Anda di halaman 1dari 38

Pelatihan Hidrologi untuk Alokasi Air

Rencana Alokasi Air Rinci (RAAR)


Tujuan Pembelajaran

Hasil Belajar
• Setelah mengikuti pembelajaran ini peserta pelatihan diharapkan mampu
memahami Rencana Alokasi Air Rinci dalam mendukung alokasi air yang adil,
efisien dan berkelanjutan.
Indikator Hasil Belajar
Setelah pembelajaran ini, peserta diharapkan mampu:
a) Menjelaskan pengertian dan konsepsi Rencana Alokasi Air Rinci
b) Menjelaskan penyusunan Rencana Alokasi Air Rinci
c) Menjelaskan pelaksanaan Rencana Alokasi Air Rinci
Materi Pokok
1. Pengertian dan konsepsi Rencana Alokasi Air Rinci
2. Penyusunan Rencana Alokasi Air Rinci
3. Pelaksanaan Rencana Alokasi Air Rinci
Siklus Tahunan Penyelenggaraan Alokasi Air
• Pemantauan • Pengumpulan data
• Evaluasi • Analisis
• Penyusunan RAAT
RAAR dan
pelaksanaan Penyusunan
alokasi air Pemantauan Rencana
• hanya pada dan Evaluasi Alokasi Air
musim kemarau Tahunan
• siklus tengah- (RAAT)
bulanan atau 10
harian Rencana
Alokasi Air
Rinci (RAAR) Penetapan
RAAT
dan
Pelaksanaan
• Penyusunan RAAR • Pembahasan di
• Pelaksanaan di TKPSDA
lapangan • Verifikasi RAAT
• Penetapan RAAT
PerMen PUPR 06/2015
tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Sumber Air dan Bangunan Pengairan

• Rencana alokasi sumber daya air


• rencana alokasi sumber daya air tahunan (RAAT)
• rencana alokasi sumber daya air rinci (RAAR)
• Rencana alokasi sumber daya air rinci (RAAR)
• rencana operasional dari rencana alokasi sumber daya air
tahunan (RAAT)
• pada setiap sumber air
• yang menggambarkan besaran volume, lokasi, dan waktu
untuk memenuhi kebutuhan air
• dalam periode yang ditetapkan sesuai dengan kondisi
setempat
• RAAR dapat ditetapkan dengan periode antara lain 7, 10, atau 15
harian
PerMen PUPR 06/2015
tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Sumber Air dan Bangunan Pengairan

➢Rencana Alokasi Air Rinci (RAAR) diselenggarakan oleh pengelola


sumber daya air pada wilayah sungai yang bersangkutan
➢Pengelola sumber daya air dapat melakukan pengurangan, penambahan,
atau pergiliran alokasi sumber daya air dalam hal rencana alokasi sumber
daya air rinci tidak dapat dilaksanakan karena:
a) berkurangnya ketersediaan air yang disebabkan peristiwa alam (misal
kemarau panjang);
b) kerusakan jaringan sumber air dan prasarana sumber daya air yang
tidak terduga;
c) hal lain di luar pengelolaan sumber daya air (misal kebakaran dan
evakuasi korban) berdasarkan perintah dari Menteri, gubernur atau
bupati/walikota sesuai dengan wewenang dan tanggung jawabnya
Konsepsi Rencana Alokasi Air Rinci
➢ Rencana Alokasi Air Rinci (RAAR)
✓ merupakan rancangan pelaksanaan penyediaan air di lapangan
✓ dengan basis waktu saat ini (7 harian, 10 harian atau tengah-bulanan).
✓ RAAR disusun mengikuti RAAT yang telah ditetapkan
✓ Diselenggarakan oleh pengelola WS
➢ RAAR disusun berdasarkan data ketersediaan air dan kebutuhan air yang:
✓ nyata saat ini (real time) di lapangan,
✓ dan prediksi 7 harian, 10 harian atau tengah-bulanan mendatang
➢ Diperlukan kegiatan berupa:
✓ Memantau tinggi muka air yang selanjutnya dikonversi menjadi debit
sungai
✓ Memantau penggunaan air, terutama penyimpangan dari RAAT
✓ Melaksanakan komunikasi dengan para pengguna air
✓ Memutuskan berapa air yang dialokasikan dalam 7, 10, 15 hari ini pada
para pengguna air
Siklus Rencana Alokasi Air Rinci (RAAR), setiap tengah-bulan atau 10-harian

