Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN AKHIR

KULIAH KERJA LAPANGAN


LEMBAGA PEMERINTAH KELURAHAN GEDANGAN DAN UMKM
BENGOK CRAFT

Disusun oleh :
Amanda Maura Istighfara
63020180049

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SALATIGA
2021
ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan
karunia-Nya kegiatan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) hingga penyusunan laporan
kegiatan KKL ini dapat terselesaikan dengan baik dan tepat waktu sesuai yang
telah ditentukan. Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada
pihak-pihak yang telah banyak membantu dalam pelaksanaan dan penyusunan
laporan kegiatan KKL ini, di antaranya adalah:

1. Dr. Anton Bawono, S.E., M.S.I. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Salatiga.

2. Qi Mangku Bahjatullah, LC., M.S.I selaku Ketua Jurusan S1 Ekonomi


Syariah Institut Agama Islam Negeri Salatiga.

3. Emy Widyastuti, M.E. selaku pembimbing pelaksanaan kegiatan


KKL.

4. Serta pihak-pihak lain yang telah membantu dari pelaksanaan KKL


hingga tersusunnya laporan ini.

Laporan KKL ini saya susun berdasarkan apa yang telah dijalankan selama
melaksanakan KKL di Kantor Kepala Desa Gedangan dan UMKM Bengok Craft
pada tanggal 6 April 2021 dan 7 April 2021

Dalam penyusunan laporan ini, saya menyadari masih banyak kekurangan


baik dari segi susunan serta penulisan laporan ini, oleh karenanya kritik dan saran
yang bersifat membangun demi kesempurnan laporan ini sangat kami harapkan.
Akhirnya, semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca pada
umumnya dan juga bermanfat bagi penyusun pada khususnya.

Salatiga,12 April 2021

Penulis

iii
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN.................................................................................ii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iv
BAB I.......................................................................................................................1
PENDAHULUAN...................................................................................................1
A. Latar Belakang..............................................................................................1
B. Tujuan...........................................................................................................2
C. Manfaat.........................................................................................................2
BAB II......................................................................................................................4
PELAKSANAAN KULIAH KERJA LAPANGAN...............................................4
A. Hasil Observasi dan Audiensi di Bengok Craft Tuntang..............................4
1. Profil Lembaga..........................................................................................4
2. Administrasi Lembaga..............................................................................5
3. Proses Kinerja Lembaga............................................................................6
4. Sarana Prasarana Lembaga........................................................................7
5. Kendala dan Persoalan Lembaga..............................................................8
6. Program Pemerintah yang dirasakan langsung dalam Upaya
Pengembangan BUMDES/UMKM..................................................................8
B. Hasil Observasi dan Audiensi di Kelurahan Gedangan................................9
1. Profil Lembaga..........................................................................................9
2. Administrasi Lembaga............................................................................11
3. Proses Kinerja Lembaga.............................................................................15
4. Sarana dan Prasarana Lembaga...............................................................15
5. Kendala dan Persoalan Lembaga............................................................18
6. Peran Lembaga dalam Mengentas Kemiskinan di Daerah......................18
C. Analisis........................................................................................................19
BAB III..................................................................................................................22
PENUTUP..............................................................................................................22
A. Kesimpulan.................................................................................................22
B. Saran............................................................................................................22
LAMPIRAN...........................................................................................................24

iv
Kunjungan di Bengok Craft...................................................................................24
Kunjungan di Kelurahan Gedangan.......................................................................25

v
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) adalah salah satu mata kuliah praktikum
yang wajib diikuti oleh mahasiswa. Kuliah Kerja Lapangan (KKL) merupakan
rangkaian kegiatan perkuliahan untuk meningkatkan kompetisi dalam dunia kerja
dan bisnis yang berkualitas dan mampu besaing di era global serta siap terjun di
masyarakat dan waktu pelaksanaannya dilakukan setiap tahunnya bagi mahasiswa
tingkat akhir di semester VI dengan bobot 4 SKS, dan tentunya setiap mahasiswa
diwajibkan untuk melaksanakan serta membuat Laporan Kuliah Kerja Lapangan
(KKL). Selain pengalaman yang didapat sangat bermanfaat bagi para mahasiswa,
Kuliah Kerja Lapangan itu sendiri menjadi tolok ukur bagi IAIN Salatiga dalam
melihat etos kerja yang dimiliki oleh setiap mahasiswa.

