Anda di halaman 1dari 12

LOGO TUTWURI

PENGEMBANGAN MEDIA APLIKASI “PICSART”


DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT
GAMBAR POSTER DIGITAL MATA PELAJARAN SENI BUDAYA
PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 NGANCAR

NASKAH PERLOMBAAN KARYA INOVASI PEMBELAJARAN


BAGI GURU SMP TINGKAT KABUPATEN
TAHUN 2021

Oleh:

ABDUL AZIZ MA’ANY, S.Pd.

SMP NEGERI 2 NGANCAR


KABUPATEN KEDIRI
PROVINSI JAWA TIMUR
TAHUN 2021
PENGEMBANGAN MEDIA APLIKASI “PICSART”
DALAM UPAYA MENINGKATKAN KETERAMPILAN
MEMBUAT GAMBAR POSTER DIGITAL MATA PELAJARAN
SENI BUDAYA PADA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 NGANCAR
Oleh :
Abdul Aziz Ma’any, S.Pd.

ABSTRAK

Naskah ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh penggunaan


aplikasi Picsart dalam upaya meningkatkan keterampilan membuat gambar poster
materi pelajaran seni budaya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ngancar dan
efektivitas dari aplikasi Picsart terhadap pembelajaran seni budaya. Masalah yang
melatarbelakangi inovasi pembelajaran ini adalah kemampuan keterampilan
membuat gambar poster dalam pembelajaran seni budaya pada siswa kelas VIII
SMP Negeri 2 Ngancar masih sangat rendah. Siswa cenderung kesulitan dalam
menuangkan ide membuat poster dan membutuhkan waktu yang lama dalam
pembuatannya. Sehingga muncul inovasi pemanfaatan media aplikasi smartphone
Picsart. Terlebih dalam situasi pandemi yang mengharuskan siswa belajar dengan
cara daring sehingga siswa lebih terfokus pada smartphone dalam kesehariannya.
Guru mengembangkan aplikasi ini dengan memanfaatkan aplikasi yang
tersedia di playstore sehingga siswa tinggal mengunduhnya. Tujuan inovasi
pembelajaran keterampilan membuat gambar poster materi pelajaran seni budaya,
sehingga memudahkan siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ngancar dalam membuat
gambar poster dengan teknik digital.
Siswa juga dapat mengedit, menambah atau mengurangi bagian-bagian
tertentu pada poster sesuai kebutuhan. Inovasi pembelajaran ini diaplikasikan
dengan menggunakan alat smartphone android saja dan aplikasi tak berbayar dari
playstore. Sehingga dapat menginspirasi dan memotivasi guru-guru lainnya untuk
menerapkannya sesuai dengan kebutuhannya. Hasil dari penerapan media dapat
diamati dan dilihat dari hasil keterampilan siswa dalam berkarya gambar poster
yang baik pada pembelajaran seni budaya.
Kata Kunci : Media Aplikasi, Seni Budaya
KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan ke Hadirat Allah SWT yang telah


memberikan ridho dan hidayah-Nya, sehingga penyusunan naskah yang berjudul
“Pengembangan Media Aplikasi “Picsart” Dalam Upaya Meningkatkan
Keterampilan Membuat Gambar Poster Digital Mata Pelajaran Seni Budaya Pada
Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Ngancar” ini dapat diselesaikan dengan baik. Tak
lupa sholawat serta salam penulis tunjukkan kepada Nabi Muhammad SAW yang
senantiasa memberikan suri tauladan kepada umatnya untuk selalu bekerja keras,
berusaha, dan terus berdo’a.
Penyusunan naskah ini terwujud atas bimbingan, bantuan, dan bantuan
dari berbagai pihak, pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima
kasih kepada :
1. , Kepala SMP Negeri 2 Ngancar yang telah memberikan izin mengikuti
perlombaan karya inovasi pembelajaran bagi guru SMP tingkat Kabupaten
tahun 2021.
2. Rekan-rekan guru dan staf administrasi SMP Negeri 2 Ngancar atas bantuan,
kritik, saran, dan kerjasamanya.
3. Siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ngancar atas kerjasama dan bantuannya
dalam penyusunan naskah ini.
4. Segenap pihak yang membantu terlaksananya naskah ini.
Penulis menyadari bahwa penyusunan naskah ini masih kurang sempurna.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
agar penulisan naskah ini mejadi lebih baik. Semoga naskah ini dapat bermanfaat
bagi semua pihak.

