Anda di halaman 1dari 77

KATA PENGANTAR menjadi tidak sia-sia.

Ini adalah investasi untuk masa


depan Anda.
Sungguh luar biasa kasihNya, karena sudah hampir dua
tahun buku ini menjadi salah satu sasaran rencana saya Selamat membaca dan jadilah seorang great supervisor.
dan pada akhirnya buku ini terbit juga yang saat ini
berada di tangan Anda.

Buku ini merupakan penuangan pengalaman penulis


ketika menjadi supervisor ditambah dengan pengalaman
penulis menjadi trainer yang sering diminta
membawakan program training supervisi efektif di
berbagai perusahaan dan industri yang ada di Indonesia.

Sebenarnya program training supervisi sendiri sering


dilakukan oleh perusahaan-perusahaan, tetapi
sayangnya, buku tentang supervisi sendiri jarang dan
sulit ditemukan di toko-toko buku. Buku ini hadir
sebagai pengobat rindu bagi Anda yang memang sulit
untuk menemukan buku-buku supervisi. Jadikanlah
buku ini menjadi referensi dan teman dalam menjalani
karir Anda sebagai supervisor.

Manfaat yang Anda dapatkan dari buku ini sangat


tergantung dari seberapa banyak coretan, catatan-catatan
yang Anda buat, seberapa sering dan seberapa lama
Anda menggunakannya dalam bidang pekerjaan Anda.
Dengan demikian, investasi waktu Anda pergi ke toko
buku dan uang yang Anda keluarkan untuk buku ini

1
UCAPAN TERIMAKASIH 4. Mamakku M. Br. Sipayung di Haranggaol-
Simalungun yang selalu mendoakanku setiap hari
Saya percaya dan meyakini, bahwa apa pun yang dicapai dalam kehidupannya, bahkan di tengah-tengah
seseorang bukanlah hasil jerih payahnya sendiri. Pasti kolam karamba di saat-saat memberi makan
selalu ada orang atau pihak-pihak yang berkontribusi di ikannya.
belakangnya. Oleh karena itu, saya juga menyadari 5. Mertua dan orang tuaku Prof. DR. MP. Damanik,
bahwa selesainya buku ini bukan karena usaha saya SPAK dan B. Br. Purba, S.Sos yang terus
sendiri. Dukungan dari berbagai pihak yang selama ini memberikan perhatian, teman diskusi dan
turut berkontribusi dalam pemikiran dan motivasi saya dukungan yang tak terhingga disetiap pertemuan
sangat saya hargai. kami.
6. Saudara-saudaraku: Kakakku Elida Purba, SH dan
Untuk itu, pada kesempatan ini, saya juga ingin keluarga, abangku Dr. Rudi Purba dan keluarga,
mengucapkan terima kasih kepada: Abangku Elwin Purba, Adikku Edward Purba, ST
dan keluarga, Adikku Indra Jaya Purba dan
1. Tuhanku yang sungguh besar kasih dan keluarga. Yang berkat dukungan, kritikan positif
pemeliharaannya buat hidupku dan keluargaku. yang mereka berikan kepada perjalanan hidupku.
2. Istriku tercinta Imelda Damanik, SKg yang 7. Sahabatku: Cosmas Rawan yang juga partnerku
sekaligus menjadi Ibu dari anak-anakku Celine yang setia dalam tugas-tugas pelatihan kemana
Purba dan Christa Purba. Berkat dukungannnya pun untuk “ngojek” bersama. Sobatku Buset yang
yang selalu sering menanyakan kemajuan berkat penerbitan bukunya yang perdana semakin
penulisan buku ini, yang dengan sayangnya memotivasi diriku untuk segera menyelesaikan
menjaga anak-anak agar Bapaknya tidak buku ini. Iman K. Putra dan Dian yang telah
terganggu ketika menulis. Menemaniku di tengah banyak membantu dalam profesiku sebagai
malam untuk sekedar mengobrol dikala aku trainer. Pak Eddy Hutojo, Ibu Juliana Hutubessy
sedang mengalami kebuntuan ide. yang juga partner setia dalam tugas dan diskusi-
3. Bapakku A.Purba (Alm) yang nasehat-nasehatnya diskusi. Kang Herry, Mas Amral, Kang Dudi,
selalu terngiang-ngiang di telingaku tentang Anas, Besan Monica yang telah banyak
“kalau orang lain bisa, saya juga harus bisa”. berkontribusi dan juga selalu menjadi partner dan

2
banyak ide-idenya. Pak Mahdi yang telah banyak
berkontribusi dalam kehidupan saya. Honorus DAFTAR ISI
yang telah banyak memberikan pemandangan
baru dalam proses belajar saya, serta kepada Halaman
teman-teman dan pihak-pihak yang mungkin
tidak tertuliskan dalam buku ini. Kata Pengantar
Ucapan Terima Kasih
Pendahuluan
Supervisor dan Masalahnya
Pilar Utama Great Supervisor
Kejelasan Tujuan adalah Kekuatan
Proses Menentukan Hasilnya
Bekerja adalah Persoalan Mental
Kemana Waktu Anda?
Supervisor Juga Pemimpin
Jadikan Bawahan Partner Anda
Sukses Bersama Bawahan
Jangan Sepelekan Keterampilan
Komunikasi!
Apapun Pekerjaan Anda adalah Pemecah
Masalah
The Winning Team

3
PENDAHULUAN kenyataannya, dari kelas-kelas pelatihan yang sering
saya adakan, tidak sedikit para supervisor baru atau
Jika dilihat dari struktur organisasi suatu perusahaan, mereka-mereka yang telah beberapa tahun menduduki
supervisor memiliki peran yang sangat strategis. Disebut posisi supervisor tetapi belum pernah mendapatkan
strategis karena supervisor memikul tugas yang tidak pembekalan khusus tentang supervisi. Bahkan ada juga
ringan. Supervisor adalah orang yang juga sangat yang sudah menduduki posisi manager tetapi belum
menentukan berhasil tidaknya tugas-tugas para pernah mendapatkan pembekalan tentang supervisi.
pelaksana di lapangan. Keberhasilan tugas harian
lapangan di bawah supervisi sang supervisor pada Pada situasi seperti sekarang ini - persaingan bisnis yang
akhirnya sangatlah menentukan produktivitas dan semakin ketat dan perubahan yang begitu cepat,
kinerja perusahaan secara keseluruhan. menuntut setiap perusahaan termasuk para supervisor
dan para pelaksana di lapangan untuk mampu bekerja
Untuk menjalankan peran strategis tersebut, ternyata secara optimal. Produktivitas, kualitas dan efisiensi
tidak mudah bagi supervisor karena ia berada pada merupakan kata kunci yang harus terus diperhatikan jika
posisi yang serba “terjepit”. Dari sisi para bawahan, ia ingin unggul. Menjadi supervisor yang baik (good) saja
berhadapan dengan jumlah orang yang lebih banyak, masih belum cukup, tetapi lebih dari itu haruslah
tetapi dengan wewenang atau pengaruh (power) yang menjadi supervisor yang hebat (great).
lebih kecil. Sedangkan dari sisi atasan, ia berhadapan
dengan dengan jumlah yang hanya satu orang yaitu Untuk itulah buku ini dibuat. Anda yang merasa telah
manajernya tetapi dengan wewenang atau power yang menjadi good supervisor jangan merasa cepat berpuas diri.
lebih besar. Supervisor dituntut untuk mampu menjadi Bersiap-siaplah untuk menjadi great supervisor. Buku ini
“jembatan”, perantara dan sekaligus penyeimbang akan membantu mengantarkan Anda untuk menjadi
antara atasan dengan bawahan. seorang Great Supervisor.

Oleh karena itu, orang-orang yang sedang dipersiapkan Bagi Anda yang sedang menuju tangga karir supervisor
menduduki karir atau bahkan yang telah berada pada atau sedang dipersiapkan menjadi supervisor, buku ini
posisi supervisor seharusnyalah sudah mendapatkan akan sangat membantu Anda mempersiapkan diri lebih
pembekalan khusus tentang hal tersebut. Pada awal. Buku ini juga sangat baik untuk Anda

4
persembahkan kepada karyawan atau pun teman Anda SUPERVISOR DAN MASALAHNYA
yang sedang berada di posisi supervisor.
Dari berbagai kelas pelatihan tentang supervisi, penulis
Bagi Anda yang telah pernah mengikuti pelatihan atau menemukan masih banyak pandangan-pandangan
training tentang supervisi efektif, tidak berarti negatif tentang supervisor dan permasalahan yang
pembekalan Anda sudah cukup hanya sampai di situ. mereka hadapi di tempat kerja. Berikut ini adalah
Ingatlah bahwa musuh yang terdekat dari “great” adalah beberapa pandangan dan permasalahan tentang para
“good”. supervisor:

Beberapa pandangan tentang supervisor:


1. Supervisor hanya tahu memerintah
2. Supervisor lebih banyak duduk-duduk di kantor
dan “sok ngebosi”
3. Supervisor hanya tahu teriak-teriak meminta
pencapaian target
4. Supervisor sombong dan lupa teman
5. Anak kemarin sok mau mengatur yang senior
6. Semaunya sendiri
7. Tidak tertib, suka melanggar administrasi,
menggampangkan dan melanggar SOP
8. Terlalu membela bawahan
9. Kurang teliti
10. Banyak janji
11. Menyepelekan bagian lain
12. Suka “potong kompas” ke atasan yang lebih tinggi
jika menghadapi kendala
13. Terkesan hura-hura dan eksklusif
14. Lebih sering memperhatikan urusan sendiri
daripada ngurusi bawahan

5
15. Kurang dapat berpikir secara konseptual 7. Kinerja kita dibanding-bandingkan dengan
16. Jarang turun ke lapangan dan tidak mengetahui supervisor lain yang jelas-jelas situasi dan tantang
persoalan bawahan di lapangan kerja yang dihadapi di lapangan berbeda-beda.
17. Sok sibuk dan susah ditemui/dihubungi
18. Jarang mau belajar mengembangkan diri (baca Apakah Anda juga menghadapi pandangan dan
buku) permasalahan yang kurang lebih sama seperti di atas?
19. Kerjanya hanya bisa “ngomongin” kejelekan Jika YA, itu berarti Anda tidak sendirian.
bawahan
20. Sering melanggar aturan yang sudah ia ucapkan Dari beberapa pandangan terhadap supervisor, masalah-
sendiri masalah yang mereka hadapi pada umumnya hampir
21. Memaksakan kehendak dan mau cepatnya saja sama. Pada umumnya masalah utama supervisor adalah
22. Tidak mau disalahkan dan menerima saran menyangkut hal:
bawahan 1. Ketidakjelasan tentang tujuan, tugas, tanggung
23. Keputusannya suka berubah-ubah jawabnya sebagai supervisor.
24. Bisanya hanya “nyuruh” tetapi tidak memberi 2. Kepemimpinan yang kurang memadai
contoh. 3. Kurangnya motivasi diri dan sikap mental negatif
4. Keterampilan komunikasi dan hubungan
Beberapa masalah yang sering dihadapi supervisor: interpersonal yang buruk
1. Bawahan sulit di atur. 5. Pembekalan/pengembangan bawahan yang
2. Bawahan terlalu banyak sehingga sulit masih kurang
mengontrolnya. 6. Kurang terampil dalam memecahkan masalah dan
3. Bawahan lebih senior dari saya. membuat keputusan
4. Manajer hanya tahu memarahi supervisor. 7. Tidak mampu membangun tim kerja yang baik.
5. Perusahaan tidak memberikan imbalan yang
sepadan. Teruslah membaca buku ini, maka Anda akan
6. Perusahaan tidak memberikan sarana dan menemukan jawaban-jawaban yang Anda butuhkan
prasarana yang memadai dalam bekerja, padahal untuk dapat menjadi great supervisor yang lebih dari
kita butuhkan. sekedar baik.

6
PILAR UTAMA GREAT SUPERVISOR Sungguh menakjubkan, keberadaan kita terlahir di dunia
ini ternyata bukan karena kebetulan. Kita benar-benar
Sungguh menakjubkan, bahwa ternyata manusia itu direncanakan oleh Nya dan Dia memiliki rencana yang
diciptakan dengan kelebihan-kelebihannya yang sangat terbaik atas segala ciptaannya. Kita dilahirkan juga
luar biasa. Menurut pakar otak Tony Buzan bahwa otak ternyata dibekali dengan potensi, karunia-karunia,
kita memiliki 100 miliar sel. Masing-masing sel keunikan yang tidak sama bagi setiap orang. Sayangnya,
terhubung lagi dengan 20.000 sel lain. Otak kita juga rata-rata orang hanya menggunakan 10 % dari otak dan
ternyata mampu memproses hingga 30 miliar bit potensi-potensi yang telah diberikan. Bahkan menurut
informasi per detiknya dan mengandung setara dengan Institut Otak di Universitas Stanford rata-rata orang
6.000 mil (+/- 9.600 km) kabel. Sistem saraf yang kita tidak menggunakan 10% potensi otaknya tetapi justru
miliki mampu menafsirkan segala informasi ke seluruh kurang dari 2% dan sisanya tidak terpakai.
organ indra kita yang banyaknya sampai mencapai 28
miliar neuron dan mampu merespon informasi kira-kira Menurut suatu perkiraan, rata-rata orang sebenarnya
hingga 1 juta bit informasi. Kecepatannya diperkirakan memiliki tiga atau empat ide setiap tahun dan salah satu
kira-kira sepuluh kali lebih cepat dari kedipan mata. diantaranya dapat menjadikannya luar biasa, tetapi ia
tidak melakukan apa-apa.
Menurut ilmu kedokteran, kita terlahir ke dunia ini juga
karena telah unggul mengalahkan berjuta-juta sperma Sayangnya juga sebagian orang malas. Mereka hanya
lain untuk bertemu dengan sel telur. melakukan sebatas apa yang seharusnya mereka
lakukan. Bukan apa yang memang benar-benar harus
Kita juga dapat menyaksikan sendiri anak-anak yang mereka lakukan. Mereka mencari aman agar tidak
sedang belajar untuk dapat berdiri dan berjalan. dipecat dari tempat perusahaannya bekerja. Bahkan
Beberapa kali mungkin ratusan kali ia harus terjatuh, dengan tujuaan untuk menantikan dan mengharapkan
tetapi itu semua tidak menghentikan semangatnya untuk mendapat dana pensiun. Mereka bekerja hanya
tetap berupaya dan mencoba lagi dan lagi agar dapat membarterkan waktu mereka yang rata-rata delapan jam
berdiri dan berjalan. per hari, 5 hari seminggu dan 20 hari kerja sebulan
dengan gaji yang rutin mereka terima setiap bulan tanpa
peduli dengan kontribusi yang mereka berikan.

7
Di era baru sekarang ini, kita dituntut tidak hanya cukup utama, baik dari para bawahan maupun atasan. Tentu
berpuas diri menjadi good tetapi berupaya untuk dapat saja mereka berharap ada sesuatu yang baru dan lebih
menjadi greatness - keagungan, kehebatan, luar biasa. baik yang akan terjadi. Untuk menjadi great supervisor,
Mengapa? Karena ternyata kita memiliki potensi-potensi tidak cukup hanya menjadi lebih baik dari supervisor
yang luar biasa besar yang selama ini belum digali dan yang sebelumnya. Tidak cukup hanya sekedar
digunakan secara optimal. Perubahan apa pun yang memenuhi harapan bawahan dan atasan. Tidak cukup
terjadi di luar diri kita belumlah berarti apa-apa hanya sekedar menjalankan tugas-tugas utama yang
dibandingkan dengan perubahan yang terjadi di dalam ditetapkan sesuai dengan posisi dan job description
diri kita. supervisor. Jika itu yang dilakukan, maka akan terjadi
pengkerdilan potensi diri yang sesungguhnya. Anda
Potensi dari diri kita sangat besar untuk disia-siakan. masih berusaha hanya untuk sebatas berubah dari
Keputusan ada di tangan kita, apakah kita ingin berubah “cukup” menjadi “baik” belum dari “baik (good)”
ke arah yang lebih great atau cukup puas hanya menjadi menjadi “hebat (great)”. Percepatan perubahan yang
good. Satu hal yang perlu kita ingat dan renungkan begitu cepat dan luar biasa hebat di luar diri kita tidak
bahwa sejarah dunia telah mencatat, bahwa perkara bisa diiukuti hanya dengan melakukan hal-hal yang
besar yang terjadi di dunia ini, dihasilkan dari orang- biasa.
orang yang biasa dengan sumber daya yang juga biasa
tetapi dengan keyakinan yang luar biasa. Lihatlah Cepatlah keluar dari jebakan prustrasi dan rutinitas yang
Mother Teresa, suster yang hanya guru geografi. Lihatlah seringkali menghambat Anda mengeluarkan potensi
Gandhi yang justru menggunakan kekuatan dari Anda yang belum tergali dan menghambat Anda untuk
kesederhanaan. Lihatlah M. Yunus yang begitu yakinnya dapat menjadi great supervisor.
bahwa rakyat kecil layak dipercaya diberi pinjaman uang
dan diberi kesempatan berkembang. Lihat juga Thomas Jika Anda ingin menjadi great supervisor putuskanlah
A. Edison yang dicemooh dari sekolahannya dan hanya sejak saat ini bahwa Anda ingin melakukan perubahan.
belajar/bereksperimen dari gudangnya. Apa pun pekerjaan kita, sebenarnya pekerjaan itu adalah
persoalan mental. Jika Anda berkomitmen untuk
Ketika Anda diangkat menjadi supervisor, maka pada melakukannya secara “all out” Anda dapat menjadi dan
saat itu pulalah Anda mulai menjadi sorotan perhatian mendapatkan apa pun keinginan Anda.

8
2. Penuhi diri Anda dengan rasa syukur yang
Untuk menjadi great supervisor, dibutuhkan pilar kokoh berkelimpahan.
yang menjadi penopang Anda ketika nantinya
menghadapi tantangan. Pilar-pilar utama tersebut Apa pun tantangan dan masalah yang Anda hadapi,
adalah: belajarlah untuk selalu mensyukuri. Sering kali
kebahagiaan, keberhasilan dan kesuksesan tersembunyi
1. Teruslah belajar - never ending learning. di balik “pintu” tantangan, masalah dan kegagalan-
kegagalan yang kita alami. Sudah banyak bukti bahwa
Pelajari dengan baik apa yang menjadi bidang kerja tidak ada orang sukses tanpa mengalami kesulitan,
utama Anda, selain hal-hal lain yang ingin Anda ketahui tantangan dan kegagalan-kegagalan.
untuk dapat membantu mensukseskan Anda. Bahkan
pelajarilah apa yang juga dipelajari oleh atasan Anda, Sebagai supervisor, posisi Anda juga sangat rentan.
karena nantinya Anda juga akan memasuki jenjang Anda terjepit diantara dua kekuatan besar (dari atasan
tersebut. Meski demikian, sebagai supervisor, hal-hal dan dari bawahan). Banyak potensi masalah yang akan
teknis di lapangan harus benar-benar Anda pahami dan terjadi. Bawahan Anda yang sulit diarahkan, atasan yang
kuasai dengan baik. Jangan sampai Anda tidak tidak mendengarkan Anda, peralatan atau fasilitas kerja
mengetahui kondisi pekerjaan dan bawahan Anda di yang tidak memadai dan lain sebagainya. Bersyukurlah
lapangan. bahwa ternyata keberadaan Anda sebagai supervisor
dibutuhkan untuk memecahkan dan mengatasi masalah-
Tingkatkan terus level standard kinerja Anda. Andalah masalah tersebut. Bersyukurlah bahwa potensi Anda
yang menentukan standard kinerja Anda. Jika atasan yang selama ini belum digunakan akan diberdayakan
atau perusahaan yang memberikan standard kinerja, dari adanya masalah tersebut. Dengan bersyukur, maka
jadikanlah itu hanya sebagai patokan dasar, tetapi bukan Anda akan menemukan kegairahan kerja. Bekerja bukan
patokan utama dan sasaran pencapaian akhir Anda. You lagi menjadi beban dan keterpaksaan.
are what you think – Andalah yang menentukan ingin
menjadi seperti supervisor sepert apa Anda. 3. Berkontribusilah

Jika Anda telah memperoleh pengetahuan yang baik,


telah menysukuri apa yang terjadi, maka apa yang sudah

9
Anda terima dan peroleh haruslah Anda salurkan atau KEJELASAN TUJUAN ADALAH KEKUATAN
alirkan kepada orang lain. Hanya dengan cara
demikianlah Anda pun akan bertumbuh dan Semua orang ingin berubah ke arah yang lebih baik,
berkembang. Jika Anda memberi maka Anda pun layak tetapi sayangnya kebanyakan orang ketika ditanya tidak
untuk menerima. jelas apa yang menjadi tujuannya, bahkan tujuan
hidupnya sendiri. Kalau pun tujuannya diungkapkan
Dapat dibayangkan apa yang terjadi jika tubuh kita terus tetapi biasanya dengan raut muka yang ragu-ragu,
mengkonsumsi makanan dan minuman, tetapi tidak seperti tidak yakin apakah benar itu yang menjadi
pernah untuk dikeluarkan? Segala sesuatunya di bumi tujuannya. Mengapa hal ini terjadi?
ini perlu sirkulasi dan keseimbangan. Ada yang diterima
maka ada yang diberi. Ada yang masuk dan ada yang ke Semakin bertambah usia, maka semakin banyaklah
luar. Ada yang berlebih dan ada yang kekurangan. pengalaman-pengalaman yang dialami – entah itu
pengalaman manis atau pun pengalaman pahit.
Sebagai wujud kontribusi Anda maka sebagai supervisor Pengalaman kegagalan-kegagalan seringkali menjadi
bantulah bawahan Anda untuk melihat potensinya. salah satu faktor mengapa orang menjadi ragu, takut dan
Bantulah mereka untuk berkembang dengan akhirnya menjadi tidak jelas tentang apa yang menjadi
mengembangkan potensi-potensi mereka. Selain itu, tujuannya. Kepahitan, kerugian, kesakitan dan risiko
bantulah atasan dengan pekerjaan-pekerjaannya. Jadilah yang pernah dialami ketika gagal seringkali menjadi
bawahan yang membanggakan bagi atasan Anda dan alasan kuat pembenaran diri untuk tidak pernah lagi
bukannya menjadi beban. Jadilah duta yang membawa berani membuat suatu cita-cita atau tujuan. Keyakinan
nama harum perusahaan, bukan sebaliknya. Anda semakin mengecil. Sebagian orang akan
berpendapat: jika tidak ingin mengalami kegagalan lagi
Jangan dahului kontribusi Anda dengan berpikir dan maka jangan pernah untuk menentukan cita-cita atau
berhitung tentang imbalan yang akan Anda peroleh. tujuan.
Percayalah bahwa dunia ini cukup adil untuk orang
yang mau berupaya dan berkontribusi lebih. Marilah kita coba untuk merenungkan jawaban atas
pertanyaan ini: Ketika ditanya kepada kita masing-
masing, apakah profesi kita saat ini adalah tujuan kita

