Anda di halaman 1dari 13

editorial

EDISI 1 / 2018

Bulan K3 Nasional daftar isi


Media Komunikasi Indonesia Power
“ Safety”. Itulah tema yang kami pilih untuk disajikan
dalam Majalah Inpower edisi perdana tahun 2018.
3 ceo’s note
Time Management, Tingkatkan
10 OPINI Tentunya, peringatan Bulan K3 Nasional yang jatuh Produktivitas Kerja
Sehat Dimulai pada 12 Januari hingga 12 Februari 2018, menjadi
dari Diri Sendiri pertimbangan kami untuk mengusung tema “Safety” 6 beranda
atau K3. Safety Culture is a Must!
14 LIPUTAN KHUSUS
Jurlian Sitanggang: Namun, harapan kami melebihi dari sekadar bentuk 9 infografis
Membangun Budaya Safety, Rahmi Sukma peringatan Bulan K3. Dengan merangkum informasi
Menuju World Class Company Kepala Bidang Komunikasi
Korporat
dari para narasumber—yang memang kompeten di 10 opini
bidang K3, kami ingin menyajikan informasi seputar Sehat Dimulai dari Diri Sendiri
safety secara lugas, faktual, dan akurat.
17 BERITA 11 manajemen
Fokus 2018:
Percepatan Eksekusi AMC dan Informasi yang, kemudian, dapat menjadi motivasi Konsisten Menjaga Komitmen
Proyek Indonesia Power dan semangat bagi seluruh insan perusahaan untuk Code Of Conduct
lebih peduli dan sadar safety. Dengan begitu, akan
terbangun budaya safety yang mencakup tiga hal: 14 liputan khusus
mindset, knowledge, dan kecepatan respon—seperti Jurlian Sitanggang:
Membangun Budaya Safety,
yang dipaparkan Plt. Dirop I, M. Hanafi Nur Rifai dalam
Menuju World Class Company
Rubrik Beranda.

Tak hanya menyajikan informasi seputar safety, di


17 berita
awal tahun ini, kami juga hadir dengan wajah baru.
Perubahan ini semata untuk mendukung dinamika
21 csr
Coastal Clean Up, Bebaskan
perusahaan. Lingkungan dari Sampah

Selamat membaca! 22 profil


Hadi Susanto:

Safety
Salam Redaksi “Safety Tetap Nomor Satu,
Safety Tidak Ada Kompromi”

24 berita

Culture
is a Must!
Pelindung: Direksi PT Indonesia Power, Penanggung Jawab: Sekretaris Perusahaan, Pemimpin Redaksi: KBIDKOM, Redaktur Pelaksana:
Ganis Nugraheni Purnamawati, Sekretaris Redaksi: Bimara Aryanoraga, Staf Redaksi: Sigid Endro Winarno, Elza Febrianto, Fotografer: Yusuf
Dewantoro, Sirkulasi: Suntarti, Niken Retno Sari, Konsultan Media: Integriti, PT Integra Cipta Kreasi, T/F: (021) 2765 0747, www.integriti.web.id,
Editor: M. Pamungkas, Reporter: Dyota Laksmi T., Abdullah Baraja, Farhan Kamal Chairudi B. Dharma, Kreatif: Andesrianta Rakhmad, Alamat
Redaksi: Gedung Indonesia Power Lt.3 Bidang Komunikasi Korporat Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 18, Jakarta 12950 Tel. (62-21) 526 7666, Fax. (62-21)
575 1923, email : komunikasi.korporat@indonesiapower.co.id

www.indonesiapower.co.id EDISI 1 / 2018 / 2


ceo’s note ceo’s note ceo’s note

Time Management, PDCA Cek daftar “things to do”


Pengendalian yang efektif
adalah pengendalian yang
Tingkatkan mengelola waktu untuk melakukan
hal-hal positif.  
dilakukan oleh diri sendiri
(self control).
Produktivitas Kerja
Plan (perencanaan), Kalau belum pernah membuatnya, mulailah
Tidak ada bedanya dengan mengelola Do/organizing, Control (pengendalian), dan dengan daftar: apa saja yang menjadi
waktu dalam bekerja. Jika kita
Action (langkah koreksi).  tanggung jawab kita? Lalu, cek dan tuliskan
disiplin, dijamin hidup kita akan lebih
produktif. Kita tidak akan menyia- target tahunan dan quick win.
nyiakan waktu, waktu akan berjalan
demikian cepat, dan tanpa terasa gambaran rencana eksekusinya. Kemudian, kemampuan
Tahun baru 2018, tantangan baru. Target lebih aktivitas kita akan dipenuhi dengan
hal-hal yang positif. 
pada Key Performance Individu (KPI).
Apa yang akan diukur, bagaimana
pembangunan proyek-proyek sampai
COD sesuai dengan time schedule yang
oleh setiap pemilik proses bisnis
atau risk owner perlu ditingkatkan
eksekusi lemah dan tidak standar serta sangat
tergantung pada “Sinten” atau kompetensi siapa yang
menantang, yang hanya bisa dicapai dengan Ilmu manajemen atau ilmu mengelola
cara mengukur, berapa ukuran
target hasilnya, dan kapan janji akan
direncanakan. efektivitasnya. Langkah ini berdampak
sangat signifikan terhadap kualitas
sedang duduk di jabatan tersebut. Bukan didasarkan
pada “sistem” kerja yang kuat, yang dibangun selama
terobosan baru, baik cara bekerja maupun suatu bidang merupakan ilmu tertua
dan sangat simple, yaitu PDCA—Plan
dicapainya? Komunikasi
Selain pemahaman mengenai
hasil sekaligus mampu menghemat
biaya karena suatu proses kerja tidak
bertahun-tahun, sejalan dengan perkembangan dan
pengalaman sebuah korporasi.
strategi. Cara lama, tanpa perubahan apa pun, (perencanaan), Do/organizing,
Control (pengendalian), dan Action
Kalau kita mulai dengan perencanaan
yang detail, yakinlah tidak akan ada
konten atau bidang keteknisan yang
akan dikerjakan, tahapan “Do” juga
perlu diulang-ulang prosesnya untuk
mencapai hasil. Setiap pemilik proses Kelemahan lainnya, misalnya, eksekusi  tidak
sudah pasti tidak mungkin dapat menyelesaikan (langkah koreksi). Sesederhana itu
yang dibutuhkan dalam mengelola
hal yang terlewat untuk dikerjakan sangat membutuhkan kemampuan bisnis atau risk owner harus mampu
memahami dengan baik atas risiko
tuntas sehingga perlu proses bolak-balik
yang memakan waktu lama. Bukan hanya
dan keyakinan yang terukur untuk komunikasi untuk menyampaikan
dan mencapai target yang jauh lebih menantang. waktu dan hidup kita. Keempat mencapai hasil. maksud dan tujuan program. Selain maupun cara mengendalikan risiko agar itu, proses yang berulang juga memerlukan
tahapan atau siklus PDCA harus itu, kemampuan komunikasi juga tidak terjadi serta mengetahui dengan sumber daya dan biaya yang lebih banyak dan
selalu dilakukan secara utuh dan Lalu, lanjutkan dengan Do atau diperlukan guna mengajak dan baik langkah  proses kerjanya.  pengendalian lemah. Bahkan, pemilik proses
konsisten dalam satu periode organizing. Kerjakan dengan menggerakkan orang lain untuk Sedangkan, second line of bisnis merasa bukan tanggung jawabnya untuk