Pengukuran Peramalan Perencanaan Pelaksanaan

• Berapa air yang • Berapa air tersedia • Berdasarkan pengalaman • Di lapangan


tersedia saat ini? sampai dengan minggu / historis masa lalu • Pada bendung
depan? • dengan musyawarah • Pintu air
• Berapa • Berapa kebutuhan air • dengan musyawarah dan • Bendungan
kebutuhan air sampai dengan minggu bantuan model alokasi
saat ini? • Pompa
depan? air
Tahap Pengukuran Sistem
• Mengukur status / kondisi sistem saat ini
• Berapa air yang tersedia saat ini?
• Tinggi muka air pada papan duga air di
bendung dan pos duga air (m)
• Proses dengan rumus lengkung debit, misal
Q = aHb
• Diperoleh debit (m3/s atau liter/s)
• Berapa kebutuhan air saat ini?
• Kebutuhan air rumah-tangga, perkotaan dan
industri umumnya tetap
• Kebutuhan irigasi bergantung pada pola
tanam dan masa tanam saat ini
PENYAMPAIAN DATA LAPANGAN UNTUK PELAKSANAAN
ALOKASI AIR ½ BULANAN
Data Ketersediaan Air
- Debit Limpas
Operator Bendung - Debit Pengambilan
Penjaga PDA - Debit Sungai (PDA)

Data Permintaan Air


Pertanian
- Jenis Tanaman
UPT (Pengamat) - Luas
- Tingkat Pertumbuhan
Transfer
Perikanan Data dari
- Luas areal Lapangan
Ke Kantor
Lain-Lain
SIPA - PDAM
- PLTM

Data Statis
Konsensus - Kebutuhan Air Tanaman
- Koefisien Tertier
- Efisiensi Jaringan Utama
Tahap Peramalan Sistem
➢ Berapa air yang tersedia sampai minggu depan?
✓ Sama dengan jumlah air pada saat ini; atau
✓ Sesuai prakiraan BMKG; atau
✓ Pada musim kemarau, pasti menurun, sesuai
dengan persamaan eksponensial negatif Citarum-Nanjung

Qt = Q0 e -kt 150.00

m3/s
100.00
50.00

✓ atau model lainnya, misalnya Thomas-Fiering 0.00

➢ Berapa kebutuhan air selama seminggu ini? Average Q80%

➢ Air rumah-tangga, perkotaan dan industri


umumnya tetap
➢ Kebutuhan air irigasi, perlu cek lapangan
Tahap Peramalan Sistem
Qt = Q0 e –kt

Di Log kan menjadi:

Ln(Qt) = Ln(Q0) – kt

Persamaan garis lurus


Lebih mudah ekstrapolasi
Tahap Perencanaan Alokasi Air Rinci
➢ Dilakukan setiap 7, 10, atau tengah-bulanan
➢ Merencanakan pembagian air yang ada pada
pengguna air sesuai dengan hak dan
prioritasnya
➢ Pembagian air dapat dilaksanakan
berdasarkan:
• Berdasarkan pengalaman / historis masa lalu
• Berdasarkan musyawarah para pengguna air dan
pengelola
• Berdasarkan musyawarah para pengguna air dan
pengelola, dengan bantuan model alokasi air
Tahap Pelaksanaan Alokasi Air

• Rencana alokasi air rinci yang telah disepakati


perlu disampaikan oleh pengelola alokasi air
(B/BWS atau BPSDA)
✓ kepada seluruh pengguna air (khususnya untuk
pengguna non irigasi yang mempunyai ijin); dan
✓ kepada kantor UPT Pusat, Dinas Provinsi,
Kabupaten/Kota, dan para Petugas Operasi
Bendung, Penjaga Pintu Air, untuk dilaksanakan
jabar.tribunnews.com
Persiapan, RAAR dan Pelaksanaan Alokasi Air

Persiapan Penyusunan Penyampaian Pelaksanaan Pemantauan


Pelaksanaan RAAR RAAR Alokasi Air dan Evaluasi
• Tim Kerja • Pengumpulan Data • Surat resmi • Pengaturan Pintu • Pemantauan
• SOP • Pemodelan Simulasi • Sarana Air • Evaluasi
• Sosialisasi • Musyawarah komunikasi • Pelaporan debit
• Infrastruktur • Penetapan RAAR
• Pembiayaan
Persiapan Pelaksanaan
➢ Pembentukan Tim alokasi air
✓ Tim Pelaksana Alokasi Air yang beranggotakan: para petugas dari pengelola WS, dan para petugas
operasional dari instansi yang terkait, antara lain petugas/juru bendung yang berasal dari Dinas PU
Prov/Kab/Kota, operator intake PDAM/Industri serta operator dari pengguna SDA lainnya dan ditetapkan
oleh Kepala B/BWS/BPSDA
✓ SK Tim Pelaksana memuat daftar nama petugas, beserta nama instansi, dan nomor telepon atau frekuensi
radio komunikasi yang dapat dihubungi, serta tugas dan tanggung jawab dari masing-masing petugas
➢ Sosialisasi dan pelatihan para petugas di lapangan
✓ Sosialisasi kepada para pengguna air, termasuk jadwal pengumpulan serta penyampaian data ke/dari
lapangan.
✓ Pelatihan para petugas lapangan
✓ Uji coba pelaksanaan alokasi air
➢ Penyiapan sarana dan prasarana pelaksanaan alokasi air
✓ Kesiapan pintu intake dan bangunan ukur
✓ Kesiapan jaringan komunikasi
✓ Kesiapan petunjuk pelaksanaan
Penyampaian Rencana Alokasi Air Rinci