10
yang terdahulu? Kebanyakan orang, apa yang menjadi untuk membuang-buang waktu, materi dan energi
profesinya dan pekerjaannya saat ini bukanlah apa yang kepada hal-hal yang tidak menjadi tujuan utama kita.
menjadi tujuannya terdahulu. Sama halnya ketika
ditanya, apakah dahulu pada saat akan memasuki Sekarang Anda telah menjadi supervisor, entah itu
perguruan tinggi, fakultas yang Anda pilih adalah benar- supervisor di perusahaan yang bergerak di industri
benar pilihan Anda? Banyak terjadi bahwa pilihan kita manufaktur, consumer good atau pun jasa. Ketidakjelasan
adalah karena pilihan orang tua kita kalau tidak teman- tujuan sama saja dengan ibaratkan kita diminta untuk
teman kita atau orang-orang terdekat kita. menembak suatu sasaran di tengah kegelapan malam.
Jangankan untuk menembak sasaran, untuk melangkah
Saya teringat dengan cerita teman saya. Teman saya pun kita tidak tahu harus kemana dan seperti apa.
dahulu masuk kedokteran hewan di salah satu Peluru dimana pun mungkin kita tidak tahu, palagi
perguruan tinggi di Bogor, setelah lulus ia pun masuk ke untuk menggunakannya – padahal peluru sudah begitu
perguruan tinggi di Yogyakarta dengan jurusan Fisika banyak tersedia. Tanpa kejelasan, supervisor layaknya
dan menginggalkan kedokteran hewannya. Teman saya seperti “boneka” hidup yang hanya menjadi pengisi
yang lain adalah lulusan dokter umum di perguruan kursi/posisi/jabatan suatu organisasi /perusahaan.
tinggi negeri di Jakarta tetapi sekarang menekuni bidang
bisnis yang tidak ada hubungannya dengan kesehatan Kejelasan tujuan akan sangat mempengaruhi kejelasan
atau penyakit manusia. Apa yang kita kerjakan dan kita tentang tugas dan tangung jawab, fokus, energi dan
jalani saat ini sering kali bukanlah hal yang menjadi gairah. Memungkinkan kita untuk mengerahkan segala
tujuan kita terdahulu. sumber daya yang kita miliki di dalam diri kita untuk
mencapai tujuan tersebut.
Ketidakjelasan tujuan mengakibatkan kita kehilangan
banyak waktu, materi dan energi. Bagi sebagian orang Mungkin kita juga pernah mengetahui bahwa sinar
kejadian ini mengakibatkan dirinya seakan-akan menjadi matahari yang difokuskan lewat kaca pembesar akan
korban dan akhirnya tidak pernah puas dengan apa pun mampu menciptakan api dan membakar sesuatu.
yang ia kerjakan. Membuat kita tidak dapat fokus Demikian pulalah tujuan yang jelas membuat kita fokus
terhadap apa pun yang dikerjakan. Cukuplah sudah untuk dapat mencapainya.

11
Untuk mengetahui tujuan Anda sebagai supervisor, Untuk membantu Anda menemukan tujuan Anda
pertanyaan mendasar yang perlu Anda jawab adalah: sebagai supervisor, jawaban atas pertanyaan berikut ini
untuk apa Anda diangkat menjadi supervisor? Jika Anda juga akan membantu Anda. Apa tolok ukur dan dengan
masih belum jelas apa tujuan sehingga Anda diangkat cara apa prestasi Anda sebagai supervisor akan diukur
menjadi supervisor, maka Anda akan menjadi supervisor atau dinilai? Siapa pun akan kesulitan untuk mengukur
yang tidak efektif. Banyak pekerjaan-pekerjaan/tugas- sesuatu yang tidak jelas apa yang menjadi tolok ukurnya.
tugas yang semestinya tidak harus Anda yang Langkah awal untuk mengetahui tolok ukur Anda
mengerjakan tetapi Anda kerjakan sendiri. Anda bekerja adalah dengan menanyakan dan mendiskusikannya
layaknya masih seperti karyawan pelaksana (atau sama dengan pihak manajemen atau atasan Anda.
dengan pekerjaan para bawahan Anda), padahal Anda
sudah menjadi supervisor. Banyak pekerjaan-pekerjaan Secara umum, tujuan seorang supervisor-di mana pun ia
yang Anda lakukan dan Anda terlihat sibuk dan rajin bekerja pada dasarnya dapat dikatagorikan menjadi tiga
tetapi tidak mendekatkan Anda kepada tujuan dan tujuan utama, yaitu:
sasaran Anda. Anda juga layaknya seperti “kursi 1. Tujuan yang bersifat kuantitatif
goyang” yang sering diduduki para lansia. Kursi akan 2. Tujuan yang bersifat kualitatif
terus bergerak (ke depan dan ke belakang) tetapi tidak 3. Tujuan yang bersifat efisiensi dan efektivitas
ada kemajuan. waktu

Tanpa tujuan yang jelas Anda adalah “barang baru stock Hanya dengan mencapai ketiga tujuan di atas secara
lama” (orang baru untuk posisi supervisor tetapi bekerja baiklah Anda sebagai supervisor akan dibayar dengan
dengan cara-cara yang lama). Situasi ini juga banyak nilai atau gaji yang tinggi.
terjadi, mereka duduk-duduk di kantor, bosan dengan
rutinitas tanpa tujuan dan aktivitas yang jelas. Tujuan Kuantitatif
Akibatnya, tidak sedikit para supervisor yang akhirnya
menyibukkan diri dengan urusan pribadi atau bisnis Sebagai supervisor, Anda akan diperhadapkan dengan
sampingannya daripada ngurusi pekerjaan dan anak sasaran atau tujuan yang diukur secara kuantitatif.
buahnya di kantor. Beberapa contoh sasaran yang diukur secara kuantitatif:
9 Pencapaian target penjualan

12
9 Penurunan biaya produksi produksi yang akan dihasilkan dari mesin-mesin yang
9 Volume penjualan atau produksi yang ada di departemen Anda. Karena Andalah yang
9 Jumlah penanganan complaint pelanggan paling tahu dengan kondisi mesin di departemen Anda,
9 Jumlah kunjungan ke pelanggan sebenarnya Anda mengetahui dengan persis bahwa
kondisi mesin tidak memungkinkan untuk memaksa
Tujuan Kualitatif mesin mencapai target volume produksi tersebut. Dalam
perjalanan waktu, mesin Anda rusak (breakdown) dan
Biasanya, pengukuruan kuantitatif saja tidak cukup. dibutuhkan biaya yang jauh lebih besar dan waktu yang
Supervisor juga diukur atau dinilai dari sasaran yang lama untuk memperbaikinya. Dampaknya, selain target
bersifat kualitatif. Hal ini disebabkan karena sering juga volume produksi tidak mungkin untuk dicapai, pesanan
terjadi, di satu sisi Anda berhasil mencapai sasaran yang pelanggan tidak terpenuhi dan akhirnya pelanggan
bersifat kuantitatif, tetapi mengorbankan cukup besar kecewa. Masalah ini terjadi karena kualitas pribadi Anda
dari segi kualitasnya. Sebagai contoh: misalkan Anda sebagai supervisor produksi dalam hal menentukan
sebagai sales supervisor. Anda mungkin mampu sikap, mengambil keputusan dan cara komunikasi Anda
mencapai target penjualan per bulan (volume penjualan yang mungkin tidak baik.
atau nilai Rupiah penjualan) yang telah ditetapkan,
tetapi dari cara-cara Anda memimpin para anggota Beberapa contoh sasaran kualitatif:
penjual selama ini menyebabkan tingginya turnover (ke 9 Kualitas kepemimpinan
luar masuk salesman). Di satu sisi target penjualan 9 Keterampilan komunikasi
tercapai tetapi Anda lupa bahwa akibat kualitas 9 Keterampilan problem solving and decision making
kepemimpinan Anda maka perusahaan juga 9 Keterampilan dalam membangun kerjasama
mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk setiap 9 Keterampilan dalam memberikan service excellence
aktivitas recruitment, pelatihan dan biaya overhead
karyawan/salesman baru. Tujuan Waktu

Contoh lain misalnya, Anda adalah supervisor di bagian Dalam situasi tertentu mungkin juga Anda berhasil
produksi. Karena Anda ingin terlihat baik di mata mencapai sasaran kuantitatif dan kualitatif, tetapi
atasan, Anda menyetujui begitu saja target volume sesuatu yang Anda hasilkan tersebut sudah tidak up to
date lagi. Artinya: apa yang sudah Anda capai tersebut

13
akan menjadi tidak relevan lagi karena sudah di luar para pelanggan, tetapi karena distibusi Anda tidak baik
batas waktu yang ditentukan. (misalnya pengiriman sering terlambat), mengakibatkan
ketersediaan produk Anda di distributor dan outlet-
Contohnya seperti ini: suatu waktu saya pernah memberi outlet sering kosong dan akhirnya pelanggan Anda
pelatihan di salah satu perusahaan perkebunan swasta. beralih ke merk produk pesaing.
Ketika berbincang-bincang dengan manajer perkebunan
tersebut, sang manajer mengatakan bahwa produksi Ketiga tujuan ini (kuantitatif, kualitatif dan waktu) tidak
kayu hasil panenan di suatu area tertentu berkurang dapat dipisah-pisahkan begitu saja. Ketiganya harus
karena adanya kesalahan dalam pemeliharaan. Secara saling melengkapi. Anda tidak dapat hanya
pembibitan sampai dengan penanaman dapat dikatakan mengutamakan satu bidang sasaran tetapi
kualitas prosesnya sudah berjalan dengan baik. Bibit mengorbankan atau mengabaikan bidang sasaran yang
yang ditanam adalah bibit yang sudah dipilih dengan lain. Tugas Andalah untuk mencari titik keseimbangan
kriteria-kriteria yang ketat. Jarak tanam antara satu dari ketiga tujuan tersebut.
pohon dengan pohon yang lain juga sudah ditata dengan
standar pengukuran yang ada. Tetapi karena selama dua
tahun pertama yaitu masa-masa pertumbuhan pohon
tidak dirawat dengan baik maka batang pohon menjadi
kerdil. Ukuran diameter yang distandarkan sesuai
dengan masa waktu panen pun tidak tercapai. Kesalahan
perawatan pada masa-masa pertumbuhan pohon
mengakibatkan dampak pada tahun-tahun berikutnya
sampai masa panen. Perawatan yang serius setelah
melewati masa pertumbuhan dua tahun tersebut menjadi
tidak lagi begitu relevan terhadap hasil yang diharapkan,
karena telah melewati masa-masa kritisnya.

Contoh lain misalnya Anda di bidang penjualan. Secara


kualitas dan brand produk Anda adalah unggulan bagi

14
PROSES MENENTUKAN HASILNYA mengerti saja tidak cukup. Jauh lebih penting adalah
komitmen dan disiplin Anda untuk mau
Hasil yang baik selalu bersumber dari suatu proses yang menjalankannya akan sangat menentukan apakah Anda
baik. Tujuan yang jelas saja masih belum cukup. Tujuan akan berhasil mencapai tujuan-tujuan Anda. Akan sangat
yang jelas tanpa diikuti oleh proses yang benar sering menentukan apakah Anda akan menjadi great supervisor
kali tidak akan mencapai tujuan yang diinginkan. Jika atau tidak.
tujuan Anda sebagai supervisor sudah jelas, maka Anda
perlu menyusun langkah-langkah tindakan untuk Sedikit saya singgung tentang disiplin dan komitmen.
mencapainya. Disiplin yaitu: “melakukan tugas/pekerjaan
sebagaimana Anda harus mengerjakannya, bukan
Anda perlu menjalankan proses manajemen dengan baik sebagaimana yang Anda mau”. Apakah selama ini Anda
guna mencapai suatu tujuan, yaitu menjalankan proses telah melakukan proses P-O-A-C dengan benar dan
P-O-A-C (Planning, Organizing, Actuating dan Controlling) disiplin?
dengan baik dan benar.
PLANNING

Planning Ada pepatah yang mengatakan: “Fail to Plan is Plan to


Fail” – gagal membuat perencanaan berarti
merencanakan untuk gagal. Planning atau perencanaan
Controlling Organizing adalah kemampuan supervisor untuk membuat sasaran-
sasaran yang akan dicapai secara periodik.

Actuating Bagilah tujuan Anda menjadi tujuan jangka panjang


(misalnya 1-3 tahun), tujuan jangka menengah (misalnya
6 bulan) dan tujuan jangka pendek (misalnya 1 bulan, 1
Mungkin Anda sudah tidak asing lagi atau sering minggu bahkan sampai 1 hari ke depan).
mendengar dan sudah tahu tentang konsep ini. Mungkin
Anda juga mengatakan terlalu teoritis, tetapi tahu dan

15
Sasaran yang baik haruslah memperhatikan unsur S-M- Tenaga penjual yang di counter atau penjual yang di
A-R-T, yaitu Specific, Measurable, Achievable, Rational dan lapangan?
Time frame. Keterampilan yang ingin ditingkatkan apa saja?
Apakah seluruh keterampilan penjualan atau hanya
Specific bagian-bagian tertentu dari proses penjualan?
Misalnya apakah khusus keterampilan closing,
Sasaran yang specific artinya bahwa setiap sasaran yang prospecting atau hal-hal khusus lainnya?
dibuat haruslah jelas dan tunggal. Sasaran yang tidak
jelas dan tidak tunggal akan membuat sasaran menjadi Contoh 2:
membingungkan bagi siapa pun yang akan
melakukannya. Sasaran yang jelas akan membuat otak Sasaran: “Menurunkan produk cacat”
bawah sadar membantu kita melakukannya dan
mencapai sasaran-sasaran tersebut. Berikut ini adalah Sasaran pada Contoh 2 di atas juga masih kurang
contoh-contohnya: spesifik, karena misalnya masih bisa dipertajam lagi
dengan beberapa pertanyaan, sehingga sasaran menjadi
Contoh 1: lebih spesifik dan tunggal. Misalnya dengan beberapa
pertanyaan berikut ini:
Sasaran: “Meningkatkan keterampilan karyawan” Jenis produk apa?
Keseluruhan produk atau jenis produk-produk
Sasaran di atas masih kurang jelas. Agar lebih jelas dan tertentu saja?
lebih spesifik, harus dipertajam lagi, misalnya dengan Tipe produk apa saja? Seluruh tipe atau beberapa tipe
mempertanyakan: saja?
Yang disebut dengan “karyawan”, karyawan yang Produk cacat yang dimana? Yang berada di gudang,
mana? Jika misalnya yang dimaksud adalah dikirim ke customer atau yang berada pada saat
karyawan tenaga penjual maka masih perlu proses produksi?
dipertajam lagi dengan pertanyaan yang berikut, Produk cacat yang terjadi di produk jadi atau produk
yaitu tenaga penjual yang mana? Apakah seluruh setengah jadi?
tenaga penjual, yang baru atau yang lama saja?

16
Measurable tidak terlalu mudah untuk dicapai tetapi juga tidak
terlalu sulit. Jika sasaran terlalu mudah, sasaran akan
Measurable artinya, bahwa sasaran yang dibuat haruslah menjadi kurang menantang dan kurang memotivasi bagi
terukur atau dapat diukur. Tidak hanya dengan kira- orang yang akan melakukannya. Sebaliknya, jika sasaran
kira, perasaan atau feeling. Jelas apa yang ingin diukur yang dibuat terlalu tinggi maka akan membuat orang
dan apa yang menjadi tolok ukur atau indikator yang akan melakukannya prustrasi, demotivasi-bahkan
pengukurannya. Jika kita sendiri tidak jelas dengan apa sebelum melakukannya.
yang akan diukur bagaimana mungkin kita dapat
mengukurnya, mengetahui kemajuannya? Cara menentukan sasaran yang achievable adalah dengan
melihat data historical (data masa lalu) - entah itu
Kembali kepada contoh 1 dan 2 di atas, sasaran akan pencapaian sasaran Anda tahun lalu atau sasaran
menjadi lebih spesifik dan terukur jika sasarannya supervisor sebelum Anda. Dari data tersebut, buatlah
berubah menjadi seperti berikut ini: sasaran ke depan dengan meningkatkannya misalnya
antara 25-50%.
Contoh 1
Contoh 1
“Meningkatkan keterampilan closing para tenaga penjual yang
baru tiga bulan bekerja, dari rata-rata 2 transaksi per bulan “Meningkatkan keterampilan closing para tenaga penjual yang
menjadi 5 transaksi per bulan” baru tiga bulan bekerja, dari rata-rata 2 transaksi per bulan
menjadi 5 transaksi per bulan”
Contoh 2
Untuk mengetahui apakah sasaran pada contoh 1 ini
“Menurunkan produk cacat tipe produk A yang ada di sudah achievable atau belum, maka harus diperhatikan
gudang, dari rata-rata 10% per bulan menjadi 6 % per bulan” misalnya:
Apakah dari pengalaman sebelumnya ada tenaga
Achievable penjual baru yang telah berhasil mencapai di atas
3 transaksi per bulan sehingga sasaran closing dari
Achievable artinya bahwa sasaran yang dibuat haruslah 2 transaksi menjadi 5 per bulan masih logis untuk
dapat dicapai. Sasaran yang achievable sebaiknya dibuat dicapai?

17
Atau bisa juga dengan melihat apakah di Apakah mungkin untuk mencapai target
perusahaan pesaing telah ada yang berhasil penjualan tersebut jika ternyata misalnya
mencapai target yang sama? karyawan yang baru diberi pelatihan sudah ke
luar dan digantikan dengan karyawan baru yang
Contoh 2 belum mendapatkan pelatihan?

“Menurunkan produk cacat tipe produk A yang ada di Contoh 2


gudang, dari rata-rata 10% per bulan menjadi 6 % per bulan”
Dari contoh nomor 2, perlu kita pertanyakan
Begitu pula untuk contoh 2 – haruslah diperhatikan, misalnya: Apakah mungkin untuk memperbaiki
misalnya: gudang saat ini jika kondisi gudang yang
Apakah dari pengalaman yang lalu telah pernah memang tidak memadai (menjadi penyebab
ada yang mampu menurunkan produk cacat tipe utama kerusakan produk)?
“A” hingga mendekati 40% per bulan (dari 10% Apakah anggaran sudah tersedia untuk
menjadi 6%)? memperbaiki gudang dengan segera?
Apakah memperbaiki gudang dan menyediakan
Rational dananya merupakan otoritas Anda?

Rational artinya adalah apakah tujuan yang dibuat masuk Timely


akal/logis untuk dicapai? Apakah sumber daya yang
diperlukan memadai dan tersedia? Timely yang berarti bahwa sasaran yang dibuat haruslah
memiliki batas-batas waktu (kurun waktu atau periode
Contoh 1 tertentu) pelaksanaan dan pencapaiannya. Dengan
demikian, ada kontrol untuk melihat perkembangan
Dari contoh-1 perlu kita pertanyakan: Apakah pencapaian sasaran dari waktu ke waktu. Dengan
mungkin melakukan penjualan setinggi itu adanya batas waktu, maka akan dapat diketahui kapan
sementara produk yang tersedia untuk dijual perlu melakukan evaluasi, apa saja hambatan-hambatan
tidak pernah tersedia sejumlah itu? yang dihadapi, apa yang sudah dicapai dan apa yang
belum dicapai? Apa yang harus dipertahankan dan hal-

18
hal apa yang masih perlu ditingkatkan atau dilakukan di ACTUATING
masa-masa yang akan datang?
Actuating adalah upaya-upaya yang dilakukan
ORGANIZING supervisor untuk memotivasi seluruh anggota tim agar
dengan kesadaran yang tinggi mau mewujudnyatakan
Organizing adalah pembagian tugas, tanggung jawab dan tujuan yang sudah direncanakan bersama.
wewenang kepada setiap orang yang terlibat dalam
upaya mencapai sasaran yang telah dibuat. Pada proses actuating ini, supervisor akan banyak
Pengorganisasian juga berarti mengelola pengalokasian berhadapan atau berinteraksi dengan orang, yaitu para
sumber daya yang tersedia guna mencapai tujuan atau anggota atau bawahan yang ada di unit kerjanya. Setiap
sasaran yang telah direncanakan. orang berbeda-beda karakter dan perilaku. Tentu saja
cara memotivasi dan bentuk-bentuk motivasi yang
Pengorganisasian yang baik akan sangat bermanfaat diberikan juga haruslah disesuaikan dengan kebutuhan
untuk: dan karakter masing-masing bawahan.
Membuat setiap orang mendapat kejelasan apa
saja yang menjadi tugas, tanggung jawab dan CONTROLLING
wewenangnya.
Semakin jelas bagi seseorang apa dan mengapa ia Controlling adalah upaya supervisor untuk memastikan
perlu melakukan suatu pekerjaan dan akan sangat apakah seluruh anggota tim kerjanya telah berada pada
memotivasi bagi orang yang akan melakukannya. “rel” dan kinerja yang diharapkan guna mencapai
Memudahkan kerjasama yang baik di dalam tim sasasaran-sasaran yang telah ditetapkan di awal.
unit kerja supervisor.
Proses pengambilan keputusan dapat menjadi Controlling yang baik tidak dipahami hanya sebatas
lebih cepat. untuk mengawasi dan menegur kesalahan-kesalahan
Memberikan ruang dan kesempatan bagi setiap para bawahan, tetapi jauh lebih penting adalah
orang untuk dapat berpikir kreatif dan inovatif memberikan dukungan atau bantuan agar seluruh
terhadap pekerjaan dan masalah-masalah yang pekerjaan dapat kembali sesuai dengan apa yang telah
ada. direncanakan.

