Anda di halaman 1dari 3

BAB XI

Menyajikan Konsep Dasar Gambar Konstruksi Jalan dan Jembatan

Jalan adalah suatu lintasan yang bertujuan melewatkan lalu lintas dari satu tempat ketempat yang
lain.Lintasan disini dapat di artikan sebagai tanah yang di perkeras atau jalan tanah tanpa
perkerasan,sedangkan lalu lintas adalh semua benda dan makhluk hidup yang melewati jalan tersebut baik
kendaraan bermotor,tidak bermotor,manusia,ataupun hewan.Jembatan secara umum di artikan sebagai
suatu konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya
rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam,alur sungai,danau,saluran irigasi,jalan kereta api,jalan raya
yang melintang tidak sebidang dan lain-lain.
A.Gambar Konstruksi Jalan
Jalan raya adalh jalur-jalur di atas permukaan bumi yang dibuat oleh manusia dengan
bentuk,ukuran,dan jenis konstruksi tertentu sehingga dapat di gunakan sebagai jalur lalu lintas
orang,hewan,dan kendaraan.Bagian-bagian jalan terdiri dari lebar jalur,lebar bahu,drainase,dan
median.konsep dasar dari gambar konstruksi jalan sbb.

1. Perkerasan Lentur (Flexible pavement) pada umumnya terdiri dari beberapa lapis perkerasan dan
menggunakan aspal sebagai bahan pengikat.
a. tanah dasar(Subgrade)
Tanah Dasar adalah permukaan tanah atau permukaan galian yang dipadatkan dan merupakan
permukaan dasar untuk perletakkan bagian –bagian perkerasan lainnya.umumnya persoalan yang
menyangkut tanah dasar adl sbb.
1.Perubahan bentuk tetap(Deformasi Permanen) dari macam tanah tertentu akibat beban lalu lintas.
2.Sifat mengembang dan menyusut dari tanah tertentu akibat perubahan kadar air.
3.daya dukung tanah yang tidak merata dan sukar ditentukan secara pasti pada daerah dengan macam
tanah yang sangat berbeda sifat dan kedudukannya,atau akibat pelaksanaan konstruksi.
b.Lapis Fondasi Bawah (Subbase course)
Lapis pondasi bawah biasannya terdiri atas lapisan dari material berbutir (granular material) yang
dipadatkan,distabilisasi.lapis fondasi bawah adalh bagian perekerasan yang terletak di atas tanah
dasar.fungsi lapis fondasi bawah adalh sbb.
1.sebagai bagian dari kontruksi perkerasan untuk mendukung dan menyebabkan beban roda.
2.mencapai efisiensi penggunaan material yang relative murah agar lapisan-lapisan selebihnya dapat
dikurangi tebalnya.(penghematan biaya konstruksi)
3.untuk mencegah tanah dasar masuk kedalam lapisan fondasi
4.sebgai lapis pertama agar pelaksanaan dapat berjalan lancer.hal ini sehubungan dengan terlalu lemahnya
daya dukung tanah dasar terhadap roda-roda alat-alat besar atau karena kondisi lapangan yang memaksa
harus segera menutup tanah dasar dari pengaruh cuaca.
Bermacam-macam tipe tanah setempat (CBR >20%,PI<10%) yang relative lebih baik dari tanah
dasar dapt digunakan sebagai bahan fondasi bawah.campuran-campuran tanah setempat dengan kapur atau
semen Portland dalam beberapa hal sangat dianjurkan,agar dapat bantuan yang efektif terhadap kestabilan
konstruksi perkerasan.
c.Lapis Fondasi(Base Course)
fungsi lapis fondasi adalah.
1.sebagai bagian perkerasan yang menahan beban roda
2.sebagai perletakan terhadap lapis permukaan.
Bahan-bahan untuk lapis fondasi umumnya harus cukup kuat dan awet sehingga dapat menahan
beban-beban roda.bahan tersebut seperti batu pecah,kerikil pecah dan stabilisasi tanah dengan semen atau
kapur.
d.Lapis Permukaan (surface course)
lapis permukaan adalh bagian perkerasan yang paling atas.lapisan ini terdiri atas campuran mineral
agregat dan bahan pengikat yang biasnnya terletak diatas lapis fondasi.fungsi lapis fondasi adalh sbb.
1.sebagai bahan perkerasan untuk menahan beban roda
2.sebagai lapisan rapat air untuk melindungi badan jalan kerusakan akibat cuaca.
3.sebagai lapisan aus (wearing course)

