Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM BIOFARMASETIKA

ANALISIS OBAT DALAM MATRIKS BIOLOGI

DISUSUN OLEH:
JENLY ADINATA 191148201090
IMANUEL RINALDY SIDO 191148201088
LOIS SANJAYA 191148201090
JUVIAR 191148201091
MARGARETHA ERISA N 191148201097

Dosen Pembimbing
Apt. Wiwi Erwina, M.P.H

LABORATORIUM BIOFARMASETIKA
PROGRAM STUDI S1 FARMASI
STIKES DIRGAHAYU SAMARINDA
TAHUN 2021
LEMBAR PENGESAHAN

Laporan Praktikum Biofarmasetika yang disusun sebagai salah satu syarat kelulusan
Praktikum Biofarmasetika:
No. Nama Anggota Kelompok NIM Tanda Tangan
1 Jenly adinata 191148201090
2 Lois Sanjaya 191148201095
3 Imanuel Rinaldy Sido 191148201088
4 Juviar 191148201091
5 Margaretha Erisa N 191148201097

Tanggal Terima Nilai Tanda Tangan Dosen


Laporan Pembimbing
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................................
LEMBAR PENGESAHAN.................................................................................................
DAFTAR ISI.......................................................................................................................
ISI LAPORAN....................................................................................................................
1. Tujuan..............................................................................................................................
2. Tinjauan Pustaka..............................................................................................................
3. Alat ...............................................................................................................
4. Bahan...............................................................................................................................
5. Prosedur Kerja.................................................................................................................
6. Hasil Pengamatan............................................................................................................
7. Pembahasan.....................................................................................................................
8. Kesimpulan......................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA..........................................................................................................
ISI LAPORAN
1. Tujuan Praktikum
 Memahami prinsip dan prosedur analisis obat dalam matriks biologi
2. Tinjauan Pustaka
Ilmu yang mempelajari mekanisme obat dalam tubuh adalah farmakokinetik.
Pada umumnya setiap obat yang masuk ke dalam tubuh akan mengalami empat proses
yaitu absorbs yaitu proses obat memasuki sirkulasi cairan tubuh. Distribusi yaitu
proses obat dibawa ke area tubuh dimana obat yang diharapkan bereaksi atau di
simpan didalam tubuh, biotransformasi (metabolism) yaitu proses dimana obat diubah
menjadi bentuk yang kurang aktif dan ekresi adalah obat dikeluarkan dari dalam tubuh
(Priharja, 1995). Matrik biologi adalah bahan-bahan lain diluar analit dalam sampel
biologi sampel biologis adalah sampel yang di ambil dai bagian tubuh untuk tujuan
analisis, misalnya darah, urin,rambut , hati, ginjal dan bagian/jaringan tubuh lainnya.
Parameter farmakokinetika suatu obat dihitung dari konsentrasi obat dalam cuplikan
hayati yang sesuai, dapat berupa darah, urin, saliva dan cairan relevan atau
mengandung obat, tetapi paling sering adalah darah atau urin (Syukri, 2002).
Ketersediaan hayati zat aktif suatu obat timbul sejak adanya ketidaksetaraan terapetik
diantara sediaan bermerk dagang yang mengandung zat aktif yang sama dan dibuat
dalam bentuk sediaan farmasetik yang serupa, serta di berikan dengan dosis
Bahan kimia atau kondisi lain yang menyebabkan metode tersebut tidak dapat
diterapkan secara keseluruhan. Sehingga sering dilakukan modifikasi, penyederhanaan