19
Meskipun controlling adalah bagian proses akhir dari P- BEKERJA ADALAH PERSOALAN MENTAL
O-A-C, tidak berarti bahwa controlling harus dilakukan
di akhir periode, tetapi dapat dilakukan kapan saja. Di dunia ini sebenarnya tidak ada orang gagal, yang ada
Jangan menunggu sampai batas waktu evaluasi tiba jika hanyalah cara orang memandang dan memaknai suatu
memang Anda sebagai supervisor menemukan kegagalan tersebut. Ada dua tipe orang dalam
kesalahan-kesalahan di lapangan selama proses kerja menyikapi dan memaknai sebuah kegagalan, yaitu tipe
berjalan. Tegur, koreksi dan berikan feedback positif “orang pembelajar” dan tipe orang “non pembelajar”.
seketika jika Anda menemukan kesalahan dari para Orang pembelajar melihat bahwa kegagalan bukanlah
bawahan Anda. Dengan demikian, kesalahan dapat kegagalan tetapi adalah suatu pembelajaran, sedangkan
segera diatasi dan hasilnya lebih produktif. orang yang “non pembelajar” adalah orang yang
memandang kegagalan merupakan suatu mala petaka
dan sesuatu yang menakutkan, bahkan sebelum ia
mencobanya. Ketika mengalami kegagalan, ia pun tidak
pernah belajar dari kegagalannya. Bahkan lebih sering
mencari “kambing hitam” untuk mencari pembenaran
diri atas kegagalannya.

Thomas Alfa Edison memiliki pandangan dan cara


memaknai suatu kegagalan dengan berbeda. Thomas
Alfa Edison pernah memprotes media masa karena
memberitakan bahwa ia telah menemukan lampu listrik
setelah 999 kali melakukan kegagalan. Thomas Alfa
Edison meminta agar media tersebut meralat beritanya
karena yang sebenarnya ia tidak pernah gagal, tetapi ia
telah menemukan 999 cara yang tidak tepat untuk
menemukan bola lampu tersebut.

20
Dalam melakukan P-O-A-C guna mencapai tujuan, Hidup ini penuh dengan risiko, apa pun itu. Jadi jangan
mungkin Anda akan banyak melakukan kesalahan- pernah takut secara berlebihan dengan suatu risiko.
kesalahan. Kesalahan tidak sama dengan kegagalan, Pandangan Bill Gates tentang RISIKO:
hanya saja mungkin Anda perlu melakukan usaha lebih
keras atau mencoba dengan cara-cara yang lain. Semakin RISIKO
sering Anda melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan Tertawa punya risiko, kelihatan bodoh
Anda, maka semakin sering dan semakin besar peluang Menangis punya risiko, kelihatan sentimental
Anda untuk melakukan kesalahan. Khabar baiknya- Mengulurkan tangan punya risiko, terlibat
semakin cepat pula Anda akan mengetahui POTENSI Meluapkan perasaan punya risiko, mengungkapkan rahasia
diri Anda. Jika Anda terus bersemangat dan mencobanya diri sejenak.
lagi dan masih salah itu berarti semakin cepat Anda Meletakkan ide dan impian di hadapan banyak orang punya
MATANG. Begitu pula jika Anda terus dengan risiko, disambar orang.
semangat dan mencobanya lagi dan lagi maka semakin Mencintai punya risiko, tidak dicintai lagi.
cepat Anda mencapai performa dan KINERJA YANG Hidup punya risiko, mati.
TINGGI. Jika Anda belum pernah mencobanya, Berharap punya risiko, kecewa
darimana Anda tahu akan salah? Jika “kesalahan” yang Mencoba punya risiko, gagal
akan membawa Anda pada kinerja yang tinggi, mengapa
Anda perlu takut untuk memulai? Tentu saja ada strategi agar Anda bisa lebih baik dan
efektif, yaitu cari tahu siapa di bidang Anda yang telah
Sikap mental Anda untuk mencapai suatu tujuan harus sukses. Pelajarilah apa yang ia lakukan, bagaimana ia
benar-benar terjaga dengan baik. Jangan pernah takut berpikir dan bagaimana sikap mentalnya dalam
untuk memulai dan melakukan sesuatu guna mencapai menghadapi suatu kegagalan. Strategi ini jauh lebih
tujuan-tujuan Anda karena untuk mencapai tujuan dan efektif dan cepat untuk mengurangi resiko kesalahan.
kesuksesan tersebut adalah H-A-K Anda. Artinya: untuk Jika Anda tahu bahwa sudah ada orang yang kurang
mencapai suatu tujuan dan kesuksesan diperlukan Hasrat berhasil dengan suatu cara tersebut, mengapa Anda
yang membara, Antusiasme dan Komitmen yang tinggi. harus melakukan hal yang sama? Jika Anda tahu dari
pengalaman orang-orang yang telah berhasil
melakukannya, mengapa Anda tidak mumulai dari hal
tersebut sambil untuk terus menyempurnakannya?

21
KEMANA WAKTU ANDA? Tanyakanlah kepada anak-anak sekolah yang sedang
menunggu pengumuman yang sangat menentukan
Istilah pengelolaan waktu sebenarnya kurang tepat. kelulusannya!
Istilah yang lebih tepat lagi sebenarnya adalah
pengelolaan diri. Agar dapat menjalankan peran dan tugasnya serta
melakukan proses manajemen dengan baik, maka
Semua orang punya waktu yang sama dan waktu supervisor diharapkan sudah harus mampu mengelola
tersebut tidak elastis, tidak berubah dan tidak dapat waktunya dengan baik. Tanpa kemampuan pengelolaan
diputar ulang bahkan sedetik pun. Apa pun kondisinya waktu, sering kali supervisor akan menghadapi stress
ia akan terus berjalan. Setiap orang mendapatkan jumlah akibat beban pekerjaan yang sudah meningkat. Jika
waktu yang sama. Tidak peduli apa jabatan, profesi atau dahulu hanya mengurusi pekerjaannya sendiri tetapi
titel orang tersebut-apakah orang tersebut penjahat, setelah menjadi supervisor harus mengurus seluruh
perampok, koruptor ataupun orang yang baik-baik. pekerjaan di dalam tim kerjanya.
Setiap orang mendapatkan waktu 24 jam sehari-tidak
kurang dan tidak lebih. Cara orang menghargai dan Pengelolaan waktu tidak cukup diartikan dan dipahami
memanfaatkan waktu itulah yang penting. Oleh karena sebatas mengatur dan mengisi jadwal waktu Anda dari
itu, orang yang menghargai dan memanfaatkan hari ke hari, jam ke jam dan menit ke menit dengan
waktunya dengan baik adalah orang yang juga mampu berbagai aktivitas dan kesibukan. Mengelola waktu tidak
mengelola dirinya dengan baik. hanya dipahami dengan membuat agenda kegiatan dan
mengisi jadwal. Jika itu yang Anda lakukan, maka Anda
Sebagai ilustrasi, untuk menyadari betapa berharganya tidak jauh berbeda dengn “robot”. Lebih dari itu, waktu
waktu: Anda haruslah diisi dengan aktivitas-aktivitas yang
Tanyakanlah kepada orang yang baru saja melompat ke bernilai. Waktu Anda harus diikuti dengan peningkatan
tepi jalan dan selamat karena hampir tertabrak mobil! kinerja dan potensi Anda dalam batas-batas waktu yang
Tanyakanlah kepada atlit pelari 100 meter dalam ada. Semakin meningkat kinerja Anda dalam batas-batas
ukuran waktu apa mereka bersaing antara satu dengan waktu yang ada, semakin efektiflah Anda dalam
yang lainnya! memanfaatkan waktu tersebut.

22
Anda juga harus fleksibel dalam menggunakan waktu. adalah seberapa berkualitas dan bernilainya waktu Anda
Artinya, Anda harus bisa menempatkan diri dan waktu dengan berbagai aktivitas Anda.
Anda untuk hal-hal yang bernilai dan hal-hal lain yang
Anda perankan dalam hidup ini. Sebagai manusia Skala Prioritas
banyak peran yang Anda mainkan. Sebagai seorang
karyawan, maka Anda tentu harus memperhatikan Great Supervisor adalah supervisor yang bekerja dengan
pekerjaan. Tetapi di sisi lain, mungkin Anda juga mendahulukan pekerjaan-pekerjaan berskala prioritas
sebagai kepala rumah tangga di keluarga yang juga tinggi. Hanya dengan demikianlah ia layak dibayar
harus menjaga keharmonisan rumah tangga. Selain itu, tinggi serta cepat menduduki karir yang lebih tinggi.
Anda juga makhluk sosial dan lain sebagainya.
Dalam banyak kasus di perusahaan, para karyawan
Lihatlah contoh-contoh yang sering terjadi di sekitar kita: menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang berprioritas
tidak sedikit para pekerja yang terlalu sibuk dengan rendah. Sementara itu, pekerjaan-pekerjaan yang
pekerjaan dan karirnya tetapi memiliki rumah tangga berprioritas tinggi dilakukan dengan terburu-buru ketika
yang berantakan. Tidak sedikit para pekerja yang hanya deadline waktu sudah mendekati. Akhirnya, banyak
mementingkan bisnisnya dan akhirnya terkena penyakit pekerjaan-pekerjaan prioritas tinggi yang dilakukan
(stroke). Saat sekarang ini, sudah menjadi “barang berulang-ulang, seadanya dan berkualitas rendah.
langka” jida ada orang yang rela kehilangan waktunya
karena harus menolong orang lain yang sedang Baru-baru ini, ketika pagi-pagi mengunjungi beberapa
mengalami kecelakaan kendaraan di jalan. Orang lebih perkantoran (swasta dan pemerintah), sering sekali saya
memilih menghindar atau kalau tidak malah menonton melihat para karyawan yang masih membaca koran,
dan membuat jalanan macat daripada harus berurusan majalah, merokok, ngopi dan ngobrol, bahkan di depan
dan diiterogasi oleh polisi atau menyediakan tumpangan kantor yang mudah sekali terlihat oleh banyak orang-
bagi yang terkena musibah. padahal sudah waktunya untuk bekerja.

Hidup ini perlu keseimbangan. Bukan seberapa sibuknya Ketika saya memasuki ruang perkantoran, tidak sedikit
Anda dengan waktu Anda, tetapi jauh lebih penting karyawan yang masih asyik mengobrol dengan teman-
temannya. Ada yang memberes-bereskan meja, arsip dan
bahkan ada yang baru ke luar dari toilet dan baru selesai

23
“bersolek” atau merapikan dirinya. Pekerjaan-pekerjaan maka sore hari (ketika akan pulang) jangan sampai
berprioritas rendah dilakukan terlebih dahulu ketika terlambat lagi.
waktu-waktu produktif dan masih full energy. Sementara
itu, pekerjaan-pekerjaan berprioritas tinggi dilakukan Sikap diri dalam menghargai waktu sangat penting
setelahnya. untuk mencapai suatu kesuksesan. Saya sendiri
menyadari ketika terjun menjadi entrepreneur. Rasanya
Pemandangan umum ini belum berhenti sampai di sini. memiliki waktu yang bebas, tidak ada yang mengatur-
Pada saat-saat menjelang jam makan siang, para mau tidur ya tidur, mau pergi ya pergi dan sebagainya.
karyawan sudah sibuk membicarakan ingin makan apa Tetapi nasib dan masa depan diri kita terletak pada kita
dan makan di mana dengan teman-temannya. Karena sendiri. Kitalah supir dan arsitek atas masa depan kita.
bingung mau makan apa dan dimana, akhirnya habis
waktu di perjalanan dan telat kembali dari makan siang. Sangat disayangkan, bagaimana produktivitas kita dapat
ditingkatkan jika orang-orang sudah membicarakan
Pemandangan yang sama pun terulang kembali ketika persaingan, tetapi kita masih bicara tentang masalah
menjelang jam-jam pulang kantor (pukul 17.00). Sebelum disiplin kerja dan absensi. Lihatlah kondisi yang hampir
pulang kantor, para karyawan sudah disibukkan dengan setiap tahun (setelah masa lebaran usai), para menteri
merapikan diri, pergi ke toilet untuk merapikan diri. negara melakukan SIDAK (inspeksi mendadak) di
Barang-barang, dokumen-dokumen pekerjaan mulai instansi dan departemen-departemen pemerintahan
dikemas untuk dimasukkan ke dalam tas. Tidak sedikit untuk melihat karyawan yang tidak masuk kerja sesuai
juga yang membawa pekerjaannya ke rumah. Jika sudah dengan jadwal masuk kerja.
selesai berkemas tetapi belum waktunya pulang, maka
dilanjutkan lagi dengan mengobrol antara teman. Prinsip Cara pandang tentang bekerja juga harus diubah. Bagi
“Tenggo” sudah menjadi istilah yang familiar dan tidak Anda yang masih bekerja di suatu perusahaan,
asing lagi bagi para karyawan, yang artinya begitu sudah berpikirlah bahwa Anda bukan bekerja, tetapi Anda
tiba jam 17.00 atau bel berbunyi, maka secepat kilat sedang belajar-“belajar sambil digaji”. Dengan cara
meninggalkan ruang pekerjaan/kantor. Ada juga joke pandang ini, sikap Anda akan berubah yaitu Anda
yang mengatakan “terlambat tidak boleh terjadi dua bekerja bukan hanya untuk orang lain atau perusahaan,
kali”. Artinya: jika pagi hari sudah datang terlambat, tetapi juga untuk pengembangan diri Anda. Anda

24
memberikan kontribusi yang besar atas apa yang Anda tersebut, maka akan ditemukan empat kuadran, seperti
lakukan dan bagaimana Anda memanfaatkan waktu gambar berikut ini:
Anda. Hasil yang Anda peroleh berbanding lurus
dengan apa yang Anda kontribusikan. +
K
Agar Anda dapat bekerja dengan efektif dalam waktu- E
waktu Anda, maka pertama-tama yang perlu Anda P K+ K+
ketahui adalah skala prioritas dari setiap pekerjaan E U- U+
Anda. Sebagai supervisor, Anda harus mampu N
membagi-bagi/mengalokasikan waktu, baik untuk T
tugas-tugas utama Anda sendiri maupun untuk anggota I
tim Anda, misalnya waktu untuk pengembangan, N K- K-
memberikan motivasi dan bantuan kepada anggota tim. G U- U+
A
Ada suatu kalimat bijak yang mengatakan “berikan dan N
percayakanlah tugas atau pekerjaan kepada orang-orang - - URGENCY +
yang sibuk, karena ialah yang dapat mengatur
waktunya”. Kalimat tersebut ada benarnya, karena
1. Kuadran IV: K+U+
biasanya orang yang sibuk adalah orang yang terampil
2. Kuadran III: K+U-
mengelola diri dan waktunya. Ia tahu apa yang harus ia
3. Kuadran II: K-U+
lakukan dengan waktu yang dimilikinya, bahkan ketika
4. Kuadran I: K-U-
di tengah-tengah waktu yang kosong pun ia mampu
mengisi waktu tersebut secara produktif dan bernilai.
Untuk lebih jelasnya tentang gambar di atas, berikut ini
akan dibahas tentang masing-masing kuadran tersebut
Ada dua dimensi yang perlu diperhatikan dalam
yang akan kita mulai dari kuadran IV:
menentukan skala prioritas, pertama adalah dimensi
kepentingannya dan yang kedua adalah dimensi
kemendesakan atau urgency-nya. Dari kedua dimensi

25
Kuadran IV: K+U+ Di sini perlu berhati-hati, karena suatu pekerjaan yang
mendesak (urgent) sering kali sebenarnya dapat dibuat
Kuadran keempat adalah kuadran yang umumnya berisi tidak harus mendesak jika jauh-jauh hari direncanakan
pekerjaan-pekerjaan yang penting dan mendesak dan dilaksanakan dengan disiplin. Hanya saja, mungkin
(urgent). Pekerjaan yang penting biasanya adalah karena kelalaian, ketidakdisiplinan mengakibatkan
pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan tugas dan pekerjaan-pekerjaan yang tadinya tidak mendesak
tanggung jawab utama seorang supervisor. Tugas utama akhirnya berubah menjadi mendesak.
supervisor yang disebut penting adalah tugas atau
pekerjaan yang dari keberhasilan atau tidaknya tugas Selain itu, pekerjaan-pekerjaan yang kelihatannya
tersebut sangat menentukan prestasi dan kinerjanya. mendesak sering kali pula adalah pekerjaan-pekerjaan
Tugas atau pekerjaan tersebut menjadi KPI (Key yang ternyata tidaklah begitu penting. Hanya saja,
Performance Indikator) bagi seorang supervisor. karena sifatnya yang mendesak, sering kali orang
terkecoh dan menganggap bahwa pekerjaan tersebut
Suatu pekerjaan disebut penting karena pada dasarnya adalah pekerjaan yang sifatnya penting dan harus
pekerjaan tersebut tidak mungkin untuk dibuat-buat diprioritaskan.
agar menjadi tidak penting. Pekerjaan itu adalah
pekerjaan utama atau pekerjaan pokok bagi supervisor. Supervisor harus mampu membedakan, mana tugas
Pekerjaan itu adalah pekerjaan yang menyebabkan yang penting dan mana tugas yang mendesak. Penting
mengapa keberadaan supervisor diperlukan. tidak sama dengan mendesak dan pekerjaan-pekerjaan
yang mendesak belum tentu penting.
Dimensi lain, yaitu tugas atau pekerjaan yang disebut
urgent. Urgent atau tidaknya suatu pekerjaan terkait Dari pemahaman di atas dapat dikatakan bahwa
dengan masalah waktu. Semakin suatu pekerjaan kuadran keempat ini adalah kuadran yang berisi
menuntut waktu tindakan atau penanganan yang cepat pekerjaan-pekerjaan yang tergolong prioritas pertama
atau segera maka semakin urgent-lah sifat pekerjaan karena sifat pekerjaannya yang penting dan mendesak.
tersebut.
Beberapa contoh pekerjaan yang termasuk dalam
kuadran keempat atau prioritas pertama ini antara lain:

26
9 Menangani complaint pelanggan Banyak orang juga sering terkecoh dalam memilih dan
9 Memperbaiki mesin produksi yang rusak menentukan prioritas kedua ini apakah pekerjaan yang
9 Bertemu dengan pelanggan utama berada di kuadran ketiga atau yang kedua. Seperti yang
telah dijelaskan di depan, bahwa tugas penting haruslah
Untuk pekerjaan-pekerjaan prioritas pertama ini, lebih diutamakan karena merupakan tugas pokok dan
segeralah menangani dan menyelesaikannya secara cepat KPI supervisor, sedangkan tugas yang mendesak sering
dan sebaik mungkin, karena sifat pekerjaannya yang kali bukanlah tugas yang penting.
penting dan Anda tidak memiliki waktu yang banyak.
Jika mungkin, terlibatlah langsung dalam pekerjaan ini. Beberapa contoh pekerjaan yang termasuk dalam
Jika misalnya anggota tim Anda yang melakukannya, katagori kuadran ketiga atau prioritas kedua ini antara
ada baiknya harus Anda awasi pelaksanaannya dengan lain:
ketat. 9 Membuat perencanaan
9 Melatih dan mengembangkan bawahan
Sebagai tambahan, jangan membiasakan diri 9 Rapat bulanan atau mingguan
mengumpulkan tugas-tugas atau pekerjaan-pekerjaan 9 Joint call, joint visit dengan bawahan
pada kwadran keempat ini kalau Anda tidak ingin
menjadi supervisor yang cepat terkena “penyakit 3S”, Kuadran II: K-U+
yaitu “stress” lalu “stroke” dan akhirnya “stop”.
Kuadran kedua adalah kuadran yang berisi pekerjaan-
Kuadran III: K+U- pekerjaan yang sifatnya kurang penting tetapi mendesak.
Seperti yang disebutkan di depan, bahwa suatu
Kuadran ketiga adalah kuadran yang umumnya berisi pekerjaan yang mendesak belum tentu penting. Jika kita
pekerjaan-pekerjaan yang sifatnya penting tetapi tidak tidak hati-hati, maka akan membuat kuadran ini menjadi
atau belum mendesak. Kuadran ketiga akan lebih tepat skala prioritas pekerjaan yang kedua.
jika dikatagorikan sebagai kumpulan pekerjaan-
pekerjaan prioritas kedua ketimbang pekerjaan- Pekerjaan-pekerjaan pada kuadran ini lebih tepat jika
pekerjaan yang berada di kuadran kedua (kurang dikatagorikan sebagai pekerjaan prioritas ketiga (bukan
penting dan mendesak). kedua). Pekerjaan-pekerjaan yang berada pada kuadran

27
ini sebenar dapat Anda delegasikan kepada para Beberapa contoh pekerjaan yang termasuk dalam
bawahan Anda. Sementara itu, Anda dapat lebih fokus katagori kuadran pertama atau prioritas keempat ini
pada pekerjaan-pekerjaan lain yang jauh lebih penting antara lain:
atau pekerjaan prioritas pertama yang belum selesai 9 Mengobrol tentang hal-hal yang tidak ada
Anda kerjakan. relevansinya dengan tugas atau pekerjaan, seperti
“ngegosip”, membicarakan “hobby”,
Beberapa contoh pekerjaan yang termasuk dalam merencanakan makan siang, jalan-jalan ke mal
katagori kuadran kedua atau prioritas ketiga ini antara dan lain sebagainya.
lain: 9 Membaca koran dan majalah
9 Menjawab/membalas surat-surat atau telepon 9 Bermain game (solitaire misalnya) atau membuka-
yang masuk buka situs di internet yang tidak ada relevansinya
9 Mengecek email dengan pekerjaan.
9 Membuat laporan rutin ke atasan
9 Menemui atau menemani tamu Memanfaatkan Waktu Luang

Kuadran pertama: K-U- Pada saat-saat tertentu, ada kalanya Anda pun memiliki
waktu luang. Orang yang efektif dengan waktunya akan
Pekerjaan-pekerjaan yang ada pada kuadran pertama ini menggunakan atau mengisi waktu-waktu luang tersebut
sebaiknya adalah pekerjaan-pekerjaan yang perlu Anda secara bermanfaat dan bernilai, entah itu bersantai untuk
hindari. Pekerjaannya-pekerjaan katagori ini adalah penyegaran atau mengisinya dengan hal-hal lain yang
pekerjaan-pekerjaan yang tidak begitu penting dan juga berguna.
tidak mendesak untuk segera Anda lakukan. Kalau pun
Anda ingin melakukannya sebaiknya lakukanlah di luar Beberapa aktivitas untuk mengisi waktu luang agar tetap
jam kerja. Selain Anda dapat melakukannya dengan efektif dan produktif dengan waktu Anda misalnya:
lebih leluasa dan cukup waktu, Anda juga tidak 9 Berolahraga atau beraktivitas sesuai dengan
membuang-buang waktu kerjas produktif di perusahaan. hobby Anda
9 Menyediakan waktu untuk bermain dengan anak-
anak atau keluarga.

