Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS OBAT, MAKANAN

DAN KOSMETIKA
PERCOBAAN 2
ANALISIS ASAM BORAT

Disusun oleh : Kelompok 6


Kelas: VI C

Ayu Putri Lestari 11194761920


Aulia Rahmah Triastanti 11194761920289
Maria Dwi Ayu Listiawati 11194761920305
Nyoman Risnayanti 111947619203
Ota Priadi 111947619203
Saridah Marhani 111947619203

PROGRAM STUDI SARJANA FARMASI


FAKULTAS KESEHATAN
UNIVERSITAS SARI MULIA
BANJARMASIN
2021

i
DAFTAR ISI

COVER......................................................................................................................i
DAFTAR ISI..............................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................................1
A. Latar Belakang...............................................................................................1
B. Kompetensi Praktikum...................................................................................1

BAB II........................................................................................................................2
A. Deskripsi Bahan Praktikum............................................................................2
B. Deskripsi Bhan Hasil Pembuatan...................................................................2

BAB III TINJAUAN PUSTAKA..............................................................................3


A. Alat.................................................................................................................3
B. Bahan..............................................................................................................3
C. Prosedur Kerja................................................................................................4

BAB IV HASIL..........................................................................................................6
BAB V PEMBAHASAN...........................................................................................9
BAB VI KESIMPULAN............................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA................................................................................................11
JAWABAN PERTANYAAN....................................................................................12

ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Asam Borat dengan rumus kimia H3BO3 dengan berat molekulnya 61,8
dengan komposisi unsur H= 4,88%, B= 17,5% dan O= 77,62%. Pemerian dari
asam borat adalah serbuk hablur kristal transparan atau granul tidak berwarna,
tidak berbau, dan agak mani. Titik lelehnya sekitar 170⁰C. kelarutannya dalam
air dingin 18 bagian, 4 bagian dalam air mendidih, 5 bagian dalam gliserol 85%
dan tidak larut dalam eter. Kelarutan dalam air akan meningkat dengan
penambahan asam klorida, asam sitrat atau asam tartrat. Mudah menguap dengan
pemanasan dan kehilangan satu molekul airnya pada suhu 100⁰C yang secara
perlahan berubah menjadi asam metaborat. Asam borat merupakan asam lemah
dan garam alkalinya bersifat basah. Satu gram asam borat larut sempurna dalam
30 bagian air, menghasilkan larutan yag jernih dan tidak berwarna. Asam borat
tidak tercampur dengan alkali karbonat dan hidroksida.

Asam borat merupakan suatu senyawa kimiaanorganik yang dapat


digunakan sebagai bahan baku untuk industri kimia lain seperti industri farmasi,
industri keramik, industri kaca, dan lain-lain. Kegunaan asam borat antara lain
sebagai reagen untuk analisis kimia, dalam bidang farmasi asam borat berfungsi
sebagai antiseptik dan desinfektan.

B. Kompetensi Praktikum

1. Memahami prinsip-prinsip metode analisis asam borat

1
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Deskripsi Bahan
1. Asam Oksalat (Kirk & Othmer, 2007).

Pemerian Tidak berbau, berwarna putih, dan tidak menyerap air. Asam
oksalat dihidrat merupakan jenis asam oksalat yang dijual di
pasaran yang mempunyai rumus bangun C2H4O2.2H2O,
dengan berat molekul 126,07gr/mol dan melting point 101,5°C,
mengandung 71,42% asam oksalat anhidrat dan 28,58% air,
bersifat tidak bau dan dapat kehilangan molekul air bila
dipanaskan sampai suhu 100°C.
Suhu lebur 187°C

Kelarutan Kelarutan asam oksalat dalam etanol pada suhu 15,6°C dan etil
eter pada suhu 25°C adalah 23,7 g/100g solvent dan 1,5 g/100 g
solvent.

