Anda di halaman 1dari 2

Nama : Ayuvera Rifani Ray

NIM : 447384
Kelas : MAK 40/A

Resume Film “The Corporation”

The Corporation adalah film dokumenter Kanada yang diproduksi pada 2003 oleh Mark Achbar.
Film ini mengeksplorasi korporasi modern untuk memberikan wawasan tentang apa sebenarnya
Korporasi. Seratus lima puluh tahun yang lalu, korporasi itu adalah entitas yang relatif tidak
signifikan. Hari ini, kehadirannya yang jelas, dramatis dan meresap dalam semua kehidupan kita
seperti Gereja, Monarki dan Partai Komunis. Korporasi adalah institusi yang dominan saat ini.
Film dokumenter ini membahas sifat, evolusi, dampak, & kemungkinan masa depan dari
perusahaan bisnis modern. Film ini menyajikan peran korporasi dalam kehidupan sekarang
dengan memposisikan korporasi sebagai individu dan mengkaji tindakan atau aktivitas korporasi
dengan dampaknya kepada masyarakat secara keseluruhan. Pada awalnya, korporasi dibentuk
dan kemudian digunakan pemerintah untuk membantu membangun sesuatu seperti infrastuktur
atau hal lain yang terkait dengan kepentingan publik. Namun seiring berjalannya waktu,
korporasi sudah berubah dan menjadi suatu hal yang sangat berdampak bagi masyarakat.
Korporasi dalam film ini diumpamakan sebagai individu yang hanya berfokus pada
keuntungannya sendiri dalam hal ini fokusnya terhadap laba yang dihasilkan tanpa memiliki rasa
empati terhadap sesama dan lingkungan. Dalam film ini, beberapa temuan yang sangat
mencengangkan didapati saat mengkaji korporasi besar yang ada di wilayah Amerika Serikat.
Salah satunya adalah Monsanto yang bergerak dalam bidang penyediaan susu sapi terbesar di
Amerika. Fakta yang didapatkan adalah mengenai susu yang diproduksi mengandung zat kimia
yang berbahaya. Hal ini disebabkan oleh sapi-sapi yang mengidap penyakit karena disuntik oleh
zat kimia dengan sengaja untuk dapat memproduksi susu dengan jumlah yang lebih banyak demi
memenuhi kebutuhan korporasi. Hal lain yang terdampak adalah lingkungan yang rusak karena
penggunaan zat kimia tersebut. di lain sisi, korporasi hanya memberikan upah kepada tenaga
kerjanya dengan sangat rendah. Fakta-fakta tersebut semakin memperjelas tuduhan korporasi
sebagai individu yang “psikopat”. Korporasi hanya memfokuskan diri untuk menghasilkan laba
setinggi mungkin tanpa memikirkan pihak lain yang akan terdampak. Korporasi hanya fokus
pada Profit dan melupakan People dan Planet (3P). Selain Monsanto, beberapa korporasi besar
lainnya juga melakukan hal yang merugikan banyak pihak. Contoh lain adalah Nike menggaji
buruhnya dengan tarif yang sangat rendah. Kemudian, Chevron memakai bahan kimia secara
berlebihan hingga menyebabkan kerusakan lingkungan, bahkan limbah dari Chevron
mengakibatkan penyakit pada warga sekitar di Richmond California. Coca cola juga melanggar
hak buruh, melakukan tindakan kekerasan pada buruh, serta melakukan diskriminasi pada buruh.
Menurut catatan sejarah, sejak tahun 1989 hingga 2002 sudah ada 8 orang buruh Coca Cola yang
tewas akibat eksperimen produk yang dilakukan. Selain itu, limbah Coca cola juga mencemari
air di lingkungan sekitar dan menyebabkan warga yang tinggal disekitarnya terkontaminasi
dengan bakteri yang membuat sakit mata dan sakit perut. Hal ini juga terjadi dengan Dow
Chemical yang terbukti merusak lingkungan selama masa perang dunia kedua dengan
menyediakan senjata berbahan dasar bahan kimia yang menyebabkan banyak orang menjadi
korbannya serta pembuangan limbah ke lahan pertanian masyarakat yang merusak lingkungan.
Korporasi yang menggunakan buruh anak dibawah umur juga ditemukan dalam Nestle yang
dipekerjakan secara illegal untuk melakukan tugas memetik cokelat di Afrika. Tak selesai
sampai disitu, Nestle juga kembali terjerat masalah ketika produknya ditemukan mengandung
Chemical Isopropylthioxanthone (ITX) sehingga membuatnya berurusan dengan polisi.
Korporasi besar lain yang tidak kalah mencengangkan adalah Wal-mart. Perusahaan besar
dengan 5100 cabang dan 1,3 juta pegawai ini mempunyai daftar panjang mengenai penyiksaan
buruh, penghancuran toko kecil, diskriminasi gender, pemaksaan lembur hingga mempekerjakan
anak-anak secara ilegal. Wal mart juga diketahui tidak menyediakan asuransi kesehatan bagi
sebagian pegawainya. Di bidang pertambangan, Freeport terkenal sebagai salah satu korporasi
besar yang memiliki banyak cabang diberbagai Negara. Dari aktivitas pertambangan yang
dilakukan, bukan menjadi sebuah rahasia lagi ketika aktivitas tersebut menyebabkan banyak
dampak negatif terhadap lingkungan yang berada disekitar area tambang. Dari banyaknya fakta-
fakta yang terekspos dari banyaknya korporasi yang bertindak “psikopat” maka korporasi saat ini
cenderung menunjukkan citra korporasi yang lebih empati dengan melakukan CSR. CSR
dianggap dapat memperbaiki citra korporasi yang dianggap buruk dimata publik sehingga
diharapkan kedepannya korporasi tidak lagi memfokuskan diri pada Profit tetapi juga fokus
dengan People dan Planet untuk menjaga keseimbangan selama korporasi tersebut eksis,
beraktivitas dan juga berdampak luas bagi berbagai pihak. Selain itu, korporasi dianggap harus
memperbaiki etika dalam berbisnis dan juga beriklan sehingga iklan yang ditampilkan kepada
konsumen tidak merugikan konsumen dengan dampak-dampak yang tidak diharapkan. Etika
menjadi suatu hal yang sangat penting dalam sebuah korporasi sehingga apapun yang menjadi
aktivitas korporasi dilakukan dengan tidak mengabaikan aspek-aspek yang ada.
Pertanyaan :
CSR dianggap dapat memperbaiki citra perusahaan yang dianggap kurang baik di masa lalu.
Apakah CSR wajib untuk seluruh perusahaan (perusahaan besar dan perusahaan kecil)? Kalau
wajib, bagaimana dengan perusahaan kecil yang tidak melakukan CSR dengan menggunakan
alasan “biaya” yang akan dikeluarkan ketika CSR dilakukan? Seringkali CSR dilakukan dengan
rutin oleh perusahaan yang sudah membuat planning CSR dengan baik. Bolehkah CSR
dilakukan tidak rutin dan apakah dampaknya jika CSR dilakukan seperti itu?