Anda di halaman 1dari 2

3. Keluarga Sholih (QS.

Al-A’raf: 196) “ASURANSI LANGIT KEREEEN”


Keluarga sholih merupakan asuransi terbaik bagi anak, sebagaimana Untuk Masa Depan Anak Dunia Akhirat
Allah berfirman: artinya: “Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang Oleh: M. Syukron Dian
telah menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) dan Dia melindungi orang-orang
yang sholih” Saudaraku berbicara ASURANSI, alias bisnis JAMINAN.
Penjelasan ayat tersebut mengirimkan pesan keyakinan pada orang kisah perbandingan dua khalifah di zaman Dinasti Bani Umayyah, yakni Hisyan
beriman bahwa Allah yang kuasa menurunkan al-kitab (Al-Qur’an) sebagai bin Abdul Malik dan Umar bin Abdul Aziz, yang sama-sama meninggalkan 11
bukti rahmat-Nya bagi makhluk-Nya. Allah yang akan mengurusi, menjaga orang anak, laki-laki dan perempuan.
dan menolong orang-orang shalih dengan kuasa dan rahmat-Nya. Bedanya, Hisyam bin Malik meninggalkan warisan untuk anak laki-lakinya
Sekuat inilah seharusnya keyakinan kita sebagai orang yang beriman senilai 1 juta dinar (sekitar Rp 2.500.000.000.000) saat beliau telah dekat
termasuk keyakinan kita terhadap anak-anak kita sepeninggal kita. dengan kematian, sementara Umar bin Abdul Aziz hanya meninggalkan jatah
Kesholihan ayah dan anak menjadi penyebab mereka dijaga, diurusi, dan untuk anak laki-lakinya senilai setengah dinar.
di tolong Allah.
Saat Maslamah bin Abdul Malik memprotes akan hal ini, Umar bin Abdul
Aziz berkata, “Aku telah mendengar ucapanmu wahai Maslamah. Adapun
4. Dipertemukan Allah (QS. At-Thuur: 52/21) perkataanmu bahwa aku telah mengosongkan mulut anak-anakku dari harta
Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti ini, demi Allah aku tidak pernah mendzalimi hak mereka dan aku tidak mungkin
mereka dalam keimanan, Kami hubungkan (pertemukan) anak cucu memberikan mereka sesuatu yang merupakan hak oranglain."
mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala "Adapun perkataanmu tentang wasiat, maka wasiatku tentang mereka
amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya. adalah; Anaknya Umar kemungkinan akan menjadi salah satu dari dua jenis,
sholeh atau tidak sholeh, jika mereka sholeh maka Allah akan mencukupinya,
Penjelasan ayat tersebut adalah orang-orang beriman, dan anak-anak jika mereka tidak sholeh maka aku tidak mau menjadi orang pertama yang
mereka juga ikut beriman, Kami menyusulkan anak-anak mereka dengan membantunya dengan harta untuk bermaksiat kepada Allah.” (Umar Ibn Abdil
mereka dalam derajat mereka di surga sekalipun amal mereka tidak Aziz Ma’alim At Tajdid wal Ishlah, Ali Muhammad Ash Shalaby).
mencapai amal bapak-bapak mereka, agar para bapak berbahagia dengan Dua puluh tahun kemudian terekam sejarah, bahwa peninggalan melimpah
anak-anak mereka yang mendapatkan kedudukan sama dengan mereka. dari Hisyam bin Abdul Malik untuk anak-anaknya ternyata tidak membawa
Mereka dipersatukan dalam suasana yang membahagiakan. Kami tidak kebaikan, semua anak-anak Hisyam sepeninggalnya hidup dalam keadaan
mengurangi sedikit pun dari balasan amal mereka. Setiap orang miskin. Sementara, anak-anak Umar bin Abdul Aziz tanpa terkecuali hidup
tergadaikan dengan amalnya, tidak memikul dosa orang lain. dalam keadaan kaya, bahkan seorang diantara mereka menyumbang fii
sabilillaah untuk menyiapkan kuda dan perbekalan bagi 100.000 pasukan
Di surga Allah akan mempertemukan orang tua dengan keturunannya penunggang kuda.
yang seiman. Dan orang-orang yang beriman dan mendapat balasan Yang membedakan keduanya hanyalah keberkahan. Yang terpenting
surga, beserta anak cucu mereka atau ibu bapak mereka yang mengikuti bukan seberapa besar jumlah angka yang ditinggalkan, tapi seberapa besar
mereka dalam keimanan, walaupun derajat keimanannya tidak serupa, keyakinan kepada Allah yang Maha Mencukupi. Asuransi terbaik adalah
akan kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka di surga dengan memenuhi syarat jaminan Allah, yakni anak-anak shalih sebagai hasil
sebagai anugerah atas ketakwaan mereka, dan kami tidak mengurangi didikan orangtua. TIPS cara mendidik anak menurut al-qur’an:
sedikit pun pahala amal kebajikan yang telah mereka perbuat di dunia.