2. NaOH (Rahmawati, R., et al., 2016

Pemerian Putih atau praktis putih, keras, rapuh dan menunjukkan pecahan
hablur. Jika terpapar di udara, akan cepat menyerap karbon
dioksida dan lembab. Massa melebur, berbentuk pelet
kecil,serpihan atau batang atau bentuk lain

Suhu lebur 318°C

2
Kelarutan Kelarutan NaOH sangat tinggi larut dalam air yaitu 1110
g/L, NaOH juga memiliki sifat mudah terionkan menjadi
ion-ionnya.

BAB III
METODE PRAKTIKUM
A. Alat

1. Statif
2. Buret
3. Erlenmeyer
4. Pipet volume
5. Corong
6. Gelas beker
7. Pipet tetes

B. Bahan
1. As.Oksalat
2. kertas turmeric
3. NaOH

3
B. Prosedur Kerja
1. Analisis kuantiatif asam oksalat

siapkan alat dan bahan

masukkan larutan NaOH kedalam buret ad volume 100 ml

kemudian pipet asam oksalat 10 ml ke erlenmeyer dan tambahkan


indikator PP sebanyak 3-5 tetes

kemudian titrasi sebanyak 3X dengan NaOH hingga menunjukan


warna merah muda

2. Analisis sampel asam oksalat

siapkan alat dan bahan

masukkan larutan NaOH kedalam buret ad volume 100 ml


kemudian pipet sampel 25 ml ke erlenmeyer dan tambahkan
indikator PP sebanyak 3-5 tetes

kemudian titrasi sebanyak 2X dengan NaOH hingga menunjukan


warna merah muda

3. Analisis kuantitatif asam oksalat

siapkan alat dan bahan

pipet sampel sebanyak 10 tetes, kemudian masukkan ke dalam


tabung reaksi

tambahkan larutan HCl pekat sebanyak 3 tetes dilemari asam

kemudian kertas turmeric diletakkan diatas kaca arloji dan dibasahi


dengan sampel + HCl yang telah dibuat selanjutnya amati
perubahan warna kertas warna merah berubah menjadi biru-hijau
terang.

5
BAB IV

HASIL

6
A. Hasil Percobaan dan Perhitungan
1. Perhitungan Analisis Kuantitatif
Table 1. Perhitungan Asam Oksala

N Perhitungan Hasih dan jumlah sampel Gambar


o

1 N1.V1 = N2.V2 Pada erlemeyer pertama ada


perubahan warna menjadi pink
0,1 . 10 ml = N2 . 10,5 ml
sangat muda

0,1 x 10 ml
N2 =
10,5 ml
= 0,095 N
2 N1.V1 = N2.V2 Pada erlemeyer ke dua ada
perubahan warna menjadi pink
0,1 . 10 ml = N2 . 10,5 ml
muda tetapi lebih tua dari
yang pertama
0,1 x 10 ml
N2 =
10,5 ml
= 0,095 N
3 N1.V1 = N2.V2 Pada erlemeyer ke tiga ada
perubahan warna menjadi pink
0,1 . 10 ml = N2 . 10,5 ml
muda sama seperti
sebelumnya
0,1 x 10 ml
N2 =
10,5 ml
= 0,095 N