maupun perbaikan metode, akibatnya metode tersebut harus divalidasi dengan cara
yang benar. Apabila metode ini dapat dipertanggungjawabkan secara keseluruhan
(presisi, akurasi, selektivitas, batas deteksi, batas kuantitasi, stabilitas dan lain lain),
tidak menyimpang dan diakui oleh pihak yang berkompeten, maka metode yang
dimodifikasi ini dianggap valid dan dapat digunakan untuk analisis rutin. Untuk
memperoleh kadar obat total dalam plasma diperlukan perlakuan khusus terhadap
sampel plasma sebelum diinjeksikan, yang meliputi isolasi dari substansi matriks,
pembebasan obat dari ikatannya dengan protein dan pemisahan obat dari komponen
lain atau metabolit. Upaya upaya yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan diatas
diantaranya adalah dengan cara pengendapan protein, ultrafiltrasi, ekstraksi cair cair
dan ekstraksi fase padat. Analisis obat dalam matrik biologi diperlukan dalm studi
farmakologi, farmakokinetik dan pengembangan penggunaan obat. Pada tahap
farmakokinetik penelitian meliputi aspek absorbsi, biotransformasi, distribusi,
biotransformasi dan eliminasi. Analisis obat dalam cairan biologi ditujukan untuk
memonitor penampilan sediaan obat yang ada dalam perdagangan yang meliputi studi
ketersediaan hayati, konfirmasi respon biologi, mengkorelasikan level plasma obat
dengan respon farmakologik, membuktikan adanya racun atau keracunan serta
monitoring obat pada kasus overdosis. Agar hasil analisis dapat dipercaya, maka
metode penetapan kadar harus memenuhi kriteria antara lain perolehan kembali yang
tinggi (75% - 90% atau lebih), kesalahan acak dan sistematis kecil dari 10%,
disamping itu perlu juga diperhatikan kepekaan dan selektivitas yang nilainya
tergantung kepada alat yang digunakan. Untuk mendapatkan hasil analisis yang
optimal, percobaan berikut perlu dilakukan : 1. Khusus untuk reaksi warna perlu
penetapan jangka waktu larutan obat yang memberikan respon tetap. 2. Penetapan
jangka panjang gelombang larutan obat yang memberikan respon maksimum 3.
Pembuatan kurva baku 4. Perhitungan nilai perolehan kembali, kesalahan acak dan
kesalahan sistematik
Yang sama. Berbagai kejadian (zat aktif menjadi tidak aktif atau menjadi
toksik) dapat merupakan sebab ketidak setaraan tersebut (Utami dkk, 2009). Metode
analisis yang digunakan untuk penentuan kadar obat dalam serum hendaknya telah
jernih berkenaan dengan hal-hal berikut seperti lineritas,kepekaan, ketepatan, ketelitian
dan stabilitas (Shargel, 1985). Untuk menganalisis darah total, komponen sel darah
harus dilisis demikian sehingga kandungannya bercampur merata dengan sonikator
atau ditentukan dalam jangka waktu tertentu lalu di sonikasi. Plasma berbeda dengan
serum, serum adalah plasma yang fibrinogennya telah dihilangkan dengan proses
penjedalan, sedangkan plasma diperoleh dengan menambahkan suatu pencegahan
penjedalan ke dalam darah. Bila darah tidak diberi antikoagulan terjadilah penjendalan
dan bila contoh seperti dipusingkan maka beningnya adalah serum (Syukri, 2002).
Parameter-parameter yang berguna dalam penentuan ketersediaan suatu obat meliputi
data plasma, data urin, efek farmakologi akut, respon klinik ketersediaan hayati
dilakukan baik terhadap bahan aktif yang telah di setujui maupun obat dengan efek
terapetik yang belum disetujui oleh FDA untuk dipasarkan. Setelah ketersediaan hayati
dan parameter-parameter farmakokinetika dari bahan aktif diketahui ukuran dosis
dapat diajukan untuk mendukung pemberian label obat (Syukri, 2002). Cuplikan darah
sangat relevan, karena semua proses obat dalam tubuh melibatkan darah sebagai
media, suatu alat ukur dari organ satu ke organ lain seperti absorbs, distribusi,
metabolisme dan ekresi. Oleh karena itu, agar nilai-nilai parameter obat dapat
dipercaya, metode penetapan kadar harus memenuhi kriteria yaitu meliputi

