Anda di halaman 1dari 4

Nama : Noerachmaniah H.

NIM : 0810230113

Kelas : CF

AUDIT ATAS SIKLUS PERSEDIAAN DAN PERGUDANGAN

Siklus persediaan dan pergudangan merupakan siklus yang unik karena


hubungannya yang erat dengan siklus transaksi lainnya. Bagi perusahaan manufaktur,
bahan baku memasuki siklus persediaan dan penggudangan dari siklus akuisisi dan
pembayaran, sementara tenaga kerja langsung memasukinya dari siklus penggajian
dan personalia. Siklus penggudangan dan persediaan diakhiri dengan penjualan barang
dalam siklus penjualan dan penagihan.
Audit atas persediaan, terutama pengujian saldo persediaan akhir tahun,
seringkali merupakan bagian yang paling kompleks dan menghabiskan waktu dalam
audit, karena :
a. Persediaan adalah bagian utama dalam neraca dan seringkali merupakan
perkiraan terbesar yang melibatkan modal kerja.
b. Persediaan dapat tersebar di beberapa lokasi yang menyulitkan penghitungan
dan pengendalian fisik. Perusahaan menempatkan persediannya sedemikian
rupa untuk efisiensi produksi dan penjualan, tetapi penyebaran ini sering
menimbulkan kesulitan auditor yang besar.
c. Berbagai ragam persediaan juga menyulitkan auditor.
d. Penilaian persediaan juga dipersulit oleh faktor keusangan dan perlunya
mengalokasikan biaya manufaktur kedalam persediaan.
e. Terdapat beberapa metode penilaian persediaan yang dapat diterima, tapi klien
harus memakai metode tersebut secara konsisten dari tahun ke tahun.

Tujuan utama keseluruhan dari audit siklus persediaan dan penggudangan


adalah untuk menyediakan kepastian bahwa laporan keuaangan memperhitungkan
secara wajar bahan baku, barang dalam proses, persediaan barang jadi dan harga
pokok penjualan.

Fungsi Dalam Siklus Dan Pengendalian Intern

Siklus persediaan dan pergudangan dapat dianggap terdiri dari dua sistem yang
terpisah tetapi saling berkaitan erat. Dimana siklus persediaan melibatkan arus fisik
barang dan siklus penggudangan berhubungan dengan biaya terkait.
Enam fungsi yang membentuk siklus persediaan dan penggudangan adalah:
1. Memroses pesanan pembelian.
2. Menerima bahan baku
3. Menyimpan bahan baku
4. Memroses barang
5. Menyimpan barang jadi
6. Mengirimkan barang jadi

Bagian Dari Audit Atas Persediaan

Siklus dasar persediaan dan pergudangan dibagi 5 (lima) :


1. Memperoleh dan mencatat bahan baku, beban tenaga kerja dan overhead.
Bagian audit ini meliputi fungsi pemrosesan pesanan pembelian,
penerimaan bahan baku dan penyimpanan bahan baku. Auditor akan
memahami pegendalian internal terhadap ketiga fungsi tersebut kemudian
melaksanakan pengujian substantif atas transaksi baik dalam siklus akuisisi
dan bembayaran maupun siklus penggajian dan personalia.
2. Transfer aktiva dan biaya.
Klien memperhitungkan aktifitas memproses barang dan menyimpan
barang jadi dalam catatan akuntansi biaya, yang independen dengan siklus
lainnya dan diuji sebagai bagian dari audit siklus persediaan dan pengudangan.
3. Pengiriman barang dan pencatatan pendapatan dan biaya.
Karena fungsi pencatatan pengiriman merupakan bagian dari siklus
penjualan dan penagihan, auditor harus memahami dan menguji pengendalian
internal terhadap pencatatan pengiriman sebagai bagian dari audit siklus
tersebut , termasuk prosedur untuk memverifikasi keakuratan pengkreditan ke
persediaan yang dicatat dalam file induk persediaan perpetual.
4. Pengamatan fisik persediaan
Auditor harus mengamati klien yang melakukan perhitungan fisik
persediaan untuk menentukan apakah persediaan yang tercatat benar-benar ada
pada tanggal neraca dan dihitung secara benar-benar oleh klien.
5. Menilai harga dan mengkompilasi persediaan.
Pengujian harga adalah prosedur audit yang digunakan untuk
memverifikasi biaya-biaya ,yaitu, pengujian untuk menentukan apakah klien
telah mengikuti secara benar metode persediaan yang sesuai baik dengan
prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum maupun konsisten dengan tahun
sebelumnya. Sedangkan pengujian kompilasi persediaan merupakan pengujian
untuk memverifikasi apakah penghitungan fisik telah diikhtisarkan secara
benar, kuantitas dan harga persediaan telah dikalikan dengan benar, dan
persediaan yang dikalikan difooting secara benar pada saldo persediaan buku
besar umum yang sama.
Harga perolehan digunakan untuk menentukan apakah klien telah
menggunakan suatu metode persediaan yang sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku umum dengan benar dan dilaksanakan secara konsisten; prosedur
auditnya disebut pengujian harga (price list). Sedangkan pengujian kompilasi
adalah auditor harus memverifikasi apakah hasil perhitungan fisik telah
diikhtisarkan dengan benar, jumlah persediaan dan harganya dicatat dan
dijumlahkan dengan benar.
Keterkaitan antara siklus persediaan dan pergudangan dengan siklus lainnya ,
mengharuskan beberapa bagian audit akan lebih efisien jika diuji dengan pengujian
audit antar siklus lainnya.

