Anda di halaman 1dari 4

LEARNING JOURNAL

Program Pelatihan : Pelatihan Dasar CPNS Gol II di Kabupaten Kepulauan Meranti


Angkatan/Kelas : I/4b
Nama Mata Pelatihan : Wawasan Kebangsaan dan nilai-nilai bela negara

Nama Peserta : Nanang Fauzi, A.Md.KL

Nomor Daftar Hadir :4

Lembaga Penyelenggara : BPSDM Provinsi Riau

Pelatihan : LAN RI

1.A Wawasan
Kebangsaan
Wawasan kebangsaan lahir ketika bangsa Indonesia berjuang
membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan dan kolonialisme. Titik awal
perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan penjajah adalah ketika dibentuknya
organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908. Kemudian diikuti dengan aksi-aksi
sejarah lainnya seperti dibentuknya Perhimpunan Indonesia (PI) pada 25 Oktober
1908 yang menjadi pelopor kemerdekaan Indonesia di kancah internasional,
Kongres Pemuda yang melahirkan gagasan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober
1928, sidang BPUPKI yang melahirkan dasar negara Pancasila pada 1 Juni 1945,
sidang PPKI yang menetapkan dan mengesahkan Undang Undang Dasar 1945,
serta Proklamasi Kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.
Wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia dalam
rangka mengelola kehidupan berbangsa dan bernegara yang berlandaskan jati diri
bangsa yang bersumber dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal
Ika. Yang lebih dikenal dengan istilah 4 Konsensus Negara. Adapun jati diri bangsa
Indonesia dan identitas NKRI yaitu bendera negara Sang Merah Putih, Bahasa
Indonesia, lambang negara Garuda Pancasila dan lagu kebangsaan Indonesia
Raya.
Berdasarkan 4 konsensus dasar tersebut bangsa Indonesia dapat

1
mengenali jati dirinya sehingga muncul rasa kesatuan dan persatuan wilayah dalam
penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

B. Bela Negara
Bela negara adalah tekad, sikap, dan perilaku serta tindakan warga negara,
baik secara perseorangan maupun kolektif dalam menjaga kedaulatan negara,
keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa dan negara dan menjamin
kelangsungan hidup bangsa Indonesia dan negara dari berbagai ancaman.
Adapun nilai-nilai dasar Bela Negara dalam Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 23 tahun 2019 pasal 7 adalah sebagai berikut.
a. Cinta tanah air;
b. Sadar berbangsa dan bernegara;
c. Setia pada Pancasila sebagai ideologi negara;
d. Rela berkorban untuk bangsa dan negara;
e. Kemampuan awal Bela negara.

3. CONTOH KASUS BELA NEGARA INDONESIA

Contoh kasus Bela Negara pada Generasi millenial tentu tidak asing dengan
profil Nadiem Makarim, pendiri startup Gojek yang juga menjadi Menteri Pendidikan
dan Kebudayaan RI. Nadiem menjadi pengusaha sukses di Indonesia lewat inovasi
perusahaan Gojeknya-nya di usia yang relatif muda. Namanya melejit ke seantero
negeri saat dia menjadi CEO PT Aplikasi Karya Anak Bangsa atau Gojek Indonesia.
Tidak heran bila dia menjadi inspirasi banyak orang khususnya milenial untuk berani
bermimpi mendirikan startup idaman.

Perjalanan karier pria kelahiran tahun 1984 ini tidak hanya berhenti sebagai
pengusaha sukses saja. Dia juga mengabadikan diri untuk negeri dengan menjabat
sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dalam jajaran menteri
Kabinet Indonesia Maju masa jabatan 2019-2024. Tidak pelak, Nadiem Makarim
yang pada 2019 berusia 35 tahun menjadi menteri termuda yang ada di jajaran
Kabinet Indonesia Maju.

2
Tentunya untuk menjadi sukses, Nadiem Makarim harus melewati berbagai
hambatan dan tahu bagaimana cara mengatasinya. Walau dikenal sebagai
pengusaha, latar belakang keluarganya jauh dari ranah bisnis.

Gambar Nadiem Makarim (Source : Google)

4. Keteladanan & Penerapan

Hal yang patut diteladani dari Menteri Nadiem Makarim Walaupun Nadiem
Makarim tidak dilahirkan di Indonesia, rasa nasionalisme dalam dirinya bukan
berarti menyurut. Apa yang diajarkan orang tuanya terwujud bagaimana rasa
nasionalisme itu direalisasikan lewat Gojek, perusahaan decacorn pertama asal
Indonesia yang membawa nama Nadiem dan Indonesia melambung tinggi di
kancah internasional. Hari ini, Nadiem Makarim adalah Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan RI periode 2019-2024.  "Saya dididik dari kecil untuk kembali dan
berkontribusi ke tanah air, walaupun seumur hidup keseringan dihabiskan di luar
negeri. Orangtua saya sangat nasionalis," Apabila dibawa ke kehidupan kerja
Peserta Latsar, maka menjadi motivasi kita terhadat rasa cinta tanah air dan terus
melakukan inovasi yang maju guna kemajuan bidang Teknologi. Selain itu, aksi
yang dilakukan Nadiem Makarim juga menunjukkan aksi Bela Negara. Peserta
Latsar (khususnya saya sediri yang berprofesi sebagai Tenaga Kesehatan & Kaum
Milenial serta gemar terhadap kemajuan teknologi) dapat melakukan aksi Bela
Negara dengan memberikan kontribusi pada pertumbuhan Ilmu Pengetahuan
Teknlogi (IPTEK).

5. Daftar Pustaka

3
https://www.qoala.app/id/blog/trivia/profil-dan-biografi-nadiem-makarim
https://id.wikipedia.org/wiki/Nadiem_Makarim