Pada tahun ini dan bertepatan dengan Pandemi COVID-19, maka lokasi
Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam di fokuskan
ke lokasi yang dekat dengan tempat tinggal mahasiswa hal ini di lakukan guna
sebagai upaya pencegahan penyebaran COVID-19. Lokasi KKL yang saya
laksanakan berada di Kantor Kepala Desa Gedangan dan UMKM Bengok craft.
Pemilihan tempat ini mengacu dengan kompetisi KKL Ekonomi Syariah dengan
CPL (Capaian Pembelajaran Lulusan) Progam Studi Ekonomi Syariah tentang
Pengembangan Potensi Ekonomi Daerah, Kebijakan Ekonomi Publik,
Pengentasan Kemiskinan Desa, Pengembangan UMKM, dan Pemberdayaan
Ekonomi Masyarakat.

Gedangan adalah merupakan sebuah nama salah satu desa yang terletak


di kecamatan Tuntang, kabupaten Semarang. Desa Gedangan terletak di tengah-
tengah kawasan kaki gunung Merbabu dan daerah sekitaran Rawa Pening,
sehingga Gedangan mempunyai daerah perkebuna, kehutanan dan persawahan.
Desa Gedangan wilayah topografinya 500 m diatas permukaan laut dan beriklim

1
tropis bersuhu kisaran 20ºC – 30 ºC sehingga menjadikan Desa Gedangan wilayah
yang sejuk, dan cocok dijadikan tempat persinggahan.

Bengok Craft sendiri merupakan usaha kerakyatan berbasis pemberdayaan


masyarakat melalui pengembangan pengolahan enceng gondok menjadi aneka
kerajinan dan merupakan lembaga bisnis yang sudah sangat berkembang. Maka
membuat saya tertarik untuk melakukan KKL di tempat ini.

Maka dari itu dengan adanya KKL ini, diharapkan mahasiswa dapat
mendapatkan ilmu yang sesuai dengan Kompetisi KKL Ekonomi Syariah serta
dapat menerapkan teori yang telah dipelajari di bangku perkuliahan dan
mengimplementasikannya ke dalam dunia kerja dan masyarakat yang sesuai
dengan ilmu yang telah dimiliki.

B. Tujuan
Tujuan pelaksanaan KKL ialah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui profil dari lembaga, administrasi lembaga, tupoksi


dan kinerja, sarana dan prasarana lembaga, serta kendala dan
persoalan Kantor Kepala Des Gedangan dan UMKM Bengok Craft.
2. Sebagai alat untuk menjembatani kesenjangan antara teori yang
diperoleh di perkuliahaan dengan praktik di lapangan.
3. Membekali mahasiswa pengetahuan praktis yang bersifat informatif
maupun komparatif yang berkaitan dengan perbankan dan bisnis di
Indonesia, khususnya dari segi kontribusi dan peran kajian lembaga
keuangan dan bisnis.
4. Sebagai wahana pelatihan bagi mahasiswa untuk mempelajari dan
menganalisis masalah-masalah perekonomian serta bisnis di
Indonesia.

C. Manfaat
Manfaat pelaksanaan KKL ialah sebagai berikut :

2
1. Mahasiswa memahami kedudukan Kantor Kepala Desa Gedangan dan
UMKM Bengok Craft.

2. Mahasiswa bisa mengamati langsung profil Kantor Kepala Desa


Gedangan dan UMKM Bengok Craft.

3. Mahasiswa mampu memahami tugas pokok dan fungsi Kantor Kepala


Desa Gedangan dan UMKM Bengok Craft.

4. Mahasiswa memahami alur kerja dan kinerja Kantor Kepala Desa


Gedangan dan UMKM Bengok Craft.

5. Mahasiswa memahami kendala-kendala yang dihadapi oleh Kantor


Kepala Desa Gedangan dan UMKM Bengok Craft.

6. Mahasiswa dapat melakukan analisis terhadap kinerja Kantor Kepala


Desa Gedangan dan UMKM Bengok Craft.

D. Jadwal Kegiatan

JADWAL KEGIATAN KULIAH KERJA LAPANGAN (KKL)


KANTOR KEPALA DESA GEDANGAN DAN UMKM BENGOK
CRAFT

Tanggal TEMPAT KUNJUNGAN WAKTU Keterangan


Selasa,06-04- Lapangan dan Galeri
Bengok Craft 10.00 – 16.00
2021 Bengok Craft
Rabu,08-04- Kantor Kepala Desa
Kelurahan Gedangan 10.00 - 13.00
2021 Gedangan

3
BAB II

PELAKSANAAN KULIAH KERJA LAPANGAN

A. Hasil Observasi dan Audiensi di Bengok Craft Tuntang


Pelaksanaan Kuliah kerja lapangan (KKL) di Bengok Craft dilaksanakan
pada:

Hari/tanggal : 06 April 2021

Tempat : Galeri Bengok Craft

Alamat : Sejambu, RT 02/RW 05, Kesongo, Tuntang, Kabupaten


Semarang, Jawa Tengah, 50773

Penyampaian materi disampaikan langsung oleh Firman Setyaji selaku


pendiri dan pemilik Bengok Craft dengan materi yang disampaikan yaitu
seputar profil Bengok Craft, sejarah berdirinya Bengok Craft, Proses Kinerja
Bengok Craft, dan juga permasalahan-permasalahan apa saja yang dihadapi
beliau dalam menjalankan perusahaanya.