• RAAR berupa hasil perhitungan simulasi alokasi air


berupa besarnya debit yang diizinkan dan jadwalnya di
masing-masing titik tinjau/ kontrol / simpul yang sudah
disepakati perlu disampaikan
• oleh pengelola alokasi air (B/BWS atau BPSDA),
kepada:
• seluruh pengguna air (khususnya untuk pengguna
non irigasi yang mempunyai ijin) dan
• kantor UPT Dinas Provinsi/Kabupaten yang telah
siap dengan para petugas/operator pintu irigasi
(Juru bendung) intake
• Pemberitahuan ke kantor UPT Dinas Provinsi dan
Kabupaten/Kota dan pengguna air yang memiliki SIPA
dengan cara:
• Pengiriman surat pemberitahuan secara resmi
• Melalui alat komunikasi elektronik (radio
komunikasi/telepon/HP
Koordinasi
• Dalam menyelenggarakan alokasi air, pengelola wilayah sungai
melakukan koordinasi dengan:
✓Dinas dan instansi terkait,
✓kelompok pengguna air,
✓TK-PSDA
• Materi koordinasi
✓Usulan rencana alokasi air yang akan ditetapkan
✓Permasalahan dan pertanggung-jawaban dalam penyelenggaraan alokasi air
• Waktu koordinasi
✓Awal musim kemarau, awal musim hujan,
✓dan waktu lainnya untuk membahas revisi RAAR
Pengawasan dan pengendalian
• Pengawasan
• Inspeksi pelaksanaan RAAR dan pengecekan melalui Form A-06, A-07
dan A-08
• Inspeksi dan evaluasi kinerja sarana dan prasarana SDA
• Inspeksi dan penertiban penggunaan air ilegal
• Pengendalian terhadap penyimpangan
• Koreksi terhadap pelaksanaan alokasi air apabila penyimpangan masih
dalam batas toleransi
• Koreksi terhadap RAAR apabila terjadi penyimpangan yang disebabkan
oleh perubahan cuaca, bencana alam dan perubahan kebijakan
• Koreksi untuk menghitung kembali rencana alokasi air tahun berikutnya
dengan memasukkan asumsi dan kebijakan baru
Pelaporan: Laporan Pelaksanaan
• Laporan Pelaksanaan dibuat oleh Koordinator Tim Alokasi Air
• Setiap 10 harian atau tengah bulanan
• Laporan disampaikan kepada Kepala Pengelola SDA
• Isi Laporan mencakup hasil pelaksanaan dengan mengisi formulir alokasi air:
a) Formulir A-01 untuk pencatatan penggunaan air
b) Formulir A-03 untuk pelaksanaan alokasi air pada lokasi intake sumber air.
c) Formulir A-04 untuk pelaksanaan alokasi air pada sumber air berupa waduk
dan embung.
d) Formulir A-05 hasil realisasi perkembangan tanam dan panen padi
rendeng/gadu.
Pelaporan: Laporan Bulanan

• Laporan Bulanan dibuat berdasarkan laporan pelaksanaan selama 1 bulan


• Isi laporan minimal mencakup data realisasi alokasi air, analisa pemantauan dan evaluasi
penyimpangan (bila terjadi), masalah yang dihadapi, langkah yang telah dilakukan dan saran
kebijakan yang perlu ditetapkan, serta dilengkapi isian formulir, sebagai berikut:
1. Formulir A-02 untuk Rencana Neraca Air Tahunan
2. Formulir A-02A Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT)
3. Formulir A-02B Grafik RAAT
4. Formulir A-06 hasil pemantauan pelaksanaan alokasi pada intake pengambilan air (rekap dari
A-03).
5. Formulir A-07 dan A-08 hasil pemantauan pelaksanaan alokasi air pada sumber air berupa
waduk dan embung (rekap dari A-04)
6. Formulir A-09 hasil realisasi perkembangan tanam dan panen padi rendeng/gadu (rekap dari
A-05)
Pelaporan: Laporan Khusus

