Anda di halaman 1dari 18

Makalah

PROSES LAKTASI DAN MENYUSUI

Mata kuliah : Asuhan Kebidanan Nifas Dan Menyusui

Dosen Pengampu : Ibu Ranny Septiani, SST., M.Keb

Di susun oleh :

Kelompok 7

Reihany Lasya Alfath ( 2015301026)

Siwi Jogse Aristiati (2015301030)

Bela qoriya dewi ( 2015301048)

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK


KESEHATAN TANJUNGKARANG JURUSAN KEBIDANAN

PRODI D4 KEBIDANAN TANJUNG KARANG

TINGKAT 2 (REGULER 1)

T.A 2021/2022

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karna dengan
rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang “PROSES
LAKTASI DAN MENYUSUI ” ini dengan baik, meskipun mungkin masih
banyak kekurangan didalamnya.

Dan juga kami berterima kasih kepada Ibu Ranny Septiani, SST., M.Keb
selaku dosen mata kuliah ASUHAN KEBIDANAN NIFAS DAN MENYUSUI
yang telah memberikan tugas ini kepada kami. Kami berharap makalah ini dapat
berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita. Kami juga
menyadari sepenuhnya bahwa didalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh
dari kata sempurna.Oleh sebab itu kami berharap adanya kritik dan saran demi
perbaikan makalah yang telah kami buat dimasa yang akan datang,mengingat
tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Bandar Lampung, 28 juli 2021

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................ i

DAFTAR ISI ............................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG ..................................................................... 1


B. RUMUSAN MASALAH.................................................................. 2
C. TUJUAN ...........................................................................................2
D. MANFAAT ...................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN ( PROSES LAKTASI DAN MENYUSUI)

A. TANDA BAYI CUKUP ASI ........................................................... 3


B. ASI EKSLUSIF ................................................................................ 4
C. CARA MERAWAT PAYUDARA .................................................. 4
D. CARA MENYUSUI YANG BENAR ............................................. 7
E. MASALAH DALAM PEMBERIAN ASI ...................................... 11
F. KONSELOR ASI ............................................................................ 12

BAB III PENUTUP

A. KESIMPULAN ............................................................................... 13
B. SARAN ............................................................................................13

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................. 15

iii
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Menyusui merupakan suatu proses alamiah, namun sering ibu-ibu tidak


berhasil menyusui atau menghentikan menyusui lebih dini. Oleh karena itu ibu-
ibu memerlukan bantuan agar proses menyusui lebih berhasil. Banyak alasan yang
dikemukakan oleh ibu-ibu yang tidak menyusui bayinya anatara lain ibu tidak
memproduduksi cukup ASI atau bayinya tidak mau menghisap. Sesungguhnya hal
ini tidak disebabkan kerena ibu tidak memproduksi ASI yang cukup, melainkan
karena ibu kurang percaya diri bahwa Asi-nya cukup untuk bayinya. Disamping
itu cara-cara menyusui yang tidak baik dan tidak benar dapat menimbulkan
gangguan pada putting susu ibu. Kurangnya pengertian dan pengetahuan ibu
tentang keunggulan ASI dan manfaat menyusui menyebabkan ibu-ibu mudah
terpengaruh dan beralih kepada pemberian susu formula atau yang lainnya.

Beberapa faktor yang mempengaruhi ibu-ibu tidak menyusui bayinya terutama


yang berdomisili di perkotaan antara lain adalah :

1. Kurangnya dukungan dari keluarga untuk menyusui seperti yang dialami


ibu-ibu di pedesaan. Di perkotaan ibu-ibu banyak memperoleh informasi
tentang penggunaan susu formula.
2. Ibu-ibu di perkotaan rata-rata melahirkan di Rumah sakit atau di Rumah
bersalin yang tidak menganjurkan menyusui dan tidah menerapkan
pelayan rawat gabung serta tidak menyediakan fasilitas Klinik laktasi.
3. Pengaruh kemajuan teknologi dan perubahan sosial budaya
mengakibatkan ibu-ibu diperkotaan rata-rata bekerja diluar rumah dan
makin meningkat daya belinya mereka menganggap lebih praktis membeli
dan memberikan susu formula daripada menyusui.