Kediri, Februari 2021


Penulis

Abdul Aziz Ma’any, S.Pd

DAFTAR ISI
Halaman
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN NASKAH ................................................ i
LEMBAR PENGESAHAN ................................................................................... ii
BIODATA PESERTA .......................................................................................... iii
ABSTRAK ............................................................................................................ iv
KATA PENGANTAR ........................................................................................... v
DAFTAR ISI ......................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ................................................................................................ vii
DAFTAR GAMBAR/FOTO ...............................................................................viii
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ ix
BAB I. PENDAHULUAN ..................................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah .................................................................................... 1
B. Rumusan Masalah ............................................................................................. 2
C. Tujuan ............................................................................................................... 2
D. Manfaat ............................................................................................................. 2
E. Dampak .............................................................................................................. 3
BAB II. LANDASAN TEORI/TINJAUAN PUSTAKA ....................................... 4
A. Kajian Teori ....................................................................................................... 4
B. Media Pembelajaran .......................................................................................... 5
BAB III. METODE PENELITIAN ....................................................................... 7
A. Ide Dasar ........................................................................................................... 7
B. Rancangan Karya Inovasi Pembelajaran ........................................................... 8
C. Proses Penemuan/Pembaharuan ........................................................................ 9
D. Aplikasi Praktis dalam Pembelajaran .............................................................. 10
E. Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran .......................................... 12
F. Analisis Data Hasil Aplikasi Praktis Inovasi Pembelajaran ............................ 14
G. Diseminasi ....................................................................................................... 19
BAB IV.PENUTUP ............................................................................................. 21
A. Simpulan ......................................................................................................... 21
B. Saran ................................................................................................................ 21
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... x
LAMPIRAN......................................................................................................... xi

DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1 Tabel Pengkategorian Skor Penilaian 13
Tabel 2 Tabel Daftar uji validasi ahli media 15
Tabel 3 Tabel Daftar uji validasi ahli media 15
Tabel 4 Tabel Daftar uji validasi ahli materi 15
Tabel 5 Tabel Daftar uji validasi ahli materi 16
Tabel 6 Tabel Daftar uji validasi ahli bahasa 16
Tabel 7 Tabel Daftar uji validasi ahli bahasa 17
Tabel 8 Tabel Validasi ahli Tentang Media Rofis Sedu 17
Tabel 9. Respon Siswa Terhadap Media Rofis Sedu 18
Tabel 10. Alur Pelaksanaan Diseminasi 20
DAFTAR GAMBAR

Halaman
Gambar 1 Gambar kerangka berpikir 7
Gambar 2 Gambar alur rancangan dan pengembangan media Rofis Sedu 8
Gambar 3 Gambar bagan prosedur media Rofis Sedu 9

DAFTAR LAMPIRAN
1. Bukti kepemilikan NUPTK
2. Surat rekomendasi kepala sekolah untuk mengikuti lomba inovasi pembelajaran
3. Biodata Peserta Lomba Inovasi Pembelajaran (daring)
4. Foto scan Ijazah S1/D4 yang telah dilegalisasi
5. Surat pernyataan
6. Surat pernyataan desiminasi
7. Surat pengesahan karya inovasi pembelajaran dari kepala sekolah
8. Surat keterangan dokter
9. Foto aktivitas siswa belajar di kelas
10. Foto kegiatan desiminasi/ seminar
11. Foto kegiatan uji validitas media “Rofis Sedu” para ahli
12. Lembar instrumen uji validitas ahli
13. Lembar wawancara/ angket
Ix