➢ Pemberitahuan awal adanya penyimpangan


• Pengelola alokasi air menyampaikan informasi adanya penyimpangan alokasi air
kepada Menteri/Gubernur/Bupati/ Walikota dan pengguna air apabila berdampak
luas/lintas unit pelaksana.
• Dalam hal penyimpangan berdampak lokal, laporan disampaikan oleh unit
pelaksana yang bersangkutan kepada pengguna air.
➢ Pemberitahuan penyelesaian keluhan pengguna air
• Pengelola alokasi air menyampaikan laporan penanganan penyelesaian keluhan
kepada pengguna air.
Form A-03 Realisasi Alokasi Air pada Lokasi Pengambilan

Form A03 Realisasi Alokasi Air FORMULIR A-03


REALISASI ALOKASI AIR PADA LOKASI PENGAMBILAN
Periode : Bulan April 2015

DAS : SERANG - LUSI


Dekade Debit Deviasi thd
3
No /Setengah (m /det) Rencana*) KETERANGAN
Bulanan RAAT RAAR
3
(m /det) (%)

1 Waduk Kedung Omboo 2


PLTA 8.00 43.33 35.33 442

2 Bendung Sidorejo 2
Irigasi 4.45 3.00 -1.45 -33
PDAM 0.32 0.32 0.00 0
PLTA 24.00 21.66 -2.34 -10

3 Bendung Sedadi 2
Irigasi 10.56 14.78 4.22 40
Pompanisasi 1.50 1.50 0.00 0

4 Bendung Klambu 2
Klambu Kiri 14.05 15.35 1.30 9
Klambu Kanan 7.16 4.16 -3.00 -42
Klambu Wilalung 4.38 2.28 -2.09 -48
PDAM (Klambu Kudu + Grobogan) 1.50 1.33 -0.17 -11
PLTA 24.00 24.00 0.00 0

Ket :
*) Deviasi dari pola yang telah disepakati dalam rapat koordinasi dalam wadah koordinasi SDA
Formulir A-04 Ketersediaan Air Waduk / Embung

FORMULIR A-04
KETERSEDIAAN AIR WADUK / EMBUNG
Periode : Bulan Maret (s.d. tgl. 15 Maret 2008 )
CONTOH
Wilayah Sungai, Kode Wil. Sungai : ………………………………………………………
Elevasi Volume Nama Waduk Wonogiri
Dkd Pola Aktual Deviasi Pola Aktual Deviasi Pola Inflow Q Outflow (m 3/dt) Layanan *)
1/2/3 Normal Normal Kering Pola Aktual Irigasi Air Baku Listrik
(m) (m) (%) (106m 3) (106m 3) (%) (m) 3 3 3
(m /det) (m /det) (m /det) (Ha) (106m 3) (MWh)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 136.00 135.84 0.999 466.00 494.00 1.06 136.00 30.00 45.00 24.000 2.00 2.50

Ket :
*) Layanan berdasarkan pola operasi norm al
Kode WS : Menurut Perm en PU No. 11 A/PRT/M/2006
Formulir A-05 Realisasi Perkembangan Tanam dan Panen

Formulir A-05
REALISASI PERKEMBANGAN TANAM DAN PANEN PADI RENDENG
MT 2007/2008 BULAN APRIL DEKADE 1
DAERAH IRIGASI JATILUHUR CONTOH
Tahun 2008
Daerah Irigasi / Target Aktivitas (Ha)
Keterangan
Wilayah Adm (Ha) Bibit Garap Tanam Panen Jumlah

Target

DKI Jaya 933 0 0 0 847 847

Bekasi 47,007 0 0 17,470 29,372 46,842

Karawang 101,828 0 0 41,706 60,122 101,828

Purwakarta 299 0 0 0 299 299

Subang 56,848 0 0 12,484 44,021 56,505 Palawija 56 ha


*) 870 ha puso
Indramayu 24,388 0 0 6,878 17,510 24,388 Palawija 121 ha
*) 100 ha puso
Formulir A-06 Realisasi Alokasi Air pada Lokasi Pengambilan (rekap dari A-03)

Formulir A-06
REALISASI ALOKASI AIR PADA LOKASI PENGAMBILAN
Periode : Bulan Mei 2008
CONTOH
Wilayah Sungai, Kode Wil. Sungai : ………………………………………………………
Dekade Debit Deviasi thd
3
No Nama Intake 1/2/3 (m /det) Rencana*) KETERANGAN
3
Rencana Aktual (m /det) (%)

1 Lodoyo-Tulungagung (Lodagung) 1 12.50 11.15 (1.35) (10.80)


2 12.50 12.50 0.00 0.00
3 13.00 13.05 0.05 0.38

2 Mrican Kiri 1 13.55 13.72 0.17 1.25


2 13.44 13.72 0.28 2.08
3 13.93 13.28 (0.65) (4.67)
Formulir A-07 Ketersediaan Air Waduk / Embung (rekap dari A-04)