Di daerah pedesaan rata-rata ibu menyusui bayi mereka, namun hasil penelitian
menunjukan pengaruh kebiasaan yang kurang menunjang pamanfaatan ASI secara
optimal, seperti pemberian pralaktal, pemberian makanan/minuman pengganti
ASI karena ASI belum keluar untuk hari-hari pertama setelah melahirkan. Jenis
makanan tersebut dapat membahayakan kesehatan bayi dan menyebabkan
berkurangnya kesempatan untuk merangsang produksi ASI sedini mungkin
melalui hisapan bayi pada payudara ibu.

1
Penelitian menunjukan peningkatan penggunaan susu formula. Jumlah ibu-ibu
yang memberikan ASI pada bayi usia 0-3 bulan di perkotaan sebanya 47%.
Sedangkan di pedesaan sebanyak 55 %.

Beberapa alasan ibu-ibu menghentikan pemberian ASI kepada bayi adalah:

- Produksi ASI kurang (32%)


- Ibu bekerja (16%)
- Ingin dianggap modern (4%)
- Masalah pada putting susu (28%)
- Pengaruh iklan pada susu formula (16%)
- Pengaruh orang lain terutama keluarga (4%)

Oleh karena itu dukungan untuk pemberian ASI sangat diperlukan dari keluarga ,
masyarakat dan petugas kesehatan untuk menciptakan generasi yang sehat dan
berkualitas .

B. RUMUSAN MASALAH
Setelah diketahui latar belakang maka rumusan masalahnya akan dibahas
dalam makalah ini yaitu:
A. Tanda bayi cukup ASI
B. ASI ekslusif
C. Cara merawat payudara
D. Cara menyusui yang benar
E. Masalah dalam pemberian ASI
F. Konselor ASI

C. TUJUAN
Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Asuhan Kebidanan Nifas
Dan Menyusui, serta untuk mengetahui proses laktasi dan menyusui

D. MANFAAT
1. Agar mahasiswa mengetahui tanda bayi cukup ASI
2. Agar mahasiswa mengetahui pengertian ASI Eksklusif
3. Agar mahasiswa mengetahui cara merawat payudara
4. Agar mahasiswa mengetahui cara menyusui yang benar
5. Agar mahasiswa mengetahui masalah dalam pemberian ASI
6. Agar mahasiswa mengetahui konselor ASI

2
BAB II

PEMBAHASAN

PROSES LAKTASI DAN MENYUSUI

Laktasi adalah keseluruhan proses menyusui mulai dari ASI diproduksi


sampai proses bayi menghisap dan menelan ASI. Laktasi merupakan bagian
integral dari siklus reproduksi mamalia termasuk manusia.Masa laktasi
mempunyai tujuan meningkatkan pemberian ASI eklusif dan meneruskan
pemberian ASI sampai anak umur 2 tahun secara baik dan benar serta anak
mendapatkan kekebalan tubuh secara alami.

Prinsip pemberian ASI harus sedini mungkin dan Eksklusif. Bayi baru
lahir harus mendapat ASI dalam jangka waktu satu jam setelah lahir. Seorang ibu
dikodratkan untuk dapat memberikan air susunya kepada bayi yang telah
dilahirkannya, dimana kodrat ini merupakan suatu tugas yang mulia bagi Ibu itu
sendiri demi keselamatan bayi dikemudian hari. Tetapi pada suatu proses
kelahiran, terutama bagi yang baru pertama kali melahirkan, kadang air susu Ibu
tidak atau susah untuk keluar sehingga bayi tersebut sementara diberikan susu
botol yang akan mengakibatkan bayi terbiasa menghisap dot, sehingga dapat
mengalami bingung puting saat mulai meneteki. Reflleks pertama seorang bayi
yang normal adalah mencari putting susu ibu berupa hisapan mulut bayi
merupakan hal yang penting dalam proses produksi ASI.

Sejak abad ke-19 para pakar telah sepakat bahwa ASI lebih unggul
daripada susu sapi atau bahan pengganti lainnya.Sayangnya perilaku menyusui
bayi sendiri dianggap sebagian orang suatu tingkah laku tradisional, sehingga
sedikit demi sedikit ditinggalkan. Hal tersebut dipengaruhi oleh kemajuan di
negara-negara industri yang memperkenalkan susu buatan untuk bayi yang
mempunyai manfaat sama dengan ASI, pemakaiannya lebih praktis, dengan
promosi pemasaran yang gencar. Oleh sebab itu Menteri Kesehatan Republik
Indonesia melalui peraturan Nomor: 450/MENKES/SKIV/2004 mengajak bangsa
Indonesia melaksanakan pemberian hanya ASI saja selama 6 bulan pertama
kehidupan bayi dapat dilanjutkan sampai anak umur 2 tahun.