D
i satu sisi, yang paling robot Mulai dari bangun tidur, tertentu: apakah harian, mingguan, bersinergi dan berkoordinasi dengan melaksanakan program sesuai defense dilakukan oleh orang lain di ikut mengendalikan program yang disiapkannya.
sulit adalah mengatur dan dilanjutkan kegiatan sekolah dengan atau tahunan, tergantung pada jenis rekan lainnya, atasan, atau staf. dengan target jadwal yang telah luar diri sendiri. Dalam hal ini, korporasi Kemudian, kelemahan evaluasi, apakah langkah
mengelola diri sendiri. Sebelum jadwal pelajaran yang padat, sampai aktivitasnya. Komunikasikan dengan intensif setiap direncanakan; serta mengatur proses adalah struktur organisasi yang korektif benar-benar dijalankan: efektif atau tidak?
kita mengatur orang lain, mari kita pulang kembali ke rumah, dilanjutkan kegiatan yang sudah, sedang, dan akan dan mendelegasikan tugas/pekerjaan mengelola risk management. Di mana,
tengok diri sendiri. Apakah kita lagi dengan kegiatan lain—seperti Untuk  aktivitas di kantor, mulailah dilakukan. Lakukan pekerjaan dengan secara tepat. korporasi harus mampu memberikan Prinsip manajemen ini sangatlah sederhana.
mampu mengatur diri dengan baik belajar, hingga menjelang tidur dengan perencanaan. Cek tuntas, pastikan setiap yang kita alarm bilamana ada bagian proses Hanya saja, diperlukan disiplin, konsistensi, serta
dalam memanfaatkan waktu 60 malam. daftar “things to do”. Kalau belum kerjakan adalah hal yang diperlukan Namun, Do saja tidak cukup untuk yang mengalami deviasi atau kesungguhan dari setiap anggota perusahaan untuk
detik satu menit, 60 menit satu jam, pernah membuatnya, mulailah bidang lain atau proses berikutnya. meyakinkan bahwa target output pasti berpotensi terjadi risiko sehingga dapat melakukan aktivitas harian. Yakni, aktivitas yang disusun
24 jam sehari, 7 hari seminggu, 30 Setiap sebelum tidur, biasanya, saya dengan daftar: apa saja yang menjadi Artinya, yang kita kerjakan merupakan tercapai sesuai waktunya dengan menggagalkan tercapainya tujuan. untuk mencapai target waktu dan target hasil dari
atau 31 hari sebulan, dan 12 bulan melakukan evaluasi: apakah yang tanggung jawab kita? Lalu, cek dan satu rangkaian proses utuh yang lebih kualitas hasil yang diharapkan. sebuah program kerja perusahaan. Ibarat menyusun
setahun, untuk mengerjakan dan dilakukan hari ini sudah sesuai tuliskan target tahunan dan quick luas. Karenanya, diperlukan Control atau Setelah dilakukan pengendalian, rangkaian puzzle sehingga terbentuk sebuah gambar
menyelesaikan segala urusan pribadi dengan yang direncanakan atau win. Setelah itu, rencanakan cara pengendalian. Pengendalian yang barulah dapat diketahui: apakah dari apa yang telah direncanakan (big picture).
dan pekerjaan kantor? tidak? Saya ingat betul, hanya di hari mencapainya. Mulailah dengan Jika langkah ini dilakukan oleh efektif adalah pengendalian yang diperlukan langkah koreksi atau
Minggu, saya tidak membuat jadwal aktivitas checklist yang sudah, yang masing-masing proses bisnis, baik di dilakukan oleh diri sendiri (self tidak agar target atau hasil tetap bisa Mari, kita mulai dengan disiplin diri dalam mengatur
Bagaimana kita mampu mengatur kegiatan. Saya lakukan hal itu terus sedang dalam proses, serta yang Kantor Pusat dengan 20 proses level control). Meskipun secara sistem, dicapai? Langkah koreksi ini akan waktu, menyusun langkah kerja secara detail, serta janji
diri sendiri, mulai dari bangun menerus sampai menjadi suatu belum. Siapa saja yang harus terlibat? nol  maupun di unit, maka aktivitas sebuah korporasi dirancang harus menjadi input atau feed back dalam KPI untuk hal-hal yang positif dan lebih produktif. Hal
tidur sampai istirahat malam, kebiasaan hingga sekarang. Apa dokumen yang harus disiapkan? ini akan seperti ban berjalan. Proses memiliki organ dan metode serta menyusun perencanaan baru tersebut guna memastikan tercapainya target hasil.
sampai bangun kembali di pagi hari dst. yang menghasilkan output berupa sistem pengendalian. Dalam hal ini, selanjutnya.
berikutnya? Disiplin listrik—baik dari mengoperasikan dan satuan audit atau kontrol internal yang Selamat beraktivitas! Salam IP AKSI!
Disiplin adalah kunci keberhasilan Di sinilah, diperlukan janji dari memelihara mesin pembangkit sendiri merupakan third line of defense. Beberapa kelemahan dalam  
Saya ingat sekali, bagaimana saya— dalam mengatur diri sendiri. Jika masing-masing individu untuk maupun dari jasa mengoperasikan organisasi, antara lain, pada tahap Jakarta , 12 Februari 2018
sejak kecil sudah mengatur waktu disiplin sudah menjadi kebiasaan, bertanggung jawab atas keseluruhan dan memelihara mesin pembangkit Namun, first line of defense atau perencanaan adalah perencanaan Direktur Utama Indonesia Power
dengan detail jam per jamnya seperti kita tidak akan merasa berat dalam proses kerjanya yang dituangkan milik PLN—serta penyelesaian pengendalian yang dilakukan yang tidak detail hingga sampai pada Sripeni Inten Cahyani

EDISI 1 / 2018 / 3 EDISI 1 / 2018 / 4 EDISI 1 / 2018 / 5


beranda beranda

Safety
Culture
is a Must!
Keselamatan dan kesehatan merupakan suatu kebutuhan yang
paling mendasar.

