 2003 pasal 1 ayat 10 dijelaskan bahwa
“kompetensi kerja adalah kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek
pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang
ditetapkan”. Aspek atau ranah yang terkandung dalam konsep kompetensi
menurut Gardon (dalam Mulyasa, 2010, hlm. 38) yaitu:
1. Pengetahuan (knowledge), yaitu kesadaran dalam bidang kognitif.
2. Pemahaman (understanding), yaitu kedalaman kognitif dan afektif yang
dimiliki oleh individu.
10

3. Kemampuan (skill), yaitu sesuatu yang dimiliki oleh individu melakukan tugas
atau pekerjaan yang dibedakan kepadanya.
4. Nilai (value) adalah suatu standar perilaku yang telah diyakini dan secara
psikologis telah menyatu dalam diri seseorang.
5. Sikap (attitude), yaitu perasaan senang, tidak senang, suka, tidak suka atau
reaksi terhadap suatu rangsangan yang datang dari luar.
6. Minat (interest) adalah kecenderungan seseorang untuk melakukan sesuatu
perbuatan.

2.1.2 Ciri-ciri Siswa yang Memiliki Kesiapan Kerja


Menurut Fitriyanto (2006, hlm. 9) ciri-ciri peserta didik yang telah
mempunyai kesiapan kerja adalah bahwa peserta didik tersebut memiliki
pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:
1) Mempunyai pertimbangan yang logis dan objektif. Peserta didik yang telah
memiliki pertimbangan yang logis dan objektif, saat mengambil suatu
keputusan tidak hanya melihat dari satu sudut saja tetapi peserta didik tersebut
akan mempertimbangkan dengan hal-hal yang nalar serta melihat dari
pengalaman.
2) Mempunyai kemampuan dan kemauan untuk bekerja sama dengan orang lain.
Peserta didik dituntut untuk bisa berinteraksi dengan orang banyak untuk
menjalin kerjasama dalam dunia kerja.
3) Mampu mengendalikan diri atau emosi. Pengendalian diri atau emosi sangat
dibutuhkan agar dalam menyelesaikan suatu pekerjaan dapat diselesaikan
dengan baik dan benar.
4) Memilliki sikap kritis. Sikap kritis dibutuhkan untuk dapat mengoreksi
kesalahan yang selanjutnya akan dapat memutuskan tindakan apa setelah
koreksi tersebut. Kritis disini tidak hanya untuk kesalahan diri sendiri tetapi
juga lingkungan dimana ia hidup sehingga memunculkan ide/gagasan serta
inisiatif.
5) Mempunyai keberanian untuk menerima tanggungjawab secara individual.
Tanggungjawab sangat diperlukan oleh para pekerja. Tanggungjawab akan
timbul pada diri peserta didik ketika ia telah melampaui kematangan fisik dan
mental disertai dengan kesadaran yang timbul dari individu tersebut.
11

6) Mempunyai kemampuan beradaptasi dengan lingkungan dan perkembangan


teknologi. Menyesuaikan diri dengan lingkungan terutama lingkungan kerja
merupakan modal untuk dapat berinteraksi dalam lingkungan tersebut, hal ini
dapat diawali sejak sebelum peserta didik terjun ke dunia kerja yang diperoleh
dari pengalaman praktik kerja industri.
7) Mempunyai ambisi untuk maju dan berusaha mengikuti perkembangan bidang
keahlian. Keinginan untuk maju dapat menjadi dasar munculnya kesiapan kerja
karena peserta didik terdorong untuk memperoleh sesuatu yang lebih baik lagi
serta berusaha mengikuti perkembangan bidang keahliannya.
Ciri-ciri kesiapan kerja mencakup beberapa hal. Menurut Robert P. Brady
(dalam Krisnamurti, 2016, hlm. 15), kesiapan kerja mengandung enam unsur yaitu
responsibility, fleksibility, skills, communication, self view, dan health & savety.
1) Responsibility (Tanggung jawab)
Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau
perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab
dalam bekerja tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga tanggung jawab terhadap
rekan kerja, tempat kerja, dan pemenuhan tujuan kerja.
2) Fleksibility (Fleksibilitas)
Pekerja harus mampu menyesuaikan dengan peran serta situasi kerja di
lingkungan yang baru. Pekerja harus sadar bahwa mereka perlu lebih aktif dan
siap beradaptasi dengan perubahan jadwal kerja, tugas, jabatan, lokasi kerja, dan
jam kerja.
3) Skills (Keterampilan)
Keterampilan adalah kemampuan seseorang dalam mengubah sesuatu hal
menjadi lebih bernilai dan memiliki makna. Keterampilan yang harus dimiliki
pekerja mencakup keterampilan makro dan mikro. Keterampilan secara makro
berhubungan dengan pekerjaan, aset, intelektual dan keahlian.
4) Communication (Komunikasi)
Pekerja yang mempunyai kemampuan komunikasi yang baik, akan mampu
mengikuti petunjuk, meminta bantuan, dan menerima umpan balik serta kritik.
Dengan demikian akan tercipta rasa saling menghormati antar pekerja.
12

5) Self view (Pandangan Terhadap Diri)


Kensep diri adalah cara pandang secara menyeluruh tentang dirinya yang
meliputi kemampuan yang dimiliki, perasaan yang dialami, kondisi fisik dirinya
maupun lingkungan dekatnya. Konsep diri merupakan penentu sikap individu
dalam bertingkah laku.
6) Health & Savety (Kesehatan dan Keselamatan)
Seseorang yang siap bekerja harus bisa menjaga kebersihan dan kerapian
diri. Selalu menjaga kesehatan baik fisik maupun mental. Bersedia mematuhi
prosedur penggunaan alat atau mesin demi keselamatan. Menaati peraturan yang
menunjang keselamatan kerja.
Berdasarkan teori yang diuraikan di atas dapat dapat penulis simpulkan
bahwa ciri-ciri kesiapan kerja meliputi, kemampuan beradaptasi dengan
lingkungan, kemauan dan kemampuan untuk bekerja, bertanggungjawab terhadap
pekerjaan, kemampuan berkomunikasi, konsep diri, kesehatan dan keselamatan,
sikap kritis, mempunyai pertimbangan yang logis dan objektif, serta mempunyai
ambisi untuk maju. Kesiapan berkaitan erat dengan kemauan dan kemampuan
individu. Kemauan disebabkan atas ketertarikan individu akan sesuatu. Kemauan
juga muncul akibat keyakinan individu akan dampak positif yang diperoleh jika
memutuskan mengambil pilihan tertentu. Kemauan individu jika didukung dengan
kemampuan yang mereka miliki akan memperoleh hasil yang baik.

2.1.3 Faktor-faktor yang Memengaruhi Kesiapan Kerja


Sofyan (1992, hlm. 8) mengemukakan bahwa faktor yang dapat
memengaruhi kesiapan kerja antara lain: (1) motivasi belajar, (2) pengalaman
praktek luar, (3) bimbingan vokasional, (4) latar belakang ekonomi orang tua, (5)
prestasi belajar sebelumnya, (6) informasi pekerjaan, dan (7) ekspektasi masuk
dunia kerja. Menurut Kartini (dalam Krisnamurti, 2016, hlm. 12),
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja adalah faktor-faktor dari
dalam diri sendiri (intern) dan faktor-faktor dari luar diri sendiri (ekstern).
Faktor-faktor dari dalam diri sendiri meliputi, kecerdasan, keterampilan
dan kecakapan, bakat, kemampuan dan minat, motivasi, kesehatan,
kebutuhan psikologis, kepribadian, cita-cita, dan tujuan dalam bekerja,
sedangkan faktor-faktor dari luar diri sendiri meliputi, lingkungan keluarga
(rumah), lingkungan dunia kerja, rasa aman dalam pekerjaannya,
13

kesempatan mendapatkan kemajuan, rekan sekerja, hubungan dengan


pimpinan dan gaji.
Menurut Sunarto dan Hartono (2008, hlm. 196), faktor-faktor yang
memengaruhi perkembangan kehidupan pendidikan dan karir pada peserta didik
yaitu:
1. Faktor sosial ekonomi
Kondisi sosial ekonomi keluarga banyak menentukan perkembangan
kehidupan pendidikan dan karir anak. Kondisi sosial yang menggambarkan status
orang tua merupakan faktor yang dilihat oleh anak untuk menentukan pilihan
sekolah dan pekerjaan. Faktor ekonomi mencakup kemampuan ekonomi orang tua
dan kondisi ekonomi negara (masyarakat).
2. Faktor lingkungan
Lingkungan disini meliputi tiga macam. (1) lingkungan kehidupan
masyarakat, seperti lingkungan masyarakat perindustrian, pertanian, atau
lingkungan perdagangan. Lingkungan hidup semacam ini akan berpengaruh
kepada anak dalam menentukan jenis karir yang diidamkan. (2) lingkungan
kehidupan rumah tangga, kondisi sekolah yang merupakan lingkungan yang
langsung berpengaruh terhadap kehidupan pendidikan dan cita-cita karir remaja.
(3) lingkungan kehidupan teman sebaya, bahwa pergaulan teman sebaya akan
memberikan pengaruh langsung terhadap kehidupan pendidikan masing-masing
anak.
3. Faktor pandangan hidup
Pandangan hidup merupakan bagian yang terbentuk karena lingkungan.
Seseorang dalam memilih lembaga pendidikan dipengaruhi oleh kondisi keluarga
yang melatarbelakangi hingga kemudian menyatakan cita-cita hidupnya yang
dapat mendatangkan banyak uang.
Menurut Winkel dan Hastuti (2006, hlm. 647) kesiapan kerja disebabkan
oleh berbagai faktor yang meliputi faktor internal dan faktor eksternal, yaitu:
a. Faktor internal meliputi: 1) nilai-nilai kehidupan, 2) taraf intelegensi, 3) bakat
khusus, 4) minat, 5) sifat-sifat, 6) pengetahuan, 7) keadaan jasmani.
b. Faktor eksternal meliputi: 1) masyarakat, 2) keadaan sosial-ekonomi negara
atau daerah, 3) status sosial ekonomi keluarga, 4) pengaruh dari seluruh
14

anggota keluarga, 5) pendidikan sekolah, 6) pergaulan dengan teman sebaya,


dan 7) tuntutan yang melekat pada masing-masing jabatan.
Menurut Slameto (2010, hlm. 64) faktor pendidikan di sekolah yang
memengaruhi belajar peserta didik yaitu: 1) metode mengajar, 2) kurikulum, 3)
relasi guru dengan siswa, 4) relasi siswa dengan siswa, 5) disiplin sekolah, 6) alat
pelajaran, 7) waktu sekolah, 8) standar pelajaran, 9) keadaan gedung, 10) metode
belajar, dan 11) tugas rumah. Sedangkan menurut Wena (dalam Farida, 2010,
hlm. 16) faktor pendidikan sekolah yang memengaruhi kesiapan kerja meliputi:
“1) kelembagaan, 2) kurikulum, 3) materi pembelajaran, 4) strategi mengajar, 5)
kegiatan industri, 6) kegiatan belajar di industri, 7) dunia industri dan sekolah, 8)
kepentingan, 9) pengajar, 10) tempat belajar”.
Berdasarkan teori yang telah dipaparkan, maka penulis menarik
kesimpulan dan merangkum dari pendapat para ahli di atas, bahwa faktor-faktor
yang memengaruhi kesiapan kerja siswa yaitu:
a. Faktor internal: taraf intelegensi, pengetahuan, keterampilan, bakat, minat,
motivasi, keadaan fisik, kebutuhan psikologis, kepribadian, cita-cita.
b. Faktor eksternal: lingkungan keluarga (rumah), kurikulum, materi
pembelajaran, pengajar, sarana dan prasarana belajar, prestasi belajar,
kesempatan mendapatkan kemajuan, rekan sebaya, pengalaman praktek kerja,
bimbingan vokasional, keadaan sosial ekonomi negara atau daerah, status
sosial ekonomi keluarga, informasi pekerjaan.
Terdapat 23 variabel yang termasuk faktor-faktor yang memengaruhi
kesiapan kerja siswa. Penjelasan dari variabel-variabel tersebut adalah sebagai
berikut:
1) Taraf Intelegensi
Super & Cites (dalam Dalyono, 2009, hlm. 182) mengemukakan definisi
intelegensi sebagai berikut: “Intellegence has frequently been defined as the
ability to adjust to the environment or to learn from experience”. (Intelegensi
sering didefinisikan sebagai kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan
atau belajar dari pengalaman). Definisi tersebut dipandang terlalu luas, umum,
kurang operasional, karena itu Garret (dalam Dalyono, 2009, hlm. 183)
mengemukakan definisi intelegensi yang lebih operasional sebagai berikut:
15

“Intellegence, includes at least the abilities demanded in the solution of problems


which require the comprehension and use of symbols”. (Intelegensi itu setidak-
tidaknya mencakup kemampuan-kemampuan yang diperlukan untuk pemecahan
masalah-masalah yang memerlukan pengertian serta menggunakan simbol-
simbol).
2) Pengetahuan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengetahuan berarti
segala sesuatu yg diketahui; kepandaian atau segala sesuatu yg diketahui
berkenaan dengan hal (mata pelajaran). Adapun pengetahuan menurut
Notoatmodjo (dalam Nurhayati, 2015, hlm. 6), ”pengetahuan adalah hasil dari
tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek
tertentu”. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia, yakni indera
pengelihatan, pendengaran, penciuman, rasa, dan raba. Sebagian besar
pengetahuan manusia diperoleh melalui indera penglihatan dan pendengaran.
Pengetahuan menjadi dasar manusia dalam bersikap dan bertindak.
3) Keterampilan
Keterampilan berasal dari kata terampil yang menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) berarti cakap dalam menyelesaikan tugas, mampu dan
cekatan. Robbins (dalam Prastya, 2018) mengatakan keterampilan dibagi menjadi
4 kategori, yaitu: a) basic literacy skill, merupakan keahlian dasar setiap orang
seperti membaca, menulis, berhitung serta mendengarkan; b) technical skill,
merupakan keahlian teknis yang didapat melalui pembelajaran dalam bidang
teknik seperti menggunakan peralatan untuk memperbaiki kendaraan pada bidang
otomotif; c) interpersonal skill, keahlian setiap orang dalam melakukan
komunikasi dengan orang lain seperti mendengarkan seseorang, memberi
pendapat dan bekerja secara tim; d) problem solving: keahlian seseorang dalam
memecahkan masalah dengan menggunakan logika atau perasaanya.
4) Bakat
Conny Semiawan, dkk (dalam Sukardi & Kusmawati, 2010, hlm. 107)
mengartikan bakat sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang
masih perlu dikembangkan atau dilatih. Bakat merupakan kondisi yang dimiliki
individu yang memungkinkan individu itu untuk berkembang pada masa
16

mendatang. Bakat sebagai suatu kondisi pada diri individu yang dengan suatu
latihan memungkinkan mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan.
Kemampuan bawaan ini agar dapat berkembang secara optimal perlu adanya
pengembangan dan latihan tertentu dan juga banyak dipengaruhi oleh faktor
keluarga, lingkungan dan nilai-nilai.
5) Minat
Slameto (2010, hlm. 180) mengemukakan bahwa minat adalah suatu rasa
suka dan ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh.
Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan
bahwa siswa lebih menyukai suatu hal daripada hal lainnya, dapat pula
ditunjukkan melalui partisipasi dalam suatu aktivitas. Siswa yang memiliki minat
terhadap subyek tertentu cenderung untuk memberikan perhatian yang lebih besar
terhadap subyek tersebut. Pada dasarnya minat adalah penerimaan akan suatu
hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat
hubungan tersebut, semakin besar minat. Minat tidak dibawa sejak lahir,
melainkan diperoleh kemudian.
6) Motivasi
Menurut Martin dan Briggs (dalam Wena, 2009, hlm. 32), “motivasi
adalah kondisi internal dan eksternal yang memengaruhi bangkitnya arah serta
tetap berlangsungnya suatu kegiatan atau tingkah laku”. Para ahli membagi
motivasi menjadi dua jenis: a) motivasi intrinsik, yaitu keinginan bertindak yang
disebabkan faktor pendorong dari dalam diri individu; b) motivasi ekstrinsik,
yaitu motivasi yang keberadaannya karena pengaruh rangsangan dari luar.
7) Keadaan Fisik
Keadaan fisik seseorang akan memengaruhi setiap aktivitas yang
dilakukannya. Keadaan fisik yang dimaksud mencakup kesempurnaan fisik dan
kesehatan. Seseorang yang memiliki keadaan fisik yang sempurna, tentu ia akan
mudah melakukan aktivitas sehari-hari. Sedangkan seseorang yang kehilangan
satu tangan atau kaki tentu akan mendapatkan hambatan bila ingin melakukan
suatu aktivitas. Keadaan fisik lainnya yaitu kesehatan, sebagai contoh siswa yang
tidak sehat akan merasa lesu dan kurang bergairah dalam belajar, sehingga
aktivitas belajarnya dapat terganggu.
17

8) Kebutuhan Psikologis
Tindakan yang dilakukan manusia pada hakikatnya adalah untuk
memenuhi kebutuhannya, baik kebutuhan fisik maupun kebutuhan psikis.
Menurut Maslow (dalam Shaleh, 2010, hlm. 190), manusia memiliki lima tingkat
kebutuhan, yaitu: a) kebutuhan fisiologis: kebutuhan dasar yang bersifat primer
dan vital yang menyangkut fungsi-fungsi biologis, seperti kebutuhan pangan,
sandang, papan, kesehatan; b) kebutuhan rasa aman dan perlindungan: seperti
perlindungan dari bahaya dan ancaman, penyakit, perang, kelaparan, dan
perlakuan tidak adil; c) kebutuhan sosial: meliputi antara lain kebutuhan akan
dicintai, diperhitungkan sebagai pribadi, diakui sebagai anggota kelompok, rasa
setia kawan, dan kerja sama; d) kebutuhan akan penghargaan: termasuk kebutuhan
dihargai karena prestasi, kemampuan, pangkat; e) kebutuhan akan aktualisasi diri:
seperti kebutuhan mempertinggi potensi-potensi yang dimiliki, mengembangkan
diri secara maksimum, kreativitas, dan ekspresi diri.
9) Kepribadian
Derlega, Winstead & Jones (dalam Yusuf & Nurihsan, 2008, hlm. 3)
mengartikan kepribadian sebagai “sistem yang relatif stabil mengenai
karakteristik individu yang bersifat internal, yang berkontribusi terhadap pikiran,
perasaan, dan tingkah laku yang konsisten”. Traits (sifat atau karakteristik)
sebagai aspek atau dimensi kepribadian yang terkait dengan karakteristik respon
atau reaksi seseorang yang relatif konsisten (ajeg) dalam rangka menyesuaikan
dirinya secara khas, diartikan juga sebagai kecenderungan bereaksi tehadap
rangsangan dari lingkungan. Setiap traits mempunyai tiga karakteristik: a)
uniqueness (kekhasan dalam berperilaku); c) likeableness, liked (ada yang
disenangi) dan unliked (ada yang tidak disenangi); d) consistency (berperilaku
atau bertindak secara ajeg).
E.B. Hurlock (dalam Yusuf & Nurihsan, 2008, hlm. 12) mengemukakan
bahwa karakteristik penyesuaian yang sehat atau kepribadian yang sehat ditandai
dengan,
a) Mampu menilai diri secara realistik: Individu yang kepribadiannya sehat
mampu menilai diri apa adanya, baik kelebihan maupun kelemahannya.
18

b) Mampu menilai situasi secara realistik: Individu mau menerima kondisi


kehidupan yang dialaminya secara wajar, dia tidak mengharapkan kondisi
kehidupan itu sebagai suatu yang harus sempurna.
c) Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik: Dia tidak menjadi
sombong, angkuh apabila memperoleh prestasi yang tinggi, atau kesuksesan
dalam hidupnya. Apabila mengalami kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan
frustasi, tetapi dengan sikap optimistik (penuh harapan).
d) Menerima tanggung jawab: Individu yang sehat adalah individu yang
bertanggung jawab. Dia mempunyai keyakinan tehadap kemampuannya untuk
mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapinya.
e) Kemandirian: Individu memiliki sifat mandiri dalam cara berpikir dan
bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan
diri serta menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya.
f) Dapat mengontrol emosi: Dia dapat menghadapi situasi frustasi, depresi atau
stres secara positif atau konstruktif, tidak destruktif (merusak).
g) Berorientasi tujuan: Setiap orang mempunyai tujuan yang ingin dicapainya.
Individu yang sehat kepribadiannya dapat merumuskan tujuannya berdasarkan
pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar.
h) Berorientasi keluar: Dia bersifat hormat, empati terhadap orang lain,
mempunyai kepedulian terhadap situasi, atau masalah-masalah lingkungannya
dan bersifat fleksibel dalam berpikir.
i) Penerimaan sosial: Individu dinilai positif oleh orang lain, mau berpartisipasi
aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki sikap bersahabat dengan orang lain.
j) Memiliki filsafat hidup: Dia mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup
yang berakar dari keyakinan agama yang dianutnya.
k) Berbahagia: Individu yang sehat, situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan.
10) Cita-cita
Cita-cita menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yaitu keinginan
(kehendak) yang selalu ada di dalam pikiran, tujuan yang sempurna (yang akan
dicapai atau dilaksanakan).
19

11) Lingkungan Keluarga


Lingkungan keluarga sangat memengaruhi individu pada keluarga
tersebut, khususnya bagi anak. Slameto (2010, hlm. 60) mengemukakan faktor
keluarga yang berpengaruh terhadap anak, diantaranya:
a) Cara orang tua mendidik: Keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama
dan utama. Orang tua yang kurang/tidak memperhatikan pendidikan anaknya,
dapat menyebabkan anak tidak/kurang berhasil dalam belajarnya. Mendidik
anak dengan cara memanjakan juga adalah cara mendidik yang tidak baik.
b) Relasi antaranggota keluarga: relasi antaranggota keluarga yang terpenting
adalah relasi orang tua dengan anaknya, juga relasi anak dengan saudaranya
atau dengan anggota keluarga lain.
c) Suasana rumah: Suasana rumah dimaksudkan sebagai situasi atau kejadian-
kejadian yang sering terjadi di dalam keluarga. Sebagai contoh, agar anak
dapat belajar dengan baik perlu diciptakan suasana yang tenang dan tenteram.
12) Kurikulum
Menurut Undang-undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional, menyebutkan bahwa “kurikulum adalah seperangkat
rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk
mencapai tujuan pendidikan tertentu”. Alexander Inglis (dalam Sanjaya, 2010,
hlm. 14) mengemukakan enam fungsi kurikulum untuk siswa:
a) Fungsi penyesuaian (the adjustive or adaptive function): Fungsi penyesuaian
yang dimaksud adalah bahwa kurikulum harus dapat mengantar siswa agar
mampu menyesuaikan diri dalam kehidupan sosial masyarakat. Kehidupan
masyarakat selalu berubah dan berkembang sesuai dengan perkembangan
zaman. Oleh sebab itu, siswa harus dapat beradaptasi dalam kehidupan
masyarakat yang cepat berubah itu.
b) Fungsi integrasi (the integrating function): Fungsi integrasi dimaksudkan
bahwa kurikulum harus dapat mengembangkan pribadi siswa secara utuh.
Kurikulum diharapkan tidak hanya dapat mengembangkan kemampuan
intelektual atau kecerdasan saja, akan tetapi harus dapat membentuk sikap
20

sesuai dengan sistem nilai yang berlaku di masyarakat, serta dapat memberikan
keterampilan untuk dapat hidup di lingkungan masyarakat.
c) Fungsi diferensiasi (the differentiating function): Kurikulum harus dapat
melayani setiap siswa dengan segala keunikannya. Dapat dipastikan di dunia
ini tidak ada manusia yang sama. Walaupun mungkin keadaan fisik ada yang
sama, akan tetapi belum tentu dilihat dari faktor psikologinya juga sama.
d) Fungsi persiapan (the preparation function): kurikulum harus dapat
memberikan pengalaman belajar bagi anak, baik untuk melanjutkan pendidikan
ke jenjang yang lebih tinggi, maupun untuk kehidupan di masyarakat.
e) Fungsi pemilihan (the selective function): adalah fungsi kurikulum yang dapat
memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk belajar sesuai bakat dan
minatnya. Kurikulum harus menyediakan berbagai pilihan program pendidikan
yang dapat dipelajari.
f) Fungsi diagnostik (the diagnostic function): adalah fungsi untuk mengenal
berbagai kelemahan dan kekuatan siswa, sehingga melalui pengenalan itu
siswa dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.
13) Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran disesuaikan dengan jenjang pendidikan siswa. Untuk
SMK, ada tiga kelompok mata pelajaran: kelompok A, B, dan C. Kelompok A
adalah kelompok mata pelajaran muatan nasional. Mata pelajaran yang termasuk
kelompok A yaitu pendidikan agama dan budi pekerti, pendidikan pancasila dan
kewarganegaraan, bahasa Indonesia, matematika, sejarah Indonesia, bahasa
inggris dan bahasa asing lainnya. Kelompok B adalah kelompok mata pelajaran
muatan kewilayahan. Mata pelajaran yang termasuk kelompok B yaitu seni
budaya, pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan. Kelompok C adalah
kelompok mata pelajaran muatan peminatan kejuruan, dimana pada kelompok ini
mata pelajaran dibagi lagi ke dalam: kelompok C1 (dasar bidang keahlian),
kelompok C2 (dasar program keahlian), dan kelompok C3 (kompetensi keahlian).
14) Pengajar
Pengajar/pendidik yang dimaksud disini yaitu guru. Shabir (2015, hlm.
221) mengemukakan “guru sebagai pendidik profesional bertugas untuk
mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan
21

mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan
formal”. Guru bertanggung jawab terhadap peserta didik, orang tua, masyarakat,
bangsa, negara, dan agama. Guru yang menjalankan tugasnya dengan baik disebut
guru yang profesional, yakni guru yang memiliki kompetensi meliputi pedagogik,
kepribadian, sosial, dan profesional. Slameto (2010, hlm. 97) mengemukakan
secara lebih terperinci tugas guru berpusat pada: a) mendidik dengan memberikan
arah dan motivasi pencapaian tujuan baik jangka pendek maupun jangka panjang;
b) memberi fasilitas pencapaian tujuan melalui pengalaman belajar yang
memadai; c) membantu pencapaian aspek-aspek pribadi seperti sikap, nilai-nilai
dan penyesuaian diri. Guru harus menggunakan banyak metode pada waktu
mengajar. Guru harus mampu menciptakan kegiatan pembelajaran yang
sedemikian rupa sehingga dapat merangsang siswa untuk belajar secara aktif dan
dinamis. Tuntuan guru menurut Slameto (2010, hlm. 100):
a) Dalam mengajar mata pelajaran: Guru dapat menimbulkan minat dan semangat
belajar siswa, memiliki kecakapan memimpin, dapat, menghubungkan materi
pelajaran dengan pekerjaan-pekerjaan praktis.
b) Dalam hubungan siswa dengan guru: Guru dicari oleh siswa untuk memperoleh
nasihat dan bantuan, guru mencari kontak dengan siswa di luar pelajaran, guru
memimpin kegiatan kelompok, guru memiliki minat pelayanan sosial, guru
membuat kontak dengan orang tua siswa.
c) Dalam hubungan guru dengan guru: Guru menunjukkan kecakapan bekerja
sama dengan guru lain, tidak menimbulkan pertentangan, guru menunjukkan
kecakapan untuk berdiri sendiri, guru menunjukkan kepemimpinan yang baik
dan tidak mementingkan diri sendiri.
d) Dalam pencatatan dan penelitian, yaitu guru yang: mempunyai sikap ilmiah
objektif, lebih suka mengukur dan tidak menebak, berminat dalam masalah-
masalah penelitian, efisien dalam dalam pekerjaan tulis menulis, melihat
kesempatan untuk penelitian.
e) Sikap profesional, yaitu guru yang: sukarela untuk melakukan pekerjaan ekstra,
telah menunjukkan dapat menyesuaikan diri dan sabar, memiliki sikap yang
konstruktif dan bertanggung jawab, berkemauan untuk melatih diri, memiliki
semangat untuk memberikan layanan kepada siswa, sekolah dan masyarakat.
22

15) Sarana dan Prasarana Belajar


Sarana dan prasarana adalah komponen penunjang dalam kegiatan belajar
mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sarana dan prasarana
pendidikan terdiri dari ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah,
perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan
berkreasi, termasuk penggunakan media informasi dan komunikasi, serta sumber
belajar lain yang menunjang proses pembelajaran (Kuswana dalam Ariyanto,
2017, hlm. 164).
Hal tersebut sejalan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
No.19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, sarana yang dimaksud
meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber
belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk
menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Sedangkan
Prasarana yang dimaksud meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan
pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang
laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi
daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat
berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses
pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
16) Prestasi Belajar
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dijelaskan bahwa prestasi belajar
merupakan penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan
melalui mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau nilai yang
diberikan oleh guru. Selanjutnya Baiti (2014, hlm. 169) mengemukakan prestasi
belajar adalah hasil belajar yang telah dicapai menurut kemampuan yang
sebelumnya tidak dimiliki, ditandai dengan perkembangan serta perubahan
tingkah laku pada diri seseorang, prestasi belajar ini dapat dinyatakan dalam
bentuk nilai dan hasil tes/ujian.
17) Kesempatan Mendapatkan Kemajuan
Manusia tidak terlepas dari hasrat untuk memenuhi segala kebutuhannya.
Hal tersebut yang memberikan kesempatan bagi setiap individu untuk
mendapatkan kemajuan agar tercapai segala yang diinginkannya. Contoh
23

kesempatan mendapatkan kemajuan dalam hal pekerjaan diantaranya: mendapat


kenaikan gaji, mendapat kenaikan jabatan, dan lain sebagainya. Sedangkan
kesempatan mendapatkan kemajuan bagi siswa di sekolah, salah satunya yaitu
kesempatan untuk berprestasi.
18) Rekan Sebaya
Selain di rumah, siswa menghabiskan banyak waktunya di sekolah.
Interaksi antara siswa pun berlangsung setiap berada di sekolah, baik antara rekan
satu kelas, maupun rekan lain di lingkungan sekolah. Tidak dipungkiri bahwa di
sekolah khususnya dalam satu kelas, siswa bergaul dalam kelompok-kelompok.
Slameto (2010, hlm. 66) mengemukakan, siswa yang mempunyai sifat-sifat atau
tingkah laku yang kurang menyenangkan teman lain, mempunyai rasa rendah diri
atau sedang mengalami tekanan-tekanan batin, akan diasingkan dari kelompok,
sehingga akan mengganggu belajarnya bahkan lebih lagi ia akan malas masuk
sekolah. Menciptakan relasi yang baik antarsiswa adalah perlu, agar dapat
memberikan pengaruh yang positif terhadap belajar siswa. Selanjutnya Slameto
(2010, hlm. 71) mengemukakan, pengaruh-pengaruh dari teman bergaul siswa di
masyarakat lebih cepat masuk dalam jiwanya. Teman bergaul yang baik akan
berpengaruh baik terhadap diri siswa, begitu juga sebaliknya, teman bergaul yang
jelek pasti berpengaruh jelek juga terhadap siswa. Teman bergaul yang tidak baik
misalnya yang suka begadang, keluyuran, pecandu rokok, film, minum-minum,
lebih-lebih lagi teman bergaul lawan jenis yang amoral, pejinah, pemabok, dan
lain-lain, pastilah akan menyeret siswa ke ambang bahaya.
19) Pengalaman Praktek Kerja
Praktik kerja industri merupakan bagian dari program pembelajaran yang
harus dilaksanakan oleh setiap siswa di dunia kerja, sebagai wujud nyata dari
pelaksanaan sistem pendidikan di SMK. Program prakerin disusun bersama antara
sekolah dan dunia kerja dalam rangka memenuhi kebutuhan siswa dan sebagai
kontribusi dunia kerja terhadap pengembangan program pendidikan SMK (Lestari
& Siswanto, 2015, hlm. 64). Menurut Wardiman (dalam Lestari & Siswanto,
2015, hlm. 64), penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dengan pendekatan
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) bertujuan untuk: (a) menghasilkan tenaga kerja
yang memilki keahlian profesional; (b) meningkatkan dan memperkokoh
24

keterkaitan dan kesepadanan antara lembaga pendidikan dan pelatihan kejuruan


dengan dunia kerja; (c) meningkatkan efisiensi penyelenggaraan pendidikan dan
pelatihan tenaga kerja berkualitas profesional; (d) memberi pengakuan dan
penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari pendidikan; (e)
supaya pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan di sekolah sama dengan
tuntutan kompetensi yang harus dimiliki di dunia kerja. Dapat disimpulkan bahwa
tujuan dari prakerin adalah untuk meningkatkan kompetensi siswa supaya dapat
menghasilkan keahlian yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja.
20) Bimbingan Vokasional
Bimbingan vokasional yang dimaksud lebih kepada bimbingan karir yang
merupakan salah satu aspek dari bimbingan dan konseling. Bimbingan karir
bukan merupakan satu-satunya bimbingan yang perlu ditangani. Bimbingan karir
merupakan bimbingan untuk mengarahkan agar seseorang dapat bekerja dengan
baik, senang, dan tekun, diperlukan adanya kesesuaian tuntutan dari pekerjaan
atau jabatan itu dengan apa yang ada dalam diri individu yang bersangkutan.
Tujuan bimbingan karir menurut Walgito (2010, hlm. 202) adalah untuk
membantu para siswa agar:
a) Dapat memahami dan menilai dirinya sendiri yang berkaitan dengan potensi
mengenai kemampuan, minat, bakat, sikap, dan cita-citanya.
b) Menyadari dan memahami nilai-nilai yang ada dalam dirinya dan masyarakat.
c) Mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang berhubungan dengan potensi yang
ada dalam dirinya, serta memahami hubungan usaha dirinya yang sekarang
dengan masa depannya.
d) Menemukan hambatan-hambatan yang ditimbulkan baik oleh dirinya sendiri
maupun faktor lingkungan, serta mencari jalan untuk mengatasi hambatan
tersebut.
e) Para siswa dapat merencanakan masa depannya, serta menemukan karir yang
serasi atau sesuai di kehidupannya.
21) Kondisi Sosial Ekonomi Daerah
Jayanti (2017) mengemukakan bahwa masyarakat sosial saling
berhubungan antara satu dengan yang lain, saling berinteraksi untuk mencapai
tujuan hidup. Akan tetapi, pada interaksi sosial yang negatif akan menjerumuskan
25

ke hal-hal yang negatif pula, contohnya kejahatan baik yang merugikan diri
sendiri maupun orang lain seperti narkoba, miras, dan lain-lain. Sebaliknya
apabila dalam lingkungan sosial terjadi interaksi sosial yang positif maka akan
melahirkan perbuatan atau tingkah laku yang positif pula. Contoh kondisi sosial
adalah masalah pendidikan, masalah kesehatan, ketersediaan pasokan pangan,
pengangguran dan tingkat kejahatan.
Dwipa (2011) mengemukakan maju mundurnya perekonomian suatu
daerah dapat tercermin dari besaran indikator makro ekonomi daerah tersebut.
Indikator tersebut diantaranya: indeks pembangunan manusia (IPM), inflasi,
produk domestik regional bruto (PDRB), jumlah penduduk, laju pertumbuhan
penduduk, jumlah pengangguran, laju pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk
miskin, dan kesempatan kerja.
22) Status Sosial Ekonomi Keluarga
Slameto (2010, hlm. 63) mengemukakan bahwa keadaan ekonomi
keluarga erat hubungannya dengan pemenuhan kebutuhan anak, seperti kebutuhan
pokok, misal makan, pakaian, perlindungan kesehatan, juga kebutuhan lain seperti
kebutuhan pendidikan. Jika anak hidup dalam keluarga yang miskin, kebutuhan
pokok anak kurang terpenuhi, sebaliknya keluarga yang kaya raya, orang tua
cenderung memanjakan anaknya. Tingkat pendidikan atau kebiasaan di dalam
keluarga akan memengaruhi sikap anak, sehingga kepada anak perlu ditanamkan
kebiasaan-kebiasaan yang baik.
23) Informasi Pekerjaan
Informasi pekerjaan bagi siswa, khususnya siswa kelas XII SMK adalah
sangat dibutuhkan. Dengan mengetahui informasi pekerjaan, maka siswa dapat
memilih jenis pekerjaan yang disukainya sesuai minat, bakat dan potensi yang ada
dalam dirinya. Menurut Undang-undang Republik Indonesia No.13 Tahun 2003
pasal 8 dijelaskan, dasar informasi ketenagakerjaan antara lain meliputi: penduduk
dan tenaga kerja, kesempatan kerja, pelatihan kerja termasuk kompetensi kerja,
produktivitas tenaga kerja, hubungan industrial, kondisi lingkungan kerja,
pengupahan dan kesejahteraan tenaga kerja, dan jaminan sosial tenaga kerja.
Informasi pekerjaan diperoleh dari pihak terkait, baik institusi pemerintah maupun
swasta, salah satunya melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
26

2.2 Tinjauan tentang Sekolah Menengah Kejuruan


2.2.1 Pengertian Sekolah Menengah Kejuruan
Menurut Rojewski dan Soenarto (dalam Ramadhan dan Soenarto, t.t, hlm.
299) bahwa konsep pendidikan kejuruan pada awalnya adalah menyediakan
pendidikan dan pelatihan untuk kelas pekerja dengan keahlian secara spesifik.
Menurut Undang-undang RI No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional Pasal 15, “Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang
mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu".
Definisi ini mengandung pengertian bahwa pendidikan kejuruan merupakan
pendidikan yang mempersiapkan lulusannya menjadi tenaga terampil sesuai
dengan bidang keahliannya dan mampu bekerja sesuai bidang keahliannya
tersebut. Arti pendidikan kejuruan dijabarkan lebih spesifik dalam Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia No. 29 Tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah
pasal 1 ayat 3 yang menjelaskan bahwa yang dimaksud “pendidikan menengah
kejuruan adalah pendidikan pada jenjang pendidikan menengah yang mengutamakan
pengembangan kemampuan siswa untuk melaksanakan jenis pekerjaan tertentu”,
dan pada pasal 3 ayat 2 dijelaskan bahwa “pendidikan menengah kejuruan
mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki lapangan kerja serta
mengembangkan sikap profesional”.
Evan dan Edwin (dalam Farida, 2010, hlm. 18) mengemukakan bahwa,
“pendidikan kejuruan merupakan bagian dari sistem pendidikan yang
mempersiapkan individu pada suatu pekerjaan atau kelompok pekerjaan”. Penulis
mengambil satu pengertian yang bersifat universal seperti yang dinyatakan oleh
National Council for Research into Vocational Education Amerika Serikat
(NCRVE) (dalam Farida, 2010, hlm. 19), yaitu bahwa “pendidikan kejuruan
merupakan subsistem pendidikan yang secara khusus membantu peserta didik
dalam mempersiapkan diri memasuki lapangan kerja”.