A. TANDA BAYI CUKUP ASI


jika bayi sudah cukup minum ASI , biasanya tertidur selama sekitar 3 jam . jika
bayi sudah kenyang bayi tersebut tidak mau minum lagi . Disini paling penting
ibu harus tahu persis porsi makan anaknya . Sebab tidak baik jika bayi kelebihan
atau kekurangan makan / minum. Adapun ciri lainnya jika bayi sudah
mendapatkan cukup ASI :
1) Jumlah BAK dalam 1 hari paling sedikit 6 kali

3
2) Warna air seni tidak berwarna kuning pucat
3) Bayi sering BAB berwarna kekuningan berbiji
4) Bayi kelihatan puas, sewaktu waktu merasa lapar bangun dan tidur dengan
cukup
5) Bayi paling sedikit menyusu 10 kali dalam 24 jam
6) Payudara ibu terasa lembut setiap kali selesai menyusui
7) Ibu dapat merasakan rasa geli karena aliran ASI setiap bayi menyusu
8) Ibu dapat mendengarsuara menelan ketika bayi menelan ASI
9) Berat badan bayi bertambah

B. ASI EKSLUSIF
ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja sejak bayi dilahirkan sampai usia
6 bulan . Selama itu bayi tidak diharapkan mendapatkan cairan lain seperti susu
formula ,air jeruk , madu maupun air putih . Pada pemberian ASI eksklusif bayi
juga tidak diberikan makanan tambahan seperti pisang,biscuit,bubur nasi ,dsb .
Pemberian ASI secara benar akan dapat mencukupi kebutuhan bayi sampai usia 6
bulan, tanpa makanan pendamping, ASI dapat diberikan sampai anak berusia 2
tahun atau lebih.
Didalam ruangan dengan suhu 27-320C kolostrum dapat disimpan selama
12 jam, sedangkan ASI pada suhu 19-250C dapat tahan selama4-8 jam. Bila ASI
disimpan didalam lemari es pada suhu 0-40C akan tahan selama 1-2 hari.
Penyimpanan dalam freezer lemari es 1 pintu ASI dapat bertahan selama 2 bulan,
sedangkan dalam freezer lemmari es 2 pintu tahan selama 3-4 bulan.

C. CARA MERAWAT PAYUDARA


1. Tujuan perawatan payudara :
a. Memihara kebersihan
b. Memperlancar sirkulasi darah
c. Memperlancar pengeluran ASI
d. Mengatasi putting susu datar / terbenam
2. Hal- hal yang perlu di perhatikan
a. Perwatan dilakukan secra teratur
b. Kebersihan sehari – hari dijaga
c. Gizi ibu harus baik
d. Percya diri , mampu menyusui bayina sendiri
e. Ibu mersa nyaman dan santai
3. Pelaksaaan
1. Persipan alat :
- Minyak kelapa
- Handuk
- Pompa susu
- Gelas / botol susu

4
- Air panas dan dingin dalam waskom
2. Cara Pengurutan 1
- Licinkan telapak tangan dengan sedikit minyak
- Kedua tangan di tempatkan diantara kedua payudara kearah
samping, kebawah dan melintang sehingga tangan menyangga
payudara
- Lakukan 30 kali selama 5 menit
3. Pengurutan ke 2
- Telapak tangan kiri menopang payudara kiri dar jari – jari
tangan kanan saling dirapatkan
- Sisi kelingking kanan mengurut payudara kiri dari pangkal
payudara kearah puting , demikian pula payudara kanan
- Lakukan 30 kali selama 5 menit
4. Pengurutan ke 3
- Telapak tangan kiri menopang payudara kiri
- Jari – jari tangan kanan di kepalkan , kemudian tulanh – tulang
kepla tangan menhgurut payudara dari pangkal kearah
putting susu
- Lakukan 30 kali selama 5 menit
5. Rangsangan
- Rangsang payudara dengan menggunakan air hangat
- Siram / kompres payudara dengan air hangat terlebih dahulu
kemudian air dingin
- Siram bergantian selama 5 menit