1. Profil Lembaga
Bengok Craft merupakan merupakan usaha kerakyatan berbasis
pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan pengolahan enceng
gondok menjadi aneka kerajinan. Bengok craft hadir untuk membantu
mnegatasi masalah lingkungan dengan mengelola tanaman liar eceng
gondok yang dapat merusak ekosistem menjadi aneka kerajinan seperti
sandal, totebag, atau gelang. Sesuai dengan misinya, Bengok Craft
memberdayakan mesyarakat di Desa Kesongo, Kabupaten Semarang, Jawa
Tengah, untuk meningkatkan taraf hidup melalui pengolahan eceng gondok
menjadi berbagai kerajinan.

Bengok Craft didirikan oleh Firman Setyaji pada 5 Januari 2019


dengan status usaha mikro. Usaha ini memiliki satu kantor pusat di Tuntang,

4
Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dan 5 Lokasi operasi yang tersebar di
pesisir Rawa Pening, Kesongo, Cikal, Kelurahan Tuntang, dan Banyubiru.
Bengok Craft memasarkan produknya melalui online store, pameran, dan
took oleh-oleh. Pemilihan nama local enceng gondok bagi masyarakat
setempat.

Perlahan tapi pasti usaha ini terus berkembang. Pemasaran melalui


media sosial, marketplace, dan renponsif berbahasa inggris untuk pemasaran
luar negeri. Seiring dengan perkembangannya, Bengok Craft menyediakan
produk Fashion untuk masyarakat dunia seperti tas, topi, keranjang, apron,
jaket dan sendal. Selain itu, Bengok Craft juga menyediakan merchandise
berupa casing hp, buku, gelang, dan ganci. Beragam kalangan mulai dari
anak-anak, remaja, hingga dewasa sudah menjadi konsumen dari Bengok
Craft yang tidak hanya dari Salatiga saja, namun juga luar kota, pulau dan
bahkan luar Negeri.

Bengok Craft memberikan harga yang kompetitif dengan garansi


kualitas dan ketepatan waktu serta didukung dengan tenaga kerja yang
berpengalaman dibidangnya. Karena itulah Bengok Craft menjadi partner
yang tepat untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

2. Administrasi Lembaga
a. Struktur organisasi Bengok Craft

Bengok Craft

Firman Setyaji Astaria Eka Santi


Founder & Bussines Developtment
Production Marketing Management
Management

Tim Tim Tim


Pengrajin Penjahit Marketing

5
b. Visi dan misi Bengok Craft.

 Visi

Menjadi Sentral Usaha Kerajinan Tangan Enceng gondok ynag


berkesinambungan dengan turut memberdayakan masyarakat
lokal

 Sedangkan misi Bengok Craft, yaitu;

1. Mengolah enceng gondok untuk menghasilkan berbagai


barang kerajinan

2. Membuka lebih banyak ruang hidup dan bekerja dengan


orang local

3. Proses Kinerja Lembaga


Sebelum adanya Bengok Craft, para pencari enceng gondok hanya
menerima upah yang sangat rendah atas hasil kerjanya. Namun, setelah
hadirnya Bengok Craft, pemanfaatan tumbuhan ini menjadi jauh lebih
kreatif dan bernilai jual tinggi karena diolah menjadi hasil kerajinan tangan
yang menguntungkan. Hal ini menunjukkan adanya perubahan positif
dengan adanya Bengok Craft ini.

Mencari enceng gondok sendiri diharuskan masuk ke tengah rawa dan


tentunya beresiko tinggi terhadap keselamatan pekerja. Apalagi jika di rawa
tersebut sedang banyak rumput-rumput tinggi yang menghambat pekerja
untuk mengambil enceng gondok. Dengan segala resiko dan hambatan
tersebut para pencari enceng gondok ini hanya dihargai Rp. 4500- Rp. 5000
per kilogram untuk harga kering. Dalam sehari 1 orang dapat
mengumpulkan 40 kilogram enceng basah yang kemudian dikeringkan
menjadi hanya 6 kilogram enceng kering.