-2- Berilmu Sebelum Beramal Berilmu Sebelum Beramal -3-


1. Pandai bersyukur (QS. Lukman: 12-19) Suatu ketika, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sedang
Dan sungguh telah Kami berikan Hikmah kepada Luqman: berkumpul bersama para sahabatnya, kemudian lewatlah seorang Yahudi di
"Bersyukurlah kepada Allah, barangsiapa yang bersyukur, sebenarnya ia hadapan mereka. Lalu Rasulullah berkata, “Orang Yahudi ini sebentar lagi
bersyukur untuk dirinya sendiri; sedangkan barangsiapa yang mengingkar akan meninggal.” Tidak berselang lama, orang Yahudi tadi kembali lewat
maka ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya, Maha Terpuji" dengan memikul seikat kayu bakar. Ternyata dia tidak meninggal seperti yang
disampaikan Rasulullah sebelumnya. Maka para sahabatpun bertanya-tanya.
serta ketika Luqman berkata kepada putranya, ia menasehatinya:
"Wahai putraku, jangan mempersekutukan Allah, sungguh tindakan Rasulullah kemudian memanggil orang Yahudi tersebut dan memintanya
mempersekutukan benar-benar sebuah penyimpangan yang besar" menurunkan serta membuka ikatan kayu bakarnya. Setelah ikatan dibuka, tiba-
tiba keluarlah seekor ular yang berbisa. Rasulullah berkata kepada orang
2. Pandai bersedekah (QS. Al-Munafiqun: 63/10) Yahudi tersebut, “Seharusnya kamu meninggal dipatuk ular ini. Hal apa yang
“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan telah kamu lakukan?”
kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara
kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan Orang Yahudi tersebut menjawab, “Aku tidak punya pekerjaan kecuali
(kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat mencari kayu bakar seperti yang aku bawa ini, dan aku membawa dua potong
bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?“ roti, lalu aku makan yang satu potong dan satu potong yang lain aku
sedekahkan pada orang miskin.
Sahabat, sesungguhnya asuransi langit yang dimaksud adalah
sedekah! Bukankah sedekah memiliki manfaat dahsyat dalam menolak Maka Rasulullah saw bersabda: “Dengan sedekah itu Allah
bala? Akan tetapi ada beda yang amat kentara antara sedekah (baca:
menyelamatkan dia.” Selanjutnya beliau bersabda: “Sedekah dapat
asuransi langit) dengan asuransi biasa. Asuransi normal biasanya baru menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 267, hadis
mengcover setelah terjadi keadaan darurat. Begitu seseorang sakit keras, ke 4). Maasya Allah, betapa dahsyatnya manfaat sedekah untuk pelakunya.
barulah biaya perawatannya dicover oleh asuransi, setelah motor kecurian Sahabat, ketahuilah bahwa sedekah yang merupakan asuransi langit bisa
atau kecelakaan pun demikian, itupun harus melewati proses menjelimet menolak 70 macam bala dan bencana! Demikianlah yang Rasulullah
yang berliku-liku untuk mengklaim asuransinya. shalallaahu ‘alahi wassalam sampaikan dalam haditsnya:
Sedangkan asuransi langit, cara kerjanya sungguh luar biasa, sangat
berbeda dan bisa dibilang terbalik 180 derajat dibandingkan asuransi “Bersegeralah bersedekah, sebab bala bencana tidak pernah bisa
biasa. Asuransi langit (sedekah) mencegah kecelakaan sebelum mendahului sedekah! Belilah semua kesulitanmu dengan sedekah! Obatilah
kecelakaannya terjadi, juga menyembuhkan sebelum penyakitnya penyakitmu dengan sedekah! Sedekah itu sesuatu yang ajaib. Sedekah
menghampiri, bahkan yang paling luar biasa… Asuransi langit bisa menolak 70 macam bala dan bencana, dan yang paling ringan adalah penyakit
menunda kematian! kusta dan sopak.” (HR. Baihaqi & Thabrani)
Bagaimana mungkin ada yang tidak tertarik mengikuti program
Imam Ibnul-Qayyim berkata: “Sesungguhnya sedekah bisa memberikan
asuransi langit (sedekah) ini setelah mengetahui berbagai manfaat jangka
pengaruh yang menakjubkan untuk menolak berbagai bencana sekalipun
panjangnya. Simaklah kisah keajaiban asuransi langit (sedekah) berikut ini,
pelakunya orang yang fajir (pendosa), zhalim atau bahkan orang kafir, karena
premi asuransinya hanya sepotong roti, namun itulah separuh harta yang
Allah Subhanahu Wata’ala akan menghilangkan berbagai macam bencana
dimiliki oleh si tertanggung, dan dengan premi tersebutlah ia terhindar dari
dengan perantaraan sedekah tersebut. Hal ini sudah menjadi rahasia umum
kematian yang buruk:
bagi umat manusia.

-2- Berilmu Sebelum Beramal Berilmu Sebelum Beramal -3-