5
6
D. CARA MENYUSUI YANG BENAR
A) Langkah – langkah Menyusui yang benar, yaitu :

1) Ibu duduk atau berbaring santai . Bila duduk sebaiknya kaki ibu tidak
menggantung ,jika kursi tinggi maka sebaiknya kaki di topang
menggunakan penyangga ( kursi kecil ).Karena jika kaki ibu menngantung
akan menyebabkan kai odema ( bengkak ) Sebaiknya ibu bersandar pada
sandaran kursi , dan bisa juga menggunakan selimut / bantal untuk
menopang bayi dipangkuan ibu sehingga posisi punggung tetap tegak
2) Bayi di pegang dengan menggunakan satu lengan , kepala bayi terletak
pada lengkung siku bagian dalam tangan kiri ibu . Badan bayi disanggga
dengan lengan bawah ibu dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan
kiri ibu . ( jika di mulai payudara kiri )
3) Putting susu dan sekitar di bersihkan dengan kapas basah
4) Bayi diletakkan menghadap perut ibu
5) Satu tangan bayi diletakkan di belakang badan ibu ( disekitar punggung
ibu ) dan yang satu di depan
6) Perut bayi menempel pada badan bayi ibu, kepala bayi menghadap
payudara ( tidak membelokkkan kepala bayi )
7) Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
8) Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan ke putting
susu dan areola sekitarnya . Cara ini mempunyai manfaat sebagai anti
septik dan menjaga kelembaban putting susu
9) Payudara kiri di pegang tangan kanan ibu dengan posisi ibu jari diatas dan
jari yang lain menopang di bawah . Jangan menekan putting susu atau
areola nya saja .( jika di mulai dengan payudara)

7
10) Bayi diberi rangsangan untuk memebuka mulut (Rooting reflek ) dengan
cara menyentuh pipi dengan putting susu menyentuh sisi mulut bayi
11) Setelah bayi membuka mulut, masukkan secepatnya seluruh putting
payudara sampai areola kedalam mulut bayi sehinggga terletak diantara
lidah dan langit – langit
12) Dekaplah bayi ketubuh ibu dengan lengan kiri sampai tersa kosong ,
setelah itu baru ganti menyusui payudara , perhatikan dan jaga agar hidung
bayi tidak tertutup dan bayi dapat bernafas dengan baik
13) Sebaiknya menyususi pada payudara sampai tersa kosong , setelah itu
baru ganti menyusui pada payudara yang lain. Cara melepas isapan bayi :
- Jari kelingking ibu yang bersih dimasukkan ke sudut mulut
bayi atau Dagu bayi ditekan kebawah
- Jangan sekali- kali menarik putting susu begiti saja agar putting
susu tidak lecet
14) Menyusui berikutnya mulai dari payudara yang belum terkosongkan (
yang dihisap terakhir )
15) Setelah menyusui , ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada
putting susu dan areola , Biarkan kering sendirinya
16) Menyendawakan bayi tujuan menyendawakan bayi adalah mengeluarkan
udara dari lambung supaya tidak muntah. setelah menyusui, cara
menyendawakan adalah:
- bayi digendong tegak dengan bersandar pada bahu ibu, perut
bayi dirapatkan ke dada ibu sedangkan dagu menempel pada
bahu ibu, punggung bayi di tepuk perklahan – lahan sampai
bersendawa.
- Dengan cara nenelungkupkan bayi di atas pangkuan ibu, lalu
punggung bayi ditepuk perlahan – lahan sampai bersendawa.
17) Sebaiknya bayi disusui secara nir-jadwal ( on-demand ), pada setiap kali
menetek bayi ditetekkan pada kedua payudara ibu secara bergantian,
sampai tiap payudara terasa kosong baru ganti payudara satunya, tanpa
dibatasi waktu.

8
B) Posisi menyusui
Ada berbagai macam posisi menyusui antara lain :
1) Duduk
2) Berbaring
3) Menyusui bayi kembar seperti memegang bola/ foot ball position.