S
etiap kegiatan yang dilakukan justru hal tersebut diabaikan karena
manusia memiliki potensi risiko sifatnya yang abstrak. Ketika terjadi
dan bahaya. Tak terkecuali, risiko yang dapat membahayakan
aktivitas yang dilaksanakan di keselamatan dan kesehatan, barulah
lingkungan kerja. Karenanya, hal ini dianggap menjadi suatu
Keselamatan dan Kesehatan Kerja kebutuhan yang harus dipenuhi.
(K3) pun menjadi perhatian khusus
Indonesia Power. Membangun budaya K3 Adanya pemahaman terhadap K3 yang
merupakan langkah perusahaan untuk demikian pun menjadi tantangan
menjamin kesehatan, keamanan, serta tersendiri bagi perusahaan dalam
kenyamanan setiap insan perusahaan. membangun budaya K3 di lingkungan
Sebuah langkah untuk mencapai garis perusahaan. Hal tersebut dibenarkan
akhir, yakni terwujudnya zero accident. oleh Plt. Direktur Operasi I Indonesia
Power, M. Hanafi Nur Rifa’i, bahwa
Kebutuhan Dasar tantangan utama dalam membangun
Keselamatan dan kesehatan budaya K3 adalah menjadikan safety
merupakan suatu kebutuhan yang sebagai mindset seluruh insan
paling mendasar. Namun terkadang, Indonesia Power.

Adanya pemahaman
terhadap K3 yang demikian
pun menjadi tantangan
tersendiri bagi perusahaan
dalam membangun budaya
Plt. Direktur Operasi I
Indonesia Power, K3 di lingkungan perusahaan.
M. Hanafi Nur Rifa’i

6 / 2018 / EDISI 1 EDISI 1 / 2018 / 7


beranda infografis

Ada Dua Hal Terkait bisa menimbulkan risiko terhadap “Unsafe action ini, misalnya saja,
PERLENGKAPAN FIRE FIGHTING*)
NEAR MISS
keselamatannya. menggunakan ponsel di area hydrogen
plant. Baik unsafe condition maupun
“Contoh lainnya, misalnya terjadi unsafe action, dimulai dari kebiasaan-
suatu ledakan atau kebakaran. Maka, kebiasaan sehingga mindset-nya lah
Unsafe kita harus melihat: bagaimana sistem yang harus dibangun. Jangan pernah
pemadam kebakaran di tempat itu? meremehkan hal sekecil apa pun.
INST RU CTIONS

Condition
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur
adipiscing elit. In odio elit, accumsan id lectus ut,
egestas mollis justo. Praesent maximus, elit vel
pretium ornare, dui arcu egestas ligula, a rutrum
augue ante id libero.tempus in euismod ut,
scelerisque non arcu.

Apakah dilakukan pengecekan dan Kebiasaan meremehkan hal-hal kecil


pembersihan secara rutin? Bagaimana membuat kita menjadi tidak sensitif
dengan desain suspresion-nya?” runut dan tidak peka,” jelas Hanafi.
Hanafi
Kepercayaan JUMLAH APAR (Buah) MOBIL DAMKAR (Unit) MOBIL AMBULANCE (Unit)

7.419
“Semua itu berkaitan dengan kualitas Manakala mindset K3 sudah terbangun,
proses sebelum terjadinya ledakan/
kebakaran. Dengan demikian, jika
akan tumbuh kepedulian dan kepekaan
dalam diri setiap insan Indonesia
18 13
terjadi masalah dengan safety, maka Power. Namun, untuk mewujudkan hal
ada masalah juga dengan kualitas tersebut, memang tidaklah mudah.
Unsafe Action prosesnya,” ujar pria kelahiran Sidoarjo,
21 Maret 1970 ini.
Diakui Hanafi, membangun mindset
memang merupakan tugas besar bagi SERTIFIKASI PERALATAN & PERSONEL SESUAI REGULASI*)
seorang pemimpin.
Hanafi juga menambahkan bahwa Selain itu, pemahaman terhadap K3
juga harus dimulai dengan kemampuan “Kami terus membangun, men- Ahli K3 Umum Ahli K3 Kimia Ahli K3 Konstruksi
budaya K3 atau Safety Culture
mencakup tiga hal utama, yaitu dan kemauan dari setiap insan
perusahaan untuk mengidentifikasi
drill, dan mengasah kompetensi
K3. Learning is never ending. Kami
81 19 5
mindset, knowledge/pengetahuan
tentang K3, dan kecepatan respon. dan mengelola “near miss”. Ada dua pun melakukan beragam upaya
“K3 merupakan dasar untuk kegiatan hal terkait near miss, yakni unsafe peningkatan K3. Kami dudukkan safety
OME (operation, maintenance, condition dan unsafe action. sebagai dasar sehingga kami harus
engineering) dan seluruh kegiatan memiliki dasar yang kuat,” ujar Hanafi.
yang berlangsung di lingkungan Unsafe condition adalah kondisi fisik
perusahaan,” lanjut Hanafi. yang berpotensi menimbulkan bahaya/ Dengan safety culture yang kuat,
kecelakaan. Misalnya saja, lantai yang diharapkan mampu mendorong
“Karenanya, konsep Safety Culture ini licin, peralatan yang sudah tidak layak produktivitas dan tercapainya zero
harus dipahami oleh seluruh insan pakai, atau paparan bising. Sedangkan, accident. Di sisi lain, safety culture
perusahaan dalam melaksanakan unsafe action adalah perilaku pekerja yang kuat akan meningkatkan Ahli K3 Pesawat
kegiatan operasional,” tegas pria yang yang dapat menyebabkan terjadinya kepercayaan mitra, stakeholder, Ahli K3 Listrik Angkat Angkut
sebelumnya menjabat sebagai General
Manager (GM) UP Suralaya ini.
kecelakaan kerja atau bentuk
pelanggaran terhadap prosedur
ataupun pemegang saham kepada
Indonesia Power. 59 38
keselamatan yang telah ditetapkan
Mindset sehingga menimbulkan potensi “Safety First, but Safety Culture is a
Ahli K3 Kebakaran
Salah satu pemahaman terkait K3 bahaya/kecelakaan. Must!” tutup Hanafi. Ahli K3 Kebakaran
(Kelas A)
(Kelas B)
yang harus dikuasai insan Indonesia
Power adalah terdapat hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 26 115
timbal balik antara safety, quality,
dan environment. Safety tidak hanya atau Safety Culture mencakup tiga hal utama
berdampak pada kualitas output,
tetapi sebaliknya, kualitas proses juga
berdampak pada safety.