2.2.2 Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan


Penyelenggaraan pendidikan menengah berpedoman pada tujuan
pendidikan nasional, seperti yang disebutkan pada Undang-undang Republik
Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3, yaitu
“…bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia
27

yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab”. Sejalan dengan PP No. 29 Tahun 1990
tentang Pendidikan Menengah pasal 2, bahwa pendidikan menengah bertujuan:
a. Meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada
jenjang yang lebih tinggi dan untuk mengembangkan diri sejalan dengan
perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian;
b. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai anggota masyarakat dalam
mengadakan hubungan timbal-balik dengan lingkungan sosial, budaya
dan alam sekitarnya.
Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesuai UU RI No. 20 Tahun
2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yaitu mempersiapkan peserta didik
terutama untuk bekerja pada bidang tertentu. Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun
1990 tentang Pendidikan Menengah pasal 3 juga menyebutkan bahwa,
“pendidikan menengah kejuruan mengutamakan penyiapan siswa untuk memasuki
lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional”. Hal tersebut sejalan
dengan Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010 pasal 76 ayat 2C menjelaskan
bahwa pendidikan menengah kejuruan bertujuan “membekali peserta didik dengan
kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kecakapan kejuruan para profesi
sesuai dengan kebutuhan masyarakat”. Selanjutnya dalam kurikulum SMK
Dikmenjur (2008, hlm. 9) disebutkan bahwa tujuan pendidikan SMK adalah
untuk:
1. Memasuki lapangan kerja dan mengembangkan sikap profesional
2. Mampu memilih Karir, mampu berkompetisi dan mengembangkan diri
3. Mampu menjadi tenaga kerja tingkat menengah untuk mengisi
kebutuhan dunia usaha/dunia industri saat ini maupun masa yang akan
datang
4. Menjadi tenaga kerja yang produktif, adaptif dan kreatif.
Kuswana (dalam Rizqi, 2016, hlm. 208) mengemukakan, penyelenggaraan
pendidikan SMK bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan,
kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan siap kerja
sesuai dengan bidangnya. Tujuan lainnya adalah untuk menguasai kompetensi
program keahlian dan kewirausahaan, baik untuk memenuhi tuntutan dunia kerja
maupun untuk mengikuti pendidikan tinggi sesuai dengan kejuruannya. Tujuan
SMK ini kemudian dijabarkan dalam tiga rumusan tujuan yaitu: bekerja,
melanjutkan dan berwirausaha (BMW).
28

2.2.3 Struktur Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Kejuruan Program


Keahlian Teknologi Pesawat Udara
Kurikulum SMK dirancang dengan pandangan bahwa SMA dan SMK pada
dasarnya adalah pendidikan menengah, pembedanya hanya pada pengakomodasi-
an minat peserta didik saat memasuki pendidikan menengah. Oleh karena itu,
struktur umum SMK sama dengan struktur umum SMA, yakni ada tiga kelompok
mata pelajaran: kelompok A, B, dan C. Peraturan pemerintah nomor 17 tahun
2010 tentang penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan pasal 80 menyatakan
bahwa:
(1) Penjurusan pada SMK, MAK, atau bentuk lain yang sederajat
berbentuk bidang kahlian.
(2) Setiap bidang keahlian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat
terdiri atas 1 (satu) atau lebih program studi keahlian.
(3) Setiap program studi keahlian dimaksud pada ayat (2) dapat terdiri
atas 1 (satu) atau lebih kompetensi keahlian.
(4) Bidang studi keahlian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri
atas:
a. bidang studi keahlian teknologi dan rekayasa;
b. bidang studi keahlian kesehatan;
c. bidang studi keahlian seni, kerajinan, dan pariwisata;
d. bidang studi keahlian teknologi informasi dan komunikasi;
e. bidang studi keahlian agribisnis dan agroteknologi;
f. bidang studi keahlian bisnis dan manajemen; dan
g. bidang studi keahlian lain yang dibutuhkan masyarakat.
Pada SMK/MAK, mata pelajaran kelompok peminatan (C) terdiri atas:
1) Kelompok mata pelajaran dasar bidang keahlian (C1);
2) Kelompok mata pelajaran dasar program keahlian (C2);
3) Kelompok mata pelajaran dasar paket keahlian (C3).
Mata pelajaran serta KD pada kelompok C2 dan C3 ditetapkan oleh Direktorat
Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk
menyesuaikan dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia usaha dan
industri. Berikut adalah struktur kurikulum SMK/ MAK bidang keahlian
teknologi dan rekayasa program keahlian teknik pesawat udara.
29

Tabel 2.1 Struktur kurikulum SMK/MAK bidang keahlian teknologi dan rekayasa
program keahlian teknologi pesawat udara

KELAS

MATA PELAJARAN X XI XII


1 2 1 2 1 2
A. Muatan Nasional
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti 3 3 3 3 3 3
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 2 2 2 2 2
3. Bahasa Indonesia 4 4 3 3 2 2
4. Matematika 4 4 4 4 4 4
5. Sejarah Indonesia 3 3 - - - -
6. Bahasa Inggris dan Bahasa Asing Lainnya*) 3 3 3 3 4 4
Jumlah A 19 19 15 15 15 15
B. Muatan Kewilayahan
1. Seni Budaya 3 3 - - - -
2. Pendidikan Jasmani, Olah raga & Kesehatan 2 2 2 2 - -
Jumlah B 5 5 2 2
C. Muatan Peminatan Jurusan
C1. Dasar Bidang Keahlian
1. Simulasi dan Komunikasi Digital 3 3 - - - -
2. Fisika 3 3 - - - -
3. Kimia 3 3 - - - -
C2. Dasar Program Keahlian
1. Gambar Teknik 3 3 - - - -
2. Basic Aircraft Technical and Knowledge 4 4 - - - -
3. Keterampilan Dasar (Aircraft Basic Skill) 6 6 - - - -
C3. Kompetensi Keahlian
Pemeliharaan dan Perbaikan Motor dan
1. Rangka Pesawat Udara (Airframe Power - - 31 31 33 33
Plant)
Pemeliharaan dan Perbaikan Instrumen
2. Elektronika Pesawat Udara (Electrical - - 31 31 33 33
Avionics)
Pemesinan Pesawat Udara (Aircraft
3. Machining) - - 31 31 33 33

Konstruksi Badan Pesawat Udara (Aircraft


4. Sheet Metal Forming) - - 31 31 33 33
30

KELAS

MATA PELAJARAN X XI XII


1 2 1 2 1 2
Konstruksi Rangka Pesawat Udara (Airframe
5. - - 31 31 33 33
Mechanics)
Kelistrikan Pesawat Udara (Aircraft
6. - - 31 31 33 33
Electricity)
Elektronika Pesawat Udara (Aviation
7. - - 31 31 33 33
Electronics)
Jumlah C 22 22 31 31 33 33

TOTAL 46 46 48 48 48 48
(sumber: Kurikulum SMK N 12 Bandung)

2.3 Penelitian Relevan


1. Suryadi Muhamad Syarip
Penelitian ini dilakukan di tahun 2018 dengan judul penelitian
“Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja Siswa Teknik
Perbaikan Bodi Otomotif di SMK N 8 Bandung”. Kesimpulan dari penelitian ini
adalah sebagai berikut:
a. Ada dua faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII TPBO
SMK N 8 Bandung, yaitu adalah: (1) faktor satu yang terbentuk dari variabel
motivasi belajar, pengalaman pratek luar, bimbingan vokasional, dan
ekspektasi masuk dunia kerja. (2) faktor dua yang terbentuk dari variabel
informasi pekerjaan, teman sebaya, dan kesempatan mendapatkan kemajuan.
b. Faktor yang paling dominan mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII
TPBO adalah faktor 1 (satu) yang terdiri dari motivasi belajar, pengalaman
pratek luar, bimbingan vokasional, dan ekspektasi masuk dunia kerja.

2. Ipan Nugraha
Penelitian ini dilakukan di tahun 2018 dengan judul penelitian “Faktor-
faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Berwirausaha Siswa SMK N 12
Bandung”. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya minat berwirausaha siswa SMK
N 12 Bandung terdiri dari 4 faktor. Faktor tersebut, yaitu: faktor A terdiri dari
variabel (1) keinginan untuk berprestasi, (2) adanya sifat penasaran, (3)
31

mengikuti latihan bisnis, (4) pendidikan. Faktor B terdiri dari variabel (1)
keberanian menanggung resiko, (2) komitmen terhadap bisnis, (3) pengalaman-
pengalaman bisnis, (4) sumber yang bisa dimanfaatkan. Faktor C terdiri dari
variabel (1) dorongan orang tua, (2) bantuan family. Faktor D terdiri dari
variabel (1) tim yang bisa diajak kerjasama, (2) persaingan dalam kehidupan.
b. Faktor dominan yang mempengaruhi rendahnya minat berwirausaha siswa
SMK N 12 Bandung adalah faktor A, terdiri dari variabel (1) keinginan untuk
berprestasi, (2) adanya sifat penasaran, (3) mengikuti latihan bisnis, (4)
pendidikan.

3. Miqdad Satia Pratama


Penelitian ini dilakukan di tahun 2017 dengan judul penelitian
“Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja Siswa Program
Keterampilan MAN 1 Garut”. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai
berikut:
a. Ada dua faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa program
keterampilan. Kedua faktor tersebut adalah (1) faktor A terdiri dari variabel
motivasi, pengalaman praktek, prestasi belajar, dan ekspektasi masuk kerja,
dan (2) faktor B terdiri dari variabel bimbingan vokasi dan latar belakang
ekonomi orang tua.
b. Faktor yang paling dominan mempengaruhi kesiapan kerja siswa program
keterampilan adalah faktor A yang memberikan kontribusi sebesar 43,253%
terhadap kesiapan kerja siswa program keterampilan MAN 1 Garut.

4. Laela Nur Farida


Penelitian ini dilakukan di tahun 2010 dengan judul penelitian “Analisis
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja Siswa Kelas XI Program
Keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1 Boyolali”. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Hasil Analisis faktor dari 17 indikator mereduksi menjadi 11 yang
mengelompok menjadi 3 faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja siswa kelas
XI program keahlian administrasi perkantoran SMK N 1 Boyolali tahun ajaran
2009/2010. Pengaruh 3 faktor terhadap kesiapan kerja siswa yaitu: faktor 1
32

mampu menjelaskan 38,16% variasi. Faktor 2 mampu menjelaskan 14,5%.


Faktor 3 mampu menjelaskan 9,84% atau ketiga faktor mampu menjelaskan
62,5% variasi dan selebihnya sebesar 37,5% dijelaskan oleh faktor lain yang
tidak masuk dalam model.
b. Besarnya faktor kesiapan kerja yang dominan yaitu faktor pribadi siswa dan
guru dilihat dari nilai persentase kumulatif varian sebesar 69,87%.

5. Dirwanto
Penelitian ini dilakukan di tahun 2010 dengan judul penelitian “Analisis
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja pada Siswa SMK Ma’arif NU
Kesesi Kabupaten Pekalongan Tahun Pelajaran 2007/2008”. Kesimpulan dari
penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Ada 7 faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja pada siswa SMK. Ketujuh
faktor tersebut adalah (1) faktor kemampuan terdiri atas variabel keterampilan,
pengalaman praktik, dan kreativitas, (2) faktor citra diri terdiri atas variabel
pengetahuan, penampilan diri, dan temperamen, (3) faktor pendukung terdiri
atas variabel informasi pekerjaan, kondisi ekonomi keluarga, dan bimbingan
vokasional, (4) faktor akademis terdiri atas variabel kedisiplinan, dan prestasi
belajar, (5) faktor dasar / bawaan terdiri atas variabel nilai-nilai, keadaan fisik,
dan bakat, (6) faktor perilaku terdiri atas variabel sikap, kemandirian, dan
minat, dan (7) faktor cita-cita dan potensi diri terdiri atas variabel ekspektasi
masuk dunia kerja, dan tingkat intelegensi.
b. Faktor yang paling besar mempengaruhi kesiapan kerja pada siswa SMK
adalah faktor kemampuan yang mempunyai eigenvalue 5.515 dan mampu
memberikan kontribusi 26.262% terhadap kesiapan kerja pada siswa SMK.
Faktor ini terdiri dari variabel keterampilan, pengalaman praktek, dan
kreativitas.

2.4 Posisi Teoritis


Posisi teoritis dari penelitian ini yaitu mengetahui faktor-faktor dominan
yang memengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 bandung. Faktor-
faktor yang memengaruhi kesiapan kerja siswa tersebut diperoleh dari pendapat
para ahli kemudian penulis merangkumnya dan dilakukan analisis menggunakan
33

analisis faktor sehingga diperoleh faktor-faktor dominan yang memengaruhi


kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung.
Posisi terhadap penelitian relevan yang telah dipaparkan sebelumnya,
pertama, penelitian ini menggunakan objek penelitian yang berbeda yaitu siswa
kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran 2018/2019. Kedua, variabel yang
termasuk faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan kerja siswa penulis rangkum
dari pendapat para ahli. Ahli tersebut: Sofyan, Kartini, Winkel dan Hastuti, Wena,
maka diperoleh sebanyak 23 variabel yang termasuk faktor-faktor yang
memengaruhi kesiapan kerja siswa, hal ini yang membedakan dari penelitian
relevan sebelumnya.

2.5 Kerangka Berpikir


Kerangka pikir merupakan arahan untuk mendapatkan jawaban atas
permasalahan yang diteliti. Sedangkan jawaban atas permasalahan dalam
penelitian ini yaitu faktor-faktor dominan yang memengaruhi kesiapan kerja siswa
kelas XII SMK N 12 Bandung. Adapun 23 variabel yang telah dirangkum penulis
dari pendapat para ahli yang termasuk faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan
kerja siswa, yaitu: taraf intelegensi, pengetahuan, keterampilan, bakat, minat,
motivasi, keadaan fisik, kebutuhan psikologis, kepribadian, cita-cita, lingkungan
keluarga (rumah), kurikulum, materi pembelajaran, pengajar, sarana dan prasarana
belajar, prestasi belajar, kesempatan mendapatkan kemajuan, rekan sebaya,
pengalaman praktek kerja, bimbingan vokasional, keadaan sosial ekonomi negara
atau daerah, status sosial ekonomi keluarga, informasi pekerjaan. Untuk melihat
lebih jelasnya, kerangka berpikir disajikan sebagai berikut:
34

SMK N 12 Bandung
Siswa kelas
Lulusan yang bekerja
XII
(relevan) < lulusan yang
bekerja (tidak relevan)
Faktor-faktor yang me-
mengaruhi kesiapan kerja
Penyebab
siswa (menurut ahli:
Sofyan, Kartini, Winkel
dan Hastuti, Wena)

Siswa tidak lolos Ketersediaan


Diperoleh sebanyak 23 seleksi kerja lapangan kerja,
variabel: taraf intelegensi, dll
pengetahuan, keterampilan,
bakat, minat, motivasi,
Kesiapan kerja
keadaan fisik, kebutuhan
siswa
psikologis, kepribadian,
cita-cita, lingkungan
keluarga (rumah),
kurikulum, materi
pembelajaran, pengajar,
sarana dan prasarana
belajar, prestasi belajar,
kesempatan mendapatkan
kemajuan, rekan sebaya,
pengalaman praktek kerja,
bimbingan vokasional,
keadaan sosial ekonomi
negara atau daerah, status
sosial ekonomi keluarga,
informasi pekerjaan

Keterangan:
= Fokus Penelitian

Gambar 2.1 Kerangka Berpikir


BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Desain Penelitian


Dalam proses pelaksanaan penelitian ini diperlukan suatu metode yang
tepat, sehingga mendapatkan hasil yang maksimal sesuai dengan tujuan yang
diinginkan, yang dimaksud dalam hal ini yaitu metode penelitian. Sugiyono
(2011, hlm. 3) mengemukakan bahwa, “metode penelitian pada dasarnya
merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan
tertentu”. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa metode penelitian adalah
suatu cara ilmiah yang digunakan peneliti dalam memperoleh data yang valid
untuk memecahkan masalah yang dirumuskan dalam penelitian.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sebagaimana yang
dikemukakan oleh Hadari Namawi (dalam Supianto, 2014, hlm. 4) “metode
deskriptif dapat diartikan sebagai prosedur pemecahan masalah yang diselidiki
yang menggambarkan atau melukiskan suatu keadaan subjek/objek penelitian
(seseorang, lembaga, masyarakat, dan lain-lain) pada saat sekarang berdasarkan
fakta-fakta yang tampak atau sebagai adanya”. Hal ini sejalan dengan pendapat
Sukmadinata (2012, hlm. 72) yang menyatakan bahwa, “penelitian deskriptif
ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang
ada, baik fenomena yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia”. Penelitian
deskriptif ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Semua informasi atau data
diwujudkan dalam bentuk angka dan dianalisis menggunakan statistik. Analisis
statistik pada penelitian ini menggunakan analisis faktor yang terdapat dalam
software SPSS.

3.2 Partisipan
Partisipan pada penelitian ini yaitu SMK N 12 Bandung yang beralamat di
Jl. Pajajaran No. 92, Pamoyanan, Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat 40114.
Pihak partisipan SMK N 12 Bandung dalam penelitian ini diantaranya seperti
siswa kelas XII sebagai objek penelitian, wakasek bidang kurikulum, wakasek

35
36

bidang hubungan industri, wakasek bidang kesiswaan, serta pihak lainnya yang
terkait penelitian ini.

3.3 Populasi dan Sampel


3.3.1 Populasi
Menurut Sugiyono (2014, hlm. 61), “populasi adalah wilayah generalisasi
yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya”. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK N 12
Bandung tahun pelajaran 2018/2019.

3.3.2 Sampel
Sugiyono mengungkapkan (2014, hlm. 62), “sampel adalah bagian dari
jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi”. Penentuan jumlah sampel
menurut Riduwan dan Akdon (2007, hlm. 250), menyebutkan bahwa “ukuran
sampel diharapkan sekurang-kurangnya 15% dari ukuran populasi”.
Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah sampel kuota.
Menurut Arikunto (2006, hlm. 141) menyebutkan bahwa, sampel kuota
merupakan teknik sampling yang dilakukan tidak berdasarkan pada strata atau
daerah, tetapi berdasarkan pada jumlah yang sudah ditentukan. Agar dalam
melakukan pengumpulan datanya mudah, biasanya peneliti menghubungi subyek
yang mudah ditemui, dimana subyek tersebut memenuhi persyaratan ciri-ciri
populasi, tanpa menghiraukan dari mana asal subyek tersebut (asal masih dalam
populasi). Yang penting diperhatikan disini adalah terpenuhnya jumlah (kuota)
yang telah ditetapkan.

3.4 Instrumen Penelitian


Menurut Arikunto (2006, hlm. 160) menjelaskan bahwa, “instrumen
penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam
mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik,
dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis, sehingga lebih mudah diolah”.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu sebagai
berikut:
37

3.4.1 Teknik Pengumpulan Data


1. Kuesioner (Angket)
Kuesioner menurut Sugiyono (2011, hlm. 192) merupakan “teknik
pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan
atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab”. Adapun menurut
Arikunto (2006, hlm. 151), “kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang
digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang
pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui”. Kuesioner atau angket digunakan dalam
penelitian untuk memperoleh data variabel mengenai faktor-faktor yang
memengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung.
Angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket tertutup,
dimana pertanyaan atau pernyataan telah memiliki alternatif jawaban (option),
yang tinggal dipilih oleh responden. Skala yang digunakan dalam angket ini
adalah skala likert. Riduwan & Akdon (2005, hlm. 16) mengemukakan
pembobotan skala likert dengan lima kategori dengan bentuk pernyataan positif,
yaitu:
1) Sangat setuju : diberi bobot 5
2) Setuju : diberi bobot 4
3) Netral : diberi bobot 3
4) Tidak setuju : diberi bobot 2
5) Sangat tidak setuju : diberi bobot 1
Selanjutnya Sukardi (2004, hlm. 146) mengemukakan, berdasarkan kepada
pengalaman di masyarakat Indonesia, ada kecenderungan responden memberikan
pilihan jawaban pada kategori tengah atau netral. Apabila semua responden
memilih pada kategori tengah, maka peneliti tidak memperoleh informasi pasti.
Maka, peneliti dianjurkan membuat tes skala likert dengan menggunakan kategori
pilihan genap, misalnya 4 pilihan, 6 pilihan, atau 8 pilihan.
Berdasarkan keterangan tersebut, skala likert dalam penelitian ini
menggunakan 4 kategori pilihan dengan pembobotan untuk pernyataan positif
sebagai berikut:
1) Sangat setuju : diberi bobot 4
2) Setuju : diberi bobot 3
38

3) Tidak setuju : diberi bobot 2


4) Sangat tidak setuju : diberi bobot 1

2. Dokumentasi
Menurut Arikunto (2006, hlm. 158) menyatakan “dokumentasi, dari asal
katanya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis”. Benda-benda tertulis
tersebut seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat,
catatan harian, dan sebagainya. Dalam pengertian yang lebih luas, dokumen dapat
berupa benda-benda peninggalan seperti prasasti dan simbol-simbol. Menurut
Sugiyono (2011, hlm. 326) “dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah
berlalu”. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental
dari seseorang, misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, ceritera, biografi,
peraturan, kebijakan, foto, gambar hidup, sketsa, patung, film dan lain-lain.
Selanjutnya Sugiyono (2011, hlm. 326) menambahkan bahwa “studi dokumentasi
merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara”.
Dokumen yang menjadi sumber data dalam penelitian ini diantaranya data jumlah
siswa kelas XII, data keterserapan lulusan SMK N 12 Bandung, serta dokumen
lain yang berkaitan dengan penelitian ini.

3.4.2 Pengujian Instrumen Penelitian (Angket)


Pengujian instrumen penelitian bertujuan untuk menguji validitas
instrumen agar dapat memberikan gambaran atau hasil yang dapat dipercaya
untuk memperoleh data yang dapat dipertanggung jawabkan. Sugiyono (2011,
hlm. 361) menyatakan bahwa, “validitas merupakan derajad ketepatan antara data
yang terjadi pada obyek penelitian dengan daya yang dapat dilaporkan oleh
peneliti”. Instrumen dikatakan valid, jika instrumen tersebut dapat mengukur
suatu hal atau fenomena yang hendak diukur. Pengujian instrumen dilakukan
sebelum pengambilan data. Validitas pada instrumen ini diuji dengan cara
judgment. Uji validitas dengan cara judgment ini dilakukan dengan cara
menyampaikan angket kepada penilai (judger) yang ahli pada bidangnya.

3.5 Prosedur Penelitian


Prosedur penelitian merupakan tahapan kegiatan untuk menyelesaikan
sebuah penelitian. Tahapan kegiatan penelitian dimulai dari persiapan awal hingga
39

penyusunan laporan akhir. Menurut Arikunto (2006, hlm. 20) ada tiga persyaratan
penting dalam mengadakan kegiatan penelitian yaitu: sistematis, berencana, dan
mengikuti konsep ilmiah. Tahapan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
- Studi pendahuluan: Pada tahap ini peneliti sudah berbekal topik atau
permasalahan apa yang hendak diteliti. Selanjutnya, dilakukan studi pustaka agar
wawasan mengenai topik yang hendak diteliti lebih luas dan mendalam. Pada
tahap ini juga dilakukan studi dokumentasi dan wawancara sebagai data/
informasi untuk memperkuat latar belakang masalah penelitian.
- Merumuskan masalah: Merumuskan masalah yang dimaksud adalah fokus
daripada permasalahan yang ingin diteliti. Dikarenakan permasalahan yang
bersifat kompleks, maka diperlukan fokus daripada permasalahan yang ingin
diteliti, disamping penelitian akan terarah juga memudahkan peneliti dalam
melakukan penelitian.
- Menentukan variabel: Pada tahap ini ditentukan variabel yang akan menjadi
fokus penelitian, dalam penelitian ini variabel yang menjadi fokus penelitian
yaitu faktor-faktor yang memengaruhi kesiapan kerja siswa.
- Memilih pendekatan: Memilih metode dan pendekatan penelitian untuk
mencapai tujuan dari pada penelitian yang dilakukan. Penelitian ini merupakan
penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif.
- Menentukan sampel: Penentuan sampel didasarkan pada ketentuan yang berlaku.
Tentunya penentuan sampel akan mempermudah pelaksanaan penelitian.
- Menyusun instrumen penelitian: Pada tahap ini disusun instrumen penelitian,
instrumen utama dalam penelitian ini yaitu angket.
- Expert judgement: Setelah angket selesai disusun, pada tahap ini dilakukan
penimbangan/penilaian oleh ahli, yang selanjutnya diputuskan apakah angket
tersebut layak atau tidak untuk digunakan dalam pengambilan data penelitian.
- Mengumpulkan data: Pada tahap ini angket yang telah layak selanjutnya disebar
kepada siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran 2018/2019 sebagai
objek penelitian. Kemudian dikumpulkan, yang itu merupakan data penelitian.
- Analisis data: Setelah data terkumpul, selanjutnya dianalisis guna menjawab
pertanyaan yang dirumuskan dalam penelitian.
40

- Kesimpulan: Setelah data dianalisis, pada tahap ini dikemukakan kesimpulan


yang didapat dan itu merupakan jawaban dari pertanyaan yang dirumuskan
dalam penelitian.
Prosedur dalam penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut:

Mulai

 Dokumentasi
Studi Pendahuluan Studi Pustaka
 Wawancara

Merumuskan Masalah

Menentukan Variabel

Memilih Pendekatan

Menentukan Sampel

Menyusun Instrumen Penelitian

Expert Judgement

Tidak

Ya

Mengumpulkan Data

Analisis Data

Kesimpulan

Selesai

Gambar 3.1 Prosedur Penelitian


41

3.6 Analisis Data


“Analisis data merupakan kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dalam
mengungkapkan makna dari data yang telah diperoleh dari proses penelitian yang
telah dilakukan” (Riduwan dan Akdon, 2005, hlm. 147). Analisis data menurut
Sugiyono (2011, hlm. 199) merupakan “kegiatan setelah data responden atau
sumber data lain terkumpul”. Sebelum dilakukan analisis data, dipaparkan terlebih
dahulu sedikit tentang pengontrolan dari jawaban responden yang bertujuan untuk
mengetahui apakah jawaban responden terhadap pernyataan di angket dijawab
dengan sesuai atau tidak sesuai berdasarkan kepada keadaan responden tersebut.
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis faktor.
Widarjono (2010, hlm. 235) mengemukakan bahwa, “analisis faktor adalah
sebuah teknik yang digunakan untuk mencari faktor-faktor yang mampu
menjelaskan hubungan atau korelasi antara berbagai variabel independen yang
diobservasi”. Pada prinsipnya, analisis faktor merupakan bagian dari multivariat
yang berguna untuk mereduksi variabel. Cara kerjanya adalah mengumpulkan
variabel-variabel yang berkorelasi ke dalam satu atau beberapa faktor, dimana
antara satu faktor dengan faktor lainnya saling bebas atau tidak berkorelasi. Dari
faktor-faktor yang terbentuk inilah nanti akan dapat dilihat faktor yang menjadi
penjelas utama terhadap suatu populasi. Dalam penelitian ini analisis faktor
digunakan untuk mengungkap faktor-faktor dominan yang memengaruhi kesiapan
kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung.
Ada beberapa pengujian penting yang perlu dilakukan dalam
menggunakan analisis faktor agar analisis yang dilakukan tepat. Pengujian
tersebut yaitu: uji barlett, uji Kaiser Mayer Olkin (KMO), dan Measure of
Sampling Adequacy (MSA).
a) Uji Barlett
Pengujian ini digunakan untuk melihat apakah variabel yang digunakan
berkorelasi dengan variabel lain. Jika variabel-variabel yang digunakan sama
sekali tidak mempunyai korelasi dengan variabel lainnya, maka analisis faktor
tidak dapat dilakukan.
42

b) Uji Kaiser Mayer Olkin (KMO)


Data merupakan komponen yang sangat penting dalam analisis kuantitatif.
KMO ini merupakan suatu uji untuk menunjukkan apakah metode sampling yang
digunakan memenuhi syarat atau tidak, yang berimplikasi apakah data dapat
dianalisis lebih lanjut menggunakan analisis faktor atau tidak.
Setelah nilai KMO didapat, maka akan didapat kesimpulan berdasarkan
nilai yang didapat tersebut sebagai berikut:
 0,9 - 1,0 : data sangat baik untuk dilakukan analisis faktor
 0,8 - 0,9 : data baik untuk dilakukan analisis faktor
 0,7 - 0,8 : data agak baik untuk dilakukan analisis faktor
 0,6 - 0,7 : data lebih dari cukup untuk digunakan dalam analisis faktor
 0,5 - 0,6 : data cukup untuk dilakukan analisis faktor
 ≤ 0,5 : data tidak layak untuk dilakukan analisis faktor
Dengan demikian, jika nilai KMO yang didapat lebih rendah dari 0,5 maka
analisis faktor tidak dapat dilakukan.
c) Uji Measure of Sampling Adequacy (MSA)
MSA sesungguhnya merupakan sebuah statistik yang berguna untuk
mengukur seberapa tepat suatu variabel terprediksi oleh variabel lain dengan error
yang relatif kecil. Nilai MSA berkisar antara 0 sampai 1, dan berdasarkan nilai
MSA yang didapat akan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
 MSA = 1 berarti setiap variabel mampu diprediksi variabel lain secara tepat,
atau tanpa error.
 MSA > 0,5 variabel masih bisa diprediksi variabel lain.
 MSA < 0,5 variabel tidak diprediksi dan harus dikeluarkan dari analisis.
MSA ini merupakan suatu ukuran untuk menguji validitas dari variabel.
Sebagimana kriteria nilai MSA di atas, maka variabel yang mempunyai MSA >
0,5 merupakan variabel yang valid. Sedangkan jika suatu variabel mempunyai
nilai MSA < 0,5 maka variabel tersebut tidak valid, dan harus dikeluarkan atau
tidak perlu digunakan untuk mengukur variabel.
Penulis dalam melakukan pengolahan data menggunakan bantuan software
SPSS untuk menganalisis faktor dari variabel yang diuji. Secara umum, tahapan
pada analisis faktor menggunakan SPSS adalah sebagai berikut:
43

a. Menyederhanakan data, seperti variabel prestasi belajar dengan


mengkonversikan dari nilai prakerin siswa menjadi skala interval.
b Memasukkan data rekap skor masing-masing variabel dari hasil penelitian ke
dalam software SPSS untuk pengolahan data.
c. Memilih variabel yang layak, yaitu yang mempunyai korelasi cukup kuat
diantara variabel. Alat-alat pengujian yang dapat dipakai untuk mengetahui
kelayakan data/variabel sebagai prasyarat dalam melakukan analisis faktor
adalah sebagai berikut:
1) KMO/Kaiser-Meyer-Olkin dan Barlett test, digunakan untuk menguji
apakah data yang ada dapat diurai menjadi sejumlah faktor. Suatu data/
variabel secara keseluruhan layak untuk dianalisis faktor apabila nilai KMO
lebih dari 0,5 dan Barlett test memenuhi nilai signifikansi kurang dari 0,05.
2) MSA/Measure of Sampling Adequacy digunakan untuk menguji kelayakan
variabel-variabel yang akan dianalisis lebih lanjut dengan analisis faktor.
Nilai-nilai MSA diperoleh dari Anti Image Matrics pada bagian Anti Image
Correlation yaitu pada angka korelasi yang bertanda “a”, yang membentuk
arah diagonal dari kiri atas ke kanan bawah. Variabel-variabel yang
mempunyai niali MSA kecil (< 0,5) harus dikeluarkan dari analisis. Apabila
dalam suatu kasus nilai MSA variabel yang kurang dari 0,5 lebih dari satu,
maka variabel yang harus dikeluarkan adalah variabel yang nilai MSA-nya
yang paling kecil, Ridwan (dalam Syarip, 2018, hlm. 40)
d. Analisis faktor dilakukan apabila sudah tidak ada lagi variabel yang nilai
MSA-nya kurang dari 0,5 dan variabel dengan nilai MSA dibawah 0,5 sudah
dihilangkan atau mengekstruksi variabel. Langkah-langkah analisis faktor
menggunakan SPSS sama dengan pada saat memilih variabel, dan selanjutnya
dilakukan analisis sebagai berikut:
1) Communalities merupakan nilai yang menunjukkan kontribusi variabel
tersebut terhadap faktor yang terbentuk atau besaran nilai varian (dalam
persentase) suatu variabel yang dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk.
nilai yang ada pada communalities selalu positif, sehingga semakin besar
communalities sebuah variabel berarti semakin erat hubungannya dengan
faktor yang terbentuk.
44

2) Tabel Total Variance Explained menunjukkan nilai masing-masing variabel


yang dianalisis. Ada dua macam analisis penjelasan varian, yaitu Initial
Eigenvalues dan Extraction Sum of Squared Loading. Pada varian Initial
Eigenvalues menunjukkan faktor yang terbentuk, yang apabila secara faktor
dijumlahkan menunjukkan jumlah variabel. Extraction Sum of Squared
Loading menunjukkan jumlah varian yang diperoleh. Nilai eigenvalues
menunjukkan kepentingan relatif masing-masing faktor dalam menghitung
varians dari variabel-variabel yang dianalisis. Susunan eigenvalues selalu
diurutkan dari yang terbesar sampai yang terkecil, dengan kriteria bahwa
angka eigenvalues di bawah 1 tidak digunakan dalam menghitung jumlah
faktor yang terbentuk.
3) Tabel Scree plots menunjukkan jumlah faktor terbentuk, dengan melihat ada
beberapa banyak slope dengan kemiringan yang hampir sama.
4) Rotated component matriks (rotasi faktor), nilai loading factor yang
mempunyai selisih yang sangat kecil akan sulit untuk dijelaskan karena
nilainya tidak berbeda jauh. Jika nilai loading awal tidak dapat dengan
mudah diinterpretasikan, maka harus dilakukan rotasi sampai strukturnya
sederhana. Idealnya pada suatu faktor, beberapa variabel harus mempunyai
loading yang relatif besar dan nilai kecil pada variabel lainnya. Rotasi faktor
yang digunakan pada penelitian ini adalah perotasian ortogonal varimax.
Rotasi ini bertujuan mencari nilai loading yang maksimumkan varian dari
kuadrat loading pada setiap kolom dari matriks. Apabila suatu variabel
mempunyai nilai loading factor terbesar pada faktor tertentu, maka variabel
tersebut akan menjadi anggota atau pembentuk faktor tersebut.
5) Component Matrix menunjukkan nilai loading factor masing-masing
variabel terhadap faktor. Loading factor adalah nilai yang menunjukkan
hubungan (korelasi) suatu variabel terhadap faktor.
e Memberi identitas atau nama pada faktor-faktor yang telah terbentuk sesuai
dengan karakteristik variabel yang membentuknya.
BAB IV
TEMUAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Temuan
Pada bagian ini akan dideskripsikan data yang diperoleh dari hasil
pengisian angket yang disebar kepada siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun
pelajaran 2018/2019. Selanjutnya dilakukan analisis dan pembahasan untuk
menjawab pertanyaan yang telah dirumuskan dalam penelitian, pertanyaan
tersebut yaitu faktor-faktor dominan apa yang memengaruhi kesiapan kerja siswa
kelas XII SMK N 12 Bandung. Pada bab ini pula dipaparkan sedikit tentang
pengontrolan dari jawaban responden.

4.1.1 Populasi dan Sampel


A. Populasi
Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XII SMK N 12 Bandung
tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 411. Rincian dari jumlah siswa per
kelasnya disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 3.1 Jumlah Siswa Kelas XII SMK N 12 Bandung T.P 2018/2019
Jumlah Siswa
No Kelas Total
Laki-laki Perempuan
1. XII PPU 1 31 3 34
2. XII PPU 2 29 5 34
3. XII PPU 3 32 2 34
4. XII KBPU 1 33 - 33
5. XII KBPU 2 29 - 29
6. XII KRPU 1 27 6 33
7. XII KRPU 2 25 6 31
8. XII KPU 1 26 5 31
9. XII KPU 2 27 4 31
10. XII EPU 1 24 7 31
11. XII EPU 2 26 5 31
12. XII AP 1 28 2 30
13. XII AP 2 26 3 29
Jumlah 411
(Sumber: Kesiswaan SMK N 12 Bandung)

45
46

B. Sampel
Penentuan jumlah sampel menurut Riduwan dan Akdon (2007, hlm.
250), menyebutkan bahwa “ukuran sampel diharapkan sekurang-kurangnya
15% dari ukuran populasi”. Sehingga jumlah sampel untuk populasi dalam
penelitian ini: 15% × 411 ≈ 62 orang. Hasil tersebut adalah jumlah minimal
penentuan sampel dalam penelitian ini, disini penulis mengambil jumlah
sampel sebanyak 120 orang atau empat kelas. Dengan rincian jumlah
responden per kelasnya sebagai berikut:
Tabel 4.2 Rincian Responden (Sampel)
No Kelas Jumlah Responden
1. XII AP 1 30
2. XII KRPU 1 31
3. XII KRPU 2 30
4. XII EPU 2 29
Jumlah 120

4.1.2 Kontrol Terhadap Jawaban Responden


Bagian ini bertujuan untuk mengetahui apakah jawaban responden
terhadap pernyataan di angket dijawab dengan sesuai atau tidak sesuai
berdasarkan kepada keadaan responden tersebut. Instrumen yang dijadikan
sebagai kontrol yaitu nilai akhir siswa pada semester sebelumnya untuk setiap
mata pelajaran. Tentunya nilai ini tidak bisa dijadikan kontrol untuk semua
variabel. Akan tetapi data nilai ini bisa dijadikan kontrol dari jawaban responden
pada beberapa variabel, yaitu variabel taraf intelegensi, pengetahuan dan
keterampilan. Hal itu cukup untuk mengetahui apakah responden menjawab
pernyataan angket dengan sesuai atau tidak sesuai berdasarkan kepada keadaan
responden tersebut. Sebagai contoh, pada taraf intelegensi terdapat pernyataan
pada angket “saya mudah memahami setiap pelajaran dari guru yang berbeda”,
apabila responden menjawab sesuai atau sangat sesuai berarti responden (siswa)
tersebut nilai dari setiap mata pealajaran seharusnya bagus.
47

A. Kontrol Variabel Taraf Intelegensi


Kontrol untuk variabel taraf intelegensi dilihat dari nilai semester beberapa
mata pelajaran. Penulis membatasi lima mata pelajaran karena responden dari
jurusan yang berbeda, maka mata pelajaran yang diambil yaitu mata pelajaran
yang ada di semua jurusan, dalam hal ini yaitu: kimia, CAD, b. inggris, gamtek,
dan PPKN. Nilai kelima mata pelajaran tersebut dicari rata-ratanya kemudian
dikategorikan apakah sesuai nanti dengan jawaban dari responden atau tidak.
Berdasarkan kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan SMK N 12 Bandung
untuk nilai mata pelajaran yaitu sebesar 75, selanjutnya nilai rata-rata mata
pelajaran responden dibandingkan dengan nilai rata-rata jawaban angket untuk
variabel taraf intelegensi, untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada lampiran 2.1.
Sebagai contoh, apabila responden memiliki nilai rata-rata mata pelajaran di atas
75 dan kemudian memiliki nilai rata-rata menjawab angket di atas 2,5 (cenderung
masuk kategori sesuai) atau kategori SS (sangat sesuai) dan S (sesuai), maka dapat
dikatakan responden menjawab sesuai dengan keadaannya. Pengategorian tersebut
disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 4.3 Kontrol Variabel Taraf Intelegensi
Rata-rata Nilai Mapel Jawaban Angket Kesimpulan
SS (sangat sesuai) dan S (se-
Lebih dari 75 Menjawab sesuai
suai) atau rataan skor > 2,5
TS (Tidak sesuai) dan STS
Kurang dari 75 (sangat tidak sesuai) atau Menjawab sesuai
rataan skor < 2,5
TS (Tidak sesuai) dan STS
Menjawab tidak
Lebih dari 75 (sangat tidak sesuai) atau
sesuai
rataan skor < 2,5
SS (sangat sesuai) dan S Menjawab tidak
Kurang dari 75
(sesuai) atau rataan skor > 2,5 sesuai

Hasil analisis dalam mengontrol jawaban responden untuk variabel taraf


intelegensi ini adalah sebagai berikut:
48

Tabel 4.4 Hasil Analisis (Kesimpulan)


Responden Frekuensi Persentase
Menjawab sesuai 92 76,7%
Menjawab tidak sesuai 28 23,3%
Jumlah 120 100%

Pernyataan angket pada variabel taraf intelegensi terdiri dari tiga


pernyataan. Berdasarkan tabel di atas, responden yang menjawab sesuai dengan
keadaannya untuk pernyataan angket variabel taraf intelegensi yaitu sebanyak 92
responden atau 76,7% dan yang menjawab tidak sesuai dengan keadaannya yaitu
sebanyak 28 responden atau 23,3%.