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Berdasarkan hasil pra riset pada minggu ke-1 dan ke-2 bulan Februari
2021 pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Ngancar bahwa masih banyak
siswa yang kurang terampil dalam membuat gambar poster dengan teknik
digital pada pembelajaran seni budaya.
Siswa cenderung kesulitan dalam menuangkan konsep dan
gagasannya dalam gambar poster dengan teknik manual, dan waktu yang
dibutuhkan untuk membuat gambar poster cukup lama sehingga siswa
cenderung bosan. Terlebih pada saat pandemi seperti ini guru kesulitan dalam
mengarahkan siswa saat pembuatan karya gambar poster. Selain itu sebagian
besar siswa kesulitan untuk membeli alat dan bahan menggambar poster,
sehingga kemampuan siswa dalam membuat gambar poster masih sangat
rendah.
Selain itu, kenyataan dari siswa juga masih kurang termotivasi yang
dibuktikan dengan tidak seluruh siswa yang mengumpulkan karya gambar
poster. Keterbatasan waktu juga merupakan salah satu faktor kesulitan
menyampaikan contoh-contoh soal hitungan Fisika, sehingga siswa kelas VIII
kurang memiliki pengalamanan dalam menyelesaikan soal-soal hitungan
Fisika pada pembelajaran IPA Terpadu.
Dalam pembelajaran IPA khususnya materi fisika, seharusnya siswa
sering melakukan kegiatan pembelajaran yang kooperatif seperti kerja
kelompok secara proaktif, bertukar pendapat dengan teman kelompok atau
guru, bekerja keras pada saat menyelesaikan soal-soal hitungan fisika. Dalam
inovasi pembelajaran ini, guru mengembangkan “Rofis Sedu” upaya
meningkatkan kemampuan menghapal rumus-rumus fisika pada siswa kelas
VIII SMP Islamiyah Pontianak.
Dalam inovasi pembelajaran ini, guru tertarik mengembangkan media
pembelajaran ini karena lebih memudahkan guru menyampaikan rumus-
rumus fisika pada siswa kelas VIII. Disamping itu, siswa kelas 8 SMP
Islamiyah Pontianak dapat mengulangulang menggunakan media Rofis Sedu
untuk membantu saat mereka lupa pada beberaparumus-rumus fisika sesuai
kebutuhan mereka. Selain kelas 8, siswa lainnya seperti kelas 7 dan 9 juga
dapat menggunakan media Rofis Sedu, karena materi pembelajaran IPA di
SMP saling berkaitan dan tidak berdiri sendiri-sendiri.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka diidentifikasikan masalah sebagai
berikut :
1. Bagaimana kelayakan desain pengembangan media Rofis Sedu dalam
meningkatkan kemampuan menghapal rumus IPA pada siswa kelas
VIII SMP Islamiyah Pontianak ?
2. Seberapa besar efektivitas media Rofis Sedu dalam meningkatkan
kemampuan menghapal rumus IPA pada siswa kelas VIII SMP
Islamiyah Pontianak ?
3.
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan di atas, maka tujuan yang
ingin dicapai pada penelitian ini adalah untuk menguji :
1. kelayakan desain pengembangan media Rofis Sedu dalam
meningkatkan kemampuan menghapal rumus IPA pada siswa kelas
VIII SMP Islamiyah Pontianak.
2. efektivitas media Rofis Sedu dalam meningkatkan kemampuan menghapal
rumus IPA
pada siswa kelas VIII SMP Islamiyah Pontianak
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
a. Mendapatkan pengetahuan dan cara baru tentang menciptakan atau melakukan
pembaharuan untuk membantu siswa menghapal rumus-rumus fisika melalui
media Rofis Sedu.
b. Sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya.
2. Manfaat Praktis
a. Manfaat bagi siswa
Memudahkan siswa dalam menghapal rumus fisika pada pembelajaran IPA
dan menjadikan siswa lebih mampu menyelesaikan soal-soal hitungan fisika
dalam konsep IPA dengan media Rofis Sedu.
b. Manfaat bagi guru (peneliti)
Memberikan pengalaman pribadi untuk meningkatkan kemampuan diri dan
berinovasi pembelajaran dengan menemukan masalah pembelajaran dan
mencari pemecahannya secara ilmiah.
c. Manfaat bagi guru lain
Pengalaman sejawat ini dapat dijadikan acuan untuk melakukan hal yang sama
dan menduplikasinya untuk meningkatkan kualitas pelayanan akademik di
sekolah bersangkutan.
d. Manfaat bagi sekolah
Sebagai masukan dan menambah koleksi media pembelajaran di lingkungan
sekolah sehingga memudahkan guru memberikan bahan ajar kepada siswa
lebih bermakna dengan adanya media pembelajaran yang sederhana dan dari
bahan seadanya.
E. Dampak Penelitian
Adapun dampak dari penelitian tentang Pengembangan Media Rofis Sedu Upaya
Meningkatan Kemampuan Menghapal Rumus IPA Pada Siswa Kelas VIII SMP
Islamiyah
Pontianak sebagai berikut :
1. Memotivasi guru dalam meningkatkan kinerja dan profesional sebagai pendidik
2. Menambah koleksi media pembelajaran yang beragam di kelas maupun di
sekolah,
sehingga memudahkan guru dalam menyampaikan materi secara utuh.
3. Menginspirasi guru lainnya untuk mengembangkan kemampuan diri dalam
menciptakan inovasi-inovasi pembelajaran dengan memanfaatkan barang-barang
bekas dan biaya ekonomis.
4. Menciptakan media pembelajaran yang dapat digunakan dalam kondisi apa
saja,
dimana saja, kapan saja tanpa terikat dengan internet, listrik maupun fasilitas
canggih
lainnya.
5. Meningkatnya kemampuan menghapal dan mengingat rumus-rumus IPA pada
siswa
kelas VIII SMP Islamiyah pontianak
6. Siswa semakin tertarik untuk mempelajari rumus-rumus IPA kapan dan dimana
saja.

