Anda di halaman 1dari 23

Manajemen Sirkulasi & Obat-obatan

dalam Resusitasi Neonatus

Dr. Muhamad Azharry Rully S, Sp.A


Objektif Pembelajaran

• Indikasi manajemen sirkulasi dan penggunaan obat-cairan dalam


resusitasi neonatus
• Penerapan manajemen sirkulasi dan obat-cairan
• Indikasi menghentikan proses resusitasi
Sirkulasi
Poin penting:
• Bagaimana kita menilai tanda sirkulasi pada neonatus?
• Pijat Jantung (Chest Compression) : “A to Z”
Penilaian Laju Nadi

• Awal: Auskultasi +- palpasi


• Pulse-Oximetry (pre-ductal) dan EKG

EKG direkomendasikan sejak awal VTP terlebih jika


bayi membutuhkan pijat jantung
Circulation. 2020;142(suppl 2):S524–S550.
Pijat Jantung (Chest Compression)

• Cardiac arrest atau Henti Jantung pada neonatus merupakan kejadian


gawat darurat yang jarang terjadi
– Sebagian membaik dengan manajemen airway dan ventilasi yang adekuat
– Berperan penting dalam terbentuknya perfusi ke organ vital → kesintasan
dan luaran neurologis

Membutuhkan penanganan yang cepat tepat oleh tenaga medis


(High Quality Chest Compression)

Int. J. Environ. Res. Public Health 2020, 17, 5214


Indikasi:
LDJ<60x/min, dengan sudah VTP efektif > 60 detik

• LDJ yang rendah terjadi akibat rendahnya kadar oksigen atau paru yang belum
mengembang adekuat setelah lahir.

Miokardium jantung yang Aliran darah ke paru-paru


lemah Kontraktilitas jantung buruk berkurang

• Pijat jantung dibutuhkan pada saat respon LDJ buruk setelah usaha ventilasi dan
koreksinya dilakukan dengan tepat, terlebih lagi pasca-intubasi

Circulation. 2020;142(suppl 2):S524–S550.


Berapa tenaga yang dibutuhkan untuk melalukan pijat jantung?
Idealnya dilakukan oleh 2 tenaga

1
Untuk Pijat Jantung

Mudah menjangkau dada bayi dan


mengambil posisi sehingga tangannya
dapat melalukan kompresi dengan
adekuat

1
Untuk Ventilasi

Di belakang kepala bayi

Circulation. 2020;142(suppl 2):S524–S550.


Lokasi dan Kedalaman Pijat Jantung

• Lokasi
– 1/3 bagian bawah sternum, pros. Xypoideus, garis di antara 2 putting (nipples line)
• Kedalaman
– Tidak lebih dari 1/3 diameter anteroposterior dada bayi

Circulation. 2020;142(suppl 2):S524–S550.


Teknik Pijat Jantung
The 2 thumb–encircling hands (TTHT) Vs 2 Fingers (TFT)

• Tekanan darah akan terbentuk lebih • Pada bayi yang lebih besar
baik ( TD sistolik, MABP, aliran ke a. (penolong yang memilki tangan relatif
koroner ++) kecil)
• Cegah kelelahan (kedalaman dan
kekuatan lebih tepat)
• Posisi Tugas yang fleksibel (tidak
menggangu tim sirkulasi mencari akses)
Circulation. 2020;142(suppl 2):S524–S550.
Berapa Kali Kita Melakukan Pijat Jantung?

• Perbandingan 3:1 dengan VTP


– 3 pijat jantung : 1 inflasi VTP
– Total akan ada 90 pijat jantung dan 30 VTP
dalam 1 menit
• Berjalan secara sinkron (synchronized)
• Tangan penolong TIDAK BOLEH
dilepaskan dari dada bayi

‘Satu & Dua & Tiga & Napas’


Circulation. 2020;142(suppl 2):S524–S550.
Hal Penting lain !

• Berikan FIO2 100% selama VTP (intubasi)


• Pastikan alat pantau LDJ (EKG-pulse oxymetri) jelas
• Interupsi seminimal mungkin
• Jangan menghentikan prosedur, kecuali untuk menilai respon

Evaluasi tanda keberhasilan pijat jantung


DJ spontan, napas spontan, perbaikan SpO2

Circulation. 2020;142(suppl 2):S524–S550.