B. Kontrol Variabel Pengetahuan


Kontrol untuk variabel pengetahuan juga dilihat dari nilai semester
beberapa mata pelajaran. Mata pelajaran tersebut penulis batasi yaitu mata
pelajaran produktif atau mata pelajaran sesuai bidang keahliannya, tentunya mata
mata pelajaran tersebut tidak sama tiap jurusannya, maka penulis membatasi dua
mata pelajaran saja yang termasuk mata pelajaran produktif serta ditambah satu
mata pelajaran umum yaitu PPKN. Selanjutnya dicari rata-ratanya dari ketiga nilai
mata pelajaran tersebut kemudian dikategorikan apakah sesuai nanti dengan
jawaban angket dari responden atau tidak. Berdasarkan kriteria ketuntasan
minimal yang ditetapkan SMK N 12 Bandung untuk nilai mata pelajaran yaitu
sebesar 75, selanjutnya nilai rata-rata mata pelajaran responden dibandingkan
dengan nilai rata-rata jawaban angket untuk variabel pengetahuan, untuk lebih
lengkapnya dapat dilihat pada lampiran 2.2. Sebagai contoh, apabila responden
memiliki nilai rata-rata mata pelajaran di atas 75 dan kemudian memiliki nilai
rata-rata jawaban angket di atas 2,5 (cenderung masuk kategori sesuai) atau
kategori SS (sangat sesuai) dan S (sesuai), maka dapat dikatakan responden
menjawab sesuai dengan keadaannya, pengategorian ini sama seperti disajikan
pada tabel 4.3. Hasil analisis dalam mengontrol jawaban responden untuk variabel
pengetahuan ini adalah sebagai berikut:
49

Tabel 4.5 Hasil Analisis (Kesimpulan)


Responden Frekuensi Persentase
Menjawab sesuai 107 89,2%
Menjawab tidak sesuai 13 10,8%
Jumlah 120 100%

Pernyataan angket pada variabel pengetahuan terdiri dari empat


pernyataan. Berdasarkan tabel di atas, responden yang menjawab sesuai dengan
keadaannya untuk pernyataan angket variabel pengetahuan yaitu sebanyak 107
responden atau 89,2% dan yang menjawab tidak sesuai dengan keadaannya yaitu
sebanyak 13 responden atau 10,8%.

C. Kontrol Variabel Keterampilan


Kontrol untuk variabel keterampilan juga dilihat dari nilai semester
beberapa mata pelajaran. Mata pelajaran tersebut penulis batasi yaitu mata
pelajaran produktif atau mata pelajaran sesuai bidang keahliannya, tentunya mata
mata pelajaran tersebut tidak sama tiap jurusannya, maka penulis membatasi dua
mata pelajaran saja yang termasuk mata pelajaran produktif serta ditambah satu
nilai prakerin. Selanjutnya dicari rata-ratanya dari ketiga nilai mata pelajaran
tersebut kemudian dikategorikan apakah sesuai nanti dengan jawaban angket dari
responden atau tidak. Berdasarkan kriteria ketuntasan minimal yang ditetapkan
SMK N 12 Bandung untuk nilai mata pelajaran yaitu sebesar 75, selanjutnya nilai
rata-rata mata pelajaran responden dibandingkan dengan nilai rata-rata jawaban
angket untuk variabel pengetahuan, untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada
lampiran 2.3. Sebagai contoh, apabila responden memiliki nilai rata-rata mata
pelajaran di atas 75 dan kemudian memiliki nilai rata-rata jawaban angket di atas
2,5 (cenderung masuk kategori sesuai) atau kategori SS (sangat sesuai) dan S
(sesuai), maka dapat dikatakan responden menjawab sesuai dengan keadaannya,
pengategorian ini sama seperti disajikan pada tabel 4.3. Hasil analisis dalam
mengontrol jawaban responden untuk variabel keterampilan ini adalah sebagai
berikut:
50

Tabel 4.6 Hasil Analisis (Kesimpulan)


Responden Frekuensi Persentase
Menjawab sesuai 112 93,3%
Menjawab tidak sesuai 8 6,7%
Jumlah 120 100%

Pernyataan angket pada variabel keterampilan terdiri dari empat


pernyataan. Berdasarkan tabel di atas, responden yang menjawab sesuai dengan
keadaannya untuk pernyataan angket variabel keterampilan yaitu sebanyak 112
responden atau 93,3% dan yang menjawab tidak sesuai dengan keadaannya yaitu
sebanyak 8 responden atau 6,7%.
Berdasarkan hasil analisis kontrol terhadap ketiga variabel di atas,
selanjutnya diambil rata-ratanya yaitu, responden yang menjawab sesuai dengan
keadaannya = (76,7 + 89,2 + 93,3) : 3 = 86,4% dan responden yang menjawab
tidak sesuai dengan keadaannya = (23,3 + 10,8 + 6,7) : 3 = 13,6%. Jadi, dapat
dikatakan bahwa dalam pengisian angket penelitian ini 86,4% responden mengisi
sesuai dengan keadaannya sedangkan sisanya 13,6% responden mengisi tidak
sesuai dengan keadaannya. Tentunya dalam hal penelitian, diharapkan data hasil
penelitian dalam hal ini angket 100% diisi oleh responden dengan sebenarnya,
akan tetapi berdasarkan kontrol yang dilakukan hal tersebut tidak terjadi, hal
inilah yang menjadi salah satu kekurangan daripada instrumen angket dimana ada
saja responden yang mengisi dengan asal.

4.1.3 Deskripsi Data


Pada penelitian ini dilakukan analisis terhadap 23 variabel yang
memengaruhi kesiapan kerja siswa yang diperoleh dari pendapat para ahli
(Sofyan, Kartini, Wena, Winkel dan Hastuti), 23 variabel tersebut yaitu: (1) taraf
intelegensi, (2) pengetahuan, (3) keterampilan, (4) bakat, (5) minat, (6) motivasi,
(7) keadaan fisik, (8) kebutuhan psikologis, (9) kepribadian, (10) cita-cita, (11)
lingkungan keluarga (rumah), (12) kurikulum, (13) materi pembelajaran, (14)
pengajar, (15) sarana dan prasarana belajar, (16) prestasi belajar, (17) kesempatan
mendapatkan kemajuan, (18) rekan sebaya, (19) pengalaman praktek kerja, (20)
51

bimbingan vokasional, (21) keadaan sosial ekonomi negara atau daerah, (22)
status sosial ekonomi keluarga, (23) informasi pekerjaan.
Pertama, mengonversikan data prestasi belajar dari nilai prakerin menjadi
skala interval. Pengelompokkan prestasi belajar siswa berdasarkan kriteria
ketuntasan minimal yang ditetapkan SMK N 12 Bandung untuk nilai prakerin
yaitu sebesar 75, maka didapat rentang tiap kelasnya yaitu (100 - 75) : 3 = 8,3.
Maka pengonversian data prestasi belajar dari nilai prakerin menjadi skala interval
disajikan seperti pada tabel berikut:
Tabel 4.7 Pengonversian Data Prestasi Belajar

Kelas
No Kategori Poin
(Nilai Prakerin)

1. < 75 Kurang 1
2. 75 - 83,3 Cukup 2
3. 83,4 - 91,6 Baik 3
4. > 91,6 Sangat Baik 4

Berdasarkan hasil perhitungan di atas, siswa yang mendapatkan nilai


prakerin kurang dari 75 mendapatkan poin 1, nilai 75 - 83,3 mendapatkan poin 2,
nilai 83,4 - 91,6 mendapatkan poin 3, dan nilai lebih dari 91,6 mendapatkan poin
4. Poin ini yang akan dimasukkan bersama data hasil angket yang selanjutnya
akan dianalisis faktor dengan bantuan program SPSS.
Data hasil penelitian yang didapat dari angket selanjutnya dihitung skor
untuk setiap variabelnya dari tiap responden (lampiran 2.4). Nilai inilah yang
digunakan untuk analisis data selanjutnya. Berdasarkan hasil perhitungan dengan
bantuan program SPSS (lampiran 2.5) dapat diketahui deskripsi data statistik
seperti pada tabel di bawah ini:
Tabel 4.8 Deskripsi Data Statistik

Skor Skor Std.


No Variabel Mean
Tertinggi Terendah Deviasi
1. Taraf Intelegensi 8.46 12 5 1.202
2. Pengetahuan 12.38 16 9 1.620
3. Keterampilan 12.76 16 8 1.744
52

Skor Skor Std.


No Variabel Mean
Tertinggi Terendah Deviasi
4. Bakat 5.98 8 3 .983
5. Minat 11.66 16 6 2.128
6. Motivasi 9.17 12 6 1.364
7. Keadaan Fisik 6.83 8 4 .984
Kebutuhan
8. 13.84 16 9 1.675
Psikologis
9. Kepribadian 26.18 32 21 2.630
10. Cita-cita 9.47 12 7 1.283
Lingkungan
11. 13.68 16 8 2.062
Keluarga (rumah)
12. Kurikulum 8.95 12 5 1.517
13. Materi Pembelajaran 15.46 20 10 2.466
14. Pengajar 10.88 16 6 1.848
Sarana dan Prasarana
15. 5.43 8 2 1.186
Belajar
16. Prestasi Belajar 2.96 4 2 .438
Kesempatan
17. Mendapatkan 5.20 8 2 1.241
Kemajuan
18. Rekan Sebaya 10.02 12 4 1.720
Pengalaman Praktek
19. 9.68 12 6 1.420
Kerja
Bimbingan
20. 12.81 16 8 1.876
Vokasional
Keadaan Sosial
21. Ekonomi Negara atau 7.85 12 4 1.548
Daerah
Status Sosial
22. 5.61 8 3 1.040
Ekonomi Keluarga
23. Informasi Pekerjaan 6.07 8 2 1.075
53

4.1.4 Analisis Data


Sebelum melakukan analisis faktor, data diuji dengan pengujian KMO dan
Barlett, setelah itu dilihat nilai MSA-nya. Ketentuan analisis faktor yaitu data
harus memiliki nilai uji KMO dan Barlett > 0,5 apabila nilai uji KMO dan Barlett
kurang dari 0,5 maka data tidak dapat dilakukan analisis faktor. Ketentuan nilai
MSA dari setiap variabel harus > 0,5 apabila variabel mempunyai nilai MSA <
0,5 maka variabel tersebut tidak valid dan harus dikeluarkan sebelum dilakukan
analisis faktor.
A. Analisis Tahap 1
Analisis ini bertujuan memilih variabel yang layak untuk digunakan dalam
analisis faktor. Analisis tahap ini untuk mengetahui nilai KMO dan Barlett dari
data hasil penelitian serta nilai MSA dari setiap variabel dengan menggunakan
program SPSS versi 20. Hasil analisis tahap 1 (lampiran 2.6) diketahui bahwa:
1. Nilai KMO yaitu 0,829. Ini menunjukkan bahwa unit observasi baik untuk
dilakukan analisis selanjutnya. Dengan kata lain, data yang digunakan dapat
dilanjutkan analisisnya menggunakan analisis faktor. Disamping itu, uji Barlett
menunjukkan nilai Chi Square yang besar, sehingga nilai ‘Sig’ sebesar 0,000.
Dengan demikian, maka analisis dapat dilanjutkan.
2. Nilai MSA dapat dilihat pada tabel Anti-Image Matrices dengan angka yang
memiliki pangkat ‘a’. Nilai MSA dari masing-masing variabel: X1-taraf
intelegensi (0,782); X2-pengetahuan (0,829); X3-keterampilan (0,899); X4-
bakat (0,853); X5-minat (0,824); X6-motivasi (0,793); X7-keadaan fisik
(0,812); X8-kebutuhan psikologis (0,775); X9-kepribadian (0,882); X10-cita-
cita (0,795); X11-lingkungan keluarga (0,816); X12-kurikulum (0,878); X13-
materi pembelajaran (0,906); X14-pengajar (0,821); X15-sarana dan prasarana
belajar (0,701); X16-prestasi belajar (0,371); X17-kesempatan mendapatkan
kemajuan (0,762); X18-rekan sebaya (0,895); X19-pengalaman praktek kerja
(0,912); X20-bimbingan vokasional (0,898); X21-keadaan sosial ekonomi
daerah (0,783); X22-status sosial ekonomi keluarga (0,592); X23-informasi
pekerjaan (0,774).
Berdasarkan nilai MSA variabel-variabel di atas, terdapat nilai MSA yang
kurang dari 0,5 yaitu pada variabel X16-prestasi belajar, maka variabel tersebut
54

harus dikeluarkan pada analisis selanjutnya. Menurut penulis, prestasi belajar


tidak termasuk variabel yang memengaruhi kesiapan kerja siswa dikarenakan
prestasi belajar tersebut identik dengan hasil belajar (nilai) siswa, dimana
setidaknya hasil belajar merepresentasikan dari pengetahuan, keterampilan dan
sikap dari siswa itu sendiri yang itu sudah termasuk ke dalam variabel
pengetahuan, keterampilan, kepribadian dan aspek sikap lainnya yang secara
independen termasuk ke dalam variabel yang dianalisis faktor dalam penelitian
ini.

B. Analisis Tahap 2
Analisis ini juga bertujuan memilih variabel yang layak untuk digunakan
dalam analisis faktor. Analisis tahap ini juga untuk mengetahui nilai KMO dan
Barlett dari data hasil penelitian serta nilai MSA dari setiap variabel dengan
menggunakan program SPSS versi 20, dimana pada analisis tahap ini variabel
X16-prestasi belajar sudah dikeluarkan. Hasil analisis tahap 2 (lampiran 2.7)
diketahui bahwa:
1. Nilai KMO yaitu 0,840. Ini menunjukkan bahwa unit observasi baik untuk
dilakukan analisis selanjutnya. Dengan kata lain, data yang digunakan dapat
dilanjutkan analisisnya menggunakan analisis faktor. Disamping itu, uji Barlett
menunjukkan nilai Chi Square yang besar, sehingga nilai ‘Sig’ sebesar 0,000.
Dengan demikian, maka analisis dapat dilanjutkan.
2. Nilai MSA dapat dilihat pada tabel Anti-Image Matrices dengan angka yang
memiliki pangkat ‘a’. Nilai MSA dari masing-masing variabel: X1-taraf
intelegensi (0,776); X2-pengetahuan (0,838); X3-keterampilan (0,911); X4-
bakat (0,852); X5-minat (0,828); X6-motivasi (0,851); X7-keadaan fisik
(0,811); X8-kebutuhan psikologis (0,786); X9-kepribadian (0,885); X10-cita-
cita (0,822); X11-lingkungan keluarga (0,815); X12-kurikulum (0,833); X13-
materi pembelajaran (0,906); X14-pengajar (0,825); X15-sarana dan prasarana
belajar (0,699); X17-kesempatan mendapatkan kemajuan (0,756); X18-rekan
sebaya (0,904); X19-pengalaman praktek kerja (0,912); X20-bimbingan
vokasional (0,899); X21-keadaan sosial ekonomi daerah (0,796); X22-status
sosial ekonomi keluarga (0,627); X23-informasi pekerjaan (0,785).
55

Berdasarkan hasil perhitungan di atas, sudah tidak ada nilai MSA variabel yang
kurang dari 0,5, maka selanjutnya dapat dilakukan analisis faktor.

C. Analisis Faktor
Tahapan analisis faktor menggunakan SPSS ini sama dengan pada tahapan
melakukan analisis tahap 2 (lampiran 2.7). Selanjutnya dilakukan analisis sebagai
berikut:
1. Communalities
Hasil analisis Communalities dengan bantuan program SPSS versi 20
dapat dilihat pada tabel 4.9 berikut:
Tabel 4.9 Hasil Communalities
Communalities
Initial Extraction
X1 1.000 .621
X2 1.000 .655
X3 1.000 .572
X4 1.000 .700
X5 1.000 .464
X6 1.000 .666
X7 1.000 .668
X8 1.000 .692
X9 1.000 .612
X10 1.000 .330
X11 1.000 .715
X12 1.000 .663
X13 1.000 .588
X14 1.000 .574
X15 1.000 .624
X17 1.000 .613
X18 1.000 .514
X19 1.000 .384
X20 1.000 .594
X21 1.000 .579
X22 1.000 .750
X23 1.000 .799
Extraction Method: Principal
Component Analysis.
56

Komunalitis merupakan proporsi varian variabel yang dapat dijelaskan


oleh faktor. Semakin besar nilai komunalitis, maka semakin besar pula hubungan
variabel dengan faktor. Hal inilah yang dijelaskan oleh communaities extraction
sebagaimana terlihat pada tabel 4.9. Sebagai contoh, vaiabel X1-taraf intelegensi
yang memiliki nilai communaities extraction 0,621 menunjukkan bahwa variabel
tersebut memberikan kontribusi terhadap faktor yang terbentuk sebesar 62,1%.
Berdasarkan tabel 4.9, terdapat variabel X5-minat, X10-cita-cita dan X19-
pengalaman praktek kerja yang masing-masing memiliki nilai communaities
extraction 0,464; 0,330 dan 0,384 dimana nilai tersebut kurang dari 0,5, yang
berarti ketiga variabel ini memiliki hubungan yang relatif kecil terhadap faktor
yang terbentuk. Adapun untuk variabel X1-taraf intelegensi, X2-pengetahuan, X3-
keterampilan, X4-bakat, X6-motivasi, X7-keadaan fisik, X8-kebutuhan
psikologis, X9-kepribadian, X11-lingkungan keluarga, X12-kurikulum, X13-
materi pembelajaran, X14-pengajar, X15-sarana dan prasarana belajar, X17-
kesempatan mendapatkan kemajuan, X18-rekan sebaya, X20-bimbingan
vokasional, X21-keadaan sosial ekonomi daerah, X22-status sosial ekonomi
keluarga, dan X23-informasi pekerjaan memiliki nilai communaities extraction di
atas 0,5, yang berarti hubungan antara variabel dan faktor relatif besar. Dengan
hasil yang didapat tersebut, maka variabel-variabel yang digunakan telah
mendapatkan faktor yang baik.

2. Total Variance Explained


Variabel yang dimasukkan dalam analisis faktor ada 22 variabel. Variabel-
variabel tersebut yaitu: X1-taraf intelegensi, X2-pengetahuan, X3-keterampilan,
X4-bakat, X5-minat, X6-motivasi, X7-keadaan fisik, X8-kebutuhan psikologis,
X9-kepribadian, X10-cita-cita, X11-lingkungan keluarga, X12-kurikulum, X13-
materi pembelajaran, X14-pengajar, X15-sarana dan prasarana belajar, X17-
kesempatan mendapatkan kemajuan, X18-rekan sebaya, X19-pengalaman praktek
kerja, X20-bimbingan vokasional, X21-keadaan sosial ekonomi daerah, X22-
status sosial ekonomi keluarga, dan X23-informasi pekerjaan. Kriteria faktor yang
dibuat telah cukup dengan nilai Eigenvalues di atas 1. Berikut hasil analisis total
variance explained dengan bantuan program SPSS versi 20 yang diasajikan pada
tabel 4.10 berikut:
57

Tabel 4.10 Total Variance Explained


Total Variance Explained
Compo Initial Eigenvalues Extraction Sums of Rotation Sums of
nent Squared Loadings Squared Loadings
Total % of Cumul Total % of Cumul Total % of Cumul
Varian ative Varian ative Varian ative
ce % ce % ce %
1 6.860 31.182 31.182 6.860 31.182 31.182 3.416 15.529 15.529
2 1.603 7.285 38.467 1.603 7.285 38.467 2.166 9.845 25.374
3 1.383 6.285 44.752 1.383 6.285 44.752 2.110 9.589 34.963
4 1.277 5.805 50.557 1.277 5.805 50.557 2.016 9.162 44.125
5 1.188 5.400 55.958 1.188 5.400 55.958 1.849 8.403 52.528
6 1.066 4.847 60.805 1.066 4.847 60.805 1.821 8.277 60.805
7 .973 4.425 65.230
8 .896 4.073 69.303
9 .828 3.765 73.068
10 .750 3.411 76.479
11 .678 3.083 79.562
12 .644 2.928 82.490
13 .561 2.552 85.042
14 .535 2.434 87.476
15 .514 2.338 89.814
16 .437 1.985 91.799
17 .385 1.752 93.551
18 .336 1.528 95.079
19 .313 1.422 96.501
20 .299 1.358 97.859
21 .246 1.118 98.977
100.00
22 .225 1.023
0
Extraction Method: Principal Component Analysis.

Tabel ini menunjukkan bagaimana kontribusi variasi suatu faktor


menjelaskan variasi secara total. Pada kolom initial eigenvalues untuk
component/faktor 1, yang mempunyai nilai % of variance 31,182. Ini berarti
bahwa faktor 1 mampu menjelaskan 31,182% dari total variasi, begitupun faktor
yang lain. Dengan demikian, dengan keenam faktor saja sudah dapat dijelaskan
total variasi sebesar 60,805% (lihat kolom cumulative). Sesuai dengan kriteria
yang telah disebutkan sebelumnya, maka faktor yang terbentuk dari ke-22 variabel
58

yang dianalisis yaitu enam faktor, seperti dapat dilihat pada kolom extraction sum
of square loadings hanya berisi enam baris nilai, yaitu faktor 1, faktor 2, faktor 3,
faktor 4, faktor 5, dan faktor 6.

3. Scree Plot
Scree plot ini untuk memperjelas dari tabel total variance explained
melalui grafik dengan sumbu vertikal menjelaskan nilai eigenvalue dan sumbu
horizontal menjelaskan component number/jumlah variabel yang dimasukkan
dalam analisis faktor. Berdasarkan grafik scree plot faktor yang terbentuk ada
enam component number yang memiliki nilai eigenvalue diatas 1. Grafik scree
plot disajikan sebagai berikut:

Gambar 4.1 Scree Plot

4. Rotated Component Matriks


Tabel rotasi komponen matriks ini berguna untuk mengelompokkan
variabel ke dalam sebuah faktor. Tabel rotated component matriks disajikan
sebagai berikut:
59

Tabel 4.11 Rotated Component Matriks


Rotated Component Matrixa
Component
1 2 3 4 5 6
X1 .426 -.046 .151 .636 -.096 -.035
X2 .759 .208 -.133 .101 .071 .046
X3 .618 .147 .043 .319 .086 .239
X4 .271 .272 .058 -.033 .080 .736
X5 .609 .047 .281 .097 -.059 -.004
X6 .018 .135 .201 .436 .036 .644
X7 .179 .597 -.065 .376 -.089 .356
X8 .108 .797 .152 .012 .012 .146
X9 .404 .591 -.054 .113 .260 .128
X10 .295 .049 -.031 .446 .081 .185
X11 .040 .296 .111 .727 .285 .057
X12 .576 .130 .342 .141 .243 .344
X13 .500 .283 .311 .134 .375 .055
X14 .407 .090 .584 .215 .018 .114
X15 -.109 .085 .733 .241 .081 .050
X17 .214 -.028 .695 -.228 .021 .179
X18 .474 .166 .029 .297 .404 .098
X19 .318 .363 .202 .225 .110 .216
X20 .554 .158 .184 .009 .270 .393
X21 .074 .449 .472 .044 .233 -.304
X22 .030 .147 .042 .001 .852 -.027
X23 .305 -.234 .161 .285 .646 .356
Extraction Method: Principal Component Analysis.
Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.
a. Rotation converged in 7 iterations.

Seperti yang dipaparkan sebelumnya, faktor yang terbentuk ada enam


faktor, seperti dapat dilihat pada kolom component di atas. Variabel yang
mempunyai nilai yang besar dalam suatu faktor akan termasuk dalam faktor yang
bersangkutan. Sebagai contoh berdasarkan tabel di atas, variabel X1-taraf
intelegensi memiliki nilai yang besar dalam kolom faktor 4 yaitu sebesar 0,636,
maka variabel X1-taraf intelegensi termasuk ke dalam faktor 4. Berdasarkan tabel
di atas maka, faktor 1 terdiri dari variabel: X2-pengetahuan, X3-keterampilan, X5-
minat, X12-kurikulum, X13-materi pembelajaran, X18-rekan sebaya, X20-
60

bimbingan vokasional. Faktor 2 terdiri dari variabel: X7-keadaan fisik, X8-


kebutuhan psikologis, X9-kepribadian, dan X19-pengalaman praktek kerja. Faktor
3 terdiri dari variabel: X14-pengajar, X15-sarana dan prasarana belajar, X17-
kesempatan mendapatkan kemajuan, dan X21-keadaan sosial ekonomi daerah.
Faktor 4 terdiri dari variabel: X1-taraf intelegensi, X10-cita-cita, dan X11-
lingkungan keluarga. Faktor 5 terdiri dari variabel: X22-status sosial ekonomi
keluarga dan X23-informasi pekerjaan. Faktor 6 terdiri dari variabel: X4-bakat
dan X6-motivasi. Selanjutnya output yang dihasilkan dari analisis faktor dengan
bantuan program SPSS versi 20 yaitu tabel component transformation matrix.
Tabel ini menunjukkan korelasi antar faktor. Ini menunjukkan bahwa analisis
faktor yang diinginkan yaitu didapatkannya faktor yang tidak berkorelasi dengan
faktor lain. Tabel component transformation matrix disajikan sebagai berikut:
Tabel 4.12 Component Transformation Matrix
Component Transformation Matrix
Component 1 2 3 4 5 6
1 .623 .378 .322 .379 .316 .349
2 -.117 -.264 .877 -.239 .195 -.231
3 -.391 .831 .231 -.089 -.305 -.042
4 -.215 .253 -.252 -.109 .848 -.309
5 -.533 -.160 .105 .818 .076 .071
6 .340 .080 -.017 .333 -.210 -.850
Extraction Method: Principal Component Analysis.
Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.

5. Component Matriks
Tabel komponen matriks ini berisi nilai-nilai koefisien faktor. Untuk tabel
komponen matriks disajikan sebagai berikut:
Tabel 4.13 Component Matriks
Component Matrixa
Component
1 2 3 4 5 6
X1 .495 -.068 -.196 -.282 .307 .400
X2 .586 -.282 -.188 -.041 -.360 .256
X3 .686 -.188 -.174 -.142 -.064 .106
X4 .559 -.199 .081 -.160 -.150 -.541
X5 .504 .129 -.124 -.249 -.227 .254
61

Component
1 2 3 4 5 6
X6 .528 -.108 .075 -.236 .395 -.397
X7 .555 -.425 .390 -.097 .128 -.049
X8 .477 -.124 .645 .104 -.149 -.024
X9 .627 -.257 .226 .245 -.194 .059
X10 .452 -.208 -.154 -.080 .216 .079
X11 .558 -.116 .102 .183 .563 .169
X12 .769 .132 -.139 -.093 -.134 -.096
X13 .707 .167 -.017 .172 -.137 .106
X14 .602 .366 .021 -.255 .016 .107
X15 .335 .579 .234 -.113 .328 -.022
X17 .329 .608 .061 -.241 -.209 -.173
X18 .642 -.088 -.194 .213 .005 .104
X19 .596 -.038 .162 -.025 .001 .002
X20 .690 .015 -.142 -.019 -.245 -.190
X21 .352 .392 .391 .266 -.030 .277
X22 .348 .166 -.139 .750 .028 -.134
X23 .590 .143 -.514 .241 .199 -.262
Extraction Method: Principal Component Analysis.
a. 6 components extracted.

Setelah diketahui kelompok dari variabel dalam masing-masing faktor.


Kembali kepada nilai-nilai pada tabel component matrix di atas, yang merupakan
koefisien dari persamaan faktor-faktor yang didapat. Maka dapat dituliskan
persamaan faktor sebagai berikut:
F1 = 0,586 X2 + 0,686 X3 + 0,504 X5 + 0,769 X12 + 0,707 X13 + 0,642 X18 +
0,690X20
F2 = –0,425X7 – 0,124X8 – 0,257X9 – 0,038X19
F3 = –0,057 X14 + 0,117 X15 + 0,071 X17 + 0,342 X21
F4 = –0,282X1 – 0,080X10 + 0,183X11
F5 = 0,140 X22 + 0,153 X23
F6 = 0,497 X4 + 0,475 X6

Dimana:
X1 = taraf intelegensi X3 = keterampilan
X2 = pengetahuan X4 = bakat
62

X5 = minat X17 = kesempatan mendapatkan


X6 = motivasi kemajuan
X7 = keadaan fisik X18 = rekan sebaya
X8 = kebutuhan psikologis X19 = pengalaman praktek kerja
X9 = kepribadian X20 = bimbingan vokasional
X10 = cita-cita X21 = keadaan sosial ekonomi
X11 = lingkungan keluarga daerah
X12 = kurikulum X22 = status sosial ekonomi keluarga
X13 = materi pembelajaran X23 = informasi pekerjaan
X14 = pengajar
X15 = sarana dan prasarana belajar

Fungsi ini berguna untuk menghitung score dari setiap faktor. Akan tetapi,
score ini tidak ada artinya atau tidak dapat diinterpretasikan jika berdiri sendiri.
Oleh karena itu, untuk menggunakan score ini perlu dilakukan analisis lanjutan,
terutama statistik inferensial atau pembuatan model-model hubungan antar
variabel. Seperti contohnya analisis regresi untuk mengukur pengaruh F1 terhadap
kesiapan kerja. Sebagai tambahan, sangat benar bahwa skor ini dapat diwakili
oleh rata-rata, karena satuan yang digunakan sama. Akan tetapi, jika digunakan
variabel yang satuan ukurannya berbeda, bagaimana untuk menyatukan variabel
tersebut, misalnya variabel harga mempunyai ukuran rupiah dan variabel berat
menggunakan ukuran kg. Untuk itu, disinilah baru terlihat pentingnya persamaan
faktor yang terbentuk dari analisis faktor ini.

6. Penamaan Faktor
Faktor-faktor yang terbentuk setelah dilakukan analisis, maka selanjutnya
faktor-faktor tersebut diberi nama. Penamaan faktor-faktor yang terbentuk dari
analisis faktor yang dilakukan yaitu faktor 1, faktor 2, faktor 3, faktor 4, faktor 5,
dan faktor 6. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka faktor-faktor yang
memengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung yaitu:
63

Tabel 4.14 Penamaan Faktor

Faktor Variabel
X2-pengetahuan, X3-keterampilan, X5-minat, X12-kurikulum, X13-
1
materi pembelajaran, X18-rekan sebaya, X20-bimbingan vokasional.
X7-keadaan fisik, X8-kebutuhan psikologis, X9-kepribadian, X19-
2
pengalaman praktek kerja.
X14-pengajar, X15-sarana dan prasarana belajar, X17-kesempatan
3
mendapatkan kemajuan, X21-keadaan sosial ekonomi daerah.
4 X1-taraf intelegensi, X10-cita-cita, dan X11-lingkungan keluarga.
5 X22-status sosial ekonomi keluarga, X23-informasi pekerjaan.
6 X4-bakat, X6-motivasi.