Formulir A-07
KETERSEDIAAN AIR WADUK / EMBUNG
Periode : Bulan Maret (s.d. tgl. 31 Maret 2008 )
CONTOH
Wilayah Sungai, Kode Wil. Sungai : ………………………………………………………
Elevasi Volume Nama Waduk Wonogiri
Dkd Pola Aktual Deviasi Pola Aktual Deviasi Pola Inflow Q Outflow (m 3/dt) Layanan *)
1/2/3 Normal Normal Kering Pola Aktual Irigasi Air Baku Listrik
(m) (m) (%) (106m 3) (106m 3) (%) (m) 3 3 3
(m /det) (m /det) (m /det) (Ha) (106m 3) (MWh)
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 136.00 135.84 0.999 466.00 494.00 1.06 136.00 30.00 45.00 24.000 2.00 2.50

2 136.50 135.91 0.996 508.00 501.00 0.986 136.00 30.00 28.50 24.000 1.50 2.50
Formulir A-08 Pola Operasi Waduk vs Aktual

Formulir A-08
POLA VS AKTUAL
CONTOH OPERASI WADUK DJUANDA TAHUN 2005 - 2006

130.00 300.00
120.00 280.00
110.00 260.00
El. Muka Air Waduk (m)

100.00 240.00

Debit (m 3/dt)
90.00 220.00
80.00 200.00
70.00 180.00
60.00 160.00
50.00 140.00
40.00 120.00
30.00 100.00
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36
Desember Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober Nopember

Elev. MA Pola (m) Elev. MA Aktual (m) HWL (Elev. 120 m) LWL Normal (Elev. 100.09 m) LWL Waspada Kering (Elev. 55 m) Debit Inflow Pola Aktual (m3/dt) Debit Outflow Aktual (m3/dt)

Musim Penghujan 2005 / 2006


Tahun / Bulan/ Dekade Oktober November Desember Januari Februari Maret
1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3 1 2 3
Elevasi Muka Pola 95.11 94.43 93.76 93.03 92.94 92.80 92.66 94.84 97.02 99.20 98.94 98.69 98.43 99.12 99.80 100.40 101.20 102.00
Air (m) Aktual 103.80 103.20 103.40 102.50 102.10 101.70 100.60 99.90 99.09 99.18 98.63 98.13 97.45 97.17 97.41 98.79 99.38 99.45
Vol (Juta m3) 171.42 171.42 171.42 177.38 177.38 177.38 157.51 157.51 157.51 136.34 136.34 136.34 125.11 125.11 125.11 146.88 146.88 146.88
Rencana
Debit (m3/dt) 198.40 198.40 198.40 205.30 205.30 205.30 182.30 182.30 182.30 157.80 157.80 157.80 144.80 144.80 144.80 170.00 170.00 170.00
Vol (Juta m3) 157.77 158.11 165.54 152.06 160.62 177.47 205.63 194.57 174.79 187.83 183.34 181.53 144.37 130.64 131.85 135.30 107.22 104.28
Realisasi
Debit (m3/dt) 182.60 183.00 191.60 176.00 185.90 205.40 238.00 225.20 202.30 217.40 212.20 210.10 167.10 151.20 152.60 156.60 124.10 120.70
Formulir A-09 realisasi Perkembangan Tanam dan Panen

Formulir A-09
REALISASI PERKEMBANGAN TANAM DAN PANEN PADI RENDENG
MT 2007/2008 SAMPAI DENGAN 30/05/08 CONTOH
DAERAH IRIGASI JATILUHUR
Tahun 2008
Daerah Irigasi / Target Aktivitas (Ha)
Keterangan
Wilayah Adm (Ha) Bibit Garap Tanam Panen Jumlah

