Anda di halaman 1dari 3

Tugas Review Video tentang Isu-Isu Kontemporer

“PANGGUNG DEMOKRASI: HAMPIR SETAHUN PANDEMI, KUPAS ISU-ISU DAN HOAX


COVID-19”
Kelompok 2 : Novi Silviana, S.Pd (3)
: Anis Nur Azizah, S.Kep.,Ns. (8)
: Arif Abdurrahman, S.Kep.,Ners (9)

No ISU KONTEMPORER PENYEBAB


.

1. Masih terkendalanya pencairan klaim Hambatan pencairan klaim terjadi karena pergantian
biaya pasien Covid-19 di rumah sakit. tahun anggaran, serta perbedaan birokrasi, untuk
Covid klaim dari Kemenkes, sedangkan pasien non
Covid dari APBN.

2. Terbatasnya jumlah rumah sakit yang Rumah sakit yang dapat melayani pasien Covid-19
menangani pasien Covid-19 di Indonesia yaitu RS baik negeri maupun swasta yang
memenuhi sandar pelayanan Covid-19.

3. Pasien Covid-19 dimintai biaya Beberapa pasien membutuhkan obat atau penangan
perawatan di rumah sakit. yang belum masuk dalam standar pelayanan yang
bisa diklaim dari Kemenkes, misalnya penangan
rapid antigen.

4. Biaya pemakaman pasien Covid-19 tidak Informasi yang beredar di masyarakat bahwa
ditanggung pihak rumah sakit pemakaman pasien Covid-19 menjadi tanggung
jawab RS, padahal RS hanya menanggung hingga
pemulasaran jenazah. Untuk pemakaman menjadi
tanggung jawab pemerintah daerah setempat.

5. Pasien Covid-19 tidak dirawat sesuai Klaim perawatan pasien Covid-19 tidak mengenal
kelas yang menjadi haknya. kelas perawatan (kelas VIP,VVIP,I,II,III). Semua
pasien Covid-19 mendapatkan kelas perawatan yang
sama, kecuali yang berada di uang ICU.

6. Pasien dicovidkan di rumah sakit Adanya salah paham oleh masyarakat. Pasien covid-
19 perlu diklaimkan biaya penanganan dari
pemerintah melalui RS, dan pihak RS perlu
mendapatkan persetujuan dari pasien/pihak keluarga
agar bisa melakukan klaim.

7. Tidak adanya pengobatan bagi pasien Pasien yang melakukan isolasi mandiri di rumah
covid-19 yang melakukan isolasi mandiri dianggap tidak mengalami gejala berat dan mampu
sehat kembali dengan asupan makan yang bergizi
dan vitamin tanpa perlu diberikan obat-obatan.

8. Tidak siapnya rumah sakit menghadapi Fasilitas RS bagi pasien Covid-19 harus bergantian
pandemic Covid-19 dengan pasien umum, sedangkan lonjakan kasus
tidak diimbangi dengan penambahan sarana
prasarana bagi RS yang memiliki standar untuk
melayani pasien Covid-19

9 Ketidaksiapan pemerintah dalam Ketersediaan vaksin yang terbatas membuat


menghadapi permintaan vaksinsinasi dari pemerintah memilah dalam pemberian vaksinasi,
berbagai pihak yaitu diutamakan untuk pelayan publik dan lansia
yang memiliki resiko tinggi terpapar.

10 Tidak siapnya masyarakat dengan Kurangnya pemahaman masyarakat tentang tata cara
program isolasi mandiri isolasi mandiri dari segi penggobatan atau
kegatandaruratan pasien covid-19

NILAI-NILAI BELA NEGARA


1. Cinta Tanah Air
Tenaga kesehatan saling bahu-membahu untuk memberikan pelayanan penanganan kepada pasien
covid-19 di era pandemi ini. Masyarakat di luar profesi tenaga kesehatan juga bahu-membahu untuk
mengatasi pandemi, dan meminimalkan berbagai dampak yang disebabkan oleh pandemi, meski
dengan caranya masing-masing.
2. Kesadaran Berbangsa dan Bernegara
Pemberian vaksin diutamakan bagi para tenaga kesehatan sebagai garda terdepan menghadapi
pandemi, serta diberikan bagi golongan masyarakat yang lebih membutuhkan, seperti pelayan public
dan lansia.
3. Setia kepada Pancasila
Pemberian bantuan dana bagi pengobatan pasien Covid-19 kepada masyarakat secara menyeluruh,
tanpa membeda-bedakan.
4. Rela berkorban demi bangsa dan Negara
Beberapa RS yang memiliki ketersediaan dana memberikan penanganan gratis bagi pasien covid-19.
Para tenaga kesehatan mengorbankan waktu tenaga dan pikiran untuk merawat pasien Covid-19.
5. Memiliki Kemampuan Awal Bela Negara
Para tenaga kesehatan selalu mengenakan pakaian APD lengkap saat merawat pasien Covid-19, untuk
mengurangi penularan Covid-19.

RENCANA AKSI BELA NEGARA


1. Menaati prokes saat berada di lingkungan yang memungkinkan terjadinya berinteraksi dengan orang
lain
2. Sebagai seorang guru, memberikan wawasan kepada orang tua siswa tentang pentingnya
melaksanakan prokes di masa pandemi. Wawasan tersebut bisa disampaikan melalui
pamflet/banner yang dipasang di lingkungan sekolah, melalui grup-grup WA orangtua siswa,
melalui surat pemberitahuan resmi dari sekolah. Selain itu guru juga senantiasa menanamkan
kepada siswa tentang prokes dalam setiap pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
3. Memberikan pemberian penyuluhan tentang isolasi mandiri kepada warga yang terpapar
covid-19 dan memantau serta memberikan dukungan kepada pasien covid-19 melalui video
call atau chat whatsapp
4. Ikut mensukseskan program vaksinasi covid-19 dengan memberikan penyuluhan manfaat
vaksinasi
5. Ikut menjalankan program pemerintah “jogo tonggo” untuk membantu orang lain yang
terpapar Covid-19 dan sedang melakukan isolasi mandiri.
6. Memastikan kebenaran informasi yang diperoleh terutama dari media sosial, agar tidak
termakan hoax, dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.