4.2 Pembahasan
4.2.1 Identifikasi Faktor-faktor yang Memengaruhi Kesiapan Kerja Siswa
Kelas XII SMK N 12 Bandung
Sofyan (1992, hlm. 4) mengemukakan bahwa “kesiapan kerja adalah suatu
kemampuan seseorang untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan ketentuan
tanpa mengalami kesulitan dan hambatan dengan hasil yang maksimal dan sesuai
target yang ditentukan”. Sofyan (1992, hlm. 8) mengemukakan bahwa faktor-
faktor yang dapat memengaruhi kesiapan kerja antara lain: (1) motivasi belajar,
(2) pengalaman praktek luar, (3) bimbingan vokasional, (4) latar belakang
ekonomi orang tua, (5) prestasi belajar sebelumnya, (6) informasi pekerjaan, dan
(7) ekspektasi masuk dunia kerja. Menurut Kartini (dalam Krisnamurti, 2016,
hlm. 12),
Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan kerja adalah faktor-faktor dari
dalam diri sendiri (intern) dan faktor-faktor dari luar diri sendiri (ekstern).
Faktor-faktor dari dalam diri sendiri meliputi, kecerdasan, keterampilan
dan kecakapan, bakat, kemampuan dan minat, motivasi, kesehatan,
kebutuhan psikologis, kepribadian, cita-cita, dan tujuan dalam bekerja,
sedangkan faktor-faktor dari luar diri sendiri meliputi, lingkungan keluarga
(rumah), lingkungan dunia kerja, rasa aman dalam pekerjaannya,
kesempatan mendapatkan kemajuan, rekan sekerja, hubungan dengan
pimpinan dan gaji.
Menurut Winkel dan Hastuti (2006, hlm. 647) kesiapan kerja disebabkan
oleh berbagai faktor yang meliputi faktor internal dan faktor eksternal, yaitu:
a. Faktor internal meliputi: 1) nilai-nilai kehidupan, 2) taraf intelegensi, 3) bakat
khusus, 4) minat, 5) sifat-sifat, 6) pengetahuan, 7) keadaan jasmani.
64

b. Faktor eksternal meliputi: 1) masyarakat, 2) keadaan sosial-ekonomi negara


atau daerah, 3) status sosial ekonomi keluarga, 4) pengaruh dari seluruh
anggota keluarga, 5) pendidikan sekolah, 6) pergaulan dengan teman sebaya,
dan 7) tuntutan yang melekat pada masing-masing jabatan.
Sedangkan menurut Wena (dalam Farida, 2010, hlm. 16) faktor pendidikan
sekolah yang memengaruhi kesiapan kerja meliputi: “1) kelembagaan, 2)
kurikulum, 3) materi pembelajaran, 4) strategi mengajar, 5) kegiatan industri, 6)
kegiatan belajar di industri, 7) dunia industri dan sekolah, 8) kepentingan, 9)
pengajar, 10) tempat belajar”.
Penulis merangkum pendapat para ahli di atas, sehingga diperoleh 23
variabel yang dianggap memengaruhi kesiapan kerja siswa, dimana variabel-
variabel tersebut yaitu: X1-taraf intelegensi, X2-pengetahuan, X3-keterampilan,
X4-bakat, X5-minat, X6-motivasi, X7-keadaan fisik, X8-kebutuhan psikologis,
X9-kepribadian, X10-cita-cita, X11-lingkungan keluarga, X12-kurikulum, X13-
materi pembelajaran, X14-pengajar, X15-sarana dan prasarana belajar, X16-
prestasi belajar, X17-kesempatan mendapatkan kemajuan, X18-rekan sebaya,
X19-pengalaman praktek kerja, X20-bimbingan vokasional, X21-keadaan sosial
ekonomi daerah, X22-status sosial ekonomi keluarga, dan X23-informasi
pekerjaan. Selanjutnya ke-23 variabel tersebut diteliti kepada siswa kelas XII
SMK N 12 Bandung tahun pelajaran 2018/2019. Setelah dianalisis, ada satu
variabel yang memiliki nilai MSA kurang dari 0,5, variabel tersebut yaitu prestasi
belajar. Maka bisa dikatakan variabel prestasi belajar tidak terlalu memengaruhi
kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung. Sehingga tersisa 22 variabel
yang dianggap memengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 bandung.
Setelah dilakukan analisis faktor terhadap 22 variabel tersebut, dihasilkan enam
faktor yang terbentuk. Keenam faktor tersebut diberi nama: faktor 1, faktor 2,
faktor 3, faktor 4, faktor 5, dan faktor 6. Masing-masing faktor mempunyai nilai
yang dapat menjelaskan peran faktor tersebut terhadap kesiapan kerja siswa kelas
XII SMK N 12 Bandung.
A. Faktor 1
Faktor 1 mempunyai nilai eigenvalue 6,860 dan mampu menjelaskan
varian sebesar 31,182%, berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar
65

31,182% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung. Faktor ini
terdiri dari variabel pengetahuan, keterampilan, minat, kurikulum, materi
pembelajaran, rekan sebaya, dan bimbingan vokasional. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa variabel pengetahuan, keterampilan, minat, kurikulum,
materi pembelajaran, rekan sebaya, bimbingan vokasional merupakan faktor yang
memengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung. Pembahasan
dari tiap variabel yang termasuk faktor ini adalah sebagai berikut:
1. Pengetahuan
Pengetahuan termasuk kepada faktor 1. Nilai variabel pengetahuan dalam
faktor 1 yaitu 0,759 atau 75,9% (lihat tabel rotated component matriks). Dapat
dikatakan variabel pengetahuan memiliki korelasi yang besar dengan faktor 1,
atau sangat berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 1, dimana faktor 1
mempunyai nilai eigenvalue 6,860 dan mampu menjelaskan varian sebesar
31,182% (lihat tabel total variance explained), yang berarti faktor ini memberikan
kontribusi sebesar 31,182% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12
Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka pengetahuan memengaruhi
daripada kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran
2018/2019. Seperti yang dikemukakan Notoatmodjo (dalam Nurhayati, 2015, hlm.
6) tentang pengertian pengetahuan yang penulis jabarkan dalam indikator
pernyataan di angket, pengetahuan yang dimaksud meliputi pengetahuan tentang
berbagai hal yang diketahui melalui panca indera, pengetahuan tentang bidang
keahlian yang dipelajari siswa, pengetahuan tentang bidang pekerjaan yang sesuai
dengan bidang keahlian yang dipelajari siswa, serta pengetahuan tentang
kompetensi kerja sesuai bidang pekerjaan. Sehingga dapat dikatakan apabila siswa
memiliki pengetahuan tersebut dengan baik, maka hal ini akan berpengaruh baik
pula terhadap kesiapan kerja siswa yang bersangkutan.
2. Keterampilan
Keterampilan termasuk kepada faktor 1. Nilai variabel keterampilan dalam
faktor 1 yaitu 0,618 atau 61,8% (lihat tabel rotated component matriks). Dapat
dikatakan variabel keterampilan memiliki korelasi yang besar dengan faktor 1,
atau sangat berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 1, dimana faktor 1
66

mempunyai nilai eigenvalue 6,860 dan mampu menjelaskan varian sebesar


31,182% (lihat tabel total variance explained), yang berarti faktor ini memberikan
kontribusi sebesar 31,182% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12
Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka keterampilan berpengaruh
terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran
2018/2019. Robbins (dalam Prastya, 2018) mengategorikan keterampilan menjadi
4, yaitu: a) basic literacy skill, b) technical skill, c) interpersonal skill, d) problem
solving. Jadi, keterampilan yang dimaksud dalam hal ini yaitu penguasaan
keterampilan dasar (seperti membaca, menulis, dan berhitung), peningkatan
keterampilan teknik dari pengalaman belajar di sekolah, peningkatan keterampilan
komunikasi dari pengalaman belajar di sekolah, serta peningkatan keterampilan
pemecahan masalah dari pengalaman belajar di sekolah. Sehingga, dapat
dikatakan apabila siswa memiliki keterampilan tersebut dengan baik, maka hal ini
akan berpengaruh baik pula terhadap kesiapan kerja siswa yang bersangkutan.
Tentunya dari keterampilan yang dimaksud seperti salah satu contohnya
keterampilan komunikasi, siswa tidak hanya dapat meningkatkannya melalui
pengalaman belajar di sekolah saja, tetapi siswa juga dapat meningkatkan
keterampilan komunikasi tersebut dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler atau
mengikuti organisasi di luar kegiatan pembelajaran.
3. Minat
Minat termasuk kepada faktor 1. Nilai variabel minat dalam faktor 1 yaitu
0,609 atau 60,9% (lihat tabel rotated component matriks). Dapat dikatakan
variabel minat memiliki korelasi yang besar dengan faktor 1, atau sangat
berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 1, dimana faktor 1 mempunyai nilai
eigenvalue 6,860 dan mampu menjelaskan varian sebesar 31,182% (lihat tabel
total variance explained), yang berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar
31,182% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka minat berpengaruh terhadap
kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran 2018/2019.
Minat yang dimaksud meliputi pemilihan sekolah apakah sesuai dengan keinginan
sendiri, ketertarikan mengikuti ekstrakurikuler di sekolah, pemilihan jurusan
67

apakah sesuai keinginan sendiri, serta keinginan untuk memilih pekerjaan kelak
apakah sesuai dengan bidang keahlian yang dipelajari di sekolah. Sehingga, dapat
dikatakan apabila siswa memiliki minat tersebut dengan baik, maka hal ini akan
berpengaruh baik pula terhadap kesiapan kerja siswa yang bersangkutan. Slameto
(2010, hlm. 180) mengemukakan bahwa minat adalah suatu rasa suka dan
ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh. Sebagai
contoh, apabila siswa tersebut memilih sekolah dan jurusan karena keinginan
sendiri, maka siswa tersebut tentu akan bersemangat dalam belajar. Hal ini
tentunya akan meningkatkan kualitas dari diri siswa tersebut yang tentunya akan
bermanfaat bagi dirinya di masa depan, salah satunya saat siswa lulus yang
tentunya siswa tersebut akan lebih siap untuk terjun di masyarakat.
4. Kurikulum
Kurikulum termasuk kepada faktor 1. Nilai variabel kurikulum dalam
faktor 1 yaitu 0,576 atau 57,6% (lihat tabel rotated component matriks). Dapat
dikatakan variabel kurikulum memiliki korelasi yang besar dengan faktor 1, atau
sangat berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 1, dimana faktor 1 mempunyai
nilai eigenvalue 6,860 dan mampu menjelaskan varian sebesar 31,182% (lihat
tabel total variance explained), yang berarti faktor ini memberikan kontribusi
sebesar 31,182% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka kurikulum di sekolah
berpengaruh terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun
pelajaran 2018/2019. Alexander Inglis (dalam Sanjaya, 2010, hlm. 14)
mengemukakan enam fungsi kurikulum untuk siswa: a) fungsi penyesuaian, b)
fungsi integrasi, c) fungsi diferensiasi, d) fungsi persiapan, e) fungsi pemilihan,
dan f) fungsi diagnostik. Sehingga, kurikulum yang dimaksud dalam hal ini yaitu
pengimplementasian kurikulum oleh sekolah sesuai fungsi kurikulum yang
meliputi fungsi penyesuaian dan persiapan kurikulum dimana kurikulum harus
sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta dapat membekali siswa setelah lulus
kelak untuk terjun di masyarakat, fungsi integrasi kurikulum dimana kurikulum
harus dapat memaksimalkan kemampuan (kognitif, psikomotor, dan afektif) siswa
untuk berkembang, serta fungsi diferensiasi dan pemilihan kurikulum dimana
kurikulum kurikulum harus dapat melayani setiap siswa dengan segala
68

keunikannya dan dapat memberikan kesempatan kepada setiap siswa untuk belajar
sesuai bakat dan minatnya. Sehingga dapat dikatakan apabila pengimplementasian
kurikulum di sekolah dilakukan dengan baik sesuai fungsinya seperti kriteria yang
telah disebutkan sebelumnya, maka hal ini akan berpengaruh baik pula terhadap
kesiapan kerja siswa.
5. Materi Pembelajaran
Materi pembelajaran termasuk kepada faktor 1. Nilai variabel materi
pembelajaran dalam faktor 1 yaitu 0,500 atau 50% (lihat tabel rotated component
matriks). Dapat dikatakan variabel kurikulum memiliki korelasi yang besar
dengan faktor 1, atau sangat berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 1, dimana
faktor 1 mempunyai nilai eigenvalue 6,860 dan mampu menjelaskan varian
sebesar 31,182% (lihat tabel total variance explained), yang berarti faktor ini
memberikan kontribusi sebesar 31,182% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII
SMK N 12 Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka materi pembelajaran di sekolah
berpengaruh terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun
pelajaran 2018/2019. Berdasarkan struktur kurikulum SMK/MAK bidang
keahlian teknologi dan rekayasa program keahlian teknologi pesawat udara yang
penulis peroleh dari bagian kurikulum SMK N 12 Bandung, maka materi
pembelajaran yang dimaksud meliputi pengajaran mata pelajaran muatan nasional
(Pend. Agama, PKN, B. Indonesia, Sejarah Indonesia, B. Inggris) di sekolah,
pengajaran mata pelajaran muatan kewilayahan (Seni Budaya, Penjasorkes) di
sekolah, pengajaran mata pelajaran dasar bidang keahlian (Simulasi Digital,
Fisika, Kimia) di sekolah, pengajaran mata pelajaran dasar program keahlian
(Gamtek, BATK, Basic Skill) di sekolah, serta pengajaran mata pelajaran
kompetensi keahlian di sekolah. Sehingga dapat dikatakan apabila materi
pembelajaran di sekolah baik yang dilihat dari pelaksanaan kegiatan pembelajaran
untuk semua mata pelajarannya, maka hal ini akan berpengaruh baik pula
terhadap kesiapan kerja siswa.
6. Rekan Sebaya
Rekan sebaya termasuk kepada faktor 1. Nilai variabel rekan sebaya dalam
faktor 1 yaitu 0,474 atau 47,4% (lihat tabel rotated component matriks). Dapat
69

dikatakan variabel rekan sebaya memiliki korelasi yang cukup besar dengan
faktor 1, atau berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 1, dimana faktor 1
mempunyai nilai eigenvalue 6,860 dan mampu menjelaskan varian sebesar
31,182% (lihat tabel total variance explained), yang berarti faktor ini memberikan
kontribusi sebesar 31,182% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12
Bandung.
Slameto (2010, hlm. 66) mengemukakan, siswa menghabiskan banyak
waktunya di sekolah. Interaksi antara siswa pun berlangsung setiap berada di
sekolah, baik antara rekan satu kelas, maupun rekan lain di lingkungan sekolah.
Menciptakan relasi yang baik antarsiswa adalah perlu, agar dapat memberikan
pengaruh yang positif terhadap belajar siswa. Selanjutnya Slameto (2010, hlm.
71) mengemukakan, pengaruh-pengaruh dari teman bergaul siswa di masyarakat
lebih cepat masuk dalam jiwanya. Teman bergaul yang baik akan berpengaruh
baik terhadap diri siswa, begitu juga sebaliknya, teman bergaul yang jelek pasti
berpengaruh jelek juga terhadap siswa.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka rekan sebaya berpengaruh
terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran
2018/2019. Rekan sebaya disini yaitu bagaimana hubungan siswa dengan teman-
temannya di sekolah, bagaimana temannya di sekolah berpengaruh positif
terhadap siswa, serta bagaimana siswa bergaul dengan teman-temannya di
masyarakat (luar sekolah). Sehingga dapat dikatakan apabila siswa memiliki
hubungan pertemanan yang baik di sekolah dan di masyarakat, serta temannya
tersebut memberikan pengaruh yang positif kepada dirinya, maka hal ini akan
berpengaruh baik pula terhadap kesiapan kerja siswa.
7. Bimbingan Vokasional
Bimbingan vokasional termasuk kepada faktor 1. Nilai variabel bimbingan
vokasional dalam faktor 1 yaitu 0,554 atau 55,4% (lihat tabel rotated component
matriks). Dapat dikatakan variabel kurikulum memiliki korelasi yang besar
dengan faktor 1, atau sangat berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 1, dimana
faktor 1 mempunyai nilai eigenvalue 6,860 dan mampu menjelaskan varian
sebesar 31,182% (lihat tabel total variance explained), yang berarti faktor ini
70

memberikan kontribusi sebesar 31,182% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII
SMK N 12 Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka bimbingan vokasional di sekolah
berpengaruh terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun
pelajaran 2018/2019. Bimbingan vokasional yang dimaksud lebih kepada
bimbingan karir yang merupakan salah satu aspek dari bimbingan dan konseling.
Adapun tujuan bimbingan karir yang dimaksud sebagaimana dikemukakan
Walgito (2010, hlm. 202) adalah untuk membantu para siswa agar: memahami
potensi yang dimilikinya, mengetahui berbagai jenis pekerjaan sesuai bidang
keahlian siswa, mengatasi hambatan/permasalahan yang timbul dari diri siswa
maupun dari lingkungannya, serta siswa dapat merencanakan masa depannya.
Sehingga dapat dikatakan apabila pihak sekolah melakukan bimbingan vokasional
lebih khusus pada bimbingan karirnya dengan baik seperti kriteria yang telah
disebutkan sebelumnya, maka hal ini akan berpengaruh baik pula terhadap
kesiapan kerja siswa.

B. Faktor 2
Faktor 2 mempunyai nilai eigenvalue 1,603 dan mampu menjelaskan
varian sebesar 7,285%, berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar 7,285%
terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung. Faktor ini terdiri
dari variabel keadaan fisik, kebutuhan psikologis, kepribadian dan pengalaman
praktek kerja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel keadaan fisik,
kebutuhan psikologis, kepribadian dan pengalaman praktek kerja merupakan
faktor yang memengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung.
Pembahasan dari tiap variabel yang termasuk faktor ini adalah sebagai berikut:
1. Keadaan Fisik
Keadaan fisik termasuk kepada faktor 2. Nilai variabel keadaan fisik
dalam faktor 2 yaitu 0,597 atau 59,7% (lihat tabel rotated component matriks).
Dapat dikatakan variabel taraf intelegensi memiliki korelasi yang besar dengan
faktor 2, atau sangat berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 2, dimana faktor 2
mempunyai nilai eigenvalue 1,603 dan mampu menjelaskan varian sebesar
7,285% (lihat tabel total variance explained), yang berarti faktor ini memberikan
71

kontribusi sebesar 7,285%terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12


Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka keadaan fisik berpengaruh
terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran
2018/2019. Dirwanto (2008, hlm. 76) mengemukakan, keadaan fisik yang
sempurna (tidak cacat), memudahkan siswa untuk belajar maupun bekerja setelah
lulus, serta keadaan fisik yang sehat, tidak akan mengganggu siswa dalam
melakukan kegiatan belajar maupun bekerja setelah lulus. Sehingga dapat
dikatakan keadaan fisik dari siswa tersebut akan berpengaruh terhadap kesiapan
kerja siswa yang bersangkutan.
2. Kebutuhan Psikologis
Kebutuhan psikologis termasuk kepada faktor 2. Nilai variabel kebutuhan
psikologis dalam faktor 2 yaitu 0,797 atau 79,7% (lihat tabel rotated component
matriks). Dapat dikatakan variabel kebutuhan psikologis memiliki korelasi yang
besar dengan faktor 2, atau sangat berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 2,
dimana faktor 2 mempunyai nilai eigenvalue 1,603 dan mampu menjelaskan
varian sebesar 7,285% (lihat tabel total variance explained), yang berarti faktor
ini memberikan kontribusi sebesar 7,285% terhadap kesiapan kerja siswa kelas
XII SMK N 12 Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka kebutuhan psikologis
berpengaruh terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun
pelajaran 2018/2019. Menurut Maslow (dalam Shaleh, 2010, hlm. 190), manusia
memiliki lima tingkat kebutuhan, yaitu: a) kebutuhan fisiologis, b) kebutuhan
rasa aman dan perlindungan, c) kebutuhan sosial, d) kebutuhan akan penghargaan,
dan e) kebutuhan akan aktualisasi diri. Sehingga, yang termasuk pada kebutuhan
psikologis disini yaitu kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan, kebutuhan
untuk bekerja sama dalam kehidupan sosial, kebutuhan untuk dihargai orang lain,
serta kebutuhan akan aktualisasi diri dimana bagi siswa salah satunya yaitu
keinginan untuk berprestasi. Sehingga dapat dikatakan apabila siswa memperoleh
kebutuhan psikologis tersebut dengan baik, maka hal ini akan berpengaruh baik
pula terhadap kesiapan kerja siswa yang bersangkutan.
72

3. Kepribadian
Kepribadian termasuk kepada faktor 2. Nilai variabel kepribadian dalam
faktor 2 yaitu 0,591 atau 59,1% (lihat tabel rotated component matriks). Dapat
dikatakan variabel lingkungan keluarga memiliki korelasi yang besar dengan
faktor 2, atau sangat berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 2, dimana faktor 2
mempunyai nilai eigenvalue 1,603 dan mampu menjelaskan varian sebesar
7,285% (lihat tabel total variance explained), yang berarti faktor ini memberikan
kontribusi sebesar 7,285% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12
Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka kepribadian berpengaruh
terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran
2018/2019. Seperti yang dikemukakan E.B. Hurlock (dalam Yusuf & Nurihsan,
2008, hlm. 12) tentang tanda kepribadian yang sehat yang penulis jabarkan dalam
indikator pernyataan di angket, maka kriteria kepribadian yang dimaksud
diantaranya yaitu mampu menilai diri secara realistik dimana siswa mampu
menilai kelebihan maupun kelemahan diri dengan apa adanya, mampu menilai
situasi secara realistik dengan menerima kondisi kehidupan yang dialami saat ini,
mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistik dengan tidak sombong
apabila memperoleh prestasi atau kesuksesan, bertanggung jawab terhadap apa
yang dikerjakan, kemandirian salah satu contohnya ketika mengambil keputusan
tidak terpengaruh oleh orang lain, dapat mengontrol emosi, serta mau
berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial. Sehingga dapat dikatakan apabila siswa
memiliki kriteria kepribadian yang baik seperti yang telah disebutkan, maka hal
ini akan berpengaruh baik pula terhadap kesiapan kerja siswa yang bersangkutan.
4. Pengalaman Praktek Kerja
Pengalaman praktek kerja termasuk kepada faktor 2. Nilai variabel
pengalaman praktek kerja dalam faktor 2 yaitu 0,363 atau 36,3% (lihat tabel
rotated component matriks). Dapat dikatakan variabel taraf intelegensi memiliki
korelasi yang kecil dengan faktor 2, atau sedikit berpengaruh terhadap
terbentuknya faktor 2, dimana faktor 2 mempunyai nilai eigenvalue 1,603 dan
mampu menjelaskan varian sebesar 7,285% (lihat tabel total variance explained),
73

yang berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar 7,285% terhadap kesiapan
kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka pengalaman praktek kerja cukup
berpengaruh terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun
pelajaran 2018/2019. Seperti yang dikemukakan Wardiman (dalam Lestari &
Siswanto, 2015, hlm. 64) tentang Pendidikan Sistem Ganda (PSG) sebagai sumber
teori yang penulis pakai dalam membuat pernyataan di angket, maka praktek kerja
lapangan yang dimaksud lebih kepada pelaksanaannya serta manfaat atau hasil
yang diperoleh, dimana diharapkan praktek kerja lapangan tersebut bisa
meningkatkan kemampuan siswa dan menambah wawasan siswa tentang dunia
industri. Sehingga dapat dikatakan apabila pelaksanaan praktek kerja lapangan
dilakukan dengan baik serta dapat meningkatkan kemampuan serta menambah
wawasan siswa tentang dunia kerja, maka hal ini akan berpengaruh baik terhadap
kesiapan kerja siswa yang bersangkutan.

C. Faktor 3
Faktor 3 mempunyai nilai eigenvalue 1,383 dan mampu menjelaskan
varian sebesar 6,285%, berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar 6,285%
terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung. Faktor ini terdiri
dari variabel pengajar, sarana dan prasarana belajar, kesempatan mendapatkan
kemajuan dan keadaan sosial ekonomi daerah. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa variabel pengajar, sarana dan prasarana belajar, kesempatan mendapatkan
kemajuan dan keadaan sosial ekonomi daerah merupakan faktor yang
memengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung. Pembahasan
dari tiap variabel yang termasuk faktor ini adalah sebagai berikut:
1. Pengajar
Pengajar termasuk kepada faktor 3. Nilai variabel pengajar dalam faktor 3
yaitu 0,584 atau 58,4% (lihat tabel rotated component matriks). Dapat dikatakan
variabel pengajar memiliki korelasi yang besar dengan faktor 3, atau sangat
berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 3, dimana faktor 3 mempunyai nilai
eigenvalue 1,383 dan mampu menjelaskan varian sebesar 6,285% (lihat tabel total
variance explained), yang berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar
6,285% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung.
74

Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka pengajar memberikan pengaruh


terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran
2018/2019. Seperti yang dikemukakan Slameto (2010, hlm. 97) tentang tugas
guru serta tuntutan guru yang penulis gunakan sebagai sumber teori dalam
membuat pernyataan di angket, maka pengajar yang diharapkan yaitu guru yang
dapat memberikan dorongan kepada siswa untuk semangat belajar, guru yang
menyampaikan materi dengan metode yang bervariasi, guru yang dicari siswa
untuk memperoleh nasihat dan bantuan darinya, serta guru yang mudah ditemui
oleh siswa guna siswa mudah memperoleh layanan akademik maupun sosial.
Sehingga dapat dikatakan apabila siswa memiliki guru yang baik seperti kriteria
yang telah disebutkan, maka hal ini akan berpengaruh baik pula terhadap kesiapan
kerja siswa yang bersangkutan.
2. Sarana dan Prasarana Belajar
Sarana dan prasarana belajar termasuk kepada faktor 3. Nilai variabel
sarana dan prasarana belajar dalam faktor 3 yaitu 0,733 atau 73,3% (lihat tabel
rotated component matriks). Dapat dikatakan variabel sarana dan prasarana
belajar memiliki korelasi yang besar dengan faktor 3, atau sangat berpengaruh
terhadap terbentuknya faktor 3, dimana faktor 3 mempunyai nilai eigenvalue
1,383 dan mampu menjelaskan varian sebesar 6,285% (lihat tabel total variance
explained), yang berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar 6,285%
terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka sarana dan prasarana belajar
berpengaruh terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun
pelajaran 2018/2019. Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.19
Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, sarana yang dimaksud meliputi
perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar
lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk
menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Sedangkan
Prasarana yang dimaksud meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan
pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang
laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi
daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat
75

berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses


pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan. Sehingga, sarana dan prasarana
belajar di sekolah yang diharapkan yaitu kelengkapan serta kondisinya yang baik.
Apabila kelengkapan serta kondisi sarana dan prasarana belajar di sekolah baik,
maka kegiatan pembelajaran pun akan berjalan lancar serta siswa akan nyaman
dalam belajar, hal ini akan berpengaruh baik pula terhadap kesiapan kerja siswa
yang bersangkutan.
3. Kesempatan Mendapatkan Kemajuan
Kesempatan mendapatkan kemajuan termasuk kepada faktor 3. Nilai
variabel kesempatan mendapatkan kemajuan dalam faktor 3 yaitu 0,695 atau
69,5% (lihat tabel rotated component matriks). Dapat dikatakan variabel
kesempatan mendapatkan kemajuan memiliki korelasi yang besar dengan faktor 3,
atau sangat berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 3, dimana faktor 3
mempunyai nilai eigenvalue 1,383 dan mampu menjelaskan varian sebesar
6,285% (lihat tabel total variance explained), yang berarti faktor ini memberikan
kontribusi sebesar 6,285% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12
Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka variabel kesempatan
mendapatkan kemajuan berpengaruh terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII
SMK N 12 Bandung tahun pelajaran 2018/2019. Syarip (2018, hlm. 15)
mengemukakan, kesempatan mendapatkan kemajuan di sekolah bagi siswa salah
satunya yaitu kesempatan untuk berprestasi baik di bidang akademik maupun non
akademik. Sehingga apabila siswa memperoleh kesempatan untuk berprestasi di
sekolah dengan baik, maka hal ini akan berpengaruh baik pula terhadap kesiapan
kerja siswa yang bersangkutan.
4. Keadaan Sosial Ekonomi Daerah
Keadaan sosial ekonomi daerah termasuk kepada faktor 3. Nilai variabel
keadaan sosial ekonomi daerah dalam faktor 3 yaitu 0,472 atau 47,2% (lihat tabel
rotated component matriks). Dapat dikatakan variabel keadaan sosial ekonomi
daerah memiliki korelasi yang cukup besar dengan faktor 3, atau berpengaruh
terhadap terbentuknya faktor 3, dimana faktor 3 mempunyai nilai eigenvalue
1,383 dan mampu menjelaskan varian sebesar 6,285% (lihat tabel total variance
76

explained), yang berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar 6,285%


terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka keadaan sosial ekonomi daerah
memberikan pengaruh terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12
Bandung tahun pelajaran 2018/2019. Menurut Dwipa (2011) maju mundurnya
perekonomian suatu daerah dapat tercermin dari besaran indikator makro ekonomi
daerah tersebut, serta Jayanti (2017) mengemukakan bahwa masyarakat sosial
saling berhubungan antara satu dengan yang lain, saling berinteraksi untuk
mencapai tujuan hidup. Sehingga, keadaan sosial ekonomi daerah yang dimaksud
disini diantaranya meliputi jumlah pengangguran di daerah itu, kesempatan kerja
di daerah itu, serta kondisi sosial masyarakat di daerah itu. Sehingga dapat
dikatakan apabila keadaan sosial ekonomi daerah tersebut baik, maka hal ini akan
berpengaruh baik pula terhadap kesiapan kerja siswa yang bersangkutan.

D. Faktor 4
Faktor 4 mempunyai nilai eigenvalue 1,277 dan mampu menjelaskan
varian sebesar 5,805%, berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar 5,805%
terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung. Faktor ini terdiri
dari variabel taraf intelegensi, cita-cita, dan lingkungan keluarga. Hasil penelitian
ini menunjukkan bahwa variabel taraf intelegensi, cita-cita, dan lingkungan
keluarga merupakan faktor yang memengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII
SMK N 12 Bandung. Pembahasan dari tiap variabel yang termasuk faktor ini
adalah sebagai berikut:
1. Taraf Intelegensi
Taraf intelegensi termasuk kepada faktor 4. Nilai variabel taraf intelegensi
dalam faktor 4 yaitu 0,636 atau 63,6% (lihat tabel rotated component matriks).
Dapat dikatakan variabel pengajar memiliki korelasi yang besar dengan faktor 4,
atau sangat berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 4, dimana faktor 4
mempunyai nilai eigenvalue 1,277 dan mampu menjelaskan varian sebesar
5,805% (lihat tabel total variance explained), yang berarti faktor ini memberikan
kontribusi sebesar 5,536% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12
Bandung.
77

Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka taraf intelegensi memberikan


pengaruh terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun
pelajaran 2018/2019. Seperti yang dikemukakan Super & Cites (dalam Dalyono,
2009, hlm. 182), serta Garrett (dalam Dalyono, 2009, hlm. 183) tentang definisi
dari intelegensi yang penulis jabarkan dalam indikator pernyataan di angket, maka
taraf intelegensi yang dimaksud disini meliputi mudah dalam menyesuaikan diri
dimana bagi siswa bisa dilihat dari siswa tersebut dalam memahami setiap mata
pelajaran dari setiap guru yang berbeda, kemampuan pemecahan masalah dimana
bagi siswa bisa dilihat dari kemampuan siswa menjawab persoalan atau
manyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dari setiap guru, serta belajar dari
pengalaman dimana bagi siswa salah satu contohnya bisa dilihat saat siswa
tersebut melakukan praktikum dimana siswa tersebut bisa belajar dari
pengalaman. Sehingga, dapat dikatakan apabila siswa memiliki taraf intelegensi
yang baik, maka hal ini akan berpengaruh baik pula terhadap kesiapan kerja siswa
yang bersangkutan.
2. Cita-cita
Cita-cita termasuk kepada faktor 4. Nilai variabel cita-cita dalam faktor 4
yaitu 0,446 atau 44,6% (lihat tabel rotated component matriks). Dapat dikatakan
variabel cita-cita memiliki korelasi yang cukup besar dengan faktor 4, atau
berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 4, dimana faktor 4 mempunyai nilai
eigenvalue 1,277 dan mampu menjelaskan varian sebesar 5,805% (lihat tabel total
variance explained), yang berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar
5,805% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka cita-cita berpengaruh terhadap
kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran 2018/2019.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cita-cita yaitu keinginan
(kehendak) untuk mencapai suatu tujuan yang ingin dicapai. Kuswana (dalam
Rizqi, 2016, hlm. 208) mengemukakan, penyelenggaraan pendidikan SMK
bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak
mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan siap kerja sesuai dengan
bidangnya. Tujuan lainnya adalah untuk menguasai kompetensi program keahlian
dan kewirausahaan, baik untuk memenuhi tuntutan dunia kerja maupun untuk
78

mengikuti pendidikan tinggi sesuai dengan kejuruannya. Tujuan SMK ini


kemudian dijabarkan dalam tiga rumusan tujuan yaitu: bekerja, melanjutkan dan
berwirausaha (BMW). Bagi siswa kelas XII SMK tentunya perlu untuk
merencanakan tujuan setelah lulus yang setidaknya terdapat tiga pilihan yaitu
bekerja, melanjutkan pendidikan, atau berwirausaha. Siswa yang setelah lulus
berencana untuk bekerja, maka siswa tersebut akan mempersiapkan dirinya untuk
bekerja dengan baik, hal ini akan berpengaruh baik pula terhadap kesiapan kerja
siswa yang bersangkutan.
3. Lingkungan Keluarga
Lingkungan keluarga termasuk kepada faktor 4. Nilai variabel lingkungan
keluarga dalam faktor 4 yaitu 0,727 atau 72,7% (lihat tabel rotated component
matriks). Dapat dikatakan variabel kepribadian memiliki korelasi yang besar
dengan faktor 4, atau sangat berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 4, dimana
faktor 4 mempunyai nilai eigenvalue 1,277 dan mampu menjelaskan varian
sebesar 5,805% (lihat tabel total variance explained), yang berarti faktor ini
memberikan kontribusi sebesar 5,805% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII
SMK N 12 Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka lingkungan keluarga
berpengaruh terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun
pelajaran 2018/2019. Berdasarkan pendapat Slameto (2010, hlm. 60) tentang
faktor keluarga yang berpengaruh terhadap anak yang penulis jadikan sumber
teori dalam menyusun pernyataan di angket, dimana beliau mengemukakan faktor
keluarga yang berpengaruh terhadap anak diantaranya yaitu cara orang tua
mendidik, relasi antara anak dan orang tua, relasi antara anak dan anggota
keluarga lain, serta suasana rumah. Sehingga dapat dikatakan apabila siswa
mendapatkan pengaruh yang baik dari lingkungan keluarga tersebut, maka hal ini
akan berpengaruh baik pula terhadap kesiapan kerja siswa yang bersangkutan.

E. Faktor 5
Faktor 5 mempunyai nilai eigenvalue 1,188 dan mampu menjelaskan
varian sebesar 5,40%, berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar 5,40%
terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung. Faktor ini terdiri
dari variabel status sosial ekonomi keluarga dan informasi pekerjaan. Hasil
79

penelitian ini menunjukkan bahwa variabel status sosial ekonomi keluarga dan
informasi pekerjaan merupakan faktor yang memengaruhi kesiapan kerja siswa
kelas XII SMK N 12 Bandung. Pembahasan dari tiap variabel yang termasuk
faktor ini adalah sebagai berikut:
1. Status Sosial Ekonomi Keluarga
Status sosial ekonomi keluarga termasuk kepada faktor 5. Nilai variabel
status sosial ekonomi keluarga dalam faktor 5 yaitu 0,852 atau 85,2% (lihat tabel
rotated component matriks). Dapat dikatakan variabel pengajar memiliki korelasi
yang besar dengan faktor 5, atau sangat berpengaruh terhadap terbentuknya faktor
5, dimana faktor 5 mempunyai nilai eigenvalue 1,188 dan mampu menjelaskan
varian sebesar 5,40% (lihat tabel total variance explained), yang berarti faktor ini
memberikan kontribusi sebesar 5,445% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII
SMK N 12 Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka status sosial ekonomi keluarga
berpengaruh terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun
pelajaran 2018/2019. Berdasarkan pendapat Slameto (2010, hlm. 63) tentang
keadaan ekonomi keluarga juga latar belakang kebudayaan yang penulis gunakan
sebagai sumber teori untuk menyusun indikator pernyataan di angket. Sehingga
status sosial ekonomi keluarga yang dimaksud disini mencakup pengaruh status
sosial orang tua terhadap karir siswa dimana dalam hal ini lebih kepada
kemudahan siswa mendapatkan informasi pekerjaan dari orang tuanya, serta
pemenuhan kebutuhan pokok dan pendidikan siswa oleh keluarga. Hal tersebut
akan berpengaruh terhadap kesiapan kerja siswa yang bersangkutan.
2. Informasi Pekerjaan
Informasi pekerjaan termasuk kepada faktor 5. Nilai variabel informasi
pekerjaan dalam faktor 5 yaitu 0,646 atau 64,6% (lihat tabel rotated component
matriks). Dapat dikatakan variabel informasi pekerjaan memiliki korelasi yang
besar dengan faktor 5, atau sangat berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 5,
dimana faktor 5 mempunyai nilai eigenvalue 1,188 dan mampu menjelaskan
varian sebesar 5,40% (lihat tabel total variance explained), yang berarti faktor ini
memberikan kontribusi sebesar 5,40% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII
SMK N 12 Bandung.
80

Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka informasi pekerjaan berpengaruh


terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran
2018/2019. Menurut Undang-undang Republik Indonesia No.13 Tahun 2003 pasal
8 tentang dasar informasi ketenagakerjaan dimana antara lain meliputi: penduduk
dan tenaga kerja, kesempatan kerja, pelatihan kerja termasuk kompetensi kerja,
produktivitas tenaga kerja, hubungan industrial, kondisi lingkungan kerja,
pengupahan dan kesejahteraan tenaga kerja, dan jaminan sosial tenaga kerja.
Informasi pekerjaan diperoleh dari pihak terkait, baik institusi pemerintah maupun
swasta, salah satunya melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Sehingga
siswa yang mudah mendapatkan informasi pekerjaan akan memiliki kesiapan
kerja lebih baik dibandingkan dengan siswa yang sulit mendapatkan informasi
pekerjaan, dengan kata lain informasi pekerjaan berpengaruh terhadap kesiapan
kerja siswa.

F. Faktor 6
Faktor 6 mempunyai nilai eigenvalue 1,066 dan mampu menjelaskan
varian sebesar 4,847%, berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar 4,847%
terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung. Faktor ini terdiri
dari variabel bakat dan motivasi.. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
variabel bakat dan motivasi merupakan faktor yang memengaruhi kesiapan kerja
siswa kelas XII SMK N 12 Bandung. Pembahasan dari tiap variabel yang
termasuk faktor ini adalah sebagai berikut:
1. Bakat
Bakat termasuk kepada faktor 6. Nilai variabel bakat dalam faktor 6 yaitu
0,736 atau 73,6% (lihat tabel rotated component matriks). Dapat dikatakan
variabel bakat memiliki korelasi yang besar dengan faktor 6, atau sangat
berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 6, dimana faktor 6 mempunyai nilai
eigenvalue 1,066 dan mampu menjelaskan varian sebesar 4,847% (lihat tabel total
variance explained), yang berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar
4,847% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka bakat berpengaruh terhadap
kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran 2018/2019.
Menurut Conny Semiawan, dkk (dalam Sukardi & Kusmawati, 2010, hlm. 107)
81

mengartikan bakat sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang


masih perlu dikembangkan atau dilatih. Untuk itu, siswa perlu mengembangkan
bakat yang dimilikinya baik di sekolah maupun di luar sekolah. Sehingga dapat
dikatakan, siswa yang dapat mengembangkan bakatnya dengan baik, maka hal
tersebut akan berpengaruh baik pula terhadap kesiapan kerja siswa yang
bersangkutan.
2. Motivasi
Motivasi termasuk kepada faktor 6. Nilai variabel motivasi dalam faktor 6
yaitu 0,644 atau 64,4% (lihat tabel rotated component matriks). Dapat dikatakan
variabel motivasi memiliki korelasi yang besar dengan faktor 6, atau sangat
berpengaruh terhadap terbentuknya faktor 6, dimana faktor 6 mempunyai nilai
eigenvalue 1,066 dan mampu menjelaskan varian sebesar 4,847% (lihat tabel total
variance explained), yang berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar
4,847% terhadap kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung.
Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka motivasi berpengaruh terhadap
kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran 2018/2019.
Menurut Martin dan Briggs (dalam Wena, 2009, hlm. 32), “motivasi adalah
kondisi internal dan eksternal yang memengaruhi bangkitnya arah serta tetap
berlangsungnya suatu kegiatan atau tingkah laku”. Sehingga motivasi yang
dimaksud disini mencakup motivasi intrinsik yaitu keinginan bertindak yang
disebabkan faktor pendorong dari dalam diri individu serta motivasi ekstrinsik
yaitu motivasi yang keberadaannya karena pengaruh rangsangan dari luar.
Sehingga dapat dikatakan apabila siswa memiliki motivasi yang baik khususnya
dalam belajar, maka hal tersebut akan berpengaruh baik pula terhadap kesiapan
kerja siswa yang bersangkutan.

4.2.2 Faktor Dominan yang Memengaruhi Kesiapan Kerja Siswa Kelas XII
SMK N 12 Bandung
Faktor yang terbentuk dari hasil analisis merupakan faktor dominan yang
memengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran
2018/2019. Faktor dapat dikatakan dominan (sangat berpengaruh) terhadap
kesiapan kerja siswa dilihat dari nilai eigenvalue dan nilai variannya. Berdasarkan
hasil analisis, faktor yang terbentuk yaitu sebanyak enam faktor. Faktor 1
82

mempunyai nilai eigenvalue 6,860 dan nilai persentase varian sebesar 31,182%,
yang berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar 31,182% terhadap kesiapan
kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran 2018/2019. Faktor 2
mempunyai nilai eigenvalue 1,603 dan nilai persentase varian sebesar 7,285%,
yang berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar 7,285% terhadap kesiapan
kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran 2018/2019. Faktor 3
mempunyai nilai eigenvalue 1,383 dan nilai persentase varian sebesar 6,285%,
yang berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar 6,285% terhadap kesiapan
kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran 2018/2019. Faktor 4
mempunyai nilai eigenvalue 1,277 dan nilai persentase varian sebesar 5,805%,
yang berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar 5,805% terhadap kesiapan
kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran 2018/2019. Faktor 5
mempunyai nilai eigenvalue 1,188 dan nilai persentase varian sebesar 5,40%,
yang berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar 5,40% terhadap kesiapan
kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran 2018/2019. Faktor 6
mempunyai nilai eigenvalue 1,066 dan nilai persentase varian sebesar 4,847%,
yang berarti faktor ini memberikan kontribusi sebesar 4,847% terhadap kesiapan
kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran 2018/2019. Bila dilihat
dari nilai eigenvalue dan nilai persentase varian dari keenam faktor yang terbentuk
tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa faktor 1 adalah faktor yang paling
dominan memengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun
pelajaran 2018/2019. Faktor 1 meliputi variabel pengetahuan, keterampilan,
minat, kurikulum, materi pembelajaran, rekan sebaya, dan bimbingan vokasional.
BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI

5.1 Simpulan
Berdasarkan temuan dan pembahasan yang dikemukakan pada bab
sebelumnya, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Ada enam faktor yang memengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12
Bandung tahun pelajaran 2018/2019, yaitu: faktor 1 yang terbentuk dari
variabel pengetahuan, keterampilan, minat, kurikulum, materi pembelajaran,
rekan sebaya, dan bimbingan vokasional; faktor 2 yang terbentuk dari variabel
keadaan fisik, kebutuhan psikologis, kepribadian, pengalaman praktek kerja;
faktor 3 yang terbentuk dari variabel pengajar, sarana dan prasarana belajar,
kesempatan mendapatkan kemajuan, keadaan sosial ekonomi daerah; faktor 4
yang terbentuk dari variabel taraf intelegensi, cita-cita, lingkungan keluarga;
faktor 5 yang terbentuk dari variabel status sosial ekonomi keluarga dan
informasi pekerjaan; dan faktor 6 yang terbentuk dari variabel bakat dan
motivasi.
b. Faktor yang paling dominan memengaruhi kesiapan kerja siswa kelas XII SMK
N 12 Bandung tahun pelajaran 2018/2019 yaitu faktor 1 yang terbentuk dari
variabel pengetahuan, keterampilan, minat, kurikulum, materi pembelajaran,
rekan sebaya, dan bimbingan vokasional.

