Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM MEKANIKA FLUIDA

MODUL H-05
PENGUKURAN DEBIT ALIRAN

KELOMPOK 21
Anindyolaras Cahyo .P (0906515931)
Komang Tattya Lokhita (0906)
Cut Keumala (0906)
Marcelino Dwi (0906)
Khoirul Abidin (0906)

Waktu Praktikum : 12 Maret 2011


Asisten Praktikum : Melky Suryawijaya
Tanggal Disetujui :
Nilai :
Paraf Asisten :

LABORATORIUM HIDROLIKA, HIDROLOGI, DAN SUNGAI


DEPARTEMEN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK 2011
A. Tujuan
1. Memperagakan prinsip kerja dari berbagai tipe dasar pengukuran aliran yang berbeda
dan dirakit dalam satu seri konfigurasi dengan cara membandingkannya.
2. Mengetahui karakteristik-karakteristiknya.

A. Teori
Sebagai akibat dari berbagai keperluan yang berbeda, banyak variasi metoda yang telah
banyak dikembangkan untuk mengukur aliran fluida.
Venturi meter, lempengan lubang aliran (orifice) dan pipa pitot adalah alat-alat yang sesuai
untuk mengukur debit dalam pipa.
Dengan menggunakan persamaan energi (Bernoully) dapat diturunkan debit :
Untuk venturi meter dan orifice :
Dimana :
Q = Cd A2 2g(h1-h2)1-A2A12
Q = debit yang mengalir melalui pipa
Cd = koefisien debit empiris yang didapat dari hasil percobaan
A1 = luas penampang pipa bagian hulu
A2 = luas penampang leher pipa venture meter atau luas penampang lubang (orifice)
untuk lempeng lubang aliran.
h1 = tinggi tekanan pada lubang masuk (hulu)
h2 = tinggi tekanan pada lubang keluar (hilir)

Untuk pipa pitot :


Q = Cd A2 2g(h1-h2)

Dimana :
Q = debit yang mengalir melalui pipa
Cd = koefisien debit empiris yang didapat dari hasil percobaan
h1 = total head
h2 = tinggi tekanan
Data-data teknis :
• Pada venturimeter
a) diameter pipa bagian hulu = 29 mm
b) diameter leher pipa = 17 mm
• Pada lempeng lubang aliran (orifice)
a) diameter pipa bagian hulu = 29 mm
b) diameter lubang = 20 mm
• Pada pipa pitot
a) diameter pipa = 19 mm

A. Peralatan
1. Meja hidrolika
2. Seperangkat alat pengukur aliran

B. Cara Kerja
1. Meletakkan alat pecobaan pada saluran tepi meja hidrolika.
2. Menghubungkan pipa aliran masuk dengan suplai dari meja hidrolika dan masukkan
pipa aliran keluar kedalam tangki pengukur volume.
3. Membuka penutup pengatur aliran suplai sepenuhnya, demikian juga katup pengatur
aliran pada alat percobaan.
4. membuka katup udara pada manometer, biarkan manometer terisi penuh dan tunggu
hingga gelembung udara sudah tidak terlihat lagi pada manometer.
5. Mengatur katup suplai aliran dan pengatur aliran pada alat percobaan hingga
didapatkan pembacaan manometer yang jelas. Jika diperlukan, tambahkan tekanan pada
manometer dengan menggunakan pompa tangan.
6. Mencatat pembacaan manometer, pembacaan debit pada alat ukur penampang berubah
kemudian hitung debit aliran air dengan menghitung jumlah volume yang keluar dari
alat percobaan dalam waktu tertentu, menggunakan gelas ukur dan stopwatch.
7. Mengulangi langkah 1-6 untuk berbagai variasi debit.

A. Data
Manometer
Variable Volum Wakt
No. h3 h4 h5 h6 h7 h8 area e (mL) u (s)
(cm) (cm) (cm) (cm) (cm) (cm)
1. 5.7 5.5 5.5 4.9 4.2 4.5 5 135 2
2. 12 11 11 9.5 8 9 7.5 290 2
3. 13.3 11.5 11.4 9 6.8 8.5 10 330 2
4. 17.8 14 15 10.5 7.3 10.4 12.5 455 2
5. 22.5 19 18 15 10.3 11 15 520 2
6. 26.5 19.5 17.5 12 7.7 8.2 17.5 640 2
7. 36 23 22.5 13.8 8.9 10.4 20 755 2

B. Pengolahan Data

Dimensi Pipa

Dimensi (mm) Venturi meter Orifice Pitot


d1 29 29 19
d2 17 20 19

Koefisien debit empiris (Cd)

