Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN

MATA KULIAH ASUHAN KEBIDANAN PATOLOGI IBU DAN


ANAK
“GAMBARAN KLINIS PADA IBU SARCOMA”

Oleh :
Kelompok IV

Ni Kadek Mita Widiari (P07124218004)


Ni Putu Harista Diandari (P07124218006)

KEMENTERIAN KESEHATAN R.I.


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES DENPASAR
JURUSAN KEBIDANAN PRODI SARJANA TERAPAN
KEBIDANAN
2021

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas
berkat, rahmat dan karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang
berjudul “Gambaran Klinis pada Ibu Sarcoma” tepat pada waktunya. Kami
menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih banyak kekurangan, baik dari segi isi,
penulisan maupun kata-kata yang digunakan. Oleh karena itu, kami mengharapkan
segala kritik dan saran yang bersifat membangun guna perbaikan makalah ini lebih
lanjut.
Kami menyadari bahwa tugas ini dapat terwujud berkat bantuan dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya menyampaikan terimakasih kepada:
1. Dr. Ni Komang Yuni Rahyani, M.Kes sebagai Penanggung Jawab sekaligus
Pengampu Mata Kuliah Asuhan Kebianan Patologi Ibu dan Anak
2. Semua pihak yang telah membantu terhadap pembuatan makalah ini.
Kami berharap semoga makalah ini bisa menambah pengetahuan para pembaca.

Denpasar, Mei 2021

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Halaman Judul
KATA PENGANTAR........................................................................................................i
DAFTAR ISI......................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................1
A. Latar Belakang.............................................................................................................1
B. Rumusan Masalah........................................................................................................2
C. Tujuan Penulisan..........................................................................................................2
D. Manfaat.........................................................................................................................2
BAB II TINJAUAN TEORI..............................................................................................3
A. Pengertian Sacroma......................................................................................................3
B. Penyebab Sacroma.......................................................................................................3
C. Jenis-jenis Sacroma......................................................................................................4
D. Penatalaksanaan Sacroma............................................................................................5
E. Faktor Resiko Sakroma.................................................................................................7
BAB III PENUTUP............................................................................................................9
A. SIMPULAN.................................................................................................................9
B. SARAN........................................................................................................................9
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................10

ii
iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pola penyakit penyebab kematian saat ini terjadi peralihan yang semula
disebabkan oleh penyakit menular menjadi penyakit tidak menular (non communicable
disease) termasuk diantaranya penyakit yang disebabkan oleh keganasan. Sarkoma
jaringan lunak adalah tumor ganas yang berasal dari jaringan mesenchym yang terdapat
pada kerangka tubuh, kepala, leher dan ekstremitas kecuali tulang dan tulang rawan.
Dalam kategori jaringan lunak termasuk otot, tendon, fasia, ligament, lemak, pembuluh
darah, pembuluh limfe, saraf perifer, saraf autonom, ganglion, bursa, synovia, kartilago
palpebra, kartilango telinga dan lain-lain, namun tidak termasuk tulang, kartilago,
sumsum, kartilago hidung, mamae dan jaringan lunak dalam organ.
Kanker (21%) menempati urutan kedua setelah penyakit kardiovaskular (48%).
Angka kejadian kanker di dunia diperkirakan akan terus meningkat dari 14 juta kasus
pada tahun 2012 menjadi 22 juta kasus dalam dua dekade berikutnya.3 Angka kematian
akibat kanker pada orang Amerika diperkirakan sekitar 589.430 atau sebanyak 1.620
orang per hari.4 Prevalensi kanker di Indonesia yaitu sebesar 4,3 per 1.000 penduduk.
Insiden Sarkoma di Indonesia belum diketahui pasti, namun diperkirakan 1 per
100.000 penduduk dan merupakan 1% dari seluruh tumor ganas. Sarkoma jaringan lunak
merupakan 15% tumor ganas pada anak-anak dan 1% tumor ganas pada dewasa. Sekitar
60% sarkoma jaringan lunak mengenai ekstremitas, dimana ekstremitas bawah 3 kali
lebih sering daripada ekstremitas atas. Sisanya, 30% mengenai badan dan 105 mengenai
kepala dan leher. Faktor predisposisi sarkoma jaringa lunak adalah genetika, radiasi,
virus, iatrogenic (mis. Radiasi), dan imunologi.
Lebih dari lima puluh jenis subtipe histopatologis dari sarkoma jaringan lunak
yang telah diidentifikasi, antara lain tipe yang paling sering liposarkoma, malignant
fibrous histiocytoma, leiomisarkoma, sarkoma sinovial, dan malignant peripheral nerve
sheat tumours. Rhabdomisarkoma merupakan sarkoma jaringan lunak yang paling sering