28
9 Membaca buku-buku atau artikel-artikel yang SUPERVISOR JUGA PEMIMPIN
berhubungan dengan pekerjaan Anda. Jangan
sampai Anda tidak mengikuti perkembangan “Leadership Start within You”, begitulah salah satu judul
informasi atau pengatahuan yang sedang terjadi. artikel yang pernah saya tulis. Kepemimpin harus
9 Mengikuti pelatihan-pelatihan pengembangan diri dimulai dari dalam diri Anda terlebih dahulu. Jika Anda
atau keterampilan tertentu. telah berhasil memimpin diri Anda dan mengelola
9 Mendengarkan kaset atau menonton film-film pekerjaan-pekerjaan utama Anda dengan baik, barulah
yang positif untuk pertumbuhan dan Anda mulai dapat untuk memimpin orang lain. Sama
perkembangan karir Anda. halnya dengan analogi berikut:
9 Memupuk dan mengembangkan silaturahmi 9 Anda tidak dapat mengatakan agar anak Anda
dengan lingkungan. belajar dan jangan menonton TV jika Anda sendiri
9 Melihat atau mengevaluasi rencana-rencana yang asyik menonton sinetron di depan TV.
sudah dan yang belum dijalankan. 9 Anda tidak mungkin meminta anak buah Anda
mendengarkan Anda dengan baik jika Anda
sendiri tidak pernah mau mendengarkan ide-ide
Anak buah Anda.
9 Anda tidak mungkin meminta bawahan untuk
tertib administrasi jika Anda sendiri sering
melanggarnya bahkan melanggar aturan yang
Anda buat sendiri.
9 Anda tidak mungkin dapat memecahkan
persoalan bawahan di lapangan secara baik
sementara Anda sendiri tidak pernah tahu dan
tidak pernah terjun ke lapangan.

Jika berhubungan dengan pekerjaan-pekerjaan (yang


bukan terkait dengan manusia), supervisor
membutuhkan keterampilan manajerial, tetapi ketika

29
pekerjaan-pekerjaan tersebut terkait dengan masalah Siapa pun Anda tentu pernah mempengaruhi atau
manusia, maka supervisor membutuhkan dipengaruhi orang lain. Ini berarti, siapa pun Anda pada
kepemimpinan. dasarnya adalah pemimpin. Bukankah ketika Anda
berusaha mengajak teman Anda untuk berbuat
Meskipun kepemimpinan dan managerial adalah dua hal kebajikan, hal itu juga yang dilakukan oleh para
yang berbeda, tetapi keduanya sangat terkait erat dan pemimpin? Bukankah ketika Anda berusaha menghibur
saling mendukung. Managerial yang baik tanpa teman Anda yang sedang dalam kesedihan, itu juga yang
kepemimpinan yang baik sama buruknya dengan dilakukan para pemimpin? Bukankah ketika Anda
kepemimpinan yang baik tetapi dengan managerial yang memberi kasih kepada teman-teman Anda, itu juga yang
buruk. Seperti halnya organisasi yang tidak memiliki dilakukan para pemimpin? Bukankah ketika Anda mau
sistem, struktur, proses dan aturan yang jelas akan mendengarkan orang lain dengan baik juga itu yang
membuat organisasi kacau. Tidak jelas siapa yang harus dilakukan para pemimpin? Anda para supervisor, Anda
melakukan apa dan siapa yang bertanggung jawab pun pemimpin!
tentang apa dan kepada siapa. Begitu pula halnya
dengan organisasi yang sudah memiliki sistem, struktur, Pengaruh dapat muncul dalam berbagai bentuk. Bentuk-
proses dan aturan yang baik tanpa kepemimpinan yang bentuk pengaruh tersebut dapat Anda gunakan untuk
baik akan membuat organisasi kehilangan arah, kompas mempengaruhi orang lain, entah itu atasan atau pun
dan panutan. bawahan Anda. Semakin terampil Anda menggunakan
bentuk-bentuk pengaruh yang ada pada situasi dan
Banyak sekali definisi tentang kepemimpinan seiring orang yang tepat, semakin baiklah kepemimpinan Anda.
dengan banyaknya buku yang terus bermunculan
membahas tentang kepemimpinan. Meski demikian, Bentuk-bentuk Pengaruh
penulis mencoba mengambil intisari dari definisi
kepemimpinan yaitu: upaya yang dilakukan sesorang untuk Bentuk-bentuk pengaruh itu sendiri bisa bermacam-
mempengaruhi dan menginspirasi orang lain mencapai tujuan macam, misalnya:
tertentu. 9 Penampilan
9 Kata-kata
9 Uang atau materi

30
9 Perbuatan, sikap, karakter ala Bob Marle, gaya celana pria “cut brai” yang
9 Posisi/jabatan dikenakan artis Arafik tempo dulu dan lain-lain.
9 Prinsip-prinsip
9 Nilai-nilai Dalam dunia bisnis pun sering kita temui mereka-
9 Pemikiran/ide-ide mereka yang menjaga dan menata penampilannya agar
9 Pengetahuan/informasi terkesan tampak eksklusif dan professional di mata
9 Keterampilan rekan bisnisnya. Kebutuhan akan penampilan ini juga
yang membuat banyak bisnis salon, kecantikan, fitness
Penampilan centre menjamur.

Melalui penampilan, bentuk fisik seseorang juga dapat Beberapa penampilan lain yang sering menjadi
memengaruhi orang lain. Mungkin kita masih ingat perhatian, misalnya dengan penggunaan seragam, jas,
ketika masa-masa SD, SMP atau SMA dahulu. Bahwa dasi, mobil mewah, gedung perkantoran yang megah,
pemilihan ketua kelas sering kali didasarkan pada postur tata rias dan lain-lain. Bahkan pernah teman saya
tubuh yang besar atau tinggi. Dengan fisik atau postur bercerita seorang pengacara di Jakarta yang khusus
tubuh yang besar dan tinggi diharapkan ia dapat menyewa mobil Mercedes Benz untuk meyakinkan
menenangkan kelas. Para murid/siswa yang menjadi penampilannya di mata klien, bahwa ia layak dan pantas
teman-teman menjadi takut kepada kepadanya dan menjadi pengacaranya.
mengikuti apa yang menjadi ajakan-ajakannya.
Atasan tempat saya ketika masih bekerja bersamanya
Para artis atau selebriti juga banyak yang menggunakan juga menggunakan penampilan untuk mempengaruhi
bentuk pengaruh ini. Cara mereka berpakaian, mode kliennya. Ia memiliki beberapa mobil yang merk
rambut atau accessories yang mereka kenakan banyak mobilnya berbeda-beda. Ketika ia harus bertemu ke
yang diikuti oleh para penggemarnya. Mungkin kita kantor klien otomotif merk X ia pun sengaja memilih
masih ingat banyaknya masyarakat yang terpengaruh untuk mengendarai mobilnya yang bermerk X, jika ia
dan mengikuti penampilan model rambut bintang film berkunjung ke klien yang bermerk Y, ia pun memilih
terkenal seperti Demi More, gaya rambut dan pakaian mengendarai mobilnya yang merk Y.

31
Di dunia fashion dan model; postur tubuh, cara berjalan Mungkin sebagian Anda termasuk saya tidak mau
juga sangat menentukan apakah ia akan dipakai sebagai menginvestasikan uang kepada perusahaan yang
model atau tidak. Di dunia kemiliteran; cara berjalan dipimpin oleh orang-orang yang berpenampilan seperti
juga sangat diperhatikan. Di bidang profesi public gambar di atas. Tetapi, jika seandainya Anda tahu bahwa
speaking atau trainer; cara bicara, berdiri dan berpakian orang yang berada paling kiri bawah adalah Bill Gates
juga menjadi sangat besar pengaruhnya bagi audience. dengan perusahaan yang dipimpinnya Microsoft dan
merupakan orang terkaya nomor satu di dunia, apakah
Sebagai ilustrasi untuk menunjukkan bahwa penampilan Anda akan berubah pikiran? Memang benar, tidak selalu
juga dapat memengaruhi seseorang, cobalah untuk penampilan yang menentukan, tetapi pada banyak
secara jujur memilih jawaban Anda. Jika Anda memiliki kasus, penampilan seseorang dapat memengaruhi daya
uang, apakah Anda bersedia menginvestasikannya tarik orang lain.
kepada suatu perusahaan yang dipimpin oleh orang-
orang seperti pada foto berikut ini? Begitu pula halnya Anda sebagai supervisor, jika Anda
ingin diperhatikan dengan baik oleh atasan, bawahan
ataupun customer Anda, maka Anda juga perlu
memperhatikan penampilan Anda. Selain juga dapat
membantu Anda untuk mempengaruhi mereka. Dalam
suatu presentasi ke atasan, bawahan atau customer
misalnya, penampilan Anda seperti pakaian, cara bicara
perlu Anda perhatikan dengan baik. Begitu pula
misalnya bahan-bahan presentasi atau laporan tertulinya,
perlu Anda kemas dalam bentuk yang menarik.

Bagi Anda yang bekerja di perusahaan yang


menggunakan seragam kerja juga sebaiknya Anda
gunakan dengan baik beserta atribut-atributnya (jika
ada). Cara ini akan menjadikan diri Anda contoh atau
role model yang baik bagi para bawahan Anda.

32
Kata-kata (Norman Vincent Peale)

Banyak para pemimpin Negara, politikus, filsuf “Gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang di langit”
budayawan, motivator yang terampil mengolah kata- (Soekarno)
kata untuk memengaruhi orang lain. Presiden Sukarno
misalnya, sangat terampil menggunakan dan memilih “Dalam kehidupan ini, banyak orang mengetahui apa yang
kata-kata dalam setiap kesempatan berpidatonya, harus diperbuat tetapi tidak banyak yang benar-benar
sehingga banyak orang terkagum-kagum dan mengikuti melaksanakan apa yang mereka ketahui”
apa yang ia sampaikan. (Anthony Robbins)

Kata-kata adalah salah satu hal yang dimiliki manusia “Jangan pernah menyerah, jangan pernah menyerah. Jangan
yang jika digunakan dengan baik akan besar pernah. Jangan pernah. Jangan pernah. Jangan pernah-dalam
pengaruhnya bagi orang lain dan sanggat menentukan hal apa pun, besar maupun kecil-jangan pernah menyerah
masa depan diri Anda dan dunia ini. Mari kita lihat di kecuali kepada keyakinan yang harus dihormati dan akal sehat”
lingkungan kita, jika orang tua dalam suatu keluarga (Winston Churchill)
sering mengatakan kata-kata “kasar”, “kotor”, umpatan,
maka anak-anak yang ada di keluarga tersebut pun akan “Biarpun langit runtuh, hukum harus ditegakkan”
meniru kata-kata orang tuanya. Jika seseorang sering (Baharuddin Lopa, Mantan Jaksa Agung dan Menteri
membaca buku-buku, mendengar kaset atau menonton Kehakiman RI)
film-film yang positif maka kata-kata, cara berpikir dan
tingkah lakunya pun cenderung untuk positif. “Engkau dapat memperoleh teman dalam dua bulan dengan
jadi lebih tertarik pada orang-orang daripada dalam dua tahun
Para motivator, negarawan, pemimpin juga banyak dengan mencoba membuat orang-orang tertarik kepada Anda”
mengungkapkan kata-kata yang sampai saat ini terus (Dale Carnegie)
dan sering dikutip oleh banyak orang. Beberapa kata
bijak yang sampai saat ini sering dikutip dan digunakan “Kasih adalah satu-satunya kekuatan yang bisa mengubah
seorang musuh menjadi seorang kawan”
orang, misalnya:
(Martin Luther King, Jr)
“Ubahlah pikiranmu dan engkau akan mengubah dunia”

33
“Tidak penting berapa kali Anda gagal, yang penting berapa Kata-kata sangat berpengaruh dan menentukan reaksi
kali Anda bangkit” dan tindakan-tindakan Anda atau orang lain (positif atau
(Abraham Lincoln) negatif). Jangankan kepada orang, bahkan kepada air
seperti yang diteliti dan dikatakan oleh Masaru Emoto
“Jangan memperkenankan diri sendiri dikecewakan oleh dalam bukunya “The True Power of Water” bahwa
kegagalan sepanjang Anda sudah melakukannya yang terbaik” pilihan kata-kata yang kita gunakan/kita ucapkan
(Bunda Teresa) kepada air berpengaruh kepada reaksi air tersebut.

“Before you are a leader, success is all about growing yourself, Penelitian para pakar komunikasi juga menyebutkan
when yau become a leader, success is all about growing others” bahwa di dalam berkomunikasi, 7% ditentukan oleh
(Jack Welch) kata-kata, 38% oleh suara dan 55% oleh nonverbal.

“Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Ini berarti, bahwa satu kalimat atau kata-kata yang sama
Wuri Handayani” jika diucapkan dengan cara yang berbeda dapat
(Ki Hajar Dewantara) menghasilkan arti, respon dan pengaruh yang berbeda
bagi orang lain. Pemilihan kata-kata Anda dan
Contoh lain tentang betapa kuatnya pengaruh kata-kata bagaimana cara Anda menggunakannya (suara dan
cukup menarik diceritakan oleh Pak Tung Desem bahasa tubuh Anda) sangat erat kaitannya dan sangat
Waringin dalam bukunya: Financial Revolution. Beliau menentukan efektifitas komunikasi dan pengaruh Anda
menceritakan pengalamannya bersama teman-temannya terhadap orang lain.
yang sengaja mengerjain temannya yang lain dengan
kata-kata: Eh, Anto, kamu kok kelihatan pucat!” begitu pula Untuk menjadi supervisor yang ingin meningkatkan
yang diucapkan oleh temannya yang lain, maka si Anto pun pengaruhnya melalui bentuk pengaruh ini, maka
langsung tidak masuk kuliah dan pulang dengan alasan sakit tingkatkanlah penguasaan kata-kata Anda dan cara
yang sebenarnya tidak sakit. Anda menggunakan kata-kata Anda. Selain itu, manfaat
kata-kata menurut Brian Tracy: “ada kaitan langsung
Hati-hatilah menerima dan memasukkan kata-kata ke antara penggunaan kata-kata dan penghasilan Anda dan
dalam diri dan pikiran Anda begitu pula dalam memilih antara penggunaan kata-kata dengan kecerdasan. Tetapi
dan menggunakan kata-kata Anda kepada orang lain.

34
tetap perlu diperhatikan jangan sampai kita menjadi Di zaman ini, tidak sedikit orang yang menganut dan
“pesolek kata-kata” (meminjam istilah Prie GS- percaya dengan prinsip: “semua bisa diatur kalau ada
budayawan). uang”. Seolah-olah uang menjadi “dewa” dan “senjata
ampuh” bagi diri seseorang. Tidak sedikit orang yang
Uang atau Materi menjual harga dirinya demi mendapatkan uang. Begitu
pula halnya tidak sedikit para atasan yang rela
Bentuk pengaruh yang satu ini juga sering dan banyak mengeluarkan sejumlah uang/materi untuk “mengikat”
digunakan orang untuk memengaruhi orang lain. dan mendapatkan loyalitas para bawahannya.
Bahkan beberapa istilah-istilah atau kalimat-kalimat
yang sering kita dengar di masyarakat terkait dengan Di toko-toko buku, banyak ditemukan buku-buku yang
uang, misalnya: mencoba memengaruhi dan menarik perhatian dan
− UUD - diplesetkan orang dengan kepanjangan minat para calon pembeli bukunya dengan
“ujung-ujungnya duit” menggunakan judul yang kata-katanya berbau-bau uang
− SUMUT yang merupakan singkatan dari “segala atau materi, misalya:
urusan memakai uang tunai” − Jangan Mau Seumur Hidup Jadi Orang Gajian
− Syair dalam lagu “maju tak gentar” yang aslinya − Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya?
“maju tak gentar, mebela yang benar” diplesetkan − Trump-How to Get Rich
orang menjadi: “maju tak gentar membela yang − Rich Dad Poor Dad
bayar” − Getting Rich Your Own Way
− “Ada uang abang sayang, tak ada uang abang − Menjadi Jutawan dalam Satu Menit
melayang” − Banyak Bicara Menjadi Kaya
− “Ada uang ada bantuan, tidak ada uang bantuan pun − Resep Paling Manjur Menjadi Karyawan Kaya Raya
hilang” − Rahasia Orang Asia Terkaya di Dunia
− Menjadi Karyawan Beromzet Miliaran
Dengan uang/duit dan materi, seseorang atau atasan − Muda Kaya Raya, Mati Masuk Surga
merasa begitu mudahnya untuk memengaruhi orang lain − Jalur Cepat Menjadi Kaya
atau bawahannya untuk menuruti apa yang diinginkan − Cara Cerdas Mencari Uang
atau yang diperintahkannya.

35
Sebagai supervisor, tentu saja Anda juga bisa berbeda dengan manusia. Sesuatu yang diberikan secara
menggunakan bentuk pengaruh ini, hanya saja rutin juga dapat membuat orang yang menerimanya
persoalannya adalah apakah Anda memiliki uang atau adalah suatu hal yang biasa. Tetapi dengan adanya hal-
materi untuk itu? hal surprise justru dapat memotivasinya untuk
melakukan hal yang lebih baik.
Sebagai supervisor dan sering saya temui dalam
pelatihan, bahwa untuk memotivasi bawahan Posisi/jabatan
dibutuhkan uang. Ada benarnya, tetapi tidak selalu
demikian. Di dalam organisasi/perusahaan, bentuk pengaruh ini
juga sering digunakan orang untuk memengaruhi orang
Jika Anda ingin menggunakan bentuk pengaruh ini, lain, terutama kepada para bawahannya. Bentuk
Anda bisa misalnya dengan menetapkan aturan main pengaruh ini diperoleh seseorang dari perusahaan secara
kepada bawahan Anda. Misalnya dengan memberikan formal dan sah secara legalitas. Orang yang menduduki
insentif (dalam batas-batas wewenang Anda) tertentu kedudukan, posisi, jabatan tertentu sering kali begitu
jika ia berhasil mencapai sesuatu hal. Anda bisa mudahnya memerintah bawahannya dibanding
memberikan insentif dengan berbagai cara, misalnya ada misalnya orang lain yang tidak memiliki posisi atau
insentif sifatnya teratur/rutin dan ada yang bersifat jabatan.
surprise jika menemukan bawahan yang berhasil.
Senioritas (usia dan lamanya seseorang bekerja
Ketika berkunjung ke Ancol untuk menemani anak saya diperusahaan tersebut) juga termasuk dalam katagori ini.
bersama-sama teman-teman sekolahnya, saya sempat Beberapa perusahaan yang dalam mengisi suatu
berbincang-bincang dengan pelatih ikan paus. Saya baru posisi/jabatan tertentu di perusahaannya tidak jarang
mengetahui bahwa untuk melatih ikan paus agar yang menggunakan dasar/kriteria senioritas seorang
menuruti apa yang diinginkan pelatihnya, maka setiap ia karyawan. Salah satu alasan yang mungkin adalah
melompat ikan paus akan diberikan ikan segar. karena adanya anggapan atau persepsi bahwa semakin
Terkadang tidak diberi, karena alasannya agar ikan paus senior seseorang untuk menduduki suatu posisi/jabatan,
berusaha terus untuk melompat lebih tinggi dan maka semakin mudah baginya untuk memimpin orang
kemudian baru diberi ikan segar. Prinsipnya tidak jauh lain, terutama yang lebih junior (meskipun sebenarnya

36
alasan tersebut tidak selalu benar). Bisa jadi hal ini juga yang berbau Emotional Intellegence (Kecerdasan Emosi)
disebabkan oleh masih kuatnya budaya paternalistik di dan Spritual Intelligence (Kecerdasan Spiritual).
Indonesia.
Meskipun zaman telah berubah, tetapi banyak para
Bagi beberapa orang, kedudukan, posisi, jabatan dan pemimpin atau atasan yang masih menggunakan gaya
senioritas tidak sedikit yang disalahgunakan sebagai alat dan cara-cara memengaruhi dan memimpin dengan gaya
kekuasaan (power) atau kekuatan untuk memerintah era sebelumnya. Di abad sekarang ini, bahkan tidak
bawahan dengan seenaknya tanpa peduli dengan hak sedikit pemimpin yang masih menggunakan gaya
dan nasib bawahannya. Siapa yang di atas dialah yang memimpin seperti layaknya di zaman berburu-siapa
berkuasa. Ia tidak sadar bahwa kekuasaan yang ia yang kuat dia yang menang/memimpin. Kekuatan,
peroleh dari perusahaan hanyalah bersifat titipan, kekuasaan dijadikan satu-satunya alat atau cara untuk
sementara dan terbatas (terbatas oleh ruang dan waktu). memimpin.
Di luar perusahaan dan di luar jam kantor sering kali
kekuasaannya tidaklah berarti apa-apa. Di zaman pengetahuan dan informasi ini, siapa yang
mampu mengelola dan memanfaatkan informasi dengan
Sebagai great supervisor, bentuk pengaruh seperti ini baik, maka ialah yang akan memegang kendali dan
bukanlah menjadi andalan untuk memengaruhi orang unggul. Sebagai contoh, dengan kemajuan teknologi
lain/bawahannya. komunikasi dan internet-informasi begitu mudahnya di
dapatkan oleh konsumen. Konsumen memiliki informasi
Pengetahuan dan Informasi yang banyak dan akhirnya memiliki bergaining power
yang kuat dalam memilih/menentukan dari siapa atau
Dunia telah jauh berubah, mulai dari era zaman purba dari mana ia akan membeli produk/jasa yang
atau zaman batu, berburu, bertani, industri, pengetahuan dibutuhkan.
dan informasi. Bahkan mungkin saat ini pun zaman
sudah mulai memasuki zaman kebijaksanaan. Hal ini Contoh lain; sekarang ini jika Anda pergi ke café-café,
terlihat dari banyaknya buku-buku, pembahasan para maka Anda akan melihat dan menemukan banyak anak-
pakar yang mulai mengaitkan dan menyentuh hal-hal anak muda yang membawa notebook atau cukup dengan
HPnya. Sambil santai minum secangkir kopi,

37
mendengarkan alunan musik tapi tetap sambil searching berjalannya waktu. Hanya dengan demikianlah maka
atau browsing di berbagai web site untuk mencari-cari hidup ini akan menjadi bermakna dan Anda akan terus
informasi atau menjual suatu informasi. Melakukan bertumbuh. Kata-kata bijak mengatakan: Jika Anda
transaksi bisnisnya dengan orang lain yang orang lain menabur maka Anda pun akan menuai.
tersebut tidak tahu berada di belahan dunia mana atau
bahkan tidak terdapat dalam peta. Keterampilan