Proses pembuatan barang semua dilakukan di rumah pengrajin masing-


masing yang nantinya akan dikepul oleh owner Bengok Craft jika barang

6
sudah selesai. Pada saat pengepulan owner juga sekaligus langsung
membayar barang yang dibuat oleh pengrajin. Sistem usaha yang diterapkan
mengacu pada pembagian omset yang dialokasikan 30% untuk biaya jasa,
30% untuk alat dan bahan, 30% untuk profit dan pengembangan, serta 10%
untuk sosial kemasyarakatan.

Untuk pengembangan usaha sendiri Bengok Craft melakukan kolaborasi


dengan beberapa pihak seperti :

1. Pengusaha sendiri
Memanage internal dan external.
2. Masyarakat
Bagiamana usaha tersebut dapat berdampak baik bagi masyarakat karna
nantinya masyarakat akan turut mengembangkan usaha yang dirintis
3. Pemerintah
Baik local sampai Nasional, Bengok Craft sendiri lebih focus terhadap
pemerintah provinsi.
4. Akademisi
Seperti karyawan atau mahasiswa-mahasiswa, Bengok Craft membuka
ruang untuk riset di Bengok Craft untuk pengembangan usaha
5. Media, baik cetak maupun elektronik

4. Sarana Prasarana Lembaga


a. Alat Pres

Disini karena kerajinan tangan jadi tidak memerlukan banyak alat


untuk digunakan jadi yang paling utama yang digunakan adalah alat
pres untuk memipihkan enceng gondok supaya mudah untukl
dibentuk.

b. Etalase

7
Disini ada beberapa jumlah etalase yang berguna untuk menyimpan
beberapa produk yang sudah selesai dan produk untuk siap
didistribusikan, disimpan dulu supaya terhindar dari debu.

c. Peralatan Produksi

Disini Bengok Craft menggunakan beberapa alat seperti Gunting


untuk mengguntik enceng gondok, Lem untuk merekatkan enceng
gondok, kemudian ada pernak pernik sebagai penghias produk.

5. Kendala dan Persoalan Lembaga


Ada beberapa kendala yang dihadapi Bengok Craft, seperti :

a. Kelebihan stok barang dikarenakan pengrajin terlalu cepat


menyelesaikan barang dan juga kebutuhan pasar menurun.

b. Kekurangan stok barang dikarenakan kebutuhan pasar meningkat.

Saran untuk menghadapi persoalan UKM Bengok Craft :

a. Meningkatkan marketing di semua marketplace juga mengikuti


event-event atau pameran agar stok segera terjual.

b. Meningkatkan produksi barang sesuai dengan kebutuhan pasar


agar tidak kekurangan stok.

6. Program Pemerintah yang dirasakan langsung dalam Upaya


Pengembangan BUMDES/UMKM
Peran Pemerintah dalam pengembangan UMKM Bengok Craft antara lain
adalah

1. Skala Usaha, yaitu menjembatani antara UKM dengan usaha-usaha


yang sudah besar supaya ukm bisa masuk ke perusahaan besar.

2. Ketika Bengok Craft mengalami kesulitan Produksi Pemerintah


Menyediakan support dengan mengadakan pelatihan kepada
pengrajin supaya pengrajin terakomodir.

3. Support Pemdes.

8
B. Hasil Observasi dan Audiensi di Kelurahan Gedangan
Pelaksanaan Kuliah kerja lapangan (KKL) di Bengok Craft dilaksanakan
pada:

Hari/tanggal : Rabu, 07 April 2021

Tempat : Kantor Kepala Desa Gedangan

Alamat : Jl. Salatiga – Banyubiru Desa Gedangan Kec. Tuntang


Kab. Semarang Jawa Tengah 50773

Penyampaian materi disampaikan langsung oleh Bapak Hamdani selaku


Ketua Bidang Pemerintahan dengan materi yang disampaikan yaitu
seputar profil, proses kinerja, dan juga permasalahan-permasalahan apa
saja yang dihadapi di Kelurahan Desa Gedangan.

1. Profil Lembaga
Kelurahan merupakan wilayah administrasi yang ada di wilayah
kecamatan yang dipimpin oleh seorang Lurah, kedudukan kelurahan
dalam system pemerintahan daerah di Indonesia menurut Undang-
Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah adalah
sebagai perangkat daerah Kabupaten/Kota, seperti diatur dengan jelas
pada pasal 120 ayat (2) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004
Tentang Pemerintahan Daerah, yang menyatakan bahwa: “Perangkat
daerah kabupaten/kota terdiri dari secretariat daerah, secretariat
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Dinas Daerah, Lembaga Teknis
Daerah, Kecamatan dan Kelurahan.