1
pada anak-anak. Lokasi primer tersering adalah ekstremitas (60%), kemudian batang
tubuh (trunk) 19%, retroperitoneum 15% serta kepala dan leher 9%.8 Sarkoma jaringan
lunak lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita dengan rasio 2-3:1.
Magnetic resonance imaging (MRI) merupakan pilihan modalitas utama untuk
mendeteksi, mengelompokkan dan menentukan stadium dari sarkoma jaringan lunak.
MRI juga dapat menjadi penuntun untuk dilakukannya biopsi. Tindakan biopsi
dilakukan untuk menentukan jenis histopatologis yang spesifik, menentukan derajat
histologi serta untuk menentukan terapi dan prognosis.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu sarcoma?
2. Apa penyebab sarcoma?
3. Apa jenis-jenis kanker sarcoma?
4. Bagaimana penatalaksanaan Kanker sarcoma?
5. Bagaimana faktor resiko sarcoma?

C. Tujuan Penulisan
1. Untuk memahami pengertian sarcoma
2. Untuk memahami penyebab sarcoma
3. Untuk memahami jenis-jenis kanker sarcoma
4. Untuk memahami dan mengetahui penatalaksanaan sarcoma.
5. Untuk mengetahui faktor resiko terjadinya sarcoma.

D. Manfaat
Makalah ini disusun agar dapat bermanfaat sebagai bahan pengkajian atau
referensi di bidang pendidikan maupun praktik khususnya pada pembelajaran Asuhan
Kebidanan Patologi Ibu dan Anak.

2
BAB II
TINJAUAN TEORI

A. Pengertian
Sarkoma adalah jenis tumor ganas (kanker), sejenis kanker yang muncul dari
transformasi sel jaringan ikat. Yang termasuk jaringan ikat ialah tulang rawan, lemak,
pembuluh darah, saraf, tendon, dan lapisan tulang pada sendi. Sarkoma adalah jaringan
ikat primer yang berarti tumor ini muncul di jaringan ikat. Berbeda dengan jaringan ikat
sekunder, yang terjadi ketika kanker dari tempat lain (seperti paru-paru, jaringan
payudara atau prostat) menyebar ke jaringan ikat.
B. Penyebab
Secara umum, kanker terbentuk ketika perubahan (mutasi) terjadi pada DNA di
dalam sel. DNA di dalam sel dikemas ke dalam sejumlah besar gen individu, yang
masing-masing berisi satu set instruksi yang memberi tahu sel fungsi apa yang harus
dilakukan, serta cara tumbuh dan membelah.
Mutasi mungkin memberitahu sel untuk tumbuh dan membelah tak terkendali dan
untuk terus hidup ketika sel-sel normal akan mati. Jika ini terjadi, sel-sel abnormal yang
terakumulasi dapat membentuk tumor. Sel dapat pecah dan menyebar (bermetastasis) ke
bagian tubuh lainnya.
Kanker sarkoma memang tidak memandang usia. Anak-anak hingga orang dewasa
bisa terserang kanker satu ini. Hanya saja, kanker sarkoma lebih banyak dijumpai pada
orang lanjut usia. Penyebab pasti dari kanker sarkoma hingga saat ini belum diketahui
dengan pasti. Namun beberapa faktor ditengarai mampu meningkatkan risiko untuk
terkena kanker sarcoma, diantaranya:
1. Adanya kelainan genetik seperti retinoblastoma, neurobiromatosis, sindrom
Gardner, retinoblastoma, atau sindrom Li-Fraumeni
2. Faktor turunan atau ada anggota keluarga yang menderita kanker sarkoma
3. Memiliki riwayat penyakit tulang, seperti penyakit Paget

