Anda di halaman 1dari 5

LOKAKARYA

(Lembar Kerja Resume Modul)

A. Judul Modul : PENELITIAN TINDAKAN KELAS


B. Kegiatan Belajar: PROSEDUR PELAKSANAAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS (KB 2)

C. Refleksi

NO BUTIR REFLEKSI RESPON/JAWABAN


A. Uraian dan Contoh
Secara garis besar terdapat empat tahapan yang
lazim dilakukan dalam Penelitian tindakan Kelas, yaitu: (1)
perencanaan (planning), (2) pelaksanaan (acting), (3)
pengamatan (observing), dan (4) refleksi (reflecting),
seperti daigaram di bawah ini.

Peta Konsep (Beberapa


1 istilah dan definisi) di modul
bidang studi

B. Penyusunan Rencana Penelitian Tindakan


Alternatif perencanaan untuk melaksanakan PTK
adalah menyiapkan rancangan pembelajaran dan
lembaran kerja siswa dengan model Problem-Based
Learning, mengalokasikan waktu sesuai dengan langkah-
langkah pembelajaran model Problem-Based Learning,
menyiapkan pedoman observasi, pedoman penilaian
kinerja, menyiapkan tes kompetensi kognitif, menyiapkan
tes sikap, meyiapkan format observasi, menyiapkan
angket respon siswa.
Substansi secara umum, sistematika proposal
penelitian tindakan kelas terdiri dari komponen-komponen
berikut: (1) judul, (2) latar belakang masalah, (3)
identifikasi masalah, (4) pembatasan dan perumusan
masalah, (5) cara pemecahan masalah, (6) tujuan
tindakan, (7) manfaat tindakan, (8) krangka konseptual
penelitian, (b) rancangan penelitian, yang mencakup:
perencanaan, tindakan, pengamatan, refleksi,
perencanaan ulang, dst, (c) instrumen penelitian dan
teknik pengumpulan data, (d) analisis data dan kriteria
keberhasilan.