C) Pengeluaran ASI
Apabila ASI berlebihan, sampai keluar memancar maka sebelum menyusui
sebaiknya ASI dikeluarkan terlebih dahulu untuk menghindari bayi tersedak atau
enggan menyusu. Pengeluaran ASI juga berguna pada ibu bekerja yang akan
meninggalkan ASI bagi bayinya dirumah, ASI yang merembes karena payudara

9
yang penuh, pada bayi yang mempunyai masalah menghisap ( BBLR ),
mengurangi bendungan atau memacu produksi ASI saat ibu sakit dan tidak dapat
langsung menyusui bayinya.
1) Pengeluaran dengan tangan
Cara ini mudah digunakan karena tidak banyak menggunakan sarana dan lebih
mudah.
- Ibu diminta mencuci tangan sampai bersih.
- Ibu atau keluarganya menyiapkan cangkir / gelas tertutup yang
telah dicuci dengan air mendidih.
- Ibu melakukan atau pemijatan payudara dengan kedua tepak
tangan dari pangkal ke arah areola. Minta ibu mengulangi
pemijtan ini pada sekeliling payudara secara merata.
- Pesankan kepada ibu untuk menekan daerah areola ke arah
dada dengan ( ibu jari dan jari telunjuk disekitar areola dengan
posisi atas bawah jari pada areola bagian atas dan jari telunjuk
pada areola bagian bawah ).
- Peras areola dengan ibu jari dan jari telunjuk, jangan memijat /
menekan putting karena dapat menyebabkan rasa nyeri atau
lecet.
- Minta ibu mengulangi tekan – peras – lepas – tekan – peras –
lepas. Pada mulanya ASI tak keluar, jangan berhenti, setelah
beberapa kali maka ASI akan keluar.
- Anjurkan ibu untuk mengulangi gerakan ini pada sekeliling
areola dari semua sekmen payudara.
2) Pengeluaran dengan pompa
Bila bengkak / terbendung ( engorgement ) dan puting susu terasa nyeri,
maka akan lebih baik bila ASI dikeluarkan dengan pompa payudara.
Pompa biasanya digunakan bila ASI benar-benar penuh, tetapi pada
payudara yang lunak akan lebih sukar. Ada dua macam pompa yang
digunakan yaitu tangan dan listrik, yang biasa digunakan adalah pompa
payudara tangan. Namun saat ini pompa payudara tidak dianjurkan lagi
karena dapat mengakibatkan puting lecet, rasa nyeri pada ibu dan masih
banyak efek yang lain.
Cara Pengeluaran ASI dengan pompa payudara tangan :
- Tekan bola karet untuk mengeluarkan udara.
- Letakkan ujung lebar tabung pada payudara dengan puting susu
tepat ditengah, dan tabung benar-benar melekat pada kulit.
- Lepas bola karet sehingga putting dan areola tertarik kedalam.
- Tekan dan lepas beberapa kali, sehingga ASI akan keluar dan
terkumpul dan lekukan penampung pada sisi tabung.
- Cucilah alat dengan bersih, menggunakan air mendidih, setelah
selesai dipakai atau akan dipakai. Bola karet sukar dibersihkan,

10
oleh karenanya bila memungkinkan lebih baik pengeluaran ASI
dengan tangan.