Gedangan merupakan sebuah nama salah satu desa yang terletak di


kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. Desa gedangan terletak di
tengah-tengah Kawasan kaki gunung Merbabu dan daerah sekitaran
Rawa Pening, sehingga Gedangan mempunyai daerah perkebunan,

9
kehutanan dan persawahan. Desa Gedangan wilayah topografinya 500
m diatas permukaan laut dan beriklim tropis bersuhu kisaran 20ºC -
30ºC sehingga menjadikan Desa Gedangan wilayah yang sejuk, dan
cocok dijadikan tempat persinggahan. Letak geografis desa Gedangan
di koordinat 110.4625” bujur Timut dan -7.332383” Lintang Selatan,
dengan luas wilayah 267,707 Ha. Batas Wilayah Desa Gedangan
sebelah Barat adalah desa Kalibeji dan desa Rowosari, sebelah selatan
desa Polobogo, sebelah utara desa Sraten, dan sebelah timur
berbatasan dengan wilayah Kota Salatiga, sehingga warga Gedangan
sering menyebutnya sebagai bagian dari Wilayah Kota Salatiga.

Kantor Kepala Desa Gedangan beralamatkan di Jl. Salatiga –


Banyubiru Desa Gedangan Kec. Tuntang Kab. Semarang Jawa
Tengah 50773. Desa Gedangan terbagi menjadi 7 dusun yaitu,
Bandungan, Jaten, Bendo, Dempel, Karangnongko, Gedangan, dan
Pandaan.

Pada masa penjajahan Belanda banyak para bangsawan yang


menjadi Pejabat di Keraton Solo beserta prajuritnya melarikan diri
karena tidak berkenan dengan kebijakan pihak Belanda, termasuk
Wijaya Kusuma dan Wicitra Kusuma. Mereka lari tanpa tujuan yang
pasti melewati banyak daerah dengan beraneka ragam situasi, namun
mereka belum juga menemukan daerah yang dirasa aman hingga
sampailah mereka ke sebuah daerah tidak bertuan yang sangat subur
dan daerah tersebut banyak ditumbuhi pohon Pisang atau dalam
Bahasa jawa disebut Gedang. Mereka memutuskan untuk menetap
didaerah tersebut dengan mata pencaharian bercocok tanam dan
mereka semua semua merasa nyaman. Semakin lama daerah tersebut
menjadi berkembang. Dan sesuai perkembangan jaman maka daerah
tersebut dipanggil dengan sebutan Gedangan.

10
Namun dalam versi lain ada sesepuh yang menyatakan bahwa
Wijaya Kusma dan Wicitra Kusuma beserta anak buahnya lari dari
wilayah Keraton Solo karena dikejar Pasukan Belanda dalam sebuah
pertempuran. Mereka melarikan diri tanpa arah dan tujuan hingga
mereka hamper tersusul oleh pasukan Belanda. Karena kalah dalam
jumlah dan persenjataan Wijaya Kusuma, Wicitra Kusuma dan
prajuritnya bersembunyi di daerah yang penuh dengan Pohon Pisang
atau Gedang, setelah Belanda pergi dan keadaan dirasa aman mereka
memutuskan menetap di daerah tersebut dan untuk mengenang tempat
persembunyian mereka dari kejaran pasukan Belanda tersebut mereka
menanamkan daerah tempat tinggal mereka yang penuh dengan pohon
pisang atau Gedang dengan nama Gedangan. Setelah meninggal
Wijaya Kusuma dimakamkan di pemakaman kecil sedangkan Wicitra
Kusuma di makamkan di pemakaman Gede. Setelah Indonesia
merdeka daerah Gedangan sudah mulai ada pemerintahan desa dengan
lurah Nyai Samban seorang wanita. Pada masa pemerintahan lurah
Sumarno setelah Nyai Samban wafat ada peraturan yang menyatakan
jumlah minimal penduduk dalam satu desa, kemudian diadakan
penggabungan dengan dusun Bandongan, sebuah dusun yang
bersebelahan dengan Gedangan. Untuk nama desa kemudian diundi
antara nama Bandungan dan Gedangan, dan yang keluar adalah nama
Gedangan. Sejak saat itu Gedangan sah menjadi nama desa yang
hingga sekarang sudah berkembang dengan pesat.