Target

DKI Jaya 933 0 0 0 847 847

Bekasi 47,007 0 0 8,689 38,153 46,842

Karawang 101,828 0 0 31,067 70,761 101,828

Purwakarta 299 0 0 0 299 299

Subang 56,848 0 0 4,289 52,216 56,505 Palawija 56 ha


*) 870 ha mati
Indramayu 24,388 0 0 4,634 19,754 24,388 Palawija 121 ha
*) 100 ha mati
Jumlah 231,303 0 0 48,679 182,030 230,709
Contoh penugasan pelaksanaan alokasi air di Balai PSDA POO
Personil Pengolah Data sampai Operator Pintu Air
Tanggal
10/ 11/ 12/ 13/ 14/ 15/ 16/ 17/
No Kegiatan Penanggung-jawab
25 26 27 28 29 30 1 2
Periode I / II
1 Penerimaan Triwartono
Data dari la-
pangan
2 Pengolahan Da- Sudiman BE
ta Lapangan
3. Penyiapan Lem- Suparto
bar Data Input
4. Running Model Tukijo
5 Verivikasi Out- Triwartono
put Model
6 Pengiriman data Supomo,
ke lapangan
7 Penyampaian Pengamat
kepada PPA
8 Pengaturan PPA
Pintu
Sumber: Laporan Kegiatan Alokasi Air, Balai PSDA Progo-Opak-Oyo, Oktober 2002
Alokasi Air Rinci di DAS Progo-Opak-Oyo dengan model WRMM (BWRM, 2000)

5,36

 0,65
0,65

4,71
26,06

 0,65

 1,71
1,72
0,2

3,64
0,28
8

28 5
25,79

0, 

7,51 0 1,93
3 
 5,5
1,9
3
1,9

8
1,93 1,93
31

72
,37

6,

203,52
77

 11
4, ,44
1,46 1,46
11,41 8,2 7,59 7,59 7,31 7,31 7,2 7,2 6,9 6,6 6,6 5,6 5,2 1,43 1,43
0,09

0,11
0,03

3,21

0,61

0,28

3,76
0,3
0,3

0,4
1
0

0
0

0
3,31
0,0

2,7
225,4

0,03 3,21 0,61 2,26 0,28 2,89 0,12 10,31 0,3 5,62
9

1

 0,3
0,6

3,76
0


0 3,022,61

 1 
 
 
 0,4
1

0,610,6

2,
1,

0,2

0,

2,
0

2,09

41
05


1,51

15
2,5

7,9
0,7
1,21

1,05 2,41 0,2


9

2,15
3,02
2,59 1,51

2
8
2,19 1,3
3,4
1,06

1,26
0,3
0 0


3,04

2
0,32
 0
228,8

0,58
1,06

1,34 9,54

0,78 0,78 0
0

2
238,34
4,18

1,06 1,64
3


0,6

4,28
0,63

Inter basin transfer


SAMUDERA HINDIA
Selokan Mataram
Alokasi Air Rinci di Bd. Kedung Asem dan Bd. Timbang, dengan Ms-Excel (BWRM, 2000)

SKEMA ALOKASI AIR


Kab. Batang
Cab.Din. Kupang Sambong
DI. Bodri
606
397 Ha 0.265
0.8 L/dt/ha
0.318 m3/dt 0.318
83 % 0.265

KR1-KDP7
605 0.000 Kab. Kendal
427 Ha Cab.Din. Tuntang Hilir
0.8 L/dt/ha 0.285 0.000
0.342 m3/dt 0.659 K. Kuto
83 % K. Damar
0.550
BPT7-BDr1-4,BKd3 BKdL4-MG2KA PN1KA BPM.1-7
601 602 603 604
480 Ha 674 Ha 571 Ha 1998 Ha
0.8 L/dt/ha 0.320 0.8 L/dt/ha 0.8 L/dt/ha 0.8 L/dt/ha
0.384 m3/dt 1.043 0.539 m3/dt 0.457 m3/dt 1.500 1.598 1.598 m3/dt
83 % 83 % 83 % 94 %
0.450 0.381
0.996 0.457 0.000
0.381 0.000

1.500
0.870 0.830

2.039
Inflow Bd,Kd.Asem Inflow Bd.Timbang
1.700 m3/dt 1.500 m3/dt
Alokasi Air Rinci di Bendung Pasarbaru dengan Model WRMM (BWRM, 2000)
Model Alokasi Air Rinci di Bendung Pasarbaru dengan Ms-Excel (BWRM, 2000)

0,000 Kabupaten Tangerang

DI. Kedaung Tunas Jaya Motor 0,002 DI. Cisadane Utara


1.818 ha 0,002 m3/dt 3.255 ha
1,00 L/dt/ha 1,00 L/dt/ha
1,82 m3/dt 3,26 m3/dt
0,69 Faktor-k 0,69 Faktor-k
0,002
S. Induk Kedaung Bendung Pasarbaru 2,254 Kota Tangerang
1,259
Saluran Induk Barat 3,255 0,050 PDAM Bojongrenged
0,015 0,016 20,633 0,0418 20,633 0,050 m3/dt
13,046 13,047 14,307 14,307 14,332
14,3342
PDAM Kota Tng S. Induk Utara Candrasa Prana Guna
Polkrik Tunggal Maju Asri Cipta Teras A. 0,0100 m3/dt 0,020
0,0012 m3/dt 0,0006 m3/dt 0,025 m3/dt
0,054 14,344
2,304
3,707 4,042 1,403 0,857
0,908 0,858
0,961 Saluran Induk Timur