Hanafi mengambil sebuah contoh, SLO Ahli K3 Kebakaran Ahli K3 Kebakaran

130
seorang yang mengganti ban mobil, (Kelas C) (Kelas D)
lalu mengencangkannya secara asal.
Dengan kata lain, orang tersebut
Mindset Knowledge/Pengetahuan Kecepatan Respon 224 621
tidak melakukan proses mengganti tentang K3
ban mobil dengan baik sehingga *)
Data akhir Desember 2017 di 21 unit

8 / 2018 / EDISI 1 EDISI 1 / 2018 / 9


opini manajemen

Sehat Imam
Subakti
Manajer
Retno
Wulandari
Ahli Muda
Ulfa Milany
Ahli GCG dan Informasi Korporat
Indonesia Power

Dimulai
Unit PLTU Jeranjang Community
UP Semarang
Konsisten Menjaga
Komitmen Code Of Conduct
dari Diri Code of Conduct (COC) itu sendiri merupakan sekumpulan
komitmen yang disusun untuk memengaruhi, membentuk,

Sendiri
mengatur, dan melakukan kesesuaian tingkah laku.

S
etiap tahun insan Indonesia Power untuk patuh dan bertindak sesuai membaca dan memahami COC sebelum
diminta untuk menandatangani dengan etika perusahaan. Kepatuhan menandatanganinya. Dengan membaca
Kesehatan merupakan lembar pernyataan Komitmen tersebut dibangun atas dasar kejujuran setiap tahun, pegawai diharapkan akan
Kepatuhan terhadap Code of dan kerelaan sehingga segala hapal dan lebih paham sehingga mudah
elemen penting yang dapat Conduct (COC) atau Pedoman Etika sesuatunya menjadi terasa mudah dan mengamalkannya dalam pekerjaan
Perusahaan. Kendati demikian, tak menyenangkan bagi Pegawai. sehari-hari.
menunjang kinerja dan
produktivitas. Karenanya, S alah satu cara menjaga kesehatan
adalah dengan menerapkan pola
hidup sehat, seperti mengatur pola
H idup sehat itu sangat penting
karena hanya dengan kesehatan
yang prima, seorang karyawan
jarang pegawai yang masih bertanya
tentang manfaat dari penandatanganan
Komitmen COC tersebut. Sebenarnya,
Dengan menandatangani komitmen,
berarti pegawai tersebut telah berjanji
Panduan
COC itu sendiri merupakan sekumpulan
kesehatan hendaknya makan sehat dan berolahraga secara bisa berkontribusi maksimal bagi penandatanganan ini bukanlah hal untuk patuh terhadap COC Indonesia komitmen yang disusun untuk
rutin. Karena saya hobi bersepeda, perusahaan. Karena itu, saya selalu yang sulit. Pegawai hanya diminta Power. Komitmen akan mendorong memengaruhi, membentuk, mengatur,
menjadi perhatian setiap jogging, atau futsal, saya selalu menjaga kebugaran tubuh dengan cara untuk membaca, memahami, dan rasa percaya diri dan semangat kerja dan melakukan kesesuaian tingkah laku
luangkan waktu 1—2 jam untuk konsisten dalam berolahraga. Selain menandatangani komitmen tersebut. untuk menuju perubahan ke arah sehingga tercapai perilaku yang konsisten
insan Indonesia Power. berolahraga setiap hari. itu, saya juga menjalani “eat clean”, Pertanyaannya adalah: mengapa harus yang lebih baik. Komitmen ini mudah yang sesuai dengan budaya perusahaan
Hanya dengan tubuh Memang, terkadang rasa malas datang
seperti mengurangi makanan tinggi
kolesterol dan memperbanyak asupan
ditandatangani dan harus dilakukan
setiap tahun?
diucapkan, tetapi lebih sulit untuk
dilaksanakan.
dalam mencapai visi dan misinya. COC
berisi 13 prinsip dasar berkenaan dengan
yang sehat, seorang dan inilah tantangannya. Tantangan sayur dan buah. etika bisnis dan etika kerja pegawai yang
lainnya adalah gaya hidup dan dapat menjadi panduan bagi pegawai
karyawan dapat mencapai pergaulan yang sering membuat saya Saya bersyukur sekali, perusahaan dalam bersikap terhadap stakeholder.

kinerja optimal yang akan harus mengonsumsi makanan ataupun menyediakan fasilitas fitness center Dengan menandatangani komitmen, berarti pegawai
melakukan kegiatan yang kurang sehat. di UP Semarang. Jadi, saya selalu COC berlaku untuk seluruh individu
berdampak positif terhadap Namun, semua itu bisa diatasi dengan luangkan waktu 30—45 menit selepas tersebut telah berjanji untuk patuh terhadap COC yang bertindak untuk dan atas nama

kinerja perusahaan. Untuk


kedisiplinan diri. jam kantor untuk ber-treadmill. Kami
pun sudah membentuk Tambak Lorok
Indonesia Power. Komitmen akan mendorong rasa PT Indonesia Power, anak perusahaan,
afiliasi di bawah pengendalian

itu, sehat harus dimulai


Saya berharap seluruh pegawai— Fitness Club dengan kegiatan rutin percaya diri dan semangat kerja untuk menuju pemegang saham, serta seluruh
terutama di UJP PLTU Jeranjang, senam zumba, yoga, dan taebo setiap stakeholder perusahaan yang

dari diri sendiri. Seperti termasuk saya—bisa menjalani pola minggunya. perubahan ke arah yang lebih baik. Komitmen ini melakukan transaksi bisnis dengan
hidup sehat secara konsisten. Dengan perusahaan.
halnya, kedua insan begitu, bisa mendorong peningkatan Melalui komunitas ini, kami selalu mudah diucapkan, tetapi lebih sulit untuk dilaksanakan.
produktivitas sekaligus menurunkan mengajak teman-teman di sini untuk Jadi, sudah tidak ragu lagi untuk tanda
Indonesia Power berikut ini tren penyakit yang diakibatkan pola mengikuti senam setiap jumat dan tangan kan?
hidup tak sehat. berolahraga di fitness center. Dengan Komitmen Terkadang, sebagai manusia, kita pun Sudah saatnya, kita selalu berkomitmen.
yang senantiasa menjaga cara ini, diharapkan, seluruh pegawai Komitmen kepatuhan terhadap COC mudah lupa. Untuk itu, perusahaan Hanya dengan komitmen, seseorang
bisa selalu bugar, fit, dan sehat mempunyai keteguhan jiwa, stabilitas
kesehatan tubuhnya. jasmani/rohani sehingga mampu
merupakan janji pegawai, baik pada diri
sendiri maupun kepada perusahaan,
meminta seluruh pegawai untuk
mengulang janjinya setiap tahun. sosial tinggi, toleransi, mampu bertahan
memberikan usaha terbaik bagi yang tercermin dalam sikap dan Karenanya, dalam lembar komitmen, pada masa sulit, serta tidak mudah
perusahaan dan keluarga. perbuatan yang menyatakan sanggup tertulis bahwa setiap pegawai wajib terprovokasi.