C. Pengumpulan Data
Tindakan dapat dilakukan sesuai dengan langkah-
langkah berikut ; 1) guru menyajikan permasalahan
kepada siswa. 2) , dia bisa memulai pembelajaran dengan
langkah-langkah sesuai dengan model Problem-Based
Learning.
Pada saat pelaksanaan ini, guru benar-benar harus
memahami siswanya jangan sampai ada yang menjadi
obyek tindakan. Kelas diciptakan sebagai komunitas
belajar bukan laboratorium tindakan. Membagi kelas
menjadi kelompok kontrol dan treatment harus dihindarkan
karena model penelitian ini bukan penelitian eksperimen.
Hal yang tidak bisa dilupakan, bahwa sambil
melakukan tindakan hendaknya juga dilakukan
pemantauan secara cermat tentang apa yang terjadi.
Dalam pemantauan itu, lakukan pencatatan-pencatatan
sesuai dengan form yang telah disiapkan. Catat pula
gagasan-gagasan dan kesan-kesan yang muncul, dan
segala sesuatu yang benar-benar terjadi dalam proses
pembelajaran. Secara teknis operasional, kegiatan
pemantauan dapat dilakukan oleh guru lain. Di sinilah letak
kerja kolaborasi antar guru. Namun, jika petugas
pemantau itu bukan rekanan peneliti, sebaiknya diadakan
sosialisasi materi pemantauan untuk menjaga agar data
yang dikumpulkan tidak terpengaruh minat pribadinya.
Untuk memperoleh data yang lebih obyektif, guru
dapat menggunakan alat-alat optik atau elektronik, seperti
kamera, perekam video, atau perekam suara. Pada setiap
kali akan mengakhiri penggalan kegiatan, lakukanlah
evaluasi terhadap hal-hal yang telah direncanakan. Jika
observasi berfungsi untuk mengenali kualitas proses
tindakan maka evaluasi berperanan untuk
mendeskripsikan hasil tindakan yang secara optimis telah
dirumuskan melalui tujuan tindakan. Pemantauan
dilakukan untuk mengamati selama pembelajaran,
mengamati interaksi selama proses penyelidikan
berlangsung, mengamati respon siswa terhadap proses
pembelajaran. Sedangkan evaluasi ditujukan kepada hasil
belajar siswa melalui asesmen kinerja, portofolio, tes, dan
respon siswa melalui penyebaran angket.
Observasi kelas akan memberi manfaat apabila
pelaksanaannya diikuti diskusi balikan (review discussion).
Diskusi balikan akan bermanfaat jika:
1. Diberikan oleh observer tidak lebih dari 24 jam setelah
observasi
2. Dilakukan dalam suasana yang mutually supportive
dan non-threatening
3. Berdasarkan rekaman data yang ada.
4. Diinterpretasikan secara bersama-sama dengan
kolaborator.
5. Pembahasannya mengacu pada penetapan sasaran
serta pengembangan strategi perbaikan untuk
menentukan rencana berikutnya.
Teknik yang dapat dilakukan untuk pemantauan
dalam penelitian tindakan kelas yaitu :
1. Catatan anekdot adalah riwayat tertulis, deskriptif,
longitudinal tentang apa yang dikatakan atau dilakukan
perseorangan dalam kelas Anda dalam suatu jangka
waktu.
2. Catatan lapangan mencakup kesan dan penafsiran
subjektif. Deskripsi boleh mencakup referensi misalnya
pelajaran yang lebih baik, perilaku kurang perhatian,
pertengkaran picik, kecerobohan, yang tidak disadari
oleh guru atau pimpinan terkait.
3. Deskripsi Perilaku Ekologis berusaha untuk mencatat
hasil observasi dan pemahaman terhadap urutan
perilaku yang lengkap.
4. Analisis dokumen Gambaran tentang persoalan,
sekolah atau bagian sekolah, kantor atau bagian
kantor, dapat dikonstruksi dengan menggunakan
berbagai dokumen: surat, memo untuk staf, edaran
untuk orangtua atau karyawan, memo guru atau
pejabat, papan pengumuman guru, papan
pengumuman siswa, pekerjaan siswa yang
dipamerkan, tes formal dan informal, publikasi siswa
atau karyawan, kebijaksanaan, dan/atau peraturan.
5. Catatan harian adalah riwayat pribadi yang dilakukan
secara teratur seputar topik yang diminati atau yang
diperhatikan. Catatan harian mungkin memuat
observasi, perasaan, reaksi, penafsiran, refleksi,
dugaan, hipotesis, dan penjelasan.
6. Logs teknik ini pada dasarnya sama dengan catatan
harian tetapi biasanya disusun dengan
mempertimbangkan alokasi waktu untuk kegiatan
tertentu, pengelompokan kelas, dan sebagainya.
7. Kartu Cuplikan Butir, teknik ini mirip dengan catatan
harian tetapi sekitar enam kartu digunakan untuk
mencatat kesan tentang sejumlah topik, satu untuk
satu kartu.
8. Portfolio, teknik ini digunakan untuk membuat koleksi
bahan yang disusun dengan tujuan tertentu.
9. Angket dengan pertanyaan terbuka dan tertutup.
10. Wawancara tak terencana, terencana tapi tak
terstruktur, terstruktur.
11. Metode sosiometrik untuk mengetahui apakah individu-
individu disukai atau saling menyukai.
12. Jadwal dan daftar tilik (checklist) interaksi, missal
perilaku verbal guru, siswa, dan nonverbal guru.
13. Rekaman pita Merekam berbagai peristiwa seperti
pelajaran, rapat diskusi, seminar, lokakarya, dapat
menghasilkan banyak informasi yang bermanfaat yang
tertakluk (tunduk) pada analisis yang cermat.
14. Rekaman video untuk merekam satuan
kegiatan/peristiwa untuk dianalisis kemudian, misalnya
kegiatan pembelajaran di kelas.
15. Foto dan slide mungkin berguna untuk merekam
peristiwa penting, misalnya aspek kegiatan kelas.
16. Penampilan subyek penelitian pada kegiatan penilaian
untuk menilai prestasi, penguasaan, untuk
mendiagnosis kelemahan dsb.

D. Pengolahan dan Analisis Data


Data yang telah dikumpulkan harus dianalisis.
Analisis hanya bersifat kualitatif. Jika ada data kuantitatif,
analisisnya paling banyak menggunakan statistik deskriptif
dengan penyimpulan lebih mendasarkan diri pada nilai
rata-rata dan simpangan baku amatan atau persentase
amatan. Hasil analisis data kualitatif dikonsultasikan
dengan makna kualitatif yang mencerminkan struktur
dasar terhadap jawaban masalah penelitian.

E. Penyusunan Laporan
Pembiayaan yang termasuk dalam bagian ini
adalah penyusunan konsep laporan, review konsep
laporan, penyusunan konsep laporan akhir. Seminar local
hasil penelitian, seminar nasional hasil penelitian, dan
sebagainya. Juga termasuk dalam pembiayaan adalah
penggandaan dan pengiriman laporan hasil PTK, serta
pembuatan artikel hasil PTK dalam bahasa Indonesia dan
bahasa Inggris

Daftar materi bidang studi


2 yang sulit dipahami pada 1. Penyusunan rencana penelitian tindakan kelas
modul
Daftar materi yang sering
3 mengalami miskonsepsi 1. Pengumpulan data
dalam pembelajaran

Anda mungkin juga menyukai