3
4. Sering terpapar radiasi, mulai dari radiasi nuklir hingga radiasi radioterapi
5. Terkena paparan zat kimia seperti arsenic, hebisida, dan dioksin.
C. Jenis-Jenis Kanker Sarkoma
1. Klasifikasi
a. Hemangiosarcoma ialah sarcoma yang terjadi pada pembuluh darah.
b. Liposarcoma ialah sarcoma yang terjadi pada jaringan lemak. Liposarcoma
umumnya muncul dari paha, belakang lutut, atau perut.
c. Leimyosarcoma ialah sarcoma yang terjadi pada jaringan otot polos.
d. Rhabdomyosarcoma ialah sarcoma yang terjadi pada jaringan ikat dan otot.
e. Osteosarcoma ialah sarcoma yang terjadi pada tulang.
f. Angiosarcoma ialah sarcoma yang terjadi pada pembuluh getah bening atau sel
darah.
g. Fibrosarcoma ialah sarcoma yang terjadi pada jaringan ikat fibrosa. Sarcoma
jenis ini biasanya dimulai pada lengan, tungkai, atau batang tubuh.
h. Gastrointestinal stromal tumor, ialah terjadi pada saluran pencernaan.
2. Tingkat Keparahan
a. Stadium 1A, yaitu ukuran sel kanker sebesar 5 cm atau lebih kecil dan masih
terlihat seperti sel yang normal. Selain itu, belum ada penyebaran, baik ke
kelenjar getah bening terdekat maupun organ yang jauh.
b. Stadium 1B, yaitu ukuran sel kanker sebesar 5 cm atau bisa lebih besar dari 15
cm, dan belum tampak seperti sel abnormal. Disamping itu, sel kanker belum
menyebar, baik ke kelenjar getah bening atau organ yang jauh.
c. Stadium 2, yaitu ukuran sel kanker sebesar 5 cm atau lebih kecil, namun sudah
terlihat seperti sel abnormal dengan pertumbuhan yang cepat. Belum ada
penyebaran ke kelenjar getah bening atau organ yang jauh letaknya.
d. Stadium 3A, yaitu ukuran sel kanker lebih besar dari 5 cm, namun kurang dari 10
cm. Sel kanker jelas menunjukkan tanda sebagai sel abnormal dengan
pertumbuhan cepat. Belum ada penyebaran ke kelenjar getah bening terdekat
maupun organ lain yang jauh.