E. MASALAH DALAM PEMBERIAN ASI


Ada 5 masalah umum dalam pemberian ASI eksklusif, sekaligus solusinya :
1) Bayi tertidur sesaat setelah mengisap ASI
Frekuensi tidur bayi memang cukup tinggi, namun biasanya bayi akan
terbangun jika merasakan ada air susu di dalam mulutnya. Ia akan merespon
dengan cara menyedot untuk mendapatkan air susu yang lebih banyak. Jadi jika
bayi tiba-tiba tertidur saat sedang menyusu, bisa jadi payudara tidak
mengeluarkan ASI, lakukan pijatan ringan untuk mengeluarkan air susu ke dalam
mulut bayi supaya Si Kecil terbangun dan melanjutkan minumnya.
2) Puting terasa sakit saat menyusui
Rasa sakit yang timbul saat memberikan ASI eksklusif bisa jadi merupakan
pertanda bahwa permukaan kulit puting sedang terluka. Hal ini tidak boleh
dibiarkan karena luka atau infeksi yang terjadi di area puting dapat menular pada
bayi saat mengisap air susu. Konsultasikan kondisi tersebut dengan dokter atau
bidan. Pada umumnya,ibu akan diberi obat penyembuh luka yang formulanya
cukup aman bagi bayi.
3) Bayi tersedak dan cegukan saat minum ASI
Produksi ASI setiap wanita dan kebutuhan bayi akan ASI berbeda-beda. Ada
produksi ASI yang lebih banyak dari yang dibutuhkan, tapi ada juga yang lebih
sedikit dari kebutuhan bayi. Produksi ASI berlebih terkadang membuat mulut bayi
cepat penuh oleh susu, sedangkan daya telan dan pernapasan Si Kecil masih
belum teratur. Hal inilah yang sering menyebabkan bayi tersedak atau cegukan.
Cobalah untuk mengganti posisi menyusui setiap 2-3 menit secara bergantian
pada dua sisi payudara untuk membantu mengatur aliran air susu saat proses
menyusui.
4) Bayi suka menggigit saat minum ASI
Salah satu masalah yang timbul saat memberikan ASI eksklusif adalah kebiasaan
bayi yang suka menggigit. Saat bayi menggigit, biasanya ibu akan melakukan
gerakan spontan dengan cara menarik puting keluar dari mulut bayi, bukan? Tapi
hal ini justru akan membuat bayi lebih kuat menggigit, Cobalah untuk mendorong
payudara secara lembut ke arah mulut bayi hingga menutupi lubang hidungnya, ia
akan berusaha membuka mulut dan menarik kepalanya untuk menghirup udara.
Alhasil, Moms akan terbebas dari gigitannya.
5) Bayi muntah setelah minum ASI
Banyak bayi yang mengeluarkan cairan dari dalam mulut setelah minum susu,
entah banyak atau sedikit. Kadang keluarnya muntahan tersebut hanya
menandakan bahwa bayi sudah cukup kenyang dan ia bersendawa sambil
mengeluarkan cairan yang kadang diartikan dengan muntahan.

11
F. KONSELOR ASI
Konselor laktasi atau konselor ASI adalah mereka yang pernah mengikuti
pelatihan konselor dengan menggunakan modul 40 jam yang diterbitkan oleh
WHO, mereka bukan hanya tenaga kesehatan, akan tetapi masyarakat umum
bahkan ibu rumah tangga, banyak yang berpartisipasi dan telah menyandang
predikat sebagai konselor ASI. Banyak organisasi di Indonesia yang telah
menyelenggarakan pelatihan-pelatihan konselor ASI secara rutin, antara lain
Sentra Laktasi Indonesia (SELASI), Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI),
Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), dll, bahkan beberapa Pemerintah
Provinsi, Dinas Kesehatan Propinsi Sulawesi Selatan misalnya, mereka rutin
menyelenggarakan pelatihan Konselor ASI setiap tahun dengan menggunakan
modul 40 jam tersebut.
Terdapat beberapa alasan mengapa konselor ASI tidak dikenal, khususnya bagi
petugas kesehatan yang pernah mengikuti konselor ASI, antara lain :
1) Tidak ada uraian tugas yang jelas mengenai konselor ASI
2) Tidak ada mekanisme pelaporan terhadap aktifitas konselor AS
3) Aktifitas konselor ASI bukan merupakan salah satu indicator kinerja bagi
petugas kesehatan
4) Saat mereka turun ke lapangan, mereka tidak pernah memperkenalkan diri
sebagi konselor ASI (terkonfirmasi).
5) banyak konselor ASI yang tidak memiliki kepercayan diri yang cukup
dengan status sebagai konselor ASI.
Untuk mengatasi kondisi tersebut di atas, maka dibutuhkan sebuah usaha yang
serius dan sistematik untuk memanage konselor ASI yang cukup banyak.
langkah-langkah starategis yang mungkin bisa kita lakukan adalah mempercepat
pembentukan wadah paguyuban atau asosiasi konselor ASI, tugas dari wadah ini
adalah antara lain :
1) Memonitor dan melakukan advokasi terhadap konselor ASI
2) Menjadikan aktifitas konselor ASI sebagai salah satu indicator kinerja
pada petugas kesehatan
3) Melakukan pertemuan-pertemuan rutin untuk mengetahui dan mencari
jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi oleh konselor ASI di
lapangan
4) Melakukan upgrading secara rutin untuk meningkatkan kemampuan
konselor.
5) Pembuatan hotline yang bisa di hubungi oleh masyarakat 1 x 24 jam
Eksistensi konselor ASI di masyarakat sangat dinantikan agar semakin banyak
ibu yang terbantukan dan termotivasi untuk membrikan ASI Eksklusif terhadap
anak-anak mereka, karena konselor ASI adalah pahlawan, pahlawan tanpa tanda
jasa, pahlawan yang menyelamatkan nasib generasi bangsa untuk 10, 20 atau
mungkin 100 tahun kedepan.