2.Perkerasan Kaku (Rigid pavement)


Perkerasan kaku pada umumnya hanya terdiri dari satu lapisan dan menggunakan semen (Portland
cement)sebagai bahan pengikat.
a.tanah dasar
Persyaratan yang harus dipenuhi dalam penyiapan tanah dasar adalh lebar,kerataan,kemiringan
melintang,keseragaman daya dukung,dan keseragaman kepadatan.daya dukung tanah dasar ditentukan
dengan pengujian CBR insitu sesuai dengan SNI 03-1731-1989 atu CBR laboratorium sesuai dengan SNI
03-1744-1989,masing-masing untuk perencanaan tebal perkerasan lama dan perkerasan jalan baru.apabila
tanah dasar mempunyai nilai CBR lebih kecil dari 2%, maka harus di pasang fondasi bawah yang terbuat
dari beton kurus (Lean mix concrete)setebal 15 cm yang dianggap mempunyai nilai CBR tanah dasar
efektif 5%.
b.fondasi bawah
bahan fondasi bawah adalah:
1.bahan berbutir
2.stabilisasi atau dengan beton kurus giling padat (lean rolled concrete)
3.campuran beton kurus (lean-mix concrete)
c.beton semen
kekuatan beton harus dinyatakan dalam nilai kuat tarik lentur (flexural strength)umur 28 hari,yang
didapat dari hasil pengujian balok dengan pembebanan tiga titik (ASTM C-78) yang besarnnya secara
tipikal sekitar 3-5 MPa(30-50 kg/cm2).kuat tarik lentur beton yang diperkuat dengan bahan serat penguat
seperti serat baja,aramit atau serat karbon,harus mencapai kuat tarik lentur 5-5,5 MPa (50-55
kg/cm2).kekuatan rencana harus dinyatakan dengan kuat tarik lentur karakteristik yang dibulatkan hingga
0,25 MPa (2,5 kg/cm2 ) terdekat.
Panjang serat baja antara 15 mm dan 50 mm yang bagian ujungnya melebar sebagai angker dan
atau sekrup penguat untuk meningkatkan ikatan.secara tipikal serat dengan panjang antara 15 dan 50 mm
dapat di tambahkan ke dalam adukan beton harus dipilih dan sesuai dengan lingkungan dimana perkerasan
akan dibuat.