10 / 2018 / EDISI 1 EDISI 1 / 2018 / 11


JAJARAN DIREKSI BARU
Dari kiri ke kanan:
Direktur Keuangan, Hudiono; Plt. Direktur Operasi I, Muh. Hanafi Nur Rifa’i;
Direktur Utama, Sripeni Inten Cahyani; Direktur Pengembangan dan Niaga, Adi Supriono;
Direktur Operasi II, Antonius R.T. Artono; dan Plt. Direktur Sumber Daya Manusia dan Administrasi, Okto Rinaldi Sagala.

12 / 2018 / EDISI 1 EDISI 1 / 2018 / 13


liputan khusus liputan khusus

Jurlian Sitanggang: semua bidang dan semua lini, karena


safety itu ada di semua proses bisnis.

Membangun
Kaidah-kaidah safety harus diikuti di
setiap proses bisnis yang berlangsung
di perusahaan.

Budaya Safety, Menuju Apa yang menjadi tantangan dalam


mewujudkan mimpi tersebut?

World Class Company


Membangun Budaya Safety ini
memang membutuhkan proses dan
keterlibatan semua pihak. Tantangan
terbesar adalah faktor manusia. Dalam
hal ini, cara berpikir (mindset) mereka
terhadap safety.
Membangun Budaya Safety ini memang membutuhkan proses dan
keterlibatan semua pihak. Tak sedikit yang berpikir bahwa safety
ini adalah tugasnya safety officer,
yaitu kami yang berada di Divisi K3L.

M
embangun budaya safety Sabang sampai Merauke, kami (PLN) Padahal, justru safety itu harus ada di
bukan sebatas mengenalkan mempunyai cita-cita untuk menjadi setiap proses bisnis. Pemilik proses
kaidah-kaidah safety kepada Pusat Rujukan di bidang safety dan bisnis adalah pemeran utamanya.
pegawai. Melainkan, menjadikan safety juga empowerment. Artinya, PLN Tugas kami lebih kepada memfasilitasi
“buy in” dalam diri setiap pegawai. dapat hadir sebagai role model di kebutuhannya akan safety, mulai dari
Divisi K3L PT PLN (Persero) pun secara bidang safety atau Keselamatan dan aspek kompetensi, sistem, budaya,
konsisten mengajak dan menyentuh Kesehatan Kerja (K3). hingga pembinaan.
setiap pegawai agar dapat senantiasa
berpikir dan berperilaku safety. Hal Disamping itu, PLN juga mempunyai visi Pandangan keliru lainnya terhadap
tersebut dipaparkan KDIV K3L PT PLN menjadi World Class Company (WCC). safety adalah bahwa “safety adalah
(Persero), Jurlian Sitanggang, dalam Untuk bisa menjadi perusahaan kelas biaya”. Jika kita melihat dalam jangka
sebuah sesi wawancara dengan Tim dunia, kami pun harus membangun pendek, mungkin iya. Namun, kalau
Redaksi Inpower, berikut ini. Budaya Safety yang memenuhi standar safety ini bisa terbangun menjadi
kelas dunia atau yang disebut dengan sebuah budaya dengan pondasi yang
Bagaimana PT PLN (Persero) World Class Safety Culture. kuat, tidaklah demikian.
menempatkan aspek safety dalam
menjalankan usaha sebagai penyedia Memang, kami akui, mewujudkan Hal ini sudah dibuktikan oleh sebuah
produk dan jasa ketenagalistrikan? mimpi tersebut tidak mudah. Kami perusahaan aluminium asal AS, ALCOA.
Sebagai BUMN terbesar dengan tidak bisa melakukannya sendiri, tetapi Sang CEO, Paul O’Neill, sangat concern
cakupan wilayah operasi dari harus mengajak semua pihak dari dengan safety. Dengan membangun
dan memperbaiki budaya safety
di perusahaannya, ALCOA berhasil
mencapai semua aspek kinerja
Tak sedikit yang berpikir dengan baik. Mulai dari efisiensi,
mutu, produktivitas, hingga reliability,
bahwa safety ini adalah yang berujung pada pendapatan
tugasnya safety officer, yaitu perusahaan yang semakin baik.

kami yang berada di Divisi Artinya, perusahaan yang terbangun


budaya safety-nya dan telah menjadi
K3L. Padahal, justru safety core competency-nya, maka tumbuh
rasa memiliki dari setiap pegawainya.
KDIV K3L PT PLN (Persero)
itu harus ada di setiap proses Dengan begitu, ada keterlibatan dari
Jurlian Sitanggang
bisnis. setiap pegawai. Inilah—yang dalam
Budaya Safety—disebut dengan istilah
“Employee Involvement & Ownership”.

14 / 2018 / EDISI 1 EDISI 1 / 2018 / 15


liputan khusus berita

5 pilar safety PLN Fokus 2018:


Percepatan Eksekusi AMC dan
Proyek Indonesia Power
Mengawali tahun 2018, Indonesia Power gelar Rapat Koordinasi
(Rakor) Awal Tahun 2018. Dengan mengusung tema “IP AKSI
Visible Senior Employee Systemic Integration Data Based Decision Going Beyond Turunkan BPP, Percepatan Eksekusi AMC dan Proyek”, Indonesia
Management Improvement & of Osh and Business Making & Systemn Compliance Power menyusun langkah dan strategi untuk mencapai target Sesi tanya jawab berlangsung selama Rakor
Leadership & Ownership Functions Based Root-Cause
perusahaan.
Commitment Analysis

