Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS ISU TERKAIT WHOLE OF GOVERNMENT (WOG) YANG TERJADI DI BALAI

PEMASYARAKATAN KELAS II PEKANBARU

Oleh

Chikita Putri Liani


NDH : 02 (Kelompok I)
Peserta Pelatihan Dasar CPNS Kemenkumham Gel III Gol III Angkatan LXXV Badiklat
Kepri

Balai Pemasyarakatan (BAPAS) merupakan salah satu UPT (Unit Pelaksana Teknis) di
bidang Pemasyarakatan dan merupakan satuan kerja dalam lingkungan Kementerian Hukum
dan HAM Republik Indonesia. Secara lebih jelas, tugas dan fungsi dari BAPAS adalah untuk
melakukan pembimbingan dan penelitian kemasyarakatan serta tugas-tugas lain yang
melekat.

Selain permasalahan terkait Manajemen ASN, Bapas juga memiliki beberapa isu yang
terkait dengan WoG (Whole of Government). WoG (Whole of Government) adalah sebuah
pendekatan penyelenggaraan pemerintahan yang menyatukan upaya-upaya kolaboratif
pemerintahan dari keseluruhan sektor dalam ruang lingkup koordinasi yang lebih luas guna
mencapai tujuan-tujuan pembangunan kebijakan, manajemen program dan pelayanan publik.

Berikut beberapa Isu Aktual terkait WoG (Whole of Government) yang terjadi di
Lingkungan Balai Pemasyarakatan Kelas II Pekanbaru, yaitu :

• Belum Optimalnya Pelaksanaan Kegiatan Bimbingan Kemandirian dan


Kepribadian Klien Pemasyarakatan dengan Pihak/Instansi Lain
Salah satu tugas pokok dan fungsi Bapas yaitu melaksanakan pembimbingan
terhadap klien pemasyarakatan. Pembimbingan merupakan pemberian tuntunan untuk
meningkatkan kualitas ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, intelektual, sikap,
dan perilaku, profesional, kesehatan jasmani dan rohani klien pemasyarakatan.
Program pembimbingan Bapas diberikan setelah klien selesai menjalani masa
pidananya di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau saat klien menjalani masa
integrasi yang terdiri atas pembimbingan kemandirian dan pembimbingan kepribadian.
Pembimbingan kemandirian adalah pembimbingan terkait kewirausahaan dan
pelatihan-pelatihan kerja yang digunakan sebagai bekal bagi klien pemasyarakatan
untuk dapat hidup mandiri di masyarakat. Sementara itu, pembimbingan kepribadian
adalah pembimbingan terhadap sikap mental agar klien tidak mengulangi kejahatan
atau tindak pidana kembali.
Pembimbingan yang dilakukan oleh Bapas merupakan bagian dari suatu Sistem
Pemasyarakatan yang diselenggarakan dalam rangka membentuk warga binaan
pemasyarakatan agar menjadi manusia seutuhnya, menyadari kesalahan, memperbaiki
diri, dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh
lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan, dan dapat hidup
secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab.

Dalam melaksanakan tugas pembimbingan tersebut, Bapas tidak bisa


menjalankannya secara maksimal tanpa kerjasama dengan pihak lain. Oleh karena itu,
Bapas membentuk POKMAS LIPAS sebagai upaya kerjasama dengan masyarakat dan
pihak/instansi luar untuk melaksanakan program pembimbingan Klien Pemasyarakatan.
POKMAS LIPAS merupakan Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan yang
menjadi mitra Bapas dalam melakukan pembimbingan kemandirian dan kepribadian
bagi Klien Bapas. Saat ini, anggota POKMAS LIPAS yang sudah bekerjasama dengan
Bapas sebanyak 11 POKMAS LIPAS, yang terdiri dari Balai Pelatihan Kerja, Lembaga
Bantuan Hukum, dan Lembaga Swadaya Masyarakat.

Namun, kegiatan POKMAS LIPAS belum terlaksana secara penuh dan


menyeluruh. Tidak dapat dipungkiri, Klien Bapas yang saat ini berjumlah sekitar 5000
Klien Dewasa dan 60 Klien Anak tidak sebanding dengan jumlah POKMAS LIPAS yang
hanya 11 POKMAS. Belum lagi tidak seluruh Klien yang mengetahui kegiatan POKMAS
LIPAS ini dikarenakan keterbatasan Pembimbing Kemasyarakatan dalam
mensosialisasikan kegiatan POKMAS. Hal tersebut dapat berdampak pada
meningkatnya angka residivis (pengulangan tindak pidana) akibat dari ketidaksiapannya
Klien ketika dikembalikan ke masyarakat karena belum mendapatkan pembimbingan
yang cukup.