Dengan pengetahuan dan informasi yang Anda miliki, “Orang yang menghasilkan apa pun yang lebih baik,
Anda memiliki daya pengaruh untuk memengaruhi lebih cepat atau lebih ekonomis, meletakkan masa depan
orang lain. Oleh karena itu, jika Anda ingin dan keberuntungan di ujung jarinya” - John Paul Getty.
menggunakan bentuk pengaruh ini, teruslah untuk Sesuatu yang lebih baik, lebih cepat dan lebih ekonomis
mengembangkan pengetahuan dan informasi yang Anda hanya dilakukan oleh orang-orang yang terampil.
miliki. “Never Ending Learning” demikianlah motto yang Bagaimana hubungan keterampilan dengan pengaruh?
kami gunakan dalam lembaga training i-Learn Training Untuk menjelaskannya berikut ini beberapa contoh:
and Consulting. Contoh pertama adalah seorang sahabat saya baru lulus
dari S-1 fakultas kedokteran umum salah satu perguruan
Dalam hal-hal tertentu janganlah kikir untuk tinggi negeri ternama dan dengan nilai Indeks Prestasi
membagikan pengetahuan dan informasi yang Anda yang cukup tinggi. Prestasi itu memungkinkannya untuk
miliki. Pengetahuan itu bukan milik orang-orang tertentu melanjutkan studi ke jenjang S-2 atau spesialisasi tanpa
saja, apalagi jika ada orang yang jelas-jelas bahwa pernah mengalami praktek lapangan. Bidang atau
sesuatu pengetahuan yang bukan miliknya tetapi spesialis yang ia pilih adalah spesialis bedah. Baru-baru
mengklaim menjadi miliknya sangatlah tidak terpuji dan ini ia telah lulus dari spesialisasinya. Jika misalnya Anda
tidak etis. Jadikanlah diri Anda saluran berkat bagi orang atau mungkin orang tua Anda yang sakit dan
lain dan para bawahan Anda. Kita ini ada, Anda dan membutuhkan tindakan operasi dan kebetulan informasi
saya ada untuk generasi setelah kita. Oleh karena itu, yang Anda peroleh, dokter yang akan menangani adalah
janganlah egois. Persiapkanlah generasi setelah atau di teman saya yang baru lulus S-2 tersebut, apakah Anda
bawah Anda untuk benar-benar dapat menerima tongkat percaya dan bersedia? Tentu ada keraguan bagi kita atau
estafet yang akan terus bergulir seiring dengan bahkan mungkin pindah ke rumah sakit lain. Mengapa?
Karena kita tidak yakin akan keterampilannya,

38
meskipun secara pengetahuan mungkin dokter tersebut pengalaman hidup masa lalu kita dan juga karakter
telah memiliki banyak teori-teori yang telah ia pelajari. orang tua dan lingkungan dimana kita lahir dan
Anda juga mungkin menanyakan siapa dokter terbagus, dibesarkan. Lihatlah anak-anak kecil yang banyak dan
bukan mana dokter yang paling murah. cepat belajar dan meniru dari perilaku para orang
tuanya.
Contoh yang kedua adalah, seandainya Anda akan
bepergian ke suatu tempat dengan pesawat terbang, Begitu juga halnya di dalam organisasi. Ketika para
tetapi Anda mengetahui informasi bahwa pilot yang pemimpinnya keras, sering kali para karyawan juga
akan menerbangkan pesawat tersebut adalah pilot yang bersikap keras kepada siapa pun yang berhubungan
baru pertama kalinya membawa penumpang umum. dengannya. Ketika pemimpin sering curiga kepada
Bagaimana sikap dan reaksi Anda? Takut? Atau malah orang lain, maka para bawahan pun mengikuti pola atau
tidak jadi terbang atau mengganti tiket pesawat Anda? gaya para pemimpinnya. Ketika atasannya tidak disiplin,
mengapa ini terjadi? Karena masalah keterampilan. maka jangan harap bawahannya juga akan disiplin.

Begitu pula Anda sebagai supervisor, jika Anda tidak Oleh karena itu, jika Anda ingin memengaruhi bawahan
memiliki keterampilan yang baik, maka sulit bagi orang secara positif, maka ubahlah terlebih dahulu perbuatan,
lain (atasan atau bawahan Anda) untuk dapat sikap dan karakter Anda. Menang tidak mudah untuk
mempercayai dan terpengaruh dengan Anda. Meminjam mengubah hal ini, karena memang sudah menjadi suatu
istilah Stephen R. Covey: Asahlah gergaji Anda. kebiasaan. Meski demikian, seperti yang dikatakan oleh
Tingkatkan terus keterampilan Anda. Stephen R. Covey, untuk menjadi manusia yang efektif
dan proaktif kita dapat memilih respon-respon kita.
Perbuatan, Sikap, Karakter
Prinsip-prinsip
Kata-kata bijak orang Batak mengatakan: “Lang dao buah
madabu hun bona na“ yang artinya: “tidak jauh buah Melalui prinsip-prinsip yang disampaikan, seorang juga
terjatuh dari pohonnya”. Demikian juga halnya dapat mempengaruhi orang lain. Salah satu contoh
keberadaan kita saat ini: sikap, karakter dan perbuatan- adalah Jhon C. Maxwell, Zig Ziglar, Stephen R. Covey
perbuatan kita memiliki keterkaitan erat dengan yang banyak memengaruhi orang lain (para pembaca)

39
melalui buku-bukunya yang banyak membahas tentang Pemikiran/ide-ide
prinsip-prinsip kebenaran dan universal.
Dalam film: “Pursuit of Happyness” diceritakan
Untuk dapat memengaruhi orang lain dengan suatu bagaimana seorang ayah (negro) satu anak yang hanya
prinsip-prinsip, maka terlebih dahulu, Anda sendiri lulusan SMA, kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan
harus mengenali, memahami dan memiliki prinsip- dan bercerai dengan istrinya ingin bekerja pada suatu
prinsip di dalam hidup ini. Pemahaman yang baik perusahaan besar “pialang saham” di Amerika.
tentang prinsip-prinsip akan memudahkan Anda untuk Pertemuannnya dengan seseorang di dalam taksi dan
mengubah paradigma (cara pandang) orang lain dan dengan idenya untuk menyelesaikan game sejenis puzel
akhirnya memudahkan Anda untuk memengaruhi orang (yang pada saat itu termasuk game yang masih baru di
lain. Sebagai contoh, sebagai supervisor/atasan Anda AS) kepada HRD Manager perusahaan tersebut,
akan sulit untuk mengajak tim Anda agar bekerja sama akhirnya memperbolehkannya magang (tanpa digaji
dengan baik jika prinsip trust tidak terlebih dahulu Anda untuk beberapa bulan). Didukung dengan kerja keras
perbaiki. Bukankah prinsip utama dalam suatu dan mengikuti berbagai ujian, akhirnya ia pun lulus
hubungan antara manusia dan kerjasama akan terjadi seleksi dan diterima.
jika diantara orang-orang tersebut ada trust?
Anda yang memiliki ide juga dapat mempengaruhi
Jika Anda telah memahami prinsip, maka ketika Anda orang lain. Dengan ide yang cemerlang Anda bisa
akan mengajak kerjasama dan ada anggota tim Anda mempengaruhi orang lain untuk mengikuti ide Anda.
yang berprinsip bahwa kerjasama ok-ok saja tapi harus Pemikiran/ide merupakan modal yang tidak kalah
ada uangnya, maka Anda dapat mengubah pentingnya dalam suatu bisnis dan perkembangan karir.
paradigmanya terlebih dahulu dengan prinsip-prinsip
yang benar. Uang bukan prinsip utama untuk kerjasama, Untuk mengembangkan ide-ide Anda, latihlah diri Anda
tapi uang adalah dampak/hasil dari suatu kerjasama untuk berpikir kreatif. Berikut ini adalah langkah-
yang baik. Dengan cara seperti ini, Anda pun dapat langkah yang dapat Anda lakukan untuk meningkatkan
memengaruhi anggota tim untuk bekerjasama. kreatifitas cara Anda berpikir dan menemukan ide-ide
baru:

40
1. Lihat dan perhatikanlah secara seksama satu atau jumlah kaki meja tersebut. Misalnya dengan meja yang
beberap objek atau mungkin juga suatu penyangganya menempel ke tembok. Meja seperti ini
permasalahan yang sedang Anda hadapi. akan sangat cocok dibuat di rumah atau di ruang yang
2. Lihatlah objek-objek tersebut dari berbagai sudut sempit. Meja bisa dibuat engsel yang bisa dilipat sejajar
pandang entah itu dari segi bentuk, sifat, karakter dengan tembok ketika tidak digunakan dan dibuka
dan sebagainya. kembali (difungsikan menjadi meja) ketika akan
3. Tuliskan apa saja pendapat atau komentar Anda digunakan.
tentang objek tersebut.
4. Dengan cara ini Anda akan menemukan ide baru Ketika saya masih menjadi mahasiswa di Yogyakarta
tentang objek tersebut. dengan kamar kos yang sempit, saya membuat meja
belajar seperti ini agar ruangan yang sudah sempit tidak
Contohnya seperti ini: menjadi lebih sempit jika menggunakan meja dengan
empat kaki.
Perhatikan meja Anda! Berapa kaki-kaki meja Anda?
(umumnya empat). Lalu pikirkanlah mungkinkah Itu baru salah satu manfaat. Bagaimana jika Anda yang
membuat meja dengan kaki tiga? Mungkin! Jika dengan kebetulan berada di bisnis furniture, mungkin Anda bisa
dua kaki? Mungkin! Jika dengan satu kaki? Juga masih menambah nilai jual ide tersebut. Misalnya dengan
mungkin! Bagaimana jika tanpa kaki, mungkinkah? membuat bahan mejanya lebih menarik dan berkualitas
Mungkin juga! Bagaimana caranya? Yaitu misalnya yang akhirnya meja tersebut tidak hanya difungsikan
dengan mengikat tengah meja dengan tali atau besi dan sebagai meja, tetapi juga difungsikan sebagai dekorasi
kemudian digantung ke atas (tidak harus disangga rumah atau misalnya dengan membuat lukisan di balik
dengan kaki-kaki ke lantai). Bisa juga misalnya dengan meja yang ketika meja dilipat ke tembok akan tampak
membuat meja tersebut menempel ke tembok sebagai lukisan yang menarik.
penyangganya.
Masih banyak contoh-contoh pemikiran/ide-ide kreatif
Dalam contoh ini, mungkin Anda tidak hanya yang dapat kita gali dan temukan di sekitar kita. lihatlah
memikirkan tentang jumlah kaki mejanya, tapi Anda lampu yang saat ini tidak hanya difungsikan sebagai
juga memikirkan tentang manfaat dari masing-masing penerang, tetapi juga sebagai dekorasi di ruang-ruang

41
tamu keluarga dengan bentuk-bentuknya yang menarik. pengaruh kepada orang lain. Sebagai contoh adalah
Jam yang tidak hanya difungsikan untuk melihat jam kisah nyata Roger Bennister.
tetapi sebagai dekorasi rumah dan bahkan sekarang ini
banyak jam tangan yang digunakan sebagai accessories Roger Bennister adalah atlet pelari Inggris yang
bagi para pemakainya. merupakan orang yang mampu berlari dalam 1 mil
dengan waktu kurang dari 4 menit. Sebelum ia mencapai
Dari semua itu, hal yang jauh lebih penting adalah tidak keberhasilan ini, para atlet dan dokter-dokter olah raga
sekedar hanya memiliki ide, tetapi Anda harus berani sangat meyakini bahwa berlari 1 mil dalam waktu 4
untuk mengungkapkan dan merealisasikan ide-ide menit sangat mustahil dilakukan oleh manusia. Bahkan,
Anda. Cobalah untuk mengingat-ingat kembali, seorang dokter dengan serius mengatakan bahwa jika
pernahkah Anda mengalami bahwa Anda punya ide manusia lari cepat maka jantungnya akan pecah karena
tetapi Anda tidak berani mengungkapkan atau terlalu dipaksa.
merealisasikan ide tersebut dan akhirnya peluang dari
ide-ide Anda tersebut hilang atau diambil orang? Mendengar hal ini, Roger Bannister tidak begitu saja
percaya dan takut dengan ramalan tersebut. Ia pun terus
Anda sebagai supervisor/atasan juga harus dapat berlari, lebih cepat dan lebih cepat lagi dari siapa pun
menghargai pemikiran/ide-ide bawahan Anda dengan dalam sejarah. Pada suatu ketika, ketika ribuan atlet
baik. Kalau Anda akan mengkritik ide-ide bawahan dan dalam puluhan tahun tidak berhasil memecahkan rekor
ingin ide Anda diikuti oleh bawahan Anda, hendaknya untuk lari dalam 4 menit tersebut, Roger Bannister
jangan hanya tahu mengkritik, tetapi cobalah juga tahu mampu memecahkannya. Bahkan, ia mampu berlari
untuk memberikan jalan solusinya atau paling tidak dalam waktu kurang dari 4 menit, yaitu hanya 3 menit
kritikan yang bersifat konstruktif (membangun) dan 59,4 detik. Sungguh sangat mempesona dunia.
bukannya destruktif (merusak).
Setelah itu, masih banyak juga orang melihat dan
Apa yang Dihasilkan mengatakan bahwa prestasi Bannister tersebut hanyalah
suatu KEBETULAN belaka. Bannister adalah manusia
Hasil karya atau sesuatu yang diciptakan atau yang super dan tak akan ada manusia seorang pun yang dapat
dihasilkan oleh seseorang juga memiliki kekuatan daya melakukannya lagi.

42
Akan tetapi, hanya 1 bulan setelah itu, rekor Bannister Pertanyaan besar bagi Anda dan saya adalah: hasil karya
pun dapat dipecahkan oleh pelari lain dari Australia apa yang dapat Anda dan saya hasilkan agar dapat
yang bernama John Landy. Segera setelah itu pun, memengaruhi secara positif kepada orang lain?
banyak orang yang mampu berlari sejauh 1 mil dalam
waktu kurang dari 4 menit. Banyak bentuk-bentuk pengaruh yang dapat digunakan
untuk memengaruhi orang lain. Supervisor perlu
Cerita di atas menunjukkan kepada kita, bahwa sesuatu mengenali dengan baik bentuk-bentuk pengaruh yang
hasil atau prestasi yang dicapai oleh seseorang ternyata ada, mengenali kelebihan dan kelemahan masing-masing
mampu memengaruhi orang lain untuk mau dan bentuk pengaruh tersebut. Selain itu, supervisor juga
mampu melakukannya. perlu mengevaluasi dirinya sendiri tentang bentuk-
bentuk pengaruh apa yang paling sering atau dominan ia
Contoh lain adalah para penulis buku. Banyak orang gunakan selama ini untuk mempengaruhi? Apakah
yang terpengaruh pola pikir dan pola tindaknya dan selama ini telah cukup efektif menggunakan bentuk-
akhirnya mengubah hidup dan karirnya karena ia bentuk pengaruh tersebut untuk memengaruhi?
membaca buku yang ditulis oleh seseorang. Begitu pula
misalnya dengan karya-karya seni seorang pelukis, Cara Mempengaruhi
pemusik yang mampu memengaruhi dan menginspirasi
seseorang. Musik klasik contohnya, banyak diakui dan Pengaruh tidak harus datang secara bertingkat atau
digunakan orang karena mampu memengaruhi pikiran berjenjang, tetapi ia dapat muncul atau digunakan secara
bawah sadar seseorang dan dapat membuat seseorang bersamaan dalam suatu proses memengaruhi. Misalnya
relax. Musik digunakan para ibu hamil untuk dalam suatu situasi tertentu, bentuk pengaruh
memperdengarkan musik kepada bayi yang masih “penampilan” bisa saja tidak beridiri sendiri tetapi
dalam kandungan. Bahkan belum lama ini di suatu muncul bersamaan dengan bentuk pengaruh yang lain,
stasiun televisi swasta pernah disiarkan bahwa musik misalnya “uang/materi”.
digunakan untuk terapi penyembuhan.
Bentuk-bentuk pengaruh pada dasarnya netral-netral
saja adanya. Ia akan menjadi suatu yang positif atau
negatif sering kali tergantung pada bagaimana orang
yang mengartikan, memahami dan menggunakannnya.

43
Bentuk pengaruh “uang/materi” misalnya-pada Pada situasi-situasi tertentu cara memengaruhi dengan
dasarnya netral. Uang dibuat untuk siapa saja: pencuri, tekanan juga dapat efektif dan positif. Dalam situasi-
koruptor, pejabat, supervisor, manager dan lain situasi krisis, keterbatasan waktu, tuntutan akan
sebagainya. Tidak memandang siapa orangnya. Semua perubahan dalam organisasi, penggunaan cara sedikit
orang perlu uang dan senang jika punya uang, tetapi jika menekan akan efektif digunakan. Tetapi akan menjadi
uang dipakai untuk hal-hal yang tidak tepat-misalnya tidak efektif ketika cara-cara menekan digunakan dalam
mempengaruhi pejabat agar meng-golkan project berbagai situasi. Dampaknya akan membuat para
seseorang, maka orang tersebutlah yang salah, bukan karyawan dan bawahan Anda bekerja dalam kondisi
uangnya. stress dan tertekan. Akhirnya produktivitas karyawan
menurun.
Dari bentuk-bentuk pengaruh yang ada, banyak cara
yang dapat dilakukan untuk memengaruhi orang lain, Mengajak/membujuk
misalnya dengan cara:
9 Menekan Anda juga dapat memengaruhi orang lain dengan cara
9 Mengajak/Membujuk mengajak, membujuk atau merayu seseorang untuk mau
9 Janji-janji melakukan sesuatu hal. Orang yang menggunakan cara
9 Menginspirasi ini biasanya mengharapkan orang lain mau mengerti,
9 Negosiasi memahami dan mengalah. Salesman, para pembuat iklan
misalnya, sering kali kita temui menggunakan berbagai
Menekan kata-kata rayuan untuk memengaruhi para pembelinya.

Anda dapat memengaruhi orang lain dengan cara Penggunaan cara ini sering kali hanya untuk
menekan. Polisi misalnya, sering kali menggunakan cara kepentingannya sendiri tanpa memperhatikan
paksa/menekan (pressure) kepada seseorang untuk kepentingan orang lain yang ia bujuk atau rayu.
mengakui kesalahannya ketika sedang melakukan
interogasi. Orang yang memiliki posisi/jabatan tertentu Janji-janji
juga tidak sedikit yang memaksa bawahannya untuk
melakukan perintahnya. Begitu juga halnya dengan janji. Anda dapat
memengaruhi orang lain untuk melakukan suatu hal

44
dengan memberikan janji-janji tertentu kepada orang dicapai dengan saling memperhatikan dan menghargai
lain. Orang tua misalnya, kerap menggunakan janji kepentingan-kepentingan orang lain. Kita dapat menang
membelikan sesuatu (permen atau mainan) agar anaknya (mencapai suatu tujuan atas apa yang ingin kita
mau menuruti sesuatu hal (seperti: berhenti menangis, pengaruhi) dan orang lain juga tidak merasa dirugikan
mau makan atau membersihkan rumah). atau terkalahkan.

Hanya saja, cara ini akan menjadi tidak efektif ketika Mengapa Orang Lain Terpengaruh?
janji-janji tidak ditepati (ingkar janji). Sekali janji tidak
dipenuhi maka sulit dan butuh waktu yang lama untuk Mengapa orang lain dapat terpengaruh atau
mengembalikan kepercayaan orang lain. dipengaruhi? Beberapa alasannya:
9 Karena iba/kasihan
Menginspirasi 9 Karena adanya kebutuhan, keinginan dan harapan
9 Karena adanya reward dan punishment
Selain cara-cara di atas, cara lain yang juga banyak 9 Karena kepentingan-kepentingan tertentu
digunakan untuk memengaruhi orang lain adalah 9 Adanya trust
dengan menginspirasi mereka. Menginspirasi 9 Adanya keyakinan
maksudnya adalah menyampaikan suatu stimulus-
stimulus, rangsangan-rangsangan atau ide-ide tertentu Karena iba/kasihan
sehingga orang lain tertarik lalu termotivasi dan
akhirnya memutuskan mau bertindak atau melakukan Sering kali kita mendengar atau mungkin kita juga
sesuatu hal. pernah mengalaminya sendiri. Kita mau membeli
produk dari salesman-bukan karena apa yang ia
Negosiasi sampaikan atau produk yang ia jual, tetapi semata hanya
karena iba atau kasihan melihat orangnya.
Cara memengaruhi dengan negosiasi yang win-win
(menang-menang) lebih efektif digunakan untuk Karena adanya kebutuhan, keinginan dan harapan
memengaruhi orang lain. Dengan negosiasi yang win-
win, maka fokus utama adalah kepentingan atau tujuan Kita dapat terpengaruh dan mau mengikuti serta
bersama bukan kepentingan atau tujuan pribadi. Tujuan melakukan tindakan sesuatu seperti yang diharapkan

45
orang lain karena memang kita sendiri Adanya Trust
membutuhkan/menginginkan sesuatu hal atas apa yang
kita kerjakan atau kita lakukan. Kita mau mengikuti apa yang dikatakan atasan atau
orang lain, karena kita percaya kepadanya (misalnya:
Karena adanya reward dan punishment hasil yang telah dicapainya, kata-katanya, perbuatannya
atau integritasnya).
Kita mau menuruti peraturan yang dibuat seseorang
atau perusahaan dan setuju atau tidak untuk Adanya Keyakinan
menjalankannya karena ada reward dan punishment yang
akan kita terima sebagai dampaknya pada diri kita. Kita yakin dan terpengaruh kepada orang lain atau
Reward digunakan untuk memengaruhi kita dengan cara atasan dan kemudian mau melakukan sesuatu hal tanpa
memotivasi diri kita sendiri dari dalam sedangkan merasa terpaksa karena apa yang ia sampaikan, ajarkan
punishment lebih mengarah pada memaksa kita (yang juga sesuai dengan nilai-nilai yang kita yakini.
bersumber dari luar diri kita) untuk mengikuti aturan
yang ada. Bagaimana sebaiknya supervisor mempengaruhi? Hal ini
sangat tergantung pada beberapa hal berikut ini:
Karena kepentingan-kepentingan tertentu 9 Bagaimana Anda memahami kelebihan dan
kelemahan dari masing-masing bentuk dan cara
Kita mau menuruti atau mengikuti perintah atau ajakan pengaruh yang Anda gunakan selama ini.
dari orang lain (mungkin hanya untuk sementara waktu) 9 Bagaimana Anda mengetahui dan memahami
karena kita memiliki kepentingan-kepentingan tertentu masing-masing bawahan Anda dan faktor-faktor
dibalik semua itu. Biasanya kepentingan-kepentingan yang dapat memengaruhi mereka.
tersebut bersifat pribadi dan tertutup. Orang lain tidak 9 Bagaimana fleksibilitas dan keterampilan Anda
perlu tahu. Misalnya: ada orang yang bekerja dengan untuk menggunakan cara dan bentuk-bentuk
baik, menuruti semua apa yang diperintahkan bukan pengaruh tersebut secara positif dan pada situasi
hanyak karena gaji atau karir, tetapi karena ia ingin yang tepat.
belajar sesuatu yang kelak akan ia kembangkan sendiri
jika ia telah memahami seluk beluk bisnis tersebut
dengan baik.

