Anda di halaman 1dari 2

DEFENISI OPERASIONAL DAN STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) KEJADIAN

IKUTAN PASCA IMMUNISASI (KIPI) CORONA VIRUS DISEASE 2019 (COVID 19)

SUMBER :
DINAS KESEHATAN KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
PENYAKIT MENULAR KEMENTERIAN KESEHATAN
KABUPATEN SIAK NOMOR.HK.02.02/4/1/2021 TENTANG TEKNIS PELAKSANAAN
VAKSINASI DALAM RANGKA PENANGGULANGAN PANDEMI COVID 19

DEFENISI OPERASIONAL Kejadian Ikutan Pasca Immunisasi atau biasa disebut KIPI merupakan
kejadian medik yang diduga berhubungan dengan Vaksinasi.Kejadian
ini dapat berupa reaksi vaksin, kesalahan prosedur, koinsiden, reaksi
kecemasan atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan
TUJUAN 1. Menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat
Vaksinasi Covid 19
2. Memperkuat keyakinan masyarakat akan pentingnya Vaksinasi Covid 19
sebagai salah satu upaya penanggulangan Pandemi Covid 19
KEBIJAKAN 1. Undang -Undang Nomor 4 tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular
2. Undang -Undang Nomor 6 tahun 2008 tentang Kekarantinaan Kesehatan
3. Undang -Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan
4. Permenkes Nomor 45 tahun 2014 tentang Surveilens Kesehatan
5. Permenkes Nomor 28 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pengadaan
Vaksin dalam rangka Penanggulangan Pandemi Covid 19
6. Permenkes Nomor 84 tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi
dalam rangka Penanggulangan Pandemi Covid 19
7. Keputusan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nomor.HK.
02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi
dalam rangka Penanggulangan Pandemi Covid 19
8. Keputusan Bupati Siak Nomor.10/HK/KPTS/2021 tentang Pembentukan
Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan
Pasca Immunisasi
STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR Pelaksanaan KIPI Covid 19 dilaksanakan dengan memperhatikan prosedur
sebagai berikut:
1. Setiap Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) menetapkan 1 orang
CP yg dapat di hubungi apabila ada keluhan dari penerima vaksin
2. Penerima Vaksin yang mengalami KIPI dapat menghubungi Contact
Person (CP) Fasyankes tempat mendapatkan Vaksin Covid 19
3. Selanjutnya Fasyankes akan melaporkan ke Puskesmas, sementara
Puskesmas dan Rumah Sakit akan melaporkan ke Dinas Kesehatan Siak
4. Untuk kasus di duga KIPI Serius, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Siak
akan melakukan konfirmasi kebenaran kasus KIPI serius tersebut ber
koordinasi dengan kelompok kerja (Pokja) KIPI Kabupaten Siak ataupun
Propinsi Riau. Bila perlu dilakukan Investigasi, maka Dinas Kesehatan
Propinsi akan berkoordinasi dengan Komda PP KIPI dan Balai Besar
POM Provinsi serta melaporkan ke dalam website keamanan vaksin untuk
dilakukan kajian oleh Komite Independen (Komnas dan/atau Komda
PP KIPI)
5 Untuk format pelaporan KIPI Non Serius dan Serius, format investigasi
serta panduan penggunaan web keamanan vaksin dapat di unduh pada
link http://bit.ly/LampiranaJuknisVC19
6. Pasien yang mengalami gangguan kesehatan di duga akibat KIPI
diberikan pengobatan dan perawatan selama proses investigasi dan
pengkajian kausalitas KIPI berlangsung
INDIKATOR 1. Ketepatan waktu pelaporan 1 x 24 Jam
2. Kelengkapan laporan 100%
3. Keakuratan laporan 100%
4. Kecepatan investigasi 1 x 24 jam
5. Keadekuatan tindakan perbaikan yang dilakukan 95%
6. KIPI tidak mengganggu Vaksinasi Covid 19 100%
UNIT TERKAIT 1. Dinas Kesehatan Kabupaten Siak dan Pokja KIPI Kabupaten Siak
2. Dinas Kesehatan Prop Riau, Balai Besar POM Propinsi Riau
3. Puskesmas dan Fasyankes di Kabupaten Siak

Siak Sri Indrapura, 2021


Kepala Dinas Kesehatan
Kabupaten Siak

dr. H.R. TONNY CHANDRA, AM.Kes


Pembina Utama Muda
NIP. 19620904 199603 1 002