2. Administrasi Lembaga
1) Struktur Lembaga

11
a. Musyawarah Desa : forum tertinggi Desa dilaksanakan minimal satu tahun
satu kali diikuti Pemdes, BPD, LKMD, RT, RW, LINMAS,
KARANGTARUNA dan Lembaga Kemasyarakatan.
b. Pemerintah Desa : dipimpin Kepala Desa
a) Kepala Desa dibantu Sekretaris Desa, Bendahara dan 3 orang
Kepala Urusan (Kaur), 2 Kepala Staf Administrasi (KASI)
b) Kepala Desa dibantu 7 orang Kepala Dusun, 7 Orang Ketua RW
dan 38 orang Ketua RT
c) Kepala Desa dibantu 100 orang Petugas Desa (seperti petugas
keagamaan, keamanan, pertanian dll.)

c. Badan Permusyawaratan Desa : beranggotakan 11 orang BPD

2) Visi dan Misi

VISI :

DALAM KEBERSAMAAN MEMBANGUN MASYARAKAT


DESA GEDANGAN SEUTUHNYA.

Nilai-nilai yang melandasi VISI:

12
 Desa Gedangan mempunyai sumber daya yang ada cukup
memadai, hanya saja penanganannya kurang maksimal.

 Sebagian besar warga adalah petani dan Buruh Industri,


jadi mereka merupakan potensi desa yang tak ternilai
harganya.

Makna yang Terkandung dalam VISI :

 Kebersamaan : Dalam melaksanakan semua kegiatan yang


telah diprogramkan selalu dilakukan dengan melibatkan
semua unsur masyrakat yang ada di desa Gedangan

 Membangun : mengadakan sesuatu yang sebelumnya tidak


ada, melestarikan, merawat dan membuat sesuatu menjadi
semakin baik.

 Masyarakat : Sekelompok orang atau warga yang ada di


suatu daerah yang menjadi salah satu unsur adanya suatu
desa.

 Desa Gedangan : Adalah satu kesatuan masyarakat hukum


dengan segala potensinya dalam system pemerintahan di
wilayah Desa Gedangan.

 Seutuhnya : Keseluruhan dari aspek yang ada dengan tidak


meninggalkan unsur manapun.

MISI :

Bidang Pemerintahan

 Bersama Lembaga Desa Melakukan Evaluasi Program Pemerintah


Desa Setiap Bulan

 Memberikan Kemudahan Kepada Masyarakat Dalam Setiap


Pelayanan

13
 Tertib Administrasi

 Peningkatan Sumber Daya Manusia

Bidang Pertanian Dan Peternakan

 Pemberdayaan Kelompok Tani

 Pengadaan Sarana Dan Prasarana Pertanian

 Perawatan Sarana Dan Prasarana Irigasi

 Mengikutsertakan Warga Dalam Pelattihan

Bidang Ekonomi

 Peningkatan Pengembangan Lembaga Keuangan Desa

 Peningkatan Dan Pemberdayaan Koperasi

 Pembinaan Industri Kecil

Bidang Pendidikan

 Memberikan Dorongan Moril Dan Materiil Dalam Pengembangan


Pendidikan  Swasta

Bidang Agama

 Menjaga Sinergis Kerukunan Umat Beragama

 Memberikan Kebebasan Umat Beragama Dalam Menjalankan


Ibadah Sesuai Denan Agamanya

Bidang Sosial

 Meningkatkan Kepedulian Terhadap Warga Dalam Segala Kondisi

Bidang Seni Budaya

14
 Memberikan Dukungan Untuk Pelestarian Kesenian Daerah

 Memberikan Dukungan Terhadap Pelaksanaan Adat Desa

Pembangunan Fisik

 Melaksanakan Pembangunan Sesuai Rpjmdes

3. Proses Kinerja Lembaga


Desa Gedangan telah mengaplikasikan Pelayanan Desa Online
menggunakan aplikasi SMARD (Sistem Informasi Manajemen Administrasi
Desa) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Semarang,
untuk keperluan pelayanan administrasi desa. Layanan ini bertujuan untuk:

 Meningkatkan kelancaran pelayanan ADMINDUK kepada


masyarakat di desa

 Layanan ini diperlukan untuk Sistim Informasi Desa yang


terintegrasi online dengan Sistim Informasi Administraso
Kependudukan (SIAK)

 Menunjang terwujudnya visi misi Dinas Kependudukan dan


Pencatatan Sipil Kabupaten Semarang yaitu terciptanya tertib
administrasi kependudukan dengan pelayanan prima.

 Membantu petugas registrasi desa dalam memperlancar


pengoprasian pelayanan tugas keseharian di desa.