• Banyaknya Jumlah Permintaan Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) dalam Satu


Waktu
Salah satu tugas Pembimbing Kemasyarakatan ialah membuat Penelitian
Kemasyarakatan (LItmas). Penelitian Kemasyarakatan (Litmas) adalah kegiatan
penelitian untuk mengetahui latar belakang kehidupan Warga Binaan
Pemasyarakatan (WBP) yang dilaksanakan oleh Pembimbing Kemasyarakatan.
Litmas dapat digunakan untuk perawatan tahanan, pembinaan awal, asimilasi, cuti
mengunjungi keluarga hingga program reintegrasi sosial cuti bersyarat, pembebasan
bersyarat dan cuti menjelang bebas WBP. Sementara dalam menangani kasus Anak,
Pembimbing Kemasyarakatan juga dapat melaksanakan Litmas dalam rangka Diversi
hingga pengadilan Anak.
Permintaan Litmas diajukan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) atau Rumah
Tahanan (Rutan) kepada Bapas. Namun, saat ini terkadang Lapas atau Rutan
mengajukan permintaan litmas dengan jumlah yang cukup banyak dalam satu waktu.
Ini tidak sebanding dengan jumlah Pembimbing Kemasyarakatan yang ada. Hal ini
tentu akan mempengaruhi kualitas litmas yang dikerjakan karena waktu pengerjaan
litmas dewasa hanya 7x24 jam sedangkan anak 3x24 jam dari pengambilan data
WBP. Seharusnya, hal ini bisa dikoordinasikan terlebih dahulu kepada Bapas
sehingga tidak terjadi penumpukan permintaan litmas yang akan berdampak pada
kualitas litmas.

• Jadwal Sidang Anak yang Sering Berubah-ubah


Salah satu tugas Pembimbing Kemasyarakatan ialah pendampingan Anak
Berhadapan dengan Hukum (ABH) mulai dari tahap pra adjudikasi, ajudikasi hingga
post adjudikasi. Pendampingan ini bertujuan agar Anak mendapat perlakuan hukum
yang adil sehingga memenuhi keadilan restoratif. Keadilan restoratif ialah penyelesaian
perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, kelaurga pelaku/korban, dan
pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelasaian yang adil dengan
menekanakan pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan pembalasan.

Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas wajib hadir mendampingi ABH dalam


persidangan untuk menyampaikan hasil Penelitian Kemasyarakatan (Litmas). Jika
Bapas tidak hadir maka putusan sidang batal demi hukum. Untuk jadwal persidangan
sendiri biasanya Pengadilan akan berkoordinasi dengan Pembimbing Kemasyarakatan.
Namun, pada prakteknya saat ini, terdapat kendala dalam jadwal Persidangan itu
sendiri. Beberapa kali terjadi perubahan jadwal sidang yang baru diinfokan di Hari
Persidangan. Tentu hal ini akan berdampak pada ketidakefektifan waktu dan tenaga
para pihak terkait, termasuk Pembimbing Kemasyarakatan. Hal tersebut akan
berpengaruh terhadap kinerja Pembimbing Kemasyarakatan dalam melaksanakan
tugasnya.

Berdasarkan identifikasi isu yang telah dipaparkan, perlu dilakukan proses tapisan isu
untuk menentukan isu mana yang merupakan prioritas untuk dapat dicarikan solusinya.
Proses tersebut dapat menggunakan Metode USG (Urgency, Seriuosness, Growth).

Metode USG merupakan alat analisis yang dilakukan untuk menentukan prioritas isu
melalui tingkat kegawatan, keseriusan, dan tingkat pertumbuhan suatu isu atau masalah.
Urgency artinya seberapa mendesak suatu isu harus dibahas, dianalisis dan ditindaklanjuti.
Seriousness artinya seberapa serius suatu isu harus dibahas dikaitkan dengan akibat yang
ditimbulkan. Growth artinya seberapa besar kemungkinan memburuknya isu tersebut jika
tidak ditangani segera.

No. Isu U S G Jumlah Prioritas


1. Belum Optimalnya Pelaksanaan Kegiatan 4 5 4 13 I
Bimbingan Kemandirian dan Kepribadian
Klien Pemasyarakatan dengan
Pihak/Instansi Lain
2. Banyaknya Jumlah Permintaan Penelitian 3 4 4 11 II
Kemasyarakatan (Litmas) dalam Satu Waktu
3. Jadwal Sidang Anak yang Sering Berubah- 3 4 3 10 III
ubah

Keterangan :
1 : Tidak Penting 2 : Sedikit Penting 3 : Cukup Penting 4: Penting 5 : Sangat Penting

Dari hasil tapisan isu diatas, dapat disimpulkan bahwa isu “Belum Optimalnya Pelaksanaan
Kegiatan Bimbingan Kemandirian dan Kepribadian Klien Pemasyarakatan dengan
Pihak/Instansi Lain” merupakan isu prioritas yang harus segera diselesaikan. Berdasarkan hal
tersebut, dapat diperoleh rumusan isu yaitu : “Belum Optimalnya Pelaksanaan Kegiatan
Bimbingan Klien Pemasyarakatan dengan Pihak/Instansi Lain dapat Berdampak pada
Peningkatan Angka Residivis di Kota Pekanbaru”

Anda mungkin juga menyukai