Percepatan Eksekusi
Lalu, apa langkah dan strategi yang Arahan Direktur Keuangan, Hudiono;
diambil PLN? Direktur Pengembangan Niaga, Adi
Untuk bisa menjadi World Class Supriono; dan Direktur Operasi II,
Safety Culture, ada 5 pilar safety yang Antonius R.T. Artono, membuka Rakor
kami bangun secara bertahap (lihat Awal Tahun 2018. Dalam arahannya,
infografis). jajaran Direksi berharap melalui
kegiatan Rakor, segala rencana
Ada beberapa strategi yang akan kami korporat dapat tereksekusi dengan
lakukan, yaitu membangun budaya, baik, dengan langkah yang pasti.
struktur, sistem, dan kompetensi.
Kami akan mengubah paradigma Selama dua hari, 22—23 Januari 2017, Jajaran Direksi dan Senior Leader mengabadikan momen kebersamaan

tentang safety, seperti membangun jajaran senior leader dari seluruh


keterbukaan. Setiap pemilik proses unit kerja mengikuti serangkaian (FGD). Rakor juga diisi dengan paparan penandatanganan sejumlah
bisnis harus terbuka dan bicara kegiatan Rakor, dengan kegiatan materi dari pembicara eksternal, yaitu komitmen dan kontrak manajemen
(speak up) tentang apa yang mereka utama Focus Group Discussion Lyra Puspa yang memaparkan seputar oleh seluruh jajaran Direksi
hadapi dan butuhkan. Kemudian, juga disruption dan VUCA. dan senior leader di lingkungan
membangun awareness—terutamanya Indonesia Power dan Anak
para leader sebagai role model dan kami akan meningkatkan kompetensi pegawai supaya mereka berpikir Hadir pula, Kepala Divisi Perencanaan Perusahaan.
pendengar yang baik sehingga mampu pegawai di bidang K3. Dengan cara, tidak hanya membuat “numbers” Korporat PT PLN (Persero), Doddy
menindaklanjuti kebutuhan rekan- bekerja sama dengan Pusdiklat, BLK, atau pencapaian, tapi juga Pangaribuan, yang mengupas “Rakor 2018 ini fokus pada eksekusi
rekannya di lapangan. universitas, dan juga para vendor. berorientasi pada keselamatan jiwa seputar sinergi anak perusahaan dari yang telah kita canangkan
manusia. Mengajak, menurut saya, dalam mendukung PLN Group. Rakor tahun lalu, yaitu O&M Excellence,
Dari aspek struktur, kami telah Hingga saat ini, bagaimana budaya merupakan cara yang lebih efektif Awal Tahun 2018 ditutup dengan Human Capital Excellence, dan
menginisiasi untuk K3L di tingkat unit safety di lingkungan PLN maupun PLN dan berkelanjutan sehingga mampu Business Development Excellence.
bisnis akan dimotori oleh seorang Group? meningkatkan awareness pegawai Tahun ini, saya juga akan fokus
Suasana saat diskusi kelompok. menjadi coaching agar semua
Deputy Manager. Saat ini, sudah Kami akui, masih perlu terus terhadap safety.
sampai pada tahap penerbitan SK ditingkatkan. Karenanya, upaya tujuan kita dapat tereksekusi
Direktur HCM. Sedangkan dari aspek membangun budaya safety ini, baik Dengan budaya safety yang terbangun dengan baik. Mengingat, proyek-
sistem, kami akan bangun sistem yang PLN, Indonesia Power, maupun anak dengan pondasi yang kokoh, proyek yang tengah dan akan
terintegrasi antara semua pemilik perusahaan PLN lainnya, senantiasa diharapkan 3—5 tahun ke depan, berlangsung sehingga harus
proses bisnis dan juga Divisi K3L. terus dilakukan secara berkelanjutan. ketika orang bertanya tentang safety, dipercepat eksekusi Asset
Namun secara umum, seperti maka mereka akan datang kepada Management Contract (AMC) dan
Salah satunya, kami akan bentuk Indonesia Power, Budaya Safety telah kami. Dengan begitu, bisa menambah proyek, sesuai dengan tema Rakor
starring committee yang melibatkan terbangun dengan baik. value kami sebagai perusahaan tahun ini,” ungkap Direktur Utama,
seluruh fungsi di perusahaan. Dengan negara melalui manfaat positif yang Sripeni Inten Cahyani, menutup
demikian, kami akan berjalan bersama. Namun, kita memang harus terus kami berikan bagi bangsa dan negeri Jajaran Direksi Indonesia Power. Penandatanganan komitmen. kegiatan Rakor Awal Tahun 2018.
Yang terakhir, dari sisi kompetensi, mengajak dan menyentuh setiap ini.

16 / 2018 / EDISI 1 EDISI 1 / 2018 / 17


berita berita

Jakarta, (10/1). Jajaran Komisaris dan Direksi Indonesia Jakarta, (25/1).


Power mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Mengawali tahun
di PT PLN (Persero) Kantor Pusat. Dalam kegiatan 2018, Indonesia
tersebut, Indonesia Power memberikan laporan tahun Power melaksanakan
2017 sekaligus Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan serah terima jabatan
(RKAP) 2018. Direksi. M. Hanafi Nur
Rifa’i ditunjuk sebagai
Plt. Direktur Operasi
I, menggantikan Eri
Prabowo. Sementara,
Okto Rinaldi mengisi
kursi Plt. Direktur
SDM & Administrasi
menggantikan Pak
Jakarta, (11/1). Dirut Indonesia Power, Sripeni Inten Jakarta, (19/1). Dirut Indonesia Roikhan.
Cahyani, membuka Workshop Laporan Keuangan di Power, Sripeni Inten Cahyani,
Indonesia Power Kantor Pusat. Kegiatan yang dihadiri menandatangani MoU dengan
jajaran Eksekutif, Eksekutif Senior, dan Eksekutif Lanna Resources Public Company.
Utama ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas MoU terkait pengembangan IPP
pelaksanaan RKAP 2018. serta pertambangan batubara di
Muara Jawa.
Jakarta, (30/1).
Indonesia Power
gelar Workshop
Denpasar, (16/1). ERP Internet
Indonesia Power Sourcing (iSourcing).
menginisiasi Workshop diikuti
Kontrak Asset seluruh pemangku
Management kepentingan di
Contract (AMC), bidang pengadaan
dari periode satu spare part dan jasa
tahunan menjadi di seluruh unit.
5 tahunan.
Kegiatan
berlangsung di
UP Bali.

Jakarta, (2/2). Indonesia


Power mengukuhkan
Jakarta, (16/1). kerja sama dengan
Indonesia Power ITS melalui
UP Suralaya meraih penandatanganan
penghargaan Perjanjian Ikatan
Kontribusi SRN Jakarta, (24/1). Indonesia Dinas Program S2
dari Menteri LHK. Power melakukan sosialisasi Manajemen Energi
Penghargaan penyampaian Laporan Harta ITS. Penandatanganan
diserahkan dalam Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN). oleh Plt. Direktur SDM
ajang Festival LHKPN disampaikan oleh Pejabat & Administrasi, Okto
2018 yang digelar setingkat Eksekutif Senior kepada Rinaldi dan Plt. Direktur
di Auditorium Komisi Pemberantasan Korupsi Operasi I, M. Hanafi Nur
Manggalawanabakti. (KPK). Rifa’ i

18 / 2018 / EDISI 1 EDISI 1 / 2018 / 19


berita csr

Coastal Clean Up, penyaluran bantuan berupa sarana

Bebaskan Lingkungan kebersihan.