46
JADIKAN BAWAHAN PARTNER ANDA Kebutuhkan phisik (seperti makan dan minum)
merupakan salah satu alasan mengapa manusia bekerja.
Hal yang lebih bermanfaat adalah dengan melihat pada Dengan bekerja maka seseorang mendapatkan gaji lalu
para pengikut, bukan pemimpin, dan menilai dapat memenuhi kebutuhan fisiknya. Tubuh perlu dijaga
kepemimpinan dengan bertanya mengapa pengikut agar tetap sehat karena “sehat itu mahal”. Pepatah juga
mengikuti (Stephen R. Covey-Centre Leadership). mengatakan “di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa
yang sehat”
Layaknya sebagai orangtua yang harus mengenali anak-
anaknya terlebih dahulu dengan baik sebelum meminta Selain tubuh, manusia juga memiliki pikiran. Dalam
anaknya mengenali orang tuanya, begitu pulalah bekerja, karyawan tidak hanya membutuhkan gaji, tetapi
supervisor sebagai pemimpin harus mengenali para juga butuh dihargai atas pikiran-pikirannya. Tanpa itu
bawahannya satu per satu dengan baik. Sebenarnya, akan menjadikan mereka layaknya robot yang tinggal
tidak cukup hanya kenal atau mengenali, tetapi lebih menunggu instruksi atau perintah. Membuat karyawan
dari itu semua adalah dengan memahaminya. menjadi tidak kreatif dan inovatif.

Memahami jauh lebih sulit ketimbang hanya mengenali. Penghargaan atas tubuh dan pikiran juga masih belum
Sebagai contoh: Anda yang sudah berumah tangga cukup. Manusia juga memiliki hati. Mereka
sekian tahun pun belum tentu benar-benar memahami membutuhkan perlakuan yang adil dan baik. Tidak ingin
pasangan Anda. diperlakukan semena-mena. Manusia bukan hanya
makhluk biologis, tetapi juga makhluk sosial. Mereka
Memahami bawahan tidak hanya sekedar memiliki perasaan-perasaan. Butuh cinta dan mencintai.
menyederhanakan dan mengotak-ngotakan mereka
menjadi beberapa tipe bawahan. Lebih dari itu, haruslah Manusia dengan tubuh, pikiran, hati tetapi tidak
memahami hakekat diri seorang manusia. Stephen R. memiliki jiwa maka akan membuat manusia layaknya
Covey dalam bukunya “The 8th Habit” menyebutkan “musang berbulu domba”. Orang yang kebutuhan
bahwa kepribadian utuh manusia pada dasarnya terdiri jiwanya tidak terpenuhi dengan baik maka akan dapat
dari empat bagian utama yaitu: tubuh, pikiran, hati dan menjadikannya orang yang tidak peduli, tega, bringas
jiwa. Tubuh atau fisik membutuhkan makan dan minum. dan berperilaku sadis kepada siapa pun juga. Ia tidak

47
gampang percaya kepada siapa pun. Seperti yang SUKSES BERSAMA BAWAHAN
banyak diberitakan di berbagai media massa tentang
kehidupan sosial masyarakat kita - begitu banyaknya Tidak ada orang yang sukses sendirian. Kesuksesan
peristiwa-peristiwa sadis yang terjadi: orang tua Anda sebagai supervisor juga sangat ditentukan oleh
membunuh anak kandungnya, anak kandung kesuksesan bawahan Anda. Oleh karena itu, agar Anda
membunuh orang tuanya, bayi yang diperdagangkan lebih mudah mencapai kesuksesan, maka bantulah
oleh ibu kandungnya. Istri membakar suaminya, mereka untuk sukses. Berdayakanlah potensi-potensi
bawahan yang menembak mati atasanya dan lain-lain. mereka, karena hal itu juga merupakan salah satu tugas
utama Anda.
Dalam persaingan bisnis yang begitu ketat dan
perubahan yang begitu cepat dewasa ini, membuat Sangatlah tidak tepat jika tugas pemberdayaan bawahan
banyak bagian-bagian dari inti kepribadian utuh Anda dibebankan 100 persen kepada pihak Human
manusia tidak tersentuh dan terpenuhi dengan baik. Resources Departemen (HRD) atau bagian training.
Inilah penyebab mengapa sulit bagi perusahaan dan
pemimpin untuk membuat karyawan dan organisasi Di beberapa perusahaan sering terjadi bahwa setiap
bekerja secara optimal. masalah terkait dengan karyawan sering diserahkan,
dilimpahkan atau menjadi urusan HRD. HRD dijadikan
Hanya dengan memahami kepribadian utuh manusia layaknya “tong sampah” atau tempat pembuangan
secara baik dan mencoba memberikan atau memenuhi kayawan-karyawan yang bermasalah. Sebagai supervisor
kebutuhan-kebutuhan tersebut akan sangat membantu yang menjadi pemimpin dan atasan langsung para
keefektifan pemimpin. bawahan, tugas Andalah untuk memberdayakan mereka.
Supervisorlah orang yang paling tahu seperti apa kinerja
Selain itu, mengenali dan memahami hakekat dasar mereka selama ini dan ingin diberdayakan seperti apa
utama kemanusiaan masing-masing bawahan akan mereka sesuai dengan potensi dan kebutuhan yang ada.
memudahkan pemimpin untuk memberdayakan mereka.
Melalui pemberdayaan jugalah para pemimpin dapat Pemberdayaan para bawahan selain bermanfaat bagi
memenuhi kebutuhan dan harapan dari hakekat supervisor, juga bagi para bawahan itu sendiri dan
kepribadian utuh kemanusiaan para bawahannya. organisasi/perusahaan secara keseluruhan.

48
Pemberdayaan (empowering) pada dasarnya adalah Sebagai contoh, dalam memberdayakan bawahan, Anda
memampukan para bawahan untuk melihat dan tidak cukup hanya memberikan training untuk
mengenali potensi dan kekuatannya serta menginspirasi meningkat pengetahuan dan keterampilan para bawahan
mereka untuk mau dan mampu mengoptimalkan Anda tanpa mempedulikan sikap mentalnya-apakah
potensinya guna mencapai kinerja yang optimal. nantinya mereka mau atau tidak mengaplikasikannya di
tempat kerja. Bawahan yang terampil dan
Ada tiga dimensi penting yang perlu diperhatikann berpengetahuan tinggi tanpa memiliki sikap mental yang
supervisor ketika akan memberdayakan para positif, kemauan dan komitmen yang tinggi untuk mau
bawahannya, yaitu: melaksanakannya dalam pekerjaan dan kehidupannya
1. P-engetahuan sehari-hari juga akan menghasilkan kinerja yang rendah.
2. S-ikap Mental Lihat saja seperti yang terjadi di negara ini, bukankah
3. K-eterampilan juga banyak orang-orang pintar, berpengetahuan tinggi
tetapi dengan sikap mental yang “bobrok” (seperti
Ketiga dimensi tersebut adalah merupakan satu korupsi) dan akhirnya membuat pertumbuhan ekonomi
kesatuan, bukan suatu hal yang terpisah. Ketiga dimensi negara tetap “terpuruk”?
tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
Sama halnya dengan ilustrasi berikut ini: seorang petani
diberi lahan yang subur, bibit yang unggul, pupuk yang
Keterampilan
terbaik, peralatan yang terbaik dan juga telah
ditunjukkan cara bertani yang baik. Petani sudah diberi
Pengetahuan
Pengetahuan Keterampilan segala yang terbaik untuknya tetapi jika ia tetap tidak
Sikap
mau melakukannya maka tidak akan ada panen yang
Mental dihasilkan.
Sikap Mental
Begitu pula sebaliknya, bawahan yang terus diberi
motivasi atau mengikuti training-training motivasi.
Selama mengikuti training terlihat begitu termotivasinya
Terpisah Satu Kesatuan
mereka, tetapi setelah kembali ke tempat kerja “loyo”.

49
Mengapa hal ini sering terjadi? Memberi motivasi yang
tinggi saja ternyata tidak cukup jika tidak diikuti dengan
Arah Perkembangan
pembekalan tentang pengetahuan-pengetahuan dan Selanjutnya
cara-cara (keterampilan) dalam melakukan pekerjaan
mereka.
Pengetahuan
Sikap Mental
Anda tidak cukup hanya dengan memiliki motivasi dan Keterampilan
sikap mental yang positif lalu berharap dengan segera
mencapai prestasi yang tinggi. Sama halnya dengan
analogi berikut: jika Anda pemain amatir yang baru
dalam suatu olah raga tertentu-modal semangat dan
sikap mental positif saja tidak cukup. Jika Anda ingin
mengalahkan pemain professional, dibutuhkan waktu,
latihan untuk meningkatkan keterampilan agar Anda Dalam pemberdayaan, pengembangan potensi dan bakat
mampu mengalahkan pemain professional tersebut. para bawahan, ada tiga prinsip yang harus dimiliki oleh
seorang supervisor, yaitu:
Untuk mencapai kinerja yang tinggi dari para bawahan, 1. Kesabaran
maka tugas supervisor adalah mempersatukan derajat 2. Kepedulian
ketiga bidang tersebut (pengetahuan, keterampilan dan 3. Dorongan
sikap mental) menjadi berhimpit satu dengan yang
lainnya. Dengan demikian, pada periode setelah Sabar
pemberdayaan, gambar tersebut diharapkan dapat
berubah menjadi satu garis yang saling berhimpitan Pemberdayaan bukanlah pekerjaan sekejab dan semudah
seperti gambar berikut ini: membalik telapak tangan. Dibutuhkan proses. Pada
awalnya dibutuhkan kerja keras, kesabaran dan invetasi
waktu untuk memberdayakan para bawahan.
Ketidasabaran akan membuat Anda mudah terbawa
pada emosi-emosi negatif: marah-marah pada bawahan,
prustrasi dan stress dengan bawahan dan pekerjaan.

50
Sebagai pemimpin, Andalah yang sebaiknya Dorongan
menyesuaikan diri terlebih dahulu dengan bawahan,
bukan sebaliknya. Sama halnya dengan analogi: Anda Sebelum memberi dorongan atau memotivasi para
yang sudah mampu berlari dengan kecepatan 100 meter bawahan, maka Anda sendiri terlebih dahulu harus
per sekian menit jangan paksakan bawahan Anda memiliki motivasi yang tinggi. Motivasi mengadung
mengikuti kecepatan langkah Anda yang masih belajar unsur-unsur emosi dan emosi tersebut bersifat menular
berjalan. Ingat, Anda pun dahulu seperti mereka pada kepada orang lain. Jika Anda sendiri tidak termotivasi
awalnya, belajar dari langkah pertama. Langkah 1000 maka akan sulit bagi Anda untuk menularkan motivasi
selalu diawali dengan langkah pertama. atau mengharapkan motivasi dari para bawahan.
Motivasi Anda harus terlihat dari kata-kata atau ucapan
Peduli Anda dan juga terpancar lewat sikap tubuh dan wajah
Anda.
Kesadaran untuk mau memberdayakan bawahan
haruslah didasari oleh rasa kepedulian yang tinggi. Agar kinerja yang optimal dapat dicapai, motivasi harus
Pemberdayaan tidak cukup hanya didasarkan pada tetap terjaga dengan baik. Tanpa motivasi, maka yang
tugas dan tanggung jawab, tetapi juga karena ketulusan terjadi adalah ibarat mesin yang tidak digunakan. Jika
hati (kasih dan melayani) agar para bawahan juga mesin tidak pernah digunakan, lama kelamaan mesin
mampu melakukan tugas-tugasnya dengan baik. Sukses akan berkarat, akhirnya rusak dan tidak dapat
Anda adalah hasil kali dari kesuksesan para bawahan digunakan lagi. Sama halnya dengan diri kita, jika tidak
dan tim Anda. menjaga motivasi dirinya dengan baik akan membuat
kinerja menurun dan akhirnya sulit untuk mencapai
Lagi pula, bagaimana mungkin kita mengharapkan kesuksesan yang Anda inginkan.
mereka berkinerja tinggi, mendengarkan Anda kalau
Anda sendiri tidak peduli dengan mereka. Zig Ziglar Pada suatu pelatihan supervisi efektif, salah seorang
juga mengatakan: “orang tidak peduli berapa banyak peserta pelatihan saya berkomentar: “Sangat sulit
yang Anda ketahui sampai mereka tahu berapa banyak memotivasi bawahan karena menurut mereka yang
Anda peduli dengan mereka” penting adalah uang dan dapur “ngepul”. Kalau ini
sudah dibereskan maka gampang memotivasi mereka.

51
Dari komentar-komentar di atas, saya mengatakan peserta training yang masih belum menyadari
bahwa pada dasarnya mereka telah digaji. Perusahaan pentingnya training bagi dirinya. Mereka mengikuti
juga terlalu bodoh jika tidak memperhitungkan gaji training lebih karena terpaksa atau kalau tidak karena
karyawannya yang kompetitif dengan gaji karyawan di ingin ke luar dari rutinitas pekerjaan sehari-hari.
perusahaan para pesaing/industrinya. Di sinilah peran
supervisor/atasan untuk mendalami makna yang tersirat Training dianggap oleh sebagian orang hanya
dibalik komentar-komentar para bawahannya. pemborosan waktu dan biaya. Lebih baik uangnya
diberikan ke peserta. Di beberapa perusahaan, instansi
Lalu untuk menanggapi komentar peserta tersebut, saya bahkan ada yang sudah menjadi budaya bahwa training
menyarankan: Anda tidak akan dapat memotivasi akan diminati jika ada “amplopnya”.
mereka jika Anda tidak peduli terlebih dahulu kepada
mereka. Cobalah pahami secara lebih mendalam, jangan- Training jika dipahami dan dimengerti dengan baik
jangan keluhan bawahan Anda disebabkan karena sangat positif bagi kepentingan diri peserta juga, bukan
mereka tidak mengerti cara mengelola keuangan pribadi hanya kepentingan perusahaan. Saya sendiri (mungkin
atau rumah tangganya. Seringkali terjadi dalam Anda juga mengalaminya) ketika dahulu bekerja rela
kehidupan ini, uang sedikit pun cukup dan uang yang berdebat keras dengan atasan untuk mendapatkan izin
banyak pun kurang. tidak masuk kerja demi untuk mengikuti suatu seminar
atau training. Rela membiayai dari uang pribadi sendiri,
Dengan pemahaman ini, maka akan muncul ide-ide bahkan dengan nilai Rupiah yang pada saat itu tidak
alternatif yang dapat disarankan, misalnya membantu kecil bagi saya. Keputusan ini saya lakukan karena saya
mengajari cara-cara mengelola keuangan, membantu ide sadar bahwa sebagai seorang trainer dan konsultan jika
agar istrinya membuka usaha di rumah dan lain saya tidak menambah wawasan dan pengetahuan saya
sebagainya sehingga ekonomi rumah tangga para (antara lain melalui training-training), maka saya akan
bawahan Anda dapat menjadi lebih baik. aus dan “ibarat katak dalam tempurung”, berada di
suatu perusahaan yang katanya mempunyai nama besar
Ada lagi peserta yang lain berkomentar: “buat apa sih tetapi tidak berkualitas.
training-training terus, mendingan sekiranya biaya
training tersebut diberikan saja ke kita”. Banyak para

52
Untuk memulai pemberdayaan bagi para bawahan di HRD/training atau konsultan/lembaga training
perusahaan, langkah-langkah awal berikut ini akan yang kompeten di bidangnya untuk membantu
membantu Anda untuk dapat melakukannya: tugas Anda memberdayakan dan
1. Kenali satu per satu anggota/bawahan Anda. mengembangkan mereka.
Buat kartu perkembangan kinerja mereka satu per
satu. Dengan cara ini, nantinya akan Bentuk-Bentuk Pemberdayaan
memudahkan Anda untuk terus mengikuti
perkembangan dan kemajuannya. Sebagai data Di dalam organisasi/perusahaan pemberdayaan dapat
awal, mintalah data seperti CV (Curriculum Vitae) dilakukan dalam berbagai bentuk. Beberapa bentuk
bawahan Anda satu per satu ke bagian pembedayaan yang umumnya digunakan adalah:
personalia/HRD atau ke bagian recruitment. 1. Memotivasi
2. Ketahui di bidang apa masing-masing 2. Coaching
anggota/bawahan Anda yang sudah baik dan 3. Counseling
masih lemah, sehingga Anda tahu harus 4. Delegating
memperkuat di bidang-bidang tertentu dan tidak
meninggalkan bidang lain yang sementara ini MEMOTIVASI
sudah baik.
3. Sediakanlah waktu Anda untuk memberdayakan Sebenarnya istilah memotivasi bawahan adalah istilah
mereka satu per satu. Sebenarnya, tidak ada yang kurang tepat, karena pada dasarnya motivasi yang
alasan bagi Anda untuk mengatakan tidak punya terbaik haruslah datang dari dalam diri sendiri. Bentuk-
waktu, karena sebenarnya memberdayakan bentuk motivasi dari luar (eksternal) seperti dari atasan
bawahan adalah salah satu tugas prioritas utama hanyalah berfungsi untuk menginspirasi, mengilhami,
Anda. menstimuli, menunjukkan dan mengarahkan mereka
4. Buatlah rencana pemberdayaan, baik waktu, agar mampu melihat motivasi mereka sendiri lalu
bentuk dan cara-caranya. berperilaku sesuai dengan perilaku yang diharapkan.
5. Jika sangat terpaksa dan dalam situasi yang tidak Tugas Anda sebagai supervisor/atasan adalah memberi
memungkinkan bagi Anda untuk mereka pancing dan mengajari caranya memancing
mengembangkan bawahan, mintalah bagian sehingga mereka dapat memancing dengan baik dan
bukannya memberi mereka ikan.

53
Tentu saja supervisor juga perlu mengetahui motivasi- dengan Anda apakah Anda bersedia mengajari saya
motivasi bawahannya satu per satu dengan baik, karena sejak sekarang?
motivasi setiap orang berbeda-beda. Sebagai contoh,
orang yang bekerja pun memiliki motivasi yang berbeda- Jika saya ditanya maka jawaban saya adalah: Why Not?,
beda. Beberapa motivasi orang bekerja misalnya: Welcome! Bukankah orang yang sudah jelas dengan
9 Untuk mendapatkan uang dan memenuhi visinya (serta tidak bertentangan dengan visi
kebutuhan pokoknya. perusahaan) dan termotivasi untuk mencapainya perlu
9 Untuk mendapatkan karir dan posisi yang baik. dibantu? Bukankah pada awal-awal pembahasan kita
9 Untuk mencari relasi seluas-luasnya atau telah disebutkan bahwa tujuan pemimpin adalah untuk
mungkin ada yang bertujuan untuk mencari mencapai visi bersama?
jodoh.
9 Mencari kesibukan di luar rumah Dalam buku “Good to Great”, Jim Collins menyebutkan
9 Ada juga orang yang bekerja (seperti saya untuk menjadi great leader (kepemimpinan tingkat 5),
misalnya) untuk mencari ilmu dan juga networking para pemimpin yang great adalah pemimpin yang
karena mempunyai visi-kelak akan membuka mempersiapkan dan menghasilkan penggantinya untuk
usaha sendiri. suatu hal yang lebih baik. Hal senada juga disampaikan
oleh John C. Maxwell dalam bukunya
Dua pertanyaan menggelitik yang sering saya ajukan “Mengembangkan Kepemimpinan di Sekitar Anda”,
kepada peserta training terkait dengan mengenali kepemimpinan tingkat 5 (kepemimpinan yang berhasil)
motivasi bawahan, tetapi bagi beberapa orang peserta adalah pemimpin yang tidak dilihat dari apa yang
sulit dijawab: mereka capai, tetapi untuk siapa diri mereka.
1. Jika saya sebagai bawahan Anda dan ingin
(termotivasi) untuk menduduki posisi yang Anda Pemahaman yang baik tentang motivasi para bawahan,
tempati sekarang, apakah Anda mau mengajari saya? peduli dengan motivasi-motivasi mereka dan membantu
2. Jika saya sebagai karyawan Anda (pemilik mewujudkan visinya yang menjadi dasar motivasi
perusahaan) dan suatu saat kelak saya ingin mereka, maka sebagian besar energi supervisor dalam
(termotivasi) untuk mendirikan usaha yang sejenis memberdayakan bawahan dan tugas Anda sebagai
pemimpin sudah terselesaikan.

54
COACHING 9 Perusahaan yang tetap survive adalah perusahaan
yang terus melakukan inovasi dan perubahan-
Bentuk lain dari pemberdayaan adalah coaching. Sebelum perubahan. Oleh karena itu, karyawan pun perlu
membahas lebih jauh tentang coaching, kiranya perlu dipersiapkan dengan baik untuk mengikuti
diperhatikan beberapa pendapat tentang coaching yang perubahan.
merupakan hasil dari beberapa penelitian: 9 Di sisi lain, manusia sulit untuk berubah dan
9 Training meningkatkan produktivitas 22,4%, cenderung nyaman dengan comfort zone. Hal ini
sedangkan training yang ditindaklanjuti dengan disebabkan karena perubahan itu berarti akan
coaching meningkatkan produktivitas 88% (Public mengubah kebiasaan-kebiasaan dan pola-pola
Personel Management, Gerald Olivero-1997) kerjanya yang lama.
9 300 perusahaan di USA, 59% memberikan coaching 9 Dengan coaching semua pihak (atasan, bawahan
dan bentuk pengembangan lainnya seperti dan perusahaan) memperoleh manfaatnya.
counseling. 20% nya mengatakan akan
memberikan coaching di tahun-tahun yang akan Manfaat Coaching:
datang.
9 Dari 761 executive Dell Computer Corporation Manfaat Coaching Bagi Atasan:
yang telah menerima coaching, 90% merasa tingkat 1. Bawahan cepat pintar
kepuasan dan adanya kecenderungan 2. Inisiatif dan ide-ide baru bermunculan
mendapatkan promosi (human resources magazine) 3. Beberapa tugas dapat didelegasikan
9 Coaching menghasilkan $ 7.90 untuk setiap $ 1 4. Atasan memiliki waktu untuk hal-hal lain yang
yang dikeluarkan ( Study tahun 2004 pada Booz lebih penting
Allen Hamilton) 5. Dapat mengurangi stress
6. Karir lebih baik
Beberapa alasan lain mengapa coaching perlu dilakukan: 7. Kepemimpinan lebih baik di mata bawahan
9 Dunia bisnis, teknologi terus berubah, maka 8. Komunikasi dengan bawahan menjadi lebih baik
pengetahuan dan keterampilan para bawahan 9. Kinerja tim meningkat
juga perlu terus berkembang.