4
e. Stadium 3B, yaitu ukuran sel kanker sudah terlihat seperti sel abnormal dengan
perkembangan yang cepat, meskipun belum ada penyebaran ke kelenjar getah
bening yang dekat maupun organ yang jauh.
f. Stadium 4, yaitu ukuran kanker bisa sebesar apa pun dan kanker sudah menyebar
ke jaringan getah bening terdekat atau sudah meluas hingga ke organ yang jauh,
seperti paru-paru.
D. Penatalaksanaan
1. Pemeriksaan klinis
a. Anamnesis
Keluhan sangat tergantung dari dimana tumor tersebut tumbuh. Keluhan utama
pasien sakroma ialah daerah ekstremitas tersering adalah benjolan yang umumnya tidak
nyeri dan wring dikeluhkan muncul setelah terjadi trauma didaerah tersebut. untuk
sakroma lokasi di visceral/retroperitoneal umumnya dirasakan ada benjolan abdominal
yang tidak nyeri, hanya sedikit kasus yang disertai nyeri, kadang-kadang terdapat pula
perdarahan gastro intestinal, obstruksi usus atau berupa gangguan neurovaskualar.
Perlu ditanyakan bila terjadi dan bagaimana sifat pertumbuhannya, keluhan yang
berhubungan dengan infiltrasi dan penekanan terhadap jaringan sekitar.
2. Pemeriksaan fisik
a. Pemeriksaan status generalis untuk menilai keadaan umum penderita dan tanda-
tanda metastasis pada paru, hati dan tulang.
b. Pemeriksaan status lokatis meliputi:
1) Tumor primer
a) Lokasi tumor
b) Ukuran tumor
c) Batas tumor tegas atau tidak
d) Konsistensi dan mobilitas
e) Tanda-tanda inliltrasi sehingga perlu diperiksa fungsi motorik/sensorik dan
tanda-tanda bendungan pembuluh darah, obstruksi usus, dan lainlain sesuai
lokasi lesi)

5
2) Metastasis regional yaitu perlu diperiksa ada atau tidaknya pembesaran bagian
regional
3. Pemeriksaan penunjang
a. Foto polos untuk menilai ada tidaknya inliltrasi pada tulang
b. MRI / CT-scan untuk menilai infiltrasi pada jaringan sekitarnya
c. Angiografi atas indikasi
d. Foto thoraks untuk menilai metastasis paru
e. USG hepar / sidik tulang atas indikasi untuk menilai metastasis
f. Untuk SJL retroperitoneal perlu diperiksa fungsi ginjal.
g. Biopsi. Tidak dianjurkan pemeriksaan FNAB (sitologi). Sebaiknya dilakukan
"core biopsy" atau "tru cut biopsy" dan lebih dianjurkan untuk dilakukan biopsi
terbuka, yaitu bila ukuran tumor < 3 cm dilakukan biopsi eksisi dan bila > 3 cm
dilakukan biopsi insisi.
h. Untuk kasus kasus tertentu bila meragukan dilakukan emeriksaan
imunohistokimia. Setelah dilakukan pemeriksaan di atas diagnosis ditegakkan,
selanjutnya ditentukan stadium sebelum melakukan tindakan terapi terlebih
dahulu harus dipastikan kasus SJL (Sarcoma Jaringan Lunak) tersebut kurabel
atau tidak, resektabel atau tidak, dan modalitas terapi yang dimiliki, serta
tindakan rehabilitasi.
4. Pengobatan
a. Operasi merupakan penanganan utama yang dilakukan jika sarkoma terdiagnosis
pada tahap awal. Pada prosedur ini, sel kanker diangkat beserta jaringan sehat di
sekitarnya untuk memastikan tidak ada sel kanker yang tertinggal. Selain
mengangkat sel kanker, pada sebagian kecil kasus, amputasi bagian tubuh tempat
tumbuhnya kanker juga perlu dilakukan.
b. Kemoterapi merupakan terapi yang kerap menjadi penanganan pertama saat
kanker sudah menyebar, dengan menggunakan golongan obat kimia tertentu
untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi dapat diberikan dalam bentuk pil atau
melalui infus. Efek samping dari kemoterapi yang mungkin muncul, antara lain