12
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Laktasi atau pengeluaran susu serta penyaluran keluar dari payudara
sewaktu diisap adalah fungsi dari payudaran, dan di dalam proses laktasi ibu
menyusui ada manfaat memberian asi bagi bayi yaitu membantu bayi memulai
kehidupan dengan baik, kolostrum ataupun susu pertama mengandung antibody
yang kuat untuk mencegah infeksi dan membuat bayi menjadi kuat. Dan bagi ibu
membantu memulihkan diri dari proses persalinannya, pemberian asi selama
beberapa hari pertama membuat rahim berkontraksi dengan cepat dan
memperlambat perdarahan.Bagi semua orang asi selalu bersih dan bebas hama
yang dapat menyebabkan infeksi. Bila ibu dan bayi sehat, hendaknya asi cepat
diberikan, asi yang diproduksi pada 1-5 hari pertama dinamakan kolostrum yaitu
cairan kental yang berwarna kekuningan, klostrum ini mengandung lebih banyak
antibody. ASI mengandung lebih dari 200 unsur- unsur pokok, antara lain zat
putih telur, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral, factor pertumbuhan, harmon,
enzim, zat kekebalan, dan sel darah putih.
Mernyusui merupakan cara yang ideal bagi ibu untuk memberikan kasih
sayang pada anaknya dan cara terbaik memenuhi kebutuhan gizi bayi. Dengan
menyusui, hubungan batin yang hangat antara ibu dan bayi akan terjalin erat.
Sewaktu menyusu dan berada dalam dekapan ibu, bayi merasakan sentuhan kulit
ibu yang lembut dan hangat serta mendengan detak jantung ibu yang akan
memberikan rasa aman dan tentram. Kelekatan antara ibu dan bayinya sangat
besar pengaruhnya dalam perkembangan pribadi bayi kelak. Jika ibu selalu ada
jika dibutuhkan akan menimbulkanrasa lekat. Ini akan membuat percaya pada
orang lain dan menumbuhkan percaya diri. Anak yang mendapat kasih sayang
dari ibu juga akan memiliki potensi mengasihi orang lain. Afeksi yang tumbuh
pada diri anak melalui proses menyusui akan menjadi dasar perkembangan emosi
yang hangat pada diri anak terhadap dunia sekelilingnya. Dengan demikian,
proses menyusui merupakan stimulasi yang penting untuk perkembangan mental,
kecerdasan dan sosial emosi anak. Hal ini penting untuk pertumbuhan psikologis
yang sehat. Sealain itu juga ASI mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan untuk
pertumbuhan dan perkembangan anak yang normal. Dengan demikian ibu perlu
belajar berinteraksi dengan bayinya agar dapat sukses dalam memberikan yang
terbaik.

B. SARAN
Dalam Makalah ini terdapat penjelasan tentang Proses Laktasi Dan Menyusui,
berharap agar mahasiswi dapat mengetahui anatomi dan fisiologi payudara,
dukungan bidan dalam pemberian ASI, manfaat pemberian ASI, upaya
memperbanyak ASI, tanda bayi cukup ASI, ASI eksklusif,cara merawat

13
payudara,cara menyusui yang benar serta masalahnya sesuai dengan pembahasan
yang ada pada makalah ini.

14
DAFTAR PUSTAKA

Asuhan Kebidanan pada Ibu Post Partum, Pusdiknakes WHO, JHIPIEGO 2001

https://dwidollymp.wordpress.com/2017/04/17/makalah-proses-laktasi-dan-
menyusui/
https://id.search.yahoo.com/search?fr=mcafee&type=E210ID885G0&p=proses+la
ktasi+dan+menyusui
https://putrimayliza.blogspot.com/2014/10/semoga-bermanfaat.html
https://id.search.yahoo.com/search?fr=mcafee&type=E210ID885G0&p=masalah+
dalam+pemberian+asi

15

Anda mungkin juga menyukai