1. Orifice

Q = Cd A2 2g(h1-h2)1-A2A12

Q = (y) ; Cd = (a) ; A2 2g(h1-h2)1-A2A12 = (x)

g = 9.8 m/s2 = 980 m/s2

Volume Waktu
No. Q (y) (x)
(mL) (s)
1. 135 2 67.5 70.67462
2. 290 2 145 158.0333
3. 330 2 165 212.0239
4. 455 2 227.5 308.0635
5. 520 2 260 295.6532
6. 640 2 320 418.1167
7. 755 2 377.5 569.797

Grafik hubungan nilai x dengan debit

Dengan menggunakan metode least square diperoleh persamaan garis linear :

y = 1.258x + 81.04
a = ΣxiΣyi- (Σxiyi)(Σxi)2-nΣxi2 = 1.258

Sehingga didapat nilai Cd= 1.258

2. Venturi meter

Q = Cd A2 2g(h1-h2)1-A2A12

Q = (y) ; Cd = (a) ; A2 2g(h1-h2)1-A2A12 = (x)

g = 9.8 m/s2 = 980 m/s2 Liter = dm3 mL = cm3 koq g = m/s2????

Volume Waktu
No. Q (y) (x)
(mL) (s)
1. 135 2 67.5 82.84349
2. 290 2 145 130.9871
3. 330 2 165 165.687
4. 455 2 227.5 226.8762
5. 520 2 260 185.2437
6. 640 2 320 250.8211
7. 755 2 377.5 315.4586

Grafik hubungan nilai x dengan debit

Perhatikan Satuan!!!

Dengan menggunakan metode least square diperoleh persamaan garis linear :

y = 2.644x – 66.46

a = ΣxiΣyi- (Σxiyi)(Σxi)2-nΣxi2 = 2.644

Sehingga didapat nilai Cd= 2.644


3. Pitot

Q = Cd A2 2g(h1-h2)

Q = (y) ; Cd = (a) ; A2 2g(h1-h2) = (x)

g = 9.8 m/s2 = 980 m/s2

Volume Waktu
No. Q (y) (x)
(mL) (s)
1. 135 2 67.5 68.71721
2. 290 2 145 125.4599
3. 330 2 165 163.5797
4. 455 2 227.5 220.8949
5. 520 2 260 104.9673
6. 640 2 320 88.71354
7. 755 2 377.5 153.6564

Grafik hubungan nilai x dengan debit

Dengan menggunakan metode least square diperoleh persamaan garis linear :

y = 0.882x + 329.74

a = ΣxiΣyi- (Σxiyi)(Σxi)2-nΣxi2 = 0.882

Sehingga didapat nilai Cd= 0.882

Koefisien debit kehilangan empiris (k)

1. Orifice
∆h praktikum = k ∆h teori
∆h praktikum = (y) ; k=b ; ∆h teori = (x)
∆h teori = V22g=Q22gA22
g = 9.8 m/s2 = 980 cm/s2

Volume Waktu ∆h praktikum ∆h teori


No. Q (debit)
(mL) (s) (y) (x)
1. 135 2 67.5 0.2 0.235772
2. 290 2 145 1 1.087979
3. 330 2 165 1.8 1.40881
4. 455 2 227.5 3.8 2.678227
5. 520 2 260 3.5 3.498093
6. 640 2 320 7 5.298886
7. 755 2 377.5 13 7.374262

Grafik hubungan nilai ∆h praktikum dengan ∆h teori

SETIAP GRAFIK DIKASIH FUNGSINYA YA!!! Missal y = 1.702x -0.920


Dengan menggunakan metode least square diperoleh persamaan garis linear :

y = 1.702x -0.920

a = ΣxiΣyi- (Σxiyi)(Σxi)2-nΣxi2 = 1.702

Sehingga didapat nilai k = 1.702

2. Venturi meter

∆h praktikum = k ∆h teori

∆h praktikum = (y) ; k=b ; ∆h teori = (x)

∆h teori = V22g=Q22gA22
g = 9.8 m/s2 = 980 m/s2

Volume Waktu ∆h praktikum ∆h teori


No. Q (debit)
(mL) (s) (y) (x)
1. 135 2 67.5 0.6 0.451665
2. 290 2 145 1.5 2.084227
3. 330 2 165 2.4 2.698838
4. 455 2 227.5 4.5 5.130642
5. 520 2 260 3 6.701247
6. 640 2 320 5.5 10.151
7. 755 2 377.5 8.7 14.12677