6
adalah merasa lemah dan lelah, serta kerontokan rambut. Kemoterapi sering
dilakukan untuk mengatasi rhabdomyosarcoma.
c. Radioterapi ialah terapi yang dilakukan dengan menggunakan energi bertenaga
tinggi. Radioterapi dapat dilakukan sebelum operasi pengangkatan tumor, untuk
mengecilkan tumor sehingga mudah diangkat. Terapi ini juga bisa
dilakukan pada saat operasi (intraoperative radiation), sehingga tidak
mengganggu jaringan sekitarnya. Sedangkan radioterapi yang dilakukan pasca
operasi bertujuan membunuh sel kanker yang tersisa. Saat prosedur operasi tidak
bisa dilakukan, radioterapi juga bisa diberikan untuk menghambat perkembangan
sarkoma. Efek samping yang mungkin muncul dari terapi ini adalah kerontokan
rambut di area pengobatan dan tubuh merasa lelah.
d. Terapi target ialah beberapa jenis sarkoma jaringan lunak memiliki ciri tertentu,
sehingga bisa dilumpuhkan melalui obat atau antibodi buatan untuk menghambat
pertumbuhan sel kanker tanpa merusak sel yang normal. Terapi ini
sangat membantu untuk mengatasi tumor pada saluran pencernaan
(gastrointestinal stromal tumor).
E. Faktor Resiko
Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko sarkoma meliputi:
a. Sindrom yang diturunkan.
Beberapa sindrom yang meningkatkan risiko kanker dapat diturunkan dari orang
tua ke anak. Contoh sindrom yang meningkatkan risiko sarkoma termasuk
retinoblastoma familial dan neurofibromatosis tipe 1.
b. Terapi radiasi untuk kanker.
Perawatan radiasi untuk kanker meningkatkan risiko mengembangkan sarkoma
di kemudian hari.
c. Pembengkakan kronis (limfedema).
Limfedema adalah pembengkakan yang disebabkan oleh cadangan cairan getah
bening yang terjadi ketika sistem limfatik tersumbat atau rusak. Ini
meningkatkan risiko jenis sarkoma yang disebut angiosarcoma.

7
d. Paparan bahan kimia.
Bahan kimia tertentu, seperti beberapa bahan kimia industri dan herbisida, dapat
meningkatkan risiko sarkoma yang mempengaruhi hati.
e. Paparan virus.
Virus yang disebut human herpesvirus 8 dapat meningkatkan risiko jenis
sarkoma yang disebut sarkoma kaposi pada orang dengan sistem kekebalan yang
lemah.

8
BAB III
PENUTUP

A. SIMPULAN
Sarkoma adalah jenis kanker yang dapat terjadi di berbagai lokasi di tubuh.
Sarkoma adalah istilah umum untuk kelompok luas kanker yang dimulai di tulang
dan di jaringan lunak (juga disebut ikat/sarkoma jaringan lunak). Sarkoma jaringan
lunak terbentuk di jaringan yang menghubungkan, mendukung, dan mengelilingi
struktur tubuh lainnya. Ini termasuk otot, lemak, pembuluh darah, saraf, tendon dan
lapisan sendi. Perawatan untuk sarkoma bervariasi tergantung pada jenis sarkoma,
lokasi dan faktor lainnya.

B. SARAN
Meskipun penulis menginginkan kesempurnaan dalam penyusunan hasil observasi
ini akan tetapi pada kenyataannya masih banyak kekurangan yang perlu penulis
perbaiki. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan penulis. Oleh karena itu
kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan
sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya.

9
DAFTAR PUSTAKA

Bedah Onkologi. (Tanpa tahun) Eksisi Luas Sarkoma Jaringan Lunak.

Carol DerSarkissian, 2019 https://www.webmd.com/cancer/sarcoma diakses pada


tanggal 4 Mei 2021
DerSarkissian, Carol. 2019. Sarcoma Cancer Center.
https://www.webmd.com/cancer/sarcoma diakses pada 31 Mei 2021 pukul 10.21
Wita

Fuda Cancer Hospital. (Tanpa tahun). Kanker Sarkoma. Jinan University. Guangzhou
China.

Mayoclinic, 2021 https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sarcoma/symptoms-


causes/syc-20351048 diakses pada tanggal 4 Mei 2021

Willy Tjin, 2018. Sarkoma Jaringan Lunak. Alodokter.

Wikipedia. 2021. Sarcoma.


https://en.wikipedia.org/wiki/Sarcoma#Causes_and_risk_factors diakses pada 31
Mei 2021 pukul 09.51 Wita

10