4. Sarana dan Prasarana Lembaga


Kantor Kepala Desa Gedangan memiliki sarana dan prasarana seperti :

No Nama Sarana dan Prasarana Lembaga Jumlah

1 Kantor Desa 1

2 Gedung SLTP 1

3 Gedung SD 2

15
4 Gedung MI 1

5 Gedung TK 2

6 Masjis 7

7 Mushola 15

8 Pasar Desa 1

9 Polindes 1

10 Poskamling 7

11 Jembatan 7

12 Gedung TPQ 5

13 Gedung PAUD 1

14 Panti Asuhan 1

15 Gedung Serba Guna 1

16 Ponodk Pesantren 1

17 Puskesmas 1

18 Jalan Kabupaten 1

19 Jalan Desa 12

20 Lapangan Sepak Bola 1

21 Lapangan Desa 1

22 Lapangan Volley 3

23 Pemandian Umum 13

Desa Gedangan juga memiliki Sarana dan Prasarana Tempat Ibadah, seperti :

N Nama Alamat Pengelola Luas Ket


O

Tana Banguna
h n (m2)

1 DARUSSALA Bandungan KH. 320 252 Mushol


M RT.02/RW.0 MUHAMA

16
1 D ZUHDI a

2 ATTABIL Bandungan M. 54 40 Mushol


MUTADIM RT.01/RW.0 KHODRI a
1

3 ATTAQWA Bandungan H. 198 70 Mushol


RT.03/RW.0 MUSLICH a
1 IBRAHIM

4 AL-FALAQ Bandungan ISNANTO 63 48 Mushol


RT.04/RW.0 a
1

5 AL-IKHLAS Bandungan UDIYANT 48 35 Mushol


RT.05/RW.0 O a
1

6 WIROKARSO Bandungan H. 63 48 Mushol


RT.06/RW.0 MUHLASI a
1 N

7 ATTAQWA Jaten, ROHANI 1500 300 Masjid


RT.01/RW.0
2

8 AL-HIKMAH Jaten, MUTASIM 100 80 Mushol


RT.02/RW.0 a
2

9 AINUL Jaten, HARIYADI 75 75 Mushol


YAKIN RT.04/RW.0 a
2

5. Kendala dan Persoalan Lembaga


Kendala dan Persoalan Lembaga kantor Kelurahan Gedangan antara lain:

17
a. Kurangnya jumlah pegawai yang bekerja di Kelurahan Gedangan,
sehingga dengan sedikitnya pegawai menyebabkan proses pelayanan di
Kantor Kelurahan Gedangan sedikit Terhambat.

b. Dalam proses kinerja, pegawai kelurahan memiliki latar belakang


Pendidikan yang tidak sesuai dengan jobdisk yang dikerjakan di
Kelurahan Gedangan.

c. Para pegawai yang sudah berumur rata-rata masih buta teknologi sehingga
menghambat dalam proses kinerja yang memerlukan teknologi seperti
computer dll

d. Keterbatasan anggaran menjadi salah satu permasalahan yang


menyebabkan kurangnya inovasi kegiatan pelayanan yang dilaksanakan
dan kurangnya pengadaan dan peremajaan sarana prasarana yang
dibutuhkan untuk pelayanan.

6. Peran Lembaga dalam Mengentas Kemiskinan di Daerah


Di Desa Gedangan, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang,
misalnya, kegiatan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) belum
memanfaatkan teknologi secara maksimal untuk membantu Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih Go-Digital. Maka dari itu
diperlukan sebuah sistem berbasis Web untuk membantu perekonomian
Desa Gedangan, salah satunya melalui sistem yang bernama Creatison.id.

Sistem Creatison.id yang digunakan ini mempunyai banyak fitur, salah


satunya merupakan layanan belanja online yang dapat membantu
masyarakat dalam berkegiatan jual beli secara mudah. Selain
itu, Creatison.id juga memfasilitasi para UMKM di Desa Gedangan untuk
dapat mengelola dan mengembangkan usahanya agar bisa menjangkau pasar
secara luas melalui digitalisasi. 

18
Hingga saat ini, sistem Creatison.id baru bisa diakses melalui Web.
Meskipun demikian, warga Desa Gedangan sendiri sangat antusias dan
berharap dapat terbantu dengan adanya sistem tersebut. 

Founder Creatison.id, Sony Ramadhan, menyatakan


bahwa platform yang baru diluncurkan di awal  tahun 2021 ini dibuka
dengan motivasi penyelamatan bisnis UMKM di Indonesia, salah satunya
untuk UMKM di Desa Gedangan agar memiliki bisnis yang Go-Digital. 