Obat dan Cairan Resusitasi

Poin penting:
• Obat dan cairan resusitasi penting yang harus disiapkan
• Indikasi pemberian obat dan cairan resusitasi
• Akses vaskular emergency
Kapan Kita mulai memberikan Obat dan Cairan?
• Obat-obatan dan cairan jarang sekali diberikan dalam resusitasi
• Manajemen Airway & Breathing yang adekuat yang adekuat dapat mencegah dari perburukan
sirkulasi bayi baru lahir
• Pemberian obat dan cairan TIDAK BOLEH menunda/mengentikan tindakan ventilasi dan pijat jantung

Rute atau akses pemberian obat/cairan


Obat/Cairan
• Vaskular: perifer dan vena umbilikal
• Indikasi
• Intra-osseous
• Jenis dan dosis
• Per Endotracheal tube (ETT)
Circulation. 2020;142(suppl 2):S524–S550.
Indikasi Epinefrin

Jika LDJ masih < 60/menit, dengan sudah melakukan 1


menit VTP dan Pijat Jantung secara efektif dan adekuat

• Dosis:
– 0.01-0.03 mg/kg (0.02 mg/kg~0.2 ml/kg), diikuti bolus 3 mL NaCl 0.9%,
dapat diulang tiap 3-5 menit selama LDJ <60x/menit
– Pada akses sulit, dapat diberikan melalui endotracheal tube dengan dosis
lebih besar (0.05 - 0.1 mg/kg)

Circulation. 2020;142(suppl 2):S524–S550.


Puncak konsentrasi epinefrin di Plasma:
• 1 menit setelah diberikan per IV
• Tidak lebih dari 5 menit setelah diberikan per ETT
Children 2019; 6 (51)
Obat-obatan lainnya
Bicarbonat Naloxone
Latar belakang Hipoksia akan menginduksi terjadinya Depresi napas persisten pada Ibu
metabolisme anaerob→ asidosis laktat→ dengan general anestesi
memperburuk kerja jantung dan paru
Dosis 1-2 mmol/kgBB dengan drip perlahan 0.1 mg/kgBB IV atau IM ( slow onset)
Perhatian Setelah resusitasi kardiorespirasi telah Jangan diberikan jika didapatkan
dilakukan dengan adekuat Riwayat ibu drug abuse

Tidak ada bukti kuat secara ilmiah manfaat (menurunkan


mortalitas/morbiditas/perbaikan kondisi klinis) dengan pemberian
bikarbonat maupun naloxone dalam resusitasi neonatus

Pediatrics. 1993; 91 (2) 496-7


Pediatrics. 2000; 106 (4) 831-4
Loading Cairan (Volume Expansion)

Ketika Perdarahan jelas diketahui atau diduga kuat berdasarkan


anamnesis/pemeriksaan fisis & Tidak respon terhadap epinefrin

• Jenis Cairan:
– Isotonik kristaloid normal saline NaCl 0.9%
– Darah (tipe O, Rh-(atau cross matched, jika memungkinkan) 10 - 20 mL/kg
• Volume:
– 10 mL/kg dalam 5-10 menit dan dapat diulang jika respon belum adekuat.
– Jangan memberikan cairan terlalu cepat pada kasus bayi prematur → risiko IVH
• Jalur: intravena, dengan intraosseus sebagai alternatif.
Circulation. 2020;142(suppl 2):S524–S550.
Akses Vaskular

Perifer Vena Umbilikal emergency Intraoseus (IO)

• Asepsis (antiseptik klorheksidin)


• No-touch technique
• Persiapan dan kelengkapan peralatan/perlengkapan yang baik
• Perhatikan kontraindikasi dan antisipasi komplikasi
Perbandingan Akses Vaskular dalam Resusitasi Neonatus

Akses Perifer Intra-osseus Vena Umbilikal


Emergency
Persiapan + ++ ++
Kesulitan +++ + +
Durasi pemasangan ++ + ++
Komplikasi + +++ ++
Patensi akses + + ++

Pediatrics . 2011;128:e954–e958
Am J Emerg Med 2000;18:126-129
Front. Pediatr. 5:171
• Tidak memulai ATAU menghentikan tindakan resusitasi perlu mempertimbangkan aspek Etik

• Jika LDJ tidak terdengar dan semua tindakan resusitasi sudah dilakukan dalam + 20 menit,
maka upaya resusitasi dapat dihentikan setelah didiskusikan dengan tim.

• Pada kasus yang mana kesintasan sangat amat kecil (<25 minggu) dan atau
kemungkinan kematian dini dan atau kecacatan derajat berat akan terjadi, keputusan
tidak memulai resusitasi ataupun tidak maksimal dapat dipertimbangkan setelah
konsultasi pada ahli dan melibatkan orangtua dalam keputusannya
Circulation. 2020;142(suppl 2):S524–S550
Ringkasan
• Indikasi Tindakan Sirkulasi (pijat jantung) dan pemberian obat-obatan/Cairan
resusitasi JARANG terjadi pada resusitasi neonatus
• Manajemen airway dan breathing yang adekuat dapat menurunkan kebutuhan
Tindakan sirkulasi dan pemberian obat-obatan/Cairan
• Aspek etik dalam penghentian resusitasi neonatus harus selalu dipertimbangkan
dan didiskusikan bersama
TERIMA KASIH