Keandalan Unit

dari Sampah
Kebersihan pantai dan laut tak
hanya memberikan manfaat bagi
kelestarian biota laut dan kehidupan
masyarakat di sekitarnya. Melainkan,
juga memberikan manfaat positif
bagi perusahaan.
Program Coastal Clean Up adalah sebuah kegiatan untuk menjaga
kebersihan laut dan pantai yang diinisiasi oleh Kementerian Sebagai perusahaan pembangkitan
Lingkungan Hidup dan Kehutanan. tenaga listrik yang sebagian besar
unitnya berada di daerah pesisir
pantai, kebersihan pantai dan laut
Jakarta, (5/2). Indonesia Power melaksanakan sertijab Jakarta, (9/2). Sebagai langkah nyata dalam juga akan memberikan dampak
GM UP Suralaya, dari M. Hanafi Nur Rifa’i (Plt. Dirop mengembangkan pembangkit EBT, Dirut Indonesia positif bagi keandalan operasional
1) kepada Amlan Nawir, yang sebelumnya menjabat Power, Sripeni Inten Cahyani menandatangani pembangkit. Di mana, dalam
Dirop Cogindo DayaBersama. Sertijab disaksikan Dirut MoU dengan Direktur Perencanaan Strategis dan operasionalnya, unit pembangkit
Indonesia Power, Sripeni Inten Cahyani dan Plt Dirsdm, Pengembangan PT PP, Luqman Hidayat. membutuhkan air laut sebagai
Okto Rinaldi. sumber air pendingin.

Keandalan mesin pembangkit akan


sangat dipengaruhi oleh kebersihan
air laut. Karenanya, kontaminasi
Bandung, (21/1). Untuk mengantarkan Dirop I (Eri Prabowo) sampah—terutama sampah plastik
yang tugas karya ke PT PLN (Persero) dan Dirsdm & Administrasi akan menghambat operasional mesin
(Roikhan) yang memasuki masa purnabakti, Indonesia Power gelar pembangkit. Sampah plastik dapat
farewell ceremony. Kegiatan yang berlangsung di Sheraton Hotel menyumbat saluran pendingin dan

M
Bandung tersebut diliputi kehangatan suasana kekeluargaan. enjaga kelestarian mengurangi sampah plastik sebesar menurunkan kapasitas pembangkit.
lingkungan telah 70% pada tahun 2025 mendatang.
menjadi salah satu Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah Dengan demikian, laut yang
prioritas Indonesia Power menjaga kelestarian lingkungan pantai terbebas dari sampah plastik akan
dalam menjalankan bisnisnya. dan biota laut. sangat mendukung PLTU Labuan
Karenanya, Indonesia Power dalam menyediakan pasokan listrik
senantiasa melakukan berbagai Bagi Indonesia Power, khususnya UJP yang aman, andal, dan efisien
upaya pelestarian lingkungan. PLTU Banten 2 Labuan (PLTU Labuan), bagi masyarakat. “Kewajiban kami
Salah satunya diwujudkan melalui Program Coastal Clean Up sejalan menjaga lingkungan, bukan hanya
partisipasi aktif UJP PLTU Banten dengan misi perusahaan, yakni untuk kelancaran operasional unit,
2 Labuan dalam Program Coastal “menyelenggarakan bisnis pembangkit melainkan untuk kepentingan
Clean Up. tenaga listrik yang bersahabat dengan seluruh masyarakat,” tegas Manajer
lingkungan”. Karenanya, peran serta Administrasi UJP PLTU Banten 2
Jakarta, (8/2). Dirut Indonesia Komitmen Dunia PLTU Labuan dalam program tersebut Labuan, M. Syuhada.
Power, Sripeni Inten Cahyani Program Coastal Clean Up adalah menjadi wujud komitmen perusahaan
menjadi pembicara dalam sebuah kegiatan untuk menjaga terhadap lingkungan. “Karena itu, saya mengajak seluruh
Seminar Nasional Gatrik UI. kebersihan laut dan pantai yang masyarakat untuk meningkatkan
Seminar yang berlangsung diinisiasi oleh Kementerian Melalui program ini, PLTU Labuan turut kepedulian dan menjaga lingkungan
dalam ajang National Electrical Lingkungan Hidup dan Kehutanan. aktif dalam membersihkan pantai dan laut agar tetap bersih dan terbebas
Summit 2018 (NEST) ini digelar di Program ini merupakan salah satu laut dari sampah. Selain itu, bentuk dari pencemaran. Karena, itu
Auditorium MRPQ Departemen bentuk upaya Pemerintah dalam dukungan PLTU Labuan terhadap merupakan tugas kita bersama,”
Teknik Elektro FTUI. mendukung komitmen dunia untuk program ini juga diwujudkan melalui pungkas Syuhada.

20 / 2018 / EDISI 1 EDISI 1 / 2018 / 21


profil profil

Filosofi Safety
Upaya untuk melindungi,
menjamin kesempurnaan (baik

Hadi Susanto: jasmani maupun rohani) pekerja/


masyarakat dan peralatan
(resources) dalam upaya mencegah
Peduli & Sadar Safety

“Safety
Melekat pada jiwa atau
kemungkinan terjadinya kecelakaan setiap individu serta harus
dan penyakit akibat kerja. dipahami dan dilaksanakan
oleh setiap pemilik proses
bisnis.