Grafik hubungan nilai ∆h praktikum dengan ∆h teori

Dengan menggunakan metode least square diperoleh persamaan garis linear :

y = 0.544x -0.52

a = ΣxiΣyi- (Σxiyi)(Σxi)2-nΣxi2 = 0.544

Sehingga didapat nilai k = 0.544

3. Pipa pitot

∆h praktikum = k ∆h teori

∆h praktikum = (y) ; k=b ; ∆h teori = (x)

∆h teori = V22g=Q22gA22

g = 9.8 m/s2 = 980 m/s2

Volume Waktu ∆h praktikum ∆h teori


No. Q (debit)
(mL) (s) (y) (x)
1. 135 2 67.5 -0.3 0.289466
2. 290 2 145 -1 1.335753
3. 330 2 165 -1.7 1.729649
4. 455 2 227.5 -3.1 3.288161
5. 520 2 260 -0.7 4.29474
6. 640 2 320 -0.5 6.505642
7. 755 2 377.5 -1.5 9.053659
AH manometer diambila harga mutlak, jadi AH semuanya POSITIF.
Grafik hubungan nilai ∆h praktikum dengan ∆h teori
Grafiknya K pitot perbaiki dengan ∆H positif

Dengan menggunakan metode least square diperoleh persamaan garis linear :

y = -0.196x -3.538

a = ΣxiΣyi- (Σxiyi)(Σxi)2-nΣxi2 = -0.196

Sehingga didapat nilai k = -0.196

A. Analisa
1. Analisa Percobaan
Pada praktikum pengukuran debit aliran ini peralatan yang digunakan
adalah meja hidrolika dan seperangkat alat pengukuran aliran. Hal pertama yang
dilakukan yaitu meletakkan alat percobaan pengukuran aliran pada saluran tepi meja
hidrolika, kemudian menghubungkan pipa aliran masuk dengan suplai dari meja
hidrolika dan memasukkan pipa aliran keluar kedalam tangki pengukur volume. Hal ini
bertujuan agar alat percobaan pengukuran aliran mendapat suplai air untuk percobaan
ini.
Alat pengukuran aliran ini memiliki 3 jenis pipa yaitu pipa orifice,
venturi meter, dan pipa pitot. Untuk pipa orifice menghubungakn manometer nomor 3
dan 4, dimana manometer nomor 3 sebagai lubang masuk (hulu) dan manometer nomor
4 sebagai lubang keluar (hilir). Pipa venturi meter menghubungkan manometer nomor 5
dan 6, dimana nomor 5 sebagai lubang masuk dan nomor 6 sebagai lubang keluar.
Sedangkan pipa pitot menghubungkan manometer nomor 7 dan 8.
Selanjutnya, membuka penutup pengatur aliran suplai sepenuhnya dan
juga katup pengatur aliran pada alat percobaan agar air dapat mengalir pada alat
percobaan tersebut. Kemudian membuka katup udara pada manometer, membiarkan
manometer terisi penuh dengan air, hal ini bertujuan untuk menghilangkan gelembung
udara yang terlihat lagi pada manometer.
Hal selanjutnya yang dilakukan yaitu mengatur katup suplai aliran dan
pengatur alat percobaan hingga didapatkan pembacaan manometer yang jelas, pada
percobaan kali ini pengaturan variable area dimulai dari 5, kemudian 7.5, 10, 12.5, 15,
17.5 dan 20. Setelah mengatur variable area, kemudian membaca ketinggian air yang
ditunjukkan pada manometer setelah posisi air tidak bergerak lagi naik atau turun. Saat
mengatur variable area, apabila ketinggian air pada manometer terlalu tinggi maka
dapat mengurangi tinggi air tersebut dengan memutar kran sehingga ketinggian
permukaan air menjadi lebih rendah. Jika diperlukan, tambahkan tekanan pada
manometer dengan menggunakan pompa tangan.
Mencatat pembacaan manometer, kemudian mengukur besar debit yang
ada dengan menghitung jumlah volume yang keluar dari alat percobaan dalam waktu
tertentu, menggunakan gelas ukur dan stopwatch. Perhitungan jumlah volume yang
keluar dan menghitung waktu yang diperlukan bertujuan untuk mengetahui besarnya
debit aliran tersebut yang diperoleh dengan pembagian antara volume dengan waktu.
Pada percobaan kali ini, waktu yang digunakan untuk mengukur debit yaitu 2 sekon
setiap pengukuran debitnya, kemudian membaca dan mencatat hasil pengukuran debit.
Mengulangi langkah-langkah tersebut untuk berbagai variasi variable area.