B.Gambar Konstruksi Jembatan


Elemen struktur jembatan secara umum dapat di kelompokkan menjadi dua yaitu elemen
substruktur(bagian bawah) dan superstruktur (bagian atas).substruktur jembatan menyalurkan beban dari
superstruktur ke telapak dan fondasi.elemen substruktur ini termasuk elemen struktur pendukung vertical
bagian tengah (pier atau bent) dan pendukung pada bagian akhir (abutment).untuk membuat gambar
konstruksi jembatan,hal yang perlu di perhatikan antara lain.
1.Bent Tiang
Perluasan tiang digunakan untuk slab dan jembatan balok T.biasannya digunakan untuk melintasi
sungai bila keberadaanya tidak menjadi masalah.
2.Pilar(pier)solid
Pier solid yang digunakan pada kondisi sungai berarus deras.biasannya digunakan untuk bentang
panjang dan dapat di dukung oleh fondasi telapak yang lebar atau fondasi tiang.
3.Bent kolom
Bent kolom biasannya di gunakan untuk struktur tanah kering dan didukung oleh fondasi telapak
atau fondasi tiang .bent berkolom banyak di perlukan untuk jembatan yang terletak pada zona gempa.bent
berkolom tunggal ,seperti bent T dapat digunakan pada kondisi perletakan kolom terbatas dan tidak
mungkin diubah.
4.Kepala Jembatan (Abutment)
Abutment merupakan pendukung akhir sebuah jembatan yang berfungsi sebagai pemikul seluruh
beban hidup (seperti angin,kendaraan dll)dan beban mati (beban gelagar,dll).pada jembatan.pemilihan tipe
abutment tergantung pada kebutuhan pendukung structural,pergerakan,drainase,kedekatan jalan,dan
gempa bumi.
a.Abutment Tipe Gravitasi
pada umumnya material yang digunakan merupakan pasangan batu kali atau beton
tumbuk.biasannya abutment tipe grafitasi di gunakan pada jembatan yang memiliki bentang yang tidak
terlalu panjang
b.Abutment tipe T terbalik
pada umumnya abutment tipe T terbalik digunakan pada konstruksi yang lebih tinggi dan material
yang digunakan beton bertulang.
c.Abutment Tipe penompang
Abutment ini diberi penopang pada sisi belakangnya yang bertujuan untuk memperkecil gaya yang
bekerja pada tembok memanjang dan pada tumpuan.digunakan pada keadaan struktur yang tinggi dan
menggunakan material beton bertulang.
5.Sistem Lantai
System lantai jembatan biasannya terdiri dari geladak yang di topang oleh gelagar.geladak akan
menerima langsung beban hidup.sistem lantai jembatan dibedakan untuk jalan raya atau jalan kereta
api.material yang digunakan dibedakan atas beton,baja,atau kayu.
a.Balok stringer
balok stringer mendukung langsung geladak dan menyalurkan beban ke balok lantai.desain
jembatan umumnya memberikan batas ketinggian sesuai dengan berat kendaraan.
b.Balok lantai
balok lantai ditempatkan kea rah melintang dan dihubungkan oleh baut berkekuatan tinggi
kerangka terus atau pelengkung.balok lantai juga membuat kaku jembatan dan meningkatkan kemampuan
menahan puntir.lantai jembatan berfungsi sebagai lantai untuk lalu lintas,merupakan balok yang disusun
sedemikian rupa sehingga mampu mendukung beban.biasannya dipasang dalam arah melintang
jembatan,diatas gelagar(rasuk).agar balok lantai jembatan lebih baik,dpat diberi lapisan aus permukaan
berupa aspal atau beton .jika diberi aspal maka balok lantai jembatan harus disusun rapat tanpa
spasi,sedang bila mengunakan beton dapat dikombinasikan dengan seng.
6.Geladak
Slab geladak beton bertulang umumnya di gunakan pada jembatan jalan raya.geladak paling rawan
terhadap kerusakan akibat arus lalu lintas,yang berlangsung terus menerus.jalan pada geladak baja harus
diselesaiakan dengan hati-hati untuk mencegah penetrasi air melalui jalan yang dapat menyebabkan
geladak baja berkarat.
7.Gelagar
Gelagar jembatan akan mendukung semua beban yang bekerja pada jembatan.bahan gelagar
berupa bahan kayu dan atau profil baja berupa kanal,profil H atau I.pada bentang jembatan lebih dari 8
m,perlu di tambahkan pertambatan angin biasannya di bagian bawah gelagar dan dibuat bersilangan.
8.Konstruksi Penghubung Balok Lantai-Gelagar
Jika rasuk menggunakan profil baja (tipe I atau kanal),maka untuk menghubungkan rasuk dan
balok lantai di usahakan agar tidak melubangi sayap rasuk,karena akan mengurangi kekuatan struktur
jembatan.berbeda jika menggunakan rasuk menggunakan bahan kayu (balok kayu),alat sambung yag di
gunakan bisa berupa kokot-baut,baut atau kokot paku.