BAB II
LANDASAN TEORI/TINJAUAN PUSTAKA
A. Kajian Teori
1.1. Hakikat IPA
IPA atau sains adalah upaya sistematis untuk menciptakan, membangun, dan
mengoorganisasikan pengetahuan gejala alam. Upaya ini berawal dari sifat dasar
manusia yang penuh dengan ras keingintahuannya. Rasa keingintahuannya ini
kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan dalam rangka mencari penjelasan
yang
paling sederhana, namun konsisten untuk menjelaskan dan memprediksi gejala-
gejala
alam (Balitbang, 2016, hal. 2).
IPA pada hakikatnya belajar dengan pendekatan yang meliputi empat unsur
utama. Keempat unsur tersebut adalah sikap, proses, produk, dan aplikasi.
a. Sikap, yaitu rasa ingin tahu mengenai alam yang diselidiki secara tekun, teliti,
jujur dan skeptis, namun terbuka terhadap kemungkinan baru, dan
bertanggung jawab.
b. Proses, yaitu prosedur penyelidikan mencakup gelaja alam.
c. Produk, yaitu fakta, konsep, prinsip/hukum dan teori yang menjelaskan
dan/atau memprediksi gejala alam.
d. Aplikasi, yaitu penerapan metode ilmiah dan pengetahuan IPA dalam
kehidupan sehari-hari.
Keempat unsur utama IPA ini seharusnya muncul dalam pembelajaran IPA.
Pembelajaran IPA menumbuhkembangkan kompetensi siswa pada ranah sikap,
pengetahuan dan keterampilan.
1.2. Hakikat Fisika
Fisika merupakan sains atau ilmu alam yang mempelajari materi beserta gerak
dan perilakunya dalam lingkup ruang dan waktu, bersamaan dengan konsep yang
berkaitan seperti energi dan gaya. Salah satu ilmu sains paling dasar, tujuan utama
fisika adalah memahami bagaimana alam semesta bekerja. Fisika
menyumbangkan
konstribusi yang penting dalam pengembangan teknologi yang berkembang dari
pemikiran teoritis (http://id.m.wikipedia.org/wiki) diunduh pada tanggal 10 Maret
2017. 1.3. Hakikat Belajar
Belajar menurut bahasa adalah “usaha (berlatih) dan sebagai upaya
mendapatkan kepandaian.” Secara hakiki, asimilasi dan akomodasi terjadi sebagai
usaha pembelajar untuk menyempurnakan atau merubah pengetahuan yang telah
ada
di benaknya (Heinich, 2002).
Belajar merupakan perubahan yang diperlihatkan dalam bentuk tingkah laku,
yang keadaannya berbeda dari sebelum individu berada dalam situasi belajar dan
sesudah melakukan tindakan yang sempurna itu (Gagne, 2005).
Dengan belajar akan mengubah tingkah laku pada diri individu berkat adanya
interaksi antara individu dengan individu dan individu dengan lingkungan
sehingga
mereka lebih mampu berinteraksi dengan lingkungannya.” Nana Sudjana
mengatakan
bahwa belajar adalah proses yang aktif serta reaksi terhadap semua situasi yang
ada di
sekitar individu. Perubahan tingkah laku tersebut, baik dalam aspek
pengetahuannya
(kognitif), keterampilannya (psikomotor), maupun sikapnya (afektif). (Tinjauan
Pustaka, 2017) diunduh pada tanggal 10 Maret 2017.
Dari definisi-definisi di atas, dapat ditarik kesimpulan dari penelitian ini
bahwa belajar adalah suatu perubahan tingkah laku yang relatif dari hasil
pengalaman
dan latihan tetap dan perubahan itu dilakukan lewat kegiatan, atau usaha yang
disengaja.
B. Media Pembelajaran
Media merupakan alat bantu apa saja bertujuan untuk dijadikan sebagai