4 Rata – rata = 0,095 N

7
Table 2. Perhitungan Asam Borats
No jumlah sampel Gambar
1 Sampel pertama 3 ml

2 Sampel kedua 2,8 ml

3 Setelah di celupkan ke dalam HCL


pekat

4 Rata rata = 2,9 ml

8
b/v

N titran .V titran. BE. Fp


¿ 100 %
ml .1000

0,095. 2,9 . 61,87 .10


¿ 100 %
12,7 ml . 1000

= 0,13 %

9
BAB V
PEMBAHASAN

Asam borat (H3BO3) merupakan asam lemah. Dalam melakukan proses


titrasi diperlukan penambahan manitol agar dapat melepaskan ion H+ sehingga dapat
dititrasi dengan larutan NaOH. Hasil reaksi ini berupa larutan jernih yang tidak
berwarna sehingga diperlukan penambahan fenolftalein sebagai indikator agar dapat
diamati secara visual. Campuran asam borat, manitol, dengan fenolftalein, jika
dititrasi dengan NaOH akan menimbulkan warna merah muda. Larutan merah muda
tersebut akan cepat menghilang jika labu erlenmeyer digerakkan atau diputar. Proses
titrasi dihentikan sampai tercapai titik ekuivalen, yaitu ditandai dengan adanya warna
merah muda yang menetap. Dari hasil titrasi yang didapatkan menghasilkan warna
merah muda yang pudar hal tersebut sesuai dengan teori namun warna yang
dihasilkan tidak terlalu jelas dan cepat hilang. Hal tersebut disebabkan karena pada
saat titrasi tidak ada penambahan manitol yang menyebabkan warna yang dihasilkan
tidak terlalu jelas.
Berdasarkan perhitungan pada uji kuantitatif yang dilakukan dengan titrasi
asam basa tersebut, didapatkan kadar borat yaitu 0,13% yang menandakan pada
larutan tersebut positif mengandung asam borat. Pengujian secara kualitatif dengan
menggunakan uji warna kertas tumerik, asam borat 10 tetes diasamkan terlebih
dahulu dengan menambahkan HCL pekat sebanyak 3 tetes kemudian dicelupkan
kertas turmeric lalu keringkan. Dari sampel asam borat yang dianalisis menunjukan
perubahan warna pada kertas turmeric yaitu dari warna kuning menjadi merah
kecoklatan. Pengujian secara kualitatif dengan penambahan HCI pekat yang
bertujuan terjadi reaksi antara asam klorida pekat dengan borat yang ditandai dengan
perubahan warna pada kertas uji. Hasil dari penambahan HCI pekat menghasilkan
produk-produk, salah satunya berupa asam borat Adapun reaksinya sebagai berikut:
Na2B4O7 + 2HCI + 5H20 - 4H3BO3 + 2NaCI

10
BAB VI

KESIMPULAN

Identifikasi senyawa asam borat pada makanan menggunakan analisis


kuantitatif dengan metode titrasi dan analisis kualitatif dengan metode reaksi warna.
Pada uji kuantitatif didapatkan kadar borat yaitu 0,13% yang menandakan pada
larutan tersebut positif mengandung asam borat. Sedangkan pada analisis kualitatif
menunjukan perubahan warna pada kertas turmeric yaitu dari warna kuning menjadi
merah kecoklatan.

11
DAFTAR PUSTAKA

Gede Agus., 2014. Analisis Obat, Kosmetik, dan Makanan. Yogyakarta

Farmakope : (Farmakope Indonesia Edisi II, III dan IV, United State of
Pharmacopeia, British Pharmacopeia, Nederlandse Pharmacope)

Watson,D.G.,2003, Pharmaceutical Analysis, A text-book fott Pharmacy


Students an Pharmaceutical Chemists, Churchill Livivngstone, Edinburgh

Kirk, R.E dan Orthmer D.F.2007. Encyclopedia of Chemical Technology. 5th ed.
New York.

12
JAWABAN PERTANYAAN

1. Apa yang dimaksud dengan asam borat.


Jawab : Asam borat, juga disebut hidrogen borat, asam boraks, asam
ortoborat dan acidum boricum, adalah monobasa asam Lewis boron lemah
yang sering digunakan sebagai antiseptik, insektisida, penghambat
nyala, penyerap neutron, atau prekursor untuk senyawa kimia lainnya.
Senyawa ini memiliki rumus kimia H3BO3 (kadang-kadang ditulis B(OH)3),
dan ada dalam bentuk kristal tidak berwarna atau serbuk putih yang larut
dalam air. Ketika berbentuk mineral, senyawa ini disebut sasolit.
2. Bagaimana prinsip analisis asam borat.
Jawab : pada praktikum ini analisi asam borat dengan uji kualitatif dengan dua
pengujian yaitu uji pendahuluan dan uji konfirmasi yang memiliki prinsi
analisis jika sampel yang dijadikan asam kemudian dicelupkan kertas
turmenic ke dalam sampel dan menghasilkan perubahan warna dari merah
menjadi biru-hijau terang menandakan bahwa sampel terdapat asam borat.

13