Dalam hal ini, Kepala Desa Gedangan, Bapak Daroji sangat mendukung
penuh dengan adanya digitalisasi untuk para UMKM dan Bumdes
Gedangan. Beliau berharap dengan adanya inovasi ini, dapat membantu
masyarakat agar lebih unggul dalam bidang penjualan digital sehingga
perekonomian Desa Gedangan akan semakin meningkat.

C. Analisis
1. Analisis di UMKM Kerajinan Enceng Gondok “Bengok Craft”

a) Strength (Kekuatan)
 Memberikan lapangan pekerjaan bagi warga sekitar terutama
pengepul enceng gondok.
 Meningkatkan perekonomian di Kota Salatiga
b) Weaknesses (Kelemahan)
 Proses pembuatan yang cukup lama dan cuaca sebagai pengaruh
utama.
 Market Place disini karena tidak semua kalangan menganggap
produk enceng gondok itu bagus dan berfungsi dengan baik.
c) Opportunity (Peluang)
 Masyarakat dengan adanya sosialisasi pasti akan membeli produk
karena adanya informasi tentang ini masyarakat akan tertarik untuk
membeli bahkan untuk menjual kembali.
d) Threat (Ancaman)
 Ketika memasuki cuaca hujan memperlambat proses pembuatan.

19
 Tidak semua kalangan menyukai produk dari enceng gondok.
 Adanya competitor atau pesaing pengrajin enceng gondok lain.
2. Analisis di Kelurahan Gedangan

a) Strength (Kekuatan)
 Masyarakat dapat melihat dan mengambil data-data mengenai desa
Gedangan di website yang sudah disediakan oleh Kelurahan.
 Potensi Sumber daya alam untuk pengembangan ekonomi (sektor
pertanian).
 Jaringan infrastruktur yang cukup memadai.
 Meningkatnya jasa perdagangan.
b) Weakness (Kelemahan)
 Pengembangan Sumber Daya Alam belum optimal.
 Kurang tepatnya Perencanaan program dan kegiatan.
 Rendahnya Inovasi dan kewirausahaan Masyarakat.
c) Opportunity (Peluang)
 Perkembangan potensi wisata alam sekitar.
 Keberpihakan pemerintah.

d) Threat (Ancaman)
 Keterbatasan Modal dan daya saing UMKM dengan mekanisme
pasar global.
 Kebijakan pemerintah pusat dan politik yang berubah-ubah.
 Masyarakat kurang bisa menggunakan fasilitas yang disediakan
Kelurahan Gedangan.

20
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kunjungan KKL yang telah dilaksanakan ada dua tempat. Kunjungan
pertama adalah UMKM Bengok Craft Kesongo, disana penulis mendapatkan
banyak ilmu dan mengetahui bagaimana cara membaca peluang bisnis,
pemaksimalan modal, mencari partner kerjasama yang bisa dipercaya. Kunjungan
kedua yaitu ke Lembaga Pemerintahan Kantor Kepala Desa Gedangan, Disana
penulis mendapatkan banyak ilmu informasi dan ilmu baru mengenai bagaimana
profil lembaga, administrasi lembaga, proses kinerja dan pelayanan yang
diberikan kepada masyarakat, serta kendala dan persoalan yang dihadapi di
Kantor Kepala Desa Gedangan yang mebuat penulis menjadi mengerti akan
kinerja dari lembaga.

Dan dengan kegiatan KKL ini, diharapkan terbentuk sebuah konsep


keilmuan dalam bidang ekonomi dan bisnis yang utuh, komprehensif dan
berwawasan khususnya dalam penguasaan mata kuliah ke sesuai dengan
penjurusannya bagi mahasiswa.

B. Saran
Untuk melengkapi laporan ini ada beberapa saran yang ingin saya
sampaikan yang diharapkan dapat membantu mengisi kekurangan yang ada,
antara lain sebagai berikut :

1. Kuasai terlebih dahulu lembaga yang dikunjungi mulai dari tugas, fungsi,
wewenang dan sebagainya.
2. Jangan pernah puas dengan hasil yang dicapai
3. Pihak Institut diharapkan dapat mempersiapkan program ini lebih matang
sehingga tidak terkesan mendadak dan apa yang menjadi tujuan dari program
ini benar-benar dapat dirasakan oleh mahasiswa.

21
4. Sebelum pelaksanaan KKL, sebaiknya mahasiswa diberikan pembekalan
yang lebih terperinci terlebih dahulu tentang tujuan pelaksanaan serta apa
kewajiban yang harus dilakukan mahasiswa selama program berlangsung.

22
LAMPIRAN

Kunjungan di Bengok Craft

23
Kunjungan di Kelurahan Gedangan

24
25
26