2. Analisa Hasil
Praktikum ini bertujuan untuk pengukuran debit aliran, dimana telah
didapatkan data ketinggian pada manometer serta besarnya debit aliran percobaan yang
diperoleh berdasarkan rumus :
Q = V/t
Diperoleh koefisien debit empiris (Cd) dengan menggunakan metode least square
untuk orifice dan venturi meter berdasarkan rumus :

Q = Cd A2 2g(h1-h2)1-A2A12

Dimana Q (debit) sebagai sumbu y dan A2 2gh1-h21-A2A12 sebagai sumbu x,


kemudian diselesaikan dengan metode least square, diperoleh nilai koefisien debit
empiris (Cd) yang merupakan nilai b dari persamaan y = bx + a.??? dalam pengolahan
data dipakai y = ax + b?????konsisten pemakaian rumusnya.

Diperoleh koefisien debit empiris untuk pipa pitot berdasarkan rumus :

Q = Cd A2 2g(h1-h2)

Dimana Q (debit) sebagai sumbu y dan A2 2g(h1-h2) sebagai sumbu x, kemudian


diselesaikan dengan metode least square, diperoleh nilai koefisien debit empiris (Cd)
yang merupakan nilai b dari persamaan y = bx + a. Sehingga diperoleh koefisien debit
empiris diperoleh sebesar 1.258 untuk pipa orifice, untuk venturi meter sebesar 2.644,
dan untuk pipa pitot sebesar 0.882.

Setelah mencari koefisien debit empiris, selanjutnya mencari nilai


koefisien kehilangan empiris (k) yang berdasarkan rumus :
∆h praktikum = k ∆h teori
∆h teori = V22g=Q22gA22
Dimana ∆h praktikum sebagai sumbu y dan ∆h teori sebagai sumbu x, maka dengan
metode least square akan diperoleh persamaan linear dengan persamaan y = ax + b,
dimana nilai a merupakan koefisien kehilangan empiris.
Sehingga diperoleh nilai koefisien kehilangan empiris untuk orifice
sebesar 1.702, untuk venturi meter sebesar 0.544, dan untuk pipa pitot sebesar -0.196.
Dari hasil perhitungan, diperoleh nilai koefisien kehilangan empiris yang terbesar pada
orifice dan yang terkevil pada pipa pitot, hal ini menunjukkan pada pipa orifice terjadi
kehilangan energy yang lebih besar daripada venturi meter dan pipa pitot.
Yang ideal Cd maupun k harus 1, tolong dianalisa kenapa tidak = 1.
3. Analisa kesalahan
Kesalahan yang dapat terjadi antara lain disebabkan oleh :
• Ketidaktelitian praktikan saat membaca manometer dan karena ketinggian air pada
manometer yang masih bergerak-gerak tidak diam, hal tersebut yang membuat ketidak
telitian praktikan saat membaca manometer tersebut.
• Saat pengukuran debit yaitu pada saat pembacaan besarnya volume air yang kurang
teliti, begitu pula saat perhitungan waktu untuk pengambilan debit air yang mungkin
waktu berlebih atau kurang sedikit.
• Pengaturan variable area yang tidak tepat semestinya, hal ini dapat mempengaruhi
tingginya ketinggian air pada manometer sehingga dapat membuat kesalahan bagi
praktikum ini.
A. Kesimpulan
Berdasarkan praktikum kali ini, maka yang dapat disimpulkan antara lain :
• Koefisien debit empiris untuk orifice dan venturi meter dapat diperoleh berdasarkan
rumus :

Q = Cd A2 2g(h1-h2)1-A2A12

Koefisien debit empiris untuk pipa pitot dapat diperoleh berdasarkan rumus :

Q = Cd A2 2g(h1-h2)

• Besarnya koefisien debit empiris (Cd) diperoleh sebesar 1.258 untuk pipa orifice,
untuk venturi meter sebesar 2.644, dan untuk pipa pitot sebesar 0.882.
• Besaranya nilai koefisien kehilangan empiris (k) untuk orifice sebesar 1.702, untuk
venturi meter sebesar 0.544, dan untuk pipa pitot sebesar -0.196.
• Terjadi kehilangan energi yang terbesar pada orifice daripada venturi meter dan pipa
pitot, karena nilai koefisien kehilangan empiris (k) yang paling besar.

A. Daftar Pustaka
Pedoman Praktikum Mekanika Fluida Laboratorium Hidrolika, Hidrologi, dan
Sungai. Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Indonesia.

B. Lampiran