3. Alat dan Bahan


 Alat:
1. Labuukur 100 ml
2. Pipet volume
3. pH meter
4. thermostat
5. alatsuntik
6. vial
7. spektro
8. kalkulatorfx
9. stopwatch, kertasgrafiksemilog, dannumerik
 Bahan:
1. NaOH 0,1 N
2. Alkohol 70%
3. Heparin
4. HCL 0,1 N
5. Kloroform
6. Isoprofil alkohol
7. Urin
8. Teofillin

4. Prosedur Kerja
 Perolehan kembali kesalahan acak
1) buat larutan teofilin dalam plasma dengan kadar 2,5:7,5 dan 12.5
2) kemudian 2 ml larutan obat dalam plasma ditambahkan kedalam
0.4 ml HCL 0,1 N dan 20 ml campuran klroform; isoprofil
alkohol (20:1). Campuran dikocok selama 1 menit, lapisan air
dipipisahkan dan fase organic disaring
3) 3. filtrate yang diperoleh dipipet sebanyak 10 ml dan dimasukkan
kedalam tabung ekstraksi
4) hasil ekstraksi kemudian disaring kembali dengan penambahan 4
ml larutan NaOH 0,1 N. dikocok selama 1 menit, kemudian
disentrifugeselama 10 menit dengan kecepatan 1500 rpm. Lapisan
NaOH dipisahkan
5) ukur serapan larutan, hitung kadar
 Penetapan panjang gelombang maksimum
1. buat larutan teofilin dalam NaOH 0,1 N dengan konsentrasi 3,5
mcg/ml
2. serapan arutan diukur pada panjang gelombang 235 sampai 335
nm menggunakan spektrofotometer UV-VIS
3. buat spectrum serapan
 Pembuatan kurva baku sampel
1. buat larutan baku induk teofilin dalam NaOH 0,1 N masing
masing dengan konsentrasi 2,5:3,0:3.5:4,0;dan 4,5 mcg/ml
2. serapan masing-masing larutan diukur pada panjang gelombang
serpan maksimum
3. buat kurva baku teofilin
 Prosedur penetapan kadar
1. buat larutan induk teofilin 1 mg/ml dalam NaOH 0,1 N
2. dengan menggunakan larutan induk diatas, buatlah 1 seri larutan
dalam plasma masin-masing dengan kadar 2,5:5;7.5:10 mcg/ml
3. kemudian 2 ml larutan obat dalam plasma ditambahkan kedalam
0,4 ml HCL 0.1 N dan 20 ml campuran kloroform
isopropilalkohol (20:1) Campuran Dikocok Selama 1 Menit,
Lapisan Air dipisahkan ke fase organic disaring
4. filtrate yang diperoleh dipipet sebanyak 10 ml dan dimasukkan ke
dalam tabung ekstraksi yang kering dan bersih
5. hasil ekstraksi kemudian disaring kembali dengan penambahan 4
ml larutan NaOH 0,1 N, dikocok selama 1 menit, kemudian
disentrifugeselama 10 menit dengan kecepatan 1500 rpm. Lapisan
NaOH dipisahkan
6. nilai absorbs larutan diamati dengan menggunakan
spektrofotometer UV-VIS pada panjang gelombang maksimum
 Penetapan jangka waktu tespon tetap
1. dibuat larutan teofilin dengan kadar 5 mcg/ml dan 10 mcg/ml
2. ukur serapan larutan pada panjang gelombang maksimum tiap
menit selama 1 jam
3. buat kurva serapan vs waktu pada kertas numeric dan tetapkan
jangka waktu serapan tetap
5. Hasil Pengamatan
HASIL
 Data Aminophyllin
Konsentrasi Abs
2 - 0,001
4 0,002
6 0,001
8 0,001
10 0,005
 Regreasi linear
a = -2,751
b = 2,635
r = 0,764
 Data kadar dalam urin
Konsentrasi Abs
5 -0.005
10 0.008
15 -0.007
 Mencari nilai cp : y = a + b x
1. -0,005 = - 2,751 + 2,635 x
−0,0 05 −(−2,751)
x=
2,635
= 1,042
2. 0,008 = - 2,751 + 2,635 x
0,008 −( −2,751)
x=
2,635
= 1,047