5.2 Implikasi
Berdasarkan hasil penelitian faktor yang paling dominan memengaruhi
kesiapan kerja siswa kelas XII SMK N 12 Bandung tahun pelajaran 2018/2019
yaitu faktor 1 yang terdiri dari variabel pengetahuan, keterampilan, minat,
kurikulum, materi pembelajaran, rekan sebaya, dan bimbingan vokasional.
Konsekuensinya, maka variabel-variabel tersebut perlu mendapatkan perhatian
yang lebih dari pihak-pihak terkait seperti sekolah, keluarga, maupun diri siswa
sendiri guna mencapai kesiapan kerja siswa yang lebih baik. Sehingga siswa akan
lebih mampu untuk berkompetisi di dunia industri.

83
84

5.3 Rekomendasi
Berdasarkan kesimpulan dan implikasi di atas, dapat dikemukakan
rekomendasi sebagai berikut:
a. Bagi siswa
1. Terus belajar sungguh-sungguh dan menggali informasi yang banyak guna
meningkatkan pengetahuan, baik pengetahuan umum, pengetahuan tentang
bidang keahlian, pengetahuan tentang dunia kerja, serta pengetahuan yang
berkaitan tentang kompetensi kerja yang perlu dikuasi untuk memasuki
dunia kerja.
2. Meningkatkan keterampilan, baik soft skill maupun hard skill dengan
belajar sungguh-sungguh khususnya pada saat praktikum di sekolah maupun
pada saat praktek kerja industri.
3. Siswa harus memilih sesuatu sesuai dengan minatnya, seperti salah satu
contohnya yaitu saat memilih jurusan bagi siswa kelas X yang naik ke kelas
XI, supaya siswa belajar sesuai dengan yang disukainya. Bagitupun saat
nanti setelah lulus, siswa harus memilih pekerjaan sesuai minat sehingga
siswa tersebut akan mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya agar bisa
mencapai apa yang dicita-citakan.
4. Siswa harus lebih hati-hati saat memilih teman dekat, pilihlah teman yang
baik yang tentunya dapat memberikan pengaruh baik atau positif bagi siswa,
baik itu di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
b. Bagi sekolah
1. Mengimplementasikan kurikulum dengan sebaiknya sesuai daripada fungsi
kurikulum itu sendiri, diantaranya yaitu kurikulum harus mampu
mengantarkan siswa agar mampu menyesuaikan diri di lingkungan
masyarakat, kurikulum dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk
belajar sesuai bakat dan minatnya, serta kurikulum harus dapat memberikan
pengalaman belajar yang berarti bagi siswa. Intinya siswa setelah belajar
atau lulus dari sekolah mendapatkan bekal yang berguna saat terjun di
masyarakat.
2. Sekolah harus lebih meningkatkan kualitas pembelajaran (diantaranya
seperti: pembenahan fasilitas dan sarana belajar, mendorong setiap guru
85

untuk terus meningkatkan kualitasnya, membuat peraturan yang berguna


untuk meningkatkan kualitas sumber daya yang ada di sekolah) yang mana
hal tersebut berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
siswa, sehingga akan didapatkan pula lulusan yang berkualitas.
3. Sekolah harus memberikan bimbingan vokasional, dalam hal ini lebih
ditekankan kepada bimbingan karir. Sehingga siswa khususnya kelas XII
akan lebih mengetahui potensi yang dimilikinya, siswa jadi mengetahui
berbagai jenis pekerjaan khususnya yang sesuai dengan bidang keahlian
yang dipelajari, siswa dapat mengatasi hambatan/permasalahan yang timbul
dari dalam diri maupun dari lingkungan, serta siswa dapat merencanakan
masa depannya.
c. Bagi guru
1. Guru harus terus meningkatkan kemampuannya, sehingga dapat
menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan maupun teknologi.
2. Saat mengajar, tentunya guru harus memotivasi siswa agar bersemangat
dalam belajar, serta menggunakan metode yang bervariasi yang tentunya
membuat siswa mudah dalam memahami pelajaran.
3. Meningkatkan kualitas pembelajarannya di kelas, sehingga siswa
mendapatkan pembelajaran yang baik untuk semua mata pelajaran.
Tentunya hal tersebut akan memberikan pengaruh positif kepada siswa
untuk ke depannya.
DAFTAR PUSTAKA

As’ad, M. (1980). Psikologi Industri. Yogyakarta: Liberty.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta:


Rineka Cipta.

Ariyanto, D. (2017). Studi Eksplorasi Sarana dan Prasarana Praktik pada Mata
Pelajaran Pemeliharaan Chasis dan Pemindah Tenaga di SMK. Jurnal of
Mechanical Engeenering Education, 4, (2), 163-168.

Baiti, A.A. & Munadi, S. (2014). Pengaruh Pengalaman Praktik, Prestasi Belajar
Dasar Kejuruan dan Dukungan Orang Tua Terhadap Kesiapan Kerja Siswa
SMK. Jurnal Pendidikan Vokasi, 4, (2), 164-180.

Dalyono, M. (2009). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdiknas. (1990). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 29 Tahun 1990


tentang Pendidikan Menengah. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. (2003). Undang-Undang RI Nomor 13 Tahun 2003 tentang


Ketenagakerjaan. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. (2003). Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem


Pendidikan Nasional. Jakarta: Depdiknas.

Depdiknas. (2010). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 17 Tahun


2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan. Jakarta:
Depdiknas.

Depdiknas. (2010). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun


2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Depdiknas.

Dikmenjur. (2008). Kurikulum SMK. Jakarta: Dikmenjur.

86
87

Dirwanto. (2008). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja


pada Siswa SMK Ma’Arif NU Kesesi Kabupaten Pekalongan Tahun
Pelajaran 2007/2008. (Tesis). Program Pascasarjana, Universitas Sebelas
Maret.

Dwipa, J. (2011). Analisis Indikator Makro Ekonomi. [Online]. Diakses dari


https://id-id.facebook.com/notes/basa-bali/analisis-indikator-makroekono
mi/142816872465611/

Farida, L.N. (2010). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan Kerja


Siswa Kelas XI Program Keahlian Administrasi Perkantoran SMK N 1
Boyolali. (Skripsi). Jurusan Manajemen, Universitas Negeri Semarang.

Fitriyani, M. (2014). Upaya Peningkatan Kesiapan Kerja Peserta Didik Lulusan


Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Karanganyar. Jurnal
Pendidikan UNS, 2, (2), 97-108.

Fitriyanto, A. (2006). Ketidakpastian Memasuki Dunia Kerja Karena Pendidikan.


Jakarta: Rineka Cipta.

Hidayat, S.M. (2016). Eksplorasi Kesiapan Siswa Memasuki Dunia Kerja pada
Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan. Jurnal of Mechanical
Engeenering Education, 3, (2), 249-255.

Jayanti, D. (2017). Kondisi Sosial Masyarakat Indonesia. [Online]. Diakses dari


https://www.kompasiana.com/desijayanti/595cdca5b11da129cb2d9b82/ko
ndisi-sosial-masyarakat-indonesia

Krisnamurti, T.F. (2016). Faktor-faktor yang Memengaruhi Kesiapan Kerja Siswa


Kelas XII SMK Muhammadiyah 1 Wales. (Skripsi). Program Studi
Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Yogyakarta.

Kemendikbud. (2016). Kamus Besar Bahasa Indonesia (aplikasi). Jakarta:


Kemendikbud.
88

Lestari, I. & Siswanto, B.T. (2015). Pengaruh Pengalaman Prakerin, Hasil Belajar
Produktif dan Dukungan Sosial Keluarga Terhadap Kesiapan Kerja Siswa
SMK. Jurnal Pendidikan Informatika dan Sains, 4, (1), 60-77.

Mulyasa. (2010). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Muna, T.C. & Sutjiroso, B. (2012). Pengaruh Profesionalisme Guru Mata


Pelajaran Produktif dan Karakteristik Siswa Terhadap Prestasi Belajar
Siswa Jurusan Teknik Bangunan SMK N 2 Yogyakarta. Jurnal Skripsi
UNY. 1-10.

Nugraha, I. (2018). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Minat


Berwirausaha Siswa SMK N 12 Bandung. (Skripsi). Departemen
Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Nurhayati. (2015). “Teori Pengetahuan dan Nilai”. Makalah Filsafat Pendidikan


Program Madin Pendidikan Agama Islam. Tulungagung: STAIM.

Pratama, M.S. (2017). Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan


Kerja Siswa Program Keterampilan MAN 1 Garut. (Skripsi). Departemen
Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

Prastya, I. (2018). Pengertian Keterampilan Menurut Para Ahli dan Keterampilan


yang Dibutuhkan dalam Dunia Kerja Saat Ini. [Online]. Diakses dari
https://www.ayoksinau.com/pengertian-keterampilan-menurut-para-ahli-
dan-keterampilan-yang-dibutuhkan-dalam-dunia-kerja-saat-ini-ayoksinau-
com/.

Ramadhan, A.N. & Soenarto. (t.t). Pengaruh Persepsi Siswa Terhadap Faktor-
faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Teori Kejuruan Siswa SMK.
Jurnal Pendidikan Vokasi UNY, 297-312.

Riduwan & Akdon. (2007). Rumus dan Data dalam Analisis Statistika. Bandung:
Alfabeta.
89

Rizqi, M.F. (2016). Kesiapan Kerja Sebelum dan Setelah Praktik Kerja Industri
Siswa SMK di Kabupaten Bandung. Jurnal of Mechanical Engeenering
Education, 3, (2), 208-213.

Rustandi. (2017). Penerapan Media Interaktif Mata Pelajaran Pemeliharaan


Sistem Electronic Fuel Injection Jurnal of Mechanical Engeenering
Education, 3, (2), 232-23.

Sanjaya, W. (2008). Kurikulum Pembelajaran. Jakarta: Prenada Media.

Shabir, M. (2015). Kedudukan Guru Sebagai Pendidik (Tugas dan Tanggung


Jawab, Hak dan Kewajiban, dan Kompetensi Guru). Auladuna, 2, (2). 221-
232.

Shaleh, A.R. (2008). Psikologi. Jakarta: Prenada Media.

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:


Rineka Cipta.

Sofyan, H. (1992). Kesiapan Kerja STM Se-Jawa untuk Memasuki Lapangan


Kerja. Jurnal Pendidikan Lembaga Penelitian IKIP Yogyakarta.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Method). Bandung:


Alfabeta.

Sugiyono. (2014). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sukardi. (2004). Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Sukardi, D.K. & Kusmawati, N. (2009). Analisis Tes Psikologis Teori dan
Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Sukmadinata, N.S. (2012). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja


Rosdakarya.

Sunarto & Hartono, B.A. (2008). Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Rineka
Cipta.
90

Supianto, A. (2014). Persepsi Guru IPS Terhadap Kurikulum 2013 (Studi Kasus
pada SMP Negeri 10 Pontianak). Artikel Jurnal Penelitian Universitas
Tanjung pura Pontianak.

Syarip, S.M. (2018). Identifikasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kesiapan


Kerja Siswa Teknik Perbaikan Bodi Otomotif di SMK N 8 Bandung.
(Skripsi). Departemen Pendidikan Teknik Mesin, Universitas Pendidikan
Indonesia, Bandung.

Taufik, I. (2016). Pengaruh Prakerin Terhadap Kesiapan Kerja Siswa. Jurnal


Pendidikan Vokasional Teknik Mesin, 4, (1), 55-59.

Usman, H. & Sobari, N. (2013). Aplikasi Teknik Multivariate. Depok:


RajaGrafindo Persada.

Walgito, B. (2005). Bimbingan Konseling (Studi dan Karir). Yogyakarta: Penerbit


Andi.

Wena, M. (2010). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi


Aksara.

Widarjono, A. (2010). Analisis Statistika Multivariat Terapan. Yogyakarta: UPP


STIM YKPN.

Winkel, W.S. & Hastuti, S. (2006). Bimbingan dan Konseling di Institusi


Pendidikan. Yogyakarta: Media Abadi.

Yusuf, S. & Nurihsan, J. (2008). Teori Kepribadian. Bandung: Remaja


Rosdakarya.
LAMPIRAN 1

Lampiran 1.1 Berita Acara Seminar Proposal


Lampiran 1.2 Surat Tugas
Lampiran 1.3 Kartu Bimbingan
Lampiran 1.4 Surat Pengantar Penelitian
Lampiran 1.5 Surat Pengantar Validasi Angket Penelitian
Lampiran 1.6 Kisi-kisi Angket Penelitian
Lampiran 1.7 Hasil Validasi (Judgement) Angket Penelitian

91
Lampiran 1.1 Berita Acara Seminar Proposal Skripsi 92
Lampiran 1.2 Surat Tugas 93
94
Lampiran 1.3 Kartu Bimbingan 95
96
Lampiran 1.4 Surat Pengantar Penelitian 97
Lampiran 1.5 Surat Pengantar Validasi Angket Penelitian 98
99
Lampiran 1.6 Kisi-kisi Angket Penelitian 100

Tabel Kisi-kisi Instrumen Penelitian

No. Jumlah
No Aspek Indikator
Butir Soal
Mudah memahami setiap pelajaran
atau dari guru yang berbeda 1
(menyesuaikan diri).
Taraf
1. Menjawab dengan tepat pertanyaan/ 3
Intelegensi
persoalan yang diajukan oleh guru 2
(kemampuan pemecahan masalah).
Belajar dari pengalaman. 3
Memperoleh pengetahuan dari panca
4
indera.
Pengetahuan tentang bidang keahlian. 5
2. Pengetahuan Pengetahuan tentang bidang 4
6
pekerjaan.
Pengetahuan tentang kompetensi kerja
7
sesuai bidang pekerjaan.
Penguasaan keterampilan dasar. 8
Peningkatan keterampilan teknik dari
9
pengalaman belajar di sekolah.
3. Keterampilan Peningkatan keterampilan komunikasi 4
10
dari pengalaman belajar di sekolah.
Peningkatan keterampilan pemecahan
masalah dari pengalaman belajar di 11
sekolah.
Pengembangan bakat di sekolah. 12
4. Bakat 2
Pengembangan bakat di luar sekolah. 13
Memilih sekolah 14
Mengikuti ekstrakurikuler 15
5. Minat 4
Memilih jurusan 16
Memilih pekerjaan 17
Motivasi intrinsik 18
Motivasi ekstrinsik: lingkungan
19
6. Motivasi sekolah 3
Motivasi ekstrinsik: dukungan
20
keluarga
Kondisi (kesempurnaan) fisik 21
7. Keadaan fisik 2
Kesehatan fisik 22
8. Kebutuhan Kebutuhan rasa aman & perlindungan 23 4
101

psikologis Kebutuhan sosial 24


Kebutuhan akan penghargaan 25
Kebutuhan akan aktualisasi diri 26
Mampu menilai diri secara realistik 27
Mampu menilai situasi secara realistik 28
Mampu menilai prestasi yang dipero- 29 &
leh secara realistic 30
9. Kepribadian 8
Menerima tanggung jawab 31
Kemandirian 32
Dapat mengontrol emosi 33
Penerimaan sosial 34
Setelah lulus: bekerja 35
10. Cita-cita Setelah lulus: melanjutkan pendidikan 36 3
Setelah lulus: berwirausaha 37
Cara orang tua mendidik 38
Relasi antar anak dan orang tua 39
Lingkungan
11. Relasi antar anak dan anggota 4
keluarga 40
keluarga lain
Suasana rumah 41
Fungsi penyesuaian dan persiapan 42
12. Kurikulum Fungsi integrasi 43 3
Fungsi diferensiasi dan pemilihan 44
Memperoleh pengajaran mata
45
pelajaran muatan nasional
Memperoleh pengajaran mata
46
pelajaran muatan kewilayahan
Materi Memperoleh pengajaran mata
13. 47 5
Pembelajaran pelajaran dasar bidang keahlian
Memperoleh pengajaran mata
48
pelajaran dasar program keahlian
Memperoleh pengajaran mata
49
pelajaran kompetensi keahlian
Memberikan dorongan kepada siswa
50
untuk belajar
Mempergunakan banyak metode pada
51
14. Pengajar waktu mengajar. 4
Dicari siswa untuk memperoleh
52
nasihat dan bantuan
Kontak dengan siswa di luar kelas 53
Kelengkapan dan kondisi sarana
15. Sarana dan 54 2
prasarana sekolah
102

belajar Kelengkapan dan kondisi prasarana


55
sekolah
16. Prestasi belajar Nilai prakerin
Kesempatan berprestasi di bidang
Kesempatan 56
akademik bagi siswa di sekolah
17. mendapatkan 2
kemajuan Kesempatan berprestasi di bidang non
57
akademik bagi siswa di sekolah
Hubungan dengan teman di sekolah 58
18. Rekan sebaya Pengaruh positif teman di sekolah 59 3
Teman bergaul di masyarakat 60
Pelaksanaan prakerin sesuai dengan
61
Pengalaman bidang keahlian
19. 3
praktik kerja Meningkatkan kompetensi siswa 62
Menambah wawasan dunia kerja 63
Memahami potensi yang dimiliki
64
siswa
Mengetahui berbagai jenis pekerjaan
65
sesuai bidang keahlian siswa
Bimbingan
20. Mengatasi hambatan/permasalahan 4
vokasional
yang timbul dari diri siswa maupun 66
dari lingkungannya
Siswa dapat merencanakan masa
67
depannya
Jumlah pengangguran 68
Keadaan sosial
21. Kesempatan kerja 69 3
ekonomi daerah
Kondisi sosial masyarakat 70
Pemenuhan kebutuhan pokok dan
Status sosial 71
pendidikan siswa oleh keluarga
22. ekonomi 2
keluarga Pengaruh status sosial orang tua
72
terhadap karir siswa
Kemudahan mendapatkan informasi
73
pekerjaan bidang keahlian dari sekolah
Informasi
23. Kemudahan mendapatkan informasi 2
pekerjaan
pekerjaan di luar bidang keahlian dari 74
sekolah
Jumlah 75
103

Tabel Dasar Teori Angket Penelitian

No Aspek Dasar Teori Sumber


Pengertian intelegensi dari
Taraf Dalyono Psikologi
1. Super & Cites (1962), serta
Intelegensi Pendidikan
Garrett (1946)
Definisi pengetahuan, menurut *1) http://repository.
2. Pengetahuan
Notoatmodjo dan Wijayanti umy.ac.id/
Kategori keterampilan menurut *2) http://repository.
3. Keterampilan
Robbins umy.ac.id/
Dewa Ketut Sukardi &
Pengertian bakat menurut Nila Kusmawati,
4. Bakat
Conny Semiawan,dkk. Analisis tes psikologis
teori dan praktik
Slameto, Belajar dan
Pengertian minat menurut
5. Minat Faktor-faktor yang
Slameto
Mempengaruhinya
Made Wena, Strategi
Pengertian motivasi menurut
6. Motivasi Pembelajaran Inovatif
Martin dan Briggs (1986)
Kontemporer
Deskripsi tentang keadaan fisik Tesis, Universitas
7. Keadaan fisik
menurut Dirwanto Sebelas Maret
Kebutuhan Teori kebutuhan menurut Abdul Rahman Shaleh,
8.
psikologis Maslow Psikologi
Kepribadian yang sehat Syamsu Yusuf & Juntika
9. Kepribadian menurut E.B. Hurlock, poin (a), Nurihsan, Teori
(b), (c), (d), (e), (f), (i) Kepribadian
Pengertian cita-cita menurut
10. Cita-cita KBBI Kemendikbud RI
Kamus Besar Bahasa Indonesia
Cara orang tua mendidik, relasi Slameto, Belajar dan
Lingkungan
11. antar anggota keluarga, suasana Faktor-faktor yang
keluarga
rumah Mempengaruhinya
Fungsi kurikulum untuk siswa Wina Sanjaya,
12. Kurikulum
menurut Alexander Inglis Kurikulum Pembelajaran
Perdirjen tentang
Materi
13. Mata pelajaran Struktur Kurikulum
Pembelajaran
SMK/MAK
Peranan guru dalam
memotivasi siswa untuk Slameto, Belajar dan
14. Pengajar belajar, mengajar yang efektif Faktor-faktor yang
poin (2), serta tuntutan guru Memepengaruhinya
poin (2a), (2b)
104

Sarana dan
PP RI No.19 Tahun 2005
15. prasarana Standar sarana dan prasarana
pasal 42
belajar
KBBI & Baiti. Jurnal
Definisi prestasi belajar
16. Prestasi belajar Pendidikan Vokasi,
menurut KBBI dan Baiti
Vol.4, No.2, Juni 2014
Kesempatan Deskripsi tentang kesempatan Suryadi Muhammad
17. mendapatkan mendapatkan kemajuan Syarip, Skripsi DPTM
kemajuan Menurut Syarip UPI
Relasi siswa dengan siswa di Slameto, Belajar dan
18. Rekan sebaya sekolah, serta teman bergaul di Faktor-faktor yang
masyarakat. Mempengaruhinya
Lestari & Siswanto,
Tujuan PSG menurut
Pengalaman Jurnal Pendidikan
19. Wardiman poin (e), serta tujuan
praktik kerja Informatika dan Sains
dari prakerin
Vol.4, No.1
Bimo Walgito,
Bimbingan Tujuan bimbingan karir
20. Bimbingan + Konseling
vokasional menurut Bimo Walgito
(Studi dan Karir)
Indikator ekonomi suatu daerah
*3) https://id-
Kondisi sosial (jumlah pengangguran,
id.facebook.com/ &
21. ekonomi kesempatan kerja), serta
https://www.kompasiana.
daerah deskripsi kondisi sosial oleh
com/
Desy Jayanti
Status sosial Keadaan ekonomi keluarga dan Slameto, Belajar dan
22. ekonomi latar belakang kebudaya-an Faktor-faktor yang
keluarga (status sosial orang tua) Mempengaruhinya
Informasi Dasar informasi UU RI No.13 Tahun
23.
pekerjaan ketenagakerjaan 2003 pasal 8

*Catatan:
1) Pengetahuan: http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/2525/
6.%20BAB%20II.pdf?sequence=6&isAllowed=y
2) Keterampilan: http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/2860/
6.%20BAB%20II.pdf?sequence=6&isAllowed=y
3) Kondisi sosial ekonomi daerah: https://id-id.facebook.com/notes/basa-
bali/analisis-indikator-makro-ekonomi/142816872465611/ &
https://www.kompasiana.com/desijayanti/595cdca5b11da129cb2d9b82/kondisi
-sosial-masyarakat-indonesia
Lampiran 1.7 Hasil Validasi (Judgement) Angket Penelitian 105
106
107
108
109
110
111
112
113
LAMPIRAN 2

Lampiran 2.1 Kontrol Variabel Taraf Intelegensi


Lampiran 2.2 Kontrol Variabel Pengetahuan
Lampiran 2.3 Kontrol Variabel Keterampilan
Lampiran 2.4 Rekap Data Hasil Penelitian
Lampiran 2.5 Data Untuk Analisis Faktor di SPSS
Lampiran 2.6 Hasil Analisis Tahap 1
Lampiran 2.7 Hasil Analisis Tahap 2

114
Lampiran 2.1 Kontrol Variabel Taraf Intelegensi 115
No Responden Kimia CAD B.Inggris Gamtek PPKN Rata-rata Nilai Mapel Rata-rata Skor X1 Kesimpulan
1 Responden 001 75 79 76 79 82 78.2 3.333333333 Sesuai
2 Responden 002 76 86 76 78 81 79.4 3 Sesuai
3 Responden 003 75 84 76 79 80 78.8 3 Sesuai
4 Responden 004 77 85 77 79 83 80.2 3.333333333 Sesuai
5 Responden 005 73 78 76 78 82 77.4 1.666666667 Tidak Sesuai
6 Responden 006 75 83 77 78 80 78.6 2.666666667 Sesuai
7 Responden 007 74 86 77 78 83 79.6 2.333333333 Tidak Sesuai
8 Responden 008 73 78 76 79 60 73.2 2.666666667 Sesuai
9 Responden 009 74 86 76 78 83 79.4 3 Sesuai
10 Responden 010 76 88 76 95 83 83.6 3 Sesuai
11 Responden 011 77 85 78 78 82 80 2.666666667 Sesuai
12 Responden 012 77 84 78 79 81 79.8 3 Sesuai
13 Responden 013 75 77 76 79 82 77.8 3 Sesuai
14 Responden 014 75 80 78 80 82 79 3 Sesuai
15 Responden 015 78 85 83 80 85 82.2 2.666666667 Sesuai
16 Responden 016 75 76 77 85 82 79 3.333333333 Sesuai
17 Responden 017 74 83 76 79 76 77.6 3 Sesuai
18 Responden 018 74 78 76 78 79 77 2.666666667 Sesuai
19 Responden 019 86 87 83 80 87 84.6 4 Sesuai
20 Responden 020 76 87 76 78 81 79.6 3 Sesuai
21 Responden 021 80 86 85 78 86 83 2.666666667 Sesuai
22 Responden 022 79 83 82 88 81 82.6 3.666666667 Sesuai
23 Responden 023 79 87 76 78 84 80.8 2.666666667 Sesuai
24 Responden 024 75 82 76 78 83 78.8 2.666666667 Sesuai
25 Responden 025 73 76 78 78 80 77 2 Tidak Sesuai
26 Responden 026 84 77 80 79 82 80.4 2.333333333 Tidak Sesuai
27 Responden 027 77 76 78 78 81 78 2.333333333 Tidak Sesuai
28 Responden 028 75 80 78 78 82 78.6 3.333333333 Sesuai
29 Responden 029 74 77 78 78 81 77.6 2.666666667 Sesuai
30 Responden 030 74 85 76 78 81 78.8 2.333333333 Tidak Sesuai
31 Responden 031 75 85 76 78 80 78.8 3 Sesuai
32 Responden 032 75 81 76 84 86 80.4 2.666666667 Sesuai
33 Responden 033 80 83 76 76 84 79.8 2.666666667 Sesuai
34 Responden 034 75 80 78 84 86 80.6 3 Sesuai
35 Responden 035 75 81 76 76 87 79 2.666666667 Sesuai
36 Responden 036 76 81 85 76 91 81.8 2.666666667 Sesuai
37 Responden 037 84 81 76 79 91 82.2 3.333333333 Sesuai
38 Responden 038 84 82 93 76 88 84.6 3 Sesuai
39 Responden 039 76 79 76 81 86 79.6 3.333333333 Sesuai
40 Responden 040 76 80 90 76 81 80.6 3 Sesuai
41 Responden 041 79 81 87 81 83 82.2 2.666666667 Sesuai
42 Responden 042 81 79 76 78 80 78.8 2.666666667 Sesuai
43 Responden 043 81 81 76 91 84 82.6 3 Sesuai
44 Responden 044 75 80 76 76 78 77 3 Sesuai
45 Responden 045 73 81 80 76 85 79 2.666666667 Sesuai
46 Responden 046 79 81 76 81 91 81.6 3 Sesuai
47 Responden 047 77 81 76 78 82 78.8 2.333333333 Sesuai
48 Responden 048 82 82 76 79 86 81 2.666666667 Sesuai
49 Responden 049 87 81 93 89 87 87.4 3 Sesuai
50 Responden 050 87 81 78 76 85 81.4 3.666666667 Sesuai
51 Responden 051 75 79 76 15 85 66 3.333333333 Tidak Sesuai
52 Responden 052 80 85 77 81 91 82.8 2.333333333 Tidak Sesuai
53 Responden 053 75 85 77 0 87 64.8 3 Tidak Sesuai
116
No Responden Kimia CAD B.Inggris Gamtek PPKN Rata-rata Nilai Mapel Rata-rata Skor X1 Kesimpulan
54 Responden 054 77 81 77 81 85 80.2 2.333333333 Tidak Sesuai
55 Responden 055 75 81 85 15 82 67.6 2.333333333 Sesuai
56 Responden 056 78 81 77 76 90 80.4 2 Tidak Sesuai
57 Responden 057 76 81 87 92 87 84.6 3 Sesuai
58 Responden 058 74 81 76 0 87 63.6 3 Tidak Sesuai
59 Responden 059 77 90 76 77 91 82.2 3.666666667 Sesuai
60 Responden 060 85 90 76 76 86 82.6 2.666666667 Sesuai
61 Responden 061 75 77 82 15 76 65 3.333333333 Tidak Sesuai
62 Responden 062 75 79 80 83 80 79.4 3.333333333 Sesuai
63 Responden 063 74 80 75 0 81 62 3.333333333 Tidak Sesuai
64 Responden 064 75 77 80 85 80 79.4 2.333333333 Tidak Sesuai
65 Responden 065 85 79 85 97 84 86 3 Sesuai
66 Responden 066 74 76 78 15 78 64.2 3 Tidak Sesuai
67 Responden 067 77 79 80 72 82 78 3 Sesuai
68 Responden 068 75 79 78 83 82 79.4 2.333333333 Tidak Sesuai
69 Responden 069 75 80 78 74 83 78 2.333333333 Tidak Sesuai
70 Responden 070 75 80 77 81 83 79.2 3 Sesuai
71 Responden 071 74 76 76 76 80 76.4 2.333333333 Tidak Sesuai
72 Responden 072 74 78 77 80 82 78.2 2.666666667 Sesuai
73 Responden 073 74 76 76 15 82 64.6 2.666666667 Tidak Sesuai
74 Responden 074 76 80 86 72 82 79.2 2 Tidak Sesuai
75 Responden 075 64 79 76 0 75 58.8 3 Tidak Sesuai
76 Responden 076 75 79 80 63 84 76.2 2.666666667 Sesuai
77 Responden 077 76 77 78 62 80 74.6 2 Sesuai
78 Responden 078 74 77 78 15 60 60.8 2.333333333 Sesuai
79 Responden 079 74 76 80 32 82 68.8 2.333333333 Sesuai
80 Responden 080 76 81 82 64 84 77.4 2.666666667 Sesuai
81 Responden 081 75 79 80 51 90 75 2 Tidak Sesuai
82 Responden 082 76 80 78 66 83 76.6 2.666666667 Sesuai
83 Responden 083 76 80 78 32 81 69.4 2.666666667 Tidak Sesuai
84 Responden 084 75 79 78 63 85 76 3.333333333 Sesuai
85 Responden 085 76 79 80 76 83 78.8 3 Sesuai
86 Responden 086 73 80 86 0 78 63.4 2.666666667 Tidak Sesuai
87 Responden 087 85 80 80 75 88 81.6 3 Sesuai
88 Responden 088 80 79 84 96 84 84.6 3 Sesuai
89 Responden 089 73 76 78 0 60 57.4 3 Tidak Sesuai
90 Responden 090 64 76 60 0 76 55.2 2.333333333 Sesuai
91 Responden 091 75 84 77 77 81 78.8 3.333333333 Sesuai
92 Responden 092 74 79 78 78 83 78.4 3 Sesuai
93 Responden 093 75 84 80 83 83 81 2.666666667 Sesuai
94 Responden 094 76 83 80 81 82 80.4 3 Sesuai
95 Responden 095 75 85 78 80 81 79.8 2.666666667 Sesuai
96 Responden 096 74 86 80 79 80 79.8 2.333333333 Tidak Sesuai
97 Responden 097 82 87 80 98 83 86 2.666666667 Sesuai
98 Responden 098 78 83 80 76 81 79.6 3.333333333 Sesuai
99 Responden 099 82 87 76 82 81 81.6 3 Sesuai
100 Responden 100 75 83 77 76 82 78.6 3 Sesuai
101 Responden 101 78 87 78 80 81 80.8 3 Sesuai
102 Responden 102 74 84 78 79 81 79.2 3.333333333 Sesuai
103 Responden 103 76 85 76 87 84 81.6 3 Sesuai
104 Responden 104 80 84 76 81 80 80.2 2.666666667 Sesuai
105 Responden 105 74 85 76 78 83 79.2 3 Sesuai
106 Responden 106 76 85 76 76 81 78.8 3.333333333 Sesuai
107 Responden 107 76 86 80 79 82 80.6 3 Sesuai
108 Responden 108 78 85 87 78 78 81.2 2.333333333 Sesuai
117
No Responden Kimia CAD B.Inggris Gamtek PPKN Rata-rata Nilai Mapel Rata-rata Skor X1 Kesimpulan
109 Responden 109 78 86 76 78 83 80.2 2.666666667 Sesuai
110 Responden 110 75 84 78 76 85 79.6 3 Sesuai
111 Responden 111 76 83 77 85 84 81 2.666666667 Sesuai
112 Responden 112 78 83 77 78 88 80.8 3 Sesuai
113 Responden 113 78 83 76 76 82 79 3 Sesuai
114 Responden 114 77 85 78 82 82 80.8 3.333333333 Sesuai
115 Responden 115 80 84 85 90 85 84.8 2.666666667 Sesuai
116 Responden 116 75 84 76 79 83 79.4 2.333333333 Tidak Sesuai
117 Responden 117 77 81 79 76 82 79 2.666666667 Sesuai
118 Responden 118 82 85 77 76 82 80.4 3.333333333 Sesuai
119 Responden 119 76 82 76 84 90 81.6 2.666666667 Sesuai
120 Responden 120 75 85 87 76 85 81.6 2.666666667 Sesuai

Kesimpulan
Cumulati
Frequ Perce Valid
ve
ency nt Percent
Percent
Sesuai 92 76.7 76.7 76.7
Valid Tidak Sesuai 28 23.3 23.3 100.0
Total 120 100.0 100.0
Lampiran 2.2 Kontrol Variabel Pengetahuan 118

No Responden Produktif 1 Produktif 2 PPKN Rata-rata Rata-rata Skor X2 Kesimpulan


1 Responden 001 79 80 82 80.333333 3.25 Sesuai
2 Responden 002 86 80 81 82.333333 3 Sesuai
3 Responden 003 84 80 80 81.333333 3 Sesuai
4 Responden 004 85 81 83 83 2.75 Sesuai
5 Responden 005 78 79 82 79.666667 3.25 Sesuai
6 Responden 006 83 80 80 81 2.75 Sesuai
7 Responden 007 86 79 83 82.666667 3.25 Sesuai
8 Responden 008 78 79 60 72.333333 3.5 Sesuai
9 Responden 009 86 81 83 83.333333 3 Sesuai
10 Responden 010 88 80 83 83.666667 3 Sesuai
11 Responden 011 85 80 82 82.333333 2.75 Sesuai
12 Responden 012 84 81 81 82 2.5 Tidak Sesuai
13 Responden 013 77 80 82 79.666667 2.5 Tidak Sesuai
14 Responden 014 80 82 82 81.333333 3 Sesuai
15 Responden 015 85 81 85 83.666667 4 Sesuai
16 Responden 016 76 79 82 79 3.75 Sesuai
17 Responden 017 83 81 76 80 3.25 Sesuai
18 Responden 018 78 81 79 79.333333 2.75 Sesuai
19 Responden 019 87 85 87 86.333333 4 Sesuai
20 Responden 020 87 79 81 82.333333 3.25 Sesuai
21 Responden 021 86 83 86 85 3.5 Sesuai
22 Responden 022 83 82 81 82 3.75 Sesuai
23 Responden 023 87 80 84 83.666667 2.75 Sesuai
24 Responden 024 82 80 83 81.666667 3 Sesuai
25 Responden 025 76 79 80 78.333333 2.75 Sesuai
26 Responden 026 77 80 82 79.666667 2.75 Sesuai
27 Responden 027 76 81 81 79.333333 2.5 Tidak Sesuai
28 Responden 028 80 80 82 80.666667 3.25 Sesuai
29 Responden 029 77 82 81 80 3 Sesuai
30 Responden 030 85 80 81 82 3.25 Sesuai
31 Responden 031 85 79 80 81.333333 3.25 Sesuai
32 Responden 032 81 80 86 82.333333 3 Sesuai
33 Responden 033 83 82 84 83 3 Sesuai
34 Responden 034 80 81 86 82.333333 3.75 Sesuai
35 Responden 035 81 80 87 82.666667 3.5 Sesuai
36 Responden 036 81 82 91 84.666667 2.75 Sesuai
37 Responden 037 81 82 91 84.666667 3.25 Sesuai
38 Responden 038 82 83 88 84.333333 3 Sesuai
39 Responden 039 79 78 86 81 3.25 Sesuai
40 Responden 040 80 82 81 81 4 Sesuai
41 Responden 041 81 80 83 81.333333 3 Sesuai
42 Responden 042 79 78 80 79 3 Sesuai
43 Responden 043 81 80 84 81.666667 2.5 Tidak Sesuai
44 Responden 044 80 80 78 79.333333 2.75 Sesuai
45 Responden 045 81 80 85 82 3 Sesuai
46 Responden 046 81 82 91 84.666667 2.75 Sesuai
47 Responden 047 81 80 82 81 2.75 Sesuai
48 Responden 048 82 82 86 83.333333 2.5 Tidak Sesuai
49 Responden 049 81 80 87 82.666667 3.25 Sesuai
119
No Responden Produktif 1 Produktif 2 PPKN Rata-rata Rata-rata Skor X2 Kesimpulan
50 Responden 050 81 81 85 82.333333 3.25 Sesuai
51 Responden 051 79 78 85 80.666667 3.25 Sesuai
52 Responden 052 85 87 91 87.666667 2.75 Sesuai
53 Responden 053 85 85 87 85.666667 3 Sesuai
54 Responden 054 81 80 85 82 2.5 Tidak Sesuai
55 Responden 055 81 82 82 81.666667 2.25 Tidak Sesuai
56 Responden 056 81 80 90 83.666667 3 Sesuai
57 Responden 057 81 80 87 82.666667 2.5 Tidak Sesuai
58 Responden 058 81 80 87 82.666667 3.25 Sesuai
59 Responden 059 90 91 91 90.666667 3.75 Sesuai
60 Responden 060 90 91 86 89 3 Sesuai
61 Responden 061 77 85 76 79.333333 4 Sesuai
62 Responden 062 79 85 80 81.333333 2.5 Tidak Sesuai
63 Responden 063 80 90 81 83.666667 4 Sesuai
64 Responden 064 77 85 80 80.666667 2.25 Tidak Sesuai
65 Responden 065 79 90 84 84.333333 3.25 Sesuai
66 Responden 066 76 85 78 79.666667 3.5 Sesuai
67 Responden 067 79 88 82 83 2.25 Tidak Sesuai
68 Responden 068 79 85 82 82 3.75 Sesuai
69 Responden 069 80 90 83 84.333333 3 Sesuai
70 Responden 070 80 85 83 82.666667 2.5 Tidak Sesuai
71 Responden 071 76 85 80 80.333333 3.25 Sesuai
72 Responden 072 78 85 82 81.666667 3 Sesuai
73 Responden 073 76 85 82 81 3 Sesuai
74 Responden 074 80 88 82 83.333333 2.75 Sesuai
75 Responden 075 79 85 75 79.666667 3.75 Sesuai
76 Responden 076 79 85 84 82.666667 3 Sesuai
77 Responden 077 77 85 80 80.666667 3.25 Sesuai
78 Responden 078 77 85 60 74 3 Sesuai
79 Responden 079 76 85 82 81 3 Sesuai
80 Responden 080 81 88 84 84.333333 2.75 Sesuai
81 Responden 081 79 85 90 84.666667 3 Sesuai
82 Responden 082 80 85 83 82.666667 3.25 Sesuai
83 Responden 083 80 85 81 82 2.75 Sesuai
84 Responden 084 79 85 85 83 3.75 Sesuai
85 Responden 085 79 85 83 82.333333 3 Sesuai
86 Responden 086 80 85 78 81 2.75 Sesuai
87 Responden 087 80 88 88 85.333333 2.25 Tidak Sesuai
88 Responden 088 79 88 84 83.666667 3.25 Sesuai
89 Responden 089 76 85 60 73.666667 3.25 Sesuai
90 Responden 090 76 85 76 79 2.75 Sesuai
91 Responden 091 84 81 81 82 3 Sesuai
92 Responden 092 79 83 83 81.666667 3.75 Sesuai
93 Responden 093 84 83 83 83.333333 3 Sesuai
94 Responden 094 83 83 82 82.666667 3.5 Sesuai
95 Responden 095 85 83 81 83 3 Sesuai
96 Responden 096 86 80 80 82 3 Sesuai
97 Responden 097 87 84 83 84.666667 2.75 Sesuai
98 Responden 098 83 81 81 81.666667 3.5 Sesuai
99 Responden 099 87 86 81 84.666667 2.75 Sesuai
100 Responden 100 83 82 82 82.333333 3 Sesuai
120
No Responden Produktif 1 Produktif 2 PPKN Rata-rata Rata-rata Skor X2 Kesimpulan
101 Responden 101 87 88 81 85.333333 3 Sesuai
102 Responden 102 84 85 81 83.333333 3 Sesuai
103 Responden 103 85 83 84 84 3 Sesuai
104 Responden 104 84 84 80 82.666667 3.75 Sesuai
105 Responden 105 85 81 83 83 3.5 Sesuai
106 Responden 106 85 80 81 82 3 Sesuai
107 Responden 107 86 81 82 83 3.5 Sesuai
108 Responden 108 85 80 78 81 3 Sesuai
109 Responden 109 86 85 83 84.666667 3.5 Sesuai
110 Responden 110 84 83 85 84 3.75 Sesuai
111 Responden 111 83 78 84 81.666667 3.25 Sesuai
112 Responden 112 83 81 88 84 3 Sesuai
113 Responden 113 83 81 82 82 3.75 Sesuai
114 Responden 114 85 82 82 83 3 Sesuai
115 Responden 115 84 83 85 84 3.25 Sesuai
116 Responden 116 84 82 83 83 3.25 Sesuai
117 Responden 117 81 81 82 81.333333 3 Sesuai
118 Responden 118 85 82 82 83 3 Sesuai
119 Responden 119 82 85 90 85.666667 3 Sesuai
120 Responden 120 85 84 85 84.666667 3.25 Sesuai