55
Manfaat Coaching Bagi Bawahan: tersentuh dan diberdayakan. Coaching diarahkan untuk
1. Bawahan mengetahui potensinya mengembangkan bawahan dari bidang pengetahuan dan
2. Bawahan mengetahui apa, mengapa dan keterampilannya yang dilakukan oleh atasan di tempat
bagaimana melakukan suatu pekerjaan kerja. Berbeda dengan counseling yang lebih menekankan
3. Percaya diri meningkat dan siap untuk menerima pada masalah emosi, sikap mental, paradigma dan nilai-
pendelegasian dan tugas-tugas baru nilai para bawahan.
4. Berani bertindak, mengambil keputusan dan
bertanggung jawab Meskipun terlihat coaching sangat penting, tetapi tidak
5. Motivasi meningkat sedikit para atasan yang enggan melakukannya.
6. Kinerja dan kreativitas meningkat Beberapa alasan para atasan enggan melakukan coaching:
7. Karir lebih baik 1. Atasan sendiri tidak jelas apa yang menjadi tujuan
8. Siap menerima tantangan baru dan perubahan perusahaan, sehingga atasan juga tidak jelas apa
yang harus dikembangkan untuk para
Manfaat Coaching Bagi Perusahaan: bawahannya.
1. Kinerja perusahaan meningkat 2. Ketidakpedulian atau ketidaktahuan atasan
2. Loyalitas karyawan meningkat tentang manfaat coaching.
3. Customer puas 3. Meskipun tahu manfaat coaching tetapi berpikir:
4. Citra perusahaan meningkat “apa untungnya buat saya?”
5. Perusahaan lebih efektif dan efesien 4. Atasan merasa “sok sibuk” dan tidak memiliki
6. Komunikasi di dalam perusahaan lebih baik waktu yang cukup untuk melakukan coaching
7. Lingkungan kerja lebih baik kepada para bawahannya.
8. Muncul bibit leader-leader baru 5. Jumlah bawahan terlalu banyak
9. Learning organization berjalan dengan baik 6. Atasan tidak mengerti atau tidak tahu bagaimana
cara melakukan coaching yang baik.
Begitu bermanfaat dan pentingnya coaching, maka 7. Atasan takut jika bawahannya menjadi pintar
coaching perlu dilakukan oleh supervisor. Coaching pada maka akan mudah menggantikan posisi atasan
dasarnya adalah mengeluarkan potensi-potensi atau “menusuk dari belakang”
terpendam dari para bawahan yang selama ini belum

56
8. Bawahan mampu mengatasi masalahnya sendiri, 9 Tunjukkan rasa empati dan rasa percaya (trust)
karena dahulu pun si atasan tidak ada yang meng- Anda terhadap kemampuannya mengatasi
coach masalah yang dihadapi
9. Bawahan tidak pernah meminta bantuan 9 Berikan dukungan mental dan sumber daya yang
10. Atasan menganggap kinerja bawahan yang dibutuhkan.
selama ini terjadi sudah lebih dari cukup 9 Teruskan ke bagian HRD atau ahlinya jika
11. Atasan takut tidak mampu mengendalikan masalahnya tidak dapat Anda atasi sendiri
emosinya karena reaksi-reaksi negatif dari 9 Rangkum hasil pembicaraan/diskusi dan
bawahan ketika dilakukan coaching. Takut klarifikasikan hasil kesepakatan. Simpanlah
pengalaman buruk masa lalu ketika melakukan catatan tersebut untuk membantu memudahkan
coaching terhadap bawahan terulang kembali. Anda mem-follow up hasil coaching di waktu yang
akan datang.
Berikut ini adalah prinsip-prinsip yang perlu
diperhatikan dalam melakukan coaching: Proses dan Tahap-Tahap Melakukan Coaching:
9 Buatlah rencana coaching yang jelas
9 Perlakukan bawahan dengan hangat dan ramah.
9 Bertanyalah tentang hal-hal yang dirasakan dan Telling
dipikirkan oleh bawahan Anda tentang kinerjanya (1)
selama ini
9 Minta dan doronglah bawahan Anda untuk Evaluating Showing
mengungkapkan ide-ide pemecahan alternatif (4) (2)
yang mungkin dipikirkannya untuk dapat Doing
meningkatkan kinerjanya (3)
9 Diskusikan pendapatnya tentang konsekuensi
dari alternatif yang disampaikannya
9 Hindari untuk mendominasi pendapat Anda,
namun waspada dan beri informasi tambahan
sebelum karyawan mengambil keputusan.

57
Telling mereka telah berhasil melakukan seperti yang
diharapkan. Seandainya pun belum berhasil, dorong dan
Telling yaitu menginformasikan, menjelaskan atau motivasilah mereka agar tidak takut untuk mau mencoba
menyampaikan hal-hal yang berkatian dengan coaching, lagi. Biarkan dan berikan kesempatan ia belajar dari
misalnya: pengalaman dan kesalahannya.
9 Apa tujuan dan manfaat coaching bagi dirinya, tim
dan perusahaan. COUNSELING
9 Menjelaskan prosedur, proses atau tahap-tahap
suatu pekerjaan yang sedang atau akan dicoach. Counseling adalah upaya yang dilakukan atasan atau
9 Melakukan tanya-jawab dan diskusi untuk supervisor untuk membantu mengatasi masalah-masalah
mengkonfirmasi pemahaman. atau gangguan-gangguan emosional, perbedaan nilai-
nilai (values) dan paradigma yang dihadapi oleh para
Showing bawahan.

Showing yaitu menunjukkan atau mendemonstrasikan Masalah yang terjadi sehingga membutuhkan counseling
cara melakukan pekerjaan, sehingga mereka dapat dapat bersumber dari masalah-masalah yang terjadi di
melihatnya sendiri secara langsung. Menunjukkan mana tempat kerja dan dapat pula dari lingkungan luar
pekerjaan yang sudah benar dan yang masih salah. (seperti misalnya masalah keluarga). Persoalan keluarga
para bawahan sering berdampak pada kinerjanya di
Doing tempat kerja. Begitu pula sebaliknya, permasalahan-
permasalahan yang terjadi di perusahaan terbawa-bawa
Doing yaitu memberikan kesempatan kepada mereka dan berdampak pada keluarga para bawahan. Perlu
untuk mencoba/mempraktekkan sendiri berdasarkan disadari bahwa tidak semua orang mampu memilah-
pada apa yang telah mereka pahami dan lihat. milah persoalan di tempat kerja dengan persoalan
pribadi secara baik.
Evaluating
Dalam melakukan counseling, para supervisor perlu
Evaluating yaitu melakukan evaluasi, koreksi dan feedback berhati-hati agar tidak terlalu jauh mencampuri urusan
atas apa yang telah mereka lakukan. Berikan pujian jika pribadi keluarga para bawahan. Sebenarnya tugas

58
supervisor dalam counseling bukanlah sebagai decision Keterampilan utama yang diperlukan dalam counseling
maker atas masalah para bawahan. Tugas supervisor adalah:
adalah membantu mereka untuk membuka wawasan- 1. Keterampilan menggali pertanyaan dan
wawasan, pengertian dan pemahaman. Membantu mendengarkan. Sering kali para bawahan tidak
mereka mengembangkan berbagai alternatif solusi, ingin masalahnya apalagi masalah pribadinya
sehingga memungkinnya memilih alternatif yang terbaik diketahui oleh orang lain termasuk atasan.
sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya. 2. Keterampilan untuk meyakinkan para
bawahannya tentang dampak emosi-emosi
Dalam praktek counseling yang sering kami adakan bagi negatif, perilaku, sikap, nilai-nilai dan paradigma
para peserta training, sering kali dalam melakukan yang keliru dari para bawahannya, baik dampak
counseling-para atasan hanya tahu menuntut bawahan bagi dirinya sendiri, rekan kerja,
untuk segera menyelesaikan masalahnya sendiri dan divisi/departemen dan perusahaan secara
segera bekerja dengan baik. Atasan hanya ingin agar keseluruhan.
aturan atau standard operation procedure (SOP) perusahaan
dijalankan tanpa peduli dengan permasalahan pribadi Beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam
bawahannya. Bahkan dalam latihan tersebut ada atasan melakukan counseling:
yang mengatakan: “semua orang punya masalah, cepat 1. Persiapan data dan fakta tentang masalah dan
selesaikan masalah Anda dan bekerja dengan baik”. Jika dampaknya bagi kinerja bawahan dan
hal ini yang dilakukan oleh para supervisor/atasan perusahaan.
ketika memberikan counseling, maka sebenarnya siapa 2. Ciptakan lingkungan dan suasana yang kondusif:
pun bisa melakukan counseling tanpa harus menjadi a. Sedapat mungkin lakukan secara empat
supervisor. Disinilah peran dan kepemimpinan Anda mata dan di tempat/ruang tertutup.
akan teruji. b. Sediakan waktu yang cukup dan hindari
hal-hal yang dapat menggangu jalannya
Sebagai seorang atasan dan counselor bagi bawahannya, proses counseling, seperti: tamu, dering
maka supervisor perlu menguasai keterampilan telepon benda-benda lain yang dapat
memberikan counseling kepada para bawahannya. menggangu fokus aktivitas selama
counseling berlangsung.

59
3. Tunjukkan sikap empati terhadap permasalahan melakukannya. Sementara itu, beberapa pekerjaan lain
bawahan. yang mampu dikerjakan oleh bawahan dapat Anda
4. Dukung dirinya untuk dapat mempercayai Anda serahkan kepada para bawahan.
merahasiakan permasalahaannya. Ingatlah sekali
ia tahu permasalahannya diketahui oleh orang Pernah suatu ketika, teman saya yang seorang supervisor
lain, maka kapan pun ia tidak akan pernah lagi dengan bangga menceritakan bahwa bawahannya terus
untuk mau terbuka dan berkonsultasi dengan menelepon ke HP nya ketika sedang cuti atau bepergian
Anda. tugas ke luar kota. Teman saya mengatakan: “lihatlah,
5. Gali dan dapatkan inti dan akar permasalahan. anak buah saya telepon dan mencari-cari saya terus
6. Dengarkan (jangan hanya yang tersurat tetapi juga kalau ditinggalkan. Memang kalau tidak ada saya
yang tersirat). pekerjaan di kantor tidak beres”.
7. Bantu mengembangkan alternatif-alternatif solusi
yang memungkinkannya dapat menyelesaikan Perasaan bangga karena pekerjaan di kantor menjadi
masalah tersebut. tidak beres hanya karena ketidakberadaan supervisor di
8. Berikan pandangan-pandangan sehingga ia tempat kerja, bukanlah suatu kebanggaan dan merasa
memiliki pandangan, sikap dan perilaku yang diri orang penting tetapi adalah suatu kebodohan. Ini
benar. menunjukkan bahwa sebagai atasan/supervisor ia tidak
9. Tuliskan hal-hal yang telah disepakati bersama mampu melakukan pendelegasian tugas dengan baik.
10. Ikuti perkembangannya. Ingatlah bahwa supervisor bukanlah “superman” yang
dapat melakukan segalanya seorang diri.

DELEGASI Jika pendelegasian dilakukan dengan benar, maka


pendelegasian selain bermanfaat bagi atasan, juga
Salah satu faktor pendukung yang memungkinkan Anda bermanfaat bagi para bawahan, seperti misalnya:
juga dapat mengatur waktu dan diri Anda dengan baik 1. Dapat menjadi faktor motivasi bagi para bawahan.
adalah dengan keterampilan melakukan pendelegasian 2. Bawahan mendapat kepercayaan dari atasan
tugas. Dengan cara ini Anda dapat lebih fokus kepada untuk melakukan suatu pekerjaan.
pekerjaan-pekerjaan yang prioritas dan jauh lebih
penting yang memang harus Anda sendiri yang

60
3. Bawahan dapat belajar tentang hal-hal baru dan Sebenarnya, jika pendelegasian dilakukan dengan proses
yang lebih menantang. yang benar dan bawahan yang akan diberi
pendelegasian dipersipakan dengan baik, tidak perlu
Pendelegasian tugas pada intinya adalah pemberian takut untuk mendelegasikan tugas. Memang pada
tugas, tanggung jawab dan wewenang untuk melakukan awalnya pendelegasian membutuhkan waktu dan
atau memutuskan sesuatu hal kepada para bawahan. kesabaran dari atasan. Sama halnya ketika kita sedang
Pendelegasian tugas bukanlah pelepasan tugas. mengajar anak kita yang sedang belajar naik sepeda.
Pendelegasian bukan pula tindakan untuk menghindari Pada awalnya kita harus memegangi sepedanya, lalu
pekerjaan-pekerjaan yang tidak suka Anda lakukan. perlahan-lahan mulai melepaskannya tetapi tetap
Sebagai pemimpin Anda bukanlah broker pekerjaan yang mengikuti dan mendampinginya (dari samping atau
seenaknya memerintahkan tugas dan pekerjaan kepada belakang). Resikonya terkadang ia terjatuh, tetapi kita
para bawahan lalu Anda duduk manis di kursi Anda dan beri motivasi dan ia terus berusaha sampai akhirnya kita
di ruangan ber AC. Anda dapat mendelegasikan tugas dapat melepaskannya untuk bersepeda sendiri.
kepada bawahan tetapi risiko dan tanggung jawabnya
tetap berada pada Anda sebagai atasannya. Jika dilihat dari definisi tentang pendelegasian di atas
ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam
Tantangan yang kerap ditakuti para atasan dalam melakukan pendelegasian, yaitu:
pendelegasian antara lain:
1. Takut jika tugas yang dilakukan oleh para 1. Tugas
bawahan bersalahan dan berdampak pada Æ Di sini harus jelas tugas apa dan yang mana
tanggung jawab risiko bagi atasan. yang perlu didelegasikan.
2. Takut dan tidak sabar karena pekerjaan menjadi
lebih lama atau lambat. 2. Tanggung jawab
3. Takut menggangu dan merasa menambah beban Æ Siapa yang melakukan dan yang bertanggung
pekerjaan bawahan jawab?
4. Enggan mendelegasikan suatu pekerjaan tertentu Æ Apa yang menjadi sasaran tugas dan yang
karena atasan kehilangan pekerjaan yang ia suka menjadi tanggung jawab orang yang
dan senang melakukan pekerjaan tersebut. melakukan?
Æ Apa risiko-risiko yang perlu diperhatikan?

61
3. Wewenang 6. Ikuti perkembangannya. Lakukan pengecekan
Æ Apakah orang yang diberi pendelegasian juga beberapa hari sebelum deadline yang ditentukan.
diikuti dengan pemberian wewenang? Tujuannya adalah untuk memungkinkan adanya
Æ Sampai mana batas-batas wewenang dari waktu perbaikan pekerjaan jika terjadi kesalahan
orang yang diberi pendelegasian? atau hasil yang tidak sesuai dengan yang
diharapkan.
Agar pendelegasian dapat berjalan dengan baik, berikut
ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh
supervisor:
1. Buatlah daftar keseluruhan dari pekerjaan Anda.
2. Pisahkan tugas-tugas/pekerjaan menjadi:
a. Menurut skala prioritasnya
b. Tentukan mana pekerjaan-pekerjaan yang
tidak dapat didelegasikan baru kemudian
pekerjaan-pekerjaan yang dapat
didelegasikan.
3. Tentukan siapa bawahan Anda yang akan diberi
pendelegasian. Berikut ini adalah kriteria untuk
menentukan bawahan yang sebaiknya diberi
pendelegasian tugas:
a. Bawahan tersebut memiliki pengalaman
dan informasi yang cukup tentang
pekerjaan yang akan didelegasikan.
b. Bawahan memiliki pengetahuan dan telah
siap menerima pendelegasian.
4. Jelaskan apa yang menjadi tugas, tanggung jawab
dan wewenang-wewenangnya.
5. Berikan bantuan dan dukungan yang diperlukan

62
JANGAN SEPELEKAN KETERAMPILAN media komunikasi yang ada, seperti: panca indra,
KOMUNIKASI! teknologi komunikasi (fax, email, telepon).

Berurusan dengan manusia, selain membutuhkan Dari definisi di atas dapat dipahami bahwa ada tiga
keterampilan memimpin juga keterampilan bagian penting yang perlu diperhatikan dalam
berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain. berkomunikasi, yaitu:
1. Si pengirim pesan
Jika dilihat dari struktur organisasi pada umumnya, 2. Si penerima pesan dan
maka berbagai level/posisi yang ada membutuhkan 3. Alat atau media komunikasi.
keterampilan hubungan antar manusia yang juga
merupakan dasar dari suatu komunikasi yang efektif. Masing-masing bagian sangat menentukan efektivitas
dari suatu proses komunikasi. Kegagalan di salah satu
bagian, akan mengakibatkan komunikasi yang buruk
TOP
Conceptual dan gagalnya komunikasi – pesan tidak tersampaikan
MAN
ANG atau pesan tidak diterima dengan baik oleh mitra
komunikasi.
Human
MIDLE MANAGER Relation Beberapa hal yang dapat menghambat proses
komunikasi tersebut, misalnya:

Dari Si Pengirim Pesan:


SUPERVISOR Technical
1. Pemilihan kata, ungkapan atau metafora yang
kurang tepat
Komunikasi pada dasarnya adalah proses pertukaran 2. Penggunaan istilah-itilah, jargon, bahasa
informasi, ide atau gagasan antara dua belah pihak daerah/asing yang tidak pada tempatnya
(pengirim dan penerima) melalui berbagai alat-alat atau 3. Masalah-masalah dalam suara
a. Artikulasi (pengucapan)

63
b. Nada suara (keras lunaknya suara) Sebagai pemimpin, selain terampil cara mempengaruhi
c. Tempo suara (cepat lambatnya suara) dan memberikan instruksi atau perintah, supervisor juga
d. Intonasi suara (tinggi rendahnya suara) perlu memahami dua hal penting dalam berkomunikasi
e. Karakter suara (jenis sumber penghasil suara: dengan bawahannya, yaitu:
hidung, tenggorokan, perut) 1. Keterampilan Bertanya
4. Tulisan yang sulit terbaca 2. Keterampilan Mendengarkan
5. Bahasa tubuh yang kurang tepat
6. Pemilihan waktu dan tempat yang kurang tepat Keterampilan Bertanya
7. Sikap dalam menyampaikan pesan
8. Pemahaman tentang latar belakang penerima pesan Dengan bertanya, akan lebih banyak informasi (masalah
ataupun peluang) yang diketahui dari para bawahan.
Dari Si Penerima Pesan: Dengan bertanya, bawahan merasa lebih dihargai. Ini
1. Tidak mendengarkan dengan baik berarti pula memenuhi salah satu bagian dari
2. Tidak memberikan feedback dengan baik keperibadian utuh manusia yaitu menghargai “pikiran”
3. Sikap yang reaktif atau pendapat-pendapat mereka.
4. Bahasa tubuh yang tidak tepat
5. Ketidakmampuan menggunakan teknologi alat Di dalam dunia sales juga diakui, bahwa untuk menjadi
komunikasi (sperti email atau sms). penjual yang professional, bukan keterampilan bicara
yang penting, tetapi keterampilan bertanya untuk
Dari Alat atau Media Komunikasi: menggali kebutuhan dan permasalahan pelanggan. Di
1. Suasana yang gaduh atau ribut dunia ilmu pengetahuan juga sering disebutkan bahwa
2. Pemilihan jarak komunikasi yang tidak tepat awal dari ilmu pengetahuan adalah PERTANYAAN.
3. Panca indra yang cacat atau tidak berfungsi Pertanyaan yang baik akan membantu Anda
dengan baik (seperti: bisu, buta, tuli) mendapatkan informasi, fakta, masalah dan solusi yang
4. Alat/teknologi komunikasi yang rusak (seperti: Anda butuhkan.
telepon/fax yang rusak, signal komunikasi yang
terganggu). Berikut ini adalah beberapa jenis pertanyaan:
1. Pertanyaan untuk menggali informasi (probing)

64
a. Pertanyaan yang efektif untuk para menciptakan manusia dengan dua telinga dan satu
bawahan yang cenderung pendiam mulut, yang berarti manusia diharapkan lebih banyak
b. Jika supervisor ingin membutuhkan mendengarkan daripada bicara.
informasi yang jauh lebih dalam dan detail
2. Pertanyaan untuk membatasi pilihan (limited Semakin tinggi posisi seseorang dalam suatu struktur
choice) organisasi, maka semakin sulit bagi dirinya untuk dapat
a. Pertanyaan yang efektif untuk para mendengarkan. Hal ini disebabkan karena posisi yang
bawahan yang masih ragu-ragu ingin tinggi membuatnya semakin jauh dari orang-orang atau
melakukan apa dan bagaimana semakin sedikit orang yang berada dekat dengannya (di
3. Pertanyaan untuk menyambung pembicaraan bawah koordinasinya langsung).
(link)
a. Pertanyaan yang efektif untuk para Di sisi lain, semakin tinggi posisinya, semakin sering ia
bawahan yang terlalu banyak bicara mengambil keputusan-keputusan penting dan strategis.
b. Pertanyaan untuk mengecek atau Kesalahan pengambilan keputusan karena salah
mengevaluasi pembicaraan yang telah mendengarkan dan memahami informasi akan berakibat
dilakukan sebelumnya. fatal dalam organisasi. Oleh karena itu, supervisor perlu
4. Pertanyaan untuk menegaskan (leading) terampil dalam mendengarkan dengan baik. Sering-
a. Pertanyaan yang efektif untuk para seringlah hadir di tengah-tengah tim kerja Anda, ke
bawahan yang tidak fokus lapangan untuk mengetahui dan mendengarkan
b. Pertanyaan yang ditujukan untuk informasi dari para bawahan maupun para pelanggan
mengarahkan atau menuntun jawaban para Anda.
bawahan kepada jawaban yang diharapkan
supervisor Sephen R. Covey dalam bukunya The 7 Habits Effective
Highly People menyebutkan beberapa tingkat
Keterampilan Mendengarkan mendengarkan seseorang (dari bawah ke atas), yaitu:
1. Mendengarkan secara empatik
Tindak lanjut dari aktivitas bertanya adalah
mendengarkan. Tuhan sungguh luar biasa karena

65
Æ Mendengarkan dan merespon dengan hati 9 Konfirmasikan jika ada hal-hal yang dirasa kurang
maupun pikiran untuk mengerti perkataan, jelas
maksud dan perasaan pembicara. 9 Simpulkan untuk mengecek kesamaan
2. Mendengarkan dengan penuh perhatian pemahaman
Æ Memberikan perhatian dan berfokus pada apa 9 Jangan hanya mendengar hal-hal yang tersurat
yang diakatakan si pembicara dan atau diucapkan tetapi dengarkan juga hal-hal
membandingkannya dengan pangalaman yang tersirat (hal-hal yang tidak terucapkan).
Anda sendiri 9 Jangan hanya ingin mendengar hal-hal yang Anda
3. Mendengarkan secara selektif suka mendengarnya, misalnya pujian atau
Æ Mendengarkan hanya untuk hal-hal yang sanjungan.
menarik minat Anda
4. Pura-pura mendengarkan
Æ Berbuat seolah-olah Anda mendengarkan
5. Mengabaikan
Æ Tidak berusaha mendengarkan sama sekali

Berikut ini adalah hal-hal yang harus dilakukan agar


mampu mendengarkan secara empatik:
9 Lakukan kontak mata ketika sedang
mendengarkan
9 Perhatikan perkataan dan perasaan pembicara
dengan baik
9 Beri pembicara cukup waktu
9 Tunjukkan sikap empati dengan bahasa tubuh
Anda
9 Jangan menyela pembicaraan secara tidak taktis
9 Berpikiran terbuka

66
MENGATASI MASALAH DAN pohon akan menghasilkan akar dan batang pohon yang
PENGAMBILAN KEPUTUSAN tidak kokoh dan kerdil.