3. -0,007 = - 2,751 + 2,635 x


−0,0 07 −(−2,751)
x=
2,635
= 1,041

x 1+ x 2+ x 3 (1,042)+ (1,047 ) +(1,041)


Xrata − rata= =
n 3
3,13
¿ =1,043
3
 Perhitungan % perolehan kembali
kadar terukur
kadar diketaℎui
1. 5 → -0,005 / 5 x 100% = -0,1%
2. 10 → 0,008 /10 x 100% = 0,08%
3. 15 → -0,007 /15 x 100% = - 0,04%
 Kesalahan acak
X x-xr (x-xr)2
1,042 1,042 – (1,043 0,000001
-0,001
1,047 1,047 – (1,043 0,000016
-0,004
1,041 1,041 – (1,043) = - 0,000004
0,002
 Mencari standar deviasi
ε √ ( x − xr ) 2
n −1

1.
√ 0,000001 =0,0007
2

2.
√ 000016 =0,0028
2

3.
√ 0,000004 =0,0014
2
6. Pembahasan
Pada praktikum ini dilakukan untuk menganslisis obat dalam matriks biologi.
Pada praktikum ini obat yang dianalisis adalah teofilin dan matriks biologi yang
digunakan adalah urin pertama pagi hari dari probandus. Tujuan analisis sampel biologis
adalah menetapkan jumlah senyawa kimia klinik untuk tujuan diagnosa dan untuk
mamantau pengguna obat baik analisis farmakodinamik dan kepatuhan pasien.
Hal pertama yang dilakukan pada praktikum ini adalah menyiapkan larutan teofilin
2,5;7,5; dan 12,5. Kemudian 2 ml larutan obat dalam urin ditambahkan kedalam 0,4 HCl
0,1 dan seterusnya sampai pengukuran panjang gelombang maksimum dan penetapan
kadar dari obat.
Pemilihan matriks biologi urin pada praktikum ini karena data urin lebih baik
dibandingkan data dari darah serta karena pada praktikum ini tidak ada yang bisa untuk
mengambil plasma darah dari probandus. Pemilihan urin juga karena obat diekskresikan
secara sempurna dalam urin dan bentuknya tidak berubah. Konsentrasi obat dalam urin
lebih besar dibandingkan didalam darah.
7. Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa ilmu yang mempelajari mekanisme obat dalam tubuh adalah
farmakokinetik. Pada umumnya setiap obat yang masuk ke dalam tubuh akan mengalami
empat proses yaitu absorbsi yaitu proses obat memasuki sirkulasi cairan tubuh dan matrik
biologi adalah bahan-bahan lain diluar analit dalam sampel biologi sampel biologis adalah
sampel yang di ambil dai bagian tubuh untuk tujuan analisis, misalnya
darah,urin,rambut,hati,ginjal dan bagian/jaringan tubuh lainnya
DAFTAR PUSTAKA

FV. Mansur, Umar., dkk. 2011. Penuntun praktikum farmakokinetika. Depok : UI


Ilmawati. Eldesi medisa. 2013. Validasi metode analisis obat dalam cairan hayati (darah).
Universitas muhamadiyah surakarta
Utami, P, I., Wahyu dan Nur, A.M., 2009. Optimasi Metoda Penetapan Ranitidin Dal
am Plasma Manusia Secara In Vitro Dengan Metode Spektrofotmetri UV-Vi
s. Jurnal Pharmacy. Vol.6 :No.3

Syukri, 2002, Biofarmasetika, UII Press, Yogyakarta, 36-37,65,71-73

Anonim, 1979, Farmakope Indonesia, Edisi III, Departemen Kesehatan Republik Ind
onesia, Jakarta. 6-7, 93-94, 265, 338-339, 691.

Anda mungkin juga menyukai