Kesimpulan
Valid Cumulative
Frequency Percent Percent Percent
Valid Sesuai 107 89.2 89.2 89.2
Tidak Sesuai 13 10.8 10.8 100.0
Total 120 100.0 100.0
Lampiran 2.3 Kontrol Variabel Keterampilan 121
No Responden Produktif 1 Produktif 2 Prakerin Rata-rata Rata-rata Skor X3 Kesimpulan
1 Responden 001 79 80 85 81.3333333 3 Sesuai
2 Responden 002 86 80 88 84.6666667 2.75 Sesuai
3 Responden 003 84 80 96 86.6666667 3 Sesuai
4 Responden 004 85 81 90 85.3333333 3.25 Sesuai
5 Responden 005 78 79 88 81.6666667 2.5 Tidak Sesuai
6 Responden 006 83 80 87 83.3333333 3.75 Sesuai
7 Responden 007 86 79 89 84.6666667 3.25 Sesuai
8 Responden 008 78 79 A 78.5 2.5 Tidak Sesuai
9 Responden 009 86 81 86 84.3333333 3.5 Sesuai
10 Responden 010 88 80 85 84.3333333 3 Sesuai
11 Responden 011 85 80 90 85 3 Sesuai
12 Responden 012 84 81 90 85 3.25 Sesuai
13 Responden 013 77 80 90 82.3333333 3 Sesuai
14 Responden 014 80 82 89 83.6666667 3 Sesuai
15 Responden 015 85 81 85 83.6666667 3.25 Sesuai
16 Responden 016 76 79 85 80 4 Sesuai
17 Responden 017 83 81 95 86.3333333 3 Sesuai
18 Responden 018 78 81 90 83 3 Sesuai
19 Responden 019 87 85 90 87.3333333 4 Sesuai
20 Responden 020 87 79 85 83.6666667 3.25 Sesuai
21 Responden 021 86 83 85 84.6666667 3 Sesuai
22 Responden 022 83 82 85 83.3333333 3.75 Sesuai
23 Responden 023 87 80 85 84 3 Sesuai
24 Responden 024 82 80 88 83.3333333 3 Sesuai
25 Responden 025 76 79 80 78.3333333 2.75 Sesuai
26 Responden 026 77 80 80 79 3 Sesuai
27 Responden 027 76 81 90 82.3333333 3 Sesuai
28 Responden 028 80 80 88 82.6666667 4 Sesuai
29 Responden 029 77 82 96 85 2.75 Sesuai
30 Responden 030 85 80 87 84 3.5 Sesuai
31 Responden 031 85 79 88 84 2.75 Sesuai
32 Responden 032 81 80 92 84.3333333 3.5 Sesuai
33 Responden 033 83 82 87 84 3.5 Sesuai
34 Responden 034 80 81 88 83 4 Sesuai
35 Responden 035 81 80 94 85 3.75 Sesuai
36 Responden 036 81 82 79 80.6666667 3 Sesuai
37 Responden 037 81 82 90 84.3333333 3.25 Sesuai
38 Responden 038 82 83 86 83.6666667 3 Sesuai
39 Responden 039 79 78 88 81.6666667 3.75 Sesuai
40 Responden 040 80 82 85 82.3333333 4 Sesuai
41 Responden 041 81 80 84 81.6666667 3 Sesuai
42 Responden 042 79 78 82 79.6666667 4 Sesuai
43 Responden 043 81 80 88 83 3.5 Sesuai
44 Responden 044 80 80 91 83.6666667 3.25 Sesuai
45 Responden 045 81 80 89 83.3333333 2.75 Sesuai
46 Responden 046 81 82 90 84.3333333 2.75 Sesuai
47 Responden 047 81 80 88 83 2.75 Sesuai
48 Responden 048 82 82 90 84.6666667 2.75 Sesuai
49 Responden 049 81 80 88 83 3.25 Sesuai
50 Responden 050 81 81 90 84 3.75 Sesuai
122
No Responden Produktif 1 Produktif 2 Prakerin Rata-rata Rata-rata Skor X3 Kesimpulan
51 Responden 051 79 78 90 82.3333333 3.25 Sesuai
52 Responden 052 85 87 90 87.3333333 3.25 Sesuai
53 Responden 053 85 85 80 83.3333333 2.75 Sesuai
54 Responden 054 81 80 88 83 3 Sesuai
55 Responden 055 81 82 85 82.6666667 2.5 Tidak Sesuai
56 Responden 056 81 80 85 82 2 Tidak Sesuai
57 Responden 057 81 80 88 83 3.25 Sesuai
58 Responden 058 81 80 85 82 2.75 Sesuai
59 Responden 059 90 91 88 89.6666667 4 Sesuai
60 Responden 060 90 91 86 89 3.25 Sesuai
61 Responden 061 77 85 86 82.6666667 3.5 Sesuai
62 Responden 062 79 85 95 86.3333333 2 Tidak Sesuai
63 Responden 063 80 90 80 83.3333333 4 Sesuai
64 Responden 064 77 85 89 83.6666667 3 Sesuai
65 Responden 065 79 90 94 87.6666667 3 Sesuai
66 Responden 066 76 85 90 83.6666667 3.25 Sesuai
67 Responden 067 79 88 83 83.3333333 3 Sesuai
68 Responden 068 79 85 80 81.3333333 3.5 Sesuai
69 Responden 069 80 90 83 84.3333333 2.75 Sesuai
70 Responden 070 80 85 80 81.6666667 3 Sesuai
71 Responden 071 76 85 89 83.3333333 3 Sesuai
72 Responden 072 78 85 91 84.6666667 3 Sesuai
73 Responden 073 76 85 86 82.3333333 3 Sesuai
74 Responden 074 80 88 83 83.6666667 3 Sesuai
75 Responden 075 79 85 86 83.3333333 3.5 Sesuai
76 Responden 076 79 85 88 84 3 Sesuai
77 Responden 077 77 85 88 83.3333333 3.5 Sesuai
78 Responden 078 77 85 92 84.6666667 2.75 Sesuai
79 Responden 079 76 85 80 80.3333333 3 Sesuai
80 Responden 080 81 88 91 86.6666667 4 Sesuai
81 Responden 081 79 85 87 83.6666667 3.25 Sesuai
82 Responden 082 80 85 90 85 3 Sesuai
83 Responden 083 80 85 80 81.6666667 3.5 Sesuai
84 Responden 084 79 85 98 87.3333333 3.75 Sesuai
85 Responden 085 79 85 87 83.6666667 2.5 Tidak Sesuai
86 Responden 086 80 85 86 83.6666667 3 Sesuai
87 Responden 087 80 88 83 83.6666667 2.75 Sesuai
88 Responden 088 79 88 91 86 3 Sesuai
89 Responden 089 76 85 C 80.5 3 Sesuai
90 Responden 090 76 85 86 82.3333333 2.5 Tidak Sesuai
91 Responden 091 84 81 89 84.6666667 3.5 Sesuai
92 Responden 092 79 83 89 83.6666667 3.25 Sesuai
93 Responden 093 84 83 90 85.6666667 2.75 Sesuai
94 Responden 094 83 83 85 83.6666667 3 Sesuai
95 Responden 095 85 83 90 86 3.5 Sesuai
96 Responden 096 86 80 90 85.3333333 3 Sesuai
97 Responden 097 87 84 90 87 3.5 Sesuai
98 Responden 098 83 81 90 84.6666667 3.75 Sesuai
99 Responden 099 87 86 81 84.6666667 3.25 Sesuai
100 Responden 100 83 82 89 84.6666667 3.5 Sesuai
101 Responden 101 87 88 90 88.3333333 3 Sesuai
102 Responden 102 84 85 90 86.3333333 2.75 Sesuai
123
No Responden Produktif 1 Produktif 2 Prakerin Rata-rata Rata-rata Skor X3 Kesimpulan
103 Responden 103 85 83 90 86 3.75 Sesuai
104 Responden 104 84 84 90 86 3.75 Sesuai
105 Responden 105 85 81 90 85.3333333 2.75 Sesuai
106 Responden 106 85 80 90 85 3 Sesuai
107 Responden 107 86 81 90 85.6666667 3 Sesuai
108 Responden 108 85 80 85 83.3333333 3.25 Sesuai
109 Responden 109 86 85 86 85.6666667 3.75 Sesuai
110 Responden 110 84 83 87 84.6666667 3.5 Sesuai
111 Responden 111 83 78 85 82 3.5 Sesuai
112 Responden 112 83 81 85 83 3 Sesuai
113 Responden 113 83 81 83 82.3333333 4 Sesuai
114 Responden 114 85 82 90 85.6666667 2.75 Sesuai
115 Responden 115 84 83 86 84.3333333 3.5 Sesuai
116 Responden 116 84 82 90 85.3333333 2.5 Tidak Sesuai
117 Responden 117 81 81 89 83.6666667 3.75 Sesuai
118 Responden 118 85 82 90 85.6666667 3.75 Sesuai
119 Responden 119 82 85 80 82.3333333 3.5 Sesuai
120 Responden 120 85 84 89 86 2.75 Sesuai

Kesimpulan
Cumulative
Frequency Percent Valid Percent
Percent
Sesuai 112 93.3 93.3 93.3
Valid Tidak Sesuai 8 6.7 6.7 100.0
Total 120 100.0 100.0
Lampiran 2.4 Rekap Data Hasil Penelitian 124

X1= Taraf Intelegensi; X2= Pengetahuan; X3= Keterampilan; X4= Bakat; X5= Minat;
X6= Motivasi; X7= Fisik; X8= Kebutuhan Psikologis; X9= Kepribadian; X10= Cita-cita; X11= Keluarga; X12= Kurikulum

X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12


No Responden ΣX1 ΣX2 ΣX3 ΣX4 ΣX5 ΣX6 ΣX7 ΣX8 ΣX9 ΣX10 ΣX11 ΣX12
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44
1 Responden 001 3 4 3 10 4 3 3 3 13 3 3 3 3 12 3 3 6 3 3 2 3 11 3 3 3 9 3 3 6 3 3 3 3 12 3 3 3 3 3 3 3 3 24 3 3 2 8 3 3 3 3 12 3 3 2 8
2 Responden 002 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 3 2 11 3 3 6 4 2 4 2 12 3 2 3 8 3 3 6 4 4 3 4 15 3 3 4 3 3 3 3 3 25 4 2 3 9 4 4 4 3 15 3 3 3 9
3 Responden 003 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 3 3 12 3 3 6 3 2 3 3 11 3 2 4 9 4 4 8 4 3 4 4 15 3 4 4 3 3 3 3 2 25 2 4 3 9 4 4 4 3 15 3 3 3 9
4 Responden 004 3 3 4 10 4 3 2 2 11 4 3 3 3 13 2 3 5 2 3 2 3 10 3 4 4 11 4 4 8 4 3 3 3 13 2 3 3 3 4 4 4 4 27 4 4 4 12 4 3 3 3 13 2 3 2 7
5 Responden 005 1 2 2 5 3 4 3 3 13 3 2 2 3 10 2 4 6 4 2 3 4 13 3 2 4 9 2 4 6 4 4 3 2 13 3 3 4 2 3 2 2 4 23 4 3 3 10 3 2 2 3 10 3 3 3 9
6 Responden 006 2 2 4 8 3 2 3 3 11 3 4 4 4 15 3 3 6 4 3 4 4 15 3 3 3 9 4 3 7 2 3 3 3 11 4 4 4 4 3 4 4 3 30 4 3 4 11 4 4 4 3 15 3 3 3 9
7 Responden 007 2 2 3 7 3 4 3 3 13 3 4 3 3 13 3 3 6 2 1 3 4 10 3 2 4 9 4 4 8 3 4 3 3 13 3 4 3 3 3 3 3 4 26 4 2 2 8 4 3 3 3 13 2 3 2 7
8 Responden 008 2 3 3 8 3 3 4 4 14 3 3 2 2 10 2 4 6 2 1 1 2 6 2 2 3 7 3 3 6 4 4 3 3 14 3 3 3 3 3 4 4 4 27 3 3 3 9 3 3 3 2 11 2 2 1 5
9 Responden 009 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 4 3 4 14 3 3 6 4 2 4 4 14 3 4 3 10 4 4 8 4 4 3 4 15 4 4 4 4 3 3 3 3 28 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 4 4 11
10 Responden 010 4 2 3 9 4 2 3 3 12 3 3 3 3 12 3 3 6 3 2 3 3 11 3 3 3 9 3 3 6 3 3 3 3 12 3 3 3 3 3 4 3 3 25 4 3 3 10 4 4 4 3 15 3 3 3 9
11 Responden 011 3 2 3 8 3 2 3 3 11 3 3 3 3 12 3 3 6 3 2 3 3 11 3 3 4 10 3 3 6 3 3 3 3 12 3 3 3 3 3 4 3 3 25 4 3 3 10 4 4 4 3 15 3 3 3 9
12 Responden 012 3 3 3 9 3 2 2 3 10 3 3 4 3 13 3 2 5 2 4 4 3 13 3 3 3 9 4 4 8 4 4 4 3 15 3 3 2 2 3 3 3 3 22 4 3 2 9 4 3 3 4 14 3 3 3 9
13 Responden 013 3 3 3 9 3 3 2 2 10 3 3 3 3 12 3 3 6 2 2 3 2 9 3 3 4 10 3 3 6 3 3 3 3 12 3 3 3 3 3 4 3 3 25 4 3 3 10 4 4 4 3 15 3 3 3 9
14 Responden 014 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 3 3 12 3 3 6 4 4 4 4 16 4 3 4 11 4 4 8 4 3 3 4 14 3 3 3 3 3 3 3 3 24 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 3 9
15 Responden 015 2 3 3 8 4 4 4 4 16 4 3 3 3 13 3 3 6 4 2 3 4 13 3 3 3 9 4 3 7 4 4 4 3 15 4 4 4 4 4 3 4 3 30 4 3 3 10 4 4 4 4 16 3 3 4 10
16 Responden 016 4 3 3 10 4 4 4 3 15 4 4 4 4 16 3 3 6 2 2 4 4 12 4 4 4 12 4 4 8 4 4 4 4 16 3 3 4 4 4 4 4 3 29 4 3 4 11 4 4 4 4 16 4 3 3 10
17 Responden 017 3 3 3 9 4 3 3 3 13 2 4 3 3 12 4 4 8 4 1 4 3 12 3 3 4 10 3 3 6 4 3 3 2 12 4 4 4 4 4 4 4 3 31 4 1 4 9 4 4 4 4 16 4 4 4 12
18 Responden 018 3 2 3 8 3 3 3 2 11 3 3 3 3 12 3 3 6 2 3 3 3 11 3 4 3 10 3 3 6 3 3 3 3 12 3 3 3 3 3 2 3 3 23 2 3 2 7 3 3 3 3 12 3 3 3 9
19 Responden 019 4 4 4 12 4 4 4 4 16 4 4 4 4 16 4 3 7 4 3 4 4 15 4 4 4 12 4 4 8 4 4 4 4 16 3 4 4 3 4 4 4 4 30 4 4 4 12 4 4 4 4 16 3 4 4 11
20 Responden 020 3 2 4 9 4 3 4 2 13 3 4 3 3 13 2 2 4 4 4 4 4 16 2 2 4 8 3 3 6 3 4 4 3 14 4 3 4 4 4 4 4 4 31 4 2 3 9 4 3 3 2 12 2 3 3 8
21 Responden 021 2 3 3 8 4 4 3 3 14 3 3 3 3 12 3 3 6 4 2 3 3 12 4 3 3 10 3 3 6 3 3 3 3 12 3 3 3 3 3 4 3 3 25 3 3 3 9 3 3 3 2 11 3 3 3 9
22 Responden 022 3 4 4 11 4 3 4 4 15 4 4 3 4 15 4 4 8 4 1 4 3 12 4 4 4 12 4 4 8 4 4 3 4 15 4 4 4 1 3 4 4 4 28 1 4 3 8 4 4 4 4 16 3 3 4 10
23 Responden 023 2 3 3 8 3 3 2 3 11 3 3 3 3 12 3 3 6 3 3 1 3 10 3 3 3 9 3 3 6 4 3 4 3 14 2 3 3 3 3 3 3 3 23 4 3 3 10 4 3 3 3 13 3 3 2 8
24 Responden 024 3 2 3 8 3 3 3 3 12 3 3 3 3 12 3 3 6 2 3 3 3 11 3 3 3 9 3 3 6 3 3 3 3 12 3 3 3 3 3 3 3 3 24 3 2 3 8 3 3 3 3 12 3 3 3 9
25 Responden 025 2 2 2 6 3 3 3 2 11 3 3 3 2 11 3 3 6 4 2 3 3 12 3 4 4 11 4 3 7 4 3 4 4 15 3 3 4 4 4 4 3 4 29 4 2 3 9 3 4 3 3 13 3 2 3 8
26 Responden 026 2 2 3 7 3 3 2 3 11 3 3 3 3 12 3 3 6 2 3 2 2 9 3 3 3 9 3 3 6 3 3 3 3 12 3 3 3 3 3 3 3 3 24 3 3 2 8 3 3 3 3 12 2 3 2 7
27 Responden 027 2 2 3 7 3 2 2 3 10 3 3 3 3 12 3 2 5 3 3 2 3 11 2 3 3 8 3 3 6 3 3 3 2 11 3 3 3 3 3 3 3 3 24 3 3 1 7 2 2 3 2 9 2 3 2 7
28 Responden 028 3 3 4 10 4 3 3 3 13 4 4 4 4 16 2 4 6 4 3 3 4 14 3 3 3 9 3 4 7 4 4 4 4 16 3 3 3 3 3 4 4 4 27 4 3 4 11 3 3 3 3 12 4 4 4 12
29 Responden 029 3 2 3 8 3 3 3 3 12 3 3 3 2 11 3 3 6 1 2 2 3 8 3 3 2 8 3 3 6 3 3 3 3 12 3 4 3 3 3 3 3 3 25 3 1 3 7 3 3 2 3 11 2 3 2 7
30 Responden 030 2 2 3 7 4 3 3 3 13 3 3 4 4 14 3 4 7 3 4 2 3 12 3 3 4 10 4 4 8 4 4 4 4 16 4 4 3 3 4 4 2 4 28 4 3 4 11 4 4 4 4 16 3 3 2 8
31 Responden 031 3 2 3 8 4 3 3 3 13 3 2 3 3 11 3 3 6 3 2 3 3 11 2 3 3 8 3 3 6 4 3 4 3 14 3 3 3 3 3 3 3 3 24 4 2 4 10 4 4 4 3 15 4 3 3 10
32 Responden 032 2 3 3 8 3 3 3 3 12 3 3 4 4 14 3 4 7 4 2 1 3 10 4 4 4 12 4 4 8 4 4 4 4 16 4 4 4 2 4 4 3 4 29 2 4 3 9 4 4 4 2 14 4 4 4 12
33 Responden 033 2 3 3 8 3 3 3 3 12 4 3 4 3 14 4 3 7 2 4 3 3 12 3 3 1 7 4 3 7 4 4 4 4 16 3 3 3 2 3 3 2 4 23 4 3 2 9 3 4 2 3 12 2 4 2 8
34 Responden 034 3 3 3 9 3 4 4 4 15 4 4 4 4 16 3 2 5 3 2 2 4 11 3 3 3 9 3 4 7 3 4 4 3 14 3 4 3 3 3 3 3 4 26 4 3 3 10 4 4 4 4 16 3 3 3 9
35 Responden 035 3 2 3 8 4 4 4 2 14 4 4 3 4 15 4 3 7 4 4 3 4 15 3 2 2 7 4 3 7 4 4 4 4 16 4 4 4 4 4 4 3 3 30 4 4 3 11 4 4 4 4 16 4 4 4 12
36 Responden 036 2 3 3 8 2 3 3 3 11 3 3 3 3 12 3 3 6 1 2 4 4 11 3 3 2 8 3 3 6 4 4 4 3 15 3 3 3 2 3 3 3 2 22 3 3 2 8 2 3 3 3 11 3 3 1 7
37 Responden 037 3 3 4 10 4 3 3 3 13 4 3 3 3 13 3 4 7 3 4 2 4 13 4 4 3 11 3 4 7 4 4 4 4 16 3 3 4 3 3 2 4 4 26 4 4 4 12 4 4 4 4 16 4 4 3 11
38 Responden 038 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 3 3 12 3 4 7 4 2 4 3 13 3 3 4 10 4 3 7 3 4 3 4 14 3 3 3 3 3 3 3 4 25 4 3 3 10 3 3 3 3 12 3 3 3 9
39 Responden 039 3 3 4 10 4 3 3 3 13 4 4 4 3 15 3 2 5 3 4 2 3 12 3 3 3 9 4 4 8 4 3 3 4 14 3 3 3 3 3 3 3 3 24 4 3 2 9 4 4 3 4 15 3 3 3 9
40 Responden 040 2 3 4 9 4 4 4 4 16 4 4 4 4 16 4 4 8 4 2 4 4 14 4 4 4 12 4 4 8 4 4 4 4 16 4 4 4 4 4 3 4 3 30 4 4 2 10 4 4 4 4 16 4 4 4 12
41 Responden 041 3 3 2 8 3 3 3 3 12 4 2 3 3 12 3 3 6 3 2 2 2 9 3 3 3 9 3 3 6 4 4 4 3 15 3 3 3 3 3 4 3 3 25 4 3 2 9 3 3 3 3 12 3 3 3 9
42 Responden 042 2 3 3 8 3 3 3 3 12 4 4 4 4 16 2 3 5 2 4 4 4 14 2 2 3 7 2 2 4 4 4 4 4 16 4 4 4 3 4 3 3 3 28 4 4 4 12 4 4 4 4 16 4 4 2 10
43 Responden 043 3 3 3 9 3 2 2 3 10 4 3 4 3 14 3 2 5 3 3 3 2 11 3 3 3 9 4 3 7 4 4 4 3 15 3 3 3 4 3 3 3 4 26 4 2 2 8 3 4 4 4 15 3 3 3 9
44 Responden 044 3 3 3 9 3 2 3 3 11 3 3 4 3 13 2 2 4 3 2 1 3 9 2 2 3 7 3 3 6 3 3 4 3 13 3 3 3 4 3 3 3 3 25 3 3 2 8 3 4 3 3 13 3 3 3 9
45 Responden 045 3 2 3 8 3 3 3 3 12 3 2 3 3 11 3 2 5 3 2 2 3 10 2 2 3 7 3 2 5 2 3 3 3 11 3 3 3 3 3 3 3 4 25 4 2 2 8 3 4 4 4 15 2 4 3 9
125
X1= Taraf Intelegensi; X2= Pengetahuan; X3= Keterampilan; X4= Bakat; X5= Minat;
X6= Motivasi; X7= Fisik; X8= Kebutuhan Psikologis; X9= Kepribadian; X10= Cita-cita; X11= Keluarga; X12= Kurikulum

X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12


No Responden ΣX1 ΣX2 ΣX3 ΣX4 ΣX5 ΣX6 ΣX7 ΣX8 ΣX9 ΣX10 ΣX11 ΣX12
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44
46 Responden 046 3 3 3 9 4 3 2 2 11 3 2 3 3 11 3 3 6 3 3 3 3 12 3 3 4 10 3 4 7 4 4 3 4 15 2 3 4 3 3 3 3 3 24 4 4 2 10 4 4 4 4 16 3 3 3 9
47 Responden 047 2 2 3 7 3 3 3 2 11 3 2 3 3 11 3 3 6 2 3 1 3 9 3 3 3 9 3 3 6 3 4 3 3 13 3 4 3 4 4 4 3 3 28 4 4 2 10 3 3 3 3 12 2 3 3 8
48 Responden 048 2 3 3 8 3 2 3 2 10 2 3 3 3 11 3 3 6 2 2 2 3 9 3 2 4 9 3 3 6 3 3 3 3 12 3 3 3 3 3 3 3 3 24 3 2 3 8 3 3 3 3 12 3 3 2 8
49 Responden 049 3 3 3 9 4 3 3 3 13 3 3 4 3 13 3 3 6 3 4 3 4 14 3 2 3 8 4 3 7 4 3 3 4 14 4 3 3 3 3 3 3 3 25 4 2 4 10 4 3 3 3 13 3 3 3 9
50 Responden 050 4 4 3 11 4 3 3 3 13 4 4 3 4 15 4 3 7 3 2 3 4 12 3 3 4 10 4 4 8 3 3 4 4 14 4 4 4 4 4 4 4 4 32 4 3 3 10 4 4 4 4 16 4 4 3 11
51 Responden 051 2 4 4 10 3 3 4 3 13 3 4 3 3 13 4 3 7 2 1 1 4 8 3 3 4 10 4 4 8 4 3 3 4 14 3 4 4 4 4 3 3 3 28 4 4 4 12 4 4 4 4 16 3 3 2 8
52 Responden 052 3 2 2 7 3 3 3 2 11 4 3 3 3 13 3 2 5 3 2 2 4 11 3 3 4 10 3 4 7 4 4 3 4 15 3 3 3 2 3 2 3 3 22 4 4 4 12 4 4 4 3 15 3 3 3 9
53 Responden 053 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 3 2 11 3 3 6 2 4 4 2 12 3 3 3 9 2 3 5 3 3 3 3 12 3 4 3 3 3 3 2 3 24 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 2 8
54 Responden 054 2 2 3 7 3 3 2 2 10 3 3 3 3 12 2 2 4 2 2 2 3 9 3 3 3 9 3 3 6 4 3 3 3 13 2 2 3 3 3 3 3 3 22 4 4 2 10 4 4 4 4 16 2 2 2 6
55 Responden 055 2 2 3 7 2 3 2 2 9 3 2 2 3 10 2 2 4 3 3 3 3 12 2 3 3 8 3 3 6 3 3 2 3 11 2 3 3 3 3 2 3 3 22 3 2 2 7 4 2 2 2 10 2 2 2 6
56 Responden 056 2 2 2 6 3 3 3 3 12 3 1 2 2 8 3 4 7 3 2 1 1 7 3 2 2 7 4 4 8 4 4 4 4 16 3 4 4 3 3 3 3 4 27 3 1 4 8 3 3 3 3 12 2 3 2 7
57 Responden 057 3 3 3 9 3 2 2 3 10 4 3 3 3 13 3 2 5 4 2 3 2 11 3 2 3 8 3 3 6 4 3 3 3 13 3 3 3 3 3 3 3 3 24 2 3 3 8 3 3 3 3 12 2 3 2 7
58 Responden 058 3 3 3 9 3 3 3 4 13 3 2 3 3 11 3 3 6 4 3 3 3 13 3 3 4 10 4 4 8 4 4 4 3 15 4 4 3 3 3 3 3 4 27 4 3 3 10 4 4 4 3 15 4 4 3 11
59 Responden 059 4 3 4 11 4 4 3 4 15 4 4 4 4 16 4 4 8 4 4 2 3 13 3 3 3 9 4 4 8 4 4 3 3 14 4 3 4 3 3 3 3 4 27 4 3 3 10 4 4 4 2 14 3 3 3 9
60 Responden 060 2 3 3 8 4 3 2 3 12 3 4 3 3 13 3 4 7 4 4 3 2 13 3 3 3 9 3 3 6 3 4 3 4 14 4 3 3 3 4 3 3 4 27 3 3 2 8 4 4 4 3 15 3 3 2 8
61 Responden 061 4 4 2 10 4 4 4 4 16 4 4 4 2 14 2 4 6 4 2 1 3 10 3 3 4 10 4 4 8 2 3 2 2 9 4 3 2 3 1 4 2 4 23 4 4 4 12 4 3 3 2 12 3 4 3 10
62 Responden 062 3 3 4 10 3 1 3 3 10 3 1 2 2 8 2 1 3 1 3 1 4 9 3 1 4 8 3 3 6 4 4 4 4 16 4 4 4 1 4 4 4 4 29 3 4 1 8 4 4 4 4 16 2 2 1 5
63 Responden 063 3 3 4 10 4 4 4 4 16 4 4 4 4 16 3 4 7 4 4 4 4 16 4 3 4 11 4 4 8 4 4 4 4 16 4 4 4 4 4 4 4 4 32 4 4 3 11 4 4 4 2 14 4 4 4 12
64 Responden 064 2 2 3 7 3 2 2 2 9 3 3 3 3 12 3 3 6 3 3 2 2 10 3 3 4 10 3 3 6 3 4 4 4 15 3 3 4 4 3 3 4 4 28 4 4 4 12 4 4 4 3 15 3 3 3 9
65 Responden 065 3 3 3 9 4 3 3 3 13 4 3 2 3 12 3 2 5 4 2 4 3 13 4 2 4 10 3 3 6 3 2 3 4 12 4 3 3 4 4 4 4 3 29 2 4 3 9 4 4 4 3 15 3 4 3 10
66 Responden 066 3 3 3 9 4 3 4 3 14 4 3 3 3 13 3 3 6 3 3 3 3 12 3 3 4 10 4 3 7 3 3 4 3 13 4 3 3 3 3 3 3 3 25 3 2 3 8 3 3 3 3 12 3 3 3 9
67 Responden 067 3 3 3 9 2 3 2 2 9 3 3 3 3 12 3 3 6 4 4 2 3 13 3 3 3 9 3 3 6 3 3 3 4 13 3 3 3 3 3 2 2 4 23 4 3 3 10 4 4 4 3 15 3 3 3 9
68 Responden 068 2 2 3 7 4 4 4 3 15 3 3 4 4 14 3 3 6 4 3 4 4 15 4 4 3 11 4 4 8 4 4 4 4 16 3 4 4 4 4 3 3 4 29 4 2 2 8 4 3 3 3 13 4 4 3 11
69 Responden 069 2 2 3 7 4 3 2 3 12 2 2 3 4 11 2 4 6 4 4 1 1 10 3 1 2 6 4 4 8 4 4 4 4 16 4 4 4 3 3 3 3 3 27 1 4 4 9 2 2 3 1 8 2 3 1 6
70 Responden 070 3 3 3 9 2 3 2 3 10 3 3 3 3 12 3 3 6 2 2 2 3 9 3 3 2 8 3 3 6 3 3 3 3 12 2 3 3 3 3 3 3 3 23 3 3 3 9 3 3 3 2 11 3 3 3 9
71 Responden 071 2 2 3 7 4 3 3 3 13 3 3 3 3 12 3 2 5 2 3 3 3 11 3 3 3 9 3 3 6 2 3 2 3 10 3 3 3 2 3 3 2 3 22 4 4 2 10 3 4 3 3 13 3 3 3 9
72 Responden 072 3 2 3 8 3 3 3 3 12 3 3 3 3 12 3 2 5 4 3 4 4 15 3 3 3 9 3 3 6 3 4 4 4 15 3 4 3 3 4 4 3 3 27 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 4 10
73 Responden 073 3 2 3 8 3 3 3 3 12 3 3 3 3 12 2 4 6 3 3 3 4 13 3 3 3 9 4 3 7 3 4 4 3 14 3 3 3 3 3 3 4 3 25 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 4 3 10
74 Responden 074 2 2 2 6 3 3 3 2 11 3 3 3 3 12 2 2 4 2 2 1 3 8 3 3 4 10 3 4 7 4 3 2 4 13 3 3 3 2 3 3 2 4 23 3 3 4 10 3 3 3 3 12 3 3 2 8
75 Responden 075 3 3 3 9 4 4 4 3 15 3 4 4 3 14 3 4 7 4 2 1 4 11 4 3 4 11 4 4 8 3 3 4 3 13 4 4 4 4 4 4 4 4 32 4 2 4 10 4 4 4 4 16 4 3 4 11
76 Responden 076 3 2 3 8 3 3 3 3 12 3 3 3 3 12 3 3 6 2 4 3 2 11 3 3 3 9 4 3 7 3 3 4 4 14 3 3 3 3 3 3 3 4 25 3 3 3 9 4 4 4 4 16 3 3 3 9
77 Responden 077 2 2 2 6 4 3 3 3 13 4 3 4 3 14 3 2 5 2 1 2 3 8 3 3 3 9 4 4 8 4 4 4 4 16 4 4 4 3 4 3 3 4 29 4 3 3 10 4 4 4 4 16 3 3 2 8
78 Responden 078 2 2 3 7 3 3 3 3 12 3 3 3 2 11 3 3 6 2 2 3 2 9 3 2 2 7 2 2 4 3 3 3 3 12 3 2 3 3 3 3 3 3 23 3 2 3 8 2 2 2 2 8 3 3 3 9
79 Responden 079 2 2 3 7 3 3 3 3 12 3 3 3 3 12 3 3 6 2 2 3 3 10 3 3 3 9 3 3 6 3 3 4 3 13 3 3 3 3 4 3 3 3 25 3 4 2 9 3 3 3 3 12 3 3 2 8
80 Responden 080 3 2 3 8 2 3 3 3 11 4 4 4 4 16 4 3 7 4 2 4 4 14 4 3 4 11 4 4 8 4 4 3 4 15 4 4 4 4 3 3 4 4 30 4 3 2 9 4 4 4 4 16 4 3 3 10
81 Responden 081 2 2 2 6 3 3 3 3 12 4 3 3 3 13 2 2 4 3 3 3 3 12 3 3 3 9 3 3 6 2 4 4 2 12 3 3 4 2 3 3 3 4 25 3 3 3 9 3 3 3 3 12 2 2 2 6
82 Responden 082 3 2 3 8 4 3 3 3 13 3 3 3 3 12 3 3 6 2 2 3 4 11 4 3 3 10 4 4 8 4 4 4 4 16 3 3 4 3 4 3 4 4 28 3 3 3 9 4 4 4 4 16 3 4 3 10
83 Responden 083 3 2 3 8 2 3 3 3 11 4 4 3 3 14 4 3 7 4 2 2 4 12 3 3 3 9 4 4 8 4 4 4 4 16 4 4 4 3 3 4 3 3 28 3 3 3 9 4 4 4 3 15 3 3 3 9
84 Responden 084 3 3 4 10 4 4 4 3 15 3 4 4 4 15 3 4 7 3 3 3 4 13 3 2 3 8 4 4 8 3 4 4 4 15 4 4 4 4 4 2 4 4 30 4 3 2 9 4 3 3 3 13 4 4 3 11
85 Responden 085 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 2 3 2 10 2 2 4 1 2 3 3 9 3 3 2 8 3 3 6 3 3 4 4 14 3 2 3 2 3 2 3 3 21 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 2 8
86 Responden 086 3 2 3 8 3 2 3 3 11 3 3 3 3 12 4 4 8 2 2 4 4 12 3 4 4 11 4 4 8 4 4 4 4 16 3 4 4 4 3 3 3 4 28 4 3 3 10 4 4 4 3 15 3 3 3 9
87 Responden 087 3 3 3 9 2 3 2 2 9 3 3 3 2 11 3 2 5 4 3 3 4 14 4 3 4 11 3 3 6 3 3 3 4 13 3 3 3 3 3 3 2 2 22 3 2 3 8 4 4 4 3 15 3 3 3 9
88 Responden 088 3 3 3 9 3 3 3 4 13 3 3 3 3 12 3 3 6 4 4 4 4 16 4 2 2 8 4 3 7 4 4 4 4 16 3 3 3 3 4 3 3 4 26 4 3 3 10 4 2 2 3 11 3 4 4 11
89 Responden 089 3 3 3 9 3 4 3 3 13 3 3 3 3 12 3 3 6 4 4 3 3 14 2 3 3 8 4 3 7 3 3 3 3 12 3 3 3 3 3 3 3 3 24 3 3 3 9 4 4 4 3 15 3 3 3 9
90 Responden 090 3 2 2 7 2 3 3 3 11 3 3 2 2 10 3 3 6 3 2 3 2 10 3 2 4 9 3 3 6 2 3 4 2 11 3 4 4 3 4 2 3 4 27 3 3 2 8 4 4 4 2 14 3 3 2 8
91 Responden 091 3 3 4 10 3 3 3 3 12 4 4 3 3 14 3 2 5 4 2 3 3 12 3 3 4 10 3 3 6 3 2 2 3 10 2 3 3 3 3 1 3 3 21 4 4 3 11 4 4 4 2 14 3 3 3 9
92 Responden 092 3 3 3 9 3 4 4 4 15 3 4 4 2 13 2 4 6 2 4 2 2 10 2 2 2 6 4 4 8 4 4 4 4 16 3 3 4 4 3 4 4 4 29 4 3 4 11 4 4 3 3 14 3 4 4 11
126
X1= Taraf Intelegensi; X2= Pengetahuan; X3= Keterampilan; X4= Bakat; X5= Minat;
X6= Motivasi; X7= Fisik; X8= Kebutuhan Psikologis; X9= Kepribadian; X10= Cita-cita; X11= Keluarga; X12= Kurikulum