penyalur pesan guna mencapai tujuan pembelajaran (Djamarah, 2012, hal. 137).
Sedangkan pembelajaran merupakan proses, cara dan perbuatan yang menjadikan
orang atau makhluk hidup belajar (Kamus Bahasa, 2002, hal. 17). Jadi, media
pembelajaran adalah media yang digunakan pada proses pembelajaran sebagai
penyalur pesan antara guru dan siswa agar tujuan pengajaran tercapai.
Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Penggunaan
media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada siswa. Media harus
memberi
rangsangan siswa mengingat apa yang sudah dipelajari selain memberikan
rangsangan
belajar baru. Media pembelajaran harus mengaktifkan siswa dalam memberikan
tanggapan, umpan balik dan juga mendorong siswa untuk melakukan praktik-
praktik
dengan benar. (Tinjauan Pustaka, 2017).
Pemilihan media dalam pembelajaran bukanlah suatu hal yang mudah, karena
setiap media mempunyai ciri dan karakteristik yang berbeda-beda. Prinsip utama
pemilihan haruslah didasarkan pada kemampuan media itu untuk mencapai tujuan
pembelajaran yang kan dicapai. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan
media
menurut (Depdiknas, 2005) antara lain :
a. Kesesuaian dengan tujuan pembelajaran, penggunaan media harus disesuaikan
dengan tujuan pembelajaran, meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik.
b. Tingkat kemampuan siswa
c. Praktis, luwes dan bertahan. Media yang dipilih hendaknya dapat digunakan
dimanapun dan kapanpun dengan peralatan yang ada disekitarnya. Sehingga
mudah
dioperasikan dan mudah pemilihannya.
d. Ketersediaan. Tidak semua sekolah dapat menyediakan media yang cukup, dan
tidak semua sekolah dilengkapi dengan listrik. Maka dalam memilih media
hendaknya dipertimbangkan sesuai dengan kondisi dan situasi lingkungan.
e. Biaya. Dalam memilih media harus mengingat efisiensi biaya baik untuk
pembuatan atau yang lain, memilih media tidak perlu mahal.
f. Mutu teknik. Apabila guru akan mengajar dengan media, hendaknya melihat
lebih
dulu, apakah media tersebut masih baik, bisa digunakan atau tidak.
1. Media pembelajaran Rofis Sedu
Rofis Sedu merupakan singkatan dari Roda Fisika Sesi Dua, yang terdapat
rumus-rumus fisika sesuai materi di kelas 8 SMP yang dilengkapi dengan konsep
dasar, keterangan dan beberapa gambar penunjang. Guru tertarik mengembangkan
media ini, selain harga relatif sangat murah juga menggunakan barang-barang
yang
tidak terpakai. Cara pembuatan juga cukup mudah, sehingga dapat dikembangkan
untuk untuk mapel lainnya sesuai dengan kebutuhan. Media Rofis Sedu ini tidak
membutuhkan keahlian khusus IT cukup hanya sekedar pengetikkan rumus,
keterangan dan diprint out saja.
Adapun materi IPA kelas 8 SMP antara lain : gaya, hukum newton, pesawat
sederhana, energi, daya, usaha, tekanan, getaran, gelombang, bunyi, cahaya dan
alatalat
optik (Kanginan, 2007). Selain Rofis Sedu menjadi media pembelajaran, dapat
berfungsi sebagai alat tes lisan untuk mengetahui seberapa jauh ingatan/hapalan
siswa
kelas 8 SMP Islamiyah Pontianak terhadap rumus-rumus fisika dalam materi kelas
8
selama satu tahun pelajaran.
2. Kerangka Berpikir