Indo Toray Sitetis 18,051 Fajar P. Jipir


0,350 m3/dt 0,0005 m3/dt

18,401

PDAM Kota Tng 18,613


0,212 m3/dt

18,825

Ganesha
0,007 m3/dt

Makmur Surya L. I WWI


Model Alokasi Air Rinci di Citanduy Hilir
Alokasi Air Rinci di Waduk Kedungombo

Usulan dari IP3A/GP3A


Permintaan Pelaksanaan Monev :
Kebutuhan Air
& Dinas PU Kab.
1.Pantauan pemberian &
Penerimaan debit melalui BA
serah Terima Air
Perhitungan 2.Rapat Alokasi air tingkat
Kebutuhan Air BPSDA Seluna (4x/th)
3.Rapat bulanan ditingkat
koperbal
Perhitungan Monitoring & 4.Rapat 2 mingguan ditingkat
Ketersediaan Air Evaluasi IP3A/GP3A Daerah Irigasi

Pembagian tanggungjawab pembagian air :


Penentuan Faktor K
(Model Alokasi Air)
1.BBWS Pemali Juana bertanggungjawab pengaturan
air di Waduk Kedungombo
2.BPSDA Seluna bertanggungjawab pengaturan air di
bendung kontrol point (Sidorejo, Sedadi, Klambu)
Pemberian Air 3.Pada kontrol point di jaringan irigasi tugas
pengaturan air dilakukan bersama PPA BPSDA
Seluna – Mantri/PPA Dinas PU Kab.-IP3A/GP3A
Alokasi Air Rinci di Waduk Kedungombo

RENCANA DAN REALISASI ALOKASI AIR (RAAR)


SKEMA MODEL RENCANA
(MT 2014/2015 sd Apr-2)
ALOKASI AIR SISTEM IRIGASI KEDUNGOMBO
PER MT. I / bulan OKTOBER- I, 2014.
BBWS PEMALI JUANA TAHUN NORMAL
LAUT JAWA

Ds.Kudu
1,25 PDAM Se marang 40
1,25 1,25 m³/det DI.KLAM B U WIL
7.872 ha
Ds. W aru
30

Rencana dan Realisasi RAAR


0,05 PDAM De mak 0,000 0,00 5,431 m³/det

Debit (m3/dt)
0,05 0,05 m³/det 6,771 m³/det
1,30 1,30 Ds.Brambang 20 0,80 faktor k
0,10 PDAM De mak 5,431
0,10 0,10 m³/det 6,771
1,40 1,40 Ds.Gubug 10
0,05 PDAM Grobogan Bendung Klambu
0,05 0,05 m³/det
B d. Klambu
0 DI.KLAM B U KA

Ags 1
Ags 2
Okt 1
Okt 2

Apr 1
Apr 2
Mar 2
Mar 1
Nop 1

Mei 1
Nop 2

Mei 2
Jun 1
Jun 2
Sep 2
Sep 1

Jul 1
Jul 2
Des 2
Des 1

Jan 1
Jan 2
Peb 1
Peb 2
DI.KLAM B U KI 10.354 ha
20.646 ha 22,90 8,97 8,97 m³/det
22,90 m³/det 28,55 11,18 11,18 m³/det
1,45 1,45 28,55 m³/det 0,80 Keb. Irigasi
faktor k Q PDAM Q irrigasi (aktual)
20 0,80 faktor k 38,75 47,95
0,00 Add.flow
PLTA 1,17 M W 0,00 Se dadi -Klambu
15 0,00 m³/det S. Lusi 0,00 m³/det
Debit (m3/dt)

1,45 38,75 47,95


Airbaku Kladu 1,45 Fre e intake airbaku 0,05 PDAM Grobogan
10
1,45 m³/det Ds Pe nawangan 0,05 0,05 m³/det
38,80 48,00
5 POM PANISASI B d. Se dadi
Bendung Sedadi
1.500 ha 17,80
1,90 m³/det 1,90 22,00 DI.SEDADI
0 2,34 m³/det 2,34 56,60 70,00 6 16.055 ha

Ags 2
Ags 1
Okt 1
Okt 2

Apr 1
Apr 2
Mar 1
Mar 2

Mei 1
Mei 2
Jun 1
Jun 2
Sep 1
Sep 2

Nop 1
Nop 2

Jul 1
Jul 2
Des 1
Des 2
Jan 1

Peb 2
Jan 2
Peb 1
0,81 faktor k 17,80 m³/det
22,00 m³/det
5
Add.flow 58,50 72,34 0,81 faktor k
Sidore jo-Se dadi