X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12


No Responden ΣX1 ΣX2 ΣX3 ΣX4 ΣX5 ΣX6 ΣX7 ΣX8 ΣX9 ΣX10 ΣX11 ΣX12
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44
93 Responden 093 2 3 3 8 3 3 3 3 12 2 3 3 3 11 3 3 6 3 3 3 3 12 3 3 4 10 4 4 8 4 4 4 3 15 3 3 4 4 3 3 3 3 26 3 3 4 10 3 3 3 3 12 4 3 3 10
94 Responden 094 3 3 3 9 4 4 3 3 14 3 3 4 2 12 2 4 6 2 1 2 3 8 3 2 3 8 4 4 8 4 3 3 3 13 4 4 3 3 3 3 3 4 27 2 4 3 9 4 4 4 4 16 2 2 2 6
95 Responden 095 3 3 2 8 4 3 2 3 12 4 4 3 3 14 2 3 5 4 2 4 4 14 3 3 3 9 4 3 7 3 3 4 3 13 3 3 3 3 3 4 4 3 26 4 4 1 9 4 4 3 4 15 2 2 4 8
96 Responden 096 2 2 3 7 3 3 3 3 12 3 3 3 3 12 2 3 5 2 2 3 3 10 2 2 3 7 3 3 6 3 3 3 4 13 4 4 3 4 4 3 3 4 29 4 2 4 10 4 4 3 1 12 3 3 3 9
97 Responden 097 2 3 3 8 3 2 3 3 11 4 2 4 4 14 4 4 8 3 3 1 2 9 4 4 4 12 3 3 6 3 4 4 4 15 4 4 3 3 4 3 2 4 27 3 3 2 8 4 3 3 2 12 4 4 4 12
98 Responden 098 3 3 4 10 3 3 4 4 14 4 4 4 3 15 3 2 5 4 4 2 4 14 4 3 4 11 4 3 7 4 3 3 4 14 3 3 4 4 3 4 4 4 29 2 4 1 7 4 3 4 4 15 4 3 3 10
99 Responden 099 3 3 3 9 3 3 3 2 11 4 3 3 3 13 3 3 6 3 3 3 3 12 3 3 3 9 4 4 8 4 4 4 4 16 3 4 3 3 3 3 3 4 26 4 4 2 10 4 4 4 4 16 3 4 3 10
100 Responden 100 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 4 4 3 14 3 3 6 2 2 2 4 10 3 3 3 9 3 3 6 4 3 4 4 15 4 4 4 2 4 4 2 4 28 4 1 3 8 4 4 4 4 16 1 4 2 7
101 Responden 101 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 3 3 12 3 3 6 3 3 3 3 12 3 2 3 8 3 3 6 3 3 3 4 13 4 3 3 3 3 3 3 3 25 4 2 4 10 3 3 3 3 12 3 3 3 9
102 Responden 102 3 3 4 10 3 3 3 3 12 2 3 3 3 11 3 2 5 2 2 2 3 9 3 3 3 9 3 3 6 4 3 3 3 13 2 3 3 3 3 3 3 3 23 3 3 2 8 3 3 3 3 12 3 3 2 8
103 Responden 103 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 4 4 4 15 4 3 7 4 2 4 3 13 3 3 4 10 4 4 8 4 4 4 4 16 4 3 4 3 3 3 3 3 26 2 4 3 9 4 4 4 4 16 2 4 3 9
104 Responden 104 3 3 2 8 4 4 4 3 15 4 4 4 3 15 4 2 6 2 4 4 4 14 3 3 3 9 4 3 7 4 4 3 4 15 2 4 3 3 3 3 3 2 23 4 3 3 10 3 3 3 3 12 4 3 2 9
105 Responden 105 3 3 3 9 3 4 4 3 14 3 3 2 3 11 3 3 6 3 4 2 4 13 4 3 3 10 4 3 7 4 3 3 4 14 3 4 3 3 3 3 3 3 25 4 4 3 11 3 4 4 3 14 3 3 3 9
106 Responden 106 3 3 4 10 3 3 3 3 12 4 3 3 2 12 3 2 5 4 2 2 3 11 2 3 3 8 4 3 7 3 4 3 3 13 3 4 4 3 3 3 4 3 27 4 3 3 10 4 4 4 4 16 3 3 3 9
107 Responden 107 3 3 3 9 3 4 4 3 14 3 3 3 3 12 3 3 6 4 3 3 4 14 3 3 3 9 4 3 7 4 3 2 3 12 3 3 4 3 4 3 3 3 26 4 4 3 11 4 4 4 4 16 4 3 3 10
108 Responden 108 2 2 3 7 3 3 3 3 12 2 3 4 4 13 1 4 5 2 2 3 2 9 3 2 2 7 3 3 6 4 3 3 2 12 3 4 3 3 4 4 4 3 28 3 4 3 10 2 1 3 2 8 2 3 3 8
109 Responden 109 2 3 3 8 3 3 4 4 14 4 3 4 4 15 3 3 6 3 4 3 4 14 3 3 3 9 3 3 6 4 4 4 4 16 4 4 3 3 4 4 3 4 29 4 3 2 9 4 4 4 4 16 2 3 3 8
110 Responden 110 3 2 4 9 4 3 4 4 15 4 3 4 3 14 4 3 7 1 3 3 3 10 4 2 3 9 4 4 8 2 3 4 3 12 3 4 4 4 4 3 4 3 29 4 4 4 12 3 3 4 3 13 3 4 2 9
111 Responden 111 3 2 3 8 4 3 3 3 13 3 3 4 4 14 4 4 8 4 2 1 4 11 4 4 4 12 4 4 8 4 4 4 3 15 3 3 4 3 3 3 3 4 26 4 4 4 12 4 4 4 4 16 3 3 2 8
112 Responden 112 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 3 3 12 3 3 6 3 2 2 3 10 2 2 3 7 3 3 6 3 3 3 2 11 3 2 3 3 4 3 4 4 26 4 3 1 8 4 4 2 4 14 2 3 2 7
113 Responden 113 3 3 3 9 4 3 4 4 15 4 4 4 4 16 3 3 6 4 4 4 4 16 2 2 3 7 3 3 6 3 4 3 3 13 3 4 3 3 3 3 3 3 25 4 4 4 12 4 4 4 4 16 3 3 4 10
114 Responden 114 3 3 4 10 3 3 3 3 12 3 3 3 2 11 3 4 7 4 2 4 3 13 3 3 4 10 4 4 8 4 4 3 4 15 4 4 4 4 4 4 4 4 32 3 3 3 9 4 4 4 3 15 4 3 4 11
115 Responden 115 3 3 2 8 4 2 3 4 13 4 3 3 4 14 3 2 5 3 3 4 4 14 3 3 4 10 4 4 8 3 3 4 4 14 4 3 3 2 3 3 3 3 24 3 3 3 9 4 4 4 3 15 3 3 3 9
116 Responden 116 2 3 2 7 3 3 4 3 13 2 2 3 3 10 3 2 5 3 4 3 4 14 3 2 2 7 2 3 5 2 4 4 3 13 3 3 4 2 4 3 3 3 25 4 3 3 10 4 3 2 3 12 2 3 1 6
117 Responden 117 3 2 3 8 3 3 3 3 12 4 4 4 3 15 4 4 8 4 2 4 4 14 3 3 3 9 3 3 6 4 4 4 4 16 3 3 4 4 4 3 3 3 27 3 4 2 9 3 3 3 2 11 3 3 3 9
118 Responden 118 4 3 3 10 3 3 3 3 12 4 4 3 4 15 4 3 7 2 3 2 4 11 4 3 4 11 4 4 8 3 4 3 4 14 4 4 4 3 4 4 3 4 30 4 4 3 11 4 4 4 4 16 4 4 3 11
119 Responden 119 2 3 3 8 3 3 3 3 12 4 3 3 4 14 3 4 7 4 3 3 3 13 3 3 3 9 4 3 7 4 3 3 3 13 4 3 3 3 3 3 3 4 26 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 3 9
120 Responden 120 2 3 3 8 4 3 3 3 13 2 3 3 3 11 3 4 7 2 3 3 3 11 3 3 4 10 4 4 8 4 4 3 4 15 3 3 4 3 3 3 3 3 25 4 4 3 11 4 4 4 4 16 4 3 2 9
127

X13= Materi Pembelajaran; X14= Pengajar; X15= Sarana dan Prasarana; X16= Prestasi Belajar; X17= Kesempatan Mendapatkan Kemajuan; X18= Rekan Sebaya;
X19= Pengalaman Praktek Kerja; X20= Bimbingan Vokasional; X21= Keadaan Sosial Ekonomi Daerah; X22= Status Sosial Ekonomi Keluarga; X23= Informasi Pekerjaan

X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 X21 X22 X23
No Responden ΣX13 ΣX14 ΣX15 ΣX17 ΣX18 ΣX19 ΣX20 ΣX21 ΣX22 ΣX23
45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 75 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74
1 Responden 001 3 3 3 3 3 15 3 2 3 3 11 3 2 5 85 3 2 2 4 3 3 3 9 3 2 2 7 3 3 3 3 12 3 2 3 8 3 2 5 3 3 6
2 Responden 002 3 3 3 3 3 15 3 3 3 3 12 4 3 7 88 3 3 2 5 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 3 12 2 2 4 8 3 2 5 3 3 6
3 Responden 003 3 3 3 3 3 15 3 3 4 4 14 3 3 6 96 4 3 3 6 4 4 4 12 4 2 3 9 4 4 4 4 16 1 2 2 5 4 3 7 3 3 6
4 Responden 004 3 3 3 3 3 15 3 2 2 2 9 3 3 6 90 3 2 2 4 4 4 4 12 4 3 3 10 3 3 3 3 12 4 3 3 10 3 2 5 3 3 6
5 Responden 005 4 4 4 4 3 19 3 2 2 2 9 2 3 5 88 3 3 3 6 4 4 3 11 3 4 4 11 4 3 3 3 13 3 2 3 8 2 3 5 3 3 6
6 Responden 006 3 3 2 2 3 13 3 3 2 2 10 3 3 6 87 3 2 2 4 2 4 4 10 3 3 3 9 4 4 3 4 15 3 1 2 6 4 2 6 4 4 8
7 Responden 007 3 3 2 3 2 13 2 2 2 2 8 2 3 5 89 3 2 2 4 3 4 4 11 3 3 3 9 3 3 3 3 12 2 2 2 6 3 2 5 3 3 6
8 Responden 008 3 4 2 2 2 13 2 2 2 1 7 3 2 5 A 4 2 2 4 2 3 3 8 3 3 4 10 2 3 3 3 11 3 2 2 7 3 2 5 2 2 4
9 Responden 009 4 4 4 4 3 19 3 3 3 3 12 3 3 6 86 3 3 3 6 4 4 4 12 3 3 3 9 4 4 4 4 16 3 3 3 9 3 3 6 3 3 6
10 Responden 010 3 3 3 3 3 15 3 3 3 3 12 3 3 6 85 3 3 3 6 3 4 3 10 3 3 3 9 3 3 3 4 13 2 2 3 7 3 2 5 3 3 6
11 Responden 011 3 3 3 3 3 15 3 3 3 3 12 3 3 6 90 3 3 3 6 3 4 3 10 3 3 3 9 3 3 3 4 13 2 2 3 7 3 2 5 3 3 6
12 Responden 012 3 3 3 4 3 16 2 3 2 3 10 3 3 6 90 3 3 3 6 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 2 3 8 3 3 6 3 3 6
13 Responden 013 3 3 3 3 3 15 3 3 3 3 12 3 3 6 90 3 3 3 6 3 4 3 10 3 3 3 9 3 3 3 4 13 2 2 3 7 3 2 5 3 3 6
14 Responden 014 3 3 3 3 3 15 3 3 3 3 12 3 3 6 89 3 3 3 6 3 3 4 10 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 3 9 3 2 5 3 3 6
15 Responden 015 4 4 4 4 4 20 4 3 3 3 13 2 3 5 85 3 3 3 6 4 4 4 12 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 2 3 8 3 2 5 3 3 6
16 Responden 016 4 4 4 4 4 20 4 4 3 2 13 3 4 7 85 3 2 2 4 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 4 16 2 2 4 8 4 2 6 4 4 8
17 Responden 017 4 4 4 4 4 20 3 3 2 2 10 2 2 4 95 4 2 2 4 4 4 4 12 3 3 3 9 4 4 4 4 16 2 3 1 6 2 3 5 4 4 8
18 Responden 018 3 3 3 3 3 15 3 3 2 3 11 3 3 6 90 3 3 3 6 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 4 13 2 3 2 7 3 3 6 3 3 6
19 Responden 019 4 4 4 4 4 20 4 4 4 4 16 3 4 7 90 3 4 4 8 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 4 16 4 4 4 12 2 1 3 4 3 7
20 Responden 020 3 4 2 3 4 16 4 4 2 2 12 3 3 6 85 3 3 3 6 3 3 4 10 4 4 4 12 4 4 3 3 14 2 2 3 7 3 2 5 2 2 4
21 Responden 021 3 3 3 3 1 13 3 3 3 3 12 2 3 5 85 3 2 1 3 4 3 4 11 3 2 3 8 3 4 3 3 13 2 2 2 6 3 3 6 3 3 6
22 Responden 022 4 4 4 4 4 20 3 3 3 3 12 3 3 6 85 3 3 3 6 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 4 16 3 1 4 8 4 3 7 4 4 8
23 Responden 023 3 3 3 3 3 15 3 3 3 3 12 3 3 6 85 3 3 2 5 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 2 11 2 2 2 6 3 2 5 3 3 6
24 Responden 024 3 3 3 3 4 16 3 3 3 3 12 3 3 6 88 3 3 3 6 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 2 3 8 3 2 5 3 3 6
25 Responden 025 2 3 1 3 2 11 3 3 2 2 10 3 3 6 80 3 2 3 5 3 3 3 9 4 3 3 10 3 3 3 3 12 2 2 2 6 2 3 5 2 3 5
26 Responden 026 3 3 2 3 3 14 3 2 2 2 9 2 3 5 80 3 3 1 4 2 3 3 8 3 3 3 9 3 3 3 3 12 2 2 3 7 3 2 5 3 3 6
27 Responden 027 3 3 2 3 3 14 3 3 2 2 10 2 3 5 90 3 3 1 4 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 2 11 2 2 2 6 3 2 5 3 3 6
28 Responden 028 3 3 3 3 3 15 3 3 3 3 12 2 3 5 88 3 2 2 4 4 4 4 12 3 3 3 9 4 4 4 4 16 3 2 2 7 3 2 5 3 3 6
29 Responden 029 3 3 3 3 3 15 3 3 2 2 10 2 3 5 96 4 3 3 6 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 2 3 8 3 2 5 3 3 6
30 Responden 030 3 3 3 3 3 15 3 3 3 2 11 3 2 5 87 3 2 3 5 3 4 4 11 4 4 4 12 4 4 4 4 16 2 3 2 7 3 2 5 3 3 6
31 Responden 031 3 3 3 3 3 15 3 3 2 2 10 3 3 6 88 3 3 3 6 3 3 4 10 3 3 2 8 3 3 3 3 12 2 2 4 8 4 3 7 3 3 6
32 Responden 032 4 4 4 4 4 20 2 3 3 2 10 2 2 4 92 3 2 3 5 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 3 4 15 1 1 4 6 4 4 8 4 4 8
33 Responden 033 2 3 2 2 2 11 2 2 2 3 9 3 1 4 87 3 3 4 7 2 3 3 8 3 3 3 9 3 3 2 3 11 3 2 4 9 4 2 6 2 2 4
34 Responden 034 4 4 3 4 4 19 3 3 2 3 11 2 3 5 88 3 4 4 8 4 4 4 12 3 3 4 10 4 4 3 3 14 1 1 2 4 4 2 6 4 4 8
35 Responden 035 3 4 4 4 4 19 3 4 3 2 12 2 3 5 94 4 2 3 5 2 4 4 10 4 4 4 12 4 4 4 3 15 3 3 3 9 3 2 5 3 4 7
36 Responden 036 3 3 3 3 2 14 2 2 2 2 8 2 3 5 79 3 2 2 4 2 3 4 9 3 2 2 7 3 3 2 2 10 3 2 3 8 3 1 4 2 3 5
37 Responden 037 4 3 3 3 3 16 4 4 4 3 15 4 4 8 90 3 3 3 6 2 3 4 9 4 4 4 12 4 4 3 3 14 2 2 4 8 4 2 6 3 3 6
38 Responden 038 3 3 2 3 3 14 3 3 3 3 12 2 3 5 86 3 3 2 5 3 2 3 8 4 3 4 11 3 3 3 3 12 3 2 3 8 3 2 5 3 3 6
39 Responden 039 4 3 3 3 3 16 3 3 3 3 12 3 3 6 88 3 2 2 4 3 3 4 10 4 4 3 11 3 3 3 4 13 3 2 4 9 4 2 6 3 3 6
40 Responden 040 4 4 3 3 4 18 4 3 3 2 12 2 4 6 85 3 3 4 7 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 4 16 4 2 4 10 4 3 7 4 4 8
41 Responden 041 3 3 3 4 3 16 3 3 3 2 11 2 3 5 84 3 3 3 6 3 4 4 11 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 2 4 9 4 3 7 3 3 6
42 Responden 042 4 4 4 4 3 19 2 3 2 3 10 4 4 8 82 2 4 3 7 3 3 4 10 4 4 3 11 4 4 4 4 16 4 4 3 11 4 4 8 4 4 8
43 Responden 043 3 4 3 4 3 17 3 3 2 2 10 3 3 6 88 3 2 2 4 2 3 3 8 4 3 3 10 3 3 3 3 12 3 2 3 8 4 3 7 3 3 6
44 Responden 044 2 2 2 2 3 11 2 2 3 3 10 3 3 6 91 3 1 1 2 3 3 3 9 3 3 4 10 3 3 3 3 12 3 3 3 9 3 3 6 3 3 6
45 Responden 045 3 3 3 3 3 15 3 4 4 3 14 2 2 4 89 3 2 2 4 2 3 4 9 4 4 4 12 4 4 4 3 15 2 4 4 10 3 3 6 3 3 6
46 Responden 046 3 3 3 3 3 15 3 3 3 2 11 2 3 5 90 3 3 3 6 3 3 3 9 4 4 4 12 3 3 3 3 12 3 2 3 8 4 2 6 3 3 6
128
X13= Materi Pembelajaran; X14= Pengajar; X15= Sarana dan Prasarana; X16= Prestasi Belajar; X17= Kesempatan Mendapatkan Kemajuan; X18= Rekan Sebaya;
X19= Pengalaman Praktek Kerja; X20= Bimbingan Vokasional; X21= Keadaan Sosial Ekonomi Daerah; X22= Status Sosial Ekonomi Keluarga; X23= Informasi Pekerjaan

X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 X21 X22 X23
No Responden ΣX13 ΣX14 ΣX15 ΣX17 ΣX18 ΣX19 ΣX20 ΣX21 ΣX22 ΣX23
45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 75 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74
47 Responden 047 3 2 3 2 2 12 2 3 2 3 10 3 3 6 88 3 2 2 4 2 3 3 8 2 3 3 8 3 3 3 3 12 3 3 3 9 3 3 6 3 3 6
48 Responden 048 2 3 2 3 2 12 2 2 2 2 8 2 3 5 90 3 2 2 4 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 3 12 2 2 3 7 3 2 5 3 3 6
49 Responden 049 2 2 3 3 3 13 3 3 3 3 12 3 3 6 88 3 3 3 6 3 3 3 9 4 3 3 10 3 3 3 3 12 3 1 3 7 3 2 5 3 3 6
50 Responden 050 3 3 4 4 4 18 4 4 4 4 16 3 3 6 90 3 3 3 6 3 4 4 11 3 3 4 10 4 4 4 4 16 2 2 3 7 3 2 5 4 3 7
51 Responden 051 4 3 4 4 3 18 2 3 3 2 10 3 3 6 90 3 1 1 2 1 3 3 7 4 4 4 12 3 4 3 3 13 2 3 3 8 3 2 5 4 4 8
52 Responden 052 3 3 3 3 3 15 3 2 2 2 9 2 3 5 90 3 3 2 5 2 3 3 8 3 3 3 9 3 3 3 3 12 2 2 3 7 3 2 5 3 3 6
53 Responden 053 3 3 3 2 3 14 3 3 3 3 12 3 3 6 80 2 3 3 6 2 4 4 10 3 3 3 9 3 3 3 3 12 2 1 2 5 3 2 5 3 3 6
54 Responden 054 3 3 3 3 2 14 2 2 2 2 8 2 2 4 88 3 2 2 4 2 3 3 8 3 3 3 9 2 2 2 2 8 2 2 3 7 3 2 5 2 2 4
55 Responden 055 3 3 2 2 3 13 3 3 2 2 10 2 2 4 85 3 2 2 4 1 3 3 7 3 3 3 9 3 2 2 3 10 3 2 4 9 2 1 3 2 3 5
56 Responden 056 4 4 2 1 2 13 2 3 4 4 13 3 3 6 85 3 2 4 6 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 4 13 3 3 4 10 4 3 7 2 3 5
57 Responden 057 3 3 3 3 3 15 3 2 2 2 9 2 3 5 88 3 3 3 6 3 2 2 7 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 3 9 3 2 5 3 3 6
58 Responden 058 3 3 3 3 3 15 3 3 3 3 12 3 3 6 85 3 3 3 6 3 4 4 11 4 3 4 11 3 3 3 3 12 3 4 4 11 4 3 7 4 4 8
59 Responden 059 3 3 3 3 3 15 4 3 3 3 13 3 2 5 88 3 2 2 4 3 3 3 9 4 4 3 11 3 3 3 3 12 2 3 2 7 3 2 5 3 3 6
60 Responden 060 3 3 3 2 3 14 3 3 2 1 9 2 3 5 86 3 3 3 6 3 2 4 9 3 3 3 9 2 2 2 3 9 3 2 4 9 4 1 5 2 3 5
61 Responden 061 3 3 3 3 1 13 2 2 3 4 11 2 2 4 86 3 2 3 5 4 4 4 12 4 3 3 10 3 3 3 3 12 1 3 2 6 2 2 4 3 3 6
62 Responden 062 2 2 2 2 2 10 2 2 2 2 8 1 1 2 95 4 1 1 2 4 4 2 10 2 2 2 6 2 2 2 2 8 2 2 4 8 4 2 6 2 2 4
63 Responden 063 4 4 4 4 4 20 4 4 4 4 16 1 1 2 80 2 2 2 4 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 4 16 4 4 4 12 4 4 8 4 4 8
64 Responden 064 3 3 3 3 3 15 3 3 3 3 12 3 3 6 89 3 3 3 6 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 3 9 3 3 6 3 3 6
65 Responden 065 2 2 3 3 3 13 3 3 2 2 10 2 3 5 94 4 3 3 6 2 2 3 7 3 2 3 8 3 3 3 3 12 2 2 3 7 3 1 4 3 2 5
66 Responden 066 3 3 3 3 3 15 3 3 3 2 11 3 3 6 90 3 3 3 6 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 3 9 3 3 6 3 3 6
67 Responden 067 3 3 3 3 3 15 3 3 2 2 10 3 3 6 83 2 2 3 5 2 3 3 8 3 3 3 9 3 3 3 3 12 2 2 3 7 3 1 4 3 3 6
68 Responden 068 3 4 4 4 3 18 3 3 3 2 11 3 3 6 80 2 3 3 6 2 3 4 9 4 4 4 12 3 4 4 4 15 3 3 4 10 4 2 6 2 2 4
69 Responden 069 3 4 3 2 3 15 3 2 1 1 7 1 1 2 83 2 1 3 4 1 1 3 5 2 2 4 8 4 4 3 4 15 3 1 2 6 2 1 3 1 1 2
70 Responden 070 3 3 3 3 3 15 3 3 3 3 12 3 3 6 80 2 3 3 6 3 3 3 9 3 3 2 8 3 3 3 3 12 3 3 3 9 3 3 6 3 3 6
71 Responden 071 3 3 3 3 3 15 3 2 2 2 9 1 1 2 89 3 2 2 4 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 3 12 1 2 4 7 4 4 8 3 3 6
72 Responden 072 3 4 3 4 4 18 4 3 3 2 12 3 4 7 91 3 2 2 4 4 4 4 12 4 4 4 12 3 3 3 3 12 3 3 3 9 3 3 6 3 3 6
73 Responden 073 4 3 3 3 3 16 3 3 3 3 12 3 4 7 86 3 4 4 8 4 4 4 12 4 3 3 10 3 3 3 3 12 3 3 3 9 3 3 6 3 3 6
74 Responden 074 2 3 2 2 3 12 3 2 3 3 11 3 2 5 83 2 2 2 4 1 1 2 4 3 3 3 9 3 3 3 2 11 2 2 2 6 4 1 5 3 2 5
75 Responden 075 4 4 4 4 4 20 2 2 3 3 10 4 2 6 86 3 3 2 5 4 4 4 12 2 2 3 7 4 4 4 4 16 4 4 4 12 4 4 8 4 4 8
76 Responden 076 4 4 4 4 4 20 3 3 3 2 11 3 3 6 88 3 2 3 5 4 4 4 12 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 2 4 9 4 3 7 3 3 6
77 Responden 077 4 4 4 4 4 20 3 2 2 2 9 2 3 5 88 3 2 2 4 3 3 3 9 3 2 3 8 3 3 3 3 12 2 2 4 8 4 2 6 3 2 5
78 Responden 078 3 3 3 3 3 15 3 3 2 2 10 2 2 4 92 4 3 3 6 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 3 9 3 2 5 3 3 6
79 Responden 079 2 3 2 3 3 13 3 3 3 3 12 3 3 6 80 2 3 2 5 3 3 3 9 4 3 3 10 3 3 3 3 12 2 2 3 7 3 2 5 2 2 4
80 Responden 080 4 4 3 4 3 18 3 3 3 2 11 4 4 8 91 3 3 2 5 4 4 4 12 4 3 3 10 3 3 3 4 13 2 2 3 7 4 2 6 3 2 5
81 Responden 081 3 2 2 2 3 12 2 2 2 2 8 3 3 6 87 3 2 2 4 4 4 4 12 3 3 3 9 4 4 4 3 15 3 1 4 8 3 1 4 3 3 6
82 Responden 082 3 3 3 3 3 15 3 3 3 2 11 2 3 5 90 3 3 3 6 4 4 3 11 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 2 2 7 3 3 6 2 3 5
83 Responden 083 4 4 3 4 4 19 4 3 2 2 11 3 4 7 80 3 3 2 5 2 3 4 9 4 3 3 10 3 4 3 3 13 3 2 2 7 3 2 5 3 3 6
84 Responden 084 3 4 4 4 3 18 3 3 3 2 11 2 2 4 98 4 2 2 4 4 4 4 12 4 2 3 9 3 3 3 3 12 3 2 2 7 4 3 7 3 3 6
85 Responden 085 2 3 3 3 3 14 2 2 2 3 9 2 3 5 87 3 2 2 4 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 3 12 2 2 3 7 3 2 5 3 3 6
86 Responden 086 2 3 3 3 3 14 3 3 2 2 10 3 4 7 86 3 2 2 4 4 4 4 12 4 4 4 12 3 3 3 3 12 2 3 4 9 4 4 8 4 4 8
87 Responden 087 3 3 3 3 3 15 3 3 2 2 10 3 3 6 83 2 3 2 5 2 3 3 8 3 3 2 8 3 3 3 3 12 3 2 3 8 3 3 6 3 3 6
88 Responden 088 4 4 3 4 4 19 3 3 3 3 12 3 3 6 91 3 4 3 7 2 3 3 8 3 3 3 9 3 4 3 4 14 2 2 3 7 4 3 7 4 4 8
89 Responden 089 3 3 3 3 3 15 3 3 3 3 12 2 3 5 C 2 3 3 6 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 3 12 2 2 2 6 4 2 6 3 3 6
90 Responden 090 3 3 2 3 3 14 3 3 2 2 10 3 2 5 86 3 4 4 8 4 2 3 9 2 4 4 10 3 3 2 3 11 3 3 2 8 3 4 7 3 4 7
91 Responden 091 3 3 3 3 3 15 3 4 2 2 11 3 3 6 89 3 3 2 5 3 4 3 10 3 3 3 9 3 3 3 4 13 1 2 2 5 3 2 5 4 3 7
92 Responden 092 4 4 4 3 4 19 3 4 4 3 14 4 4 8 89 3 3 3 6 4 3 4 11 4 4 4 12 3 3 3 3 12 3 4 3 10 3 2 5 3 2 5
93 Responden 093 3 3 3 3 2 14 3 3 3 4 13 3 4 7 90 3 4 4 8 3 3 3 9 3 3 3 9 2 2 3 4 11 3 3 3 9 3 3 6 3 3 6
129
X13= Materi Pembelajaran; X14= Pengajar; X15= Sarana dan Prasarana; X16= Prestasi Belajar; X17= Kesempatan Mendapatkan Kemajuan; X18= Rekan Sebaya;
X19= Pengalaman Praktek Kerja; X20= Bimbingan Vokasional; X21= Keadaan Sosial Ekonomi Daerah; X22= Status Sosial Ekonomi Keluarga; X23= Informasi Pekerjaan