Tetap Nomor
Satu, Safety “Kami (UP Suralaya), secara konsisten,
menerapkan safety/K3 sesuai dengan
regulasi dan kebijakan perusahaan.
Tantangan lainnya adalah
Tidak Ada
Karena memang, penerapan K3 ini
membutuhkan keuletan, kesadaran,
dan pemahaman terkait safety dari
mengajak mitra kerja untuk
setiap individu,” papar pria kelahiran bersama-sama menerapkan
Kompromi”
Surabaya, 6 September 1970 ini.
safety dalam setiap
Hadi menuturkan bahwa implementasi
safety/K3 mencakup sejumlah elemen. aktivitas. “Untuk itu, kami
Elemen yang paling utama adalah
Hal itulah yang selalu ditekankan Hadi Susanto komitmen dan konsistensi dari setiap Manajer K3, Mutu,
Lingkungan dan Sipil
tidak pernah berhenti untuk
kepada seluruh insan Indonesia Power, khususnya
pegawai untuk melaksanakan K3.
Elemen berikutnya adalah selalu taat
Indonesia Power
UP Suralaya
mengampanyekan segala
di lingkungan UP Suralaya, dalam setiap
kesempatan. Karenanya, safety haruslah menjadi
APD dan mengidentifikasi risiko yang
timbul sebelum memulai aktivitas.
Hadi Susanto
hal terkait sadar safety.”
budaya yang melekat kuat dalam diri setiap
Penerapan K3 juga harus sesuai
pegawai. dan taat pada peraturan, kebijakan,
dan tanda-tanda peringatan serta Tantangan utamanya adalah pola pikir mengampanyekan segala hal terkait
SOP yang telah ditetapkan. “Jika (mindset) dari individu yang belum sadar safety,” imbuh Hadi.
Filosofi Safety kita belum memahami dengan baik, sepenuhnya memahami tentang
Safety memiliki peran dan makna yang sangat penting mintalah pendampingan setiap akan safety. Di mana, masih banyak yang Hal lain yang selalu ditekankan
dalam dunia kerja. Tak terkecuali, dunia pembangkitan. menjalankan aktivitas,” jelas Hadi. memahami safety secara parsial, tidak kepada seluruh insan UP Suralaya
Untuk itu, setiap pegawai haruslah memahami seluk beluk secara holistik. adalah agar selalu peduli safety.
safety sebelum dirinya terjun dalam aktivitas. “Yang tak kalah penting, perbaikan Insan UP Suralaya juga diharapkan
secara berkelanjutan (continuous “Sebagai contoh, masih ada yang dapat segera mengambil tindakan
Mengingat, secara filosofi dan keilmuan, safety adalah improvement) untuk menjadi lebih menganggap bahwa safety adalah atau berkoordinasi dengan Bidang
suatu pemikiran atau upaya untuk melindungi, menjamin baik dan lebih baik lagi,” lanjutnya. urusan Bidang K3. Padahal, safety K3 jika melihat potensi risiko (near
kesempurnaan (baik jasmani maupun rohani) pekerja/ melekat pada jiwa atau setiap miss), baik kondisi near miss karena
masyarakat dan peralatan (resources) dalam upaya Hadi menambahkan bahwa khusus individu. Safety harus dipahami dan perilaku maupun lingkungan kerja.
mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan di UP Suralaya, setiap minggunya dilaksanakan oleh setiap pemilik
penyakit akibat kerja. secara rutin melaksanakan Manajemen proses bisnis,” jelas pria yang hobi Hal tersebut guna mencegah
Patrol dan Jumat Bersih. Keduanya berolahraga dan bermusik ini. terjadinya kecelakaan kerja. Dengan
Selaku Manajer K3, Mutu, Lingkungan dan Sipil Indonesia merupakan wujud komitmen peduli dan sadar safety, diharapkan
Power UP Suralaya, Hadi Susanto menegaskan bahwa manajemen terkait safety dan 5S. Tantangan lainnya adalah mengajak dapat mewujudkan lingkungan kerja
setiap pekerja berhak untuk mendapat perlindungan mitra kerja untuk bersama- yang aman dan nyaman sehingga
atas keselamatannya dalam melaksanakan pekerjaannya. Peduli & Sadar Safety sama menerapkan safety dalam terjamin keselamatan dari setiap
Begitu pun dengan setiap orang yang berada di tempat Diakui Hadi, membangun budaya setiap aktivitas. “Untuk itu, kami individu yang berada di lingkungan
kerja, harus terjamin keselamatannya. safety memang tidak mudah. tidak pernah berhenti untuk tersebut.

22 / 2018 / EDISI 1 EDISI 1 / 2018 / 23


berita berita

Bulan K3 Nasional: PEMENANG LOMBA KEBERSIHAN PEMENANG


Perkuat Budaya K3 Perusahaan UNIT PEMBANGKIT INDONESIA POWER LOMBA CERDAS CERMAT K3 2018
KATEGORI NAMA UNIT KATEGORI NAMA UNIT
Selama satu bulan penuh, 12 Januari—12 Februari 2018, PLTU Terbaik UJP Banten 3 Lontar Juara I UPJP Priok
Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) diperingati secara PLTU Favorit < 1000 MW UJP Barru Juara II UJP Barru
serentak di seluruh Indonesia. Tak terkecuali, Indonesia Power Non-PLTU Terbaik UP Bali Juara III UJP Banten 1 Suralaya
yang memperingati Bulan K3 dengan menggelar rangkaian Non-PLTU Favorit UPJP Kamojang Juara Yel-Yel UJP Pangkalan Susu
kegiatan bertema K3.
Plt. Direktur Operasi I, M. Hanafi Nur Rifai,
membuka Lomba Cerdas Cermat K3

efisien,” ujar Direktur Utama, Sripeni


Inten Cahyani, selaku inspektur
upacara.

Peringatan Bulan K3 juga diisi


dengan serangkaian kegiatan. Di
antaranya, Lomba Cerdas Cermat K3
yang diikuti 20 tim perwakilan dari
seluruh unit Indonesia Power dan
Lomba Kebersihan Unit Pembangkit
Indonesia Power.Selain itu, juga
dilaksanakan berbagai workshop
yang mengusung tema K3 di
beberapa unit Indonesia Power.

Hujan tak menyurutkan semangat untuk mengikuti upacara. Peringatan Bulan K3 diharapkan
dapat memperkuat Budaya K3 di
Unik lingkungan Indonesia Power. Dengan
Membuka peringatan Bulan Budaya K3 yang mengakar kuat,
K3 Nasional, Indonesia Power dapat mendorong terbentuknya
melaksanakan upacara, tepat pada bangsa yang berkarakter.
12 Januari. Ada yang berbeda dan
unik dengan upacara tahun ini.
Untuk pertama kalinya, upacara
berlangsung di dalam ruang
serbaguna dikarenakan tengah
turun hujan. Cerdas Cermat diikuti 20 tim perwakilan dari seluruh
unit.
Namun, hujan tak menyurutkan
semangat jajaran Direksi dan
seluruh insan Indonesia Power
untuk mengikuti upacara. “Saya
mendukung penuh program K3
untuk dapat dioptimalkan dan
dikembangkan guna peningkatan
kualitas serta dalam rangka
mewujudkan GO90 Pembangkit
yang aman, bersih, hijau, andal, dan Penampilan peserta mampu mencairkan suasana. Diskusi tim saat berlangsung cerdas cermat

24 / 2018 / EDISI 1 EDISI 1 / 2018 / 25


Safe, Clean, Green, Realiable &
Efficient Power Generation

e
ce nanc

Smart Enterprise
ell inte

Asset Management
Exc Ma
en
n

Bu
tio

Project
sin Exce
era

es Management
Op

s D llenc
ev e
elo Office
pm
nt e

Human Capital
Excellence

O&M Accelerated
Learning System
Community of 3Xer Company
Triple Size in Total Installed
Expertise Capacity, Revenue and 30%
(comet-ip): of New & Renewable Power
Power Generation Expertise Plant @33nd Anniversary of
& Technical Services Indonesia Power in 2028

www.indonesiapower.co.id