Debit (m3/dt)
Keb. Irigasi Q irigasi (aktual) 4
0,00 m³/det PLTA 1,4 MW
58,50 72,34 24,00 m³/det
DI.S IDORJO KIRI 3
1.900 ha 24,00 24,00
1,98 m³/det B d.Sidore jo 2 DI.SIDOREJO
2,43 m³/det 1,98 0,00 6.038 ha
0,81 faktor k 2,43 0,00 0,00 m³/det
1
Ds.Ngleses 0,00 m³/det
PDAM Grobogan 0,25 Bendung Sidorejo 0,00 faktor k
0,25
m³/det 0,25 60,74 75,04 0,01
0

Ags 2
Ags 1
Okt 1
Okt 2

Apr 1
Apr 2
Mar 1
Mar 2

Jun 1
Jun 2
Mei 1
Mei 2
Sep 1
Sep 2

Nop 1
Nop 2

Jul 1
Jul 2
Des 2
Des 1

Jan 1
Jan 2
Peb 1
Peb 2
Fre e intake airbaku 0,01 Ds.P ilangpayung
Ds.Sobo 0,01 PDAM Grobogan
PDAM Grobogan 0,010 0,01 m³/det
0,010 m³/det 60,00 74,30 Keb. Irigasi Keb. PDAM Q irigasi (aktual)
Ds.Ngleses Add.flow
CV Polautama 0,05 P LT A Kdo - Sidorejo
0,05 m³/det 0,05 22,5 MW 0,80 m³/det
INFLOW 100
PLTA 22,5 MW 60,00 Wd.Kd.Ombo
60,00 m³/det 60,00 60,00 m³/det Nama DI
90
Luas ha

Elevasi (m)
Keterangan: Ket ersediaan m³/det
- Angk a merah cetak tebal : Rencana Kebutuhan A ir (demand ) 80 Kebut uhan m³/det
- Angk a hitam cetak tebal : A lokas i A ir Yang Harus Dilaks anakan (supply ) faktor 'k'
- Fak tor 'k ' = k e te rs e di aan ai r di bagi de n gan k e bu tu h an ai r 70
- Kapasit as Mak. Saluran Induk klambu Kanan = 8,50 m3/dt .
- Kapasit as Mak. Saluran Induk Sidorejo = 3,50 m3/dt . - Kapasit as Mak. Saluran Induk Klambu Kiri = 21,0 m3/dt .
- Kapasit as Mak. Saluran Induk Sedadi = 19,0 m3/dt . Waduk
- Kapasit as Mak. Saluran Induk Klambu W ilalung = 7,00 m3/dt .

60
Kedung
Ombo 50

Ags 1
Ags 2
Okt 1
Okt 2

Apr 1
Apr 2
Mar 1
Mar 2
Sep 1
Sep 2

Mei 1
Mei 2
Jun 1
Jun 2
Nop 1
Nop 2
Des 1
Des 2

Jul 1
Jul 2
Peb 1
Peb 2
Jan 2
Jan 1
Elevasi TMA Waduk Elevasi TMA Waduk (Rencana)
Kesimpulan Penutup Penyelenggaraan Alokasi Air

Pelaksanaan perlu memperhatikan:


Rencana
• Tim Alokasi Air Pemantauan
Neraca Air
• Sosialisasi dan pelatihan dan Evaluasi
Tahunan
• Kesiapan infrastruktur
• Koordinasi
• Pembiayaan

Rencana
Perencanaan perlu memperhatikan Pelaksanaan
Alokasi Air
Alokasi Air
• Aspek hukum: pengesahan dan Tahunan
penetapan dokumen
• Validitas dan akurasi data,
terutama data hidrologi Rencana
Alokasi Air
• Metode analisis yang tepat, Rinci
sesuai kondisi setempat
Penyelenggaraan Alokasi Air
• Lembaga yang telah menyelenggarakan alokasi air
• BWS Nusa Tenggara 1, PJT1, PJT2, BBWS Jratunseluna
• Ciri-ciri bahwa alokasi air telah diselenggarakan
• Adanya catatan pemantauan realisasi debit pada bendung serta
tinggi muka air pada bendungan, dan dibandingkan dengan
rencananya
• Form A-03 dan A-06: realisasi debit di bendung
• Form A-04 dan A-07: realisasi TMA waduk
• Adanya Ruang Operasi (Operation Room), yang berfungsi:
✓Memantau data realisasi , dan plot data realisasi sampai dengan saat ini vs
rencana setahun dalam grafik di layar monitor, atau papan tulis
✓Mengendalikan alokasi air, dengan menetapkan alokasi air yang paling
optimal, dan memerintahkan pada para petugas pintu air untuk
melaksanakannya