X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 X21 X22 X23
No Responden ΣX13 ΣX14 ΣX15 ΣX17 ΣX18 ΣX19 ΣX20 ΣX21 ΣX22 ΣX23
45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 75 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74
94 Responden 094 3 3 3 3 3 15 3 3 3 2 11 3 4 7 85 3 3 2 5 4 4 4 12 3 2 3 8 3 3 3 3 12 3 1 3 7 4 3 7 3 3 6
95 Responden 095 4 4 3 3 3 17 2 2 2 2 8 3 3 6 90 3 2 2 4 4 4 4 12 3 3 2 8 3 3 3 3 12 3 3 3 9 3 3 6 3 3 6
96 Responden 096 3 3 3 3 3 15 3 3 2 2 10 2 2 4 90 3 2 2 4 3 3 4 10 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 2 2 7 4 2 6 3 3 6
97 Responden 097 3 3 3 3 1 13 3 3 3 3 12 2 3 5 90 3 3 3 6 3 2 4 9 3 4 3 10 4 4 4 4 16 2 4 3 9 3 1 4 4 3 7
98 Responden 098 4 3 3 4 3 17 3 3 3 2 11 3 3 6 90 3 3 3 6 4 4 4 12 4 3 3 10 3 3 3 3 12 4 3 3 10 3 1 4 3 3 6
99 Responden 099 3 3 3 3 3 15 3 3 2 3 11 2 3 5 81 2 3 3 6 4 4 4 12 4 3 4 11 3 3 3 3 12 2 2 3 7 3 2 5 3 3 6
100 Responden 100 3 3 3 3 3 15 3 3 3 2 11 4 4 8 89 3 3 3 6 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 4 16 4 2 4 10 4 2 6 2 4 6
101 Responden 101 3 3 3 3 3 15 2 2 3 3 10 2 3 5 90 3 3 3 6 3 3 3 9 3 2 3 8 3 3 3 3 12 3 2 2 7 3 2 5 2 2 4
102 Responden 102 3 3 3 3 2 14 3 2 2 2 9 2 2 4 90 3 3 3 6 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 2 2 7 3 2 5 3 3 6
103 Responden 103 3 3 2 2 2 12 3 3 3 2 11 2 3 5 90 3 2 2 4 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 3 4 15 2 3 3 8 4 1 5 3 3 6
104 Responden 104 3 3 2 2 3 13 2 2 1 1 6 2 2 4 90 3 2 3 5 4 3 4 11 3 3 2 8 3 3 3 3 12 2 1 3 6 3 2 5 3 2 5
105 Responden 105 3 3 3 3 3 15 3 2 4 3 12 3 3 6 90 3 3 3 6 4 4 3 11 3 2 3 8 3 3 3 4 13 2 3 3 8 3 2 5 3 4 7
106 Responden 106 4 4 4 4 3 19 3 3 3 2 11 3 3 6 90 3 3 3 6 4 4 4 12 4 4 3 11 3 3 3 3 12 3 3 4 10 4 2 6 3 3 6
107 Responden 107 4 3 4 4 4 19 4 2 3 3 12 3 3 6 90 3 3 3 6 4 4 4 12 3 3 4 10 4 4 4 4 16 3 3 4 10 3 3 6 3 3 6
108 Responden 108 3 3 3 3 3 15 3 2 3 2 10 2 3 5 85 3 3 3 6 3 3 3 9 3 2 3 8 3 3 3 3 12 2 2 3 7 3 3 6 3 4 7
109 Responden 109 4 4 4 4 3 19 4 3 3 4 14 3 3 6 86 3 3 3 6 4 4 4 12 4 4 3 11 4 4 4 4 16 2 3 3 8 4 2 6 3 3 6
110 Responden 110 4 3 3 3 3 16 3 3 4 3 13 3 2 5 87 3 2 2 4 4 4 4 12 4 4 3 11 4 4 4 4 16 3 1 2 6 4 2 6 3 3 6
111 Responden 111 2 3 2 3 3 13 2 1 3 2 8 2 2 4 85 3 3 3 6 4 4 4 12 4 4 4 12 3 3 3 3 12 2 1 3 6 3 2 5 3 3 6
112 Responden 112 3 3 1 1 3 11 3 3 3 2 11 2 2 4 85 3 1 1 2 2 3 2 7 3 2 4 9 2 2 2 2 8 2 1 3 6 3 2 5 3 3 6
113 Responden 113 3 3 3 3 3 15 3 2 2 2 9 2 2 4 83 2 3 3 6 4 4 4 12 4 3 3 10 3 3 3 3 12 2 2 3 7 4 4 8 4 4 8
114 Responden 114 3 3 3 3 2 14 3 2 2 2 9 1 1 2 90 3 2 2 4 4 4 4 12 4 4 4 12 3 3 3 3 12 4 1 4 9 3 2 5 3 3 6
115 Responden 115 3 3 3 3 3 15 4 3 3 3 13 3 3 6 86 3 3 3 6 4 4 4 12 3 3 3 9 3 2 2 3 10 3 3 3 9 3 3 6 3 3 6
116 Responden 116 3 3 2 2 1 11 2 2 3 2 9 2 3 5 90 3 1 3 4 4 4 4 12 4 4 3 11 3 3 3 3 12 1 1 4 6 3 3 6 2 4 6
117 Responden 117 3 3 3 3 3 15 3 3 2 2 10 2 3 5 89 3 3 3 6 3 4 4 11 3 3 3 9 4 4 4 4 16 1 2 2 5 3 3 6 4 4 8
118 Responden 118 4 4 4 4 4 20 4 4 3 3 14 3 3 6 90 3 3 3 6 4 4 4 12 4 4 4 12 4 4 4 4 16 3 3 4 10 4 2 6 4 4 8
119 Responden 119 3 3 3 3 3 15 3 3 3 3 12 3 3 6 80 2 3 3 6 3 3 3 9 3 3 3 9 3 3 3 3 12 3 3 3 9 3 2 5 2 3 5
120 Responden 120 3 3 3 3 3 15 3 3 2 1 9 3 3 6 89 3 2 2 4 3 3 3 9 3 3 2 8 3 3 3 3 12 3 1 3 7 3 2 5 3 2 5
Lampiran 2.5 Data Untuk Analisis Faktor di SPSS 130
No Responden X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 X21 X22 X23
1 Responden 001 10 13 12 6 11 9 6 12 24 8 12 8 15 11 5 3 4 9 7 12 8 5 6
2 Responden 002 9 12 11 6 12 8 6 15 25 9 15 9 15 12 7 3 5 9 9 12 8 5 6
3 Responden 003 9 12 12 6 11 9 8 15 25 9 15 9 15 14 6 4 6 12 9 16 5 7 6
4 Responden 004 10 11 13 5 10 11 8 13 27 12 13 7 15 9 6 3 4 12 10 12 10 5 6
5 Responden 005 5 13 10 6 13 9 6 13 23 10 10 9 19 9 5 3 6 11 11 13 8 5 6
6 Responden 006 8 11 15 6 15 9 7 11 30 11 15 9 13 10 6 3 4 10 9 15 6 6 8
7 Responden 007 7 13 13 6 10 9 8 13 26 8 13 7 13 8 5 3 4 11 9 12 6 5 6
8 Responden 008 8 14 10 6 6 7 6 14 27 9 11 5 13 7 5 4 4 8 10 11 7 5 4
9 Responden 009 9 12 14 6 14 10 8 15 28 9 12 11 19 12 6 3 6 12 9 16 9 6 6
10 Responden 010 9 12 12 6 11 9 6 12 25 10 15 9 15 12 6 3 6 10 9 13 7 5 6
11 Responden 011 8 11 12 6 11 10 6 12 25 10 15 9 15 12 6 3 6 10 9 13 7 5 6
12 Responden 012 9 10 13 5 13 9 8 15 22 9 14 9 16 10 6 3 6 9 9 12 8 6 6
13 Responden 013 9 10 12 6 9 10 6 12 25 10 15 9 15 12 6 3 6 10 9 13 7 5 6
14 Responden 014 9 12 12 6 16 11 8 14 24 9 12 9 15 12 6 3 6 10 9 12 9 5 6
15 Responden 015 8 16 13 6 13 9 7 15 30 10 16 10 20 13 5 3 6 12 9 12 8 5 6
16 Responden 016 10 15 16 6 12 12 8 16 29 11 16 10 20 13 7 3 4 12 12 16 8 6 8
17 Responden 017 9 13 12 8 12 10 6 12 31 9 16 12 20 10 4 4 4 12 9 16 6 5 8
18 Responden 018 8 11 12 6 11 10 6 12 23 7 12 9 15 11 6 3 6 9 9 13 7 6 6
19 Responden 019 12 16 16 7 15 12 8 16 30 12 16 11 20 16 7 3 8 12 12 16 12 3 7
20 Responden 020 9 13 13 4 16 8 6 14 31 9 12 8 16 12 6 3 6 10 12 14 7 5 4
21 Responden 021 8 14 12 6 12 10 6 12 25 9 11 9 13 12 5 3 3 11 8 13 6 6 6
22 Responden 022 11 15 15 8 12 12 8 15 28 8 16 10 20 12 6 3 6 12 12 16 8 7 8
23 Responden 023 8 11 12 6 10 9 6 14 23 10 13 8 15 12 6 3 5 9 9 11 6 5 6
24 Responden 024 8 12 12 6 11 9 6 12 24 8 12 9 16 12 6 3 6 9 9 12 8 5 6
25 Responden 025 6 11 11 6 12 11 7 15 29 9 13 8 11 10 6 3 5 9 10 12 6 5 5
26 Responden 026 7 11 12 6 9 9 6 12 24 8 12 7 14 9 5 3 4 8 9 12 7 5 6
27 Responden 027 7 10 12 5 11 8 6 11 24 7 9 7 14 10 5 3 4 9 9 11 6 5 6
28 Responden 028 10 13 16 6 14 9 7 16 27 11 12 12 15 12 5 3 4 12 9 16 7 5 6
29 Responden 029 8 12 11 6 8 8 6 12 25 7 11 7 15 10 5 4 6 9 9 12 8 5 6
30 Responden 030 7 13 14 7 12 10 8 16 28 11 16 8 15 11 5 3 5 11 12 16 7 5 6
31 Responden 031 8 13 11 6 11 8 6 14 24 10 15 10 15 10 6 3 6 10 8 12 8 7 6
32 Responden 032 8 12 14 7 10 12 8 16 29 9 14 12 20 10 4 3 5 12 12 15 6 8 8
33 Responden 033 8 12 14 7 12 7 7 16 23 9 12 8 11 9 4 3 7 8 9 11 9 6 4
34 Responden 034 9 15 16 5 11 9 7 14 26 10 16 9 19 11 5 3 8 12 10 14 4 6 8
35 Responden 035 8 14 15 7 15 7 7 16 30 11 16 12 19 12 5 4 5 10 12 15 9 5 7
36 Responden 036 8 11 12 6 11 8 6 15 22 8 11 7 14 8 5 3 4 9 7 10 8 4 5
37 Responden 037 10 13 13 7 13 11 7 16 26 12 16 11 16 15 8 3 6 9 12 14 8 6 6
38 Responden 038 9 12 12 7 13 10 7 14 25 10 12 9 14 12 5 3 5 8 11 12 8 5 6
39 Responden 039 10 13 15 5 12 9 8 14 24 9 15 9 16 12 6 3 4 10 11 13 9 6 6
40 Responden 040 9 16 16 8 14 12 8 16 30 10 16 12 18 12 6 3 7 12 12 16 10 7 8
41 Responden 041 8 12 12 6 9 9 6 15 25 9 12 9 16 11 5 3 6 11 9 12 9 7 6
42 Responden 042 8 12 16 5 14 7 4 16 28 12 16 10 19 10 8 2 7 10 11 16 11 8 8
43 Responden 043 9 10 14 5 11 9 7 15 26 8 15 9 17 10 6 3 4 8 10 12 8 7 6
44 Responden 044 9 11 13 4 9 7 6 13 25 8 13 9 11 10 6 3 2 9 10 12 9 6 6
45 Responden 045 8 12 11 5 10 7 5 11 25 8 15 9 15 14 4 3 4 9 12 15 10 6 6
46 Responden 046 9 11 11 6 12 10 7 15 24 10 16 9 15 11 5 3 6 9 12 12 8 6 6
47 Responden 047 7 11 11 6 9 9 6 13 28 10 12 8 12 10 6 3 4 8 8 12 9 6 6
48 Responden 048 8 10 11 6 9 9 6 12 24 8 12 8 12 8 5 3 4 9 9 12 7 5 6
49 Responden 049 9 13 13 6 14 8 7 14 25 10 13 9 13 12 6 3 6 9 10 12 7 5 6
50 Responden 050 11 13 15 7 12 10 8 14 32 10 16 11 18 16 6 3 6 11 10 16 7 5 7
51 Responden 051 10 13 13 7 8 10 8 14 28 12 16 8 18 10 6 3 2 7 12 13 8 5 8
52 Responden 052 7 11 13 5 11 10 7 15 22 12 15 9 15 9 5 3 5 8 9 12 7 5 6
53 Responden 053 9 12 11 6 12 9 5 12 24 9 12 8 14 12 6 2 6 10 9 12 5 5 6
54 Responden 054 7 10 12 4 9 9 6 13 22 10 16 6 14 8 4 3 4 8 9 8 7 5 4
55 Responden 055 7 9 10 4 12 8 6 11 22 7 10 6 13 10 4 3 4 7 9 10 9 3 5
56 Responden 056 6 12 8 7 7 7 8 16 27 8 12 7 13 13 6 3 6 9 9 13 10 7 5
57 Responden 057 9 10 13 5 11 8 6 13 24 8 12 7 15 9 5 3 6 7 9 12 9 5 6
58 Responden 058 9 13 11 6 13 10 8 15 27 10 15 11 15 12 6 3 6 11 11 12 11 7 8
59 Responden 059 11 15 16 8 13 9 8 14 27 10 14 9 15 13 5 3 4 9 11 12 7 5 6
60 Responden 060 8 12 13 7 13 9 6 14 27 8 15 8 14 9 5 3 6 9 9 9 9 5 5
61 Responden 061 10 16 14 6 10 10 8 9 23 12 12 10 13 11 4 3 5 12 10 12 6 4 6
62 Responden 062 10 10 8 3 9 8 6 16 29 8 16 5 10 8 2 4 2 10 6 8 8 6 4
63 Responden 063 10 16 16 7 16 11 8 16 32 11 14 12 20 16 2 2 4 12 12 16 12 8 8
64 Responden 064 7 9 12 6 10 10 6 15 28 12 15 9 15 12 6 3 6 9 9 12 9 6 6
65 Responden 065 9 13 12 5 13 10 6 12 29 9 15 10 13 10 5 4 6 7 8 12 7 4 5
66 Responden 066 9 14 13 6 12 10 7 13 25 8 12 9 15 11 6 3 6 9 9 12 9 6 6
67 Responden 067 9 9 12 6 13 9 6 13 23 10 15 9 15 10 6 2 5 8 9 12 7 4 6
68 Responden 068 7 15 14 6 15 11 8 16 29 8 13 11 18 11 6 2 6 9 12 15 10 6 4
69 Responden 069 7 12 11 6 10 6 8 16 27 9 8 6 15 7 2 2 4 5 8 15 6 3 2
70 Responden 070 9 10 12 6 9 8 6 12 23 9 11 9 15 12 6 2 6 9 8 12 9 6 6
71 Responden 071 7 13 12 5 11 9 6 10 22 10 13 9 15 9 2 3 4 9 9 12 7 8 6
72 Responden 072 8 12 12 5 15 9 6 15 27 9 12 10 18 12 7 3 4 12 12 12 9 6 6
131
No Responden X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 X21 X22 X23
73 Responden 073 8 12 12 6 13 9 7 14 25 9 12 10 16 12 7 3 8 12 10 12 9 6 6
74 Responden 074 6 11 12 4 8 10 7 13 23 10 12 8 12 11 5 2 4 4 9 11 6 5 5
75 Responden 075 9 15 14 7 11 11 8 13 32 10 16 11 20 10 6 3 5 12 7 16 12 8 8
76 Responden 076 8 12 12 6 11 9 7 14 25 9 16 9 20 11 6 3 5 12 9 12 9 7 6
77 Responden 077 6 13 14 5 8 9 8 16 29 10 16 8 20 9 5 3 4 9 8 12 8 6 5
78 Responden 078 7 12 11 6 9 7 4 12 23 8 8 9 15 10 4 4 6 9 9 12 9 5 6
79 Responden 079 7 12 12 6 10 9 6 13 25 9 12 8 13 12 6 2 5 9 10 12 7 5 4
80 Responden 080 8 11 16 7 14 11 8 15 30 9 16 10 18 11 8 3 5 12 10 13 7 6 5
81 Responden 081 6 12 13 4 12 9 6 12 25 9 12 6 12 8 6 3 4 12 9 15 8 4 6
82 Responden 082 8 13 12 6 11 10 8 16 28 9 16 10 15 11 5 3 6 11 9 12 7 6 5
83 Responden 083 8 11 14 7 12 9 8 16 28 9 15 9 19 11 7 3 5 9 10 13 7 5 6
84 Responden 084 10 15 15 7 13 8 8 15 30 9 13 11 18 11 4 4 4 12 9 12 7 7 6
85 Responden 085 9 12 10 4 9 8 6 14 21 9 12 8 14 9 5 3 4 9 9 12 7 5 6
86 Responden 086 8 11 12 8 12 11 8 16 28 10 15 9 14 10 7 3 4 12 12 12 9 8 8
87 Responden 087 9 9 11 5 14 11 6 13 22 8 15 9 15 10 6 2 5 8 8 12 8 6 6
88 Responden 088 9 13 12 6 16 8 7 16 26 10 11 11 19 12 6 3 7 8 9 14 7 7 8
89 Responden 089 9 13 12 6 14 8 7 12 24 9 15 9 15 12 5 2 6 9 9 12 6 6 6
90 Responden 090 7 11 10 6 10 9 6 11 27 8 14 8 14 10 5 3 8 9 10 11 8 7 7
91 Responden 091 10 12 14 5 12 10 6 10 21 11 14 9 15 11 6 3 5 10 9 13 5 5 7
92 Responden 092 9 15 13 6 10 6 8 16 29 11 14 11 19 14 8 3 6 11 12 12 10 5 5
93 Responden 093 8 12 11 6 12 10 8 15 26 10 12 10 14 13 7 3 8 9 9 11 9 6 6
94 Responden 094 9 14 12 6 8 8 8 13 27 9 16 6 15 11 7 3 5 12 8 12 7 7 6
95 Responden 095 8 12 14 5 14 9 7 13 26 9 15 8 17 8 6 3 4 12 8 12 9 6 6
96 Responden 096 7 12 12 5 10 7 6 13 29 10 12 9 15 10 4 3 4 10 9 12 7 6 6
97 Responden 097 8 11 14 8 9 12 6 15 27 8 12 12 13 12 5 3 6 9 10 16 9 4 7
98 Responden 098 10 14 15 5 14 11 7 14 29 7 15 10 17 11 6 3 6 12 10 12 10 4 6
99 Responden 099 9 11 13 6 12 9 8 16 26 10 16 10 15 11 5 2 6 12 11 12 7 5 6
100 Responden 100 9 12 14 6 10 9 6 15 28 8 16 7 15 11 8 3 6 12 12 16 10 6 6
101 Responden 101 9 12 12 6 12 8 6 13 25 10 12 9 15 10 5 3 6 9 8 12 7 5 4
102 Responden 102 10 12 11 5 9 9 6 13 23 8 12 8 14 9 4 3 6 9 9 12 7 5 6
103 Responden 103 9 12 15 7 13 10 8 16 26 9 16 9 12 11 5 3 4 12 12 15 8 5 6
104 Responden 104 8 15 15 6 14 9 7 15 23 10 12 9 13 6 4 3 5 11 8 12 6 5 5
105 Responden 105 9 14 11 6 13 10 7 14 25 11 14 9 15 12 6 3 6 11 8 13 8 5 7
106 Responden 106 10 12 12 5 11 8 7 13 27 10 16 9 19 11 6 3 6 12 11 12 10 6 6
107 Responden 107 9 14 12 6 14 9 7 12 26 11 16 10 19 12 6 3 6 12 10 16 10 6 6
108 Responden 108 7 12 13 5 9 7 6 12 28 10 8 8 15 10 5 3 6 9 8 12 7 6 7
109 Responden 109 8 14 15 6 14 9 6 16 29 9 16 8 19 14 6 3 6 12 11 16 8 6 6
110 Responden 110 9 15 14 7 10 9 8 12 29 12 13 9 16 13 5 3 4 12 11 16 6 6 6
111 Responden 111 8 13 14 8 11 12 8 15 26 12 16 8 13 8 4 3 6 12 12 12 6 5 6
112 Responden 112 9 12 12 6 10 7 6 11 26 8 14 7 11 11 4 3 2 7 9 8 6 5 6
113 Responden 113 9 15 16 6 16 7 6 13 25 12 16 10 15 9 4 2 6 12 10 12 7 8 8
114 Responden 114 10 12 11 7 13 10 8 15 32 9 15 11 14 9 2 3 4 12 12 12 9 5 6
115 Responden 115 8 13 14 5 14 10 8 14 24 9 15 9 15 13 6 3 6 12 9 10 9 6 6
116 Responden 116 7 13 10 5 14 7 5 13 25 10 12 6 11 9 5 3 4 12 11 12 6 6 6
117 Responden 117 8 12 15 8 14 9 6 16 27 9 11 9 15 10 5 3 6 11 9 16 5 6 8
118 Responden 118 10 12 15 7 11 11 8 14 30 11 16 11 20 14 6 3 6 12 12 16 10 6 8
119 Responden 119 8 12 14 7 13 9 7 13 26 9 12 9 15 12 6 2 6 9 9 12 9 5 5
120 Responden 120 8 13 11 7 11 10 8 15 25 11 16 9 15 9 6 3 4 9 8 12 7 5 5
132

Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
X1 120 5 12 8.46 1.202
X2 120 9 16 12.38 1.620
X3 120 8 16 12.76 1.744
X4 120 3 8 5.98 .983
X5 120 6 16 11.66 2.128
X6 120 6 12 9.17 1.364
X7 120 4 8 6.83 .984
X8 120 9 16 13.84 1.675
X9 120 21 32 26.18 2.630
X10 120 7 12 9.47 1.283
X11 120 8 16 13.68 2.062
X12 120 5 12 8.95 1.517
X13 120 10 20 15.46 2.466
X14 120 6 16 10.88 1.848
X15 120 2 8 5.43 1.186
X16 120 2 4 2.96 .438
X17 120 2 8 5.20 1.241
X18 120 4 12 10.02 1.720
X19 120 6 12 9.68 1.420
X20 120 8 16 12.81 1.876
X21 120 4 12 7.85 1.548
X22 120 3 8 5.61 1.040
X23 120 2 8 6.07 1.075
Valid N (listwise) 120
133

Lampiran 2.6 Hasil Analisis Tahap 1

KMO and Bartlett's Test


Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. .829
Approx. Chi-Square 941.456
Bartlett's Test of Sphericity df 253
Sig. .000

Anti-image Matrices
X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X16 X17 X18 X19 X20 X21 X22 X23
Anti-image Covariance X1 .595 -.057 -.080 .014 -.024 .035 -.066 .016 .061 .056 -.150 -.036 .028 -.158 .051 -.055 .065 -.028 .049 .040 -.074 .144 -.103
X2 -.057 .509 -.096 -.076 -.050 .074 -.082 .080 -.043 -.128 .070 .016 -.079 -.052 .122 -.084 -.049 -.121 -.021 -.009 -.005 -.043 .066
X3 -.080 -.096 .478 .007 -.099 .001 -.044 -.028 -.028 -.005 -.034 -.035 -.041 .084 -.063 .116 .038 -.009 -.031 -.095 .075 .050 -.055
X4 .014 -.076 .007 .575 .085 -.066 -.089 -.084 -.080 .046 .029 -.090 .086 .009 .004 .005 -.095 .034 -.051 -.050 .086 .041 -.093
X5 -.024 -.050 -.099 .085 .611 .002 .055 -.088 -.005 .040 .007 -.139 .041 .012 -.011 .148 -.072 -.108 -.025 .030 .021 .067 -.005
X6 .035 .074 .001 -.066 .002 .562 -.189 .045 .034 .067 -.129 -.090 .054 .028 -.028 .049 -.019 -.055 -.012 -.044 -.030 .132 -.096
X7 -.066 -.082 -.044 -.089 .055 -.189 .500 -.151 -.036 -.066 .003 .014 -.045 -.032 .002 .031 .078 -.042 .004 .066 .027 -.043 .094
X8 .016 .080 -.028 -.084 -.088 .045 -.151 .557 -.082 -.034 -.043 -.021 -.027 .071 -.048 -.059 -.064 .043 -.098 -.041 -.074 -.099 .134
X9 .061 -.043 -.028 -.080 -.005 .034 -.036 -.082 .505 .029 -.094 -.009 -.046 -.055 .057 -.113 .118 -.046 -.009 -.099 -.112 .002 .016
X10 .056 -.128 -.005 .046 .040 .067 -.066 -.034 .029 .696 -.159 -.073 .041 .017 -.037 .125 .015 .007 -.048 -.020 .074 .097 -.103
X11 -.150 .070 -.034 .029 .007 -.129 .003 -.043 -.094 -.159 .550 .034 -.074 .009 -.073 -.027 .023 -.063 -.065 .089 .038 -.116 .019
X12 -.036 .016 -.035 -.090 -.139 -.090 .014 -.021 -.009 -.073 .034 .357 -.104 -.113 .100 -.041 -.056 .028 .033 -.020 -.052 -.056 -.045
X13 .028 -.079 -.041 .086 .041 .054 -.045 -.027 -.046 .041 -.074 -.104 .475 .002 -.055 .006 -.069 -.003 .020 -.091 -.079 -.003 -.057
X14 -.158 -.052 .084 .009 .012 .028 -.032 .071 -.055 .017 .009 -.113 .002 .489 -.185 .061 -.088 .044 -.110 -.073 -.009 -.007 .025
X15 .051 .122 -.063 .004 -.011 -.028 .002 -.048 .057 -.037 -.073 .100 -.055 -.185 .659 -.013 -.146 -.042 .027 -.018 -.098 .022 -.032
X16 -.055 -.084 .116 .005 .148 .049 .031 -.059 -.113 .125 -.027 -.041 .006 .061 -.013 .756 .027 -.124 .045 .033 .069 .124 -.079
X17 .065 -.049 .038 -.095 -.072 -.019 .078 -.064 .118 .015 .023 -.056 -.069 -.088 -.146 .027 .687 -.045 .046 .013 -.040 .007 .018
X18 -.028 -.121 -.009 .034 -.108 -.055 -.042 .043 -.046 .007 -.063 .028 -.003 .044 -.042 -.124 -.045 .530 -.042 -.067 .003 -.108 -.039
X19 .049 -.021 -.031 -.051 -.025 -.012 .004 -.098 -.009 -.048 -.065 .033 .020 -.110 .027 .045 .046 -.042 .636 -.066 -.103 .061 -.056
X20 .040 -.009 -.095 -.050 .030 -.044 .066 -.041 -.099 -.020 .089 -.020 -.091 -.073 -.018 .033 .013 -.067 -.066 .468 .058 .034 -.062
X21 -.074 -.005 .075 .086 .021 -.030 .027 -.074 -.112 .074 .038 -.052 -.079 -.009 -.098 .069 -.040 .003 -.103 .058 .731 -.064 .012
X22 .144 -.043 .050 .041 .067 .132 -.043 -.099 .002 .097 -.116 -.056 -.003 -.007 .022 .124 .007 -.108 .061 .034 -.064 .599 -.223
X23 -.103 .066 -.055 -.093 -.005 -.096 .094 .134 .016 -.103 .019 -.045 -.057 .025 -.032 -.079 .018 -.039 -.056 -.062 .012 -.223 .421
a
Anti-image Correlation X1 .782 -.104 -.150 .024 -.040 .061 -.121 .028 .111 .087 -.263 -.078 .052 -.293 .081 -.082 .101 -.050 .080 .076 -.112 .242 -.207
a
X2 -.104 .829 -.195 -.141 -.090 .138 -.163 .150 -.086 -.215 .132 .038 -.160 -.105 .210 -.135 -.082 -.233 -.037 -.019 -.008 -.079 .142
a
X3 -.150 -.195 .899 .014 -.183 .002 -.090 -.055 -.056 -.008 -.066 -.084 -.085 .175 -.113 .193 .065 -.018 -.057 -.202 .127 .093 -.122
a
X4 .024 -.141 .014 .853 .143 -.117 -.166 -.149 -.149 .072 .052 -.198 .164 .017 .007 .008 -.151 .061 -.084 -.096 .133 .069 -.189
a
X5 -.040 -.090 -.183 .143 .824 .003 .099 -.150 -.010 .062 .012 -.297 .077 .022 -.017 .217 -.111 -.191 -.040 .057 .031 .111 -.009
a
X6 .061 .138 .002 -.117 .003 .793 -.356 .081 .065 .107 -.232 -.201 .104 .053 -.046 .075 -.031 -.101 -.020 -.087 -.047 .227 -.198
a
X7 -.121 -.163 -.090 -.166 .099 -.356 .812 -.287 -.071 -.112 .006 .034 -.093 -.065 .003 .051 .133 -.082 .007 .137 .045 -.079 .204
a
X8 .028 .150 -.055 -.149 -.150 .081 -.287 .775 -.154 -.055 -.077 -.046 -.053 .136 -.080 -.090 -.103 .080 -.165 -.081 -.116 -.172 .277
a
X9 .111 -.086 -.056 -.149 -.010 .065 -.071 -.154 .882 .048 -.178 -.021 -.094 -.110 .099 -.184 .201 -.089 -.015 -.204 -.184 .004 .034
a
X10 .087 -.215 -.008 .072 .062 .107 -.112 -.055 .048 .795 -.258 -.146 .071 .029 -.054 .172 .021 .012 -.072 -.035 .103 .149 -.191
a
X11 -.263 .132 -.066 .052 .012 -.232 .006 -.077 -.178 -.258 .816 .076 -.144 .017 -.121 -.042 .037 -.117 -.109 .175 .060 -.202 .039
a
X12 -.078 .038 -.084 -.198 -.297 -.201 .034 -.046 -.021 -.146 .076 .878 -.252 -.270 .205 -.078 -.113 .063 .068 -.049 -.102 -.122 -.116
a
X13 .052 -.160 -.085 .164 .077 .104 -.093 -.053 -.094 .071 -.144 -.252 .906 .003 -.099 .011 -.120 -.005 .036 -.194 -.134 -.005 -.127
134

a
X14 -.293 -.105 .175 .017 .022 .053 -.065 .136 -.110 .029 .017 -.270 .003 .821 -.326 .100 -.152 .086 -.197 -.153 -.015 -.014 .055
a
X15 .081 .210 -.113 .007 -.017 -.046 .003 -.080 .099 -.054 -.121 .205 -.099 -.326 .701 -.018 -.217 -.071 .042 -.033 -.142 .035 -.060
a
X16 -.082 -.135 .193 .008 .217 .075 .051 -.090 -.184 .172 -.042 -.078 .011 .100 -.018 .371 .038 -.196 .064 .055 .092 .184 -.141
a
X17 .101 -.082 .065 -.151 -.111 -.031 .133 -.103 .201 .021 .037 -.113 -.120 -.152 -.217 .038 .762 -.075 .069 .022 -.056 .011 .034
a
X18 -.050 -.233 -.018 .061 -.191 -.101 -.082 .080 -.089 .012 -.117 .063 -.005 .086 -.071 -.196 -.075 .895 -.073 -.135 .004 -.192 -.082
a
X19 .080 -.037 -.057 -.084 -.040 -.020 .007 -.165 -.015 -.072 -.109 .068 .036 -.197 .042 .064 .069 -.073 .912 -.121 -.152 .099 -.109
a
X20 .076 -.019 -.202 -.096 .057 -.087 .137 -.081 -.204 -.035 .175 -.049 -.194 -.153 -.033 .055 .022 -.135 -.121 .898 .098 .065 -.140
a
X21 -.112 -.008 .127 .133 .031 -.047 .045 -.116 -.184 .103 .060 -.102 -.134 -.015 -.142 .092 -.056 .004 -.152 .098 .783 -.096 .022
a
X22 .242 -.079 .093 .069 .111 .227 -.079 -.172 .004 .149 -.202 -.122 -.005 -.014 .035 .184 .011 -.192 .099 .065 -.096 .592 -.445
a
X23 -.207 .142 -.122 -.189 -.009 -.198 .204 .277 .034 -.191 .039 -.116 -.127 .055 -.060 -.141 .034 -.082 -.109 -.140 .022 -.445 .774
a. Measures of Sampling Adequacy(MSA)
135

Lampiran 2.7 Hasil Analisis Tahap 2

KMO and Bartlett's Test


Kaiser-Meyer-Olkin Measure of Sampling Adequacy. .840
Approx. Chi-Square 913.312
Bartlett's Test of Sphericity df 231
Sig. .000

Anti-image Matrices
X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13 X14 X15 X17 X18 X19 X20 X21 X22 X23
Anti-image Covariance X1 .599 -.065 -.075 .014 -.014 .039 -.065 .012 .055 .067 -.153 -.040 .029 -.156 .050 .067 -.039 .053 .043 -.070 .160 -.112
X2 -.065 .519 -.088 -.077 -.036 .081 -.080 .075 -.059 -.120 .068 .012 -.080 -.047 .123 -.047 -.143 -.016 -.006 .003 -.031 .059
X3 -.075 -.088 .496 .007 -.133 -.007 -.051 -.020 -.011 -.026 -.031 -.030 -.043 .079 -.064 .035 .011 -.040 -.105 .067 .033 -.045
X4 .014 -.077 .007 .575 .088 -.067 -.089 -.085 -.082 .046 .030 -.090 .086 .008 .004 -.095 .036 -.051 -.050 .087 .041 -.094
X5 -.014 -.036 -.133 .088 .641 -.008 .051 -.081 .018 .017 .013 -.138 .042 .000 -.009 -.081 -.092 -.036 .025 .008 .047 .012
X6 .039 .081 -.007 -.067 -.008 .565 -.192 .050 .043 .061 -.128 -.089 .054 .024 -.027 -.021 -.049 -.015 -.047 -.035 .129 -.094
X7 -.065 -.080 -.051 -.089 .051 -.192 .501 -.151 -.032 -.073 .004 .016 -.045 -.035 .002 .077 -.039 .002 .065 .025 -.050 .099
X8 .012 .075 -.020 -.085 -.081 .050 -.151 .562 -.094 -.025 -.045 -.024 -.027 .077 -.050 -.062 .035 -.096 -.039 -.070 -.094 .132
X9 .055 -.059 -.011 -.082 .018 .043 -.032 -.094 .522 .051 -.102 -.016 -.047 -.047 .057 .127 -.070 -.002 -.098 -.106 .022 .004
X10 .067 -.120 -.026 .046 .017 .061 -.073 -.025 .051 .718 -.160 -.069 .041 .007 -.036 .010 .030 -.057 -.026 .065 .081 -.095
X11 -.153 .068 -.031 .030 .013 -.128 .004 -.045 -.102 -.160 .551 .033 -.074 .011 -.073 .024 -.070 -.063 .090 .041 -.116 .016
X12 -.040 .012 -.030 -.090 -.138 -.089 .016 -.024 -.016 -.069 .033 .360 -.104 -.112 .099 -.055 .022 .035 -.019 -.049 -.052 -.051
X13 .029 -.080 -.043 .086 .042 .054 -.045 -.027 -.047 .041 -.074 -.104 .475 .001 -.055 -.069 -.002 .019 -.092 -.080 -.004 -.057
X14 -.156 -.047 .079 .008 .000 .024 -.035 .077 -.047 .007 .011 -.112 .001 .494 -.186 -.091 .057 -.115 -.077 -.015 -.018 .032
X15 .050 .123 -.064 .004 -.009 -.027 .002 -.050 .057 -.036 -.073 .099 -.055 -.186 .660 -.146 -.046 .028 -.018 -.098 .025 -.034
X17 .067 -.047 .035 -.095 -.081 -.021 .077 -.062 .127 .010 .024 -.055 -.069 -.091 -.146 .688 -.042 .044 .012 -.043 .003 .021
X18 -.039 -.143 .011 .036 -.092 -.049 -.039 .035 -.070 .030 -.070 .022 -.002 .057 -.046 -.042 .551 -.037 -.064 .015 -.094 -.055
X19 .053 -.016 -.040 -.051 -.036 -.015 .002 -.096 -.002 -.057 -.063 .035 .019 -.115 .028 .044 -.037 .639 -.069 -.109 .056 -.053
X20 .043 -.006 -.105 -.050 .025 -.047 .065 -.039 -.098 -.026 .090 -.019 -.092 -.077 -.018 .012 -.064 -.069 .469 .055 .030 -.060
X21 -.070 .003 .067 .087 .008 -.035 .025 -.070 -.106 .065 .041 -.049 -.080 -.015 -.098 -.043 .015 -.109 .055 .737 -.078 .020
X22 .160 -.031 .033 .041 .047 .129 -.050 -.094 .022 .081 -.116 -.052 -.004 -.018 .025 .003 -.094 .056 .030 -.078 .620 -.222
X23 -.112 .059 -.045 -.094 .012 -.094 .099 .132 .004 -.095 .016 -.051 -.057 .032 -.034 .021 -.055 -.053 -.060 .020 -.222 .430
a
Anti-image Correlation X1 .776 -.116 -.138 .025 -.023 .068 -.118 .021 .097 .103 -.267 -.085 .053 -.287 .080 .105 -.067 .086 .081 -.106 .262 -.221
a
X2 -.116 .838 -.174 -.141 -.063 .150 -.158 .139 -.113 -.196 .127 .028 -.160 -.093 .210 -.078 -.268 -.029 -.012 .005 -.055 .125
a
X3 -.138 -.174 .911 .012 -.235 -.013 -.101 -.038 -.022 -.043 -.059 -.070 -.089 .159 -.111 .059 .021 -.071 -.217 .111 .059 -.098
a
X4 .025 -.141 .012 .852 .145 -.118 -.166 -.149 -.150 .072 .053 -.198 .164 .016 .007 -.151 .064 -.084 -.097 .133 .069 -.190
a
X5 -.023 -.063 -.235 .145 .851 -.013 .091 -.134 .031 .026 .021 -.288 .076 .000 -.014 -.122 -.155 -.055 .046 .011 .074 .022
a
X6 .068 .150 -.013 -.118 -.013 .796 -.361 .088 .080 .096 -.230 -.197 .103 .046 -.045 -.034 -.088 -.025 -.091 -.055 .217 -.190
a
X7 -.118 -.158 -.101 -.166 .091 -.361 .811 -.284 -.063 -.122 .008 .038 -.093 -.071 .004 .132 -.074 .004 .134 .041 -.090 .213
a
X8 .021 .139 -.038 -.149 -.134 .088 -.284 .786 -.174 -.040 -.082 -.053 -.053 .147 -.082 -.100 .064 -.160 -.076 -.109 -.159 .268
a
X9 .097 -.113 -.022 -.150 .031 .080 -.063 -.174 .885 .082 -.190 -.036 -.094 -.093 .097 .211 -.130 -.003 -.197 -.171 .039 .009
a
X10 .103 -.196 -.043 .072 .026 .096 -.122 -.040 .082 .822 -.254 -.135 .071 .012 -.052 .015 .047 -.084 -.045 .089 .122 -.171
a
X11 -.267 .127 -.059 .053 .021 -.230 .008 -.082 -.190 -.254 .815 .073 -.144 .022 -.122 .038 -.128 -.107 .178 .064 -.198 .034
a
X12 -.085 .028 -.070 -.198 -.288 -.197 .038 -.053 -.036 -.135 .073 .883 -.252 -.265 .204 -.111 .049 .074 -.045 -.096 -.110 -.129
a
X13 .053 -.160 -.089 .164 .076 .103 -.093 -.053 -.094 .071 -.144 -.252 .906 .002 -.099 -.121 -.003 .035 -.195 -.136 -.007 -.127
136

a
X14 -.287 -.093 .159 .016 .000 .046 -.071 .147 -.093 .012 .022 -.265 .002 .825 -.326 -.156 .109 -.205 -.159 -.025 -.033 .070
a
X15 .080 .210 -.111 .007 -.014 -.045 .004 -.082 .097 -.052 -.122 .204 -.099 -.326 .699 -.216 -.076 .043 -.032 -.141 .039 -.063
a
X17 .105 -.078 .059 -.151 -.122 -.034 .132 -.100 .211 .015 .038 -.111 -.121 -.156 -.216 .756 -.069 .067 .020 -.060 .004 .039
a
X18 -.067 -.268 .021 .064 -.155 -.088 -.074 .064 -.130 .047 -.128 .049 -.003 .109 -.076 -.069 .904 -.062 -.126 .023 -.161 -.113
a
X19 .086 -.029 -.071 -.084 -.055 -.025 .004 -.160 -.003 -.084 -.107 .074 .035 -.205 .043 .067 -.062 .912 -.125 -.159 .088 -.101
a
X20 .081 -.012 -.217 -.097 .046 -.091 .134 -.076 -.197 -.045 .178 -.045 -.195 -.159 -.032 .020 -.126 -.125 .899 .094 .056 -.133
a
X21 -.106 .005 .111 .133 .011 -.055 .041 -.109 -.171 .089 .064 -.096 -.136 -.025 -.141 -.060 .023 -.159 .094 .796 -.116 .036
a
X22 .262 -.055 .059 .069 .074 .217 -.090 -.159 .039 .122 -.198 -.110 -.007 -.033 .039 .004 -.161 .088 .056 -.116 .627 -.431
a
X23 -.221 .125 -.098 -.190 .022 -.190 .213 .268 .009 -.171 .034 -.129 -.127 .070 -.063 .039 -.113 -.101 -.133 .036 -.431 .785
a. Measures of Sampling Adequacy(MSA)
137

Communalities
Initial Extraction
X1 1.000 .621
X2 1.000 .655
X3 1.000 .572
X4 1.000 .700
X5 1.000 .464
X6 1.000 .666
X7 1.000 .668
X8 1.000 .692
X9 1.000 .612
X10 1.000 .330
X11 1.000 .715
X12 1.000 .663
X13 1.000 .588
X14 1.000 .574
X15 1.000 .624
X17 1.000 .613
X18 1.000 .514
X19 1.000 .384
X20 1.000 .594
X21 1.000 .579
X22 1.000 .750
X23 1.000 .799
Extraction Method: Principal
Component Analysis.
138

Total Variance Explained


Component Initial Eigenvalues Extraction Sums of Squared Loadings Rotation Sums of Squared Loadings
Total % of Variance Cumulative % Total % of Variance Cumulative % Total % of Variance Cumulative %
1 6.860 31.182 31.182 6.860 31.182 31.182 3.416 15.529 15.529
2 1.603 7.285 38.467 1.603 7.285 38.467 2.166 9.845 25.374
3 1.383 6.285 44.752 1.383 6.285 44.752 2.110 9.589 34.963
4 1.277 5.805 50.557 1.277 5.805 50.557 2.016 9.162 44.125
5 1.188 5.400 55.958 1.188 5.400 55.958 1.849 8.403 52.528
6 1.066 4.847 60.805 1.066 4.847 60.805 1.821 8.277 60.805
7 .973 4.425 65.230
8 .896 4.073 69.303
9 .828 3.765 73.068
10 .750 3.411 76.479
11 .678 3.083 79.562
12 .644 2.928 82.490
13 .561 2.552 85.042
14 .535 2.434 87.476
15 .514 2.338 89.814
16 .437 1.985 91.799
17 .385 1.752 93.551
18 .336 1.528 95.079
19 .313 1.422 96.501
20 .299 1.358 97.859
21 .246 1.118 98.977
22 .225 1.023 100.000
Extraction Method: Principal Component Analysis.
139

Component Matrixa
Component
1 2 3 4 5 6
X1 .495 -.068 -.196 -.282 .307 .400
X2 .586 -.282 -.188 -.041 -.360 .256
X3 .686 -.188 -.174 -.142 -.064 .106
X4 .559 -.199 .081 -.160 -.150 -.541
X5 .504 .129 -.124 -.249 -.227 .254
X6 .528 -.108 .075 -.236 .395 -.397
X7 .555 -.425 .390 -.097 .128 -.049
X8 .477 -.124 .645 .104 -.149 -.024
X9 .627 -.257 .226 .245 -.194 .059
X10 .452 -.208 -.154 -.080 .216 .079
X11 .558 -.116 .102 .183 .563 .169
X12 .769 .132 -.139 -.093 -.134 -.096
X13 .707 .167 -.017 .172 -.137 .106
X14 .602 .366 .021 -.255 .016 .107
X15 .335 .579 .234 -.113 .328 -.022
X17 .329 .608 .061 -.241 -.209 -.173
X18 .642 -.088 -.194 .213 .005 .104
X19 .596 -.038 .162 -.025 .001 .002
X20 .690 .015 -.142 -.019 -.245 -.190
X21 .352 .392 .391 .266 -.030 .277
140

X22 .348 .166 -.139 .750 .028 -.134


X23 .590 .143 -.514 .241 .199 -.262
Extraction Method: Principal Component Analysis.
a. 6 components extracted.

Rotated Component Matrixa


Component
1 2 3 4 5 6
X1 .426 -.046 .151 .636 -.096 -.035
X2 .759 .208 -.133 .101 .071 .046
X3 .618 .147 .043 .319 .086 .239
X4 .271 .272 .058 -.033 .080 .736
X5 .609 .047 .281 .097 -.059 -.004
X6 .018 .135 .201 .436 .036 .644
X7 .179 .597 -.065 .376 -.089 .356
X8 .108 .797 .152 .012 .012 .146
X9 .404 .591 -.054 .113 .260 .128
X10 .295 .049 -.031 .446 .081 .185
X11 .040 .296 .111 .727 .285 .057
X12 .576 .130 .342 .141 .243 .344
X13 .500 .283 .311 .134 .375 .055
X14 .407 .090 .584 .215 .018 .114
X15 -.109 .085 .733 .241 .081 .050
X17 .214 -.028 .695 -.228 .021 .179
X18 .474 .166 .029 .297 .404 .098
X19 .318 .363 .202 .225 .110 .216
X20 .554 .158 .184 .009 .270 .393
X21 .074 .449 .472 .044 .233 -.304
X22 .030 .147 .042 .001 .852 -.027
X23 .305 -.234 .161 .285 .646 .356
Extraction Method: Principal Component Analysis.
Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.
a. Rotation converged in 7 iterations.

Component Transformation Matrix


Component 1 2 3 4 5 6
1 .623 .378 .322 .379 .316 .349
2 -.117 -.264 .877 -.239 .195 -.231
3 -.391 .831 .231 -.089 -.305 -.042
4 -.215 .253 -.252 -.109 .848 -.309
5 -.533 -.160 .105 .818 .076 .071
6 .340 .080 -.017 .333 -.210 -.850
Extraction Method: Principal Component Analysis.
Rotation Method: Varimax with Kaiser Normalization.
LAMPIRAN 3

Lampiran 3.1 Surat Bukti Penelitian


Lampiran 3.2 Dokumentasi (foto-foto)

141
Lampiran 3.1 Surat Bukti Penelitian 142
Lampiran 3.2 Dokumentasi (foto-foto) 143