Audit Akuntansi Biaya

Pengendalian akuntansi biaya adalah pengendalian yang berhubungan dengan


pemrosesan yang mempengaruhi persediaan fisik dan penelusuran biaya terkait dari
suatu bahan baku diminta hingga produk selesai dibuat dan ditransfer ke
penyimpanan. Pengendalian tersebut dapat dibagi ke dalam dua kategori luas:
1. Pengendalian fisik terhadap bahan baku, barang dalam proses, dan persediaan
barang jadi.
2. Pengendalian terhadap biaya terkait.

Dalam mengaudit akuntansi biaya, auditor berkepentingan dengan 4 (empat) aspek :


1. Pengendalian fisik atas persediaan.
2. Dokumen dan catatan transfer barang.
3. Berkas induk persediaan perpetual.
4. Harga per unit.

Prosedur Analitis

Auditor melaksanaan prosedur analitis untuk memeriksa hubungan saldo akun


persediaan dengan akun lainnya. Selain itu, auditor seringkali juga menggunakan
informasi nonkeuangan untuk menilai kelayakan saldo yang berkaitan dengan
persediaan. Setelah melaksanakan pengujian yang tepat atas catatan akuntansi biaya
dan prosedur analitis, auditor akan memiliki dasar untuk merancang serta
melaksanakan pengujian tas rincian saldo persediaan akhir.

Observasi Fisik Persediaan

Auditor diharuskan untuk melakukan pengujian observasi fisik atas persediaan


karena auditor tidak mengamati secara fisik persediaan, yang pada saat itu tidak
diharuskan.
SAS 1 (AU 331) mengharuskan auditor untuk menerima efektivitas metode
penghitungan persediaan klien dan ketergantungan yang dapat mereka tempatkan pada
reperesentasi klien mengenai mengenai kuantitas serta kondisi fisik persediaan. Klien
adalah pihak yang bertanggung jawab menetapkan prosedur untuk menghitung
persediaan fisik secara akurat dan benar-benar melakukan serta mencatat perhitungan
tersebut. Auditor bertanggung jawab mengevaluasi dan mengamati prosedur klien,
termasuk menguji perhitungan persediaan dan menarik kesimpulan mengenai
kememadaian persediaan fisik.
Pemeriksaan fisik persediaan oleh auditor dilaksanakan bila persediaan yang
disimpan oleh custodian pihak luar itu merupakan bagian dari aktiva lancar atau total
aktiva yang signifikan, sehinga auditor harus menerapkan prosedur tambahan.
Ketentuan SAS menganjurkan untuk menyertakan langkah-langkah berikut
dalam tanya jawab tambahan :
a. Diskusi dengan pemilik gudang mengenai prosedur pengendalian, menyelidiki
petugas gudang dan melakukan pengujian lain keadaan lain yang berkaitan.
b. Menelaah prosedur pengendalian pemilik gudang mengenai kinerja pegawai
gudang, dan melakukan pengujian atas keadaan lain yang relevan.
c. Pengamatan perhitungan fisik, bilamana dirasa praktis dan beralasan.
d. Bila surat penerimaan barang digunakan sebagai jaminan pinjaman, diperlukan
konfirmasi (berdasarkan pengujian, jika memungkinkan dari kreditor sebagai
rincian yang berhubungan dengan surat penerimaan barang tersebut).

Audit Penetapan Harga Dan Kompilasi

Pengendalian internal yang memadai seputar penelusuran biaya per unit yang
diintegrasikan dengan produksi dan catatatn akuntansi lainnya yang menyediakan
kepastian bahwa klien menggunakan biaya yang masuk akal untuk menilai persediaan
akhir.
Klien memerlukan pengendalian internal atas kompilasi persediaan untuk
memastikan bahwa perhitungan fisik telah diikhtisarkan dengan benar, diberi harga
pada jumlah yang sama seperti catatan per unit, dikalikan dan ditotalkan dengan
benar, serta dicantumkan pada file induk perediaan perpetual dan akun persediaan di
buku besar umum terkait pada jumlah yang tepat. Pengendalian internal penting untuk
diverifikasi oleh orang yang independen dan kompeten, yang mengandalkan dokumen
serta catatan yang memadai yang akan digunakan untuk melakukan perhitungan fisik.
Dalam melakukan pengujian penetapan harga, auditor menghadapi permasalahan
antara lain: metode yang digunakan harus sesuai dengan PABU, penerapan metodenya
harus konsisten dari tahun ke tahun, serta biaya persediaan lawan nilai pasar harus
dipertimbangkan.