Semua manusia yang hidup pastilah memiliki dan Apa pun tugas dan pekerjaan Anda, dimana pun Anda
pernah mengalami masalah. Hanya orang-orang yang bekerja-pekerjaan Anda sebenarnya adalah pemecah
berada dalam kuburlah yang tidak lagi memiliki masalah. Untuk itulah Anda dibayar oleh perusahaan.
masalah. Masalah adalah bagian dari kehidupan itu Tanpa masalah, tidak perlu ada Anda di perusahaan.
sendiri. Tanpa masalah berarti manusia tersebut tidak Orang yang terampil dalam memecahkan masalah ia
hidup. Masalah akan melatih otot-otot mental kita. layak mendapatkan gaji yang tinggi dan karir yang
Perhatikanlah orang yang sering dilindungi oleh orang cepat. Semakin tinggi posisi seseorang dan semakin
lain dalam menghadapi masalah, misalnya anak Anda. tinggi gaji yang diperolehnya dalam suatu perusahaan,
Orang yang tidak terbiasa memecahkan suatu maka semakin besar pulalah masalah yang harus ia
permasalahan atau orang yang selalu tergantung dengan tanggung dan pecahkan. Oleh karena itu, belajarlah
orang lain untuk memecahkan masalahnya akan untuk terampil dalam memecahkan suatu masalah.
membuat orang tersebut tidak mandiri. Sehingga tidak
heran kalau ada orang yang dari segi usia sudah tua, Bagi sebagian orang, masalah adalah sesuatu yang
tetapi perilakunya masih kekanak-kanakan. menakutkan dan sebaiknya dihindari, tetapi bagi orang
sukses-masalah adalah suatu tantangan dan peluang.
Oleh karena itu, masalah tidak perlu ditakuti apalagi
dihindari. Hadapilah setiap masalah karena dengan Dalam melakukan tugas-tugasnya tentulah supervisor
permasalahanlah manusia tersebut semakin kuat, kokoh juga akan menghadapi banyak permasalahan. Masalah
dan berkembang. dapat muncul dari berbagai pihak, bisa datang dari
bawahan, atasan, customer, rekan kerja, keluarga dan dari
Sama halnya dengan analogi pohon, hanya pohon-pohon dalam diri sendiri. Masalah juga dapat timbul dari hal-
yang sering kena hujan, panas, badai dan anginlah yang hal lain, seperti berbagai perubahan yang terjadi,
menghasilkan batang dan akar pohon yang kuat. Pohon- teknologi, sistem dan lain sebagainya. Tetapi sikap,
pohon yang jarang terkena sinar matahari, tidak kemampuan dan keterampilan Anda dalam menghadapi
langsung terkena angin, terlindungi dari rindang pohon-

67
masalah akan sangat menentukan mana supervisor yang diharapkan dengan apa yang sesungguhnya terjadi.
berhasil dan tidak. Beberapa contoh permasalahan misalnya:
√ Salesman tidak mencapai taget penjualan yang
Beberapa manfaat jika supervisor terampil menghadapi diharapkan
atau mengatasi masalah: √ Laporan kerja sering salah
1. Masalah akan dapat terlihat dan terpecahkan lebih √ Mesin produksi tidak berproduksi sesuai dengan
awal volume dan kapasitas yang direncanakan
2. Penggunaan waktu dan upaya Anda lebih optimal √ Penanganan complaint pelanggan yang lama
3. Stress berkurang
4. Kinerja dan hubungan kerja dengan bawahan dan Berikut ini adalah langkah-langkah dan metode praktis
atasan meningkat dan sederhana agar Anda mampu menjadi pemecah
5. Mampu menciptakan dan memanfaatkan masalah yang baik:
peluang-peluang dari permasalahan itu sendiri 1. Hadapilah setiap masalah dengan tenang. Pahami
6. Adanya kepuasan pribadi karena berhasil situasinya secara menyeluruh (berpikir secara
memecahkan suatu masalah holistik). Dengan ketenangan, menjadikan Anda
7. Rasa percaya diri meningkat dapat berpikir jernih, objektif, tidak cepat
8. Karir lebih baik, karena dianggap orang yang menyalahkan atau mencari “kambing hitam”.
mampu memecahkan masalah dan tidak hanya Selain itu, ketenangan juga akan membuat Anda
tahu membawa masalah ke atasan. dapat berfokus kepada solusinya ketimbang
9. Anda akan terlihat orang yang murah hati, karena masalah itu sendiri.
masih sempat untuk membantu pekerjaan orang 2. Definisikanlah masalah tersebut dengan jelas.
lain yang membutuhkan bantuan Anda karena Banyak kasus dari pelatihan-pelatihan problem
pekerjaan Anda telah selesai Anda kerjakan solving and decision making yang kami adakan
terlebih dahulu. bahwa kesulitan untuk mulai memecahkan
masalah timbul dari ketidakjelasan akan
Masalah atau persoalan dapat didefinisikan sebagai masalahnya sendiri. Dalam mendefinisikan
suatu penyimpangan antara apa yang diinginkan atau masalah, beberapa hal yang perlu diperhatikan:

68
a. Buatlah masalah tersebut sespesfik solusi yang memungkinkan. Jangan hanya
mungkin dan tunggal. Dengan demikian, mengandalkan pada satu alternatif. Meski
pikiran dan perhatian yang dicurahkan demikian, Anda juga harus tetap berani
juga tidak mengambang kemana-mana. mengambil suatu keputusan. Orang sukses
b. Pilihlah kata-kata yang tepat untuk bukanlah mereka yang senantiasa membuat
mendefinisikan masalah. Seperti yang telah keputusan tepat. Namun mereka mengambil
diungkapkan di depan, pilihan kata-kata keputusan dengan benar. Semakin sering Anda
yang kita gunakan dapat mempengaruhi mengambil keputusan, maka semakin sering
tindakan dan emosi kita. Pilihlah kata-kata Anda akan menemukan kelemahan-kelemahan
yang lebih positif, misalnya jika dari keputusan Anda dan kemudian memperbaiki
masalahnya adalah: “prestasi bawahan kita dan belajar dari kesalahan tersebut. Itu berarti,
menurun” (“menurun” adalah kata yang semakin terampil pula Anda memecahkan suatu
negatif) dapat kita ganti dengan “prestasi masalah, ketimbang orang yang takut dan tidak
bawahan kita belum optimal” (“optimal” pernah mengambil keputusan. Satu hal yang juga
adalah kata yang positif). perlu diperhatikan: jangan terlalu mengandalkan
3. Pikirkan dan tuliskan berbagai hipotesa penyebab pengalaman masa lalu. Ingat: “masalah yang ada
dari masalah tersebut. saat ini belum tentu dapat diselesaikan dengan
4. Ujilah setiap hipotesa tersebut untuk menemukan cara-cara yang lama”.
sebab-sebab yang paling mungkin dari masalah 6. Keputusan yang terbaik adalah keputusan yang
tersebut. Beberapa cara yang dapat digunakan dilaksanakan. Oleh karena itu, setelah keputusan
untuk menguji hipotesa tersebut, misalnya diambil, maka lakukanlah dengan komitmen dan
dengan: rasa tanggung jawab yang tinggi. Satu hal yang
a. Uji statistik atau matematis juga perlu diingat adalah bahwa setiap keputusan
b. Uji dengan cara membanding-bandingkan yang diambil selalu mengandung unsur risiko.
dan sebab-akibat Cara Anda mencegah dan menangani
c. Uji laboratorium kemungkinan risiko tersebut sangat menentukan
5. Jangan terlalu cepat untuk mengambil keputusan keberhasilan dari keputusan-keputusan yang telah
(jump to conclusion). Pikirkan berbagai alternatif Anda ambil.

69
THE WINNING TEAM Donald J. Trump yang dijuluki sebagai raja real estat juga
mengatakan “…tidak apa-apa takut, tapi itu tidak perlu
Tim (team) adalah sekumpulan dari minimal dua orang terjadi jika tim Anda hebat”.
yang saling bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan.
Kata TEAM dapat juga merupakan singkatan dari Dengan kerjasama tim, maka beberapa manfaat yang
kalimat: Together Every one Achieve More yang artinya didapatkan:
dengan bersama-sama kita bisa mencapai sesuatu yang 1. Kesuksesan yang dapat dicapai lebih besar
lebih baik. daripada dikerjakan oleh seorang diri.
2. Setiap orang tidak sempurna, ia memiliki
Sepanjang perjalanan sejarah – di balik orang sukses kelebihan dan kekurangannya. Dengan kerjasama
selalu ada orang lain yang membantu dan mendukung tim kelemahan pada seseorang dapat dibantu
kesuksesannya. Lihat saja misalnya Muhammad Ali yang dengan kelebihan pada orang lain.
terkenal sebagai petinju legendaris juga memiliki orang 3. Permasalahan yang sulit dapat diatasi bersama,
lain di balik kesuksesan dirinya seperti pelatih, sparing sehingga beban menjadi lebih ringan
partner dan promotornya. Kesuksesan Bill Gates sebagi
orang terkaya nomor satu di dunia juga tidak terlepas Demikian pentingnya sebuah tim untuk mencapai
dari orang-orang yang membantunya. Dalam bukunya kesuksesan yang lebih besar, maka supervisor pun perlu
“Business @ The Speed of Thought” Bill Gates mengembangkan dan memberdayakan anggota tim
mengatakan bahwa “Tim-tim yang sangat termotivasi kerjanya dengan baik.
akan mendapatkan manfaat dari buah pikir setiap orang.
Dengan akses yang lebih cepat ke informasi tentang Pandangan tentang Tim
penjualan kami, tentang aktivitas mitra kami dan yang
paling penting, tentang pelanggan kami, kami mampu Untuk membangun sebuah tim yang baik, maka
bereaksi lebih cepat terhadap masalah-masalah dan pandangan tentang sebuah tim itu sendiri harus benar.
peluang” (p.xvi). Beliau juga mengatakan “Dalam Beberapa pandang tentang tim:
organisasi baru, pekerja bukan lagi seperti sebuah skrup 1. Tim dipahami sama dengan kelompok atau group.
dalam mesin, melainkan menjadi bagian yang Tim bukan sekedar perkumpulan orang-orang,
berkecerdasan dalam proses keseluruhan” (p.258). tetapi tim memiliki semangat kerjasama untuk
mencapai suatu tujuan bersama. Jadi, Anda dalam

70
satu divisi belum tentu suatu tim jika masing- Langkah-langkah Membangun The Winning Team
masing tidak peduli dengan tujuan bersama.
2. “Kerjasama” tidak sama dengan “sama-sama Untuk memulai pembentukan suatu tim, langkah-
kerja”. Di dalam tim ada suatu “kerjasama” dan langkah awal yang harus dilakukan juga sangat
kerjasama tidaklah sama artinya dengan “sama- menentukan apakah nantinya tim ini mampu bekerja
sama kerja”. Kerjasama artinya setiap orang dengan baik atau tidak.
memang memiliki tugas dan perannya masing-
masing, tetapi tidak berarti ia mengabaikan Pada awalnya, lakukanlah proses seleksi dan recruitmen
temannya yang mungkin sedang membutuhkan awal yang benar. Sebagai contoh, ketika Anda akan
bantuan. Beda halnya dengan sama-sama kerja membentuk tim penjualan, maka tentukanlah kriteria-
yang artinya lebih kepada sikap individualis, “lu kriteria seorang penjual yang baik dan lakukanlah seleksi
kerjakan pekerjaan lu, gua kerjakan pekerjaan berdasarkan kriteria tersebut. Ada dua katagori kriteria
gua”, “pekerjaanmu adalah urusanmu dan yaitu kriteria mutlak (keharusan) dan kriteria tambahan
pekerjaanku urusanku jadi jangan urusin atau tidak mutlak (keinginan). Kriteria mutlak atau
pekerjaan orang lain” keharusan adalah kriteria yang harus dipenuhi sedang
3. Tim dijadikan tempat berlindung bagi anggota tim kriteria keinginan adalah kriteria yang sifatnya akan
yang tidak kompeten. Meskipun sering terdengar menambah nilai jika terpenuhi dan jika tidak terpenuhi
kata-kata “kekuatan tim terletak pada mata rantai tidak terlalu mempengaruhi. Jangan sampai kriteria
terlemah” tidak berarti bahwa orang yang tidak keinginan mengalahkan kriteria keharusan, misalnya:
kompeten/lemah menjadikan timnya tempat Anda memilih salesman karena pendidikannya rendah
untuk berlindung. Agar suatu tim menjadi kuat, dan gajinya kecil padahal jenis produk/jasa yang Anda
maka anggota tim terlemah tetap juga harus jual adalah produk atau jasa yang berpengetahuan tinggi
berjuang untuk memperbaiki diri. serta akan berhadapan dengan calon pembeli yang
tergolong intelektual tinggi.

Contoh lain yang pernah saya temui dalam suatu


perusahaan: perusahaan tersebut menginginkan
customer servicenya mampu menganalisa data dengan

71
tools manjemen seperti analisa SWOT, mampu menang dan sukses. Untuk menjadi tim pemenang dan
memberikan training di kantornya, menjadi sekretaris, sukses, maka tim tersebut harus:
mengurusi rumah tangga perusahaan dan lain 1. Memiliki tujuan bersama yang jelas
sebagainya. Dengan tuntutan pekerjaan yang begitu 2. Memiliki peran utama yang jelas bagi masing-
banyak, tetapi perusahaan hanya menginginkan orang masing anggota.
yang menduduki posisi tersebut satu orang dan 3. Saling memperkuat antara yang satu dengan yang
lulusannya pun tidak perlu tinggi-tinggi asalkan gajinya lain. Peran utama tetap dilakukan dengan baik,
murah. tetapi ia juga harus dapat membantu rekannya
yang lemah atau sedang kesulitan (meskipun hal
Meski demikian, seringkali para pekerja sudah “given” tersebut bukan peran utamanya).
di dalam suatu organisasi. Tugas supervisorlah untuk 4. Ada komunikasi yang terbuka. Jika terjadi
mulai membangun timnya dari orang-orang yang sudah masalah jangan ditutup-tutupi. Jika ada informasi
ada di tempat tersebut. Untuk itu, langkah-langkah yang penting segera diinformasikan.
perlu dilakukan untuk membangun sebuah tim yang 5. Ada koordinasi dan ada yang
baik adalah: mengkoordinasikan. Kepanikan dalam suatu tim
1. Lakukanlah pendekatan personal sering terjadi karena tidak ada koordinasi dan
2. Pahami nilai-nilai, karakter, harapan dan yang mengkoordinasikan. Semua ingin bicara,
keinginan masing-masing anggota Anda mendominasi dan ingin pendapatnya didengar,
3. Sampaikan (komunikasikan) dengan baik tentang tetapi sayangnya tidak ada yang ingin
tujuan-tujuan yang ingin dicapai mendengarkan.
4. Mintalah pendapat dan saran-saran mereka 6. Ada kepercayaan (trust) antara satu dengan
dengan bertanya dan mendengarkan dengan baik lainnya. Untuk dapat dipercaya, maka masing-
5. Bantulah mereka berkembang di bidang mana masing anggota harus dapat membuat dirinya
mereka perlu dibantu memang layak untuk dipercaya. Adakah yang
6. Ciptakan dan bangunlah komitmen bersama lebih penting dan berharga dalam hubungan
interpersonal jika tidak ada trust?
Meskipun Anda telah berhasil membangun sebuah tim, 7. Merayakan kemenangan-kemenangan (sekecil
tidak berarti tim Anda pasti menjadi tim yang akan apapun itu). Dengan merayakannya seluruh

72
anggota tim akan melihat adanya apresiasi atas tim yang tidak pernah menang dalam setiap
upaya-upaya yang telah dilakukan. pertandingan, guru olah raganya terancam akan dipecat.
8. Tingkatkan tujuan/sasaran yang lebih menantang. Sementara itu, guru olah raga sekolah tersebut juga
Jika tidak, maka pekejaan akan menjadi rutinitas, memiliki segudang permasalahan keluarganya. Di sisi
membosankan dan akhirnya menurunkan lain, para murid yang menjadi anggota tim juga tidak
motivasi dan kinerja tim. sepenuhnya serius untuk menjadi tim pemenang. Begitu
pula para orang tua murid yang memandang pesimis
Ada kalanya, mungkin tim Anda gagal, lalu apa yang dan sinis dengan guru olah raga tersebut.
perlu dilakukan? Ketika tim Anda gagal, maka jika tidak
segera ditangani dengan baik akan berdampak buruk Dengan menjalankan langkah-langkah kelima di atas,
bagi semangat dan kinerja tim Anda selanjutnya. Oleh akhirnya tim tersebut mampu memenangkan berbagai
karena itu, ketika tim Anda gagal, yang perlu Anda pertandingan dan bahkan mampu mengalahkan salah
lakukan adalah: satu tim yang selama ini ditakuti dan merupakan tim
1. Jangan terlalu cepat emosi dan menyalahkan atau yang tidak pernah terkalahkan.
mencari-cari kesalahan orang lain.
2. Jangan larut untuk menyalahkan diri sendiri
3. Lihatlah permasalahannya dengan perspektif
yang benar dan objektif
4. Lebih baik memikirkan ide-ide pemecahan
masalahnya daripada mencari-cari siapa yang
salah.
5. Segera bangun kembali semangat/motivasi tim
Anda.

Film “Facing the Giant” sangat relevan dan menarik


untuk diperhatikan tentang bagaimana membangun dan
membuat the winning team. Ketika tim football salah satu
sekolah yang diceritakan dalam film tersebut merupakan

73
SEKILAS FOTO AKTIVITAS PENULIS

Ketika memberikan training untuk Bank Niaga


Ketika memberikan training untuk TPL Porsea

Ketika memberikan training untuk LP Display Ketika memberikan training untuk Toyota
Indonesia Astra Motor

74
Ketika memberikan training untuk RSUP DR Ketika memberikan Outbound untuk WUK
SARDJITO YOGYAKARTA Gramedia

Ketika memberikan Outbound untuk Ketika memberikan Outbound untuk Radio


Abadinusa Sonora

75
SUMBER INSPIRATOR Media Komputindo, 2005

Aleinikov, Andrei. G. Mega Kreativitas. Penerbit Maxwell, Jhon. C. Mengembangkan Kepemimpinan di


Karisma Publishing Group, 2005 Sekitar Anda. Penerbit Mitra Media, 2001

Collins, Jim. Good To Great. Penerbit Karisma Publishing Maxwell, Jhon. C. Laws of Teamwork. Penerbit
Groups, 2004 Interaksara, 2002

Emoto, Masaru. The True Power of Water. Penerbit MQ O’Toole, James. Leadership A to Z. Penerbit Erlangga, 2003
Publishing, 2006
Radio SMART FM Jakarta
Executive coaching playing a crucially important role in
UK Business, survey finds. The Journal of Robbins, Anthony. A Waken The Giant Within. Penerbit
Management Development Year: 2001 Volume:20 Karisma Publishing Group, 2006
Number: 5 Page: 1. http://www.right.com
R. Covey, Stephen. The 7th Habit. Penerbit Binarupa
Gates, Bill. “Business @ The Speed of Thought” Aksara, 1997
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2001
R. Covey, Stephen. Principle Centred Leadership. Penerbit
Binarupa Aksara, Jakarta 1997
Goleman, Daniel. Emotional Intelligence. Penerbit
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2002 R. Covey, Stephen. The 8th Habit. Penerbit Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta, 2005
Hersey, Paul & Blanchard, Kenneth. H. Management of
Organizational Behaviour: Science and Behaviour Stoltz, Paul.G. Adversity Quotient. Penerbit Gramedia
Books, 1983, sixt edition Widiasarana, Jakarta, 2000

Hogan, Kevin. The Science of Influence. Penerbit PT Elex Tracy, Brian. Getting Rich Your Own Way. Penerbit PT

76
Elex Media Komputindo, 2005

Tracy, Brian. Create Your Own Future. Penerbit PT Elex


Media Komputindo, 2006

Trump, Donald. J. Trump How to Get Rich. Penerbit


Mitra Media, 2007

Waringin, Tung Desem. Financial Revolution. Penerbit PT


Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 2005

Ziglar, Zig. Better Than Good. Penerbit Metanoia


Publishing, 2007

77